Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Bertemu Little Gita


__ADS_3

Pergulatan ranjang kembali mereka lakukan sepanjang malam, bak Pengantin Baru yang berbulan madu. Ken selalu berhasrat untuk menerkam habis Istrinya,seperti Singa yang berbulan-bulan tidak diberi makan.


*


*


Gelayar kenikmatan melanda keduanya, keringat bercucuran, hawa panas,nafas memburu dan bahasa tubuh menjadi SAKSI NIKMATNYA BERCINTA DALAM IKATAN YANG HALAL.


Entah berapa kali Ken melakukan pelepasan, yang pasti keduanya kini tertidur lelap dalam keadaan polos. Mereka saling berpelukan satu sama lain.


**********************


PAGI HARI


Pukul 05.15 Yaura tiba-tiba terbangun,matanya masih menyesuaikan cahaya lampu redup yang tepat berada di depannya.


" Jam berapa ini? " lirihnya dalam hati sambil melirik jam dinding yang berada di sudut sana.


" 05.15 ? " Ia pun menyipitkan kedua matanya guna memperjelas pandangan.


Sadar ada sesuatu yang menghangatkan selain selimut,membuat Yaura menoleh ke samping dan..


YAH, Ia melihat Ken tertidur pulas dengan bertelanjang dada, tangan Sang Suami pun melingkar sempurna diperutnya.


Sadar dirinya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang,dan melihat banyak Kissmark lagi di area Gunung Kembarnya membuat Yaura tersenyum,


" Bekas kemarin belum hilang, Dia bikin yang baru lagi, astagaa.." Ia mengingat pergumulan semalam dimana Ken begitu bernafsu dengannya.


Senyum Yaura tiba-tiba sirna saat mengingat betapa bodohnya Dia tidak mengenali Ken, teman masa kecilnya.


" Aku tidak menyangka bahwa Kau benar-benar ada di kehidupanku sebelumnya.. " lirihnya dalam hati, Ia menatap sendu wajah Ken yang sangat tampan walaupun dalam keadaan tertidur pulas.


Skip cerita


Setelah membersihkan diri, Yaura melangkah ke arah jendela. terlihat mentari pagi menyambutnya dengan senyuman, udara yang sejuk dan pemandangan hijau di taman membuat paginya semakin bersinar. Setelahnya, Yaura membuka pintu dan melangkah menuju dapur.


Sadar Nona nya lewat, Pelayan langsung menyambutnya dengan ucapan ' Selamat Pagi ' diiringi senyuman.


Dapur


Yaura membuatkan sarapan pagi untuk Suaminya walaupun Pelayan bilang bahwa mereka sudah menyiapkan banyak sarapan di bawah, dan merasa tidak enak hati Nona Besarnya turun ke dapur.


" Siapa nama Bibi ? " tanya Yaura sambil memasak.


" Ratnasari,Nona. panggil saja Ratna. " jawab Bibi Pelayan bertubuh gemuk itu.


Tak banyak omong, Yaura hanya fokus memasak ala-ala barat karena memang itu salah satu keahliannya.


Pukul 06.30


Satu persatu orang mulai bangun, kepala mereka rasanya sangat berat akibat pesta semalam. diawali oleh Evelyn dan Anin yang nampak berjalan ke meja makan, mulutnya masih menguap,matanya pun berair.


David dengan wajah bantalnya nampak menggemaskan,


" Shittt !!!! pusing sekali. " umpatnya seraya berjalan. Alfin masih terus menguap, rambutnya pun kayak habis kesetrum. Nona Lee terlihat semakin menggoda dengan piyama yang masih membalut tubuh indahnya. Kevin, dan semuanya pun kini berkumpul di meja makan.


" Wahhh enak sekali.. " teriak Lolly begitu girang dengan menu sarapan yang sangat beragam.


" Apa Kau tidak mengantuk Lolly? pagi-pagi sudah bisa berteriak.. " ucap David.


" Tentu tidak,Kapten. Melihatmu ada di hadapanku membuat mataku langsung segar. Hihihihi " gombalan Lolly di pagi hari membuat semuanya tersenyum,kecuali Alex yang malah mengumpat.


" Wanita gila ! urat malunya pasti sudah putus. " umpatnya dalam hati, Ia memandangi Lolly dengan sinis.


Kamar Yaura


Yaura membuka pintu kamar dan melihat Suaminya sedang merenggangkan otot.


" Kau sudah bangun? " tanya Yaura mendekati ranjang. Mendengar suara Istrinya membuat Ken langsung tersenyum,


" Baru saja. Kau dari mana? " Ken menarik Yaura dan memeluknya.


" Menyiapkan sarapan untukmu. Juga, yang lain sudah menunggu dibawah, sebaiknya Kita turun. " lirih Yaura sambil menikmati pelukan Ken yang begitu menenangkan.


Ken melepaskan pelukan dan menatap Istrinya dengan senyum nakal.



" Cup*ngannya sangat banyak. " ucap Ken saat menyibak kera baju Yaura hingga menampakkan bekas merah keunguan yang sangat banyak di lehernya. Sumpah Demi Tuhan,rasanya Ia senang sekali melihat Stempel itu, yang berarti YAURA adalah MILIKNYA MUTLAK.


" Kau pelakunya. " Yaura tersipu malu sambil menundukkan pandangannya.


" Geli tapi enak kan? " tanya Ken Vulgar, Ia sangat ingat bahwa Sang Istri itu mudah geli.


Yaura menyembunyikan senyum manisnya dari Ken, seakan berkata " ENAK BANGET ".


Memahami Yaura memang masih malu-malu,membuat Ken semakin gemas.


" Ayo turun,Sayang. Pukul 09.00 ,Kita harus ke G&D. " Ken mencium kening Istrinya lalu melangkah ke kamar mandi.


Lantai bawah


Pasutri yang berjalan beriringan menuruni anak tangga, dengan Aura Mahal Khas Kelas Atas membuat Kevin yang melihatnya dari kejauhan pun berdecak kagum.


" Ketika serbuk berlian disatukan, hasilnya adalah KEN DAN YAURA. Ken yang ketampanannya tidak diragukan lagi, sampai Wanita Malam berebut tidur dengannya, dan Yaura yang cantiknya mengalahkan seorang Dewi. Benar-benar visual yang mengangumkan.. " puji Kevin.


" Ideal. Mereka berdua sama-sama berasal dari Keluarga Konglomerat, entah bagaimana kedepannya, yang pasti mereka pasti menduduki peringkat pertama Pengusaha Terkaya, dan Popularitas kedua Perusahaan akan melejit. Ken saja, Dia termasuk Pengusaha Muda yang mampu membawa Louis sebesar ini.dan Yaura ? Aku rasa Dia memiliki kecerdasan seperti Mendiang Ayahnya. " tambah Alex.


Semua orang yang mendengarnya pun merasa setuju.


Semakin mendekat, mereka menyadari bahwa wajah Pasangan Suami Istri ini sangat berseri.


" Hai, selamat pagi.. mmmm Aku kira kalian belum bangun. " Ken tersenyum seraya menyoroti semua orang yang ada di hadapannya.


" Tentu sudah bangun,Tuan. karena Kami jomblo jadi tidak ada alasan bangun sesiang ini.. " sindir Kevin yang diiringi tatapan mencurigakan.


" Anj*ng ! " Ken langsung mengerti maksud Kevin dan tersenyum.


Kaku dan canggung,


" Selamat pagi, maaf tadi malam Aku meninggalkan Kalian.." sapa Yaura sambil melukiskan senyum tipis dari bibirnya.


" Tidak masalah Yaura.. lagipula Kami memahami bahwa Kau masih butuh Istirahat penuh. " jawab Nona Lee yang berada di samping David.


Alfin dan David mencoba untuk bersikap biasa saja, walaupun mata mereka ingin sekali memandang Yaura lebih lama. Namun sadar, bagaimana bisa melupakan? jika keinginannya sendiri tidak bisa mereka lawan.


Kini mereka menikmati sarapan pagi, diselingi dengan obrolan dan candaan ringan.


Yaura pun sedang menikmati sarapan paginya dengan tenang, hingga Ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mengamatinya secara detail.


" Leher Yaura kenapa? banyak sekali bekas merah. Mmmm apa Dia digigit serangga? tapi rasanya tidak mungkin Rumah Semewah ini ada serangga. Alergi? jika Alergi,kenapa hanya lehernya saja yang ada bekas merah? tangan dan wajahnya baik-baik saja. " gumam Lolly dalam hati, pandangan matanya terfokus pada Leher Wanita yang berada disampingnya. Meskipun tertutup baju dan rambut yang terurai, namun tetap saja Kissmark terlihat dengan jelas ketika jarak dekat,karena Leher Yaura yang sangat putih.


Ketika semua orang fokus makan,namun..


" Yaura, Lehermu kenapa? lihatlah ! banyak sekali bekas merah. Aku rasa ini Alergi,benar kan Nona Lee ? " ucap Lolly lantang, tangannya menyibak rambut Yaura hingga menampakkan leher penuh Kissmark disana,dengan harapan Nona Lee yang merupakan seorang Dokter membenarkan ucapannya.


Degg !!!! pandangan semua orang tertuju pada leher Yaura. seketika itu pula, mereka tersenyum. Kecuali Yaura dan Ken yang sama-sama kaget.


