Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Selamatkan Kami


__ADS_3

Ken mengeraskan rahang saat mengingat kekejaman Kedua Orang Tuanya, Ia mengepalkan tangannya .


" Aku bersumpah tidak akan membebaskan Kalian dari jeruji besi ! " Sumpah Ken.


*******************


KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI


Ayah Reino, Hilya dan Diyo duduk di sebuah kursi, mereka diintrogasi karena Isu Pajak yang menyerangnya. Pak Diyo diintrogasi karena penyelundupan senjata gelap, dan korupsi NIS lainnya, Ia juga akan diperiksa oleh Badan Narkotika.


" Kami juga akan memeriksa Nona Yaura Gita Devmalik atas informasi yang terkait. untuk sementara, Kalian akan ditahan menunggu penuturan Nona Yaura. Khusus untuk Reino Bachtiar serta Istri, Kalian terjerat Pasal Berlapis, yaitu Pembunuhan Keluar Devano Malik. " tutur seorang Pakar.


DEGGG !!! Jantung mereka berdetak kencang setelah mengetahui bahwa Publik perlahan membela Yaura.


" Jangan berani melawan Ku, atau.." Ancam Ayah Reino, namun langsung dipatahkan oleh


" Yaura Gita Devmalik masih hidup, dan memegang kekuasaan sepenuhnya atas G&D . Kau tahu bukan kekayaan Dia seperti Apa? Dia bahkan mampu membeli Louis . Jadi jangan berani mengancamku ! Aku berpegang pada keadilan ! " sentak seorang Pakar dan berlalu meninggalkan mereka.


Brughhhhhhh Ayah Reino menendang meja yang ada di hadapannya. rahangnya mengeras


" Ini yang Aku takutkan ! ketika Yaura berhasil bebas dan menyandang status korban. maka mereka akan memihak Wanita Tengik itu sepenuhnya ! " decak nya.


" Maksudmu layaknya Kalian yang bisa memegang kendali atas Pemerintah dan memihakmu? itu berarti.. " ucap Pak Diyo yang mulai berfikir keras.


" Itu berarti Kita akan kalah lalu dijatuhi hukuman mati ! Apa Kau tidak tahu? Yaura bisa melakukan apapun yang Dia mau karena kekayaan dan kekuasaannya pada Dunia Bisnis ! itulah mengapa Aku susah payah memfitnahnya menjadi Pemberontak agar Wanita itu dipandang salah dan kekuasannya tidak berlaku ! tetapi sekarang, Dia berhasil membongkar kasus Ayahnya dan menjadi Boomerang untuk Kita ! Aisssssssshhh ! " Ayah Reino meradang.


" Aku tidak menyangka Yaura setekad itu melawan Kita dan Negara ! " ujar Pak Diyo, tangannya mengepal sempurna saat kebusukannya berhasil dibongkar oleh Anak Buahnya sendiri.


" Kita sudah telat. nama Yaura Gita Devmalik sudah menyebar luas, Negara akan tunduk kepadanya. Dan Kita sudah menghabiskan banyak uang ,tetapi Wanita Tengik itu tak kunjung mati. Juga Citra Louis yang sudah buruk karena Kematian Devano, yang ada Kita akan bangkrut ! " teriak Ibu Hilya yang sangat frustasi menghadapi kenyataan.


Deg !!! Jantung Reino dan Diyo berdetak kencang.


" Kita masih punya satu kesempatan, yaitu Edward. " ucap Ayah Reino, sorot matanya mengisyaratkan sesuatu.


" Apa maksudmu? " tanya Hilya dan Diyo serempak.


" Pindahkan Ken dari Penjara itu. Aku akan mengakhiri semuanya ! " Ayah Reino tersenyum, dan merencanakan hal besar.


******************


MARKAS


Bianca dan Edward sedang mondar-mandir, kepalanya ingin meledak karena masalah yang menimpanya.


" Kurang ajar Yaura ! Sial ! Dia mempermalukanku di depan banyak Orang ! Dan.. dan.. Polisi juga akan memburuku karena Kasus Prostitusi ! Arrrrggggghhhhhh Baj*ngan ! " teriak Bianca, dan


Braakkkkkkkkkk tangannya mengobrak-abrik semua barang yang ada di meja,hingga membuat gelas kaca dan beberapa botol Wine jatuh ke lantai.


Edward yang ikut meradang pun merasa risih melihat amukan Bianca.


" DIAM ! KAU MEMBUATKU TIDAK BISA BERFIKIR JERNIH ! " sentak Edward, matanya melotot,rahangnya mengerang.



Bukannya takut,


" Kau bilang apa tadi? Diam ? Diam? yang benar saja Kau menyuruhku diam Edward !Apa Kau tidak tahu bahwa Ken ada di Konferensi Pers dan mendengar semuanya ! Derajat Wanitaku direndahkan tepat didepannya ! itu berarti Aku tidak bisa melancarkan Aksiku selanjutnya Edward ! Arrrghhhh ! " Teriak Bianca menjadi-jadi, air mata menetes dari manik matanya.



" Lupakan Ken ! Kau fikir dengan keadaan dirimu seperti ini Dia akan menerima benihmu begitu? tidak Bianca ! Sadarlah ! " Edward geram, Ia mencengkram lengan Wanita yang dihadapannya dan menatapnya tajam.


" Dia akan menerimanya ! jika saja Yaura tidak mengacaukan semua rencana Kita Edward ! Aku selama ini sudah cukup sabar menanti ! Dan sekarang.. selangkah lagi rencanaku berhasil, tetapi Yaura menghancurkannya !!!! hikssss " Bianca menangis,amarahnya meledak-ledak.


" Aku bilang diam ! tangisanmu itu tidak ada gunanya ! Lebih baik Kita mencari cara agar keluar dari jeratan Prostitusi ! " Ketus Edward lalu melepaskan cengkraman tangannya. Kepalanya begitu pening dan semrawut.


" Keluar? jangan berharap bisa keluar ! Kasus Kematian Ayahnya yang begitu besar dan melawan Louis saja Yaura bisa membongkarnya ! apalagi Kasus Prostitusi, mungkin semudah membalikkan telapak tangan untuknya ! " Sentak Bianca yang baru menyadari akan pengaruh Rivalnya, Yaura.


DEGGG !!!! Edward tersentak mendengarnya.


