Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
AKHIRI KISAH (1)


__ADS_3

Yaura membalas ciuman Suaminya dan sangat bahagia dengan apa yang baru Ia dengar. Ungkapan cinta, ucapan Valentine, pelukan,ciuman, rasa sayang, kerinduan, dan rasa tidak ingin jauh semuanya Ia temukan pada KEN.


" Terima Kasih Tuhan, Kau memisahkan Kami setelah sekian lama. Lalu menyatukan Kami kembali seperti sekarang.. " puji Yaura dalam hati sembari membalas dan menikmati sentuhan Suaminya.


Adegan πŸ”ž pun dimulai.


***********************



PAGI HARI


Walaupun habis bertempur dengan Suaminya semalam, namun itu tak membuat Yaura bangun kesiangan. Ia beranjak dari ranjang dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun menuju kamar mandi.


Didalam, Yaura bercermin lalu menatap seluruh tubuhnya yang dipenuhi tanda cinta dari Penyelamat Hidupnya,yaitu Ken.


Yaura tersenyum manis, namun tatapannya sangat misterius.


" TERLALU BANYAK NODA DI LEMBARAN BUKU BERNAMA YAURA. AKU HARUS BENAR-BENAR MENUTUPNYA MULAI SEKARANG, LALU.. "


" MELENYAPKAN BUKU ITU MENGGUNAKAN API HINGGA MENJADI ABU. DENGAN BEGITU.. "


" AKU BISA MEMBELI BUKU BARU DENGAN NAMA YAURA GITA DEVMALIK. DAN SETIAP LEMBARNYA HARUS BERSIH TANPA NODA. " itulah kalimat misterius yang keluar dari mulut Yaura. Kakinya melangkah lalu berendam di bathup yang dipenuhi busa sabun beraroma bunga mawar.


80 Menit berlalu, Yaura memakai pakaian biasa. Ia melirik Suaminya yang belum bangun. Bukannya membangunkan, Yaura malah membuka pintu lalu melangkah keluar.


Para Pelayan yang berpapasan dengannya serempak menundukkan kepala. bukan mencari Robin, Pak Agus atau Nona lee, Yaura malah memasuki kantor pribadinya lalu mendaratkan bokongnya di kursi kebanggaan Presdir G&D. Ia mengeluarkan ponselnya yang ada di saku,lalu menelfon seseorang.


Titttt bunyi nada sambung


" Salam Nona Yaura, Ma-ma-maafkan Aku terlambat ke Kantor " saut Pak Andi dari telefon, Ia sangat panik saat Yaura menelfonnya dipagi hari. terlebih lagi dirinya belum bersiap sama sekali karena bangun kesiangan.


" Ya Tuhan, mati aku..mati.. " rintih Pak Andi dalam hati.


" Hebat sekali. Kau bahkan menyetarakan dirimu denganku yang sama sekali belum bersiap. " smirk Yaura.


" Maafkan Aku,Nona. Sungguh Aku sangat menyesal.. sekali lagi maafkan Aku,Nona.. " jawab Pak Andi sembari memejamkan matanya dan berharap Yaura tidak menembaknya hidup-hidup.


" Baiklah,Aku memaafkanmu kali ini. sekarang, dengarkan Aku baik-baik.. " nada bicara Yaura berubah drastis hingga membuat Pak Andi yang mampu membaca gaya bicaranya pun tersentak.


" Aku akan mendengarkanmu,Nona. " Pak Andi membuka telinganya lebar-lebar.


" Jangan pergi ke Kantor Hari ini. Pergilah ke Pengadilan, minta Mereka untuk mengadakan sidang terkait kasusku yang belum selesai. Suruh pihak Pengadilan untuk menyiapkan berkasku dengan baik dalam jangka waktu 3 Jam kedepan. "


Degg !!! Pak Andi membulatkan mata saat Yaura ingin mengadakan sidang kasus.


" Ta-tapi Nona.. bagaimana dengan Reino Bachtiar? ".