" Ti-ti-tidak kenapa-kenapa,Lolly. " ucap Yaura terbatah sambil membenarkan posisi rambutnya seperti semula.


" Lolly jangan nakal ! diam dan sarapan. " Ken melolot seakan memberi sinyal untuk diam dan tidak mempermalukan Istrinya.


" Ekhemmm Pagi-pagi udah ada yang jualan Ikan ****** nih. " ledek Kevin yang membuat Alfin, David dan Ken mendelik.


" Pantas saja Kau tidak berpesta semalam. " Vino tertawa.


Yaura memejamkan mata sesaat sambil menggigit bibir bawahnya karena menahan malu tiada tara.


" Pantas saja Lolly selalu bertengkar dengan Alex.ternyata Dia sangat membahayakan." umpat Yaura dalam hati.


Memahami bahwa itu Kissmark membuat David dan Alfin tertampar dengan kenyataan bahwa YAURA MILIK SESEORANG, JANGAN MENGAGUMI DAN BERHENTI MENGHARAPKAN. Mereka melukiskan senyum manis dan merasa bahagia bahwa Ken benar-benar meluluhkan hati seorang Yaura.


" Bukan Alergi,Lolly. Kau masih kecil, jadi belum waktunya untuk tahu akan hal seperti itu. " Nona Lee tersenyum geli, matanya bergantian menatap Ken dan Yaura.


" Pantas saja Wajahmu sangat berseri,Ken. habis mantap-mantap ternyata. " ucap si Raja Mesum.


Semakin ditutupi, maka semakin penasaran.


Brakkkkkk Lolly kembali menyibakkan kembali rambut Yaura.


" Jika bukan Alergi, apa ini bekas cekikan?! KAK KEN ! APA KAU MENYAKITI ISTRIMU SENDIRI ?! APA KAKAK MELAKUKAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA ?! " teriak Lolly, wajahnya begitu cemas.


Melihat kepolosan seorang Lolly,membuat semuanya tertawa terbahak-bahak.


Sementara Ken membuang nafasnya kasar,


" Sembarang ! mana mungkin Aku melakukan kekerasan. Sudah diam, kecil-kecil selalu bikin heboh. " Ia pun menggelengkan kepalanya.


" Kau parah,Ken. Sungguh kasar ! Istrimu sendiri Kau gigit ! " sindir Kevin diiringi tawa kencang.


" Tentu Ken melakukan KDRT, KEKERASAN DALAM RUANG TERTUTUP. Itu sah-sah saja kok, tenang, Aku mendukungmu,Ken. " celetuk Alfin diiringi senyum nakal.


" Benar, Alfin diam-diam menghanyutkan." lirih Lisya dalam hati dan baru sadar bahwa Alfin sama mesumnya dengan mereka.


" Bangs*t ! diam-diam Kau sangat mesum." Ken tertawa mendengar celetukan Alfin, namun lirikannya terarah pada Yaura yang menahan malu.


" Yang JOMBLO DAN MASIH MURNI,sebaiknya DIAM. " David memutar bola matanya,meratapi nasib kejombloannya yang entah sampai kapan.


Evelyn, Nona Lee, Lisya, dan Anin cekikikan sambil berbisik. sementara Lolly semakin murka,Ia tidak habis fikir dengan Para Pria yang mendukung kekerasan.


" Kalian Pria yang tidak punya hati ! Kak Ken melakukan kekerasan malah didukung. Ayo Yaura,Kita tinggalkan Kak Ken dan mereka ! " Lolly menatap sinis ke arah Ken dan Para Pria, rasanya Ia ingin sekali mengumpat mereka namun tidak memiliki nyali sebanyak itu.


Yaura menatap ke arah Sang Suami yang sedang tertawa, pipinya pun semakin memerah.


" Apa Aku harus menjelaskan kepada Lolly bahwa ini bekas ciuman Ken? Astaga,rasanya tidak mungkin. " Yaura merasa kebingungan sendiri menangani Lolly.


" Tentu Kita mendukungnya,Lolly. karena kekerasan itu pertanda bahwa Kak Ken sedang membuatkan Keponakan Lucu untuk Kita. Hahahaha " Evelyn akhirnya membongkar rahasia kemarin, tawanya begitu menggelegar.


Deg !!! Yaura membulatkan kedua matanya seakan berkata 'Astaga, bagaimana Evelyn bisa tahu? malu Aku,malu... mereka semua tahu bahwa Kita semalam berhubungan badan '.


Lolly mengerutkan keningnya,


" Keponakan? " tanya Lolly dengan polosnya.


" Iyah,Lolly. Apa Kau tidak senang jika Ken membuatkan Kita Keponakan Lucu ? " Vino tertawa terbahak-bahak melihat ekspesi Lolly yang begitu menggemaskan sekaligus bodoh.


Lolly mengalihkan pandangannya ke arah Ken dan Yaura dengan penuh selidik.


Semua orang yang disitu tersenyum bahagia karena faham, itu adalah bekas 'bercinta'.


Masih saja tidak faham,akhirnya


" Lolly !!!! mmmmmuuuuuuaachhhhh mmmmmuuuuaaachhh mmmmmuuuuuuaaachhhh " Kevin memajukan bibirnya dengan sangat imut sebagai kode.


SADAR !!! Muka kesal Lolly berganti senyum lebar.


" Ya Tuhan,Ya Tuhan.. Aku lupa, ini kan KISSMARK. Ya Tuhan, Kak Ken ,Yaura maafkan Aku.. " Lolly tertawa, diiringi rasa bersalah karena berfikir yang tidak-tidak. sementara Ken nampak tersenyum sembari menggigit bibir bawahnya,


" Anak kecil tidak boleh mencampuri urusan dewasa".


Yaura hanya bisa tersenyum kecut karena pada akhirnya semua orang tahu tentang Hal Privasi nya.


" Mau taroh dimana muka Aku? " rintihnya dalam hati.


" Astagaa.. astaga..kenapa Kau tidak bilang Kak, bahwa itu kelakuan Kak Ken? hihihihi " Lolly tertawa tanpa dosa.


" Apa Kau tidak waras? untuk apa Ken harus bilang kepadamu Lollypop ! " Alex menggertakan giginya karena merasa kesal dengan kekonyolan Lolly.


" Diam ! Aku tidak berbicara denganmu. Dasar Pengacau ! " Lolly menatap tajam Alex.


Daripada mendengarkan adu mulut antara Lolly dan Alex, Evelyn memilih berimajinasi tentang Keponakannya kelak.


" Ya Tuhan, Rasanya Aku tidak sabar menanti keponakanku.. Dia pasti sangat lucu dan menggemaskan.. " heboh Evelyn yang membuat semua orang ikut membayangkan.


" Daddy dan Mommy saja seperti berlian, pasti Anaknya sangat menggemaskan. " saut Anin yang menatap Ken dan Yaura secara bergantian.


Mendengar 'Anak'membuat Ken dan Yaura saling menatap, mereka sama-sama salah tingkah.


David hendak menyaut,namun Ia urungkan saat melihat sosok Pak Agus datang dengan senyum sumringah yang menghiasi wajahnya.


" Selamat Pagi, Tuan dan Nona. " sapa Pak Agus ala-ala Pengawal yang membuat semua orang tersenyum.


" Berhenti bersikap seperti itu,Pak." Ken berdiri dan memberi pelukan hangat kepada sosok paruhbaya yang Ia anggap seperti Orang Tua Istrinya.


" Bapak rela keluar tengah malam hanya untuk mengambil ini demi dirimu, jadi.. Kau harus membayarku lebih. " Pak Agus menaikkan satu alisnya, dan menggoda Ken agar membayarnya lebih. Lalu menunjukkan sesuatu yang masih terbungkus rapi di dalam Tas berwarna hitam yang dibawanya.


Ken melirik ke arah Istrinya yang masih tersipu malu gegara Lolly,


" Habislah Kau,Sayang." lirihnya dalam hati.


Tak ingin membuang waktu, tangan Ken mulai membuka tas yang berada di hadapannya.


dan..


Tradaaaaaaaaa Ia pun mengeluarkan sebuah tiket berwarna biru muda


" Ini hadiah dari Nona Yaura, jangan menolak ! " Ken tersenyum sambil membagikan satu persatu tiket hadiah itu.


" Nona Yaura akan membayar semua fasilitas yang akan Kita gunakan di Maldevis, Kalian cukup berangkat dengan hati senang." sambung Ken.


Degg !!! Yaura yang cuek nampak terheran dengan apa yang dimaksud Suaminya.


Setelah dipastikan semua orang telah mendapatkan tiket, Ken pun menyuruh mereka untuk membukanya.


" Apa ini Ken? " tanya Alex, Ia sama sekali tidak tahu apa isi dalamannya.


Diikuti oleh Lisya yang sangat tidak sabar dengan hadiah yang dimaksud.


Dan..


" HONEYMOON PACKAGE? MALDEVIS? YA TUHAN " teriak Lolly histeris hingga membuat semua orang menjengit karena teriakannya yang melengking.


" BERISIK ! DIAM ! TERIAKANMU ITU HAMPIR MENGALAHKAN TOA ! SUNGGUH SAKIT TELINGAKU. " Sentak Kevin lebih dulu, karena jika Alex yang menyentaknya maka akan beda cerita.


