
Mengetahui Pak Agus tidak setuju atas keputusannya, Yaura mencari cara lain untuk bisa menumbangkan Ken . Ia kini duduk di sebuah Ruangan Rahasia seraya menekan nomor telefon Rumah Suaminya .
tuttttt Bunyi nada sambung
" Halo Selamat Malam, saya Robin ada yang perlu di bantu Tuan atau Nyonya ? " terdengar suara Robin yang mengangkat telefonnya .
" Robin ini Aku , Yaura . apa Ken sudah pulang ? nomor Ponselnya tidak aktif jadi Aku mencarinya "
" Ohh Nona , Tuan Ken belum pulang sejak tadi " tutur Robin seraya menyoroti sekitar memastikan bahwa memang Tuannya belum pulang .
" Aku mengira sudah pulang, baiklah Robin sampaikan kepada Ken bahwa saat ini Aku menginap di Apartement , Dia terlambat menjemputku "
" Apa Nona butuh sopir ? Aku akan memanggilkannya Nona "
" Tidak perlu, Robin. Oh iyah, apa Evelyn dan Bianca sudah pulang ? atau belum juga ? "
" Nona Evelyn pergi dengan Tuan Vino katanya akan pulang nanti besok, begitupun dengan Nona Bianca menemui Temannya yang baru pulang dari Luar Negeri dan akan pulang besok juga " jelas Robin .
" Baiklah Robin , terima kasih . Aku tutup telefonnya "
" Sama-sama Nona ".
Mereka pun mengakhiri pembicaraan .
Yaura bernafas lega karena Evelyn dan Bianca sedang tidak berada di Rumah , ini kesempatan bagus untuknya karena tidak akan ada yang mencurigai dirinya .
Ruangan Pak Agus
Khawatir dan Bimbang akan keputusan Yaura, Pak Agus menyusun rencana untuk menghentikan kegilaan Sang Pewaris G&D International Group.
" Meskipun yang Dia katakan itu benar, tetapi caranya salah . Jika Ken mati, maka Para Media , Petinggi Perusahaan, dan Polisi akan menyelidiki dirinya, ini akan membuatnya semakin sulit bergerak mengintai Musuh . Bahkan Badan NIS akan terlibat dalam penyelidikan , dan hasilnya Yaura menggali kuburannya sendiri " tutur Pak Agus yang mencoba berfikir keras harus dengan apa menghentikan keputusan Yaura .
" Tetapi Jika Aku membebaskan Ken, ini juga akan membahayakan dirinya ( Yaura ) . Lelaki itu ( Ken ) telah mengetahui semuanya tentang Kita , peluang mengungkap siapa dalang pembunuhan hanya 40 % , 60% dibawah kendali Kendrick karena Dia akan menghancurkan Kita semua "
" Tinggal selangkah lagi, dan perlu mengungkap siapa ABRAHAM tetapi harus berurusan dengan keadaan seperti ini " Pak Agus mencoba menenangkan dirinya, Ia menengguk segelas air putih seraya terus berfikir dengan jernih .
BAR
Seseorang bertubuh besar , tegap, dan gagah sedang menikmati Wine di sebuah Bar, Dia blasteran Luar Negeri , umurnya tidak jauh beda dengan Ken . Ia dikelilingi Gadis Sexy nan Cantik
" Sudah lama tidak menikmati Wine disini , rasanya Aku sangat merindukan kalian juga " ucapnya seraya mencium bibir salah satu Gadis itu , lalu mel*matnya dengan lembut .
" Mmmppphhhh .." erang Gadis itu seraya mengimbangi ciuman yang diluncurkan lelaki tersebut .
tiba-tiba, triningggg trininggg Ponselnya berdering , Ia pun segera melepaskan ciuman, lalu mengangkat telefon .
" WOW ! Kau menelfonku disaat yang tidak tepat " sindirnya .
" Tetapi Aku bisa membunuhmu disaat yang tepat ! berhentilah bermain-main " ucap lelaki paruh baya dan bersuara serak .
Mendengar hal ini, membuat nyali lelaki itu menciut .