" Jangan khawatirkan itu,tugasmu hanya mengurus sidang. dan ingat, AKU TIDAK MENERIMA ALASAN APAPUN, BUAT PENGADILAN TUNDUK KEPADAMU LAYAKNYA KAU MENUNDUKKAN KAMI DULU. Kau mengerti? " titah Yaura yang mengandung sindiran halus.


" Baik. Aku mengerti,Nona. " lirih Pak Andi, Ia masih merasa tertekan batin jika Yaura masih menyindir dirinya di masa lalu.


Yaura mematikan telefon,lalu menelfon Timnya,Goddess of Death.


" Nona Yaura tidak akan pernah percaya kepadaku karena keterlibatanku terhadap pembunuhan Ayahnya. Dia akan terus mengingat itu sampai kapanku. Baiklah Nona Yaura, karena Kau telah membuka topeng Istriku yang diam-diam selingkuh, Aku akan menunjukkan kesetiaanku kepadamu. " Pak Andi mengepalkan tangannya saat mengingat rekaman dimana Sang Istri selingkuh dibelakangnya disaat Ia tidak punya apa-apa.


" Salam Nona. Kami siap dengan peredam . " saut Tim Goddes of Death yang selalu siap siaga dengan Nonanya.


" Pergilah bersama Pak Andi, dan amankan pengadilan. hari ini sidang Kasusku. Kau mengerti ? " titah Yaura.


" Baik,Nona. Kami mengerti " jawab Tim dengan mantap.


Setelah menghubungi mereka, Yaura beranjak lalu melangkah ke dapur. Ia mengambil nampan berisi sarapan Sang Suami dan dirinya. Para Pelayan menolak Yaura membawa sarapan sendiri,namun Sang Nona tetap memaksa.


Sesuai dugaan, Ken sudah bangun dan mandi.


Yaura meletakkan piring ke meja makan,lalu mendudukkan dirinya di kursi.


Tak berselang lama, Ken keluar dengan bertelanjang dada lengkap dengan handuk yang melilit bagian bawahnya.


" Kenapa tidak membangunkanku? padahal Aku ingin ngegym dulu sebelum ke KantorπŸ˜‘ " omel Ken yang membuat Yaura tersenyum tipis.


Mata Yaura menatap tubuh sixpack Suaminya.


" Kau sangat Atletis. Tidak chubby lagi.. "


" Alasan ! bilang saja tidak mau pipiku tirus biar Kau bisa mengejekku πŸ˜‘ " gerutu Ken sembari berbalik badan lalu melangkah ke Ruang Ganti.


" Pagi-pagi sudah mengomel. " senyum Yaura. Ia juga sangat gemas jika Ken mengomel di pagi hari.


Beberapa saat kemudian, Ken keluar dengan kaos oblong hitam.


Grepppp Ia memegang tengkuk Sang Istri lalu menatapnya dengan penuh mendamba.


" Morning Kiss.. " Ken dan Yaura sama-sama tersenyum lalu melakukan ciuman singkat dipagi hari yang sudah menjadi tradisi.


Setelahnya,mereka menyantap hidangan sarapan ditemani dengan keusilan Sang Suami yang selalu membuatnya jengkel setiap hari.

__ADS_1


Mengacak-acak makanan dipiring, memainkan rambut hingga mencubit hidung dan pipinya adalah hobi Ken.


Sarapan selesai,


" Bersiaplah. Ke kantor dulu sebentar,lalu mengunjungi tempat masa kecil Kita. " Ken mengelus kepala Sang Istri, tiba-tiba


Greppppp tangan Yaura menggenggam tangannya.


" Ada yang ingin Aku bicarakan denganmu.. " lirih Yaura.


Keduanya beradu pandang, Ken langsung faham dengan tatapan Istrinya.


" Katakan, Sayang.. " Ken berjongkok di depan Istrinya sembari menciumi punggung telapak tangan Wanita yang sangat Ia cintai itu.