Lolly seketika diam dan tidak meladeni omongan Kevin,


" Maldevis? astaga..ini seperti mimpi.. " Lirih Lolly dalam hati.


Sama seperti Lolly, semua orang yang mendapatkannya pun terkejut ,setelah tahu bahwa itu adalah tiket Honey Moon ke Maldevis. Merekapun melebarkan senyum bahagia, kecuali Alfin dan David yang tersenyum kecut.


" EKHEEMMM " David berdehem, hingga membuat Ken yang sedang berdiri di belakang kursi Istrinya pun mendelik.


" Mohon maaf,Tuan Ken. Ini tiket BULAN MADU, sepertinya Tuan salah memberikannya. Saya masih LAJANG, jadi harus BERBULAN MADU DENGAN SIAPA,TUAN? APAKAH DENGAN ALFIN-KU YANG SANGAT AKU CINTAI INI ? " sindir David dengan sarkastik, senyum kecut nya membuat semua orang tertawa.


Lmaoooooooooo Ken tertawa terbahak-bahak, sejujurnya Ia juga sadar memberi tiket yang tidak masuk akal untuk Para Lajang.


" Apakah Aku harus memberikan ciuman panasku kepadamu,David? " ucap Alfin,senyumnya tak kalah kecut.


" TENTU MEMBERIKANNYA UNTUK LISYA. YAH KAN LISYA? " saut Alex sembari melukiskan senyum nakalnya kepada Lisya.


Deg !!!! Lisya dan Alfin sama-sama membulatkan mata. keduanya sadar bahwa mereka pernah menyicipi bibir masing-masing.


" I-i-itu tidak benar. " jawab Lisya terbatah, pipinya seperti tomat berwarna merah menyala.


Alfin tampak melototkan matanya sebagai kode kepada Alex untuk tidak berbicara sembarangan.


" Ayolah kawan, tidak perlu sepusing itu. Lihatlah, Anin, Lolly, Lisya, Nona Lee dan Bibi Arum itu masih lajang. Kalian bisa mengencani salah satu dari mereka, terkecuali Evelyn yang hanya milikku. " Vino memberi saran kepada Para Lajang untuk tidak terlalu pusing memikirkan hal itu.


'Bibi Arum'ikut disebut membuat Pak Agus melototkan kedua matanya kepada Vino.


" Hei Vino ! Jangan berbicara sembarangan. Bibi Arum sudah ada yang punya. " Ken tersenyum saat melihat Pak Agus memberikan peringatan kepada Vino.


" Astaga,Bibi. Kau ternyata bergerak cepat. omong-omong apa Bibi berkencan dengan Berondong? " celetuk Kevin yang membuat Bibi Arum semakin memerah.


" Dasar Anak Muda ! sudah ,jangan ikut mencampuri urusan orang tua ! " ketus Bibi Arum yang membuat semua orang disana tersenyum.


Mereka terus membuat lawakan dan lelucon konyol tentang rencana Ken yang tidak masuk akal itu. tentu saja konyol,karena hanya Dirinya dan Yaura lah yang sudah mengikat janji suci dan SAH saja jika melakukan Honey Moon.


Yaura menyerit heran, karena Ia sendiri yang tidak mendapatkan tiket dari Ken.


" Kau tidak memberiku tiket? " tanya Yaura dengan polosnya, Ia meneloh ke belakang karena Sang Suami ada di belakangnya.


" Tentu tidak. untuk apa mengajakmu.. " Ken mengusili Sang Istri,dan kembali mendudukkan dirinya di kursi.


" Ken memang tidak waras ! memberi tiket bulan madu kepada yang Jomblo, dan sekarang.. Istrinya sendiri tidak Dia ajak." umpat David dalam hati.


Karena tidak diberi tiket,membuat Yaura kesal.


" Aku selalu dikurung di Rumah,padahal Dia sendiri pergi jalan-jalan. Menyebalkan. " gerutunya dalam hati.


" Aku permisi dulu.. " Yaura berdiri sembari membungkukan badannya untuk pamit.


" Kemana? " tanya Ken.


Tak menjawab, Yaura hanya menatap sinis ke arahnya dan berlalu pergi.


Bukannya mengejar Sang Istri,Ken malah tersenyum lebar.


" Kau tidak mengajak Yaura? Dasar Gila ! lalu Kau mau bulan madu dengan siapa? " sentak Kevin karena Ia faham bahwa Istri sahabatnya itu kesal.


" Dengan............. tentu dengan ISTRIKU." Ken tersenyum penuh arti.


" Kau sepertinya sangat hobi menjahili Istrimu, lihatlah ! sepertinya Yaura sedang marah. " timpal Nona Lee yang sudah hafal dengan raut wajah Wanita yang Dia anggap seperti Adiknya sendiri.


" Kalian mungkin tidak merasakan bagaimana bajagianya menjahili Wanita Dingin seperti Istriku. " Ken mengambil segelas air putih,lalu menengguknya sampai habis.


Setelahnya, Ia pun mengalihkan pandangannya ke David, Alfin dan Lisya.


" Para Abdi Negara, Kalian harus meminta izin kepada Atasan untuk permohonan cuti selama 15 Hari kedepan. " ucap Ken kepada Para Abdi Negara yang mungkin sedikit kesulitan untuk cuti ke Luar Negeri.


" Terima kasih atas tiketnya,Ken. tetapi Aku tidak bisa ikut, masih ada misi NIS dan juga sangat mustahil mengajukan cuti selama itu. " jawab Alfin sembari menatap Lisya sebagai peringatan untuk menolak hadiah dari Ken.


" Aku juga tidak bisa,Ken. Masih ada patroli udara dan darat yang belum Aku laksanakan, dan juga.. Aku akan terlibat dengan misi Alfin. " saut David.


" Sebelumnya,Aku mengucapkan terima kasih,Ken. tetapi Aku juga tidak bisa ikut karena ada tugas NIS." timpal Lisya.


" Baiklah,kalo begitu.. biar Aku yang menghubungi Atasan Kalian secara langsung. " ucap Ken dengan entengnya, Ia kemudian beranjak dan permisi ke atas.


" Dasar CEO, kalo ngomong enak banget. " gerutu David yang merasa tidak habis fikir dengan jawaban Ken, bayangkan saja, Tentara disuruh cuti 15 hari seenak jidat๐Ÿ˜‚


" Jika dikabulkan, apa Kau akan menyewa Wanita untuk menemanimu bulan madu? " bisik Alfin ke David.


" Aku lebih memilih membawa Ibuku saja. " cetus David lalu beranjak meninggalkan meja makan.


Jlebbbbb !!!! Alfin mendengus kasar.


" David sama sekali tidak berubah ! terlalu murni ! " umpatnya dalam hati.


***********


Di Kamar


Belum saja duduk, Yaura tiba-tiba merasakan perutnya sangat nyeri, melilit dan seperti diremas.


" Awww sakit sekali.. " rintih Yaura sembari melangkah ke Kamar Mandi.


Setibanya di sana, Ia melihat cairan berwarna merah maroon di celana dalamnya.


" Ya Tuhan Aku bahkan lupa ,ini sudah tanggal Datang Bulan. entah kenapa,sejak koma Aku tidak bisa mengingat semuanya dengan baik." Yaura kembali melangkah keluar,dan menghubungi Bibi Pelayan melalui telefon untuk membawakan Pembalut ke Kamarnya.

__ADS_1


Tak berselang lama Bibi Pelayan membawakannya dan berpapasan dengan Ken di depan Kamar.


" Ada apa Bi? " tanya Ken.


" Nona menyuruh Saya untuk membawakan ini,Tuan. " tutur Bibi Pelayan sembari menunjukkan bungkusan berwarna pink.


Mencurigakan, Ken langsung mengambil alih bungkusan itu dan memeriksanya.


Tradaaaa sebuah pembalut terpampang nyata di depannya..


" APA INI? Tissu bukan? " tanya Ken dengan polosnya, Ia menyerit heran saat memegang benda empuk yang dirasa asing.


Mendengar Tuannya yang begitu polos,membuat Bibi Pelayan ingin tertawa,namun Ia tahan karena takut dianggap tidak sopan.


Hendak menjawab..


Ceklekkkkkk Yaura membuka pintu, Ia melihat Sang Suami dan Bibi Pelayan berada di depan Kamar.


Melihat Nona nya sudah keluar,dan Pembalut telah dipegang oleh Tuannya,membuat Bibi Pelayan menunduk hormat dan permisi.


" Kenapa Kau ada disini? " tanya Yaura, wajahnya masih merengut tidak jelas.


" Kenapa Kau ada disini? " Ken menirukan suara Istrinya.


" Tentu Aku ada disini, karena sejak tadi ada disini. " jawab Ken dengan keusilannya.


Menyadari tangan Ken membawa sesuatu, dan..


Deggg !!! Yaura membulatkan kedua matanya saat Pembalut yang Ia minta dibawa langsung oleh Sang Suami.


Brakkkkkkk Yaura pun mengambil alih pembalut itu.Jujur,Ia merasa malu saat Ken memegang pembalut. bagaimana tidak? pembalut adalah benda yang paling asing dipegang oleh Pria.


" Untuk apa Kau meminta pelayan untuk membawakan Tissu aneh? " Ken menutupi pintu kamar mengikuti Istrinya yang lebih dulu masuk.