" Ekhemmm , Aku hanya becanda . Baiklah katakan , ada tugas Apa ? " ucapnya dengan nada rendah .
" Ken berhasil diculik oleh musuh ( Tim Yaura ) . artinya Kita berhasil mengecoh mereka, pihak musuh menganggap bahwa Ken lah yang membunuh Arga, rencana Kita berjalan lancar untuk mengadu domba keduanya . jadi intinya, tugasmu sekarang adalah membebaskan Ken " perintah lelaki bersuara serak dari balik telefon .
" Kau menjadikan Ken sebagai Kambing Hitam atas ulahmu ? Sempurna. " decak kagumnya .
" Tidak usah banyak bertanya, jika Kau butuh Uang lakukan apa yang Aku katakan ! " bentak lelaki bersuara serak .
" Baiklah , Aku akan mengirim Tim ku untuk membebaskan Ken " lelaki itu hendak beranjak dari kursi.
" Apa Kau bodoh ? jika Ken saja bisa tertangkap oleh mereka , apalagi Tim mu yang tidak berguna itu akan mati sia-sia . Hadapi Ken sekarang ! " tegas lelaki bersuara serak itu seraya mengeluarkan satu putung Rokok dan menyalakannya .
Mendengar perintah tersebut membuat Lelaki itu tersentak .
" Kau tahu sendiri Aku punya masalah dengan Ken , jika Aku muncul di hadapannya, maka Aku yang akan terbunuh " tuturnya .
" Kau tenang saja, Ken tidak akan membunuhmu . bertingkahlah baik di hadapannya ".
lelaki itu sejenak diam .
" Ken hampir membunuhku waktu itu , apa mungkin Dia akan memaafkanku jika Aku muncul dihadapannya sekarang . Ah sial ! andai punya banyak uang, Aku tidak akan ketakutan seperti ini menghadapinya " batinnya .
" Baiklah , Aku mencoba menjalin pertemanan lagi dengan Ken " sambung lelaki itu .
" Baguslah, jika Kau berhasil malam ini . Aku akan segera mentransfer Uang nya besok " lelaki bersuara serak menutup telefonnya .
Ia pun segera melangkah keluar Bar dan menuju Markas Tersembunyi miliknya .
"Lelaki Tua itu membayar Ku dengan nominal yang fantastis , artinya musuhnya juga dari kalangan atas . tetapi Siapa ? " batinnya seraya mengemudikan mobil .
fyi : mereka berdua sudah muncul pada episode ' Kematian Paman Arga ' .
MARKAS TERSEMBUNYI
1 Jam telah berlalu, seperti yang dikatakan sebelumnya , Ken akan siuman .
Jeruji Besi
Dalam keadaan terduduk, Ken mulai membuka matanya perlahan, pandangannya masih membuyar , kepalanya masih terasa pusing , dan badannya lemas .
" Dadaku sangat sesak ... " lirih Ken seraya menahan rasa sakit dan sesak.
Matanya mulai membuka sempurna, tetapi kondisinya masih lemah karena pengaruh suntikan beracun . Bak tak sadar, Ken sejenak terdiam mengingat apa yang terjadi dengannya .
Ia mulai mengingat bahwa seseorang telah menumbangkannya .
" Wanita itu .. " gumamnya dalam hati .
__ADS_1
Mulai sadar , Ken mengamati kondisi tubuhnya . Pandangan Matanya mengarah pada kaki yang terikat ,lalu berpindah pada Tangan yang di Borgol .
Lalu ...
Matanya terbelak sempurna saat melihat Bom yang membalut sempurna di tubuh kekarnya .
" Bom .. " ucap Ken terkejut . Ia kemudian mulai memulihkan 100 % kesadarannya dan mencari cara untuk Keluar .
Dalam Ruang Pemantauan CCTV , Yaura diam-diam mengamati keadaan Suaminya yang terlihat begitu lemas dan nafas yang tersenggal .
" Dadanya pasti terasa sangat sesak .." lirih Yaura dalam hati , Ia memegang sebuah botol kecil berisi penawar .
