
Ken memasuki tubuh Sang Istri. Sepasang Suami Istri itu seakan tidak lelah melakukannya. Wajar saja, Cinta dan Kasih Sayang yang besar membuatnya ingin lagi dan lagi.
***
DUBAI
Kematian Para Iblis langsung di dengar oleh Anin yang sedang menjalani masa hukuman. Anin syok dan menangis,
" Yaura benar-benar membunuh Mertuanya sendiri. Ya Tuhan, lalu bagaimana nasibku hikssss ? Tidak.. Tidak.. Aku tidak ingin mati.. " teriaknya.
Ketua GOD ( Goddess Of Death Dubai ) tersenyum puas melihat Anin ketakutan.
" Kau masih Anak Kemarin sore, tetapi tindakanmu sangat fatal. Nona Yaura tidak akan pernah memaafkanmu, jadi tinggal tunggu nomor antrian Kematianmu saja. ".
" Tidak ! Tolong.. tolong Aku.. hubungi Yaura untuk melepaskanku sekarang.. Aku menyesal hiksss " rintih Anin.
" Terlambat ! nikmati saja karma yang Kau dapat. " smirk Ketua GOD DUBAI. .
Sepanjang hari Anin terus menangis tiada henti. kondisinya semakin buruk setelah berita kematian Keluarganya.
*****
BAR
Zayn, Kevin, dan Alex berpesta ria menikmati wine dan alunan musik Bar, ditemani oleh Pemandu yang sangat sexy dan menggairahkan. Begitupun dengan Para Abdi Negara juga Nona Lee yang sangat bahagia akan kematian Para Iblis.
" Sayang sekali tidak ada Ken, Aku biasanya bertanding dengannya. " Kevin mulai oleng, omongannya melantur kemana-mana. entah sudah berapa botol yang Ia habiskan.
" Jika ada Ken maka Kita tidak bisa ke Bar, Bodoh ! " umpat Alex sembari menabok lengan Kevin.
Lmaooooo semuanya tertawa
David dan Alfin minum sewajarnya karena Ia ingat ada Wanita yang harus di jaga.
" Jangan terlalu banyak.. " lirih David seraya menatap Nona Lee, Ia begitu terkesima dengan kecantikannya yang natural dan apa adanya.
" Tapi Aku suka banyak.. " senyum Nona Lee begitu sexy, apalagi bibirnya yang sensual membuat siapapun yang melihatnya ingin menerkam.
" Ayo Kita bertanding.. " sambungnya seraya menuangkan wine ke gelas David.
David menurunkan pandangan lalu menggigit bibirnya yang mulai mencari lawan.
" Tanggung konsekuensinya sendiri. " senyum David seraya meraih gelas tersebut lalu menengguknya sampai habis.
" Tidak masalah. Ada Pengawal dan Sopir, Kita masih bisa pulang selamat. " saut Nona Lee.
Mereka saling berpandangan lalu melakukan pertandingan sesungguhnya. Bersulang dan saling menuangkan,membuat Nona Lee dan David semakin dekat. Mereka kini duduk bersama di soffa, diselingi candaan ringan.
Lisya dan Alfin saling berhadapan, keduanya sama-sama sadar. Melihat Nona Lee asyik dengan David,sedangkan dirinya tidak ada lawan bicara hingga membuatnya canggung.
" Apa besok ada jadwal? " Lisya mencoba menetralkan suasana. tangannya meraih sebotol wine yang berada tepat di hadapan Alfin.
Greppppp Alfin menahan tangan Lisya, mereka pun berpegangan lalu saling menatap.
" Jangan meminumnya lagi.. besok masih ada Jadwal. " alibi Alfin yang sebenarnya tidak ingin Lisya mabuk.
Salah tingkah, Lisya menurunkan pandangannya.
" Jika seperti ini terus, Aku mati kutu lama-lama. Sebaiknya Aku minum yang banyak, dengan begitu suasana tidak akan canggung. persetan dengan ciuman yang dulu, semuanya tidak sengaja. " lirih Lisya dalam hatinya.