Deggg !!!! Yaura tersenyum geli saat Ken menyebut Pembalut dengan Tissue. dirasa masih kesal karena tidak diberi tiket,membuat Yaura tetap enggan menyauti perkataan Suaminga. Ia memilih langsung ke Kamar mandi untuk berganti celana.


Di cueki,


" Setannya sedang kumpul. jadi, juteknya mulai. " Ken tersenyum manis sembari meraih Laptop yang ada di Nakas.


Beberapa menit kemudian, Yaura keluar dan lewat di hadapan Suaminya.


" Kemarilah.. " Ken yang merasa gemas langsung menarik Sang Istri lalu menghimpitnya di soffa.


" Kau kenapa,Sayang?" sambung Ken, sembari mendekatkan tubuhnya.


" Tidak apa-apa.. " Yaura mencoba melepaskan diri dari Suaminya.


Ken tersenyum penuh kemenangan,


" Kau kesal karena tidak diajak ke Maldevis? " tanya Ken dengan penuh ledekan.


Yaura tetap tidak menjawab, wajahnya pun merengut kesal.


" Kenapa?.. " tanya Ken dengan sensual,tangannya mulai nakal dengan meraba Gunung Kembar Sang Istri.


" Kau pembohong! katanya nanti malam membelikanku ponsel,nyatanya sampai sekarang tidak ! Dan tadi, Kau tidak memberiku tiket, sedangkan Kau bebas jalan-jalan diluar sana. " Protes Yaura,tangannya menghalangi Ken yang mulai meremas Gunung Kembarnya.


Lmaooooooo Ken tertawa


" Iyah,Aku lupa Sayang.. Maafkan Aku yah, nanti Aku suruh Albert untuk membawakanmu ponsel ke G&D." ucap Ken seraya mengelus pipi Yaura yang tampak menggelembung.


Tiba-tiba tangan kiri Ken mengeluarkan sesuatu dari saku celana pendek yang Ia pakai.


" Mana mungkin Aku berbulan madu tanpa Istriku. " bisik Ken dengan menggoda sembari mengulurkan benda itu kepada Istrinya.


Yaura pun kini melihat sebuah tiket Maldevis atas nama Dirinya disana. Ia pun langsung membuka tiket itu dan membacanya.


" Dikelilingi lautan.. sepertinya sangat menyeramkan. "bukannya memuji keindahan Maldevis,Yaura malah melontarkan pernyataan konyol yang membuat Ken mendengus kasar.


" Aku baru tahu ada seseorang yang menganggap Maldevis itu menyeramkan.sungguh konyol ! " ketus Ken.


" Lihatlah.. Kau akan tidur di tengah-tangah laut, bukankah itu menyeramkan? bagaimana jika ada Ikan Paus,Piranha, dan semacamnya? " pertanyaan Yaura semakin membuat Ken kesal.


" Harusnya Kau senang,karena akan tinggal bersama kawan-kawanmu disana. Piranha,Paus..mereka pasti sangat merindukanmu.. ".


Hendak menyauti perkataan Suaminya,mata Yaura tiba-tiba hampir meloncat keluar saat melihat waktu bulan madu yang tertera pada tiket.


8 BULAN


" 8 BULAN? " Yaura syok dan begitu terkejut.


Degg !!! mendengar ' 8 Bulan' membuat Ken tersenyum dan kembali mendekatkan tubuhnya.


" Iyah,Sayang. Kita berdua akan berbulan madu selama 8 Bulan, dan... Aku sudah menyewa Pulau Pribadi yang hanya ditempati oleh Kita. " Ken tersenyum nakal.


" Ini terlalu lama,Ken. bukankah Bulan madu itu hanya 2-3 hari? " tanya Yaura sembari menatap Ken dengan penuh kebingungan.


" Aku tidak puas jika hanya 2-3 hari. lagipula semenjak menikah, Kita tidak pernah menghabiskan waktu berdua dan memikirkan bulan madu. Jadi, Aku merealisasikan semuanya sekarang.. " jawab Ken, suaranya berubah menjadi sexy dan menggoda.


" Kenapa tidak sekalian saja menetap disana?." sindir Yaura.


" Kau menginginkannya? baiklah,Aku akan membeli Pulau Pribadi Maldevis dan menetap disana.. Pasti itu sangat menyenangkan jika sepanjang hari menghabiskan waktu berdua denganmu.. " Nafas Ken mulai memburu saat jemarinya mengusap bibir lembut nan kenyal milik Istrinya.


" Selama ini,Aku tidak pernah menyentuhmu sampai Kau bangun dari koma. Jadi.. Kau harus membayar SEMUA HUTANG MU SELAMA 10 BULAN INI.. " sambung Ken, wajahnya semakin mendekat hingga membuat Yaura berdesir.


" Hutang? hutang apa? be-be-berapa Milyar? " tanya Yaura terbatah, saat tangan Ken kembali meremas ASET nya.


" Sekalipun Kaya Raya, Kau tidak akan mampu menebusnya dengan uang. Hutangmu adalah MELAYANIKU, DAN KAU HARUS MEMBAYARNYA SAMPAI LUNAS. " jawab Ken dengan begitu menggoda,tangannya melucuti kancing kameja Istrinya.


Degg !!! Yaura membelakkan kedua mata,saat hutang yang dimaksud Sang Suami adalah hutang kewajibannya.


" Mati Aku !!! Mati !!!mati !!! 2 Hari ini melayani Ken saja membuatku begitu kelelahan.. apalagi berbulan-berbulan? Ya Tuhan, hancur lebur semua tubuhku, dan semuanya pasti akan dipenuhi Kissmark." rintih Yaura dalam hati, Ia sadar bahwa nafsu dan gairah Suaminya itu begitu besar dan kuat Ranjang.


Lengah sedikit,


Cupppppppp Ken menyerang bibir Sang Istri dengan penuh gairah, tangannya menerobos masuk meraih gundukan di dalamnya.


Yaura ciuman Sang Suami yang begitu memabukkan. Mereka terus berciuman dalam waktu lama.


Sadar bahwa dirinya sedang datang bulan,sedangkan tangan Ken mulai meraba ke Paha dan ingin ke Pangkalnya..dan..


Greppppppppppp


" Aku sedang datang bulan.. " lirih Yaura di telinga Suaminya.


Mendengarnya,membuat Ken membulatkan mata dan menghentikan aksinya.


" Jangan berbohong.. " lirih Ken dengan lembut.


" Sungguh.juga yang Kau sebut Tissue itu adalah Pembalut,karena memang Aku sedang datang bulan. " Yaura tersenyum.


Ken mengumpat dalam hati,biarpun semalam sudah melakukannya,tetapi tetap saja,jika di hadapkan dengan Istrinya, Ia akan terus bernafsu.


" Kenapa sekarang Datang Bulannya? harusnya nanti saja.. " Ken masih menindih tubuh Yaura dan menatapnya dengan nafsu.


" Kau kira datang bulan bisa diatur seenak jidat? tidak,Ken. Itu sudah sesuai siklusnya.. lagipula,semalam Kita baru saja melakukannya,apa Kau belum puas? " Yaura tersenyum sambil mengaitkan kembali kancing kameja yang sudah terlepas akibat ulah Suaminya.


" Aku tidak akan pernah puas untuk menikmatinya.. " jawab Ken dengan sensual.


Yaura membangunkan tubuh Sang Suami dan membereskan kamejanya.


" Bersiaplah, katanya Kita akan ke G&D ? Kameja dan Jasnya sudah Aku persiapkan.." ucap Yaura.


Ken diam sejenak dan memikirkan sesuatu yang janggal.lalu..


" Astaga... Kau datang bulan disaat ingin berbulan madu? itu sia-sia saja ! Ah menyebalkan ! " umpat Ken.


" Datang bulan itu hanya sebentar,tidak lama."


" Benarkah hanya sebentar? awas saja jika lama ! Aku akan menambah hukumannya nanti.juga, Hukumanmu itu sebenarnya 10 Bulan,tetapi Aku memberinya diskon 2 Bulan,jadi 8 Bulan.. Namun tetap saja,Kau berhutang karena datang bulan ! " gerutu Ken yang membuat Yaura semakin tersenyum.


" Sampai detail seperti itu, Kau sangat perhitungan." ucap Yaura.


" Harus. Baiklah, Aku mandi dulu.. pantau pasar sahamnya,Sayang.. " Ken mencoba sabar, dan melangkah ke Kamar Mandi.


" Aku baru sadar, Dia sangat lucu. " lirih Yaura, senyum manis tak pernah pudar dari bibir sexy nya.


Menunggu Sang Suami mandi, Yaura memantau pasar saham yang ada di Laptop Suaminya. Ia memantau G&D dan Louis sekaligus. entah bagaimana Yaura memperlajari,yang pasti Ia sangat lihai membaca dan menganalisa jual beli saham.


**************


Di lantai bawah, semua orang sudah rapi dan wangi. Jangan tanyakan bagaimana mereka bisa memakai baju baru dan serapi itu? tentu saja karena Rumah Yaura menyediakan wardrobe dengan merk ternama, hingga membuat orang yang menginap di dalamnya tidak usah khawatir tentang pakaian.


Alfin yang menunggu seseorang dibawah tangga, matanya menyoroti sekitar.


" Maaf lama.. " ucap seseorang itu yang ternyata Lisya.


