
" Aku sudah membawa banyak makanan untukmu, Ayo Kita makan.. " sambung Ken sambil meraih Jas dan memakai kembali.
tokkk tokk tokk tokkk Ken mengetuk pintu sebagai kode bahwa aktifitasnya sudah selesai.
Setelahnya, Ia pun berbalik badan dan menatap Istrinya.
" Oh iyah,Aku hampir lupa.." lirih Ken, dan..
Wesss wess wesss Ken mengacak-acak rambut Istrinya hingga semrawut.
" Ken ! kenapa Kau mengacak-acak rambutku?. " Yaura mencebikkan bibirnya dengan sangat imut.
Melihat wajah Sang Istri seperti itu,membuat Ken tersenyum dan mengingat sosok Yaura kecil.
Hugggggggggg Ken menarik tubuh Sang Istri dan memeluknya.
" Kau sama sekali tidak berubah.. " lirihnya dengan lembut, mendengar ini membuat Yaura heran.
" Maksudmu? " tanya Yaura .
Mengingat bahwa Sang Istri mengidap amnesia dan jika dipaksakan akan berdampak buruk,
" Maksudku.. bukankah tadi Kita beralasan untuk berhubungan Suami Istri? jadi, Aku mengacak-acak rambutmu agar lebih realistis.. karena jika tidak, Aku takut mereka curiga.. " tutur Ken dan melepaskan pelukannya.
" Cerdik.. " puji Yaura seraya melukiskan senyum tipis di bibirnya.
Tak berselang, Para Penjaga pun membukakan pintu. tatapannya menyapu bersih ujung kaki hingga ujung rambut Pasutri yang ada dihadapannya.
" Apa Kalian sudah puas berperang? " tanya Bibi Penjaga, pandangannya terarah pada Leher dan Rambut Yaura yang semrawut.
" Tentu belum puas lah,Bibi. Apa boleh Kita melakukannya lagi? " Ken terus mengusili Bibi Penjaga, senyum nakal pun terus Ia lontarkan.
" Enak saja ! dikasih hati minta jantung. cepat keluar ! Waktu Kalian sudah habis. " Tegas Bibi Penjaga.
" Bibi.. jangan galak seperti itu, nanti Kecantikan Dewi Aphrodite mu akan Hilang . " puji Ken di telinga Bibi Penjaga.
Mendapat pujian dari Brondong Tampan,membuat Bibi itu tersipu malu.
" Ya Tuhan, bahkan Suami Bibi pun tidak pernah memujiku seperti itu. Terima kasih, Tuan Tampan.. " Bibi Penjaga itu pun menjadi sok kecantikan
Melihat Sang Suami terus mengusili dan menipu Para Penjaga, membuat Yaura menahan tawa.
" Kau hobi sekali mengusili mereka.. " lirih Yaura.
" Bilang saja Kau cemburu. Aku kan tidak pernah memujimu cantik seperti Dewi Aphrodite ! " Celetuk Ken seraya menaikkan satu alisnya.
" Cemburu? Cemburu is not My Style. " ujar Yaura sambil menautkan kedua alisnya.
Ken melebarkan senyum mendengar jawaban Sang Istri,
" Gayamu sangat Arrogant dan Berkelas." puji Ken.
Yaura menarik sudut bibirnya dan melangkah mendahului Sang Suami. diikuti oleh Ken dibelakangnya.
****************
Malam Hari Pukul 19.30
Walaupun tidak diizinkan untuk menemani Yaura karena waktunya sudah habis, namun Ken tetap memaksa dan meminta toleransi kepada Para Penjaga.
Kini, Yaura dan Ken pun sedang duduk di meja kecil yang terletak di Kantin Penjara.
" Banyak sekali.. " Yaura memandangi makanan dan minuman dimeja yang begitu banyak serta beragam.
" Aku sengaja, sekalian berbagi dengan mereka. " ujar Ken, setelahnya Ia pun beranjak. lalu membagikan beberapa makanan dan minuman kepada Tahanan lain.
Mereka yang mendapatkannya pun begitu senang nan bahagia, tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Ken. karena selama ini mereka tidak makan enak, sedangkan yang Ken bawa adalah makanan Restaurant Bintang Lima yang sehat dan berkualitas. Makanan yang dibagikan pun tentunya sudah melewati Uji Coba Para Penjaga untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan seperti keracunan, dan lainnya.
Yaura memperhatikan sikap Ken yang begitu loyal dan peduli terhadap sesama.
Tak berselang lama, Ken kembali mendudukkan tubuhnya.
" Makanlah.. " ucapnya.
Tak menjawab, Yaura justru menengok kekanan dan kekiri untuk mencari seseorang.
" Ada apa? " tanya Ken, Ia mengerutkan dahinya.
" Tanganku masih terborgol.. " lirih Yaura sambil menunjukkan tangannya.
Degg !! Ken baru ingat,Ia pun tersenyum.
" Tidak perlu. " ucap Ken sambil meminggirkan makanannya. lalu mengambil makanan Istrinya.
" Buka mulutmu.. " sambungnya.
" Tidak perlu Ken, Aku sudah banyak merepotkanmu.." jawab Yaura sambil menggelengkan kepalanya.
" Buka ! " tegas Ken.
Mendengar perintah Sang Suami,Yaura sejenak terdiam, dan..
" Jangan terlalu banyak.. " lirih Yaura seraya membuka mulutnya.
Sesedok demi sesendok, Ken menyuapi Istrinya dengan begitu telaten. Sementara Yaura hanya menundukkan pandangannya karena malu sudah banyak merepotkan Sang Suami. Berbeda dengan Ken, matanya memerah dan hatinya kembali sesak. Rekaman hidup Yaura kembali terngiang dikepalanya. Benturan , tembakan dan darah tak henti-hentinya menghantam tubuh Sang Istri.
