Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Bertemu Kapten Immanuel,DONE.


__ADS_3

Pagi Hari


Pasutri itu sudah bangun sedari jam 07.00 pagi. Yaura sibuk menyiapkan sarapan di meja untuk Suaminya,sementara Ken nampak sedang berbicara dengan Vino di Lantai Bawah.


Kamar


Yaura nampak memikirkan sesuatu dan berfikir keras,


" Sepertinya Aku harus ke Kantor dan menyelesaikan misi dengan Kak Alfin, sangat tidak tenang jika belum menyelesaikan tanggung jawab NIS . " lirihnya dalam hati sambil menyiapkan piring di meja.


Tak lama kemudian,Ken masuk dan langsung mendudukkan dirinya di kursi.


" Kau sudah sarapan? " tanya Ken seraya mengambil sepotong sandwich favoritnya.


" Belum. " jawab Yaura sambil menatap Suaminya,ingin mengatakan sesuatu tapi ragu.


Memahami, Ken mengerutkan dahinya.


" Kenapa? Ada yang ingin Kau katakan? ".


" Aku harus pergi ke Kantor hari ini,apa Kau mengizinkannya? " tanya Yaura dengan ragu,Ia tahu bahwa Sang Suami belum mengizinkannya pergi kemanapun setelah insiden itu.


" TIDAK !. " tolak Ken sambil mengunyah sandwich buatan Istrinya yang begitu lezat.


" Ken... Aku tidak enak dengan Pak Direktur, masih ada tanggung jawab yang belum diselesaikan. " lirih Yaura dengan lembut dan duduk didepan Suaminya.


" Biar Aku yang menggaji Pak Direktur sebagai kompensasi tugasmu yang belum selesai. Begitu saja repot !." Celetuk Ken dengan entengnya.


Yaura menghela nafas panjang saat mendengar jawaban Suaminya.


" Tanggung jawab adalah tanggung jawab, dan kepercayaan tidak bisa dibeli atau ditukar dengan apapun. Jika Pak Direktur tidak percaya kepadaku lagi bagaimana? bisa-bisa Aku dipecat. "


" Aku malah senang jika Kau dipecat. Kau bisa bekerja denganku nantinya,cukup layani Aku setiap hari dan diam dirumah dengan gaji yang lebih besar dari Pegawai Pemerintah. " Ken mengedipkan sebelah matanya.


" Ken... " rengek Yaura seraya menusuk-nusuk apel yang Ia pegang dengan garpu.


" Apa ? " Ujar Ken sambil melihat Alroji yang melingkar di pergelangan tangannya dan menunjukkan pukul 07.45.


" Menyebalkan. susah sekali bernegosiasi dengannya " gerutu Yaura seraya mengerucutkan bibirnya.


Ken tersenyum manis dan beranjak dari sana untuk bersiap.


Tak berselama Ia keluar dengan pakaian Rapi, nampak Ia sedang membuka Brangkas Senjata yang tersembunyi dibalik lukisan ,melihat ini Yaura langsung mendekati Suaminya.


" Ken... " lirihnya dengan lembut,


Dan..


Tangannya tiba-tiba meraih kemeja Sang Suami. Jarak mereka begitu dekat,


" Dasimu.. " sambung Yaura seraya merapikan dasi Sang Suami yang sebenarnya sudah rapi. Tatapannya begitu sexy . Ia merapikannya dengan begitu sensual,hingga membuat Ken panas dibuatnya.


" Kau mencoba menggodaku? " tanya Ken dengan suara memberat.


" Tidak. sudah buka saja Brangkasnya,Aku tidak berusaha menggoda atau merayumu.. " Yaura tersenyum tipis.


Sentuhan tangan Yaura yang begitu lembut begitu terasa di Dadanya hingga Ken merasa kesusahan bernafas. Tak ingin halu atau lewat kendali, jemari Ken menekan sandi Brangkas dan mengambil senjata dari sana.


Ekor mata Yaura mengikuti jemari Sang Suami.


" 10081992 ".


" Hampir mirip.. " lirihnya dalam hati.


Setelah mengetahui sandi brangkas,Yaura menjauhkan dirinya dari Sang Suami.



Ken sedang memasukkan beberapa peluru kedalam pistol.


" Aku akan pulang telat. sebelum Aku pulang, jangan kemana-kemana!. " ujar Ken dengan penuh penekanan ekspresi wajahnya berubah menjadi serius.


Yaura terdiam,pandangannya terarah pada senjata yang sedang dipegang oleh Suaminya.


Ken segera memasukkan senjata tersebut kedalam Jas, pandangan matanya terarah pada bibir Sang Istru yang ingin sekali Ia kecup.


" Baiklah,Aku pergi dulu. Jaga dirimu.. " Ken berusaha mengontrol dirinya agar tidak menyentuh Yaura, Ia menelan saliva hingga membuat jakunnya bergerak.Hendak melangkah keluar.


" Ken... " Yaura memegang lengan Suaminya.


" Hati-hati.. " sambungnya.


Ken tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.


Lantai bawah


Ken menuruni anak tangga,Ia berpapasan dengan Bianca.


" Ken.. " ucap Bianca seraya menarik tangan mantan tunangannya.


Ken segera menghempaskan tangan Bianca.


" Ada apa? " jawabnya dengan cuek.


