
Yaura dan Robin pun meninggalkan kamar Ken.
" Tidak tahu namanya, tetapi Dia melihat kalau di kamar ini ada orang Lain . berarti Dialah YAURA . Robin benar-benar bodoh " Ken menggerutu kesal karena tingkah Robin .
Sesuai perintah Ken, Yaura pun sudah ada di Kamar Sebelah dan ditemani oleh seorang wanita Paruh Baya yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Rumah yang ia pijak sekarang, dialah Bibi Ratih .
" Nona Yaura, Tuan Ken menyuruh Bibi untuk menemani Nona bermalam disini " ucap Bibi Ratih .
" Iyah Bibi , terima kasih " senyum Yaura.
" Dan Itu baju ganti Nona, Mohon maaf jika bajunya kurang pas atau motifnya tidak sesuai yang Nona suka, Bibi hanya menuruti Permintaan Tuan Ken " ujar Bibi Ratih seraya menunjuk ke arah Goodie Bag yang berisi pakaian ganti Yaura .
" Tidak apa-apa Bibi , terima kasih banyak " Yaura yang Kaku hanya membalas pembicaraan dengan senyum .
" Baiklah Nona, Bibi izin ke dapur dulu. Nanti malam Bibi kesini lagi untuk menemani Nona , permisi Nona " Bibi Ratih meninggalkan Kamar .
Merasa sudah tidak ada orang , Yaura pun menutup & mengunci pintu, dan duduk di tepi Ranjang.
" Ya Tuhan, kenapa harus tinggal disini sekarang , Aku bahkan belum siap " Guratan di Wajahnya menunjukkan betapa frustasinya dia.
..................
Pukul 19.30 Malam
Yaura yang sudah membersihkan diri, ia pun merebahkan dirinya di atas Ranjang .
tiba-tiba
tokkk tokkk tokk suara seseorang mengetuk Pintu.
" Apa itu Bibi Ratih ? sepertinya dia akan menemaniku " senyum tipis Yaura dan mulai beranjak .
ceklekkkk Yaura membuka handle pintu .
Dan Ia terkejut bahwa yang didepannya sekarang adalah Ken ,bukan Bibi Ratih .
" Keluarlah .. Kita turun untuk makan malam " Perintah Ken dengan wajah datar.
tanpa menjawab , Yaura hanya mengangguk .
Kini , Ia dan Ken pun turun ke lantai bawah .
Ruang Makan .
Diruang makan, Evelyn dan Ibu Hilya sudah menunggunya di bawah . Seperti biasa , Evelyn menunjukkan wajah tidak mengenakkan . sedangkan Ibu Hilya yang lebih dulu mengenal Yaura terlihat sangat sumringah karena Ia bisa makan malam dengan calon menantunya . Yaura pun menunjukkan ekspresi pada umumnya , tersenyum dan bertingkah sangat sopan. sementara Ken , yang duduk di sebelah Yaura memasang wajah datar . dan Ayah Reino pun datang , ia mendudukkan tubuhnya di kursi sebelah Evelyn yang berada tepat di sebelah Yaura .
" Kami sangat bahagia Nak Yaura, Kau akan menjadi bagian dari Keluarga Kami " senyum Reino kepada Yaura.
" Iyah Ayah, Yaura juga bahagia bisa bertemu Keluarga Ayah " senyum Yaura .
" Baiklah , sekarang silahkan kalian makan " perintah Ayah Reino .
Keluarga Reino Bachtiar & Yaura pun kini menyantap hidangan makan malam .
..........
Setelah makan malam, Mereka pun kembali ke kamar masing-masing .
Sesuai Perintah, Bibi Ratih pun menemani Yaura tidur di kamar sebelah .
Malam mulai larut, Ken yang termenung di Balkon Rumah , Hatinya masih belum menerima akan keputusannya, tetapi logikanya menyangkal apa yang hatinya rasakan . Begitupun dengan Yaura , Ia berpura-pura tertidur , padahal pikirannya Kacau kemana-kemana .
..........
