
Kamar Ken
Ken menutup pintu dengan sangat kasar , Yaura yang sedang diam pun kaget dibuatnya .
" Apa Kau kehilangan akal Yaura !!! " teriak Ken .
Yaura mendekati suaminya
" Ken .. Aku .."
" Apa yang akan Kau lakukan dengannya ? Katakan ! " Ken terus memotong penjelasan Yaura .
" Aku tidak melakukan apapun dengannya Ken , Sungguh "
Mengingat semua kejadian sebelumnya , Saat Ia melihat Vino dan Yaura membeli cincin dan Evelyn yang hampir bunuh diri , membuat Ken benar-benar marah . Matanya menajam dan memerah, seakan ada sesuatu yang meledak namun Ia tahan .
" Bukankah Kau Wanita yang sudah bersuami ? Apa Kau tidak bisa menjaga kehormatan statusmu sebagai Istri ? " Ken menatap Yaura dengan penuh keseriusan .
" Aku menghargai statusku dan menghargai adanya Kau sebagai suamiku . Vino kesini hanya untuk meminjam Laptop milikmu , Itu saja tidak lebih . Semua yang dikatakan oleh Bianca itu Palsu , Tolong percayalah " Yaura menatap Ken dengan tatapan dalam .
Mereka sejenak beradu pandang.
" Bagian mana yang harus Aku percayai untuk Wanita sepertimu ? " ucap Ken tiba-tiba.
" Apa maksudmu ? "
" Kau tahu fakta bahwa Vino adalah Kekasih adikku, Evelyn . Kau ingin merebut Vino darinya begitu?" Isi hati Ken hampir meledak, wajahnya dipenuhi guratan amarah .
" Jangan berbicara melantur, Aku tidak pernah berfikir seperti itu. Bagaimana bisa Kau berfikir Aku berbuat sekeji itu dengan Vino hanya karena Kami berbincang sesaat, itupun untuk kepentinganmu " lirih Yaura.
" Wanita sepertimu bisa melakukan hal apapun di luar nalar . Bukankah Kau pernah menjalin hubungan terlarang dengan Pria yang sudah beristri ? Pria yang sudah berumur dan Kau menjadi Kekasih gelapnya ? " ujar Ken saat mengingat pengakuan Yaura yang mengklaim dirinya adalah kekasih Pak Andi saat melakukan penyadapan .
Yaura terdiam , Pengakuannya di masa lampau membuat Boomerang bagi dirinya .
" Kenapa Kau diam ? " tanya Ken .
" Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya untuk sekarang " batin Yaura dan menurunkan pandangannya .
" Aku hampir menilai dirimu sebagai Wanita yang baik,tetapi Aku salah ... " lirih Ken
Yaura diam ,
" Kau tidak ada bedanya dengan Wanita Murahan diluar sana .. " ujar Ken yang tak bisa mengendalikan kekesalannya .
Mendengar Hal ini, membuat Yaura tersentak dan mendongakkan kepalanya .
" Jadi Kau berfikir Aku seburuk itu ?.. " tutur Yaura , hatinya mendadak begitu sesak saat perkataan tersebut terlontar dari mulut Ken , suaminya .
" Apa yang barusan Aku katakan ? Sial ! " umpat Ken dalam hatinya, Ia kini terdiam dan hanya bisa memandang Yaura.
Mereka pun terus beradu pandang .
Tak ingin mengatakan hal diluar batas lagi, Ken memutuskan untuk pergi dari hadapan Istrinya . Ia melangkah pergi begitu saja.
Sementara Yaura masih mematung seakan tak percaya dengan apa yang baru Ia dengar tadi .
" Ada apa denganku sebenarnya ? " lirihnya yang tiba-tiba melemah .
" Kenapa terasa begitu sakit " sambung Yaura seraya memegangi dadanya yang Ia rasa begitu sesak dan menyakitkan akibat perkataan Ken tadi .
" Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini , tapi kenapa sekarang menjadi begini " matanya berkaca-kaca , Ia tahan sekuat tenaga untuk tidak meneteskan air mata .
Kamar Evelyn
Ken menengok adiknya yang sedang berselonjor di Ranjang , ditemani oleh Bianca . Tatapan Evelyn kosong,
" Ken .. " lirih Bianca yang menoleh ke arah pintu dan melihat Mantan Tunangannya disana,Ia pun beranjak.
" Apa Dia melakukannya lagi ? " tanya Ken kepada Bianca ( Percobaan bunuh diri ).
" Tidak Ken, Kau tenang saja . Ada Aku disini " jawab Bianca seraya tersenyum dan memegang telapak tangan Ken .