" Ayah Reino menelfon dan menyuruhmu untuk pergi ke Rumah Lama Keluarga Devano, juga berkas pembangunan Gita Hotel masih ada Kamar Atas, bisa Kau tunggu sebentar? " lirih Bianca dengan manis.


" Cepat. Aku tidak punya banyak waktu " jawab Ken.


Yaura keluar kamar,pikirannya kemana-mana.


Dari bawah,Bianca melihat Yaura yang baru saja keluar.


tlkkkkkk tlkkkk tlkkkk Ia melangkah menaiki anak tangga.


dan..


" Akhhhhhhhhhhh !!!!! " lengkingnya.


Grepppppp dengan sigap Ken menangkap tubuh Bianca yang hampir tergelincir dari tangga.


" Apa Kau tidak bisa berhati-hati?! " sentak Ken,hendak melepaskan dekapannya..


" Ken.. kakiku sepertinya terkilir.. " rengek Bianca dan terus menggelantungkan tangannya di leher mantan tunangannya.


Yaura melihat pemandangan itu dan menatap mereka berdua.


Ken berdecak kesal dan mendengus kasar,Ia terpaksa menggendong Bianca dan membawanya ke Kamar.


Bianca menyunggingkan bibirnya dan merasa senang.



Ken menendang pintu dengan kakinya dan merebahkan tubuh Bianca ke Ranjang. hendak melepaskan diri, tubuh Ken tertarik kembali oleh aksesoris Bianca yang tersangkut di kancing kamejanya. tubuh mereka pun begitu dekat,


" Sial ! kenapa menyangkut seperti ini ! " Decak Ken,tangannya begitu tidak sabar melepaskan aksesoris tersebut.


Yaura lewat dan menoleh ke arah mereka sebentar.terlihat Sang Suami sedang menindih Bianca,


Disaat bersamaan,Ken tidak sengaja menoleh ke arah pintu


" Yaura.. " lirihnya,wajahnya terlihat panik dan memucat.


Yaura segera menundukkan pandangan dan melanjutkan kembali langkahnya.


Tlkkkkkkkkkkk Ia mencabut dengan kasar aksesoris Bianca hingga membuat kancing kamejanya rusak.


" Dimana berkasnya?! " Tegas Ken.


" Di laci,maaf sudah merepotkanmu,Ken. " lirih Bianca dengan nada yang begitu alus dan lemah lembut.


Ken segera mengacak-acak berkas penting milik Gita Hotel, perlu diketahui Bianca adalah tangan kanan Ayah Reino.


Setelah ketemu,Ken segera melangkah cepat dan terburu-buru. Ia berusaha menemui Istrinya terlebih dahulu,namun ternyata Yaura tidak ada di dapur atau kamar.


" Dimana Dia? " lirihnya dalam hati. Waktu semakin mepet,Ken memilih untuk menuruni anak tangga dan segera masuk kedalam mobil putih kesayangannya.


Didalam mobil


Ken tidak fokus mengemudi, Ia memikirkan Yaura yang takut salah faham dengannya.




Kamar


Setelah Ken pergi,Yaura yang ada di Balkon segera mendekati Brangkas dan membukanya. Ia berhasil mengetahui sandi Brangkas dan mendapatkan sesuatu yang bisa Ia gunakan untuk keluar.


" Ken pulang telat, bius ini akan berfungsi selama 8 Jam. " lirih Yaura seraya memegang sebuah suntikan bius, didalam Brangkas terdapat berbagai pistol,peluru,bius,dan beberapa obat mematikan.


Yaura segera memakai blezer dan mengambil Tasnya. Ia menuruni anak tangga dengan begitu cepat.


Pak Tio menolak mengantarkan Istri Tuannya untuk keluar atau pergi kemanapun sesuai perintah Tuannya,Ken.


" Minggu ini Aku tidak pergi Ibadah, hanya sebentar Pak,tolong... lagipula Ken sudah mengizinkanku tadi. " lirih Yaura seraya mengatupkan kedua tangannya.


Pak Tio diam sejenak dan nampak berfikir keras,Ia takut melanggar perintah Ken,tetapi juga Ia tidak mungkin menolak Yaura yang pergi Ibadah. Meskipun alot,akhirnya Ia bersedia mengantarkan Istri Tuannya.


Di Dalam mobil


Setelah keluar dari gerbang dan jaraknya agak jauh dari Rumah Keluarga Bachtiar, Yaura segera melancarkan aksinya.


Ia meminta Pak Tio untuk berhenti sebentar dan..


Cssssssssss Ia menyuntikkan bius di bahu Pak Tio. Tak menunggu waktu lama,Pak Tio pingsan.Yaura pun segera mengalihkan tubuh Pak Tio kebelakang dan mengambil posisi kemudi.


Ia memacu mobil kecepatan tinggi, bak seorang Driver Professional dan pergi ke NIS.


MARKAS ABRAHAM


Edward telah mengirimkan sebuah Video Misterius kepada Abraham.


" Itu Stempel Milik Yaura. Dan Siapa Lelaki itu? " batin Abraham seraya memegang seputung rokok di tangannya.


Ia pun segera menelfon Edward kembali,tuttttttt bunyi nada dering.


" Kau sudah menerimanya? sepertinya itu ada kaitannya dengan Goddess Of Death. " jawab Edward tanpa basa-basi.