Tak terasa hari mulai Pagi ,
Di Depan, Ken melihat banyak pegawai WO yang sedang mendekorasi Rumahnya . Ia pun turun ke lantai bawah untuk melihat Dekorasinya.
Dekorasi di sana sudah tertata Rapih nan Indah . dengan tema White , membuat suasananya semakin sakral dan menenangkan.
Besok adalah hari pernikahannya .
Tiba-tiba , suara langkah kaki membuat Ken menengok kebelakang .
" Aku mencarimu daritadi " ucap Yaura .
Ken yang melihat itu Yaura pun membuang pandangannya ke sembarang arah .
" Ada apa ? " tanya Ken .
" Ken , aku izin ke Ayahku dulu , apa kau mengizinkannya? " tanya Yaura .
Mendengar kata Ayah, ia pun teringat bahwa ia belum meminta Restu dari Orangtua Yaura .
" Tunggu disini , aku keatas dulu " ujar Ken seraya melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.
Dikamar, ia pun segera mencuci muka dan bersiap. Ia memakai kameja panjang berwarna cream dan segera mengambil Kunci Mobil , dan segera turun ke lantai bawah .
Hendak pergi mengantar Yaura , Evelyn menghadangnya .
" Kakak .. mau kemana ? " tanya Evelyn tapi tatapan sinisnya mengarah ke Yaura
" Keluar .. " Ken hendak melangkahkan kakinya.
__ADS_1
" Antarkan Aku Kak, Aku harus control ke dokter hari ini . Dia ( Bianca ) sedang sibuk, jadi tidak bisa menemaniku" ucap Evelyn yang juga hendak pergi ke dokter untuk mengontrol Kesehatannya kembali ( Tragedi Bunuh Diri ).
" Kakak harus pergi Evelyn , suruh Pak Tio ( Sopir ) untuk mengantarmu " ujar Ken .
" Tidak mau , Kakak harus mengantarku " Paksa Evelyn .
Ken sedikit bingung, ia harus mengantar Yaura dan menemui Calon Mertuanya , atau Evelyn adiknya .
" Ken, aku akan pergi sendiri. Jadi , kau lebih baik mengantar Evelyn ke Dokter " ujar Yaura.
" Tapi Aku juga harus menemui Ayahmu " ucap Ken.
" Kau bisa menemui Ayahku di lain waktu " ujar Yaura kembali .
Melihat Evelyn yang suka memaksa ,
" Baiklah . Kau jangan pergi sendiri, Pak Tio akan mengantarmu " Ken menelfon Pak Tio untuk mengantar Calon Istrinya tersebut.
" Terima Kasih Yaura, Kau sudah mengizinkanku pergi dengan Kakakku " senyum tipis Evelyn .
" Aku pergi dulu " ucap Ken seraya melangkahkan Kakinya keluar .
Disusul dengan Evelyn .
PEMAKAMAN
Yaura yang diantar oleh Sopir pun kini sampai di sebuah Rumah tepat di belakang Apartement Valdefis. Ia meminta sopir tidak perlu menunggunya, Dia akan kembali ke Rumah Ken sendiri . Sopir pun menuruti permintaan Yaura dan segera pergi dari situ.
Yaura pun masuk ke dalam Rumah bertema White dan Di depannya banyak sekali bunga .
Nampak dari depan dan dalam bentuknya seperti pada Umumnya . Yaura menaiki lift yang ada di bawahnya dan ia menekan tombol 1 . ternyata lift tersebut membawanya turun ke lantai bawah tanah .
dan ....
Sebuah Persemayaman Mewah, Megah dan Dipenuhi Bunga Lily dan Mawar Putih . Ruangan yang bersih dan terjaga, bunga2 yang masih segar , menjadi Bukti bahwa Persemayaman tersebut ada yang merawat .
" Nona Yaura , " ucap seseorang wanita paruh baya yang mengenakan seragam Duka dan memberikan Yaura 1 Buket Bunga Lilly .
Yaura berjalan melangkah seraya memegang bunga Lily tersebut .
" Ayah ... Ibu .. Yaura datang " lirih Yaura seraya memandang foto yang terpampang jelas di depan persemayaman Mendiang Ayah dan Ibu nya.