" Kita tidak pergi ke Kantor hari ini, tapi ke Pengadilan. " ucap Yaura yang membuat mata Ken sayu.


" Untuk apa? ".


" Jangan coba-coba untuk mencabut tuntutan atau berbelas kasih kepada mereka. " sambung Ken, tatapannya kembali tersorot kebencian.


" Aku koma selama 8 Bulan, dan bagaimanapun Kasusku belum selesai.. "


" Pemberontakan, kepemilikan senjata, membeli peledak, dan mengumpulkan kelompok untuk memberontak adalah SUATU KEJAHATAN, TERLEBIH LAGI WAKTU ITU AKU BERSTATUS SEBAGAI AGENT NIS. " kilas balik Yaura.


" KAU BUKAN PENJAHAT. DAN MEREKA SUDAH TAU ITU, TIDAK ADA YANG PERLU DI KHAWATIRKAN.. " Ken menyela, Ia tidak ingin Yaura kembali merasa bersalah.


" Dengarkan Aku,Ken.. " lirih Yaura seraya menggenggam balik tangan Suaminya.


" Aku tidak bisa lari dari kenyataan dengan alasan KONDISI MENTALKU YANG BURUK DAN FISIKKU YANG MELEMAH AKIBAT OPERASI BESAR KEMARIN. Aku akan menghadapi persidangan sekarang, dan membersihkan NAMAKU DARI TUDUHAN PARA PETINGGI.juga.."


" Aku ingin Kasus Kematian Ayah dan seluruh anggota Keluargaku terpecahkan. Biarkan Pengadilan yang merilis pernyataan Resmi bahwa Mendiang Ayah dan Kami meninggal bukan karena bunuh diri atau kebakaran, tapi PEMBUNUHAN BERENCANA. "


Ken menahan saliva dan air matanya, setiap ingat nyawa Yaura hampir melayang,saat itu pula hatinya seperti Barbie yang mudah menangis.


Yaura mengamati mata Sang Suami yang berusaha keras melawan air mata yang jatuh.


" Aku ingin seluruh media baik Televisi atau Online mendapat pernyataan Resmi dari Jaksa dan Pengadilan bahwa YAURA GITA DEVMALIK BUKAN PEMBERONTAK,TETAPI SANDERA YANG JIKA KELUAR KANDANG AKAN DIBUNUH. Media juga harus merilis berita bahwa Skandal Kematian Presdir G&D adalah Pembunuhan. Dengan begitu, SEMUANYA AKAN SELESAI. tidak ada lagi yang harus diurus kecuali Perusahaan G&D yang Kau dirikan.. "


" G&D adalah MILIKMU, Aku mendirikannya UNTUKMU." ucap Ken.


" Oleh karena itu, AKU TIDAK INGIN G&D YANG SUDAH KAU DIRIKAN ITU SIA-SIA DITANGANKU. KAU MEMBANGUNNYA SUSAH PAYAH, DAN HARUS MENUKARNYA DENGAN HARGA DIRIMU SENDIRI. " mata Yaura tiba-tiba berkaca.


" Harga Diri apa yang Kau maksud? " Ken berpura-pura tidak mengerti, Ia juga merasakan sanksi publik yang Ia terima.


" Kau rela menjatuhkan Harga Dirimu sendiri sebagai Kendrick Rafandra Bachtiar dengan membangun G&D. Aku tahu Ken, itu SANGAT MELUKAI HARGA DIRIMU SEBAGAI PRIA. Kau dinilai MEMALUKAN OLEH ORANG LAIN KARENA TUNDUK DAN DIBAWAH KENDALIKU. itu sangat melukai Harga Dirimu bukan? " tenggorokan Yaura tercekat saat menyadari bahwa secara tidak langsung Harga Diri Ken jatuh karena membelanya.


" Kau sudah faham rupanya.. " Ken tersenyum tipis.