" Keluarga Devano semuanya sudah lenyap,lalu Siapa yang memegang kendali Stempel itu? " tanya Abraham,wajahnya mulai memucat.


" Aku sudah melacak nomor itu dan tedeteksi di Dubai. Tetapi sekarang,nomor telefon itu sudah tidak aktif lagi Bos. " tutur Edward seraya mengotak-atik Komputer.


Degggggg !!!! Abraham membelakkan kedua matanya dan terkejut.


" Dubai? ".


" Iyah. bagaimana? " tanya Edward kembali.


Abraham diam sejenak,


" Siapa yang berani mempermainkanku sebenarnya ! Baiklah, simpan Video itu dan jangan dihapus. Kau masih punya tugas yang belum terselesaikan, bereskan masalah Yaura dan NIS! " Ketus Abraham.


" Transfer 3 Milyar, baru Aku akan menyelesaikan tugas itu,Kau belum melunasi bayaranku sebelumnya! " Tegas Edward .


" Jangan banyak membantah ! Masalah bayaran Aku pasti akan mentransfernya ! " Decak Abraham dan mematikan sambungan telefon.


Edward menarik sudut bibirnya,


" Aku akan menguras Uang Abraham terlebih dahulu untuk memenuhi kehidupan sehari-hariku,setelah itu barulah Ken dan Yaura Aku lenyapkan. Cerdas."


Triningggg bunyi panggilan masuk pada telefon Abraham.


" Gedung Utama G&D International Group , G&D Insurance dan Hospital , G&D International Hotel dan Gita Hotel yang terletak di Wilayah XXX sedang dalam tahap pembersihan, Pekerja Kebersihannya sangat banyak . Apa ini titah mu? " tanya seorang Berseragam Kehormatan.


Deggggg Mata Abraham hampir keluar saat mendengar kabar itu .


" A-a-apa? mulai dibersihkan? " jawab Abraham terbatah,Ia begitu syok.


" Iyah, Apa Kau yang membeli saham mereka? tetapi itu tidak mungkin bukan? . Stempel Yaura belum ditemukan sangat mustahil seseorang bisa merebut saham G&D. " tutur kembali Orang itu.


" Selain Gita Hotel, Mall and Resort. Aku belum membeli saham mereka." jawab Abraham.


DEGGGGGG !!! Pria berseragam kehormatan juga terkejut bukan main.

__ADS_1


" Lalu siapa yang memerintahkan Pekerja Kebersihan untuk membersihkan Gedung G&D? " tanyanya.


Tak menjawab, Abraham justru mematikan telefon.


" Edward mendapat Video Stempel Yaura. berarti, Orang itu merupakan Keluarga Devano yang memberikan perintah. Tetapi siapa? " lirih Abraham dalam hati.


" Sial ! Jangan sampai Keluarga Devano masih hidup, Dia akan membongkar kejahatan ku dan melenyapkan semua saham yang Aku miliki ! " Abraham mendengus kasar dan mengepalkan kedua tangannya.


Tak berselang lama. Abraham menyuruh anak buahnya untuk mendatangi Petugas Kebersihan G&D untuk mencari tahu Siapa yang menyuruh mereka.


" Orang itu menghubungi Edward,artinya Dia tahu bahwa Aku adalah Dalang Kematian Devano dan sengaja menunjukkan Stempel Mendiang Yaura lalu mengirimkannya pada Edward. Dia tidak tahu nomor telefonku,tetapi tahu nomor Edward... mencurigakan.. " lirihnya kembali.


KANTOR NIS


Yaura masuk kedalam Kantor dan segera memakai Baju Taekwondo. Ia menghubungi Pak Agus,


Ruang Ganti Baju


" Bagaimana Pak? " tanya Yaura.


" Andi menjalankan apa yang Kita inginkan. Dia sudah mengirimkan Video Stempel Pewaris G&D kepada Edward,mungkin sebentar lagi Abraham akan mendatangi Petugas Kebersihan G&D tentang Siapa yang menyuruhnya. " Pak Agus tersenyum tipis seraya terus waspada ada seseorang yang mendengarnya di Hall NIS.


" Baguslah jika Abraham bereaksi,itu lebih memudahkan Aku kedepannya. " Yaura tersenyum dan mematikan sambungan telefonnya.


" Sebentar lagi, Media akan memberitakan tentang Perusahaan Ayah dan sibuk meliput G&D bukan Dynamic ,Ritz Carlton ataupun Louis. Lalu Edward, Kau akan menjadi umpanku selain Pak Andi untuk memancing Abraham keluar. " Yaura menyunggingkan sudut bibirnya. Ia kemudian melangkah ke Ruang Pelatihan Taekwondo menemui Kak Alfin.


Pelatihan Taekwondo


Kak Alfin yang sudah menunggu sedari tadi lengkap dengan seragamnya nampak termenung.


Ruangan Taekwondo yang begitu luas dan sepi,membuat siapapun akan bebas berekspresi tanpa takut dicurigai.


" Selamat Pagi,Pak " Yaura menunduk hormat dan berbicara sopan formal kepada Alfin.



Kak Alfin tidak menjawab salamnya, Ia malah sibuk memandangi wajah Yaura ,tatapannya begitu dingin.


" Jika Kau kalah, Aku akan membongkar tentang dirimu kepada Kendrick. dan Jika tembakanmu meleset saat Penangkapan Target Utama Kita 6 Hari lagi, maka..... " Alfin menghentikan ucapannya.