" Apa Ayah dan Ibu tidak merindukan Yaura ? " air mata menetes dari manik mata Indah Yaura.
" Yaura kesini untuk memberi kabar bahagia untuk kalian . Aku akan segera menikah Ayah , Ibu " air mata Yaura kini mengalir ..
" Iyah , Putrimu satu-satunya ini akan segera menikah . Aku akan segera menikah Ayah ... " Yaura memejamkan matanya ,
" Restui Pernikahanku dengannya .."
" Kenapa disaat seperti ini Kalian tidak ada bersama Yaura , Aku sangat sedih melihat kenyataan di hari pernikahan ku tidak ada Ayah dan Ibu .. "
" Siapa yang akan mengayomiku jika Bukan Ibu, dan siapa yang menguatkanku jika Bukan Ayah .. Aku masih bisa bertahan dan menahan semuanya jika hanya diriku seorang, tetapi sekarang .. Aku akan hidup bersama orang lain, entah cepat atau lambat , kenyataan Aku akan memulai bahtera Rumah Tangga itu benar-benar membuatku takut dan rapuh Ayah " Yaura mengisak
" Tidak seseorang yang disana bersamaku, Aku harus menyembunyikan semua orang yang ada di sekitarku hanya karena sebuah Dendam . Kenapa kalian tidak menemani Yaura sekarang .. "
Yaura terus mengisak dan tak kuat menahan air matanya, jelas saja .. Ia begitu merindukan kedua orang tuanya, dan sekarang Di Hari Pernikahannya, tidak ada siapapun disampingnya .
Ia bersimpuh di depan pemakaman Ayah dan Ibunya , dan menumpahkan semua beban yang selama ini ia tahan ..
Setelah ia puas dan merasa lega, Ia pun berdiri dan berjalan mendekati Peti Ayah & Ibunya .
" Baiklah Ayah, Ibu .. Yaura pamit dulu " senyum paksa Yaura seraya menaruh buket Bunga Lily diantara keduanya .
Yaura pun berbalik dan meninggalkan pemakaman .
Ntah pergi kemana , yang jelas Yaura segera meninggalkan Rumah tersebut .
Rumah Ken
Hari semakin sore bahkan mulai larut , Ibu Hilya yang sedang melihat Dekorasi pun bertanya-tanya , kenapa Ken dan Yaura tidak terlihat .
tak berselang lama , Ken muncul dengan Evelyn .
" Nak Tunggu , Kau Evelyn masuklah kedalam " Ibu Hilya menghentikan Ken , sementara Evelyn langsung masuk ke dalam .
" Kau melihat Yaura ? bukankah tadi pagi Ibu melihat kalian bersama ? " tanya Ibu Hilya.
" Iyah Yaura tadi bersamaku , tapi aku pergi dengan Evelyn. Dia mungkin di Kamar sebelah Bu, Pasti Ibu mencarinya di Kamar Ken ? " Ken tersenyum manja kepada Ibu nya .
" Oh Iyah Nak, Ibu lupa , Yaura kan tidur di Kamar Sebelah .. Baiklah nak, Ibu ke Ruang Kerja Ayahmu dulu " ujar Ibu Hilya seraya pergi meninggalkan Ken .
Ken yang melihat tingkah Ibu nya pun tersenyum .
Ia langsung naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri .
Pukul 19.00
Malam pun datang ..
Merasa malas turun ke lantai bawah , Ken menyuruh Robin menyiapkan makan malamnya.
__ADS_1
Tak berselang lama ,
Robin pun datang membawa makanan ,
" Apa Yaura sudah di lantai bawah ? " tanya Ken pada Robin .
" Tidak ada Nona Yaura di bawah Tuan, " jawab Robin seraya menaruh makanan di meja . setelahnya Ia berlalu pergi.
Ken terdiam dan sejenak berfikir.