" Benar juga yang dikatakan Bianca. Wanita seperti Yaura tidak mudah dikelabui, apalagi saat ini Dia sudah menyandang Status Korban, pengaruhnya akan besar untuk Negara ! " umpat Edward dalam hati, lalu mendaratkan bokongnya ke kursi untuk mencari jalan keluar.


" Kenapa Kau diam hah? " teriak Bianca.


" Minta uang kepada Reino, lalu menyuap Wanita jal*ng dan pelanggan yang terlibat dengan Prostitusi Kita ! " tutur Edward.


" Suap? Kau juga akan menggunakan uang ku begitu? Cihhhh tidak akan ! " tolak Bianca mentah-mentah,Ia tidak ingin mengeluarkan banyak uang untuk menutupi kasusnya.


" Uang ku saja itu tidak cukup ! minta kepada Reino Bachtiar jika Kau tidak ingin mengeluarkan banyak uang ! " ujar Edward.


Mendengar ini,membuat Bianca diam dan mengontrol emosinya.


******************


PENGADILAN


Pukul 14.00 WIB


Berbeda dari Kedua Orangtuanya yang masih tertahan di KPK karena pasal berlapis. Ken yang mendapat bantuan Alfin langsung dibawa ke pengadilan untuk pembuktian berkas.


Karena sejak pagi Ken menekam di penjara, untuk mengumpulkan semua bukti transaksi dan dokument penting lain, Ia meminta bantuan Vino dan Kevin.


Vino dan Kevin akan menjadi saksi kasus sahabatnya.wajar saja mereka menjadi saksi,selain menjadi sahabat, Ken juga partner bisnis mereka.


Selama tiga jam, Ken dicecar banyak pertanyaan oleh Pihak Pengadilan. Pertanyaannya pun sangat berbobot dan berbelit-belit karena ini mencangkup pajak yang nominalnya begitu besar yaitu 1,4 Triliun . Pihak Pengadilan tidak akan gegabah menangani kasus ini, terlebih lagi yang mereka hadapi adalah Louis, Perusahaan yang sangat besar dan takut kecolongan lagi seperti kasus Kematian Devano Malik. dan..


" Baiklah, bukti Tuan Kendrick sangat kuat dan Kami akan menerimanya. Anda terbukti tidak terlibat dengan Orang Tua Anda yaitu Reino Bachtiar dan Hilya Rafandrina dalam Penggelapan Pajak. Status Tahanan Anda Kami cabut. " ucap Pengadilan.



Ken yang begitu tenang dalam menangani masalah,akhirnya membuahkan hasil. Ia pun tersenyum tipis.


" Terima Kasih,Pak. " ucapnya.


Alfin, Kevin dan Vino yang mendengarnya pun tersenyum puas.


" Terima kasih juga untuk Kalian.. " ucap Ken sambil melihat Alroji yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Tidak perlu berterima kasih. omong-omong Kami yang ada di Rumah sudah mendengar semuanya,Ken. Semoga masalahnya cepat kelar.." tutur Kevin yang turut iba akan kasus yang menimpa Louis.


" Semoga saja. Bagaimana keadaan yang di Rumah? " tanya Ken.


" Sepertinya Evelyn sangat terpuruk setelah mendengar semuanya. terutama bahwa Ayah dan Ibunya ternyata Orang yang membantai Keluarga Yaura, Evelyn waktu itu pingsan.. Lolly dan Anin juga demikian.. " tutur Vino.


" Nanti sore Evelyn ingin brtemu dengan Istrimu, apa Kau mengizinkannya? " sambung Vino.


" Sebenarnya nanti besok Yaura akan bebas.. " ucap Ken.


" Kau tahu sendiri bagaimana sifat Adikmu,Ken. " timpal Kevin.


" Baiklah, Aku mengizinkannya. " jawab Ken yang kemudian berbincang dengan Alfin.


Sementara Kevin dan Vino pamit karena ada urusan mendadak. mereka akan menemui Yaura bersama dengan Evelyn.


" Aku ada urusan di NIS, jadi tinggal hubungi Aku saja nanti kalo membutuhkan sesuatu. " ucap Alfin.


" Kau dan David sudah berusaha sangat keras. Terima Kasih.. " jawab Ken sambil tersenyum.


" Aku dan David akan membuat Nota Pembayaran karena Kalian sudah menggunakan jasa Kita.. " lawak Alfin sambil menarik sudut bibirnya. ( wahhhhh perhitungan nih Alfin 🀣🀣🀣 )



Mendengarnya membuat Ken tertawa,


" Jangan mahal-mahal ! " sentak Ken lalu diiringi senyum manis di bibirnya.



Dua Pangeran tampan ini pun melangkah meninggalkan Ruangan Pengadilan.


Tak disangka, di Gedung Depan sudah banyak wartawan yang siap meliput Ken.


" Banyak wartawan, Aku lewat sana. " pamit Alfin sambil menepuk pundak teman barunya.


Ken menganggukkan kepala sebagai jawaban, lalu melanjutkan langkahnya untuk menghadapi paparazzi dan memberikan klarifikasi.


Bak Selebritas Dunia yaitu Brad Pitt, Ken berjalan di aspal dengan penuh percaya diri dan menjadikannya sebagai Catwalk. ( Orang ganteng mah bebas wkwkwk πŸ˜‚ )


Melihat Sang Pengusaha ada didepan mata, Para Reporter langsung menyerbunya.


" Tuan Ken, apakah benar Louis terlibat dengan Penggelapan Pajak? ".


" Tuan Ken, bagaimana hubungan Anda dengan Istri Anda setelah Kasus Devano berkaitan dengan Louis? ".


" Tuan Ken, Apakah Anda akan ditahan setelah Kasus Pajak ini terungkap? ".


" Tuan Ken, Anda seorang Pengusaha Terkenal.bagaimana perasaan Anda setelah tersandung kasus besar seperti ini? "



Iyah itulah pertanyaan yang terus dilontarkan oleh Para Reporter.



" Iyah memang benar Louis terlibat. tetapi Aku tidak terlibat dengan penggelapan pajak, Terima Kasih. " singkat Ken dan berlalu pergi menghindari Para Wartawan yang terus memotretnya tanpa henti.


PENJARA


Pukul 17.00 waktunya makan sore. Yaura yang sudah berada di Kantin dengan tangan yang terbebas dari borgol membuatnya lebih leluasa bergerak. Ia masih berdiri, matanya menyapu bersih seluruh Ruangan guna mencari seseorang.