Yaura membelakkan kedua matanya,


" Kau bukan hanya dikeluarkan dari Tim Athena,tetapi NIS dan Militer. Semua Izin kepemilikan senjata akan dicabut oleh Direktur Besar,itu artinya Kau tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi,selain menjabat sebagai Penerjemah Diplomat ! Ingat ucapanku baik-baik ! " Tegas Kak Alfin.


" Siapa yang memberikan perintah? " tanya Yaura dan menatap Kak Alfin dengan dingin.


" Kau tidak dengar tadi ? DIREKTUR BESAR ! ITU ARTINYA PAK DIYO ! " ketus Kak Alfin,tatapannya mengisyaratkan sesuatu.


" Pak Diyo tidak tahu bahwa sandera waktu itu adalah Aku.tetapi kenapa Dia memberikan sanksi berat jika Misi ku gagal dengan Kak Alfin? tidak seperti biasanya.. " lirih Yaura dalam hati.


" Tutup mata dan lawan Aku sekarang ! " perintah Kak Alfin seraya mengambil sehelai kain untuk menutup matanya.


Yaura terkejut ,


" Kau serius mengatakan itu? " tanya Yaura.


" Kenapa bertanya ? bukankah Kau sudah faham tentangku? " ucap Kak Alfin matanya sudah tertutup dengan kain.


Yaura sedikit ragu dan takut dengan ancaman Kak Alfin. Namun perlahan Ia menguatkan diri dan Yakin,


" Dia selalu melakukan apa yang dikatakan,jika Ken tahu maka hancur semuanya.. " lirihnya.


Kak Alfin dan Yaura pun sama-sama menutup kedua matanya.


Mereka melakukan pemanasan sejenak,setelah itu siap dengan posisi kuda-kuda.


Dan... bugggg buggg bugg mereka saling menyerang satu sama lain. karena perbedaan kekuatan antara lelaki dan perempuan, maka Yaura lebih banyak menangkis dan menghindar,belum lagi kekuatan insting mereka dipertaruhkan sekarang. Bergulat dengan mata tertutup itu sangat susah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Konsentrasi dan kefokusan sangat dibutuhkan..


Bruggggggg Alfin membanting tubuh Yaura ke matras.


" Awww !! " pekik Yaura dalam hati dan tegeletak.


" 15 menit lagi Kendrick akan kesini,jika Kau tidak menang melawanku dan pergi... maka Aku terpaksa mempertemukan Kalian disini.. " ujar Kak Alfin.


Mendengar ini,Yaura segera bangun dan menatap Kak Alfin dengan tajam.


Buggggggggg Yaura mendaratkan pukulan keras kepada Kak Alfin. mereka pun kembali beradu kekuatan, Yaura kini lebih agresif dan terus menyerang. Alfin sedikit kewalahan menghadapi Cinta Pertamanya, namun pasti tidak akan membuatnya kalah.


Bugggg Yaura membanting dan menendang tubuh Kak Alfin.


" Aaaakhhh ! " Pekik Kak Alfin seraya memegangi perutnya.


Tiba-tiba srettttttttt Yaura mengambil sebuah pisau yang ada diatas meja.


Mendengar bunyi pisau,Kak Alfin segera siaga dan mengambil sebuah Pisau juga.


Mereka bertarung bak Drama China yang sedang memainkan pedang.


Tak berselang


srettttttt keduanya sama-sama tergoreng oleh sebilah pisau. Yaura tergores di lengan,dan Kak Alfin di pergelangan tangan.


Mengetahui Yaura tergores,


" Cukup. " Alfin segera membuang pisau dan membuka kain yang menutupi matanya.


Darah sedikit mengalir membasahi baju taekwondo yang berwarna putih. Kak Alfin segera mendekat dan memberinya kassa.


Yaura membuka kain dan melihat pergelangan tangan lawannya berdarah.


" Kita sama dan sebanding. obati saja luka Pak Alfin.. " Yaura tersenyum tipis dan mengambil kassa yang ada di meja.


Tak berselang lama,


" Hentikan kegilaanmu,Yaura. Kau adalah seorang NIS dan bisa dihukum mati jika melawan negara.. " lirih Kak Alfin.


Deggg !!!


Yaura mendongakkan kepalanya dan menatap Kak Alfin.


" Apa Maksudmu? ".


Sementara wajah Yaura memucat,


" Kau adalah Pimpinan dari Kelompok Goddess Of Death . " ujar Kak Alfin.


Yaura membelakkan kedua matanya.


" Kau masuk dalam Kelompok Hitam di Negara ini dan melawan Badan Intelligent Negara, dan Kau adalah seorang Agent NIS. KAU BISA DI KECAM SEBAGAI PENGHIANAT NEGARA DAN DIHUKUM MATI,YAURA.... " Sudut mata Kak Alfin memerah,benar memang bahwa Alfin adalah seorang yang jenius dan mampu menganalisa keadaan dengan tepat.


Yaura berusaha tenang dan menelan salivanya.


" Aku tidak seburuk itu,Kak. lagipula NIS adalah segalanya untukku,tidak mungkin Aku berhianat. "jawab Yaura dengan santai.


Kak Alfin terus mengamati gesture tubuh Yaura.