" Kau terbuat dari apa Yaura? melewati semuanya sendirian dan menanggung semua kesedihan.. " lirih Ken dalam hati.
Melihat Ken yang terus menatapnya,
" Berhenti menatapku.. " lirih Yaura.
Sadar, Ken pun mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
" Aku seperti bukan Yaura, sangat manja.. " sambung Yaura yang merasa tidak enak hati.
" Kau memang bukan Yaura, tetapi Markonah ! " saut Ken sambil melanjutkan makannya yang sempat terjeda karena menyuapi Sang Istri.
" Berhenti memanggilku Markonah ! " sentak Yaura.
Ken hanya melebarkan senyum, Ia sungguh merindukan kekesalan Istrinya.
Tiba-tiba
Seorang Gadis Kecil berambut panjang, berbaju Pink dengan sepatu senada menghampiri mereka.
" Paman Tampan, Aku Gita.. terima kasih Paman,karena Paman akhirnya Ibuku bisa makan enak.. " ucap Anak kecil bernama Gita, suaranya begitu mendayu-dayu, tak lupa sebuah senyum manis terlukis dari bibir mungilnya.
" Iyah Sayang, sama-sama. Kau sangat menggemaskan.. " jawab Ken, tangannya mengusap lembut kepala Anak kecil itu.
Gita pun mengalihkan pandangan ke Wanita Cantik yang ada didepannya, dan langsung mendapat balasan senyum manis dari Yaura.
" Hai manis.. " sapa Yaura.
" Bibi Cantik, Aku tadi sore melihat Bibi Cantik menangis.. Gita tahu Bibi ini Orang Baik, jangan menangis lagi yah Bibi.. " tutur Gita seraya mendekati Yaura dan menatapnya lekat.
DEGGG !!! mendengar ucapan yang keluar dari mulut Gadis Kecil itu membuat mata Ken berkaca-kaca. Ia pun langsung menatap Sang Istri dengan tatapan dalam.
Mereka berdua kini bertatapan. Namun Yaura segera menundukkan pandangannya.
" Apa Kau yang ada di sebelah sel Bibi itu, Sayang? " tanya Yaura sambil mengusap lembut pipi chubby Gadis itu.
" Iyah Bibi, Aku selalu disana menemani Ibu.. " jawab Gita, tangan mungilnya meraih tangan Yaura yang terborgol.
" Bibi jangan sedih lagi ya.. Aku tidak suka melihat Bibi sedih, Sungguh.. " sambungnya. Mata Gadis itu ti ba-tiba meneteskan air mata.
DEGGG !! Hati Yaura begitu tersentuh dan terenyuh dengan kepedulian Gadis kecil yang ada di hadapannya. Yaura langsung beranjak dan berjongkok, tubuhnya kini sudah sejajar dengan Gita.
" Bibi tidak sedih Sayang.. jangan menangis yah, Bibi juga tidak suka melihat Gita menangis.. " tutur Yaura dengan lembut dan keibuan, Jemarinya menyeka air mata yang menetes dipipi chubby Gita.
Ken memandangi interaksi mereka, melihat penuturan Gita membuat hatinya berkecambuk.
tiba-tiba seorang Wanita Paruh Baya berseragam tahanan nampak menghampirinya.
" Maaf Tuan , Nona.. Anakku sudah mengganggu dan merepotkan Kalian.. " senyum Wanita itu yang ternyata adalah Ibunya Gita.
" Gita Ayo.. Kita ke Sel.. " sambungnya.
" Tidak mau.. Gita mau mengobrol dengan Paman dan Bibi dulu.. tidak papa kan Paman, Bibi ? " rengek Gita, Ia menatap Ken dan Yaura secara bergantian, tatapannya begitu sayu.
Ken melebarkan senyum dan
Hugggggggg Ia memeluk Gita dan menggendongnya.
" Biarkan Anak Bibi yang menggemaskan ini bersama Kami dulu, sel Bibi ada disebelah Istriku Kan? " tanya Ken seraya mengecup lembut kening Gadis lucu itu.
" Apa tidak merepotkan Tuan dan Nona? " tanya Ibu itu.
" Tidak Bi.. biarkan Gita bermain dengan Kami sebentar.. " timpal Yaura seraya melebarkan senyumnya.
Yakin, Ibu itu pun melebarkan senyum kepada mereka.
" Baiklah Nona, jika Gita merepotkan langsung bawa ke Bibi saja yah.. " tuturnya.
Melihat tidak ada anak kecil atau bayi bersama mereka, sedangkan sudah berstatus Suami Istri ,
" Mmmmm kalo Bibi boleh tahu, apakah Anak Tuan dan Nona tidak dibawa? Maksudku, biar Gita bermain bersama Anak Nona saja ,supaya tidak mengganggu Kalian berdua.. " sambung Ibu itu seraya melebarkan senyumannya.
Degg !! Keduanya tertampar oleh pertanyaan Ibu itu. Mereka pun saling beradu pandang dengan tatapan dalam.
" Kami belum memiliki Anak, Bi.. Doakan saja.. " jawab Ken dan terseyum tipis.
" Oh maaf Tuan, Nona. Bibi tidak bermaksud seperti itu.. " ucap Ibu itu yang tidak enak karena melontarkan pertanyaan sensitif.
" Tidak papa Bibi.. Kalo boleh tahu, Siapa Nama Bibi? " saut Yaura.
" Yanuar.. kalau Tuan dan Nona ? ".
Mendengar nama Ibunya ,membuat mata Yaura berkaca-kaca.