" Tidak masalah, Aku akan professional. " senyum Lisya sambil melepaskan tangannya dari pegangan Alfin.
Dan benar saja, Lisya menenggak banyak minuman hingga membuat Alfin menyerah menasehatinya. Alfin meraih tubuh Lisya lalu memindahkannya di soffa,
" Lisya..cukup.. hentikan.. " lirih Alfin.
" Alfin.. kepalaku berputar-putar.. " racau Lisya seraya bergelendotan manja di leher Alfin.
Trio Jorok pun kini sudah tepar, disaat yang tidak tepat, dering ponsel Zayn berbunyi.
" HUSSTTTT !!!! HT KU MENYALA !!! SEPERTINYA ADA MUSUH !!! " Zayn oleng parah, Ia ngefly hingga melihat ponselnya sendiri seperti HT yang biasa Ia gunakan untung bertarung.
Alex dan Kevin sama ngefly nya, hingga dengan polosnya mereka menuruti perintah Zayn.
" ASSALAMUALIKUM BROTHER !!! " sapa Zayn yang mendadak menjadi Agamis hingga membuat Ken yang menelfonnya tertawa.
Iyah, Ken lah yang menelfon dirinya tengah malam. Ditengah alunan musik yang berisik,
" KAU SUDAH MEMILIKI KEYAKINAN? SYUKURLAH. " Ken mengendalikan tawanya agar tidak mengganggu Sang Istri yang tertidur pulas dipelukannya.
" SYUKRON BROTHER, SYUKRON. DIMANA MUSUHNYA BROTHER ? " Zayn benar-benar mabuk berat. Ia mendadak menempatkan diri sebagai Warga Dubai yang berbahasa Arab, hal itu tentu wajar, karena Zayn sendiri sudah lama tinggal di dubai.
" KAU DIMANA BANGS*T ! CEPAT PULANG ! JANGAN MEMBAHAYAKAN PARA WANITA ! " ucap Ken yang begitu menusuk telinga Zayn.
Zayn memajukan bibirnya, dan merasa kesal.
" APA ? PAKET? AKU BUKAN KURIR EKSPEDISI,BROTHER. APA KAU SEDANG MABUK? " racau Zayn yang membuat Ken menggelengkan kepalanya lalu tertawa.
" KAU YANG MABUK BODOH ! PAYAH ! SEGITU SAJA SUDAH MELANTUR ! " Ken mematikan sambungan telefon lalu menelfon Albert guna mencari Bar yang Zayn dan lainnya gunakan.
Alfin menggelengkan kepalanya saat melihat Zayn, Kevin, Alex, dan
" David ! Astaga.. " Alfin berkacak pinggang saat melihat sahabatnya oleng dan bermain permainan konyol dengan Nona Lee.
" ME JI KU HI BI NI U " ucap Nona Lee dengan suara melengking.
" HI ! AYO DAVID SEBUTKAN HI ! " sambungnya seraya memainkan jari David.
" HI itu KUNING .. YEAY ! AKU MENANG ! " girang David yang membuat Alfin menahan salivanya.
" HI ITU HIJAU BODOH ! DARIMANA KUNINGNYA?! " maki Alfin.
" Husttt ! jangan mengganggu Kita ! " ancam David dengan gaya ala Tentara Bersenjata, Ia menggunakan botol sebagai pistol.
Tiba-tiba Seseorang menarik tubuh Alfin ke soffa lalu memeluknya
" Robin.. bisakah Kau membuatkanku Teh Hangat? kepalaku rasanya sangat pusing. Besok Aku harus latihan, jika tidak..maka Si Galak Alfin akan memakiku.. jangan bilang-bilang Alfin yah, Robin.. " Lisya cekikikan hingga membuat Alfin semakin darah tinggi.
" SUDAH AKU BILANG JANGAN MINUM ! NGEYEL ! " omel Alfin seraya memisahkan tubuhnya dari pelukan Lisya.
Para Gadis Sexy Pemandu Bar mulai melancar aksinya dan mengincar Para Pria untuk dibungkus. Mereka tahu bahwa Tamunya adalah Para Konglomerat Kelas Atas.
