
Pagi Hari
Sempat membantu Ken menyelesaikan file malamnya , namun itu tak membuat Yaura bangun kesiangan, justru bangun lebih awal .
Ia ke Dapur untuk mempersiapkan sarapan dibantu oleh Bibi Ratih.
20 menit kemudian
Kamar
Ken ternyata sudah bangun dan bersiap , melihat Sarapan yang sudah siap di meja , Ia pun segera menyantapnya .
" Dimana Dia ? " lirih Ken seraya menyoroti ruangan karena dari tadi Ia belum melihat Istrinya .
tiba-tiba Yaura datang, dan membawa beberapa Berkas ditangannya .
" Kau darimana saja ? " tanya Ken seraya terus mengunyah makanan .
Tak menjawab, Ia justru menghampiri Suaminya
" Ken .. Nanti malam akan ada pertemuan Diplomatik, Aku ikut kedalamnya , jadi Aku meminta izin kepadamu untuk pulang lebih telat " jelas Yaura seraya menyodorkan Berkas .
" Bukankah itu sudah biasa Kau lakukan? " sinis Ken yang merasa Istrinya sering pulang telat , Ia pun membaca Berkas yang kini ada di tangannya .
" Sungguh aneh melakukan pertemuan di malam hari " Ken menarik sudut bibirnya .
Yaura segera mengambil alih berkas dari tangan Suaminya .
" Mereka dari Negara Timur, tidak perlu aneh akan hal itu " Ia kemudian mengambil Tas Slempang miliknya.
" Aku pergi dengan Pak Tio " ujar Yaura seraya melangkah keluar dengan terburu-buru .
" Kau tidak sarapan ? " tanya Ken namun dihiraukan oleh Istrinya .
" Apa matanya tidak bisa melihat? jelas-jelas Aku sudah bersiap dan berangkat bersama dengannya, Dia malah pergi dengan Pak Tio " sambung Ken yang merasa kesal . Ia pun segera beranjak dan mengambil Kunci Mobil .
" Aku harap semuanya berjalan lancar " gumam Yaura dalam hati , Ia menuruni anak tangga dengan terburu-buru .
dan ..
" Ahhhhhh ... " teriak Yaura, kakinya tergelincir .
Namun ..
" Berhati-hatilah .. " ucap seorang Pria yang mendekap tubuh Yaura dan menahannya agar tidak terjatuh.
Syok , Yaura sedikit bengong
Dan di atas sana , Ken memperhatikan mereka berdua yang sedang beradegan romantis bak Serial India.
" Vino.. " lirih Yaura yang masih berada di dekapan temannya, Vino .
" Kau sangat ceroboh Yaura " protes Vino yang tampak khawatir .
tiba-tiba
" Bisakah Kalian melakukan adegan yang lebih ? Ini sangat mengesankan , Ayolah lakukan yang lebih . " ujar Ken yang mengagetkan keduanya .
Yaura pun segera melapaskan diri dari Vino . mata Ken menatap Istrinya dengan tajam, rahangnya mulai mengeras .
" Istrimu hampir tergelincir tadi Ken , Dia sangat ceroboh " ucap Vino seraya tersenyum ke arah Ken .
" Iyah Dia sangat ceroboh . tetapi kecerobohanya membawa keberuntungan untukmu "
Melihat tatapan Ken yang begitu sinis ke arahnya, membuat Vino terheran .
" Apa maksudmu ? Aku tidak bermaksud seperti itu kepada Yaura, Ken " jelas Vino .
" Menolong seseorang bukanlah tindakan kejahatan, Kau tidak perlu berkata seperti itu kepada Vino " sambar Yaura yang merasa perkataan Suaminya begitu berlebihan .
" Terkadang menolong dijadikan sebagai tameng untuk maksud terselubung . Aku tunggu di mobil. " ucap Ken seraya melangkah , Ia berlalu begitu saja di hadapan Vino dan Yaura .
" Vin .. Aku sangat berterima kasih kepadamu , dan maaf jika perkataan Ken menyinggungmu "
" Tidak usah berlebihan begitu Yaura. Aku tahu Ken sejak dulu, tidak perlu khawatir " Vino tersenyum dan mulai melanjutkan langkah kakinya untuk menaiki anak tangga dan menuju Kamar Evelyn .