Semenjak candaan tadi pagi, Alfin kembali merasa gugup karena Ia juga merasa tidak enak hati telah mencium Lisya Dua Kali sekaligus.


" Tidak masalah..Kita akan langsung ke kantor.. " ucapnya.


" Apa hari ini ada baku tembak? " tanya Lisya sembari melangkah.


" Ada. tetapi,Kau tidak perlu ikut. Tetaplah di kantor.. " tutur Alfin yang membuat Lisya membulatkan kedua matanya.


" Apa Aku tidak salah dengar? Alfin tidak menyuruhku turun ke medan? " tanya Lisya dalam hati.


" Siapa yang menjadi Penembak Jitunya? " Lisya kembali memastikan ucapan Alfin.


" Sudah Aku bilang,Kau tidak perlu ikut. Istirahatlah di Kantor.." ucap Alfin dengan lembut,lalu melangkah mendahului Lisya.


Bak disambar petir di pagi hari,


" Ya Tuhan,Dia benar-benar tidak menurunkanku hari ini. senangnya.. Aku bisa terbebas dari tekanan.. " sorak gembira Lisya dalam hati.


Di Garasi,


" Aku akan kesana sekarang, siapkan semua senjata dan beberapa Helicopter." David sedang mengobrol dengan anak buahnya melalui telefon.


Nona Lee menunduk kebawah, dan baru menyadari bahwa sneaker yang Ia pakai talinya terlepas. Hendak berjongkok..


Tiba-tiba David melirik ke arahnya, pandangannya terarah pada rok Nona Lee yang sangat pendek. Jika berjongkok tentu bagian belakangnya akan terlihat, sedangkan Alex dan Kevin berada tepat di belakang Nona Lee. Dengan sigap, David mematikan sambungan telefon.


" Jangan berjongkok.. " lirih David dengan lembut sembari memegang lengan Nona Lee.


Nona Lee pun mengurungkan niatnya dan tidak mengerti apa yang dimaksud David.dan..


Grepppppppp David berjongkok di hadapan Nona Lee, tangannya mulai meraih tali sneakers yang digunakan oleh Wanita yang berprofesi sebagai Dokter dan CEO tersebut.


" David ,Jangan.. " Nona Lee berusaha melarang David melakukannya.


" Tidak masalah.. " David begitu kekeh melakukannya. Ia terlihat sangat gentle dan manly,hingga membuat Nona Lee seketika luluh. Ternyata bukan hanya Ken yang menjaga kehormatan Wanita, David pun sama.


Dimana ada David, disitu pasti ada Anin. Ia yang berada di sebelah Nona Lee pun menatap David dengan tatapan dalam,hatinya begitu sesak setiap kali melihat David selalu perhatian dengan Nona Lee.


" Sepertinya David benar-benar mencintai Nona Lee.. " lirih Anin dalam hati, tak terasa , cairan bening menggenangi kedua matanya.


Plakkk Lolly menepuk pundak Anin, lalu menatap mata Kakaknya yang berair.


" Kau kenapa Kak? " tanya Lolly dengan serius.


" Aku tidak apa-apa. " jawab Anin sembari mengedipkan matanya dengan cepat.


Lolly mengalihkan pandangannya dimana posisi Sang Kakak memandang,


" David? Kau memandangi David? " tanya Lolly kembali, Ia masih belum mengerti apa yang dirasakan Kakaknya.


" Iyah, Kau pasti ingat adegan Drama Korea Favoritmu, Decandentse Of The Sun. Dimana Kapten Yoo Shi Jin mengikatkan tali sepatu Dokter Kang. Lihatlah, adegannya sangat mirip dengan David dan Nona Lee." Anin mencoba mencari alasan untuk mengelabui Adiknya.


" Oh iyah,Kak. Astaga.. Kapten Yoo dan Kapten David benar-benar sama " Lolly girang sembari mengamati David dan Nona Lee.


Selesai,


" Kau mau ke Rumah Sakit atau Ke Rumah? " tanya David, Ia menatap kedua bola mata Nona Lee dengan tatapan dalam.


" Terima kasih banyak,David. Aku tidak enak hati, Kau sampai berjongkok seperti itu.. " Lirih Nona Lee.


"Sudah Aku bilang,tidak masalah. mau kemana? " David mengulangi pertanyaannya.


" Ke Rumah.. " Nona Lee tersenyum.


Ada urusan lain, David dan Nona Lee pun pamit lalu masuk ke dalam mobil.


Tittttttt David mengklaksok sebagai ungkapan perpisahan. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" David dan Nona Lee sangat cocok." puji Kevin yang membuat telinga Anin tersentak.


" Benar,mereka sangat cocok. " saut Anin dalam hati.


*******


Ken dan Yaura kini sudah rapi, keduanya berbalut Jas Khas CEO Utama. Meskipun G&D adalah Milik Yaura,namun tak disangka Ken juga memegang kendali atas G&D karena saat Yaura Koma dan dananya sulit cair, dirinya lah yang menjadi penyuntik dana untuk pembangunan G&D. Juga Louis,yang sudah di akuisisi oleh G&D menjadikan kedudukannya tidak bisa disepelekan.


Melihat Sang Istri sibuk memainkan saham, Ken iseng dan...


Mmmmmuuuaachhhh mmmmuuuaachhh Ken menciumi pipi squishy Istrinya tanpa henti.


" Pipimu sangat lembut dan parfume mu... Aaarrghhhhh sangat wangi.. " Ken mencium tengkuk Yaura,lalu menghirupnya dengan dalam.


" Kau sudah siap? cepat sekali? " tanya Yaura sembari memegang tangan Suaminya.


" Tentu cepat. Aku bukan dirimu yang selalu lama.." jawab Ken sembari memainkan rambut beraroma shampoo Istrinya.


Yaura hanya bisa tersenyum melihat Ken yang seperti perangko,inginnya selalu nempel.


" Saham Louis merangkak naik dan G&D berada di Level A. Kau hebat,Ken.." puji Yaura.


Tak percaya dengan analisa Sang Istri karena Ia menyangka bahwa Yaura bukanlah ahli bisnis,Ken pun mengalihkan pandangannya ke layar Laptop dan..


AKURAT


" Bagaimana Kau bisa membaca dan mempelajarinya? " Ken terkagum dengan kecerdasan Istrinya.


" Aku belajar dari Ikan Paus,Piranha, Macan, Singa dan sebangsa mereka. " Yaura tersenyum getir.


Waktu mepet..


" Cium... " pinta Ken sembari memajukan bibirnya. Sikap manjanya mendadak kumat.


" Tidak. tadi sudah berciuman,sekarang,berciuman lagi.. " tolak Yaura.


" Cium ngga ! " Ken memaksa.


" Ngga."


" Baiklah,jika Kau tidak mau.. maka Aku yang.. " Ken tersenyum dan..


Kisssssinggggg Ia mel*mat bibir Yaura dengan begitu passionate dan penuh kelembutan.


" Manisnya. " puji sembari mengh*sap dalam-dalam bibir bawah Istrinya, setelahnya Ia pun mengakhiri ciuman.


" Kau ini menyebalkan.. " Yaura mencebikkan bibirnya dengan sangat imut.


" Kenapa memangnya? " tanya Ken tanpa rasa bersalah.


" Aku baru saja pakai Lipbalm, dan sekarang.. Kau menghapusnya lagi.. "omel Yaura, mungkin efek Datang Bulan jadi suka ngomel dan protes.


" Apa susahnya pakai lagi ? lagipula, bibirmu sudah sangat Pink,Sayang.. tidak perlu memakai Lipstick.. "jawab Ken dengan polosnya.


" Aku bilang Lipbalm bukan Lipstick ! " ketus Yaura yang membuat Ken semakin tertawa.


" Terserah Kau saja.Aku tidak mengerti tentang kosmetik Wanita. Baiklah,Aku tunggu dibawah.. " Ken membuka pintu dan melangkah keluar.


Yaura kembali bercermin dan memakai Lipbalm andalannya.


Garasi


Tidak ada orang, hanya ada Ken dan beberapa pengawal.


" Ikut Aku ke G&D, jaga basement dan area Direktur Utama " titah Ken.


" Baik,Tuan. " jawab Pengawal Setia Ken.


Tak berselang lama ,Yaura datang.


" Silahkan masuk,Sayang. " Ken membukakan pintu mobil untuk Istrinya.


" Terima Kasih. " jawab Yaura.


Ken mengambil posisi kemudi lalu menyalakan mesin mobil.


" Kau tidak membawa berkas Jet Tempur ? " tanya Ken sembari melajukan mobilnya.


" Aku membawanya. "


************


G&D INTERNATIONAL GROUP


Sadar bahwa Orang Pertama G&D yang akan datang,semua pegawai Hotel berjejer di depn Gedung siap menyambut kedatangan mereka.


Ken memakirkan mobil sportnya di Pintu Utama. Sigap, Pegawai membukakan pintu untuk Pemilik G&D yaitu Yaura Gita Devmalik. Sementara Ken nampak lebih dulu keluar dari Mobil.


Yaura menuruni mobil dengan begitu Elegant,Berkelas dan Arrogant.


" Selamat Datang, Tuan Ken dan Nona Yaura " sapa semua pegawai sembari membungkukkan badannya.