Alfin menggelengkan kepala hingga membuat Para Gadis pergi dan tidak melancarkan aksinya.
David dan Nona Lee semakin konyol, lebih konyol lagi Zayn yang bermain dengan botolnya.
" Cup cup cup jangan menangis Baby.. Daddy ada disini bersamamu.. cup cup cup .. " Zayn menciumi botol wine seolah-seolah sedang menciumi Anaknya.
" KAU SUDAH PUNYA ANAK? " imbuh Kevin.
" BELUM ! INI ANAKNYA KEN DAN YAURA YANG SEDANG AKU CULIK. HUSSSTTT KALIAN JANGAN BILANG-BILANG AKU MENCULIKNYA, LIHATLAH LUCU SEKALI ANAKNYA. " tingkah Zayn seperti anak kecil yang baru saja di belikan mainan oleh Ibunya, sangat menggemaskan. Namun justru itu membuat Alfin semakin kesel.
" BAGAIMANA KAU BERFIKIR BISA MENCULIK ANAK MEREKA? DADDYNYA KEN, MOMMYNYA YAURA, BISA-BISA KEPALAMU DITEBAS OLEH MEREKA ! KONYOL ! " omel Alfin seraya mengambil botol wine dari gendongan Zayn.
" Sudah, Zayn ! sadarlah bodoh ! Kita pulang sekarang " sambungnya.
Alex , Kevin, David cekikikan melihat Alfin yang mengomel.
Alfin kebingungan bagaimana membawa pulang mereka,hingga Ia memutuskan menghubungi Pengawal yang ada di parkiran.
" Aku tidak mau ke rumah.. di rumah Aku kesepian.. " lirih Lisya dengan wajah yang menyedihkan, tatapan matanya berubah drastis, seakan ada beban tersendiri yang Ia pendam.
" Kau harus pulang.. " Alfin mencoba memancing masalah Lisya.
Mereka bertatapan, Alfin melihat jelas kesedihan yang ada dimata Lisya.
" Tidak.. " singkat Lisya.
Tak menunggu waktu lama, Para Pengawal datang dan tidak disangka Albert dan Timnya pun ikut datang.
" KALIAN MABUK ? PASTI INI PESTA PERAYAAN. " Albert tersenyum bahagia kepada Alfin, karena hanya Alfinlah yang sadar.
" Jangan bilang ini kepada Boss mu. Sudah, bawa Mereka.. " senyum Alfin.
Albert tertawa ngakak melihat Tuannya tidak berdaya.
" Para Tuan Besar tidak menyewa Wanita Malam? biasanya seperti itu. " celetuknya.
" Nanti saja di Rumah. " tawa Alfin.
Albert menyuruh Para Pengawal untuk membopong Zayn, Kevin ,dan Alex. Hendak membopong Nona Lee , tangan Albert reflex di pukul oleh David.
" Jangan menyentuhnya. biar Aku yang mengantarnya ke Apotik. " racau David seraya merangkul Nona Lee.
" Jika Komandan ada disini, Kau akan dipecat dari Pasukan Khusus David ! " Alfin tertawa, diikuti Albert yang memang receh,mudah tertawa.
" Oh iyah Aku lupa, Nona Cantik ini kan seorang Dokter, tidak perlu ke Apotik, berarti ke rumahku saja. " senyum David.
__ADS_1
" Bangs*t ! " Alfin menabok kepala David untuk menyadarkannya.
*
*
RUMAH YAURA
Bunyi mesin mobil membuat Ken bangun, Ia pelan-pelan beranjak dari Ranjang karena takut membangunkan Sang Istri yang tertidur pulas dipelukannya. Ken memakai kembali pakaiannya yang berserakan di lantai,setelahnya Ia keluar menutup pintu.
Benar saja, Para Pengawal sedang menuntun Zayn yang sempoyongan.Diikuti oleh Kevin,Alex dan David dibelakangnya,hingga membuat Ken menggelengkan kepala.