Tak menghiraukan makanan, Ken segera beranjak dan berjalan menuju Kamar Sebelah .
tokkk tokkkk tokkk
Ken mengetuk Pintu , tak ada jawaban, Ken terus mengetuk Pintu
tokkk tokkk tokk
" Yaura , ini Aku .. buka Pintunya " ujar Ken .
tak ada jawaban, Dia pun terpaksa membuka paksa pintunya .
" Dimana Dia ? " Ken melihat sekitar Kamar .
Tak ada Yaura, Ken pun panik .
Ia segera menghampiri Bibi Ratih di Dapur .
" Bibi, Kau melihat Yaura ? " tanya Ken
" Tidak Tuan, sedari tadi Nona Yaura tidak ada di Kamar " jawab Bibi Ratih .
" Apa Dia menginap di Rumah Ayahnya ? " gumam Ken dalam hatinya .
" Tapi .. Bagaimana jika Dia kabur , dan tidak datang di Pernikahan karena Aku memarahinya tadi " Ken mulai Panik . Ia pun segera mengeluarkan Ponsel dan menelfon Pak Tio ( Sopir )
" Kau mengantar Yaura kemana ? Kenapa sekarang Yaura tidak bersamamu dan kesini " ketus Ken.
" Mohon maaf Tuan, Nona Yaura yang menyuruhku untuk pulang, Nona bilang Dia akan kesini sendiri " jawab Pak Tio dari sambungan telefon.
" Dimana Kau mengantarnya ? " desak Ken .
" Apartement Valdefis , Tuan " Jawab Pak Tio.
Ken mematikan sambungan telefon dan segera ke Kamarnya . Ia langsung memakai Jas dan Mengambil kunci Mobil .
APARTEMENT VALDEFIS
Ken sudah sampai di Apartement Valdefis.
" Sial ! Aku bahkan tidak tahu di Kamar berapa Dia tinggal " Ken menggerutu kesal .
Ia mencoba bertanya kepada security dan meminta izin untuk masuk .
Namun security melarangnya dan tidak memberikan data Penghuni .
Ken semakin kesal dibuatnya, Ia tidak tahu Nomor Ponsel , Alamat lain atau tempat yang sering di kunjungi Yaura .
Dan...
" Kenapa Kau disini " tanya Yaura tiba-tiba.
Seakan hafal suara Yaura, Ken berbalik badan dan menghela Nafas.
" Aku disini melamar untuk menjadi Security . Kenapa kau harus bertanya ? Aku disini mencarimu ." seru Ken dengan nada ngegas .
Yaura hanya memasang wajah datar .
" Bukankah Aku sudah memberitahumu kalo Aku pergi ke Ayah " ungkap Yaura.
" Tapi Kau tidak kembali lagi kesana , Kau berusaha lari dari Pernikahan ? " Ken menatap kesal Yaura.
" Jika Aku lari dari Pernikahan , Aku tidak akan ada di hadapanmu sekarang " bantah Yaura .
" Bisa saja menjawabnya . Masuklah ! " Ken menggerutu kesal , dan masuk ke Mobil .
Yaura memutar bola matanya, Ia juga nampak kesal dengan Ken yang selalu mengomel tanpa alasan yang jelas . Ia pun segera masuk ke Mobil .
" Berapa Nomor Kamarmu ? " tanya Ken seraya memasang Seat Belt.
" Aku sudah bersamamu sekarang , tidak perlu bertanya soal itu "
" Setidaknya Aku tahu dimana harus mencarimu Nanti . Jika Kau tiba-tiba Kabur nanti besok, Aku bisa mendatangi Kamarmu dan memasang Garis Polisi " celetuk Ken seraya mengemudikan mobil.
" Aku tidak melakukan tindakan Kriminal , kenapa harus memasang Garis Polisi ? "
" Jelas tindakan Kriminal ! Kabur saat Pernikahan itu hal Memalukan ! Aku tidak ingin menanggung malu ! " ujar Ken .
Jika Dia terus meladeni omelan Ken, maka tidak akan ada habisnya .
" Lantai 11, Nomor 11 " ucap Yaura.
Ken yang mendengarnya pun merasa Puas dan Melirik ke Arah Yaura , yang memasang wajah kesal .
__ADS_1
Butuh Saran dan Kritikkk