" HARGA DIRI SEORANG PRIA ADALAH TANGGUNG JAWABNYA. Harga Diriku akan jatuh,jika Aku tidak melindungimu sebagai Istriku. terlebih lagi, KAU ADALAH KORBAN. "


" Aku tidak peduli dengan penilaian dan pandangan orang lain yang mengira bahwa Aku Memihakmu karena Kau adalah Yaura Gita Devmalik. Mereka mengira Aku berlindung dibalik gelar SUAMI agar mendapat pengampunan dan merebut G&D kembali dari tanganmu dengan berpura-pura berpihak padamu disaat kondisi LOUIS BENAR-BENAR HANCUR DAN KARIRKU HAMPIR LENYAP. " tutur Ken. Ia tahu bahwa orang menilai bahwa dirinya hanya memanfaatkan Yaura agar tidak dijebloskan ke penjara.


Ken tersenyum seraya memegang pipi Istrinya.


" Kita hanya punya dua tangan, hingga tidak mampu menutup mulut orang yang membicarakan Kita."


" Sama sepertiku, Aku tidak mampu menutup mulut mereka. yang terpenting adalah AKU RELA MELAKUKAN APAPUN UNTUKMU,SEKALIPUN HARUS MENJATUHKAN HARGA DIRIKU SENDIRI. Sungguh Yaura, Aku sama sekali tidak mengincar atau merebut yang Kau miliki, atau mencari perlindungan agar Kau tidak menghukumku." tutur Ken dengan mantap. tidak ada penyesalan sedikitpun dari dalam dirinya hingga membuat Yaura terenyuh.


" Aku menuntut pengadilan untuk memberikan Hukuman Resmi kepada Orang Tuamu agar dipenjara seumur hidup. BAGAIMANA DENGAN ITU,KEN? AKU PASTI SANGAT MELUKAI PERASAANMU.. " mereka terus beradu pandang. terlihat kesedihan dan kesengsaraan dari sorot mata keduanya.


" Mereka tidak memikirkan bagaimana perasaanku dan Evelyn saat mengetahui Orang Tua Kami adalah seorang Pembunuh. Jadi untuk apa Aku terluka karena Kau menjebloskan mereka ke Penjara? Justru Aku ingin Kau melenyapkannya langsung. " tegas Ken.


" Jangan lagi berfikir seperti itu hingga membuatku merasa Kau tidak mendengarkan apa yang Aku katakan selama ini. " sambungnya.


" Aku mendengarkan semua yang Kau katakan. Hanya saja... hatiku merasa keputusanku ini sangat menjatuhkanmu, dan Aku tidak ingin melukaimu lagi.. " tutur Yaura, sungguh Ia tidak enak hati.


" KAU AKAN MELUKAIKU JIKA TIDAK MENDENGAR DAN MEMAHAMI APA YANG AKU KATAKAN.. " ujar Ken.


" Lakukan apa yang ingin Kau lakukan. karena sepenuhnya, Aku akan selalu mendukungmu.. " sambungnya seraya memberikan pelukan hangat kepada Sang Istri yang mulai memiliki rasa dan terbuka dengan dirinya.


" Terima Kasih,Ken.. " lirih Yaura seraya membalas pelukan Suaminya dengan erat.


Mereka sejenak berpelukan. Yaura pun menceritakan bahwa dirinya sudah menghubungi Pak Andi dan Goddess Of Death untuk mengamankan pengadilan. Ia juga meminta kepada Sang Suami agar menghubungi Alfin yang mengurus Kasus mendiang Ayahnya, dan David yang menjadi saksi kericuhan di Dubai.


Setelah mendengarkan keinginan Istrinya, Ken sigap menghubungi semua pihak yang terkait.


" Bersiaplah,Sayang.. Aku akan mengurus semuanya, jangan khawatir. Aku menemui Pak Agus dulu.. " Ken mengecup kening Istrinya dengan kasih sayang lalu melangkah keluar.


