
Setelah menemui Pak Agus , Yaura memutuskan kembali ke Apartement, sejenak ia mengistirahatkan tubuhnya disana. Ia terlihat sangat kelelahan, dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu di Kamar Mandi.
Selesai mandi, Ia pun bercermin .
" Mata pandaku semakin parah, menyebalkan . " gerutu Yaura seraya mengamati kantong matanya . Namun tiba-tiba pandangan matanya beralih ke Leher indahnya .
" Ya Tuhan .. Liontin ku ! Astaga.. Kenapa aku bisa melupakan Liontin ku " Paniknya.
Yaura sangat panik dan uring-uringan menyadari bahwa Liontin berharga miliknya sedang tidak ada di genggamannya sekarang . seperti diketahui, Liontin tersebut ada pada Ken, yang notabennya mereka tidak saling mengenal . Ia pun semakin frustasi ,
" Ibu memberikannya padaku pertama kali, dan Ibu juga yang memasangnya, Liontin itu sangat berharga karena itu kenangan terakhir dari Ibu, tapi aku kenapa begitu bodoh melepas dan menyerahkannya begitu saja kepada orang lain " Ia semakin Panik saat mengingat kenangan tersebut bersama Ibunya .
Tiba-tiba Ia mengingat Wajah Ken ,
" Aku harus menemui lelaki itu . tapi dimana ? dan dia siapa ? aku bahkan tidak mengenalinya sama sekali "
Yaura semakin bingung dan memutar otak. karena profesinya sebagai Agent NIS, dan sudah terbiasa membongkar Identitas orang, Ia pun mulai menemukan jalan keluar .
" Ya Tuhan , Ya Tuhan, sepertinya ada yang tidak beres dengan otak-ku " gumamnya seraya memegangi Kepala.
" Kenapa aku begitu bingung dan panik ? padahal Aku sudah terlatih dalam pencarian identitas orang. Astaga ... sepertinya Aku butuh liburan dan Refreshing, otak ku sedang tidak sinkron " Yaura mengerucutkan bibirnya dan melangkah menuju ranjang tidur lalu merebahkan tubuhnya.
Sejenak melupakan semua masalah, Yaura mulai memejamkan kedua matanya dan mulai terlelap .
Rumah Ken
Mengingat permintaan Evelyn, Ken termenung .
" Karena Cinta, akal sehatnya hilang . Tetapi pemintaanya di luar nalar, bagaimana bisa aku menikah dengan seseorang yang bahkan tidak aku kenal. Berbeda dengan Bianca, aku mengenalnya sudah lama " Ken menatap langit-langit Kamar.
Ia hendak menolak permintaan adiknya, namun fikirannya kembali terbesit kenangan-kenangan bersama Evelyn .
" Sejak kecil, dia selalu dimanja. sehingga semua keinginannya harus dikabulkan. Tetapi, Evelyn segalanya bagiku " .
Saat sedang termenung, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu , dan memecahkan suasana.
" Masuk " - ujar Ken seraya beranjak dari tempat tidur.
Seseorang itu pun masuk , dan ..
" Ayah ? " Ken menyipitkan matanya melihat ke arah Pintu.
Ayah Reino mendekat ke Arah Ken .
" Ayah ingin berbicara denganmu sebentar Nak " Ayah Reino mendudukkan tubuhnya di soffa .
" Ayah .. kenapa tidak memanggil Ken saja, Ken bisa menemui Ayah, tanpa harus kesini " Lirih Ken
Ayah Reino hanya tersenyum ,
" Tidak apa-apa Ken, lagipula Ayah sedang teringat masa-masa Kalian berdua di kamar ini , Evelyn waktu itu masih sangat kecil, dia selalu meminta tidur di kamarmu seraya membawa botol susu , Ketika botol susu yang Evelyn bawa tumpah diatas Ranjang , kau memarahinya , lalu Evelyn berlari sambil menangis dan berteriak ' Ayah .. Kakak Ken memarahiku, Aku takut ' " Ia mengingat kenangan-kenangan masa kecil Evelyn dan Ken di kamar tersebut .