" Apa Ken tidak makan? " lirih Yaura dalam hati sambil tengok kanan kiri.


" Ohh iyah lupa, ini Penjara Wanita.. " sambungnya lalu mendudukkan bokongnya di kursi. ( bilang aja kangen suami lu kan πŸ˜‚ gengsian ).


Setengah jam berlalu,saat Ia sedang makan,tiba-tiba


seseorang menutupi kedua matanya dengan telapak tangan.


Seakan hafal wangi parfume suaminya, Yaura pun tersenyum tipis.


" Aku tahu ini Kau.. " lirih Yaura dengan lembut.


Ken tersenyum puas, lalu melepaskan tangannya. Kemudian membungkukkan tubuhnya sedikit, dan menaruh wajah tampannya di Tengkuk Sang Istri.


" Kau merindukanku? " goda Ken, Ia berbisik di telinga Istrinya.


" Tidak. Siapa juga yang merindukanmu? " bantah Yaura seraya menahan geli karena hembusan nafas suaminya.


" Terus kenapa Kau bisa tahu kalo ini Aku? " tanya Ken dan tersenyum, Ia faham kalo Sang Istri memang gengsian.


" Parfume. "


" Kenapa Kau bisa tahu ini wangi Parfume ku? " Ken terus mengusili Istrinya.


" Jelas tahu, Aku kan selalu.. " Yaura menghentikan ucapannya, pipinya bersemu.


Ken yang melihatnya pun tersenyum geli.


" Iyah Aku tahu,Kau selalu mencium aroma tubuhku.. " celetuk Ken seraya menggigit bibir bawahnya dan duduk didepan Sang Istri.


Melihat Sang Istri tersipu malu, membuat Ken semakin menatapnya nakal.


" Ken, jangan menatapku seperti itu. " pinta Yaura.


" Terserah Aku donk.. " jawab Ken,lalu menggenggam tangan Istrinya.


" Lanjutkan makanmu,Aku tidak akan menggodamu lagi.." sambungnya.


" Aku sudah makan, apa Kau..." Yaura menghentikan ucapannya,Ia mengamati Jas Suami yang berbeda.


tiba-tiba Televisi yang ada di depannya menyiarkan tentang Sang Suami , bahwa Ia tidak terlibat penggelapan pajak dan terbebas dari jeratan hukum.


" Kau tidak terlibat dan bebas? " tanya Yaura, pandangannya terarah pada layar Televisi yang menampilkan wajah Sang Suami.


" Iyah.. " Ken menganggukkan kepala, tangannya tak berhenti mengelus tangan Istrinya yang begitu lembut nan lentik.


" Syukurlah Ken, Aku bahagia.. " tutur Yaura dan menatap Suaminya lagi.


Mereka berdua pun beradu pandang.


Ibadah


Karena sudah dicabut hukuman matinya, Yaura bisa bebas dari aturan Penjara. Ia kini berada di sebuah Gereja kecil yang disediakan oleh Pihak Penjara, ditemani oleh Suaminya,Ken.


Yaura berdiri dan memanjatkan Doa dihadapan Tuhannya. Ia mengatupkan tangan dengan begitu erat, matanya terpejam dengan sempurna.


Ken berada disebelah Yaura, dan memperhatikan Sang Istri yang sedang berdoa khusu.



Tatapan Ken begitu sendu dan dalam, selama Ia mengenal Istrinya, selama itu pula Ken melihat Yaura terus mengunjungi Gereja dan memanjatkan Doa disana, Istrinya adalah sosok yang begitu religius dan taat. Bahkan ketika dirumahnya pun, Ia selalu melihat Yaura berdoa di Gereja Kecil yang ada di Rumahnya . Berbeda dengan dirinya dan Sang Adik yaitu Evelyn, yang jarang sekali ke Gereja, dalam hari besar sekalipun. Hatinya begitu tersentuh dan terenyuh saat melihat Yaura berdoa,


" Aku sering sekali melihat Dia berdoa, tetapi kenapa Tuhan selalu memberikan rasa sakit kepadanya?. " tanya Ken dalam hati.


Yaura membuka kedua matanya, dan menoleh ke arah Sang Suami yang sibuk menatapnya.


" Kau tidak berdoa ? Ayo berdoalah.. " tutur Yaura dengan lembut.


" Ekhemmm.. " Ken berdehem saat menyadari Yaura membuka kedua matanya,Ia membuang pandangannya ke sembarang arah.


" Aku tidak terbiasa.." sambung Ken.


" Berdoalah.. " pinta Yaura kembali.


" Ayo Kita keluar.. " Ken menarik tangan Sang Istri, dan membalikkan badannya.


" Berdoalah untukku.. " lirih Yaura,


Degg !! Ken mengurungkan langkahnya dan,


" Baiklah, Aku akan berdoa untukmu .. " Ken mengatupkan tangan dan memejamkan kedua matanya. Ia berdoa dengan khusu.


Yaura yang melihatnya pun tersenyum.

__ADS_1


Setelah berdoa, Yaura menarik Ken untuk duduk dengannya di sebuah bangku panjang.



" Tidak apa-apa kan , Kita disini dulu.. " tanya Yaura.


" Sampai pagi lagi pun tidak masalah jika Kau yang meminta.. " jawab Ken sambil melukiskan senyum di bibirnya.


" Omong-omong , Kau sering kali mengunjungi Gereja.. " sambung Ken.


" Sejak kecil Aku memang selalu mengunjunginya, juga.. saat Aku kehilangan Keluargaku, Tuhanlah yang menjadi tempat berbagi dan mengeluh.. " tutur Yaura dan tersenyum tipis.


Mendengar ini, Hugggggggggggg Ken merengkuh Sang Istri lalu mendekapnya.


" Kau sangat religius. dan mulai sekarang jangan bersedih lagi, Aku tidak suka melihatmu meneteskan air mata.. Ayah, Ibu dan Diyo sudah menekam di penjara.. " lirih Ken, tangannya mengelus lembut kepala Sang Istri.


" Ayah dan Ibu di penjara, apa Kau tidak marah kepadaku? " tanya Yaura dengan lembut, tangannya mulai melingkar di pinggang Sang Suami.


Melihat Sang Istri yang mulai nyaman dengannya membuat Ken tersenyum ,


" Marah? harusnya Aku yang bertanya, kenapa Kau terus membiarkan Ayah dan Ibu bahkan diriku tetap hidup, walaupun Kau bisa melenyapkan Kami semua dengan pelatuk pistol yang Kau pegang.. " tanya Ken.