Plakkkkkk Ken menepak lengan Zayn
" Kenapa pergi ke Bar, disini juga ada Bar yang lebih besar,bodoh ! merepotkan pengawal ! " omel Ken pada Zayn.
Bukannya takut, Zayn malah tersenyum manis. lalu..
Mmuuuuuuuuaaacchhh Zayn memberikan fly kiss kepada Sahabatnya.
" Tidak waras. " sinis Ken. Ia melangkah keluar mencari Nona Lee dan Lisya.
Disana, Ia hanya melihat Nona Lee yang sedang turun dari Mobil dibawah penanganan Pengawal. Menjaga kehormatan, Ken memanggil Pelayan Wanita untuk membawa Nona Lee ke Kamar.
Setelahnya Ia bertanya pada Albert dimana Lisya dan Alfin. Albert menjelaskan bahwa mereka pulang ke Hotel. Ken pun tenang, karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
*
RITZ CARLTON HOTEL
Hotel milik Kevin ini menjadi tempat persinggahan yang dipilih Alfin, karena sepanjang perjalanan, Lisya terus meracau dan mengeluh Ia tidak ingin pulang.
Kamar
Alfin membopong Lisya ala bridal style, lalu merebahkan Wanita itu di ranjang berukuran King Size.
Suasana konyol kini berubah menjadi serius saat tubuh mereka berdekatan lalu saling berpandangan.
" Alfin.. Kau ada disini? " lirih Lisya seraya memegang pipi Alfin.
Alfin menganggukkan kepalanya lalu beranjak mengunci pintu.
" Tidurlah.. ini sudah malam.. " Alfin dengan telaten mengurus Lisya, tangannya sangat cekatan melepaskan sepatu Lisya.
Setelahnya Ia menaruh tas pink Lisya yang menyantel di lehernya ke nakas.
Lisya menatap Alfin dengan lekat, tatapannya kabur namun hatinya sepenuhnya sadar bahwa selama ini dirinya mencintai Alfin dalam diam. Ditambah rasa kesepian di Keluarganya membuat Lisya tiba-tiba meneteskan air mata.
Ekor mata Alfin tidak sengaja melihat cairan bening yang menetes dari manik mata indah Partner Kerjanya itu.
" Kau kenapa.. " lirih Alfin, Ia langsung membangunkan Lisya lalu menatapnya.
" Kau sedang mengalami masalah? katakan apa.. Aku akan membantumu.. " sambung Alfin, Ia memahami bahwa Lisya sedang tidak baik-baik saja dengan Keluarganya.
Bukannya menjawab, Lisya justru meneteskan air mata hingga membuat Alfin melemah. dan
Huggggg Alfin memeluk Lisya dengan erat lalu mengelus kepalanya.
" Kau sedang tidak sadar,tenanglah.. semuanya akan baik-baik saja.. ".
" Alfin... Aku sangat sedih.. Aku sedih kenapa Ayah selalu membandingkan diriku dengan Kakak.. Aku sudah berusaha keras menuruti Ayah, tapi kenapa Ayah tidak pernah puas dengan pencapaianku.. Aku tertekan jika terus dibandingkan.. Aku stresss.. " Lisya mengutarakan apa yang ada dihatinya. pelukan Alfin sangat menenangkan hingga membuatnya pasrah dan bercerita mengenai keadaan yang Ia alami.
Degg !!! Alfin syok mendengar kondisi Keluarga Lisya. Dulu Ia merasakan bagaimana sakitnya dibandingkan dengan orang lain. Tapi kini tidak, karena Ia sudah berhasil menuruti ego Ayahnya untuk menjadi Petinggi NIS.
" Tidak perlu memikirkannya.. anggap Kau tidak punya telinga. Yakinkan dirimu sendiri agar tidak terpengaruh olehnya.Lisya.. Kau sudah bekerja keras.. " lirih Alfin seraya melepaskan pelukan lalu menatap mata Lisya.
" Ayahku sangat keras, Aku takut.. " rintih Lisya.
Alfin berusaha merilexkan tubuh Lisya dan membujuknya untuk tidur. Namun itu tidak berhasil karena Lisya terus menangisi Orang Tuanya.