" Nama Bibi sama dengan Ibuku.. Aku Yaura Gita, namaku juga mirip dengan Anak Bibi.." Yaura tersenyum .
Takut Istrinya kembali drop karena teringat Ibunya, Ken pun langsung menyauti.
" Aku Ken, Bi. ".
" Tuan Ken dan Nona Yaura. Baiklah Bibi pamit dulu, Gita.. Jangan merepotkan Bibi Yaura dan Paman Ken yah, apa Kau mengerti Sayang? " tutur Ibu itu seraya mengusap lembut kepala Anaknya.
" Iyah Ibu.. Gita mengerti.. " jawab Gita dengan suara yang begitu imut.
Setelahnya, Ibu Yanuar pun berlalu pergi dengan tangan yang kembali terborgol oleh Penjaga.
Yaura mendekati Sang Suami yang sedang menggendong Gita bak seorang Ayah yang menggendong Anaknya.
" Anak manis.. Apa Kau tidak pulang ke Rumah? ini sudah malam.. " tanya Yaura yang terheran kenapa anak kecil diizinkan masuk sel.
" Aku tidak pulang ke Rumah, Bibi Cantik. Aku selalu menemani Ibu agar tidak sendirian.. " jawab Gita, tangannya kini melingkar sempurna di Leher Ken.
" Gita Sayang, jangan memanggilnya Bibi Cantik. Panggil saja Bibi Jelek ! " celetuk Ken dan tersenyum manis ke arah Istrinya.
" Jangan mendengarkan Paman Jelek ini yah Sayang.. " Yaura menatap Ken dengan tajam.
Sementara tangan mungil Gita sibuk menguyel-uyel Pipi Yaura yang begitu lembut, empuk dan squishy. Senyum di bibir Gita tak pernah pudar. Hingga membuat Ken dan Yaura gemas dibuatnya.
Gemasss kebangetan...
Yaura mendekatkan wajahnya ke arah Gita yang sedang di Gendong oleh Sang Suami.
" Kau sangat menggemaskan Sayang.. " lirih Yaura dan memanyunkan bibirnya.
Mendekat
Mendekat
Mendekat
Mmmmmmmmuuuuuuuaaaacccchhh Yaura mendaratkan ciuman di Pipi...
KEN
Ken tersenyum manis saat mendapat ciuman Istrinya, begitupun dengan Gita yang ternyata menghindari Ciuman Yaura dengan sengaja. Ia malah bersembunyi di Pundak Ken dan membenamkan wajahnya disana.
" Ckckckckckck.. " Gita terkekeh, suaranya begitu imut dan menggemaskan.
Sadar mencium Sang Suami,
" Ken ! Kau pasti sengaja ?! " Yaura mengerucutkan bibirnya dan malu.
" Gita Ayo Kabur.. Bibi Cantik akan marah dan berubah menjadi Markonah.. " Ken terkekeh dan berlari kecil.
" Bibi Ayo kejar Aku dan Paman.. " teriak Gita yang berada dipundak Ken.
Melihat senyuman anak kecil yang begitu murni dan suci ,ditambah dengan ciuman pipi yang baru saja Ia daratkan ke Sang Suami ,membuat Yaura tersenyum manis dan hatinya begitu bahagia.
__ADS_1
" Awas yah Kalian berdua.. " Yaura berlari kecil dan mengejarnya.
Mereka berdua sejenak berkejar-kejaran, sebelum akhirnya berhenti di depan Taman Bermain Terbuka yang berukuran lumayan kecil. Lalu mendudukkan tubuhnya di kursi panjang yang disediakan.
" Paman... turunkan Aku.. " ucap Gita.
Ken pun menurunkan Gita yang sudah di pangkuannya.
" Ken.. sepertinya ini sudah malam, tidak baik untuknya bermain di luar.. " lirih Yaura seraya memperhatikan Gita yang sedang memetik dan merangkai Bunga Aster.
Ken melepaskan Jas dan mendekati Gita.
" Sayang.. Kita masuk ke dalam dulu yah, ini sudah malam dan Kau akan kedinginan .. " lirih Ken sambil membalutkan Jas ke tubuh mungil Gita, Jas itu begitu besar dan menenggelamkan tubuh mungilnya. Namun itu lebih baik daripada membiarkan anak kecil kedinginan.
" Tunggu sebentar lagi Paman.. " jawab Gadis lucu itu , tangan mungilnya sibuk merangkai Bunga warna-warni.
Ken pun kembali mendaratkan bokongnya ke kursi,dan memandang Istrinya.
" Kau juga pasti kedinginan.. " lirih Ken dan
Hugggggg Ia merengkuh Tubuh Yaura lalu mendekapnya.
Kehangatan tubuh Sang Suami begitu terasa dan menghangatkannya. Yaura tersenyum tipis sambil menikmati pelukan hangat yang diberikan Suaminya.
Demi Tuhan, Ken terus menghujaninya dengan kebahagiaan.
Melihat Gita yang begitu lucu dan menggemaskan karena Jas yang Ken balutkan ,
" Ken.. lihatlah Gita sangat menggemaskan.. " lirih Yaura dan tertawa.
" Iyah Gita sangat menggemaskan. Kau menyukai Bayi ? " tanya Ken dan tersenyum .
" Iyah Aku menyukai anak Kecil dan Bayi.. " jawab Yaura, Ia semakin membenamkan wajahnya ke Dada Sang Suami.
" Setelah Kau bebas, Kita akan membuatnya yang lebih lucu dan menggemaskan .. " ucap Ken dan tersenyum manis.
Degg !!! Yaura tersipu dibuatnya. Ia pun mendongakkan wajahnya ,lalu menatap Ken.
" Mana bisa? " jawab Yaura dan tersenyum tipis.