Yaura sejenak terdiam,


" Apa Aku boleh jujur?.. " lirihnya.


" Tidak boleh. terus saja berbohong ! jangan jujur ! " ketus Ken, Ia memutar bola matanya saat mendengar pertanyaan konyol.


Yaura mendelik dan tersenyum, setelahnya Ia kembali bersender di dada bidang Suaminya yang begitu nyaman dan menenangkan.


" Ken.. " lirih Yaura.


" Humm? " .


" Aku sangat ingin melenyapkan mereka yang terlibat Pembunuhan Ayah, tetapi disisi lain.. Aku tidak ingin melenyapkannya,karena.. Aku tahu bagaimana rasanya orang yang Kita sayangi terbunuh didepan mata Kita sendiri.. dan... "


" Aku tidak ingin Kau merasakannya.. " lirih Yaura dari lubuk hatinya yang paling dalam.


Deg !!! Hati Ken begitu tersentuh saat mendengarnya.


" Tetapi selama ini Kau tersiksa.. bahkan Ayah terus menyerangmu tanpa henti.. " ujar Ken, matanya kembali memerah saat mengingat kisah Istrinya.


" Aku memang merasa tersiksa dan sakit.. tetapi lebih menyakitkan saat Orang Lain begitu membenciku tanpa alasan yang jelas, bukan hanya benci tetapi berusaha melenyapkanku... "


" Saat Aku tahu bahwa Ayah Reino dan Ibu Hilya yang membunuh Ayahku.. Aku memutuskan untuk tidak membunuh mereka, lalu membawanya ke Pengadilan.. dengan Maksud agar Ayah dan Ibumu menyesali perbuatan mereka.. dan... " Yaura menghentikan ucapannya.


" Dan apa?.. " tanya Ken dengan lembut.


" Dan mereka mau menganggapku sepertimu dan Evelyn ,yang selalu mereka sayangi.. " lirih Yaura dari lubuk hatinya yang paling dalam.


DEGGG !!!! Mata Ken berkaca-kaca, ucapan Sang Istri begitu menusuk di relung hatinya.


" Saat Aku melihat Ibu Hilya yang begitu menyanyangimu.. saat itu pula Aku merasa iri , juga saat Ibu Hilya dan Ayah Reino memperhatikan Evelyn, saat itu pula Aku ingin berada di posisi Evelyn.. "


" Mereka adalah sahabat Ayah. lalu sekarang, Aku menikah denganmu, dan menjadi Menantu mereka... Aku berharap suatu saat nanti Ayah Reino dan Ibu Hilya menganggapku seperti anaknya sendiri. Aku melihat diluar sana, seorang Mertua begitu menyanyangi Menantunya dan menganggapnya seperti anaknya sendiri.. Aku juga ingin merasakan kasih sayang mereka ,Ken.. " lirih Yaura, matanya berkaca-kaca.


Ken berusaha menahan air mata agar tidak menetes, berkali-kali Ia mengedipkan kedua matanya. ingin berkata, namun tidak mampu berkata.


" Aku sudah meminta pihak pengadilan untuk tidak menjatuhi hukuman mati kepada Ayah dan Ibu.. juga, Aku tidak akan membiarkannya menekam di penjara lebih lama.. Aku ingin membuat mereka sadar atas perbuatannya kepadaku, lalu menyesal dan menyayangiku,Ken.. "


" Aku tidak punya Orang Tua.. mungkin rasanya sangat membahagiakan jika mereka tidak membenciku dan menganggapku seperti Kalian.. Saat Aku mendonorkan darahku kepada Ibumu dimasa lalu, saat itulah Aku merindukan sosok Ibuku yang memang mirip Ibu Hilya.. juga saat Aku pertama kali datang ke Rumah mu, Ibu Hilya memberikan senyuman manis dan memelukku ... Aku sangat merindukan pelukan dan senyuman itu Ken... dari hatiku yang paling dalam.. "


" Kau pasti ingat saat leher ku terluka karena sayatan pisau , Ayah Reino memarahimu karena membiarkanku terluka, bak seorang Ayah yang mengkhawatirkan Putrinya.. Aku juga merindukan Ayah Reino yang seperti itu Ken.. "


" Aku membutuhkan kasih sayang mereka.. " Yaura meneteskan air matanya.


Tak kuat, Huggggggggggggg Ken memeluk Istrinya dengan erat.


" Kenapa Kau masih sebaik ini kepada mereka?.. " lirih Ken, matanya dipenuhi cairan bening.


" Aku ingin hidup normal,yang dipenuhi cinta dan kasih sayang.. bukan sebagai Yaura yang dibenci.. Aku sangat lelah Ken hidup seperti ini.. Aku ingin merasakan keharmonisan Keluarga setelah 10 Tahun ini Aku terjebak dalam kesendirian dan kegelapan.. " lirih Yaura, tangannya memeluk erat tubuh Sang Suami. Air mata terjatuh ke pundak Ken dan membasahi Jas yang dipakainya.


" Baru 15 menit yang lalu Aku melarangmu untuk menangis ,sekarang kenapa menangis? tenanglah, Aku ada untukmu... " Ken mencoba menghibur Istrinya, walaupun hatinya juga ikut tersayat, rahangnya mengeras dan begitu marah kepada Ayahnya kenapa melakukan ini kepada Yaura, yang hatinya begitu baik dan lembut.


" Entah kenapa, Aku menjadi cengeng dan mudah sedih akhir-akhir ini.. " Yaura tersadar, Ia segera menyeka air mata dan melepaskan pelukannya.


" Karena Kau ini Markonah jadi mudah sedih dan cengeng.. " celetuk Ken , jemarinya mengelus lembut pipi Sang Istri yang masih basah karena air mata.


Terbiasa protes, kini Yaura tersenyum tipis saat disebut Markonah.


Ken menatap Sang Istri, begitupun sebaliknya. Mata Ken terarah pada bibir lembut nan lembab Yaura, tak perlu membuang waktu, Ia memiringkan kepalanya ,lalu meraih tengkuk Sang Istri , dann..



Kisss bibir tipisnya langsung mel*mat bibir Sang Istri, kedua matanya terpejam, terbiasa, Yaura pun langsung mengalungkan tangan ke leher Suaminya.