Yaura melemparkan senyum tipis sebagai jawaban, setelahnya Ia langsung melangkah masuk bersama Suaminya.


Kedatangan Yaura membuat penghuni heboh,karena pada akhirnya mereka bisa leluasa bertatapan dengan Pemilik G&D secara langsung. Kecantikan Yaura membuat semuanya terpana, dan ketampanan Ken yang membuat semua gadis akan memujanya.


Ruang Rapat


Tak membuang waktu, Ken masuk lebih dulu ke Ruang Rapat, Ia menduduki Kursi Pemegang Saham. dan..


Triningggggg Yaura yang dikawal oleh Pengawal Suaminya nampak memasuki Ruangan Rapat. Langkah kaki, cara berjalan, dan tatapan matanya begitu berkelas dan elegant. Jiwa CEO dan Aura Pembisnis terpancar didalam dirinya.


Melihat Nona nya masuk, Semua Pemegang Saham pun berdiri lalu menundukkan kepalanya, terkecuali Ken yang duduk manis. karena sejak awal, Yaura sudah melarang Sang Suami agar tidak menundukkan kepala dihadapannya.


" Selamat Pagi,Nona." sapa Para Pemegang Saham.


" Pagi juga. " Yaura menundukkan kepalanya sedikit seraya mendudukkan dirinya di kursi Direktur Utama.


Singkat waktu, Yaura memberikan informasi penting terkait G&D dan rencanya kedepannya, termasuk Jet Tempur. Ia menjelaskan dengan detail di Proyektor, hingga membuat Para Pemegang Saham dan Ken terkagum dibuatnya.


" Dia adalah Agent NIS. tetapi kenapa bisa secerdas ini untuk Pembisnis Pemula? Penyampaian, detail rencana dan efek kedepan Dia menganalisa semuanya dengan baik. " puji Ken seraya mengamati penjelasan Istrinya.


Waktu habis,


" G&D akan Resmi beroperasi nanti besok, termasuk JET TEMPUR yang sudah berada di genggaman tanganku. Pemerintah dan Pihak Amerika resmi menjadi Partner Kami kedepannya. Dana 80% Akan cair pada pukul 16.00, jadi.. G&D RESMI MEMILIKI PABRIK JET BERTARAF INTERNATIONAL, dan akan bersaing secara sehat dengan Kompetitor. Untuk Kalian yang berminat bergabung, Aku tekankan... " jelas Yaura, tatapannya tiba-tiba menajam.


" JANGAN PERNAH BERHIANAT DENGAN G&D, SEKALI KAU BERHIANAT, AKU AKAN MENDEPAK KALIAN DARI JAJARAN RESMI DAN MENARIK KEMBALI SEMUA DANA YANG MASUK KE REKENING KALIAN. INGAT BAIK-BAIK." Ancam Yaura yang membuat Ken tersenyum.


" Yes,Baby. Kau cerdas dan tegas. " Ken menarik sudut bibirnya.


" Baik,Nona. Kami menerima semua aturan G&D " jawab Juru Bicara Rapat.


" Baiklah, Rapat selesai. Terima kasih dan Selamat Bergabung.." Yaura membungkukkan badannya.

__ADS_1


Saat Para Pemegang Saham sudah keluar, Ken mendekati Istrinya.


" Cerdasnya Istriku, cium dulu. " apa-apa minta dicium mulu nih laki ๐Ÿ˜‚ bininya yang cerdas,Ken yang minta cium.


" Manja. " Yaura tersenyum sembari melingkarkan tangan ke Leher Suaminya.


" Ayo Sayang,Cium." pinta Ken kembali sembari melingkarkan tangannya ke pinggang Sang Istri.


Mmmmmmuuuuuuaaachhhh Yaura mengecup sekilas bibir Suaminya.


Meskipun sekilas,Ken sangat bahagia mendapatkannya.


" Aku lapar.. " lirih Yaura.


" Sebaiknya Kita pergi ke Ruanganmu, Aku akan meminta Pegawai untuk membawakan makanan. " ajak Ken.


Ruangan Direktur Utama


Yaura masuk lebih dulu, dan menyoroti ruangan kerjanya.


" Tunggu disini,jangan kemana-kemana ! Aku akan menemui Pegawai Dapur." perintah Ken.


" Kenapa tidak menyuruh Pegawai saja? " tanya Yaura.


" Aku takut mereka membuat makanan yang tidak baik untukmu.. " jawab Ken ,yang sebenarnya Ia sangat takut seseorang memasukkan racun kedalamnya.


Yaura tersenyum sebagai jawaban.


Trininggggg Pintu tertutup otomatis saat Ken meletakkan tangannya di sensor.


Tiba-tiba


Ken merasakan Jas nya tertarik oleh seseorang,dan..


" Paman Tampan.. Paman Tampan.. " sapa Anak Kecil, suaranya begitu imut.


Degg !!!! Ken membulatkan kedua matanya, Ia sangat ingat panggilan itu.


" Anak kecil yang ada di sel?? Gi... Gita? " tanya Ken dalam hati, Ia menyangka hanya halusi semata.


" Paman Tampan.. Paman Tampan.. Lihat Aku.. " suara Anak Kecil itu semakin terdengar jelas, tarikan Jasnya pun semakin kencang.


Sadar bukan halusinasi, Ken berbalik badan dan menundukkan pandangannya ke bawah.


Deggg !!! Mata Ken seketika memerah, Ia benar-benar melihat sosok Anak Kecil yang menjadi saksi terbakarnya Yaura waktu itu.


" Gita .. " Ken berjongkok dan..


Greppppp Ken langsung memeluk Gita dengan erat.


" Kau baik-baik saja Sayang? " tanya Ken sembari menciumi Pipi Gita yang semakin tembem dan menggemaskan.


" Gita baik-baik saja. Paman Tampan,bagaimana kabarnya ? Gita sangat merindukan Paman Tampan dan Bibi Cantik.. " tanya Gita dengan suara mendayu-dayu,senyumnya begitu manis.tangannya memainkan Pipi Ken yang begitu lembut, bak seorang Anak yang merindukan Ayahnya.


" Syukurlah Kau baik-baik saja,Sayang. Paman juga baik, dan..Bibi Cantik, Bibi Cantik juga sangat merindukanmu.. " Ken tiba-tiba merasakan tenggorokannya tercekat. Ia menatap Gita dengan tatapan sendu dan dalam, mengetahui bagaimana Tragedi yang dialami Istrinya,kini terjadi dengan Anak menggemaskan yang berada di hadapannya.


" Paman Tampan.. Dimana Bibi Cantiknya? " tanya Gita dengan semangat, rasanya Ia sangat tidak sabar menemui Bibi Cantiknya.


Greppppppp Ken menggendong Gita,


" Bibi Cantik ada di dalam,Sayang. Bibi juga pasti sangat merindukanku.. Ayo Kita masuk" Ken menggendong Gita,bak seorang Ayah yang menggendong Anaknya.


Triningggg pintu terbuka.


Melihat Bibi Cantik dari belakang.


" Bibi Cantik...Bibi Cantik.. " sapa Gita dengan suara melengking.


Degg !!! Yaura yang sedang mengamati lemari dokument langsung tersentak saat mendengar panggilan itu. Ingatannya berpacu pada Tragedi Penjara, saat Anak Kecilnya memanggilnya 'Bibi Cantik ' .


" Tidak.. tidak.. Aku tidak boleh berhalusinasi.. " Yaura memegangi kepalanya.


" Bibi Cantik.. Gita merindukanmu.. " teriakan Gita semakin melengking.


" Tidak !!!!! Tidakk !!! tidak !!!! " Yaura memegangi kepalanya, Ia menyangka kepalanya kembali bermasalah.


dan.


" Sayang,lihatlah ke belakang.. " Ken buka suara.


Mendengar suara Suaminya membuat Yaura sadar bahwa itu bukan halusinasi. Ia pun berbalik badan,dan..


Degg !!!! Yaura berkaca saat melihat wajah Anak Kecil yang begitu menggemaskan dengan senyum manis yang menghiasi Pipi Chubbynya berada di ambang Pintu.


" Haiii Bibi Cantik !!! " Gita yang masih digendong Ken melambaikan tangannya.


Yaura masih mematung, Air mata menetes, tubuhnya melemas.


Ken menurunkan Gita dari gendongannya.


" GITAAA !!!!! " Yaura berlari ke arah Gita, air mata jatuh ke bawah.


" BIBI CANTIK !!! " Gita pun berlari mengejar Bibi Cantiknya.


Greppppppppppp Yaura berjongkok dan memeluk erat Gita didalam dekapannya.


" Kau baik-baik saja,Sayang ? hikksssssss " Yaura menangis, Ia sangat ingat bahwa Gita hampir tiada karenanya.


Walaupun Anak Kecil,mungkin Ia bisa merasakan bagaimana sakit Bibi Cantik dan Dirinya 8 Bulan Lalu.


" Hikssssssssss " senyum Gita berubah menjadi tangisan saat berada di pelukan Yaura.


" Kau tidak kenapa-kenapa kan,Sayang? Maafkan Bibi..Maaf hikssss " Yaura menangis saat mengingat Ibu Gita telah tiada dihadapan Gita sendiri, itu persis dengan apa yang dirinya alami.


" Hiksssss " Gita semakin membenamkan dirinya di pelukan Yaura, tangisannya semakin pecah memenuhi isi Ruangan.