Tiba-tiba
Wajah dan Bibir Keduanya berhadapan sangat dekat.
" Kau masih mencintai Yaura? "pertanyaan itu tiba-tiba lolos dari mulut Lisya hingga membuat Alfin menatapnya dingin.
" TIDAK. AKU SUDAH TIDAK PUNYA PERASAAN KEPADANYA. " jawab Alfin dengan mantap.
Alfin menatap Lisya dengan lekat, Ia baru menyadari bahwa Kecantikan Lisya sangat apa adanya. Sifatnya yang ceplas ceplos, sedikit galak, namun bodoh membuat Alfin tidak sadar memegang lengan Lisya.
" BOHONG. " lirih Lisya.
" Kau perlu bukti apalagi? bukankah Aku sering membuktinya kepadamu? " Alfin menatap bibir Lisya yang sudah pernah Ia nikmati.
" Kapan? " ucap Lisya,
" SEKARANG..LIHAT INI.. " Alfin meraih tengkuk Lisya,lalu..
Kissssssssssssssss Ia mendaratkan ciuman basah di bibir Lisya hingga membuat Lisya membulatkan matanya,namun ternyata Ia sangat menikmati ciuman Alfin.
Lisya meremas kepala Alfin hingga membuat Alfin semakin mendekatkan tubuh lalu membaringkannya. Mereka kini sangat intim, ciuman panas Alfin luncurkan,hingga Ia tidak menyadari bahwa dasinya sudah di longgarkan.
" Mmhmmmmmhhhmm " Lisya melenguh.
Alfin semakin memaut bibir Lisya semakin dalam. dan..
Ckk !!!!
" Sial ! Apa yang Aku lakukan ! " Alfin tersadar, Ia melepaskan ciuman lalu menatap wajah Lisya.
" Lisya maafkan Aku.. " lirih Alfin dengan suara parau.
" Apa itu berarti Kau sudah melupakan Yaura?" tanya Lisya..
Alfin menahan nafsu, tangannya mengelus pipi Lisya yang sangat lembut.
" AKU SUDAH MELUPAKANNYA. JANGAN MENANYAKAN ATAU MEMBAHASNYA LAGI, KARENA INI ADALAH PERNYATAAN TERAKHIR. " jawab Alfin dengan mantap.lalu..
Lisya tiba-tiba memejamkan matanya dan tertidur.
Alfin menatap wajah Lisya dengan lekat,
" AKU AKAN MEMBUKA PINTU SELEBAR-LEBARNYA JIKA ITU ADALAH KAU. WALAUPUN KAU BUKAN CINTA PERTAMA, TETAPI KAU ADALAH FIRST KISSKU. KAU YANG PERTAMA MERASAKAN CIUMAN DARIKU. " lirih Alfin lalu beranjak. Seperti yang diketahui, Alfin adalah tipe Pria yang independent dan tegas. Baik pekerjaan atau pribadi, Ia akan selalu menjadi pribadi yang tertata dan berprinsip. Sekalinya cinta akan cinta, melepaskan akan dilepaskan, dan mempertahankan akan dipertahankan.
*
*
PAGI HARI
Tak terasa, mentari pagi mulai terbit. Iyah, mentari pertama yang bersinar di Buku Baru bernama Yaura Gita Devmalik. Pagi ini suci dari Para Pendosa dan Penghianat hingga membuat Yaura tersenyum di depan cermin.
" KEN DAN G&D.. " senyumnya seraya melirik ke arah Sang Suami yang masih tertidur pulas.
Yaura beranjak ke Dapur untuk meminta Pelayan membawakan sarapan ke Kamarnya. Setelah itu, Ia sengaja mampir ke Kamar Evelyn. Tidak disangka, Evelyn ternyata sudah rapih dan bersiap ke Kantor, tidak ada air mata atau kesedihan dimata Adik Iparnya itu.
Evelyn sangat bersemangat menyapa Yaura dan memberinya pelukan hangat.