Lum*tan serta his*pan terus mereka lakukan tanpa henti. bibir yang basah memberikan suatu bunyi aneh karena pergerakan keduanya slurrrpppp Ken terkadang menggigit lembut bibir Istrinya,




Good Kisser tetaplah Good Kisser, sesedih apapun hatinya, tetapi ciuman yang Ia lakukan Damn it ! begitu panas dan passionate.



Garis rahang yang begitu keras dan tegas membuat Kharisma dan ketampanannya tak terbantahkan.Bibir Yaura yang begitu kenyal dan berisi bak Permen manis yang ingin selalu Dia his*p.


Ken melepaskan ciumannya sejenak untuk mengambil nafas,



Ken kembali memejamkan mata , dan mendekatkan bibirnya...


Dua Pangeran tampan ,tampak membelakkan kedua matanya, mereka berbalik arah dan hendak berlari namun..


Brughhhhhhhhhh seseorang nampak tersandung kursi Gereja.


DEGGG !!!! Ken dan Yaura langsung mengerjap dan mengurungkan ciumannya. Melihat David yang mematung,membuat Ken tersenyum malu.



David yang sedari mematung menyaksikan adegan mereka,nampak gelagapan dan salah tingkah.


" De-de-demi Tuhan, Aku tidak melihatnya.. " David panas dingin ,dan begitu terbatah.


Alfin yang juga tersungkur ke lantai,mengutuk dan mengumpat dirinya sendiri karena tertangkap basah.


" A-a-anu.. Aku juga tidak melihatnya.. " Alfin terbatah dan begitu canggung, Ia berdiri dan membelakangi Ken dan Yaura. matanya melotot ke arah David.


Ken hanya tersenyum, sementara Yaura yang menoleh ke arah David dan Alfin merasa sangat malu tiada tara, dan tak tahu harus berbuat apa, pipinya bersemu merah.


" Ken.. mereka melihat Kita.. " lirih Yaura,yang begitu gemetar.


Ken terkekeh dan merasa sangat gemas dengan Istrinya.


" Tidak apa-apa, Sayang.. mereka juga sudah Dewasa dan mungkin sering melakukannya.. " jawab Ken yang terus tersenyum tanpa henti.


" Kau mau lanjut ? " Ken menggoda Yaura dengan mendekatkan wajahnya.


" Ken.. ada mereka.. " Yaura melepaskan tangan, dan menetralkan rasa malunya.


Ken tersenyum dan menoleh ke arah David dan Alfin yang masih membatu.


" Anu Ken, haduhhh Apa yah.. Aku lupa.. " David menggaruk kepalanya, seketika semua niatnya buyar.


Alfin yang begitu pintar pun masih cengo dan bengong , seketika amnesia sesaat. Ia berfikir keras, dan..


" Aku butuh sidik jari Istrimu ! Kami tunggu di sel. " ujar Alfin, Ia langsung menarik tangan David dan melangkah keluar dengan cepat.


Alfin dan David pun melangkah menyusuri aspal,


Mereka masing terbayang-bayang ciuman mesra yang baru saja lihat secara Live.


" Anj*ng ! Ini semua gegara dirimu ! Sudah Aku bilang jangan melihat ! malah tetap melihat ! " gerutu Alfin, seraya menggigit bibir bawahnya, saat itu pula Ia mengingat ciumannya dengan Lisya.



" Suruh siapa Kau tersandung kursi ! Jika Kau tidak tersandung ! Ken dan Yaura tidak akan melihat Kita ! Sial ! " Ketus David, yang tidak kalah goyahnya dengan Alfin, seketika naluri kelaki-lakiannya keluar, Ia menggigit bibir bawahnya dengan gemas.



( eh eh eh mmpp Anu, ini David lagi apa kamu beb? 😨 mainnya sama Ken jadi ketularan panasnya 🀯 )


" Bagaimana Aku menghadapi mereka jika seperti ini? " Alfin memijit pelipisnya , sungguh Dia sangat malu karena tidak sengaja mengintip.


" Bersikap biasa saja ! Dasar berlebihan ! Kita hanya melihat ciuman ,bukan begituan ! " skakmat David.


" Begituan apa maksudmu ! " tanya Alfin yang sok polos.


" BIKIN ANAK ! " David terkekeh, diikuti Alfin yang ikut tertawa.


" Kita dihajar habis-habisan oleh Ken kalau mempergoki mereka begituan ! " celetuk Alfin.


Mereka berdua terus menertawakan dirinya sendiri, jiwa jomblonya meronta-ronta.


" Kau mau ke Bar? " ajak David.


" Malam? Ayolah !!! " jawab Alfin,seraya memegangi lututnya yang sedikit sakit karena terbentur.


" Lagipula Yaura nanti besok bebas, musuhnya juga sudah ada di penjara. " tutur David yang merasa lega.


" Ide bagus, Yaura bebas. Kita ke Bar.. " sorak Alfin.


Ken dan Yaura kini sudah keluar dari Gereja, dan melangkah menuju sel, hari mulai gelap ,bintang pun mulai muncul. Hendak berbicara, namun segerombol Orang nampak menyapa mereka.


" Kakak !!! Yaura !!! " seorang Gadis berpakaian cukup sexy menyapa mereka dari kejauhan ,tangannya melambai.


" Apa itu Evelyn? " tanya Ken sambil menyipitkan kedua matanya.


Dannn benar saja, Evelyn, Lolly, Anin, Alex , Vino dan Kevin nampak mendekati mereka. dan


Huggggggggggggg Evelyn yang memakai baju berwarna Pink dengan Rok pendek berwarna hitam nampak memeluk Kakaknya dengan erat.


" Kakak.. maafkan Evelyn.. Hiksssss " Evelyn tiba-tiba menangis. Ken pun bertanya dan menenangkannya.


Lolly dan Anin nampak bergantian memeluk Yaura.


" Kami merindukanmu,Yaura.. " mata Anin berkaca saat melihat Yaura.


" Kak Yaura, Aku sangat merindukanmu.. " timpal Lolly yang tidak kalah sedihnya, matanya memerah.


Dikelilingi oleh Orang yang berhianat, dan musuh adalah Anggota Keluarga dari mereka,membuat Yaura sedikit ketakutan.


" Anin , Lolly, Aku juga merindukanmu.. bagaimana kabar Kalian? " tanya Yaura sambil melukiskan senyum tipis di bibirnya.