" Terima kasih " ucap Ken dan melepaskan tangan Bianca darinya .
Ken segera memeluk adiknya, dan menjelaskan bahwa Apa yang Dia dengar itu tidak benar. Yaura dan Vino hanya berbincang sebentar ,
" Kau jangan takut Evelyn .. Kakak ada denganmu dan melindungimu , Yaura tidak akan bisa berbuat apapun untuk sekarang . Tenanglah .. sampai Kau dan Vino bertunangan, Kakak akan selalu menjagamu " Ken menepuk-nepuk punggung Evelyn dan menenangkannya .
" Jangan mengatakan soal ini kepada Vino Kak, Aku tidak ingin Vino tahu bahwa Kita melakukan ini kepada Yaura . Tunggu sampai Aku bertunangan dengannya, Baru Kakak bongkar semuanya " Evelyn memelas dan memeluk Kakaknya dengan begitu erat .
" Aku akan melakukan apa yang Kau inginkan. Jangan menangis .. " Ken melepaskan pelukan.
trininggg triningg tringggg bunyi Ponsel Ken berdering,
Ayah memanggil
Ken segera beranjak dan keluar dari kamar Evelyn dan mengangkat telefon Ayahnya .
" Halo " ucap Ken .
" Buka Brangkas yang Kita dapatkan dari Hotel . Kirim gambarnya pada Ayah " ucap Ayah Reino dari balik telefon .
" Baik Ayah "
" Ada seseorang yang berusaha menggagalkan Pembangunan Gita Hotel dan juga semua Proyek besar Kita . Apa Kau menemukan hal yang mencurigakan ? "
Ken terdiam mendengar pertanyaan tersebut . Ia mengingat Wanita Bersenjata yang Ia temui di Rumah Lama Yaura.
" Tidak ada Ayah " Ken berbohong pada Ayahnya .
" Jangan menutupi Hal apapun dariku " tegas Ayah Reino .
" Aku tidak menutupi Hal apapun dari Ayah " jawab Ken dengan singkat .
" Banyak Issue yang tidak berdasar yang dilontarkan kepada Kita , ini akan sangat membahayakan dan membuat Saham Kita turun "
" Ayah tenang saja, Aku akan mengatasinya " Ken mematikan sambungan telefon.
RUMAH SAKIT
Tim Forensik sedang melakukan analisis riwayat penyakit yang di derita Pak Andi .
Helena menemui Pak Bobby di Ruangan tersebut .
Mereka sedikit berbincang disela-sela misi .
" Aku sangat Prihatin dengan Yaura .. " lirih Helena, matanya mendadak berkaca-kaca.
Mendengar ini ,membuat Pak Bobby mendelik ke arahnya .
" Jangan bersedih, bantu sahabat Kita , Yaura . Kau dan Dia adalah Wanita kuat dan tangguh " Pak Bobby memeluk Helena .
" Pak .. Aku menyesal kenapa tidak mengetahui soal Siapa sebenarnya Yaura dari Awal , Dia selalu bersikap baik-baik saja . Aku kasihan dengannya, Dia masih sangat Muda tetapi harus menghadapi kasus Besar seperti ini " Helena meneteskan air mata .
__ADS_1
" Bapak juga sama, Awalnya tidak tahu tentang Misi ini, Nona Yaura menyembunyikan semuanya. Kita akhirnya tahu kenapa Yaura begitu bekerja keras dalam pelatihan NIS hingga kemampuannya setara dengan Alfin ,Ketua Kita . ternyata Misi inilah yang menguatkannya "
Helena melepaskan pelukan .
" Dia tidak seperti Wanita pada umumnya Pak , Dia hanya mengetahui Dendam dan Pembalasan . Selain itu , Dia tidak memiliki perasaan apapun . Kau lihat ? Yaura menikahi Ken tanpa memikirkan kebahagiannya di masa depan . Aku ingin melihat sahabatku Yaura itu bahagia Pak .. Aku ingin melihat Dia tersenyum dan mencintai seseorang agar Dia bisa melanjutkan hidupnya " tutur Helena dengan hati yang dalam .
" Bapak juga sebenarnya ingin menghentikan ini semua, Nyawa Nona Yaura sangat terancam . Dia mengibarkan bendera perang kepada Para Bedebah kelas kakap seperti mereka ( Andi dll ) . Aku mengerti maksudmu, Kau ingin menghentikan amarah Yaura agar tetap aman dan bisa melanjutkan hidup "
" Dia akan diburu Pak. Aku sangat takut akan Hal ini, kenyataan bahwa Yaura masih hidup akan menjadi santapan mereka semua untuk mendapatkan Perusahaan dan Saham milik Yaura . sedangkan Yaura tidak memiliki siapapun, Dia seorang diri "
" Sepertinya Yaura memang tidak memikirkan soal kehidupannya . Dia tidak perduli Hidup atau Mati kedepannya, yang Yaura tahu hanya ' Pembunuh Orang Tuanya harus Ikut Mati di tangannya ' " jelas Pak Bobby .