" AKU AKAN MENGHADIRI RAPATMU,RASANYA TIDAK SABAR YAURA MELIHATMU MEMIMPIN RAPAT. " celoteh Evelyn.
Yaura hanya tersenyum lalu memegang tangan Evelyn.
" Jangan ditunggu, membosankan."
Setelahnya Yaura kembali ke Kamar lalu membangunkan Sang Suami.
Ken susah sekali dibangunkan, hingga harus dilakukan sedikit kekerasan agar Dia bangun.
" Aaarrgghhh geli.. Kau semakin hari semakin nakal.. " Ken langsung tersenyum karena Ia tahu pasti Sang Istri yang mencubit perutnya.
" Salah sendiri. Katanya hari ini ada Rapat Penting, tapi jam segini belum bangun😏 " Omel Yaura hingga membuat Ken menarik lalu memeluknya.
" Mager, Sayang.. " manja Ken, Ia menciumi Istrinya tanpa henti.
" Sana mandi.. udah jam segini,Ken.. " lirih Yaura dengan lembut sembari menikmati ciuman Ken di lehernya.
" Mandiin🤣.. " usil Ken.
" Aku mandiin pake air panas😏 " jiwa psikopat memang tidak bisa dihilangkan.
" Iyah tidak masalah. Aku mandi pake Air, nanti panasnya Kita yang menciptakan🔞🤣. " celetuk Ken. Istrinya psikopat, Suaminya mesum,sungguh indah❤.
1 Jam kemudian,
Sudah sarapan dan wangi, Ken sibuk menata rambutnya di depan cermin.
" Katakan kepada mereka bahwa Louis telah lenyap. sementara Evelyn akan bergabung dengan G&D. " tutur Ken.
__ADS_1
" Hummm.. " singkat Yaura sembari membalutkan Jas ke tubuh kekar Suaminya.
Ken berbalik badan lalu mendekatkan wajahnya. Ia tersenyum,
" Selamat Pagi Nona Yaura. Kau Atasanku jika di Kantor.. "
" Tidak boleh. Kita sama saja. " jutek Yaura.
" Baiklah, Selamat Pagi Nona Presdir. " goda Ken.
" Ken.. " Yaura mencebikkan bibirnya.
" SELAMAT PAGI,SAYANG.. " Ken meraih tengkuk Yaura.
Tanpa sadar, Yaura tersenyum. karena memang Ia sangat menyukai panggilan Sayang dari Ken.
Kisssssss mereka berciuman sejenak.
" Cieee senyum. " usil Ken, Ia tahu bahwa Yaura selalu menutupi senyumannya. Tangannya meraih kunci mobil,
" Ayo berangkat,Nona Presdir."
Menuruni Anak Tangga, mata Yaura tertuju pada tangan Ken yang memegangnya erat.
" Indah sekali. berangkat kerja bersama.. Aku menyukai keadaan sekarang.. " Yaura mengucap syukur kepada Tuhan.
G&D HOTEL
Seperti biasa, penyambutan dan pengawalan kedatangan mereka sangat ketat. Semua Staff yang melihatnya menunduk, dan menyoroti Aura Presdir seorang Yaura mulai terpancar.
Yaura berjalan elegant,tatapan dingin namun kharismatik. ID Card PRESDIR G&D menambah wibawanya hingga membuat Ken yang berjalan di sebelahnya pun ikut terhipnotis.
" Presdir G&D.. Aku sangat bahagia, akhirnya Kau kembali seperti semula. " lirih Ken.
Ruang Rapat
Tidak banyak basa-basi, Yaura dan Ken memasuki ruangan Rapat Pemegang Saham Tahunan. Rapat itu membicarakan soal nilai jual beli saham dan efek penghapusan Louis Hotel bagi perusahaan Mereka.
Para Pemegang Saham berdiri lalu menundukkan kepalanya sebagai penghormatan, termasuk Evelyn yang tiba lebih dulu disana.