" Hei ! Apa maksudmu dengan mana bisa? tentu Aku bisa membuatnya ! sembarangan ! " Sentak Ken.
" Waahhh sepertinya Kau sangat ahli dalam hal itu.. " jawab Yaura, Ia kembali membenamkan wajahnya.
" WOAAHH YA JELAS. " Ucap Ken dengan bangga.
" Kau pernah melakukannya dengan siapa? " tanya Yaura.
" Dengan Gadis Cantik nan Sexy di luar sana.. " Celetuk Ken .
" Berapa Gadis? " tanya Yaura dengan penuh selidik.
" Mmmmmm 200 atau 300 Gadis, Aku lupa menghitungnya.. " Jawab Ken dengan ngasal.
Yaura mengubah ekspresi wajahnya dengan datar dan bangun dari pelukan Suaminya.
" Dasar lelaki ! Kau bilang masih murni . Ternyata bohong. " ucap Yaura.
Ken tersenyum puas,
" Kenapa memangnya? Kau cemburu? dan apa tadi? Cemburu is not My Style. Bohong ! " lirih Ken seraya terus menggoda Yaura .
" Aku tidak cemburu, siapa juga yang cemburu.. " Yaura membuang pandangannya ke sembarang arah.
Hendak berbicara, namun Ia mengurungkan niatnya saat Gita berada di depannya.
" Kau sudah merangkainya Sayang? " tanya Ken sambil membopong tubuh Gita dan memangkunya.
" Wahh Bunganya sangat cantik sepertimu Gita.. " timpal Yaura sambil mencubit Pipi Chubby Anak kecil yang sedang dipangku Suaminya.
" Bibi Cantik. Gita sangat menyukai Bunga, ini Buat Bibi.. dan Ini Buat Paman Tampan.. " ucap Gita dengan suara mendayu-dayu, Ia mengulurkan Dua rangkaian bunga aster yang baru saja Ia petik.
Yaura mengambilnya dengan tangan yang tak lepas dari borgol , begitupun dengan Ken yang segera menerima Bunga dari anak kecil yang dipangkunya.
" Bibi juga sangat menyukai Bunga. Terima kasih yah Sayang.. " ucap Yaura sambil menghirup bunga aster tersebut.
" Sama-sama Bibi Yaura Cantik.. " jawab Gita yang terus tersenyum manis.
Ekspresi wajah Ken berubah saat mengingat Ayahnya. Ditambah dengan Alfin yang tak kunjung memberinya kabar. Melawan Ayahnya adalah hal yang tidak mudah, ditambah dengan hari esok Ia juga harus berurusan dengan Kantor Pajak.
Melihat jepit lidi yang digunakan oleh Gita di kepalanya, membuat Ken merencanakan sesuatu.
" Gita Sayang.. apa Paman boleh meminta Penjepitnya? " tanya Ken kepada Gadis mungil itu.
" Boleh Paman.. " jawab Anak Kecil itu.
Sejatinya cerdas dan seorang Agent NIS, Yaura langsung faham dengan maksud Suaminya.
" Ken.. jangan lakukan itu.. " lirih Yaura, tatapan matanya begitu sendu.
" Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini Yaura.. Penjagaannya sedang longgar, Kita hanya perlu melawan Polisi Didepan .. " tutur Ken, matanya mengamati keadaan sekitar. Penjagaannya sedang tidak terlalu ketat, tetapi Jika di Depan ataupun Gerbang pasti sangat ketat.
Ken menurunkan Gita dan berjongkok di depan Istrinya, Penjepit lidi itu Ia gunakan untuk membuka borgol yang melingkar ditangan Istrinya.
Greppp !!! Yaura mencegah tangan Sang Suami.
" Aku sudah lelah berlari, bersembunyi dan di buru. Aku akan menghadapinya sekarang. Kabur tidak akan menyelesaikan masalah.. Pembunuh Ayahku sudah terungkap,yang Aku butuhkan sekarang adalah Keadilan,Ken.. " tutur Yaura.
" Tapi Yaura.. " ucap Ken, namun..
" Sampai kapan Aku harus baku tembak dengan Ayahmu? harus berapa nyawa yang perlu Aku korbankan lagi? Kau tahu sendiri , semua orang menghianati Ku.. jadi untuk apa Aku kabur jika pada akhirnya Aku kalah dan tertembak seperti ini? " lirih Yaura , matanya berkaca-kaca saat mengingat Helena menembaknya dengan begitu tega.
Ken melemah jika dihadapkan dengan situasi ini kembali.
" Sial !!!! ini semua karena Ayah ! " umpat Ken dan mendengus kasar.
Melihat ada Gita, Yaura memanggil seorang Penjaga.
" Waktu Kalian sampai pukul 22.00. " ucap Bibi Penjaga.
" Gita Sayang, masuklah ke dalam. Nanti besok ,Kita bermain lagi.. " ucap Yaura sambil mengelus lembut kepalanya.
Tidak menjawab, Gita malah mendekatkan wajahnya dan
Mmmmmmmmuuuuuaacchh Ia mencium pipi Yaura dan..
Mmmmuuuuaachhhhhhhh Ia juga mencium pipi Ken dengan begitu tulus dan menggemaskan.
Ken dan Yaura pun membalas lambaian tangannya dan tersenyum manis.
" Dadahhhhh.. " ucap Keduanya.
Tak berselang lama
Ken kembali melanjutkan obrolannya.
" Aku akan berurusan dengan Pajak Besok, dan menjalani pemeriksaan. Untuk sesaat Aku tidak ada disisimu, dan itu yang Aku khawatirkan.. " lirih Ken dengan lembut, Ia menggenggam tangan Yaura.