Yaura masih diam ditempat .
" Kenapa Ken selalu bereaksi seperti itu jika Aku dengan Vino " lirih Yaura seraya mengingat kejadian di Pesta , Ken membanting gelas di meja pada saat Vino menyapa dirinya .
Bagasi
Ken sudah berada di dalam mobil ,dan masih tampak sangat kesal .
" Sial ! Tidak bisakah mereka mengerti keadaan ? . Pagi-pagi sudah membuat mood hancur " Ia memukul stir mobil .
tak berselang lama , Yaura membuka pintu mobil dan segera duduk .
Belum saja memasang seatbelt , Ken menghidupkan mobil dan segera memacunya dengan kecepatan tinggi . Ini membuatnya hampir tersungkur ke depan ,
" Kau ini kenapa Ken ? " tanya Yaura seraya melihat ke arah Suaminya yang tampak begitu kesal .
" Cepat pasang seatbelt, tidak perlu banyak bertanya! " ketus Ken tanpa memandang ke arah Yaura .
__ADS_1
Memahami Ken nampak sangat marah dan kesal, Yaura memilih diam dan tak memperpanjang masalah , Ia pun segera memasang seatbelt .
Di sepanjang perjalanan , mereka hanya diam .
DEPARTEMENT PEMERINTAH
Ken menurunkan Istrinya , tanpa banyak berkata Ia segera memutar balik dan tancap gas dengan kecepatan tinggi .
" Pria aneh. Dia bahkan bisa marah tanpa alesan yang jelas " lirih Yaura dalam hati .
KANTOR NIS
Yaura memasuki Markas Kelompok Hitam yang berada di Lantai Bawah , disana terdapat beberapa Tim Pasukan Khusus lengkap dengan senjata Kelas Berat yang mereka pegang .
" Aku tidak pernah menggunakan Kartu AS ku selama ini, ini pertama kali Aku menggunakan Kalian . Jadi, jangan mengecewakan Aku " ucap Yaura seraya tersenyum tipis .
" Kami mengabdi kepadamu sejak pertama kali dirimu mengikuti Pelatihan , jadi tenang saja Kau adalah Pelanggan VIP kami " ucap lelaki misterius seraya mengedipkan matanya .
" Aku tidak suka membuang waktu , jadi sebenarnya target kalian adalah Kendrick Rafandra Bachtiar , Dia adalah Tentara Bersenjata Kelas 1 yang artinya Ia sangat berbahaya . Dan menempuh pendidikan Militer di Amerika, Kendrick juga memegang kendali atas Perdagangan Senjata Kelas Gelap " tutur Yaura yang baru saja mendapatkan informasi Pendidikan Militer Suaminya .
" Wow , Aku terkesan. Baiklah , Kami akan berkencan dengan baik dengannya "
" Aku tunggu nanti malam " ucap Yaura dan berlalu pergi .
RUMAH KEN
Vino menemui Evelyn, dan mengajaknya pergi ke suatu tempat yang indah .
" Kenapa begitu mendadak ? " omel Evelyn .
" Kan ini kejutan Sayang .. " Vino tersenyum kepada kekasihnya .
Tak merasa bahagia, Evelyn justru kembali mendudukkan tubuhnya di tepi Ranjang .
" Tapi .. Aku tidak ingin kesana sekarang Vin , rasanya membosankan pergi ke tempat Romantis seperti itu " Evelyn mengerucutkan bibirnya .
" Tumben sekali Kau menolaknya, katakan Apa yang Kau inginkan ? " Vino menaruh kedua tangannya di saku celana .
" Ntahlah .. mungkin Kejutan yang lain saja " lirih Evelyn .
Peka, Vino mengalihkan pandangan matanya ke bibir indah milik Evelyn .
Dan ..
" Aku tahu apa yang Kau inginkan " ujar Vino .
" Apa ? " Evelyn mendongakkan wajahnya .
Nampak terkejut pada awalnya, namun Evelyn akhirnya merespon Kejutan dari Vino , lelaki yang dicintainya . Ia pun mulai membuka mulut dan membalas ciuman Vino , tangannya kini bergelantung di Leher Vino .