" Janji,Sumpah, Kesetiaan , dan Kehormatan NIS sudah bersarang di tubuhmu selama 10 Tahun, kenapa Kau melakukan pemberontakan Yaura ? " lirih Kak Alfin,suaranya tiba-tiba melemah.


" Aku mengabdi kepada NIS dan Kau adalah Ketua Tim ku sejak dulu. Tolong mengertilah,Aku tidak seburuk itu.. " jawab Yaura dan hendak melangkah pergi.


" Aku mengkhawatirkanmu Yaura. Hukuman Mati bukanlah sebuah mainan.. " tutur Kak Alfin matanya berkaca-kaca.


Yaura terdiam dan menghentikan langkahnya. Ia menundukkan pandangannya,


" Alasan kenapa Aku tidak jujur adalah ini. Orang akan ikut campur dan berusaha melindungiku,tanpa mereka sadari bahwa nyawa mereka akan melayang. Helena,Kak Alfin,Pak Bobby, dan Pak Agus aku tidak akan menjadikan mereka tameng. " sumpah Yaura dalam hatinya.


" Terima kasih Kak Alfin sudah mengkhawatirkanku. tetapi tenanglah, Aku tidak senekad itu.. " Yaura tersenyum tipis dan melangkah pergi.


Setelah Yaura pergi, tak berselang lama Helena datang dan mencari sahabatnya.Tak menemui sahabat,Helena justru melihat Kak Alfin yang sedang mematung,


" Pak.. Aku kesini mencari Yaura,Apa Kau melihatnya? " tanya Helena seraya mengerutkan dahinya.


Kak Alfin menatapnya dengan tatapan dingin.


" Apa Kau juga terlibat dengan Yaura ?" tanya Kak Alfin yang membuat Helena syok.


" Aku tidak mengerti apa maksudmu Pak.. " jawab Helena ,bibirnya gemetar.


Kak Alfin terus menatapnya tajam dan berlalu pergi begitu saja.


Helena memegangi jantungnya,


" Entah apa yang terbuat dari Kak Alfin, Dia sangat menyebalkan dan menakutkan. Dan juga Yaura,akhir-akhir ini Dia sombong tidak menghubungiku,ditemuin pun susah ! "gerutu Helena.


Ruang Menembak


Setelah melepas baju taekwondo,Kak Alfin memakai seragam Kehormatan NIS lengkap dengan safety tembak.


Dorrr dorrr dorrr Ia menembakkan banyak peluru ke papan target tanpa henti ataupun jedah. Fikirannya begitu terkuras oleh teka-teki Yaura.


" Siapa sebenarnya Yaura ? Dia melawan Louis dengan terang-terangan dan menipu Suaminya sendiri. " tanyanya dalam hati.





Tak berselang lama,sesuai yang dikatakan sebelumnya Ken akan datang menemui Alfin.


" Wow Kau sangat hebat. Targetmu begitu melesat sempurna " Puji Ken seraya melihat ketitik 0 pada papan target.


Kak Alfin menurunkan senjata dan melepas alat safety nya,Ia kemudian menoleh ke arah Ken.


" Segitiga Titik Merah Darah adalah Pelaku Pengeboman Gita Hotel yang berada di Dubai dan Juga melakukan Pembunuhan Staff Asuransi G&D Insurance serta mencuri data penting dari Perusahaan Devano Malik tersebut. Mereka kelompok hitam dengan Skala Global,Pimpinannya sampai sekarang belum Kami temukan. Goddess Of Death diketahui memiliki jaringan terbesar di Dubai dan Spanyol, mereka kelompok hitam dengan Skala Global,kejahatannya masih belum terlacak ,kecuali tentang Kegaduhan Di Louis , Kelompok itu yang melakukannya. " tutur Kak Alfin.


Ken mengerutkan keningnya saat mendengar penjelasan Kak Alfin.


" Kenapa NIS belum bisa menemukan Pimpinan Dua Kelompok itu? bukankah Kalian begitu cerdik dan terlatih? " tanya Ken.


" Aku juga heran..satelit Kami tidak bisa mendeteksi keberadaan dan identitas mereka. Hacker Kami juga tidak bisa menembus pemprograman mereka. Kau punya musuh sebelumnya? " tanya Kak Alfin.


Ken sejenak terdiam,


" Aku tidak punya musuh. Dan juga Aku pertama kali bertemu dengan Goddess Of Death saat di Rumah Tuan Devano Malik.. " tutur Ken.


Degggggg !!! Kak Alfin membelakkan kedua matanya saat mendengar fakta baru.


" A-a-apa? maksudmu Devano Malik? Pemilik G&D? " ucap Kak Alfin terbatah.


" Iyah, mereka menggunakan seragam NIS untuk Penembak Jitu Pria dengan senjata laser merah . Waktu kegaduhan di Louis juga Goddess Of Death menggunakan seragam NIS, karena itu Aku menuntut NIS atas insiden ini.. " lirih Ken.


Kak Alfin terdiam dan berusaha menganalisa sesuatu.


" Yaura... anak Devano Malik juga bernama Yaura.." lirihnya dalam hati.


" Kau mengetahui nama Anak Devano Malik? " tanya Alfin.


" Yaura Gita Devmalik " jawab Ken dan menundukkan pandangannya.


Kak Alfin terdiam,


" Baiklah Ayo Kita kesana sekarang.. ".