__ADS_1
Ken pun tersenyum mengingat kenangan tersebut.
" Turuti permintaan Adikmu nak , " Perintah Reino.
Mendengar pernyataan tersebut, Ken menyerit bingung .
" Apa maksud Ayah? "
" Evelyn sudah bercerita kepada Ayah, tentang permintaanya kepadamu , Turuti kemauan Dia nak . Ayah tidak ingin Evelyn kehilangan akal, dia Wanita kita satu-satunya selain Ibu mu , Ayah tidak ingin terjadi apa-apa dengannya "
" Ayah .. dia masih sangat muda, dan belum mengerti kehidupan, dia menggunakan emosinya , bukan Hati nya Ayah "
" Ayah mengerti apa yang kamu maksud Nak , tetapi mengertilah, Evelyn berharga untuk kita, ketika kemauan Evelyn tidak dikabulkan dia akan melakukan berbagai cara demi keinginannya terpenuhi . Ayah tidak ingin ada kejadian buruk menimpa Keluarga kita, ini juga berpengaruh kepada proyek besar kita , Gita Hotel. Vino bagian dari investor, ketika Evelyn bermasalah dengan Vino , maka Dynamic Group akan menarik semua jajarannya "
" Kita nikahkan saja Evelyn dan Vino, bukan Aku dan wanitanya " protes Ken .
" Apa kau becanda Ken? Evelyn masih 21 Tahun, usianya belum matang . Ken, dengarkan maksud Ayah, Menikahlah dengan wanita itu , dan hanya sementara , buat status Kalian MENIKAH, dengan MENIKAH, Vino tidak akan mendekati Wanita Tersebut, Vino tidak akan mendekati Wanita yang sudah bersuami , setelah hubungan Wanita tersebut dengan Vino renggang , lalu Evelyn sudah merasa dirinya aman, Kau ceraikan Wanita itu "
" Aku tidak bisa mempermainkan sebuah pernikahan Ayah "
" Ini bukan permainan . Kau turuti perintah Ayah, demi Evelyn dan Perusahaan "
" Bagaimana jika Aku terlanjur mencintainya ? "
Mendengar pertanyaan Ken, Ayah Reino terkejut.
" Lanjutkan pernikahanmu , dan Hiduplah bersama orang yang kau cintai "
" Bagaimana jika Ayah tidak menyukainya ? bukankah Ayah juga tidak tahu Wanita seperti apa dia ? "
" Jika Aku melindunginya? "
" Lindungi dia karena dia istrimu . tetapi , Ayah tidak berjanji untuk ikut melindunginya " senyum tipis Reino.
" Baiklah nak, pikirkan mulai sekarang . Ayah pamit dulu " Ayah Reino pun berlalu pergi dari hadapan Ken.
Ken masih mematung, memikirkan perkataan Ayahnya .
" Sial . semakin rumit " Ken mengacak-acak rambutnya.
Malam pun mulai larut ...
tak terasa ..
Mentari pagi mulai muncul seakan menjadi alarm orang untuk bangun di Pagi hari, embun pagi yang sejuk dan kicauan burung yang merdu menambah suasana Pagi yang indah . Orang beraktifitas seperti biasa, Yaura yang menambah jatah Cuti kerjanya pun memanfaatkan waktu senggangnya dengan baik, ia kini sudah berdandan Rapi dan Berhias .
" Aku belum sarapan , huffttt Hidup sendirian sangat tidak mengenakkan , semuanya serba sendiri . bahkan Berbicara pun dengan diriku sendiri " Gerutu Yaura meratapi nasib dirinya yang selalu Monologue ( Berbicara tanpa ada lawan dialog ), Ia pun langsung mengambil tas selempang miliknya dan keluar Apartment dengan pakaian santai . Ia keluar berjalan kaki dan menganggapnya sebagai Olahraga, Yaura tiba-tiba mengeluarkan Ponsel dari tas slempang miliknya .dan menelfon seseorang , seseorang tersebut pun mengangkat telfonnya.