Kemudian Dia memanggil salah satu Tim .
" Berikan ini kepadanya, tidak perlu membuka Jeruji " perintahnya seraya memberikan penawar itu kepada Tim .
" Baik Nona " ucap hormat Tim dan segera pergi .
Di dalam jeruji, Ken berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan Kaki dan borgol .
" Ini untukmu , minumlah " ucap Tim itu seraya melemparkan botol penawar .
Tak menggubris , Ken malah menatap tajam Tim itu .
" Lepaskan Aku sekarang " ucapnya dengan nada santai namun penuh penekanan .
" Kami sudah berbaik hati untuk memberikanmu Penawar , jadi jangan meminta lebih " tegas Tim itu lalu berlalu pergi .
" Penawar ? untuk apa mereka memberikan itu, jika pada akhirnya mereka membunuhku dengan meledakkan Bom ini " gumam Ken dalam hati seraya mengambil botol penawar yang terletak tepat dihadapannya, dengan susah payah Dia meraih botol penawar dalam keadaan tangan di Borgol .
" Anggap itu sebagai rasa terima kasih karena Kau telah menyelamatkanku pada waktu itu, meskipun pada akhirnya Kau akan terbunuh " gumam Yaura dalam hati , Ia terus mengamati Ken dari Ruang Pemantauan .
Tiba-tiba Pak Agus datang , dan menceritakan dengan detail resiko yang akan dihadapi jika membunuh Ken . Yaura menyimaknya dengan baik .
Meskipun tangannya di Borgol, namun nyatanya Ken mampu menenggak penawar itu. Kemudian Ia mulai melepaskan Ikatan kakinya , Ikatan pun berhasil terlepas . Berpindah pada borgol tangan yang Ia lepaskan , sadar susah untuk melepaskannya , Ken memutuskan untuk beranjak dan berdiri .
dannn
brughhhhhh Ia menendang pintu Jeruji Besi hingga mengagetkan orang yang berada disana .
Yaura dan Pak Agus dengan serentak menoleh ke monitor CCTV .
" Keluarlah dan Hadapi Aku sekarang ! Jangan bersembunyi seperti pengecut " teriak Ken , pandangan terarah pada sudut CCTV .
" Ayo Keluarlah ! Aku tahu Kau ada di dalam sana . mengawasi melalui CCTV itu sia-sia , itu menunjukkan betapa Pengecutnya kalian " ucap Ken kembali , matanya menatap tajam namun tak menghilangkan kharisma yang ada di dalam dirinya .
Pak Agus mulai menyalakan microphone dan bervolume besar .
"Aku salut denganmu , nyawa terancam dengan BOM yang membulat sempurna di tubuhmu saja Kau masih berani menghina Kami " ujar Pak Agus dengan nada santai .
Ken mendengar jelas suara tersebut .
" Kami sudah menghadapimu dengan Jantan , dan pada akhirnya Kau kalah . Jadi Aku peringatkan, jangan Ikut campur lagi terhadap urusan Kami " tutur Pak Agus .
" Sangat ironi , bukankah Kalian sendiri yang datang dan mencari masalah denganku ? "
" Kami tidak ada masalah denganmu, tetapi karena Kau ikut campur, jadi Kau termasuk dalam Target Kami " tukas Pak Agus .
Ken sejenak terdiam , Ia mengamati setiap sudut ruangan.
" Mereka pasti Goddess Of Death, Orang yang sama membunuh Pak Andi. tetapi disini sama sekali tidak ada Petunjuk siapa mereka sebenarnya " batin Ken .
" Apa yang Kau inginkan ? Katakan ! " tutur Ken seraya terus berusaha melepaskan borgol.
" Tarik mundur Tim mu agar tidak menyelidiki tentang Kami lagi " ujar Pak Agus seraya terus mengamati Ken dari layar Monitor .
" Baiklah . Lepaskan Aku sekarang " ujar Ken .
" Lepaskan ? Kami tidak akan melepaskanmu . " Ketus Pak Agus lalu kemudian mematikan microphone .