Mengambil alih, Ken duduk di Kursi Kedua Presdir G&D. Ia menyampaikan kabar bahwa Louis akan dihapus permanent dan Sang Adik akan bergabung dengannya di G&D. Bukan tanpa alasan Evelyn ditarik ke G&D, itu karena saat Ken memutuskan hengkang dari Jajaran Pemilik Louis, Ia melimpahkan semua aset Tahunannya kepada Evelyn. Saling untung dan tidak mau rugi, itulah alasan Ken menarik Adiknya,Evelyn.
" Informasi mengenai nilai jual beli saham,akan disampaikan oleh Presdir Utama Kita, yaitu.. ISTRIKU,YAURA. " senyum Ken lalu kembali ke tempat duduknya.
Yaura berdiri dari Kursi Kehormatannya lalu menyampaikan apa yang perlu di sampaikan. Penjelasan Yaura sangat jelas,singkat,padat namun mengerikan.
" SAHAM G&D NAIK 70%, gunakan kesempatan ini untuk BABAT SEMUA SEKTOR PESAING. BAIK HOTEL, RUMAH SAKIT, ATAU PROPERTY LAINNYA. Kita harus menguasai pasar, Kalian mengerti? " smirk Yaura, bayang-bayang persaingan bisnis membuatnya terobsesi akan kemenangan.
" KAMI MENGERTI,NONA. " jawab Bapak Pemegang Saham.
" Kau cerdas,Nona. " puji Wanita Analisis Saham G&D.
Ruang Pribadi
Setelah rapat diadakan, Yaura dan Ken masuk ke Ruang Pribadi. Disana, Ia sudah disambut dengan Dua Wanita yang bekerja dengannya mulai hari ini.
" Salam Hormat,Tuan Ken,Nona Yaura.. " ucap Donna dan Sinta seraya membungkuk.
Ken dan Yaura kompak membalas ucapan mereka.
" Nona Lee belum masuk,jadi sementara Donna bekerja denganku. "
" Kemarilah.. " Ken sigap mempekerjakan Dua Wanita Sexy itu tanpa basa-basi. Ia mengambil semua berkas dari Dokument, lalu memberikannya pada Donna dan Sinta.
Ken menjelaskan panjang lebar. Donna menyimak dengan baik, namun Sinta tidak demikian. Ia sibuk memandangi wajah Ken yang sangat tampan. matanya menyoroti Dada Bidang, Bibir Sexy , dan Bahu indah milik Suami Bosnya itu.
" Sempurna.. " pujinya dalam hati.
" Kau mengerti,Sinta? " tanya Ken.Sinta kaget,
" A-a-aku belum mengerti,Tuan. " jawabnya terbatah.
Ken menyuruh Donna pergi lebih dahulu.
" Fokus,jangan melamun. Kerjakan bab ini, minta tanda tangan Direksi Jajaran B. " Ken kembali mengulang penjelasan.
" Sekarang, Kau minta kepada Nona Yaura apa yang perlu dibantu, karena Kau akan berkerja dengannya secara pribadi. " ujar Ken lalu pergi menuju ruang kosong yang ada di sebelah.
" Baik,Tuan. " Sinta menundukkan kepala, matanya mengikuti kemana Ken pergi.
" Tampan dan Kaya Raya.. sangat tertantang. " batin Sinta. setelahnya, Ia berjalan menuju kursi Presdir dimana Yaura duduk.
Presdir tetaplah Presdir yang harus dihormati. Sinta menundukkan kepala,
" Ada yang bisa Saya bantu,Nona Yaura? ".
Yaura menutup laptopnya, lalu menatap Sinta dingin.
" Tentu.. " senyum tipis Yaura.
Sinta melangkah mendekati meja Bosnya. Yaura menunduk guna mengambil berkas yang ada di Brankas hingga membuat rambut belakangnya tersibak. dan..
Sinta tak sengaja melihat sebuah Tanda Cinta di leher belakang Yaura, tandanya sangat merah keungunan.
" DIA BENAR-BENAR ISTRI TUAN KEN. TANDANYA MERAH, BARU SAJA DIBUAT SEMALAM.. TUAN KEN SEPERTINYA HARUS DISADARKAN, APA DIA TIDAK MALU PUNYA ISTRI KRIMINAL? " maki Sinta dalam hati. entah kenapa Ia sangat tidak terima kenyataan bahwa Yaura adalah Istri Ken.