" Halloo Helena .. Maaf aku mengganggumu di Pagi hari, tolong sampaikan kepada Kak Alvin aku sudah mengirimkan E-Mail kepadanya semalam, Jaringanku sedang tidak stabil untuk sekarang, jadi tolong sampaikan bahwa Aku tidak bisa menggunakan E-Mail , sisa data-datanya akan Aku kirim nanti siang " .
" Kenapa kau tidak langsung menelfonnya saja ? " tanya Helena
__ADS_1
" Aku tidak ingin berbicara dengannya sekarang. Ini Hari Cuti , aku bisa mendadak disuruh Latihan jika aku langsung berbicara dengannya "
" Kau memang sangat cerdik . baiklah Yaura, akan aku sampaikan "
" Terima kasih sahabatku " senyum Yaura dan mematikan telfonnya .
Setelah menelfon Helena, Yaura melanjutkan langkahnya dan berhenti di Penjual Bubur di pinggir Jalan . Ia pun langsung mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi , dan memesan 1 Porsi Bubur . tak berselang lama, Bubur pesanannya pun sudah siap untuk disantap, Hendak membuka mulut .. tiba- tiba
" Yaura ? " sapa seorang laki-laki membuat Yaura kaget.
Yaura pun mendongakkan wajahnya dan sekarang ia melihat seseorang sedang berdiri tepat di hadapannya . Pemuda tinggi dan tampan membuat Yaura menyipitkan matanya dan berfikir keras ,
" Vi..no ? " ucap Yaura terbata-bata .
Vino hanya tersenyum lalu mendudukkan tubuhnya tepat di depan Yaura .
" Sungguh tidak asik , kau sudah melupakanku "
" Astaga Vino, aku mengira bukan kau, soalnya kau terlihat berbeda , Kau semakin tinggi " Alibi Yaura seraya melebarkan senyum dari Bibir Manisnya .
" Kau bisa saja . Bagaimana kabarmu Yaura ? sudah lama tidak bertemu denganmu "
" Sudah lama ? hanya 1 bulanan saja kau bilang sudah lama "
" Hanya 1 Bulanan saja Kau melupakan namaku " Protes Vino .
Yaura terkekeh mendengar jawaban Vino .
" Pandanganku sedikit kabur, jadi aku tidak bisa melihatmu dengan jelas " .
" Oh iyah Yaura, Aku akan segera bertunangan dengan Pacarku, kau harus datang nanti "
" Bukankah kau pernah bilang pacarmu masih sangat muda ? kenapa kau terlalu terburu-buru ? "
" Tidak masalah, Aku sangat mencintainya . Lebih cepat lebih baik " senyum Vino
" Kau ini . Baiklah aku akan datang Vin, Kau hubungi aku saja nanti "
" Baiklah Yaura, Aku ada urusan di Kantor . Aku pamit dulu " Vino hendak melangkah
" Tunggu ." Cegat Yaura
Vino menyerit heran .
" Kau kesini kebetulan , ingin mengundangku , atau membeli Bubur ? " tanya Yaura
" YA TUHANNN AKU LUPA, AKU INGIN MEMBELI BUBUR , kenapa malah jadi melupakannya . Astaga.." gerutu Vino .
Yaura menahan tawa,
" Sepertinya kau sudah mulai menua Vin " Yaura terkekeh .
__ADS_1
Vino pun ikut terkekeh menyadari kekonyolan dirinya, Ia pun sekarang memesan Bubur , karena memang Niat dia buat beli Bubur wkwkwwkwkwkw
Butuh Kritik dan Saran