" Kau tidak perlu khawatir,Ken. Lagipula bukankah waktu Eksekusiku akan diundur nantinya ? tenanglah..Kau masih bisa bertemu denganku.. " jawab Yaura.
Mereka beradu pandang, tatapan keduanya tersirat kekhawatiran.
tiba-tiba..
" Ken.. " lirih Yaura dengan pelan.
" Hummm ? " tanya Ken.
Yaura menghela nafas panjang dan menguatkan hatinya.
" Aku pernah mendengar bahwa Ketika Kau mencintai seseorang, maka Kau akan rela melakukan apapun untuknya. Kau bilang, Kau mencintaiku kan? " lirih Yaura, tatapannya begitu dalam.
" Iyah, Aku sangat mencintaimu.. " jawab Ken sambil menganggukkan kepalanya.
" Kau rela melakukan apapun untukku Kan? " tanya Yaura.
" Apapun. " sumpah Ken.
" Berjanjilah tidak menolak permintaan ku.. " tanya Yaura menyakinkan, Ia meremas tangan Suaminya.
Ken sejenak terdiam dan menatap lekat Wajah Istrinya yang berubah menjadi cemas, dan menjadi bukti bahwa Permintaan itu pasti berat.
" Jika Kau menyuruhku untuk meninggalkanmu, Maka jawabannya adalah TIDAK. " Tegas Ken yang mengerti permintaan Istrinya.
Namun, Yaura menggelengkan kepalanya.
" Bukan itu Ken. Berjanjilah dulu.. " lirih Yaura.
" Jika bukan itu, maka Aku akan berjanji melakukan apapun untukmu. " Janji Ken dengan begitu mantap dan yakin .
Yaura tersenyum tipis dan keduanya pun menautkan jari kelingkingnya.
" Janji. " ucapnya.
Setelahnya, Yaura beranjak dan mendekati sebuah Pot Bunga Mawar Putih yang ada di depannya. Yaura mengeruk tanah pot tersebut dengan batang kayu .
Ken mengerutkan dahinya dan terheran,
" Jika Kau menginginkan bunganya, langsung saja bawa potnya ke dalam.. " celetuk Ken yang menyangka bahwa Yaura menginginkan bunga.
Yaura diam dan tidak menjawab, Tangannya kini menggenggam sesuatu. Ia pun kembali mendudukkan tubuhnya di samping Sang Suami.
Wajahnya berubah menjadi murung dan matanya berkaca-kaca.
" Sebelum Kau menelfonku, Aku sudah menyuruh Pak Agus untuk menemuiku dan membawa sesuatu. Namun karena Pihak Penjara begitu ketat tadi, jadi Aku menyuruh Pak Agus untuk menyembunyikannya di pot bunga.. " tutur Yaura, pandangannya kini tertunduk ke bawah.
Sadar bahwa ini Hal menyedihkan, Ken memegang dagu Sang Istri dan mendongakkannya.
" Jangan meminta yang aneh-aneh, Aku tidak akan menurutinya.. " jawab Ken, jantungnya berdetak kencang dan was-was akan keinginan misterius Sang Istri.
Dan....
Yaura menunjukkan sebuah benda kecil berwarna Hitam , Ken menautkan kedua alisnya , pandangannya kini terarah pada kotak tersebut.
" Semua orang berusaha membunuhku hanya karena Benda ini, namun disisi lain, Semua orang juga akan tertunduk jika memegangnya.. " lirih Yaura.
Ken masih tidak mengerti , otaknya berfikir keras.
Yaura mengeluarkan benda tersebut dari kotaknya, dan..
" INI STEMPEL MILIKKU, KEN. SEMUA ORANG MENGINCARNYA. " ucap Yaura.
DEGGGG !!!!! Ken membelakkan kedua matanya saat mendengar Stempel Yaura. Dan memang benar, Semua Orang pasti akan mengincarnya karena G&D ada di dalamnya.
Ken mengingat perkataan Ayahnya dimasa lampau dan membahas tentang Stempel Yaura yang belum ditemukan.
" Jadi, itulah Stempel yang dimaksud Ayah? " lirih Ken dalam hati.
" Kenapa Kau menunjukkannya kepadaku? " tanya Ken.
" Didalam flashdisk ini, terdapat banyak Data Rahasia G&D yang semuanya atas Namaku. Artinya, Pemegang Utama dari G&D International Group secara Global adalah AKU, bukan Ayahku DEVANO MALIK. Stempel Resmi Yaura Gita Devmalik juga ada didalamnya, orang tidak akan bisa memalsukan sekalipun itu adalah Orang terpintar di Dunia. Sebelum Ayahku meninggal, ternyata Beliau sudah jauh-jauh hari merencanakan dan mengubah semua Hak Utama Perusahaan dan mengalihkannya kepadaku saat berumur Tujuh Tahun. Pesaing dan Kompetitor terkecoh dengan strategi Ayah, dan menganggapku belum memiliki apa-apa. Namun mereka salah besar, saat Kelompok Ayahmu ingin menipu Ayah dengan merebut G&D dari tangannya, yang mereka dapat hanyalah sebuh kepalsuan. Ayahmu menculik dan menodongku pistol sebelum Tragedi Kebakaran, dan meminta Ayah untuk memberikan semua Perusahaannya jika ingin Nyawa Putrinya selamat. Ayah pun segera menandatangani dan menyetujui perjanjian itu dan menyerahkan Semua Perusahaannya tanpa pikir panjang, dengan harapan Aku bisa selamat. Tetapi, bukannya membebaskan, Ayahmu malah menjatuhkan ku dari Lantai Atas setelah yang mereka inginkan terpenuhi. Kata kasarnya , Ayahmu telah melanggar perjanjian dan menghianati Kami. Sebelum Kami dibakar, Ayahmu mencari Stempel ini dengan begitu berambisi dan semangat. Tidak kunjung ketemu, dan Aku tidak mau memberitahunya.. Akhirnya amarah Ayahmu meledak dan menghabisi Kami semua tanpa ampun.. Tuhan Adil, ternyata Surat Perjanjian Perusahaan yang diajukan oleh Ayahmu ke Pengadilan ditolak dan tidak berlaku karena Stempel Milikku belum ditemukan . kecuali Gita Hotel yang lebih dulu jatuh ke tangan Ayahmu.. " tutur Yaura, air mata menetes dari manik matanya saat mengingat kenangan Sang Ayah.