" Kami semua baik Ka... " jawab Lolly yang seketika murung mengetahui kisah hidup Yaura.


" Yaura , semoga Kau cepat bebas dan kembali pada Kami. Jangan takut, Kami semua berpihak padamu.. " tutur Alex, seraya menganggukkan kepalanya sebagai sapaan. Baik Dia, Kevin atau Vino sekalipun tidak berani memeluk Yaura. Opsss Vino pernah meluk sekali di acara pesta pernikahan Keluarga William yang membuat Ken cemburu. Ditambah dengan sifat Yaura yang agak risih jika disentuh,kecuali oleh Suaminya, Ken.


Kevin dan Vino pun menyapa Yaura dan berdoa untuknya agar diberi kemudahan.


" Terima kasih, Alex , Kevin dan Kau Vino.. " jawab Yaura, bibirnya tersenyum tipis dan canggung. Trauma dan ketakutan masih menyelimuti dirinya, Ia khawatir ini adalah sandiwara Reino Bachtiar.


Tiba-tiba Hugggggggggg Evelyn memeluk Yaura dengan erat dan menangis di pundaknya.


" Yaura.. maafkan Aku sudah jahat dan mengusikmu selama ini.. maafkan Aku,Yaura.. Hikssss" lirih Evelyn yang diiringi isak tangis.


" Kau tidak salah Evelyn. jangan menangis.. " jawab Yaura dan membalas pelukan Adiknya, tubuhnya mendadak gemetar menyaksikan tangis Evelyn yang begitu mendadak.


Ken mengamati raut wajah Istrinya yang begitu khawatir dan was-was.


" Sepertinya Yaura masih takut dengan Keluargaku.. " lirih Ken dalam hati. dan..


" Evelyn, biarkan Yaura masuk ke sel dulu karena seseorang telah menunggunya.. " Ken menarik tubuh Sang Adik dan membenamkan ke pelukannya.


Sadar ditunggu oleh Alfin dan David, Yaura permisi kedalam. tangannya kini kembali di borgol oleh Petugas.


" Ken.. Yaura sepertinya ketakutan kepada Kita.. " tanya Kevin.


" Trauma dimasa lalu membuatnya seperti itu, ditambah Keluarga Aku lah yang bertanggung jawab atas hal buruk yang menimpa dirinya, jadi Kita harus mengertikannya.. " tutur Ken, sambil memeluk Evelyn yang masih mengisak.


" Aku kasihan dengannya Ken " tutur Alex dan Vino.


Tak berselang lama, mereka pun mendapat izin untuk masuk sel.


Sel


Yaura melangkah mendekati David dan Alfin yang sedang duduk di meja, kejadian tadi membuatnya malu bukan kepalang.


Melihat Yaura dari kejauhan,membuat David dan Alfin berubah menjadi sok cool, agar tidak dipandang berlebihan.


" Tunjukkan bahwa Kita ini lelaki pejantan ! " David mengepalkan tangannya ke depan, gaya tentara begitu melekat didalam dirinya.


" Tetap Cool dan Gentle ! " Alfin menggulung lengan kamejanya ke atas.


Yaura berusaha bersikap datar dan biasa saja,


" Mana berkasnya? " tanya Yaura sambil mendudukkan dirinya di samping David, didepan Alfin.


Deggg !!!!! Pandangan mata David dan Alfin terarah pada bibir Yaura yang begitu basah dan lembab, sexy nan menggairahkan.


" EKHEMMM " Alfin tersadar, dan menganggetkan David yang sibuk menggigit bibir bawahnya.


Yaura membuang pandangannya ke sembarang arah.


" Disini, disini ,disini. " Alfin menunjuk sebuah Kolom sidik jari disebuah dokument.


Memecahkan kecanggungan,


" Dimana Suamimu? " tanya David , seraya menatap Yaura.

__ADS_1


" Ada di depan. " jawab Yaura, tiba-tiba Ia teringat bantuan David.


" Terima Kasih David, Kau sudah membantuku dan Ken selama ini.. " sambungnya.


Mendengarnya membuat David tersenyum,


" Ini tidak Gratis. Kau harus membayar jasaku " lawak David, persis seperti yang Alfin lakukan tadi siang.


" Tenang.. Aku sudah membicarakan soal Biaya dengan Ken tadi siang .. " saut Alfin sambil menahan senyum di depan Yaura. ( biasa gengsian kalo ada YauraπŸ˜‚ padahal orangnya lawak ).


Yaura pun tersenyum mendengarnya,


" Baiklah,Aku akan membayar Kalian."


Tak berselang lama, Ken datang dengan Ciwi-ciwi Cantik. Para Pria ternyata pulang duluan, karena urusan meeting mendadak.


Alfin dan David beradu pandang dengan Ken sesaat.


" Apa? sejak kapan kalian ada disana? " tanya Ken sambil tersenyum , Ia menaruh tangannya di pinggang.


" Tentu sejak awal. Iyah kan Alfin? " ucap David dengan polosnya.



CKKKKK !!!!


" Dia ini polos atau bodoh?! Kenapa harus jujur seperti itu David tol*l ! Aku baru tahu ternyata ada Kapten Tentara sebodoh ini ! " umpat Alfin dalam hati.


" Iyah, Kami tidak sengaja. " Alfin tersenyum kecut ke arah Ken.hingga membuat Ken tertawa lepas.


Yaura yang sudah memberikan sidik jarinya pun nampak berbincang dengan Evelyn ,Lolly dan Anin.


" Yaura maafkan Aku.. sungguh Aku sangat menyesal selama ini.. " lirih Evelyn sambil menggenggam tangan Yaura.


" Tidak masalah Evelyn.. " jawab Yaura.


" Apa besok Kau sudah diperbolehkan ke Rumah ? " tanya Anin.


" Aku sudah dibebaskan nanti besok, tetapi soal Pulang ke Rumah, itu tergantung keputusan Suamiku.. " jawab Yaura sambil tersenyum.


" Kak.. pulang ke Rumah saja, Lolly sangat merindukanmu Kak.. " rengek Lolly dengan begitu manja.


Mereka pun berbincang serta mengobrol, Evelyn yang tak henti-hentinya mengucap maaf.


1 jam berlalu, dan menunjukkan pukul 19.30 malam.


Ken mengajak Para Wanita untuk pulang ke Rumah.


Melihat Yaura yang sendirian,


" Apa Kau yang mengantar saudarimu Ken? " tanya David.