Melihat pemandangan ini,membuat Ken mematung, matanya ikut berkaca.


" Yaura? Dia memang sangat lembut dan rapuh. " lirih Ken dalam hati, Ia melihat sisi KEIBUAN DARI SEORANG YAURA, YANG SELAMA INI DIKENAL SEBAGAI PSIKOPAT DAN TIDAK BERPERASAAN, namun itu semuanya TERPATAHKAN, saat melihat sikap Yaura terhadap Anak Kecil. Ia juga ingat, saat Sang Istri bersujud di kaki Edward hanya untuk menyelamatkan Gita dari sel penjara.


Ken melangkah mendekat, dan Greppp Ken kembali mengambil Gita kedalam gendongannya.


" Sayang,kenapa Kau menangis? apa Bibi Cantik menggigitmu? " Ken menyeka pipi chubby Gita lalu melirik ke arah Yaura yang masih bersimpuh.


" Ti-ti-tidak Paman " jawab Gita dengan terbatah,ingusnya kemana-mana.


" Bangunlah, Sayang. Kau membuat Gita menangis. " lawak Ken sembari mengulurkan tangan kirinya.


Yaura pun bangun dan langsung menyeka air matanya sebelum Ken memahami bahwa Ia sebenarnya masih belum bisa melupakan tragedi itu.


" Sayang, kenapa Kau ikut menangis? " Yaura mencoba tersenyum dan menghibur Gita yang berada di dekapan Suaminya.


" Sayang.. marahi Bibi Cantik karena membuatmu menangis.. Ayo marahi Bibi Cantik,Sayang " Ken terus mengalihkan perhatian Istrinya agar tidak sedih.


Melihat Yaura tersenyum,membuat Gita menghentikan tangisannya.


" Paman.. Bibi Cantik membuatku menangis.. " Gita mengadu kepada Paman Tampannya hingga membuat Yaura tertawa bercampur air mata yang terkadang menetes.


" Iyah,Sayang. Maafin Bibi,yah.. " Yaura menciumi pipi chubby Gita tanpa henti hingga membuat Ken tersenyum.


" Mungkin jika Kita memiliki Anak Kelak, seperti inilah Sikapmu, sangat hangat dan penyayang. " lirih Ken dalam hati.


" Suruh Bibi Cantik untuk mencium Paman,baru Gita mau memaafkannya. " Ken mencoba memanfaatkan Gita untuk mendapatkan keuntungan.


Mendengarnya membuat Yaura mendelik.


" Jangan memanfaatkan Anak kecil untuk hal itu." ancam Yaura.


" Ayo,Sayang. " pinta Ken sembari menghibur Gita.


" Mmmmm baiklah, Gita akan memaafkan Bibi Cantik, tetapi.. Cium Paman Dulu, hihihihi " Gita mulai tertawa dengan ingus yang masih naik turun.


" Gita, Paman ini selalu mencari keuntungan. Jangan mendengarkannya. " ucap Yaura, tangannya meraih Dasi Sang Suami lalu menggunakannya sebagai Lap untuk ingus Gita.


Srottttttt Gita mengeluarkan semua ingusnya di Dasi Mahal dengan Merk Ternama Christian Dior tersebut.


Ingin mengumpat, namun Ia sadar bahwa itu kelakuan Istrinya sendiri.


" Ayo Gita ,keluarkan semua Ingusmu.. " Ken tersenyum kecut.


Yaura yang faham bahwa Suaminya kesal pun tersenyum.


" Hihihihi Paman, Paman saja yang mencium Bibi Cantik. Ayo Paman.. " celetuk Gita tiba-tiba.


Tidak akan menolak.


Ken mendekatkan wajahnya dan Cupppppp Ia mengecup kening Yaura dengan begitu tulus dan menyentuh.


Tiba-tiba seseorang nampak memencet Bell.


Trininggggg


" Siapa ? " tanya Yaura pada Suaminya.


" Aku akan melihatnya. " jawab Ken dan melangkah ke pintu.


Trininggggg pintu terbuka, nampak sepasang Suami Istri yang tadi menghadiri Rapat Pemegang Saham berada di hadapannya.


" Sebelumnya Kami mohon Maaf, Tuan Ken dan Non Yaura telah direpotkan oleh Anak Kami. " ucap Pria bertubuh tegap itu sembari menundukkan kepalanya.


Deggg !!! Yaura dan Ken sama-sama membelakkan matanya.


" Anak? " tanya Ken.


" DADDY..MOMMYY.. " panggil Gita.


Mendengar panggilan Mommy dan Daddy membuat Yaura dan Ken saling menatap.


" Gita adalah Anak Kami,Tuan dan Nona. Saat menghadiri Rapat, Baby Sitter Saya kecolongan saat menjaga Gita, dan entah bagaimana Gita bisa sampai ke sini. " ucap Wanita berpenampilan Glamour tersebut.


" Mommy.. Daddy.. Gita tidak sengaja melihat Paman Tampan dan Bibi Cantik berjalan disini.. jadi,Gita mengikutinya Mommy.. " tutur Gita yang seperti orang dewasa hingga membuat Yaura dan Ken gemas.


" Ohhhh jadi Nona Yaura lah yang selalu Kau sebut Bibi Cantik,Sayang? dan Tuan Ken adalah Paman Tampan.. Astaga.. Kau masih kecil tetapi sudah tahu mana yang tampan dan cantik. " Daddy Gita terkekeh melihat tingkah Anaknya.


" Nona Yaura dan Tuan Ken, sebenarnya Gita selalu merengek dan menangis minta bertemu dengan Bibi Cantik dan Paman Tampan nya, jujur Kami tidak tahu Bibi dan Paman mana yang Gita maksud. karena Saat ditanya Siapa nama Bibi Cantik dan Paman Tampannya, Gita malah menjawab tidak Ingat. " jelas Mommy Gita diiringi tawa karena anaknya yang melupakan nama Yaura dan Ken.


Lmaoooo semuanya tertawa termasuk Gita yang cekikikan.


" Jadi Kau sampai sekarang tidak tahu nama Paman dan Bibi Cantik? " Ken mengintrogasi Gita.


" Gita lupa,Paman. hihihi " Gita bersembunyi di pelukan Ken.


" Sayang, ingat baik-baik yah. Paman yang menurut Gita tampan ini,namanya adalah PAMAN KEN, KENDRICK RAFANDRA BACHTIAR. dan Bibi, nama Bibi adalah YAURA, YAURA GITA DEVMALIK. " jelas Yaura sembali memegang Pipi Gita.


" Coba ulang,Sayang." ucap Mommy Gita.


Gita menatap Ken dan Yaura secara bergantian dengan senyuman yang merekah.


" PAMAN TAMPAN NAMANYA ADALAH PAMAN KEN, KENDRICK RAF...mmmmm apa yah.. dan BIBI CANTIK NAMANYA ADALAH BIBI YAURA, YAURA GITAAAAAAAAAAAAA DAFIANA KALEBIC .. " celetoh Gita yang ngasal nyaut dan mengingat seadanya.


Lmaooooo semua orang kembali tertawa.


" Gita ! Kenapa nama Bibi Yaura diganti menjadi namamu ? masa YAURA GITA DAFIANA KALEBIC ? Nama Bibi Cantik adalah NONA YAURA GITA DEVMALIK,Sayang " Mommy Gita membenarkan.


Ken tertawa,


" Sayang, marga MALIK diganti menjadi KALEBIC oleh Gita. " ucap Ken sembari menatap Istrinya.


" Kau ada-ada saja,Gita. tapi... KALEBIC juga merupakan Marga Kakekku yang di Dubai. " Yaura mencium Pipi Gita.


" Haiii GITA DAFIANA KALEBIC? " sapa Yaura.


" Haiii Bibi Cantik, Yaura Gita Devmalik. " saut Gita sembari menguyel-uyel pipi Yaura.


" Nahhhhh ini baru benar,Sayang." ucap Ken.


Sadar ada pekerjaan lain, Daddy Gita pun meminta izin Ken untuk mengambil Gita kembali.


" Maaf yah,Tuan dan Nona.. sekali lagi maafkan Kami .. " ucap Daddy dan Mommy Gita.


" Daddy, Mommy.. nanti main kesini lagi,yah.. " pinta Gita yang sudah berada di gendongan Daddynya.


" Tentu,Sayang. " jawab Mommynya.


" Cium dulu... " pinta Gita sembari mendekatkan wajah mungilnya ke arah Ken dan Yaura.


" Bibi Cantik, Paman Tampan.. cium dulu " sambung Gita sembari memajukan bibirnya.


Serempak,


" AYO SAYANG " ucap Ken dan Yaura barengan.


" Mmmmuuuaaachhh mmuuuuaachh mmuuuaachhh " bibir mungil Gita menhujani banyak ciuman ke pipi Ken dan Yaura.


" Ah, menggemaskan " Yaura tersenyum bahagia mendapat ciuman dari Gita.


Hendak melangkah meninggalkan,tiba-tiba..


" BIBI CANTIK...APA BIBI CANTIK TAHU DIMANA IBUKU? AKU SANGAT MERINDUKAN IBU.. " pertanyaan menohok itu tiba-tiba Lolos dari mulut mungil Gita.