Bibir mereka pun kini bergulat, namun tak melewati batas semestinya .
Pintu yang tidak tertutup, membuat siapa pun bisa melihatnya .
" Eve.... " ucap Bianca yang hendak masuk ke Kamar Evelyn namun melihat keduanya sedang berciuman , Ia pun segera membalikkan badan dan mengurungkan niatnya .
" Astaga .. Apa Mereka berdua kehilangan akal ? setidaknya tutup pintunya " decak Bianca .
Namun, pandangannya tiba-tiba terarah pada Kamar Ken .
" Walaupun Aku tahu niat utama dari Pernikahan Mereka . tetapi bukankah Yaura juga akan cemburu jika melihat Suaminya tersentuh wanita lain tepat di depannya ? " gumam Bianca dalam hati .
" Wanita tetaplah wanita, Rasanya menyenangkan Jika Aku mencium Ken tepat berada di depannya . Ini menjadi balasan atas perkataan Yaura yang sok paling pintar, Aku akan tunjukkan posisi kamu sebenarnya Yaura " sambung Bianca, Ia mulai menyusun rencana pembalasan .
HOTEL LOUIS
Ken memimpin Rapat Pembangunan sekarang, berbagai perwakilan perusahaan pun terlibat di dalamnya .
" Aku sudah melakukan Apa yang Kalian mau , saham Kita naik, dan Target Kita sudah 95% takluk terhadap Gita Hotel , Aku sudah membuat Citra Gita Hotel Bersinar bahkan sebelum Gedungnya mulai berdiri . Jadi , sekarang lakukan Apa yang Aku mau . tugas Kalian hanya 5 % untuk menyempurkan Apa yang belum tercapai " jelas Ken yang sekarang berdiri tepat di Hadapan Para Perwakilan Perusahaan .
" Baik Tuan Ken , Kami akan mengurus Hubungan Internasional untuk Pengembangan Pembangunan " ucap salah satu Juru Bicara .
" Baiklah , Panggil Tuan Hilton ( Mandor Proyek ) sekarang, Aku ingin berbicara dengannya " perintah Ken kepada salah satu Staff Hotel .
RUANG PEMANTAUAN
Yaura berada di Ruang Pemantauan , Ia sedang mengerjakan salah satu tugas Pengintaian Milik Negara, tiba-tiba Kak Alfin datang dan duduk di sebelahnya .
" Kau menangani misi ? Kenapa tidak memberitahuku ? " tanya Kak Alfin .
Yaura sedikit tersentak mengetahui bahwa yang duduk disebelahnya sekarang adalah Kak Alfin .
" Ini misi Pribadiku Pak " tutur Yaura .
" Aku tahu Kau menggunakan Pasukan Hitam Tingkat 1 dan itu tidak sembarang untuk digunakan . Kau sedang menghadapi masalah besar ? " tanya Kak Alfin seraya menatap Yaura .
Yaura terdiam,
" Iyah , Saudaraku meninggal kemarin . Aku merasa ada yang janggal , dan tidak percaya dengan penyelidikan Polisi , jadi Aku terpaksa menggunakannya "
Kak Alfin menyerit heran saat mendengar jawaban Yaura .
__ADS_1
" Maksudmu yang diceritakan Helena kemarin ? "
" Iyah Pak " jawab Yaura .
Kak Alfin pun mengehelas nafas ,
" Astaga, hanya untuk kematian Saudara yang statusnya Warga Sipil Kau menggunakan Pasukan Tingkat 1 ? Itu sangat mudah menyelidikinya . " tutur Kak Alfin .
Yaura menoleh ke arah Ketua Tim nya tersebut .
" Rasanya aneh Aku menyelidiki Kasus Keluargaku sendiri, jadi Aku menyuruh Orang Lain untuk menyelidikinya "
" Sia-sia saja Aku mendidikmu menjadi Agent NIS jika Kau menjadi tidak berguna " tukas Kak Alfin yang kemudian beranjak dan berlalu pergi .
Melihat Kak Alfin sudah mulai menjauh dari pandangannya, Yaura tersenyum licik .
" Ternyata sangat mudah membodohi Kak Alfin, Aku bukan Orang Bodoh yang begitu gampangnya menggunakan Pasukan Tingkat 1, Aku menggunakan Mereka untuk mengecoh Ken " Ia menarik sudut bibirnya .
triningg triningg trining
Bunyi Ponsel berdering, Yaura pun segera mengangkatnya .
" Nona , senjata sudah siap . Banyak Sniper Pro di sekitar Hotel Louis " ucap salah satu Tim Yaura .
" Bukan hanya Sniper Pro tetapi Agent Mata-mata yang ditugaskan Oleh Para Petinggi . Bunuh 6 Orang dari mereka, lalu gunakan Seragam atau Baju yang mereka kenakan . 30 menit lagi Tim Pasukan Tingkat 1 akan tiba, Aku yang mengirimnya , jadi bekerja samalah dengan mereka "
" Ini beresiko Nona . Kita secara terang-terangan menangkap Tuan Ken "
" Aku sengaja melakukannya . Lakukan saja yang Aku perintah, Kau tidak perlu khawatir " Yaura pun segera menutup telefonnya .
.................
Tak terasa hari mulai larut , Yaura kini berada di Basement Hotel Louis .
HOTEL LOUIS
Basement
Yaura berada di dalam mobil hitam , Ia duduk bersama Pak Agus . mereka berdua menggunakan seragam hitam lengkap anti peluru .
" 10 menit lagi , Ken akan tiba " lirih Yaura seraya memandang Jam Tangan yang melingkar di pergelangan tangannya .
tiba-tiba ..
" Jangan membunuhnya Nak " ucap Pak Agus yang sedang memandang arah luar jendela .
Yaura tersentak
" Apa maksudmu Pak ? "
" Tangkap saja Dia, Kita akan mengamankannya " ujar Pak Agus .
" Jika Kita hanya menangkapnya kemungkinan besar Ken akan Kabur , Aku tahu sendiri bagaimana Dia menggunakan senjata dan membunuh mereka semua ( Penjahat waktu itu ) taktik dan strateginya sangat licik " jelas Yaura yang wajahnya memucat .
" Bagaimanapun Dia adalah Suamimu . Tujuan Kita adalah membunuh Mereka yang bersalah " Pak Agus mencoba bernegosiasi dengan Yaura .
" Ken juga bersalah karena Ikut campur dengan urusan Kita. Aku tidak ingin hanya karena satu Orang , rencana awalku bisa hancur "
" Ikuti perintahku Nak " lirih Pak Agus .
" Tidak untuk kali ini, Aku akan tetap membunuhnya " tegas Yaura seraya menyiapkan beberapa Peluru .
Pak Agus sejenak terdiam .
" Ingatlah , Ken berusaha menyelamatkan dirimu waktu pesta itu, setidaknya maafkan Dia satu kali . Jika Ken terus mencampuri urusanmu, Maka Aku akan mengizinkanmu untuk membunuhnya " tutur Pak Agus .
dan
cklkkklkk Yaura menjatuhkan senjata di bawah kakinya . Ia tiba-tiba teringat saat tangan Ken terluka hanya untuk menyelamatkan dirinya dari sebilah pisau .
Pak Agus menoleh ke arah Yaura yang terdiam
" Aku tidak ingin membuatnya melewati batas toleransi , seorang Istri yang membunuh Suaminya sendiri tanpa alasan yang jelas itu sungguh kisah yang tragis " gumam Pak Agus dalam hati .
" Bagaimana ? " tanya Pak Agus kepada Yaura yang dari tadi belum menjawab .
" Aku akan menyesuaikannya dengan keadaan " singkat Yaura dan segera membuang muka ke arah Luar Jendela .
" Dia Datang ... " lirih Yaura saat melihat Ken yang mulai berjalan ke arahnya .
.........................
BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSS
__ADS_1
Assalamualaikum, pertama-tama Author minta maaf karena menghilang tanpa jejak , itu karena ada masalah kesehatan denganku wkwwkwkwk Mohon Maaf yah ,duhh Aku jadi ngga enak hati . Semoga Kalian semua tetap suka sama cerita Aku yah, walaupun ceritanya tidak masuk akal, karena ini Pure dari kehaluanku semata . Hehehe Love You All