" Iyah, mereka wanita ,jadi Aku takut terjadi apa-apa. " jawab Ken.


" Kau temani Istrimu saja, biar Aku dan Alfin yang mengantarnya.. " David berusaha menawarkan bantuan.


Ken diam sejenak dan memandang Istrinya.


" Kau tidak keberatan? " tanya Ken, Ia menatap bergantian Alfin dan David.


" Tentu tidak. lagipula sudah Kami bilang, tinggal tunggu Nota Pembayarannya saja ! " ujar Alfin dan terkekeh, tangannya membereskan semua berkas yang ada di meja.


" Anj*ng ! " Ken tertawa.Ia kemudian mendekati saudarinya.


" Kalian akan diantar oleh David dan Alfin,mereka adalah orang baik. walaupun sudah ada pengawal, tapi Kakak tidak percaya kepada mereka.. jaga diri Kalian di Rumah.. " tutur Ken.


" Baiklah Kak.. " jawab Evelyn lalu memeluk Kakaknya.


" Bawa Kak Yaura kembali ke Rumah Kak, Kami sangat merindukannya.. " rengek Lolly.


" Rasanya sangat lama tidak memasak dengan Yaura.. " timpal Anin.


" Yaura akan kembali ke Rumah. Baiklah, hati-hati di Jalan.. " jawab Ken.


Mereka pun mulai melangkah keluar, diikuti oleh David dan Alfin di belakangnya.


Kini Ken dan Yaura kembali berdua , lalu duduk didepan sel. Ken mengamati wajah Sang Istri yang tiba-tiba pucat.


" Kau sakit? " kecemasan terlihat di wajah Ken.


Yaura memegang tengkuk dan mengelusnya,


" Aku tidak sakit. Perasaanku saja yang tidak enak.. " lirihnya sambil tersenyum tipis.


" Kau pasti sakit karena kelelahan dan kurang Istirahat.. bertahanlah.." lirih Ken.


Untuk menghibur Istrinya, Ken selalu membuat lelucon walaupun lelucon itu garing. ditambah adanya Gita , Anak kecil yang begitu lucu nan menggemaskan itu turut menemani Ken dan Yaura.


Disela-sela mereka bermain dengan Gita, Yaura melihat beberapa orang yang memasukkan tabung Gas dalam jumlah banyak, drum minyak yang berukuran besar juga nampak ikut dimasukkan. Tak merasa curiga, Yaura kembali berfokus pada Gita yang berada di pangkuan Suaminya.


" Anak manis, ini sudah malam.. harusnya Gita tidur bersama Ibu.. " tutur Yaura dengan lembut.


Tak menjawab, Gita tiba-tiba minta diturunkan oleh Ken dan mendekati Yaura.


" Bibi Cantik.. Adek Bayi itu kan kata Ibu ada disini.. Kalau sudah ada Adek Bayi di perut Bibi Cantik, nanti jangan lupa memberitahu Gita yah, Gita mau bermain dengan Adek Bayi .. " Ucap Gita dengan suara yang mendayu-dayu , pipi chubbnya begitu menggemaskan, juga tangan mungilnya yang sedang memegang perut Yaura.


Mendengar ini, membuat Ken mengalihkan pandangannya ke perut Sang Istri. begitupun dengan Yaura. Tak lama kemudian,mereka saling berpandangan dan tersenyum malu.



" Paman belum membuat Adek Bayi dengan Bibi Cantik. tetapi sebentar lagi Paman akan membuatnya. " celetuk Ken, sambil menatap nakal Istrinya.


" Ayo buat Paman ! disini saja membuatnya ! supaya Gita bisa liat Adek Bayi ! " rengek Gita dengan begitu manja.


" Itu berbahaya ,Sayang. kenapa Kau sangat menggemaskan. " Yaura tertawa geli, diikuti oleh Ken yang tersenyum manis saat melihat Istrinya begitu bahagia dengan Anak Kecil.


" Husssstt Gita ! tidak boleh berbicara seperti itu ! " ujar Sang Ibunda dari balik sel, Ia mendengar anaknya berbicara hal mustahil.


" Kenapa tidak boleh ,Ibu? Paman saja boleh.Iyah kan Paman? " Gita mencebikkan bibirnya dengan begitu unyu.


" Tidak boleh,Sayang. itu pembahasan orang Dewasa, sedangkan Gita masih sangat kecil. Jadi tidak boleh.. " tutur Ken sambil menggendong kembali Gita.


Pukul 22.00


Seperti biasa, jadwal jenguk hanya sampai pukul 22.00. Ken pun sudah di awasi oleh Penjaga.


" Jaga dirimu.. " lirih Ken,entah kenapa hatinya begitu enggan meninggalkan Sang Istri.


" Iyah, Kau juga hati-hati di jalan. " jawab Yaura, seraya menatap Suaminya dengan tatapan dalam.


" Kenapa Aku tidak ingin Ken pulang.. " lirihnya dalam hati.


Ken mendekati Sang Istri,dan...


Cuppppppppp Ia meraih tengkuk Yaura dan mencium keningnya dengan mesra.


" Selamat malam.. " lirih Ken.


Yaura diam tak menjawab,tiba-tiba Ia meminta penjaga untuk membuka borgolnya sejenak ,dan..


Huggggggggggggggggg


Yaura memeluk Ken dengan begitu erat.


Deg !!! Ken begitu terkejut dibuatnya.


" Jangan pulang dulu.. " lirih Yaura dipelukan Suaminya.


Mendengar ini,membuat Ken tersentuh dan menatap Para Penjaga.


" Hanya untuk semalam saja, Aku mohon. " pinta Ken kepada mereka.


" Tidak bisa Tuan ! " tegas seorang Penjaga.


Berkali-kali Ken bernegosiasi dengan mereka tetapi tetap tidak mengizinkannya tinggal.


Yaura terus memeluk Suaminya,hingga membuat Ken terheran. namun disisi lain, Ken juga merasakan perasaan aneh yang tidak bisa diungkapkan.


" Kita bisa berpelukan saat di Rumah nanti,Yaura..bersabarlah.. " lirih Ken sambil memeluk Istrinya dengan erat.


" Ken.. jangan pergi.. " lirih Yaura,hatinya sangat tidak tenang dan was-was. Pelukannya pun semakin erat.


Ken mengelus lembut kepala Istrinya, lalu menenangkannya sejenak.