Melihat Yaura menangis, membuat Ken sesak.
" Aku bilang jangan menangis.. " lirih Ken sambil menyeka air mata Istrinya.
" Jadi, karena Stempel ini orang tega membunuhnya.. Juga Ayah, yang ternyata seseorang paling licik di Dunia ! " umpat Ken dalam hati, rahangnya mengeras setelah mendengar penuturan Istrinya.
Yaura kembali menguatkan dirinya.
" Ken.. ambil ini.. " lirihnya sambil menaruh flashdisk tersebut ke tangan Sang Suami.
" Apa maksudmu Yaura ? Aku sama sekali tidak menginginkannya.. " Tolak Ken mentah-mentah, Sumpah Demi Tuhan, Ia mencintai Yaura itu dengan tulus bukan karena Stempel yang Dia miliki. Ken meletakkan kembali Stempel tersebut kedalam tangan Istrinya.
" Ken.. jika hal buruk terjadi padaku atau Aku sudah tiada.. Tolong teruskan Perusahaan G&D , karena itu satunya-satunya peninggalan yang Kami punya. Keluarga Kami dibantai, dan sekarang giliran Aku yang ditargetkan.. Semuanya tidak tersisa, selain nama G&D .. " tutur Yaura, Ia berusaha menahan air matanya.
Mata Ken berkaca-kaca, dan memerah.
" APA YANG KAU KATAKAN YAURA ! JANGAN BERKATA SEPERTI ITU LAGI ! AKU BILANG AKU AKAN MENYELAMATKANMU ! APA KAU TIDAK PERCAYA KEPADAKU ?! AKU AKAN MENYELAMATKANMU ! " Tegas Ken, air mata nampak menetes dari manik matanya.
" Tapi pada akhirnya Aku tidak akan selamat Ken ! Aku tidak selamat ! Mereka akan tetap menjatuhiku Hukuman mati ! " tangis Yaura pecah dan tak terbendung, Ia mengisak tak tertahan. Semua cara sudah dilakukan, tetapi hasilnya tetap NOL.
" Kau bilang Tuhan bersamamu, tetapi kenapa sekarang Kau meragukannya?! " tanya Ken , Ia berusaha kuat dan memberi semangat kepada Istrinya.
" Dia bersamaku, tetapi tidak memihakku. Keadilan, NIS, semuanya menolak semua pengajuanku ! karena memang mereka busuk ! dan menjadikan Diriku kambing hitam untuk menutupi kasusnya ! Aku korban Ken... tetapi kenapa malah Aku yang dihukum mati?.. rasanya sangat menyakitkan terlahir sebagai YAURA.. Hikssss " Yaura terus mengisak, perjuangannya selama ini hanya sia-sia belaka.
__ADS_1
Huggggggggggg Ken memeluk Istrinya dengan erat. Matanya terus berkaca, hatinya bak diiris lalu ditaburi garam. Sangat menyakitkan..
" Jika sudah masuk arena Sniper untuk ditembak Mati itu mustahil untuk bisa selamat ataupun keluar,Ken... Dan iyah inilah akhirnya, Kematian..Hikssss "
" Ini bukan sebuah Film atau Drama yang bisa diselamatkan dengan mudah oleh Petinggi , tetapi ini Nyata bukan ilusi..Hikssss Ketika Aku sudah terikat di lapangan, dan Sniper menodongkan senjata , apakah ada Orang yang berani melindungiku? TIDAK ADA KEN,TIDAK ADA.. hiksss " Yaura terus mengisak tanpa henti, air matanya mengalir deras membasahi kameja putih yang dipake Suaminya.
" Aku yang akan melindungimu.. " sumpah Ken, tatapan matanya kini kosong, amarah menyelimuti dirinya.
" Hanya orang bodoh yang mau melindungiku, Kau ikut tertembak mati Jika melawan Sniper dan pasang badan untukku ! Pada akhirnya Kita berdua akan mati di Lapangan.. semua orang akan bersorak ria melihat Darah dan nyawa tak berdosa tergeletak didepannya.. Hikssssssss "
" Sudah Aku katakan sebelumnya, jangan dekat denganku.. karena nyawamu pasti akan terancam .. Jadi, Biarkan Aku yang mati dan Kau lakukan apa yang Aku inginkan...Dengan ini, semuanya akan berakhir, Ayahmu tidak mungkin menyakiti Anaknya sendiri setelah tahu bahwa Kau memegang Stempel Milikku.. Aku lebih ikhlas dan rela jika jatuh ke tanganmu dari pada lainnya.. Jadi tolong Ken.. turuti permintaanku... Hiksssss " lirih Yaura, tangannya meremas lembut kameja Sang Suami.
Ken hanya diam , dan menahan semua air matanya.
" Kenapa Kau tidak membunuh Ayahku? " tanya Ken seraya menelan saliva dan menahan amarahnya.
Yaura bangun dan menatap Suaminya.
" Pertanyaannya seperti Kenapa Kau tidak membiarkanku mati? " ucap Yaura.