" Yaura Wanita yang tidak mengetahui apa itu Cinta, hatinya tertutup dan keras . Tujuan hidupnya hanya untuk membunuh seseorang , Dan Aku tidak ingin Yaura terbunuh . Aku tahu bagaimana menghentikan pembalasan dendam Yaura .. " lirih Helena.
" Apa rencanamu ? " tanya Pak Bobby seraya menyeritkan dahinya .
" Aku akan membuat Yaura mengenal Cinta dan mencintai seseorang . Percaya atau tidak, Cinta satu-satunya kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun " jelas Helena .
" Ide yang bagus , Helena " Pak Bobby tersenyum .
" Aku sangat yakin Yaura akan terbunuh nantinya . Kau ingat saat seseorang mengajukan Penyelidikan ke Pengadilan tentang Kematian Keluarga Tuan Devano 5 Tahun lalu ? NIS dikendalikan oleh Penguasa Perusahaan dan Pemerintah juga ikut andil dalam menutup kasus ini , NIS tidak berpihak pada kebenaran , melainkan pada UANG . Artinya ... " tutur Helena.
" NIS menutupi Kasus sebenarnya dan Para Bedebah itu bisa mengendalikan NIS . Artinya, NIS tidak bisa kita andalkan, bisa saja ada seseorang yang memata-matai kita " analisis Pak Bobby .
" Mungkin karena sebab itu Yaura melakukan misi ini diam-diam "
Helena dan Pak Bobby masih berunding .
RUMAH KEN
Ruang Bawah Tanah
Ken memeriksa Brangkas yang disimpan di sebuah Ruangan Bawah Tanah . Banyak botol Wine yang tertata rapih , Sejenak Ia mendudukkan tubuhnya di Kursi seraya memandang Wine tersebut .
" Kenapa Aku begitu menyesal mengatakannya . Bukankah itu kebenaran ? Tapi kenapa Aku merasa sangat menyesal dan bersalah " Ken termenung saat teringat apa yang Dia katakan pada Yaura tadi .
" Sial ! Kenapa Aku harus mengatakannya tadi . " decak Ken seraya mengusap frustasi rambut kepalanya .
" Aku harus menyuruh Vino untuk segera bertunangan dengan Evelyn . dengan Begitu Aku bisa lepas dari Yaura , menceraikannya dan mengakhiri drama ini " lirih Ken .
Ingin melupakan semuanya, Ken melangkahkan kaki ke Ruangan tersebut, lalu membuka Brangkas .
" Berapa PIN-nya ? " tanya Ken seraya memegang tombol Brangkas yang tertutup debu .
Ia pun mengeluarkan Ponsel dan menelfon Ayahnya.
" Berapa PIN-nya ? " tanya Ken dari balik telefon .
" Panggil Pengawal kepercayaan Ayah untuk membukanya " perintah Ayah Reino .
" Baiklah " Ken mematikan telefon . Ia kemudian memanggil Pengawal yang dimaksud.
Sesuai yang dikatakan Yaura sebelumnya, bahwa Pengawal Keluarga Ken bukan Pengawal Biasa namun dari Agent mata-mata . Tetapi agak mengherankan sebenarnya, Pengawal yang begitu hebat namun tak bisa melindungi mereka dadi Tragedi penembakan, Ini pasti sudah ada yang mengatur dan mengendalikan .
Pengawal tersebut datang ,dan mengotak-atik tombol Brangkas .
Brangkas pun terbuka . Ken segera mendokumentasikan isi Brangkas.
" Ayah sudah melihatnya ? Tidak ada yang spesial " ucap Ken dari balik telefon, tangannya mengacak-acak Isi Brangkas.
" Kau yakin Ken belum pernah membukanya ? Hanya itu ? " tanya Ayah Reino terkejut.
" Iyah , Aku sama sekali tidak membukanya . Apa ada masalah ? " Ken heran saat mendengar Ayahnya begitu terkejut .
" Ada yang sudah membuka Brangkas . Ayah tahu betul bahwa Mendiang Devano selalu menyimpan sesuatu yang penting didalamnya " ujar Ayah Reino.
Ken terkejut saat mendengarnya.