" Tumben sekali Kau manja seperti ini.. " lirih Ken sambil tersenyum.


" Bisakah Kau tetap tinggal? semalam saja.. " pinta Yaura sambil menatap sendu Suaminya.


Mendengar ini membuat Ken semakin tidak tega meninggalkannya.


" Kita akan tetap tinggal selamanya.. " Ken membenamkan wajah Sang Istri kedalam pelukannya. Ia terus bernegosiasi dengan Penjaga, dan tetap tidak bisa.Hingga pada akhirnya Yaura kembali terborgol dan Ken ditarik keluar.


Yaura dan Ken saling bertatapan.


" Hati-hati.. " lirih Yaura dengan berat hati.


" Pagi-pagi Aku langsung kesini.. tunggulah.. " jawab Ken yang mulai menjauh , karena petugas terus menariknya keluar.


2 Jam berlalu


Yaura menyenderkan tubuhnya ke tembok, dan melamun. sementara Ken,kini sedang berada di Hotel Dynamic.


Setelah mandi, Ken merebahkan dirinya sejenak di kasur empuk. entah kenapa fikirannya tidak tenang. dan terus berpusat pada Sang Istri.


David dan Alfin nampak di sebuah Bar Kelas Atas ,mereka menengguk secawan Anggur Merah yang dituangkan Gadis Cantik nan Sexy. Tahu batas dan aturan,mereka sama sekali tidak menyentuh Wanita,hanya sekedar cuci mata dan mereflexikan diri.


PENJARA


Dari luar penjara,nampak mobil putih mewah memarkir di bahu jalan.


" Bagaiman Edward? Kau siap meledakkannya? " tanya seseorang bersuara serak, Ialah Ayah Reino.yang duduk disebelah Ibu Hilya dan Bianca.


Edward memakai seragam anti api dan ledakkan,


" Aku siap meledakkannya. " jawab Edward dari earpiece, tangannya sedang menyiapkan kertas untuk dibakar.


" Baguslah. Yaura akan mati dalam kebakaran,persis seperti masalalunya dulu yang hampir lenyap karena kebakaran. sekarang, Kau akan mengulangi masa itu lagi Yaura. Sampai jumpa di Akhirat .. " tutur Ibu Hilya sambil melebarkan senyumnya.


" Waktu Kita tidak banyak, hanya 3 Jam . setelah itu, Kita kembali ke Penjara, sebelum Direktur KPK kembali menjatuhi Kita hukuman.. " ucap Ayah Reino.


" Santai saja, Sayang. Kita sudah mengeluarkan banyak uang untuk menyuap petugas agar bisa menikmati kebakaran ini.. " saut Ibu Hilya.


" Kalian sangat ekstream ,membakar Yaura hidup-hidup.. " saut Bianca sambil menyunggingkan bibirnya.


Tak berselang lama..


Dorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr bunyi ledakan yang begitu dahsyat di dalam penjara.



Mendengar ledakan, asap yang mulai muncul membuat semuanya berteriak. Yaura yang melihat api yang menyala didepannya pun membelakkan kedua matanya,



" Ya Tuhan , Api.. Kebakaran.. " lirih Yaura, matanya berkaca-kaca.


Dorrrrrrrrrrrrrrrr bunyi ledakan kembali terdengar, ledakan yang semakin mendekat, api yang berkobar ,asap yang mengepung hingga membuat dadanya terasa sangat sesak.


" Ya Tuhan ,Aku mohon selamatkan Kami.. " Yaura berusaha keras membuka borgol ditangannya, matanya berkaca-kaca, keringat membasahi dahinya.


Teriakan orang didalam penjara yang memohon pertolongan, jeritan tubuh manusia yang mulai terbakar. terikan seorang Anak Kecil yang tak lain Ialah Gita,


" Ibu.. Ibu...bangunlah.. Ibu.. Hiksssss " Gita berteriak histeris dan menangis tiada henti.


Mendengar Gita menangis membuat Yaura teringat tangisannya dimasa lalu, orang tua yang meninggal tepat dihadapannya lalu terbakar.


" Jangan.. jangan .. Aku mohon !!!!! Gitaaaaa !! Keluarlah !! cepat keluar Gita !!! Gita cepat keluar sebelum api membakarmu Hiksss !!! " teriak Yaura dengan kencang, dan menangis setelah melihat anak kecil ikut terjebak didalam kebakaran.


Brughhhhhh brughhhh brughhhh Yaura menendang pintu jeruji besi dengan sekuat tenang, tangis membasahi pipinya. Trauma kembali mengguncang karena teriakan anak kecil dan penghuni penjara Lainnya.


" Siapapun yang ada di luar tolong Kami hiksss !!! " Yaura berteriak tanpa henti, tangannya berusaha melepas borgol, kakinya terus menendang jeruji besi.


" Uhukkk uhukk uhukk.. " Yaura kehabisan nafas karena asap yang semakin mengepung.


" Ibu !!!!!!! bangunlah Ibu !!! " teriak Gita dan menangis.


" Tolong ! tolong ! Panas ! Panas ! tolong tubuh Kami terbakar Tolong ! " teriak Penghuni Penjara, yang diiringi isak tangis.


Yaura menangis ,tangannya gemetar


" Gita !! cepat keluar Gita !!! Siapapun yang ada diluar ! tolong selamatkan Kami !! Hikssss " Yaura bersimpuh di tanah, hawa panas ,dada sesak, Api yang mulai menjalar , teriakan ,tangisan kembali Ia rasakan.


" Tuhan, tolong selamatkan Kami.. " lirih Yaura , Ia nampak kehabisan tenaga dan nafas.


Dari luar,


Ayah Reino dan semuanya nampak tersenyum puas.


" Aku jamin pemadam kebakaran akan lambat , dan menunggu Kalian mati terlebih dahulu.. " ucap Ayah Reino.


" Selamat tinggal menantuku.. " lirih Hilya.


" Kasihan Yaura, Rest In Peace, Sayangku. " ucap Bianca.


Brughhhhh brughhh brughhh Yaura terus menendangi pintu jeruji. tangannya yang terborgol menyulitkannya bergerak.


" Apa ini juga sudah direncanakan?.. "


" Kenapa mereka setega itu? membunuh nyawa yang tidak berdosa Hikssss... " Yaura terus mengisak, dan menahan sakit.


****************************


Butuh Saran dan Kritik

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Votenya yah


__ADS_2