Mereka berdua kini beradu pandang, tatapannya begitu sendu namun mengenaskan.
" Bangun kembali G&D baik Hotel, Mall, Rumah Sakit dan Asuransi Domestik ataupun International ,anggap sebagai kenangan yang mengingatkanmu kepadaku.. " tutur Yaura, Ia menatap lekat Wajah Suaminya.
" Aku tidak akan menuruti permintaanmu. " Ken menolak permintaaan Yaura yang Ia anggap sebagai tanda menyerah. Ken pun beranjak dan hendak meninggalkan Istrinya..
Namun..
" Apa Kau hanya mencintaiku ketika ragaku ada? " tanya Yaura.
DEGGG !!! Ken menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan Istrinya. Ia pun berbalik arah dan
Membangunkan Yaura.
" Bertahun-tahun Aku menanti dan menunggu sebuah keajaiban , dan setia pada seseorang ketika Aku sadar bahwa orang itu sudah tiada dan tidak akan kembali. Dan..pada akhirnya Aku menikahimu , seseorang selama ini Aku nanti.. Lalu Kau bilang bahwa Aku hanya mencintaimu saat ragamu ada? Sadarlah Yaura, saat orang menganggapmu mati dan tiada.. tetapi Aku tetap menganggapmu ada .. " lirih Ken, Ia memegang pundak Yaura dengan kedua tangannya lalu menatapnya lekat .
Brughhhhhh Yaura menjatuhkan Stempel itu ke tanah dan membatu.
" A-a-apa maksudmu? " lirih Yaura dengan terbatah.
" Setiap Aku pulang ke Tanah Air, Aku rutin mengunjungi persemayamanmu . dan membawakan banyak bunga, lalu menaruhnya diatas peti dimana Kau bersemayam.. "
" Setiap Aku memandang fotomu, Aku tidak henti-hentinya berdoa untuk dirimu yang sudah tenang disana .. "
" Aku tidak pernah tertarik dengan Wanita lain atau menjalin hubungan dengan mereka, dengan harapan.. Aku bisa menemui Wanita yang selama ini Aku cintai kembali.. Aku seperti Orang Gila yang menanti kehidupan Orang yang sudah tiada ! Tetapi.. Kegilaaanku ternyata membuahkan Hasil, Wanita yang selama Aku cintai , ada hadapanku sekarang... "
" Setiap Bulan Agustus ,tanggal 10 .. Aku selalu rutin merayakan Ulang Tahunmu yang bertepatan dengan Ulang Tahunku.. Umur Kita hanya berbeda Tiga Tahun.. "
" Setiap Hari pula , Aku selalu menanti kehadiranmu."
tutur Ken, tatapannya begitu kosong dan membuat Yaura mengingat semuanya.
Yaura hanya diam dan mematung,
" Ka-ka-kau mengenalku dimasa lalu? " tanya Yaura terbatah,bibirnya gemetar.
" Kau ingin tahu jawabannya ? " tanya Ken , tatapannya begitu dingin dan kharismatik.
" Ingat ucapan ini baik- baik.. "
" Aku punya janji dimasa lalu yang belum Aku tepati kepadamu.. " lirih Ken.
Dan..
" KETIKA AKU BERTEMU KEMBALI DENGANMU DI KEHIDUPAN MENDATANG, MAKA... AKU YANG AKAN MENCINTAIMU LEBIH DULU.. " UCAP KEN .
" Dan sekarang.. Aku menepati janjiku, Aku mencintaimu lebih dulu... tanpa adanya ragamu pun, Aku tetap mencintaimu.. " sambung Ken.
Degggg !!!! Rekaman otak Yaura kembali abu dan samar, ucapan itu kembali terngiang dan berbayang.
Flashback On
" Yaura, Aku akan berjanji kepadamu.. " ucap Ken kecil.
" Apa itu? " tanya Yaura kecil dengan sangat imut.
" KETIKA AKU BERTEMU KEMBALI DENGANMU DI KEHIDUPAN MENDATANG, MAKA... AKU YANG AKAN MENCINTAIMU LEBIH DULU.. " ucap Ken kecil seraya melebarkan senyumnya.
" Jika Aku tidak mengenalimu? " tanya Yaura kecil.
" MAKA AKU YANG AKAN MENGENALIMU LEBIH DULU.. " jawab Ken kecil.
Flashback Off
Ingatan Yaura terus abu dan samar, ucapan itu terus terngiang tetapi tidak tahu siapa yang mengucapkannya.
Yaura tidak bisa memegangi kepalanya karena tangannya terborgol, hingga Ia menahan sakit dan memejamkan kedua matanya.
" Sakit.. " lirih Yaura, kepalanya terasa amat sakit.
Degggg !!!! Ken tersadar dengan apa yang Dia lakukan.
" Ya Tuhan, Apa yang Aku lakukan ! Yaura.. " lirih Ken dan membelakkan kedua matanya saat melihat Sang Istri menahan sakit.
Huggggggggg Ken memeluk Yaura dengan erat dan mengelus kepalanya dengan pelan.
" Jangan terus mengingatnya Aku mohon.. Maafkan Aku Yaura.. " ucap Ken, jantungnya berdetak kencang saat menyadari Hal bodoh yang bisa membahayakan nyawa Istrinya.
Yaura terus memejamkan kedua matanya, dan menahan rasa sakit di kepala.
" Sangat sakit.. " lirihnya dengan pelan.
Ken melihat wajah dan bibir Yaura yang mulai pucat.
" Yaura.. Yaura maafkan Aku.. tolong jangan mengingatnya Aku mohon.. " ucap Ken yang merasa sangat bersalah karena berusaha membuat Yaura ingat.