" Penting atau tidak, Bukankah tidak ada hubungannya dengan Ayah ? "
" Jelas penting untuk Ayah , Devano sahabat Ayah . Aku ingin memasang banyak kenangan di Gita Hotel sebagai Penghormatan kepadanya "
" Sudah banyak foto Keluarga Devano disini . Ayah tidak perlu semarah itu saat kenangan masalalu tidak ada di Brangkas " jelas Ken seraya mengamati Dinding Ruangan yang terpajang foto Keluarga Devano .
Tak menjawab , Ayah Reino malah mematikan sambungan telefonnya .
..................................
Hari semakin larut, Malam sunyi pun tiba.
KAMAR KEN
Ken kembali ke Kamar , di Pintu berpapasan dengan Yaura. namun mereka saling diam dan tak bertegur sapa. Yaura yang pergi ke dapur, sementara Ken memilih membersihkan diri .
Di Dapur
Yaura membantu Bibi Ratih menyiapkan makanan . Bibi Ratih juga mengatakan bahwa Tuan Ken ingin makan bersama di Lantai bawah .
" Nona .. Wajah Nona sangat tidak asing " celetuk Bibi Ratih tiba-tiba .
Mendengar ini, membuat Yaura terkejut dibuatnya .
" Dimana Bibi pernah melihatku ? " tanya Yaura dengan sangat serius .
" Aku tidak pernah melihat Nona sebenarnya. Tetapi Foto-foto di Ruang Bawah sangat mirip dengan Nona . Kalau tidak salah , itu foto Anaknya mendiang Devano Malik Pengusaha yang telah tiada "
Yaura terbelak ,
" Apa foto itu sangat mirip denganku Bibi ? "
" Sekilas Nona, itu foto anak balita sebenarnya tapi entah kenapa Bibi teringat Wajah Nona Yaura saat melihat foto Balita itu . Ohhh Iyah ... Bibi ingat, nama balita itu juga sama dengan nama Nona, yaitu Yaura "
ucap Bibi Ratih dengan begitu gembira .
" Benarkah Bibi ? Apa Bibi tahu kenapa foto mendiang Yaura terpajang disana ? Bukankah Dia sudah tiada ? " Yaura mencoba menggali informasi.
" Jelas Mereka terpajang di Rumah ini Nona, Tuan Besar Reino itu sangat bersahabat dengan Mendiang Tuan Devano . Bibi Tahu sendiri ketika Keluarga Tuan Devano semuanya tiada, Tuan Besar Reino dan Ibu Hilya sangat terpukul dan sedih. Mereka terus menangis, Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memajang semua foto dari Mendiang Tuan Devano " jelas Bibi Ratih .
Mendengar hal ini, membuat Yaura terkejut dan mematung .
" Apa yang dimaksud Bibi Ratih itu Ruangan Bawah Tanah ? "
" Aku harus menyelinap kesana nanti " batin Yaura .
30 Menit kemudian, makanan telah siap disajikan .
Ruang Makan
Ken, Bianca, Evelyn dan Kevin telah ada di Ruang makan . Alex & Vino menginap di Hotel karena ada client mendadak .
Tak berselang lama, Yaura datang membawakan minuman .
Sunyi tanpa ada yang berbicara, suasana pun canggung
" Terima kasih Yaura .. Ken sangat bangga memiliki Istri seperti dirimu " ucap Kevin tersenyum dan memecahkan suasana canggung .
__ADS_1
Ken hanya diam tak menggubris pujian Kevin , wajahnya terlihat datar .
" Tentu Ken sangat bangga " sindir Bianca yang duduk disebelah Ken.
Yaura kemudian mendudukkan tubuhnya di Depan Ken samping Evelyn .
Kesempatan emas, Bianca mencari perhatian . Ia mengambilkan makanan Ken .
" Makanlah dengan kenyang, Ken " senyum Bianca.
Sadar bahwa Ia datang ke Keluarga Ken bukan untuk terlibat dalam drama percintaan atau rumah tangga, Yaura memilih bersikap acuh .
Mereka kini menikmati makan malam dalam keadaan canggung dan sunyi .
Kevin mengamati Ken dan Yaura .
" Apa mereka bertengkar ? " batin Kevin seraya mengunyah makanan.
Melihat ada sisa makanan di Bibir Ken, Bianca sigap mengambil tissue dan mengusapnya .
" Ada sesuatu di bibirmu Ken " lirih Bianca .
Hal ini membuat Yaura dan Kevin mendelik ke arah mereka . Yaura mengamatinya .
Entah sengaja atau tidak, Kali ini Ken tidak masalah diperhatikan oleh Bianca .
Bianca tersenyum puas melihat Yaura mengamati mereka berdua .