Mendengar jawaban , membuat Ken mengeraskan Rahangnya.
" Goddess Of Death . Kalian telah membunuh Andi ".
Mendengar ini, membuat Pak Agus dan Yaura membulatkan kedua matanya .
" Bahkan Ken mengetahui Simbol Kita " Wajah Yaura memucat .
" Tidak sembarang Orang mengetahui tentang itu,berarti Dia meminta bantuan Luar Negeri untuk melacak Kita " Pak Agus mengepalkan tangannya .
Tidak merespon perkataannya , membuat Ken tersenyum Puas .
" Kenapa diam ? Banyak sekali kejahatan yang kalian lakukan, Jika Aku mengungkap siapa Kalian sebenarnya, maka Kalian akan hancur " tegas Ken seraya menatap CCTV.
Mendengar ancaman Ken, membuat Yaura kalang-kabut . Ia berfikir satu langkah lagi untuk mengetahui Siapa dalang pembunuhan Ayahnya, namun semuanya akan hancur Jika Ken mengungkapkan tentang mereka.
Yaura kemudian memakai masker, dan melangkah keluar .
tukkk tulkk tukk bunyi hentakan sepatu dengan lantai membuat Pandangan Ken terarah kepadanya . Seorang wanita datang tepat di hadapannya ( terhalang jeruji ).
Sejenak mereka beradu pandang, Ken mengamati Wanita itu dengan sangat detail.
"Akhirnya Aku berhasil memancingmu keluar " ucap Ken seraya tersenyum kecut terhadap Wanita yang berkelahi dengannya tadi .
"Jangan bertindak melalui batas yang sudah ditentukan mulai sekarang , Atau .. " ucap Yaura .
" Atau apa? Katakan . Atau Aku mati begitu ? " tantang Ken tanpa Rasa Takut .
Yaura terdiam dan mengamati Ken .
__ADS_1
" Kau mengancamku dengan BOM ? Kau ingin meledakkannya? silahkan .. Aku tidak takut dengan itu, bersamaan dengan Matinya Aku, kalian juga akan ikut hancur " sambung Ken kembali, tatapannya menajam.
Yaura hanya diam .
" Kau datang kedalam Rumah Tuan Devano, lalu membunuh Andi . dan membuat Kegaduhan dengan datang ke Hotel Louis , Kau sangat berani tanpa memikirkan resiko yang sebenarnya " tutur Ken , ingatannya kemudian berpacu pada saat Yaura terancam mati saat di Pesta.
" Apa jangan-jangan Kalian juga yang membuat Baku Tembak di Pesta Keluarga William ? "
Mendengar pertanyaan ini, membuat Yaura tersentak .
" Jaga ucapanmu, Kami tidak pernah mencari masalah dengan orang lain, kecuali Orang Lain itu sendiri yang melibatkan dirinya , contohnya seperti dirimu yang terlalu banyak ikut campur " Tukas Yaura .
" Ekhemmm " Ken berdehem lalu mendekati Pintu Jeruji Besi dan mendekatkan wajahnya ke telinga Yaura .
" Lepaskan Aku sekarang . Sungguh Aku berjanji untuk menyimpan Rahasiamu dan tidak akan ikut campur lagi " bisiknya seraya tersenyum penuh arti .
Dengan tatapan lurus dan dingin, Yaura tetap diam .
Ken melirik sejenak ke arahnya,
" Baiklah jika tidak percaya , Bagaimana Jika Kau akan Aku jadikan sebagai Istri kedua ku? " usilnya .
Mendengar ini, membuat Yaura semakin geram .
" Simpan leluconmu itu, atau BOM ini akan benar-benar melenyapkanmu ! " ketus Yaura seraya menoleh ke arah Ken .
Kini wajah mereka berhadapan dengan sangat dekat.
" Permisi ... Ini bukan lelucon Nona, Dengan menjadi Istriku , Kau akan aman dan tidak mungkin Aku membongkar tentang Istriku sendiri . Jadi Mohon lepaskan Aku sekarang, lalu Kita menikah " senyum Ken , namun matanya tertuju pada Kawat Rambut yang menjepit Rambut Yaura .