Yaura memperhatikan Suaminya yang keluar dari pintu.


" Ken langsung mengerti dan memahami apa yang Aku inginkan tanpa menjelaskan panjang lebar. ternyata sedalam itu Dia mengenali diriku.. " lirihnya.


************


Ken menghubungi Kevin dan Alex untuk datang ke pengadilan,karena bagaimanapun Ritz Carlton dan Dynamic juga berhak membersihkan namanya setelah ikut terseret Kasus Reino Bachtiar. setelah itu, Ia langsung menelfon Alfin dan David lalu menceritakan apa yang Istrinya inginkan. Tanpa keberatan, Alfin dan David kompak tersenyum manis karena INILAH YANG MEREKA INGINKAN.


" Baguslah. Para Iblis akan dipermalukan secara resmi di depan Publik. " smirk Alfin.

__ADS_1


Nona Lee, Zayn, Vino,Lolly, Evelyn dan Bibi Arum juga mendapat perintah dari Ken untuk pergi ke persidangan.


" Mendadak sekali.. apa Yaura ingin melenyapkan Paman Reino? " batin Lolly seraya menyantap sarapan di meja.


Sementara Nona Lee tampak menghubungi David,


" Iyah, Ken memerintahkan Kami untuk datang ke persidangan. tapi Sungguh Aku khawatir ada hal buruk di dalamnya, tolong David.. siapkan Tentaramu, karena bagaimanapun Aku masih tidak percaya pada NIS. " pinta Nona Lee.


" Tentu,Nona Lee. Jangan khawatir.. bawalah senjata untuk jaga diri, dan ingat.. Awasi LOLLY, Aku takut Dia seperti Kakaknya.. " tutur David dengan suara yang begitu lembut hingga membuat Nona Lee tersentuh.


Alfin mendadak menghubungi Lisya dan membatalkan jadwal latihan penjinakan BOM.


" Aku akan mengurus Kasus Yaura di persidangan hari ini. sekarang dengarkan Aku,Lisya.. "


" NIS tidak akan pernah bisa dipercaya. Jadi, tugasmu adalah PANTAU MONITOR DAN PENYADAP SELURUH NIS disaat persidangan berlangsung, lalu pantau gerak gerik mereka. Kau tahu bukan? Pak Diyo terlibat dengan Kasus Yaura, dan Aku takut ada Anak buah Diyo yang masih berkeliaran." perintah Alfin.


Lisya yang sedang menyiapkan peluru di dalam tasnya pun begitu bahagia mendengar Klimaks dari Mega Kasus Keluarga Devano Malik yang menyeret Para Petinggi Negara,


" Iyah, Aku mengerti. semoga mereka dihukum gantung. " Lisya menarik sudut bibirnya.


" Harus. Baiklah, jaga dirimu.. " lirih Alfin yang membuat Lisya tersenyum manis.


" Kau juga. hati-hati dan waspadalah. "ujar Lisya.


Evelyn menangis dan bersikeras tidak ikut ke pengadilan hingga sempat bertengkar dengan Kakaknya di Kamar. namun bersyukur,Vino dan Pak Agus datang menjadi penengah di antara mereka. Vino memeluk Evelyn yang menangis tiada henti,


" Yaura tidak akan membunuh Ayahmu. hanya menghukumnya, Kau harus menyaksikan agar sadar bahwa JANGANLAH MEMILIKI KESERAKAHAN SEPERTI KEDUA ORANGTUAMU YANG MEMBUNUH BANYAK NYAWA. " Vino mengelus kepala kekasihnya.


" Aku menangis bukan karena nyawa kedua orangtuaku,tapi KARENA AKU BENCI MENEMUI MEREKA, DAN KAKAK SAMA SEKALI TIDAK FAHAM. " isak Evelyn.


Ken memilih meninggalkan Adiknya dan berjalan ke Kantor Pribadi.