" Kemana? " tanya Ken dan kebingungan.


" Rumah Devano. " ucap Kak Alfin dan segera melangkah keluar.


**************


CAMP MILITER


Yaura memarkirkan mobilnya di area militer, terlihat Pak Tio masih terlelap.


Ia kini memakai seragam NIS dan rambut rapi,lupa membawa senjata, Yaura mengambil senjata milik Pak Tio.



triningggg bunyi ponselnya berdering


" Halo.. " jawabnya.

__ADS_1


" Tunggu Aku di landasan, 5 Menit lagi Aku akan mendarat." jawab seorang Pria dari Helikopter.


" Baiklah.. " jawab Yaura dan segera memasuki area landasan militer.


Ia sedikit berbincang dengan Kapten dan Letnan Tentara tentang Misi NIS, tak jarang Ia menemui Para Wanita Calon Anggota NIS yang sedang berlatih fisik.


" Semangat.. jangan menyerah " ucap Yaura seraya melebarkan senyumannya.


" Terima Kasih Kakak Senior " jawab Calon Anggota NIS.


Landasan Helikopter


Sebuah Helikopter tampak mendarat, beberapa tentara turun dari sana.



Mereka berjalan dengan begitu gagah dan kharismatik. Badan yang tegap dan wajah yang begitu rupawan membuat siapapun akan pingsan jika melihatnya.


Seorang tentara berpangkat Kapten nampak menghampiri Yaura.


dann..



Mereka sejenak beradu pandang. Tak berselang lama Yaura menundukkan pandangannya.


" Hormat. " ucapnya seraya menundukkan badan.


" Tidak perlu bersikap seperti itu kepadaku,Yaura.. " lirih Kapten itu dan membuang pandangannya ke sembarang arah.


Mereka berdua berjalan beriringan, Kapten tersebut nampak terus memperhatikan Yaura. Berbeda dengan Yaura yang nampak cuek dan menatap lurus.


" 5 Tahun Kita tidak bertemu,rasanya sungguh aneh saat bertemu lagi. " tutur Sang Kapten.


" Biasa saja... " jawab Yaura dan tersenyum tipis.


" Aku menempuh 8 Jam perjalanan udara dari Dubai demi memenuhi Panggilan mu.. " lirih Kapten itu.


" Terima kasih dan maaf merepotkanmu,Kapten. " jawab Yaura,mereka terus melangkah beriringan.


" David. Bukan Kapten .. " saut Kapten itu dan tersenyum tipis.


Yaura diam dan tidak menjawab.


Ruang Pribadi


Yaura masuk kedalam Ruang Pribadi,sementara Kapten itu masih diluar nampak berbincang dengan beberapa Tentara untuk silaturahmi.


10 menit kemudian Kapten itu datang, dan mengunci pintu. Yaura menoleh saat Sang Kapten mengunci pintunya,


" Kau bilang ini pembicaraan penting. Jadi harus berhati-hati.. " lirih Kapten itu.


Yaura mematikan sambungan CCTV dan beberapa penyadap yang ada di Ruangan tersebut.


Kapten itu mendekati Yaura dan memandangnya sendu,


" 5 Tahun Aku mencoba menghubungimu,tetapi sia-sia saja. Kau tidak pernah membalas pesan atau mengangkat telefon dariku,dan sekarang.. sebuah keajaiban Kau memintaku untuk datang,Yaura.. " lirih KAPTEN IMMANUEL DAVID MARCELLINO , Dia adalah seorang Kapten Tentara yang ditugaskan khusus di wilayah Dubai.


Kapten Immanuel kini berhadapan dekat dengan Yaura,


" Aku sangat merindukanmu. Apa Aku boleh memelukmu sebentar? " tanya Sang Kapten,sungguh hatinya sangat merindukan Yaura.


" Kita bertemu untuk membicarakan soal balas budi, bisa Kita mulai? " ucap Yaura yang merupakan penolakan secara halus.


Sang Kapten menelan salivanya dan menenangkan dirinya, Ia kemudian duduk di kursi sebelah Yaura.


" Baiklah.. mari Kita berjabat tangan.. " Kapten Immanuel mengulurkan tangannya dan tersenyum manis.


Yaura mendelik dan mengulurkan tangannya.


Mereka pun berjabat tangan sejenak.


tiba-tiba Kapten Immanuel melepas Baret Militer Kehormatan dan menaruhnya di meja.



" Kenapa melepasnya? pakai lagi.Kau tidak perlu mempertaruhkan kehormatanmu Kak.. " ujar Yaura dan mengambil Baret Sang Kapten.


" Letakkan Baretnya,Aku ingin berbicara sebagai David dan Yaura,bukan Kapten Immanuel dan Mulan ( nama samaran Yaura dalam Agent NIS ) " Kapten Immanuel tersenyum manis.


" Aku sangat senang bisa melihatmu lagi.. " sambungnya.


" Berhenti menggombal. Baiklah Aku mulai sekarang, 7 Hari kedepan Aku akan melakukan penembakan di 5 titik wilayah terbesar di Dubai,tetapi itu secara personal tidak melibatkan NIS. Aku meminta bantuan untuk memantau wilayah, Drone akan Aku pasang disetiap titik tersebut, dan juga satelit pribadi dan tidak terlacak. Apa Kau bisa membantuku?" tutur Yaura seraya membawa sebuah skrip strategi.