Deggg !!! Yaura dan Ken kembali tersentak. Lebih dari tersentak, Yaura kembali berkaca dan menyesakkan dada. Ia menoleh ke arah Suaminya.


" Katakan dengan Jujur.. " ucap Ken seraya memegang tangan Istrinya.


Tukkk tukkk tukk Yaura melangkah mendekati Gita.


" Gita sangat merindukan Ibu? " tanya Yaura sembari menahan air matanya.


" Iyah,Bibi Cantik. " lirih Gita, tatapan mata anak kecil sangat sendu dan dalam.


Yaura diam sejenak, Ia seperti berkaca pada cermin saat melihat tatapan Gita yang tersimpan kesedihan.


" Gita percaya Tuhan? " tanya Yaura.


" Percaya. Aku pernah melihat Bibi pergi ke Gereja saat Di Rumah Sel. " jawab Gita dengan Polosnya.


" Tuhan sangat menyayangi Ibu,lebih dari Gita. Tuhan sangat baik kepada Ibu. Gita pernah bilang bukan ? bahwa Ibu tidak pernah makan enak saat di Sel. Sekarang.. " Yaura menghentikan perkataannya, tenggorokannya tercekat.


" IBU GITA SUDAH BERADA DI SURGANYA TUHAN, DAN DISANA IBU GITA SANGAT BAHAGIA DAN BISA MAKAN ENAK. " Yaura meneteskan air mata,hingga membuat Mommy dan Daddy terenyuh.


Ken terkesiap saat mendengar penjelasan Yaura yang sangat bijak.


" Jika Gita bertanya apakah Gita bisa bertemu dengan Ibu lagi? jawabannya adalah TIDAK. karena Ibu Gita sudah bahagia di sisi Tuhan. Makadari itu, jika Gita merindukan Ibu, pergilah Ke Gereja.. karena Ibu Gita ada di sisi Tuhan.. Berdoa dan Mintalah kepada Tuhan untuk mempertemukan Gita dengan Ibu dalam mimpi.." tutur Yaura sembari mengecup kening anak kecil itu.


Gita diam sejenak.


" Jadi, IBU SUDAH BAHAGIA YAH BIBI? IBU SUDAH BISA MAKAN ENAK? WAHH... JIKA SEPERTI ITU,GITA JUGA BAHAGIA.. hihihihihi Iyah Bibi, Gita akan pergi ke Gereja jika merindukan Ibu,begitu kan? " celoteh Gita dengan polosnya,senyum manis tak pernah lupa Ia lukiskan.


" Iyah,Sayang. Kau sangat pintar.. " puji Yaura sembari menyeka air matanya.


Mendengar bahwa Nona Yaura mengetahui soal Ibu Kandung Gita membuat Daddy dan Mommy kebingungan.karena selam ini, mereka bahkan tidak tahu siapa Ibu Kandung Gita.


" Kami menemukan Gita di jalan Raya dekat Camp.Militer Districk 3207, dan sampai sekarang Kami tidak tahu asal usul Gita.. apa Nona bisa membantu Kami menemukan keluarganya ?" tanya Daddy.


Greppp Ken merengkuh Sang Istri,


" Satu hal yang Kami tahu adalah.. GITA TIDAK PUNYA SIAPA-SIAPA, DIA HANYA MEMILIKI SEORANG IBU.. DAN SEKARANG, IBU NYA MENINGGAL 8 BULAN YANG LALU, TENTANG ALASAN MENINGGALNYA IBU GITA, KAMI TIDAK BISA MEMBERITAHU KEPADA KALIAN. MOHON PENGERTIANNYA.. "


" GITA.. DIA ANAK YANG SANGAT MENGGEMASKAN DAN MANIS.. LUPAKAN BAHWA KALIAN MENEMUKAN GITA DI JALAN,ANGGAP GITA SEBAGAI ANAK KANDUNG KALIAN.. GITA MASIH SANGAT KECIL, DIA TIDAK PANTAS MENERIMA KENANGAN BURUK YANG IA ALAMI 8 BULAN LALU.. BUAT DIA LUPA AKAN ASAL- USULNYA.. " tutur Ken dengan bijak.


Degg !!! Daddy dan Mommy meneteskan air mata.


" Baiklah Tuan,Ken. Kami tidak akan menanyakan ini lagi, dan juga.. simpan Rahasia ini, KAMI AKAN MEMBUAT GITA SECARA RESMI SEBAGAI ANAK KANDUNG KAMI.. " tutur Daddy.


Setelah berbincang,mereka pun pamit, diakhiri dengan Gita yang melambaikan tangannya tanpa henti.


Greppp Ken memeluk Yaura dengan erat.


" Tenanglah.. jangan khawatir.. Gita masih sangat kecil.. Dia tidak akan mengingat kejadian Tragis 8 Bulan yang lalu.. Tenanglah,Sayang.. " Ken mengelus kepala Istrinya dengan penuh kasih sayang.


Yaura memeluk Ken dengan erat,


" Aku sudah tenang sejak tadi.. " jawab Yaura sambil menahan air matanya.


Beberapa menit berpelukan,


" Aku sangat lapar,Ken.. mana makanannya coba ? " Yaura melepaskan pelukan dan memprotes Suaminya.


" Kita ke Restaurant saja,sekalian jalan-jalan.." ajak Ken sembari melukiskan senyum manisnya.


Pandangan Yaura tiba-tiba terarah pada dasi yang penuh dengan ingus Gita๐Ÿ˜‚


" Kau tidak marah? " tanya Yaura sembari melepaskan dasi yang melingkar di Leher Suaminya.


" Ingin marah juga percuma, yang ada Aku dimarahin balik oleh mu. " Ken meraih Pinggang Sang Istri dan menempelkan tubuhnya. tangan Ken hendak menyelusup ke dalaman sana,


" Jangan macam-macam, Aku sedang Datang Bulan."


" Belum selesai juga? katanya sebentar? " protes Ken dengan polosnya.


" Baru saja beberapa jam selesai,tentu tidak. Aku biasanya 6-7 Hari. " tutur Yaura sembari melepaskan tubuhnya.


" AH !!!!!! LAMA SEKALI !!!!!! " rengek Ken bak anak kecil yang minta beli balon.


" BARU MANTAP MANTAP DUA HARI, SUDAH DATANG BULAN . SUNGGUH TIDAK ADIL ! TIDAK TAHU APA? AKU SUDAH MENUNGGUNYA BERBULAN-BULAN !! " Ken mengomel hingga membuat Yaura tertawa.


******************


Butuh Saran dan Kritik


Jangan Lupa Vote dan Likenya.


Maaf Up nya lama๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญAku masih umur 20 Tahun ,ngga kuat terlalu maksain up,ditambah kerjaan realife mainnya tenaga.


Spoiler


Yaura mendatangi Penjara.


" Kenapa Kalian begitu ketakutan saat melihatku? " Yaura menatap tajam ke Para Iblis yang sedang gemetar.


" Tenanglah, Aku hanya meminta tanda tangan Kalian. "


Pengawal setia Ken mengeluarkan beberapa berkas penting milik Para Iblis.


Degg !!!! Para Iblis membulatkan kedua matanya.


" Kau mau apa Yaura !! Aku mohon jangan lakukan itu ! " teriak Bianca sembari menangis.


Tukkk tukkk tukk Yaura masuk kedalam sel.


" Semua orang suka Uang, dan Aku juga suka Uang. Mmmmmm selama 10 Tahun Aku membayar Tim Goddess Of Death, membeli senjata, bom, racun ,komsumsi, membeli markas dan lainnya. Selain kehilangan Keluargaku, Aku juga kehilangan sebagian hartaku karena kalian,itu artinya AKU RUGI BESAR." Yaura tersenyum sinis.


Para Iblis berkaca dan memucat.


" Dan sekarang.. AKU AKAN MERAMPAS SEMUA ASET,UANG, REAL ESTATE, PERUSAHAAN DAN SEMUA YANG KALIAN PUNYA SEBAGAI KOMPENSASI KERUGIAN YANG DIALAMI OLEH KU. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN SEPESAR UANG PUN TETAP TINGGAL DI TUBUH KALIAN,SEMUANYA AKAN AKU MUSNAHKAN ! TERMASUK NAMA KALIAN YANG AKAN MASUKKAN DALAM DAFTAR HITAM ! "


" SEKALIPUN AKU MEMBEBASKAN KALIAN, KALIAN TIDAK AKAN BISA MENCARI KERJA DI MANAPUN, KARENA AKU SUDAH MENYURUH SEMUA PERUSAHAAN MEMBLACKLIST NAMA KALIAN ! CEPAT TANDA TANGANI SURAT KUASA INI ! JANGAN MEMBANTAH ! SEBELUM AKU MENYURUH PENGAWAL UNTUK MERACUN TUBUH KALIAN ! " ancam Yaura yang membuat Pak Diyo,Bianca dan Edward meneteskan air mata.


" Yaura !!! Aku mohon maafkan Aku Yaura !!! jangan lakukan itu Yaura !!! hiksssss " Bianca menangis memohon sembari bersujud di kaki Wanita yang pernah Ia caci maki.

__ADS_1


" Aku akan memaafkanmu jika Kau mau bekerja sebagai OFFICE GIRL di Perusahaanku. " ucap Yaura yang begitu menghina martabat Bianca.


__ADS_2