Sementara Pak Agus merasa sangat kasihan dengan Evelyn. bagaimanapun,Evelyn bukanlah Gadis Kuat yang memiliki sifat Dewasa. melainkan Gadis Manja yang tidak mengerti suatu kondisi atau keadaan sehingga Ia dangat drop memikirkan nasib Kedua Orangtuanya.


" Benci adalah alasan saat Kau sangat merindukan dan mengkhawatirkan orang tuamu. Datanglah ke pengadilan. "


" Jika Kau tidak mencintai Orang Tuamu, maka cintailah Kakakmu,Ken.. yang sudah menjaga dan melindungimu dari bahaya dan kemiskinan. " tutur Pak Agus yang membuat Evelyn tersentak. Ia sadar bahwa dirinya sama sekali tidak di hukum oleh Yaura adalah karena menyandang Status sebagai Adik Ken.jika tidak? mungkin semua hartanya akan di ambil alih oleh Yaura seperti Keluarga Iblis lain.


*


*


Kantor Pribadi


Ken menyalakan semua monitor dan earpiece yang terhubung dengan Timnya. tatapan matanya sangat kharismatik,


Titttt semua earpiece Tim Penembak Jitu dan Penembak Bom aktif. Hal ini sontak membuat Albert, dan semuanya menjengit.


Albert reflex mengambil rompi anti peluru dan senjata kelas berat,


" Monitor,Big Boss. Dimana titiknya? " sigap Albert yang menyangka ada penyerangan di rumah.


" Ini bukan penyerangan. " saut Ken yang membuat Albert menurunkan senjatanya dan melirik Tim lainnya karena heran.


" SEMUANYA DENGARKAN,AKU. "


" HARI ADA PERSIDANGAN KASUS REINO BACHTIAR. TUGAS KALIAN ADALAH AMANKAN SEMUA PENGUNJUNG, MULAI DARI WARTAWAN, JAKSA, HAKIM, DAN WARGA SIPIL YANG MENGHADIRI PERSIDANGAN. KALIAN MENGERTI ? " titah Ken.


" Mengerti,Taun. " saut Tim.


" Albert. Kau ikut dengan Zayn, datanglah ke Ruang Bawah Tanah, dan tunggu Dia. "


" Baik,Big Boss. " Albert melangkah keluar sembari membawa ransel senjata.


Tukkkk tukkkk tukkk Pak Agus datang, Ia sedang berkomunikasi dengan Pak Andi.


Sementara Ken mengeluarkan ponsel lalu menghubungi Ketua Sniper Tim Goddess Of Death.


" Pagi Tuan Ken. " jawab Sniper berbaju hitam.


" Pagi,dengarkan Aku sekarang. tepat pukul 10.00, bawa Para Iblis ke Pengadilan, berhati-hatilah jangan sampai kelolosan. banyak pengecut diluar sana yang masih hidup." titah Ken.


" Apa ini perintah dari Nona Yaura? " tanya Ketua GOD yang sangat setia kepada Nonanya. mereka pantang mengikuti perintah orang lain selain Pimpinannya yaitu Yaura dan Pak Agus.


" Tentu" Ken mematikan sambungan telefon lalu menatap Pak Agus yang sedang berfikir.


" Kau yakin membiarkan Istrimu mempermalukan Keluarga Bachtiar? ini sangat melukaimu. " tanya Pak Agus, sungguh Ia tidak tega melihat Ken dipermalukan.


" Aku akan lebih malu jika hidup seperti Boneka Ayah dan Ibu. tenanglah Pak, Aku tidak secengeng itu.. " suat Ken dengan mantap.


" Baiklah, Bapak tunggu di pengadilan. " tangan Pak Agus mencabut sebuah flashdisk dari komputer lalu melangkah keluar. Di depan, Ia langsung masuk ke dalam mobil pengawal bersenjata


" Pergi ke Penjara Iblis. mereka harus bersiap untuk mati." titah Pak Agus, tangannya terkepal.


*


*

__ADS_1



__ADS_2