Degggg !!! mendengar ini membuat Kapten membelakkan kedua matanya.


" Maksudmu illegal? itu sangat beresiko. Dubai sangat ketat dan juga pengguna senjatanya sangat banyak dan brutal,jangan gegabah . " tegas Kapten.


" Kau menangani Wilayah Dubai sejak dulu. artinya Kau pasti sudah mengenal seluk beluk penjahat kelas kakap wilayah sana bukan? " tanya Yaura.


" Iyah Aku sudah mengenal Dunia Hitam wilayah sana." jawab Sang Kapten dan terus memahami maksud Yaura.


" Kau mengenal Abraham? Dia pimpinan kelompok hitam dengan simbol Segitiga Merah Darah. "


Mendengar Abraham, Kapten Immanuel terkejut dan mengingat sesuatu.


" Aku tidak mengenal Abraham ataupun mendengar tentangnya sebelum ini. tetapi jika simbol segitiga merah darah Aku pernah melihatnya, mereka pelaku pengeboman Gita Hotel yang berada di Dubai. " jawab Sang Kapten.


" Aku sedang mencari Abraham dan akan menangkapnya dengan Illegal. Kami butuh bantuan Drone,Satelit dan Pengawasan Wilayah saja, selain itu Aku tidak meminta bantuan apapun.. Aku tidak bisa membawa Drone atau Satelit sendiri karena itu akan terlacak oleh NIS.. " terang Yaura dan mencoba membuat Kapten Immanuel mengerti.


Kapten Immanuel menggigit bibir bawahnya,


" Kau melakukan pemberontakan? Yaura.. Kau bisa dihukum mati jika ketahuan melakukan ini.. " tutur Kapten.


" Aku tahu sedari awal tentang konsekuensi itu.Tidak masalah jika Aku mati yang terpenting Abraham terbunuh oleh tanganku sendiri... " lirihnya dalam hati.


" Tidak Kak.. ini bukan pemberontakan,Kau tenang saja. " jawab Yaura dan tersenyum tipis.


" Tapi itu bahaya Yaura, Kau bisa terluka dan mati konyol disana. Aku tidak mau membantumu! " Ketus Kapten dan beranjak dari kursi setelah mendengar rencana ekstream Yaura.


" Aku akan baik-baik saja. Tolong bantu Aku Kak.. Kau satu-satunya orang yang bisa membantuku kali ini.. Ini pertama dan terakhir Kak,Aku mohon .." lirih Yaura.


Kapten Immanuel diam dan berfikir.


" Baiklah Aku akan mengirim Tim ku untuk membantumu disana. " jawab Kapten.


" Jangan Kak.Aku tidak perlu Tim, sungguh.. " jawab Yaura dengan cepat, Ia faham jika Kapten Immanuel Ikut membantu maka Dia juga akan kena sanksi Negara yaitu Hukuman Mati jika terbukti melawan NIS.


" Satelit tanpa terlacak itu artinya Kau memberontak kepada Negara ,Yaura. Apa Kau tidak faham? Aku yakin Kau faham tetapi mengabaikannya,tolong jangan membuat rencana konyol seperti itu. Jika Kau ingin mencari Abraham,Kau seharusnya mengajukan kasusmu pada Pengadilan dan NIS akan membantu kasusmu ,bukan bertindak sendiri dan diam-diam .. " tutur Kapten Immanuel , guratan di wajahnya terpancar kekhawatiran.


Mendengar ini membuat Yaura terdiam.


" Pengadilan tidak berpihak kepadaku Kak. Mereka memilih bungkam dan menutup kasus Ayah ,juga NIS yang entah memihak kepada siapa...Aku pernah mengajukan kasus ini 5 Tahun yang lalu,tetapi malah sanksi dan tersangka terbunuh mengenaskan,itu sangat menyulitkanku kedepannya... " lirihnya dalam hati.


" Tolong bantu Aku Kak.. Baiklah jika sebagai Yaura Kau tidak bisa membantuku, anggap Aku sebagai Mulan yang telah membantumu dimasa lampau saat penembakan tragis di Prancis. Kau bilang sendiri akan membayar hutang itu kepadaku,sekarang Aku menagih janjimu.. Aku tidak menyuruhmu sebagai Penembak Jitu atau Pengendali BOM,tetapi hanya Pengawasan Wilayah.. " Yaura mengatupkan kedua tangannya.


Seketika Kapten teringat kejadian 5 Tahun lalu saat Yaura menyelamatkan nyawanya di Prancis, Kapten Immanuel tertembak oleh Tero*is lalu terkepung, saat itu Yaura dan Alfin sigap melindungi Tentara yang tertembak dan membawanya ke Helikopter.


Kapten menatap Yaura dan mendekatinya,


" Baiklah.. Aku akan membantumu... " lirih Sang Kapten.


Mendengar ini,membuat Yaura lega dan tersenyum tipis.


" Syukurlah ya Tuhan.. terima kasih Kak.. " lirih Yaura.


Kapten Immanuel tetap diam dan memandangi wajah Yaura yang selama 5 Tahun belum Ia lihat. Wajah putih bersih begitu ayu, mata jernih dan senyum tipis yang menghiasi bibirnya ,membuat seorang Immanuel David Marcellio terpaku dan membantu.


Yaura mengambil Tas dan pamit kepadanya.