" Kerjakan semuanya dengan baik.. senang bisa memiliki ANAK BUAH sepertimu.. " ucap Yaura yang mengagetkan Sinta. Iyah, Yaura tahu bahwa Sinta sedang memperhatikan dirinya.
" Apa ada masalah? " tanya Yaura.
" Tidak,Nona. Baik, Saya akan melakukan semuanya dengan baik. " jawab Sinta seraya mengambil semua dokument yang ada di meja.setelah itu,Ia menundukkan kepala lalu menjalankan tugasnya.
Di pintu, Ia berpapasan dengan Evelyn.
" Selamat Pagi,Nona. " sapa Sinta, Ia tahu bahwa Evelyn adalah Adiknya Ken.
" Pagi." balas Evelyn,lalu menutup pintu.
Ken muncul dari Ruangan sebelah.
" ITU SEKRETARISMU KAK? SEXY SEKALI. " Evelyn memutar bola matanya dan menilai pakaian Sinta terlalu terbuka. Paha terekspose, Belahan Dada yang terlihat, Dada yang menyembul, Pakaian yang super ketat sangat tidak sesuai dengan Image Pegawai Baru.
" Bukan, Untuk Kakak Iparmu. " jawab Ken seraya meraih materai yang ada di mejanya.
Yaura diam meresapi perkataan Evelyn.
"benar juga, pakaiannya sangat Sexy. " ucap Yaura dalam hati. Ia melirik ke arah Suaminya.
Ketangkap basah,
" Kenapa,Sayang ? Katakan saja jika Kau membutuhkanku. " senyum Ken.
Evelyn tersenyum,
" YAURA ITU TIDAK BISA JAUH DARI KAKAK.BENARKAN? 🤣 ATAU JANGAN-JANGAN BULAN MADUNYA KURANG? " celetuknya.
" TIDAK BENAR. " senyum Yaura lalu mendekati Adik Iparnya.
Evelyn kini duduk diantara Yaura dan Ken.
" Astaga.. Aku sangat bahagia mempunyai Kalian. " Evelyn tersenyum lebar, seraya memberikan ciuman hangat di pipi Ken dan Yaura.
" Jika bahagia, maka Kau harus bekerja lebih keras. " sindir Ken diiringi tawa, Ia tidak ingin Evelyn terus manja dan mengandalkannya.
" Iyah, Iyah, Aku tahu,Kaka menyindirku. Tenang Kak, sekarang Aku sudah menjadi co-Direktur G&D Mall, sesuai dengan Bidangku, suka berbelanja dan fashion. Aku akan bekerja dengan baik🤣 " Evelyn sangat bersyukur ditempatkan di Bagian G&D Mall.
"Awas saja jika Marketingnya buruk, Kaka akan memarahimu. " ancam Ken.
" Aku rasa, Evelyn mampu menaikkan penjualan. " Yaura menggenggam tangan Evelyn seraya berfikir apakah Adik Iparnya itu sudah merelakan kematian Reino dan Hilya.
NOVEL BARU AKU, JUDULNYA NANA ✅ Jangan lupa baca, ceritanya SANGAT MENGURAS EMOSI JIWA DAN RAGA.
****************
Jangan lupa like dan komennya
Vote jangan lupa❗
SPOILER
Ken memarkirkan mobilnya di pinggir jalan karena ada panggilan penting yang mengharuskan Video Call.
Mata Yaura mengarah ke luar jendela, disana Ia melihat sebuah gerobak bertuliskan RUJAK BUAH.
" Rujak Buah? Buah? tapi sepertinya sangat menyegarkan.. " Yaura menelan air liurnya saat melihat buah mangga mentah, jambu air, nanas didalam Aquarium, ditambah melihat penjual menuangkan sambal ke pembali,membuatnya semakin ngiler.
" Ken.. beli itu.. " pintanya pada Sang Suami.
__ADS_1
" Rujak? apa itu Rujak? " heran Ken.