Setelahnya , Ia kembali memeluk Yaura dan menenangkannya.
" Lupakan itu Yaura. Kau bilang , Kau ingin Aku menuruti permintaanmu? Baiklah .. Aku menuruti permintaanmu.. lupakan perkataanku tadi.. " lirih Ken, Sumpah Demi Tuhan , Ia begitu khawatir jika Yaura kembali pingsan dan drop seperti waktu lampau.
Mendengar pernyataan Sang Suami, Yaura pun mencoba menenangkan dirinya, agar tidak mengingat hal yang membuat kepalanya terasa sakit.
Tak berselang lama..
Ia pun melepaskan pelukan dan memandang Suaminya.
" Apa Kau marah kepadaku? " tanya Yaura, wajahnya begitu pucat.
" Tidak.. Aku tidak marah kepadamu.. " ucap Ken seraya mengelus lembut pipi Istrinya.
Yaura berjongkok dan mengambil Flashdisk itu kembali, lalu memberikannya kepada Sang Suami.
" Terima kasih Ken.. " lirih Yaura, bibirnya sangat pucat.
Ken segera memasukkan flashdisk itu ke kantong dan membawa Yaura ke dalam sel karena kondisinya drop dan melemah.
Di dalam sel
Yaura kembali masuk kedalam sel tahanan, Ken sangat enggan meninggalkannya.
" Apa Aku boleh menginap disini? " tanya Ken kepada penjaga.
" Tentu tidak boleh. cepat pulang ! Waktu sudah habis . " ketus Pak Penjaga.
" Semalam saja. " pinta Ken.
" Istri Anda adalah Pemberontak Kelap Kakap, penjagaannya mulai malam ini akan diperketat. Cepat pergi ! " sentak Pak Penjaga.
Ken menatap wajah Yaura dengan tatapan sendu, sedangkan Yaura kini terkulai , kepalanya masih terasa sakit.
" Yaura.. bertahanlah.. Aku akan kembali besok.. " lirih Ken yang mulai digeret paksa oleh Petugas.
Yaura hanya menganggukkan kepalanya dan masih berfikir sedikit demi sedikit akan ucapan Ken yang baru Ia dengar.
**************
Diluar Penjara
Seorang berbaju Tentara memegang pundaknya. Ken pun menoleh,
" Syukurlah Kau sudah bebas.. " ucap Ken kepada lelaki itu.
" Terima kasih Ken , Kau sudah membebaskanku. " ujar David dengan luka di wajah dan lengannya.
" Sama-sama. Tunggu disini, Aku akan mengantarmu. " Ken berlari ke parkiran dengan begitu cepat dan tergesa-gesa.
Tak berselang lama, mobil Ken pun datang.
David pun langsung membuka mobil dan masuk kedalamnya.
" Bagaimana keadaan Yaura? " tanya David sambil memasang seatbelt.
" Tidak baik-baik saja. " jawab Ken, Ia memacu mobil dengan kecepatan tinggi.
Mendengarnya membuat David terdiam.
" Kapan konferensi pers diadakan? " tanyanya.
" Besok, Apa Kau punya cara untuk mengulur waktu Eksekusi selain dengan Pajak? " tanya Ken ,tanpa menoleh ke arah David.
" Pajak sudah paling efektif dan akan mengulur waktu lebih lama. tetapi... " ucap David , Ia menurunkan pandangannya.
" Tetapi apa? " Ken menoleh ke arahnya.
" Aku mendengar bahwa 90 Sniper akan disiapkan dilapangan untuk menembak Yaura jika ada yang berani melawannya. " tutur David, matanya memerah.
DEGGGG !!!! Ken membulatkan kedua matanya.
" 90 Sniper? Bukankah itu tidak sesuai prosedur?! " Ken berdecak.
" Itu sudah sesuai, jika menangangi kasus seperti Yaura. " ucap David ,yang juga berfikir keras bagaimana cara melepaskan jeratan hukum yang menimpa wanita yang dicintainya.
Brughhhhhh Ken memukul stir mobil dengan sangat kasar.
" Biadab ! Ayah tidak punya hati sama sekali ! " teriak Ken.
Hendak berkata.. tiba-tiba notif ponselnya berbunyi.
dan..
Seseorang mengirimkan foto Alfin yang sedang terikat dan berdarah. David membelakkan kedua matanya dan syok bukan main.
" Sial ! Lihatlah... " David menyodorkan ponsel itu kepada Ken dan memperlihatkan kondisi Alfin.
Ken mengeraskan rahangnya dan bedecak.
" Dimana Dia? " tanya Ken.
" Di XXX ". jawab David .
" Baiklah, Ganti seragammu dan pake setelan Jas ku yang ada di belakang. " ujar Ken, Ia semakin memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
David pun dengan sigap berpindah ke belakang dan melepas semua seragam tentaranya. Kini Ia memakai setelan Jas berwarna Hitam milik Ken .
" Dimana senjatanya? " tanya David seraya menautkan kancing kamejanya, Abs Sexy nya begitu terlihat.
" Di Tas Hitam , peluru ada di Tas putih. " ucap Ken seraya fokus mengemudi.
******************
Tak berselang lama, mereka kini sampai di tempat penyanderaan Alfin. terlihat beberapa Orang menghadang mereka.
" Dimana Alfin?! " teriak Ken kepada seseorang ,tangannya hendak menarik pelatuk pistol
" Jika Kau tidak mengatakannya, Aku tidak segan-segan menembak kepalamu! " teriak David yang tidak kalah kencang.
***********************
Jangan lupa like dan votenya yah
Kritik dan sarannya juga ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Maaf, masih banyak kekurangan 😭😭😭😭😭
__ADS_1