" Jaga mulutmu, lebih baik Kau berdoa pada Tuhan karena sebentar lagi ... " belum menyelesaikan pembicaraan,
" Awwww " Yaura terpekik saat Tangan Ken menjambak rambutnya .
" Apa yang Kau lakukan ! " teriak Yaura dan syok saat Ken berhasil meraih Kawat Rambut Miliknya .
Terlihat Ken dengan sigap dan teliti membuka Borgol yang ada di tangannya .
Melihat ini .. ckllkkkkkk Yaura mengeluarkan senjata dan dorrrrrrrrr Ia melesatkan tembakan ke Lengan Ken .
" AWWWWW " pekik Ken saat peluru menghujam lengannya , namun ini tak membuatnya menyerah.
Pak Agus yang berada di Ruang Pemantuan segera menekan Eaepiece .
" Amankan Sel . Cepat ! " paniknya .
" Baik Tuan " jawab Tim dan sigap menyiapkan senjata dan Borgol kembali .
Mata Yaura terbelak saat Ken berhasil melepaskan borgol di tangannya dan berusaha melepaskan rakitan BOM .
" Kau salah mengambil langkah Tuan " lirih Yaura .
Tak memperdulikan perkataan Yaura, Ken dengan tergesa-gesa melepaskan BOM , namun itu mustahil untuk lepas. Keringat membasahi sekujur tubuhnya, dengan lengan yang bercucur darah
" Aku mohon lepaslah.. " lirih Ken dalam hati, Ia terus mengacak-acak perakitan .
Tim datang lengkap dengan senjata dan borgol .
" Perlu Kita memborgolnya kembali Nona ? " tanyanya .
" Tidak " singkat Yaura .
Melihat Ken yang bersikeras melepaskan rakitan BOM dan menghentikan ledakan
" Dia sulit untuk Aku hadapi . Siapapun bisa Dia hancurkan " batin Yaura , matanya menatap ke bawah .
dan..
" Siapapun yang ada di Dalam, cepatlah Keluar dari Area dalam Radius 1 Km . Sekarang .. " perintah Yaura seraya menekan earpiece yang berada di telinganya .
Semua Tim mendengar perintah ini melalui earpiece yang terpasang pada setiap anggota, dan dengan Sigap Mereka pun melangkah keluar termasuk Tim yang ada di sebelahnya sekarang.
Mendengar ini, membuat Ken mendongak ke arah nya.
" Siapa sebenarnya yang Kau targetkan ? Katakan ! " Ken mendekat, matanya memerah, rahangnya pun mengeras,guratan di wajahnya menunjukkan amarah .
Tak merespon, Yaura justru mengeluarkan sesuatu dari saku Jaketnya dan ...
Sebuah Tombol ON Pengendali BOM kini Ia pegang, Yaura menekannya .
dan trininggggg Timer Merah pada BOM Mulai Hidup dan mulai menghitung mundur waktu .
Mata Ken membulat sempurna, Ia mengalihkan pandangan ke perutnya .
" Timernya benar-benar hidup .. 4 Menit " batin Ken . dengan sigap Ia mencoba untuk melepaskan kembali Rakitan BOM dan berusaha untuk menghentikan ledakan .
" Meskipun Kau melepaskannya, BOM itu pasti akan meledak . Jadi .... Selamat Tinggal " tutur Yaura.
Perlahan Ia mulai melangkah mundur, dan Berlari
Sementara Ken dengan sekuat tenaga mengotak-atik BOM, Ia berharap bisa menghentikan ledakan .
" Aku yakin ini bisa berhenti " gumam Ken dalam hati, bercampur keringat dan darah yang mengalir dari lengan, namun tidak menghentikan dirinya untuk menyerah .
Akankah Ken bisa selamat ? atau justru seperti yang dikatakan Yaura, BOM nya akan meledak mesti rakitannya terlepas . Jeruji Besi juga masih terkunci , dan membuatnya tidak bisa keluar .
.....................
BUTUH SARAN DAN KRITIKKK
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSSS