Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Sulit menilai


__ADS_3

RUMAH KEN


Matahari hampir tenggelam, setelah berbincang dengan Helena, Yaura memutuskan untuk pulang ke Rumah Suaminya.


Garasi


Saat turun dari mobil, Ia sedikit bingung kenapa begitu banyak pengawal saat menjemputnya tadi.


" Pak Tio.. Apa Aku boleh bertanya sesuatu? " tanya Yaura kepada Pak Tio yang masih berada di dalam mobil.


" Silahkan Nona.." jawab Pak Tio sambil melebarkan senyum khasnya.


" Kenapa begitu banyak pengawal tadi? apa sebelumnya Kalian terjadi sesuatu? "


" Tidak Nona, Kami baik-baik saja. Tuan Ken lah yang mengirim 4 Mobil Pengawal untuk menjemput Nona, dan hal ini akan terjadi setiap hari nantinya " ujar Pak Tio seraya turun dari mobil.


" Begitu rupanya. Baiklah terima kasih,Pak " Yaura tersenyum tipis dan pamit untuk ke dalam.


" Sama-sama , Nona " jawab Pak Tio.


Hendak melangkahkan kaki menaiki anak tangga, namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat seseorang menghalanginya.


" Wow .. Kau sekarang seperti Ratu di rumah ini, di antar oleh Sang Raja dan di jemput oleh para pengawalnya " Bianca tersenyum sinis sambil melipatkan kedua tangannya di perut.


Mendengar ini, membuat Yaura menatapnya.


" Sepertinya Nona Bianca tidak punya kerjaan selain menggangguku. Kebetulan di Kantor sedang ada lowongan pekerjaan, apa Kau berminat Nona? " balas Yaura dan melebarkan senyumannya.


Bak mendapat jawaban menohok, membuat raut wajahnya berubah.


" Berani-beraninya Kau berkata seperti itu kepadaku ! Dengar Yaura, jangan karena dirimu menyandang status sebagai Istri Ken , lalu Kau menganggap dirimu lebih tinggi dariku. Ingatlah ! Pernikahanmu ini hanya sementara, lalu Ken akan menceraikanmu. " ujar Bianca, tatapan matanya begitu tajam.


" Apa Kau ini asisten Tuhan sehingga Kau tahu semua garis hidup seseorang ? "


" Kau tidak mempercayaiku ? Baiklah, tidak masalah. Lagipula memberitahu Wanita Miskin seperti dirimu itu tidak ada gunanya, pikirannya hanya dipenuhi oleh khayalan " ucap Bianca yang menyunggingkan sudut bibirnya.


Merasa malas meladeni omongan Bianca, Yaura memilih menghindarinya, Ia menarik lengan Bianca agar tidak menghalangi jalannya.


" Jangan menyentuhku ! rasanya Aku sangat jijik disentuh oleh Wanita Rendahan sepertimu ! " umpat Bianca seraya membersihkan lengan kirinya yang sempat di pegang Yaura dengan telapak tangannya.


Mendengar kata ' Wanita Rendahan ', Ia menghentikan langkahnya.


" Disaat Wanita Rendahan meneriaki dirinya sendiri. Sungguh ironi. Aku tidak mengenalmu, tetapi kenapa Kau sepertinya sangat tertarik denganku? " ujar Yaura seraya membalikkan tubuhnya menghadap Bianca.


" Karena Aku Istri dari mantan tunanganmu jadi Kau bertingkah seperti ini, begitu? " sambungnya.


Bianca geram dan menghampirinya.


" Tutup mulutmu dasar Wanita Rendahan ! " tangannya hendak menampar wajah Yaura .


namun...


Seseorang mencegahnya


" Apa yang Kau lakukan ! " bentaknya seraya memegangi tangan Bianca.


Bianca begitu terkejut saat mengetahui bahwa lelaki yang ada di hadapannya adalah Ken, Ia pun segera melepaskan tangannya.


" Ken .. kenapa Kau bisa ada disini? "tuturnya, wajahnya memucat.


" Keluarlah dari Rumah ini sekarang ! Aku sudah cukup baik denganmu " ucap Ken seraya menatap Bianca, wajahnya di penuhi guratan amarah.


" Apa maksudmu ? Aku tidak melakukan apapun,Ken. Istrimu yang mengolok-olok ku tadi, wajar jika Aku marah " Bianca mencoba membela dirinya.


Ken mengalihkan pandangan dan menatap Istrinya.


" Apa yang Kau katakan kepadanya? " lirihnya dengan lembut.


" Bianca bilang bahwa Kau akan menceraikanku dan menyebutku wanita rendahan. Aku balik bertanya kepadanya, kenapa Dia sangat membenciku , entah Kenapa Bianca tiba-tiba marah seperti ini " jawab Yaura seraya menundukkan pandangannya kemudian berbalik badan dan melanjutkan langkahnya.


Ken terkejut saat mendengar penjelasan Istrinya, hendak menahan Yaura untuk pergi namun Ia mengurungkan niatnya dan kembali menatap Bianca.


" Kau tidak menyukainya? Kenapa ? bukankah itu keinginan kalian sendiri dan memintaku agar menikahinya?."


Bianca terdiam saat Ken mengatakan Hal itu, seketika Ia tersadar bahwa memang karena rencana konyol Evelyn dan dirinyalah yang membuat Yaura masuk kedalam kehidupan mereka.


" Dia adalah Istriku sekarang, jika Kau berani menyakitinya seperti tadi , Aku tidak akan segan-segan menyuruhmu untuk segera angkat kaki disini ! " ancam Ken dan berlalu pergi meninggalkan mantan tunangannya.


Mendapat peringatan keras, membuatnya bungkam tak bersuara.

__ADS_1


" Sial ! Kenapa Ken harus melihat kejadian tadi, Dia semakin membenciku sekarang " gumam Bianca dalam hati seraya mengamati Ken yang mulai menjauh dari pandangannya.


" Aku harus menghasut Ayah Reino untuk segera menikahkan Evelyn dengan Vino. Hanya cara itu, Dia akan menceraikan Yaura dan menikahiku nantinya " sambung Bianca.


Kamar


Yaura terdiam dan termenung di soffa, perkataan Bianca terus terngiang-ngiang dikepalanya. Di samping itu juga harus menahan rasa sakit yang begitu menusuk ke ulung hatinya. Wajar saja, wanita mana yang rela dihina dan dipandang sebagai wanita rendahan.


" Bukan hanya Ken yang memandang diriku seperti itu, bahkan Bianca pun sama menilaiku sebagai Wanita Rendahan. Evelyn tidak menyukaiku.. itu berarti penilaian Dia juga sama seperti mereka " lirihnya dalam hati, Ia tiba-tiba teringat atas perkataan Ken waktu itu seraya terus mengelus dadanya yang terasa begitu menyesakkan.


Dan kata ' cerai ' yang dilontarkan Bianca, juga benar-benar menghantui pikirannya.


" Kenapa Aku menjadi lemah, kuatkan hatimu Yaura. itu hanya sebatas kata, jangan membuat hatimu sakit seperti ini .. " lirihnya dalam hati, Ia terus mencoba menenangkan dan menguatkan hatinya yang saat ini mendadak terluka.


Ken membuka pintu dan melangkah masuk, tas kerja yang dijinjing pun langsung Ia lemparkan ke Ranjang. Melihat Istrinya yang nampak memejamkan mata seraya memegangi dadanya, membuat Ken mendadak lemah.


" Yaura ... " lirihnya seraya mendudukkan tubuh di samping Istrinya.


Mendengar Ken memanggilnya membuat dirinya tersadar,


" Kau mengagetkanku .. " ujar Yaura yang bertingkah nampak baik-baik saja.


Ken terus menatap Istrinya dengan tatapan dalam, meskipun selama ini Dia beranggapan bahwa Yaura adalah Wanita Rendahan,tetapi kenapa hatinya ikut merasa sakit saat melihat Istrinya yang nampak terluka atas perkataan Bianca.


" Aku minta maaf .. " lirih Ken seraya memegang tangan Istrinya dengan erat.


Yaura mengalihkan pandangannya , Ia melihat tangan Ken sedang memegangnya dengan erat.


" Maaf ? .. Kau tidak melakukan kesalahan apapun " lirihnya dengan lembut.


" Maaf untuk semuanya.. " ucap Ken seraya terus memandangi wajah Istrinya.


" Iyah tidak apa-apa, jangan terlalu dipikirkan. Aku sudah pernah mendengar perkataan itu sebelumnya " jawab Yaura dan segera melepaskan tangannya.


Mendengar ini, membuat Ken mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, Ia merasa bersalah karena pernah mengatakan hal menjijikkan itu kepadanya.


" Yaura , Aku benar-benar.. "


Belum selesai mengatakannya,


" Cepat mandi, Aku akan membuatkan makanan untukmu " ujarnya sambil tersenyum tipis.


" Tidak masalah, lagipula Aku tidak mengerjakan apapun disini " Yaura mulai melangkah keluar dan menuju dapur.


Melihat sifat Sang Istri, membuatnya termenung.


" Kenapa Kau menyembunyikan sakitmu tadi.. harusnya Kau memaki Bianca dihadapanku saat ini, agar Aku tahu bagaimana sifatmu yang sebenarnya.. " lirih Ken dalam hati, karena sejujurnya Dia benar-benar tidak mengerti sifat Istrinya.


" Kadang Aku menganggap Dia hina,tetapi disamping itu juga kenapa Aku ikut sakit jika Dia di hina seperti tadi. Kenapa menjadi penuh kebingungan seperti ini? " sambung Ken,Ia mengusap rambutnya dengan kasar. Lalu melepaskan Jas Hitam yang masih membalut sempurna di tubuhnya, Ia menghempaskannya ke sembarang arah, begitupun dengan Dasi yang masih melingkar di lehernya, Ia merenggangkannya dengan begitu kasar dan melemparnya begitu saja.


Jam 19.30


Perasaan campur aduk yang melandanya tadi, kini perlahan menghilang setelah air shower membasahi tubuhnya. Kini Ken sudah memakai pakaian santai dan duduk di tepi Ranjang sambil mengotak-atik laptopnya.


Yaura yang dari dapur pun kini kembali, Ia membuka pintu seraya membawa nampan yang berisi makanan untuk Suaminya.


Melihat kehadirannya, membuat Ken langsung berdiri dan membantu Istrinya.


" Sudah berapa kali Aku bilang, biar Robin yang membawanya. " ujar Ken mengambil alih nampan tersebut.


" Tidak masalah. lagipula Robin juga membantuku tadi. Kenapa Kau jarang sekali makan malam di Lantai Bawah ? " tanya Yaura,matanya menyoroti Pakaian Sang Suami yang berhamburan kemana-mana.


" Kalo berkumpul, baru makan bersama di bawah." singkat Ken sambil meletakkan makanan di meja.


" Apa Kau tidak bisa menaruh pakaian dengan Rapih dan pada tempatnya ?" ucap Yaura seraya memunguti Pakaian yang berhamburan ke sembarang arah.


Ken melirik Istrinya.


" Maaf tadi buru-buru. lagipula Kau bilang tidak ada kerjaan disini, jadi anggap saja itu pekerjaanmu " tuturnya sambil melebarkan senyuman manis.


Setelahnya, mereka pun menyantap makan malam berdua. Melihat Sang Istri hanya makan sayur mayur tanpa nasi, membuatnya terheran


" Kenapa Kau tidak makan nasi? Apa Kau sebangsa Kambing yang hanya memakan rumput ? " usil Ken seraya mengacak-acak piring Yaura dengan garpu yang Ia pegang.


Mendengar ejekan Ken, membuatnya mendelik tajam namun menawan.


" Apa Kau tidak bisa membedakan mana Rumput mana Sayuran? " tukas Yaura.


" Itu hanya perumpamaan. Kau ini tidak bisa diajak becanda " lirih Ken seraya mengunyah makanan.

__ADS_1


" Jangan becanda, Aku tidak suka becanda !. " ketus Yaura seraya menirukan suara Sang Suami pada saat mengatakan hal itu kepadanya.


Mendengarnya membuat Ken terkekeh


" Ingatanmu sangat tajam ".


Perut sudah kenyang, meja sudah dirapikan. Ken kembali membuka laptopnya di Tepi Ranjang, Ia ingin menyelesaikan pekerjaan yang belum kelar,


tiba-tiba Yaura datang membawa Kotak P3K


"Kemarilah.." lirihnya dan mendudukkan tubuhnya di samping Ken.


" Mau apa? " tanyanya seraya menyerit heran.


" Buka bajumu.. "


Dengan reflex, Ken menutup Laptopnya dan meletakkannya di meja.


" Kau tidak ingin mematikan lampunya ? " tanya Ken seraya menggigit lembut bibir bawahnya.


" Tentu tidak, Aku tidak bisa melihatnya nanti " tutur Yaura.


" Kau ingin sekali melihatnya? " Ken tersenyum dan menatap kedua manik indah Yaura .


" Sudah cepat buka bajumu."


" Astaga, apa Kau tidak bisa bersabar? " Ken pun segera melepaskannya.


Sadar Suaminya akan bertelanjang dada, Yaura pun segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


" Gunakan ini, tutupi tubuhmu " ujarnya seraya memberikan selimut.


" Kita tidak akan memakai penutup atau baju, untuk apa menggunakan selimut ketika melakukannya. Sekarang Ayo cepat buka bajumu juga ." celetuk Ken sambil menyingkirkan selimut tadi.


Yaura terbelak dan menatapnya.


" Membuka bajuku? Apa yang Kau pikirkan ? Aku ingin mengobati lenganmu,Ken " lirihnya sambil menunjukkan Kotak P3K yang berada di belakangnya.


Ken berdecak dan mendengus kecil,


" Kenapa Aku masih berharap padahal sudah tahu kenyataannya " gumamnya dalam hati dan menatap kesal Istrinya.


" Aku Suamimu, jadi tidak perlu menutupi tubuhku dengan selimut. Cepat obati lenganku, Aku masih banyak kerjaan " ucap Ken dengan wajah datar.


Melihat ini, membuat Yaura terheran.


" Kenapa Kau kesal denganku? " tuturnya seraya tersenyum tipis dan malu-malu.


" Jangan tersenyum ! senyum mu itu sungguh tidak manis. " ketus Ken dan menghujani Yaura dengan tatapan kesalnya.


" Kenapa lelaki terus berfikiran mesum?.. " tanya Yaura,Ia mengalihkan pandangannya ke Abs Sexy dan Dada Bidang milik Suaminya.


Ken terdiam, dan tak menjawabnya. tatapan kesal kini berubah menjadi tatapan penuh arti.


Tidak ada jawaban, Yaura segera mengalihkan pandangannya ke Kotal P3K , Ia segera memakai sarung tangan latex dan mengobati luka Suaminya.


Tubuh mereka saling berdekatan,


" Kita diciptakan Tuhan dengan Nafsu dan Akal. Kenapa lelaki berfikiran mesum? Karena memang lelaki diciptakan untuk itu, nafsu kami lebih besar. Apalagi saat berduaan dengan lawan jenis di malam hari dan ditempat sepi ." Ken terus memandangi wajah wanita yang ada di hadapannya tanpa henti.


Yaura hanya diam dan sibuk membalutkan perban di lengan Suaminya.


" Kau pasti pernah mendengar, jika Kita berduaan di suatu Ruangan, maka yang ketiga adalah Setan. Itu diibaratkan sebagai nafsu, hasrat kita meningkat dan menerkam siapapun yang berada di hadapannya" sambung Ken seraya memandangi bibir Istrinya.


Mendengar ini,membuat telinga Yaura tersentak dan mendelik ke arahnya.


" Jangan diteruskan. Kau membuatku merinding." lirihnya dengan lembut.


" Benarkah Kau tidak mengetahui tentang ini? Bukankah Kau sudah tahu tentang semuanya? " tanya Ken.


" Aku hanya tahu sekilas, tetapi tidak paham".


" Kau ingin memahaminya ? " ucap Ken, tatapannya sangat dalam dan tersirat banyak arti.


" Tidak,Kau membuatku takut.baiklah, perbanmu selesai " Yaura segera beranjak dari tempat tidur dan menaruh kembali Kotak P3K ditempat semula. Kemudian Ia melangkah ke Kamar Mandi untuk membersihkan diri.


Ken menundukkan pandangannya,


" Baru kali ini Aku merasa bingung terhadap diriku sendiri " lirihnya dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2