" Aku akan menemuimu lagi saat di Dubai. Sekali lagi terima kasih Kak, Aku pamit dulu... " lirih Yaura dan hendak membuka pintu.


Tiba-tiba..


Kapten Immanuel menarik tangan Yaura dan menghimpitnya Ke dinding.Jarak mereka begitu dekat, Kapten Immanuel memandangi bibir Yaura.


" Menjauhlah Kak.. " ucap Yaura seraya mendorong tubuh Kapten.


" Aku masih mencintaimu Yaura..kenapa Kau tidak mengerti itu? Bertahun-tahun Aku mengungkapkannya tetapi Kau sama sekali tidak peduli dan acuh.. " lirih Kapten , wajahnya semakin mendekat dan hendak mencium bibir Yaura.


brugghhhh Yaura mendorong sekuat tenaga tubuh Kapten Immanuel.


" Soal rasa cinta, bukankah dari awal Aku sudah memperingatkanmu? jangan pernah mencintaiku atau berharap,karena sungguh Aku tidak punya waktu akan hal ini.Juga, Aku sudah menikah Kak. Mari Kita berhubungan secara professional,bukan sebagai David ataupun Yaura.. Aku permisi.. " jawab Yaura dan membuka pintu.


" Kau berbohong . Di jemarimu sama sekali tidak ada cincin nikah.. " jawab Kapten dan menatap Yaura.


Degggg !!! Yaura tersentak mendengar kata-kata itu,Ia langsung mengalihkan pandangan mata ke jemarinya.


" Iyah.. Aku baru sadar kalau Aku tidak punya cincin nikah.. " lirihnya dalam hati, seketika Ia mengingat pernikahannya yang berawal dari salah faham.


" Apa pernikahan diukur dari cincin? " tanya Yaura.


" Tidak.tetapi itu simbolis.. " jawab Kapten.


Dan..


Yaura pun segera mengeluarkan ponselnya. Ia mencari nomor ponsel seseorang.


Tuttttt bunyi nada sambung.


Triningggg bunyi ponsel berdering,


Markonah 👹 calling



Ken membelakkan kedua matanya saat melihat nama Yaura tertera dalam ponselnya.


" Tumben sekali Dia menelfon.. " lirih Ken,Ia segera menjauh dari Alfin yang sedang menyelidiki Goddess Of Death di Rumah Devano.


" Halo Yaura.. Kenapa? apa Kau baik-baik saja?" jawab Ken seraya memasukkan tangannya kedalam saku.


" Halo Sayang.. Iyah Aku baik-baik saja, kapan Kau pulang? Aku merindukanmu... " tutur Yaura dengan lembut.


Degggg !!! Mata Ken hampir meloncat keluar saat mendengarnya, tangannya gemetar ,ponselpun hampir jatuh.


" A-a-aku sebentar lagi pulang.. " jawab Ken bibirnya gemetar dan terbatah.


" Baiklah Sayang.. Aku menunggumu di kamar.. " ujar Yaura dan mematikan sambungan telefon.


Ken begitu tersentak mendengar ucapan yang diluar dugaan.


" Apa Aku berhalusinasi lagi? " tanya Ken dalam hati. Ia terus mencubit tangan dan merasa kesakitan.


" Ini nyata. Lalu apa ini benar nomor Yaura?" Ken mendekatkan layar ponselnya ke depan mata untuk mengecek nomor Istrinya atau bukan.


" Astaga ini bener nomor Nenek Sihir. Tetapi tadi ? Kenapa dengan Wanita itu? " Ken bengong dan nampak geli.


" Sayang? Aku merindukanmu? menunggu dikamar? " Ken tersenyum geli dan terngiang-ngiang suara Yaura tadi.


" Dia kerasukan setan apa bisa senakal itu? Apa Dia salah makan tadi ? Atau Dia salah minum obat? Astaga...Apa karena Luka di kepala terkadang Error? " lirih Ken dalam hati dan tersenyum geli.




Setelah pembuktian, Kapten Immanuel pun akhirnya percaya bahwa Yaura sudah menikah. Ia nampak syok dan begitu terkejut, yang Ia tahu bahwa Yaura bukan wanita yang bisa semudah itu didapatkan,entah lelaki mana yang bisa beruntung menikahinya.


" Beruntung sekali Pria yang bisa menikahimu.. " lirih Kapten Immanuel.


" Sama, Beruntung sekali Wanita yang akan menikah denganmu.. " jawab Yaura dan memasukkan kembali ponselnya.


Kapten Immanuel mematung dan terdiam.


" Aku permisi Kak.. " sambung Yaura dan melangkah pergi.


" Aku mengira Dia menikah dengan Alfin,karena Alfin juga sangat mencintainya. tetapi ternyata bukan,lalu Siapa yang bisa seberuntung itu meruntuhkan hati Yaura yang seperti tebing berbatu,sikap sedingin kutub dan sifat masa bodo yang begitu mendarah daging? " lirih Kapten Immanuel,Ia memandangi Yaura yang mulai menghilang dari pandangannya.


*****************


Butuh Saran dan Kritik


Jangan Lupa Vote dan Likenya.

__ADS_1


Bucinnya Song Joong Ki pasti nongol nih wkwkwkwk♥️♥️ duhh enak kali yah haluin Song alias Kapten Yoo


__ADS_2