Tiba-tiba
" Aku permisi " Ken beranjak dan melangkah menaiki anak tangga.
Melihat Ken tak terjangkau ,
" Ayo Evelyn Kita ke atas, rasanya Aku tidak berselera makan " ucap Bianca seraya melirik tajam ke arah Yaura .
Tak berkata apapun, Evelyn hanya beranjak . Mereka berdua pun pergi .
Tersisa hanya Kevin dan Yaura.
Merasa Iba,
" Kau sedang bertengkar dengan Suamimu ? " tanya Kevin .
" Tidak Vin .. " jawab Yaura .
" Jangan mendengarkan perkataan Bianca tadi , Dia memang seperti itu . dan Ken, Dia sebenarnya orang yang baik , pahami Dia " senyum Kevin .
Yaura hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepala.
" Terima kasih Vin .. Aku permisi dulu " takut Ken kembali marah, Yaura segera beranjak dan naik ke atas.
" Aku masih tidak percaya kalau Yaura merebut Vino . Aku takut ini kesalahpahaman melihat sifat Yaura yang sama sekali bukan seperti Wanita Murahan " batin Kevin yang masih duduk di meja makan .
KAMAR KEN
Ken merebahkan dirinya di Ranjang , tangannya memainkan Ponsel .
Yaura pun masuk kamar dan melangkahkan kakinya ke Ruangan Ganti .
" Rasanya Aku ingin sekali lompat dari Balkon , dan Kabur dari Rumah ini . Aku tidak bisa beradaptasi dengan mereka semua " gumam Yaura seraya menyenderkan tubuhnya di sebuah lemari .
" Mereka berhasil atau tidak .. Kenapa tidak ada Kabar . dan Ken , Dia juga sedang marah denganku " Yaura berdecak kesal .
Setelah dirinya tenang, Yaura keluar dari Ruangan Ganti dan merebahkan dirinya di soffa. Ingin tidur tetapi tidak bisa, ditambah Lampu yang masih menyala terang .
Melirik ke arah Yaura yang belum tidur, Ken peka dan mematikan Lampu Kamar .
" Tamat Riwayatku jika Helena gagal .. " lirih Yaura seraya memejamkan matanya .
Ken juga memejamkan matanya.
30 menit kemudian , dering Ponsel Ken mengagetkan keduanya .
" Astaga .. siapa yang menelfon " Ken segera meraih Ponselnya .
Alex memanggil
" Ada apa malam begini menelfonku ? " Ketus Ken .
" Pak Andi Tiada . Besok pagi Kau harus datang ke Pemakaman Duka , Ken " ujar Alex begitu serius .
" A-apa ? " Ken beranjak dan terkejut .
" Dia meninggal karena serangan Jantung . Beritahu Kevin, Ponselnya tidak aktif tadi "
" Baiklah " Ken menyalakan lampu, dan membuka pintu keluar.
Menyadari ada sesuatu,
" Kenapa Ken begitu tergesa-gesa " lirih Yaura dari balik selimut yang menutupi semua tubuhnya .
Ken memberitahu Kevin, Bianca dan Evelyn untuk pergi ke Pemakaman Duka nanti besok, bahwa Pak Andi meninggal . Mereka semua terkejut .
Setelahnya Ken kembali ke Kamarnya.
" Besok pagi Kita pergi ke Pemakaman Duka, Pak Andi Mantan Kekasihmu meninggal " to the point Ken .
Yaura terkejut dibuatnya , namun senyum manis menghiasi bibirnya .
" Syukurlah Helena berhasil melakukannya " gumam Yaura dalam hati tak memperdulikan omongan Ken .
" Aku tahu Kau belum tidur . Jawab jika ada Orang yang berbicara denganmu " ketus Ken .
Yaura pun menyibakkan selimutnya ,
" Iyah Ken, Aku akan datang " ucap Yaura dengan sangat pelan .
Ken menatap sinis ke Arahnya.
" Kenapa Kau tidak bersedih ? Bukankah Dia Mantan Kekasihmu , Kau harusnya menangis ketika mendapat kabar sedih tentangnya " ujar Ken seraya merebahkan dirinya di Ranjang.
Yaura hanya diam.
" Aku malas berurusan dengan Ken .Yang jelas Aku sangat bahagia mendengar kabar ini " gumam Yaura dalam hati . Ia memejamkan matanya kembali dengan hati yang senang .
...................
BUTUH SARAN DAN KRITIKKK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSSS
Cerita ini hanya Pandangan Pribadi dan Kehaluan semata . Mohon maaf jika Banyak yang di luar nalar :-)
__ADS_1