Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Terpaksa Meninggalkanmu,Maaf


__ADS_3

RUMAH DEVANO


Rumah besar dan luas serta berdebu membuat Ken dan Alfin sedikit mengalami kesulitan identifikasi kejadian,


" Tidak ada satupun barang yang bisa diselidiki.. " ucap Alfin dan berusaha berfikir keras.


" Aku pernah menangkap anggota dari Mereka, tetapi sia-sia. mereka sama sekali tidak menggunakan lambang ataupun simbol kelompok. " tutur Ken seraya mengingat Ia pernah membunuh dan menculik anggota Goddess Of Death.


tinggggg bunyi notif ponsel Ken.


" Apa Kau sudah mendatangi Rumah Devano? Lupakan masalah pembangunan Rumah Lama, Ayah sudah menyuruh Tim Pembongkar untuk membatalkan penghancuran Rumah itu. Sekarang cepat datang ke Hotel,Ayah ingin membicarakan sesuatu yang penting. " Ayah Reino.


Ken memberitahu Alfin bahwa punya urusan mendadak, Ia mengajak Alfin untuk kembali ke Kantor NIS.


Saat hendak masuk ke Mobil, Alfin melihat mobil Petugas Proyek Bangunan yang sedang memarkir di depan.


" Tuan Hilton bukankah Ayah sudah membatalkan Pembongkarannya? " tanya Ken seraya mendekati Tuan Hilton selaku mandor kepercayaan Ayah Reino.


" Iyah Tuan Ken, Saya baru saja menerima perintah itu dan sebentar lagi Kami akan kembali ke Kantor. " tutur Tuan Hilton seraya melebarkan senyumnya.


Ken pun segera masuk ke mobil mengambil posisi kemudi, disusul oleh Alfin yang duduk disebelahnya.


" Apa Rumah Devano akan dihancurkan? " Alfin menyerit heran sambil memasang seatbelt.


" Iyah,nantinya akan dihuni oleh Aku dan Yaura.. " jawab Ken seraya menghidupkan mesin mobil.


Mendengar ini,membuat Alfin mendelik ke arahnya.


" Ohh begitu, semoga lancar .. " ucap Alfin dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


Ken memacu mobil dengan kecepatan sedang,Ia tiba-tiba teringat oleh nama Alpha yang tertera dalam Ponsel Istrinya.


" Kau sudah lama mengenal Yaura ? " tanya Ken seraya menoleh ke Alfin.


Alfin sejenak diam dan menghela nafas panjang.


" Bukankah Aku sudah bilang waktu itu. " singkat Alfin.


" Jangan berbohong,jujurlah .. Aku hanya bertanya " ucap Ken dan tersenyum.


" Kau tanya saja pada Istrimu.. " jawab Alfin seraya menarik sudut bibirnya.


Ken tersenyum dan memilih fokus mengemudi untuk mengantarkan Alfin ke Kantor NIS.


HOTEL LOUIS



Ken masuk kedalam Ruang Pribadi dan menemui Ayahnya. Ayah Reino bilang bahwa Media Televisi dan Koran sudah memberitakan tentang G&D yang membuat mereka di cecar banyak pertanyaan. Bukan tanpa sebab Louis paling disorot,karena Public mengetahui bahwa Louis memiliki Saham Gita Hotel.


" Mereka terus mencecar pertanyaan kepada Kita tentang G&D yang mulai dibersihkan,sedangkan Kita sama sekali tidak memiliki Saham G&D. Ritz Carlton juga Dynamic sedang diwawancara oleh Media yang menyangka bahwa Stempel Yaura sudah ditemukan" tutur Ayah Reino seraya menyalakan sebuah Siaran Berita Televisi yang memberitakan G&D.


Ken terkejut dan terdiam, Ia segera mengecek bursa saham di Laptop Pribadinya . Dan benar saja, Saham Louis menempati posisi terendah dibanding Ritz Carlton dan Dynamic.


" Sial ! Kemarin Aku berhasil menaikkan saham dan membersihkan skandal,sekarang media menyorot Louis dan berimbas pada Bursa Saham hari ini ." umpat Ken dan segera menelfon Kevin.


tutttt bunyi nada sambung


Kevin yang berada di Ritz Carlton juga nampak kalang kabut dan syok, mengetahui Saham Mereka jatuh dan muncul diberbagai Deadline Berita Utama yang mengaitkannya dengan G&D.


" Media benar-benar Brengsek ! Ritz Carlton sama sekali tidak tahu tentang G&D tetapi mereka membuat berita hoax dan menjatuhkan perusahaan! " jawab Kevin tanpa basa-basi, Ia faham bahwa Ken juga akan bertanya tentang penurunan saham yang begitu mengejutkan.


" Datangi Kantor Utama Pers,beritahu mereka bahwa BIG 3 ( Louis,Ritz Carlton,dan Dynamic ) tidak ada kaitan dengan G&D . Juga suruh Vino dan Alex untuk ikut denganmu, Aku akan mengurus masalah Bursa Saham disini." titah Ken .


" Baiklah. " Kevin mematikan sambungan telefon dan langsung melangkah keluar untuk menemui Vino dan Alex di Dynamic.


Ken dan Ayahnya berusaha keras untuk memikirkan bagaimana cara menjawab Pertanyaan Media. Mereka terpaksa mengumpulkan beberapa Pemegang Saham Utama untuk meeting Urgent Hari ini.


RUMAH PAK AGUS


Pak Agus dan Yaura sedang memantau pemberitaan Internet. senyuman mereka berdua begitu terlihat meskipun wajahnya tertutup masker,


" Ritz Carlton, Dynamic dan Louis mereka sedang kalang kabut. Langkah selanjutnya adalah.. " Lirih Yaura dan melangkahkan kakinya mendekati Pak Andi yang sedang duduk di soffa dengan tangan diborgol dan tertodong Pistol.


Ia mengeluarkan ponsel yang khusus digunakan untuk meneror seseorang,


" Tugas pertamamu berhasil Pak. sekarang tugas selanjutnya .. " Yaura tersenyum sinis dan mengetik sebuah nomor telefon.


R&J News .sebuah nomor ponsel Jurnalis Ternama.


" Aku akan menghubungi Jurnalis Ternama ini,mereka akan mencatat berita yang akan Kau sampaikan " tutur Yaura.


" Bilang kepada R&J News ,bahwa Kau adalah Keluarga Devano Malik yang masih hidup dan memiliki Stempel Yaura. Kau berada di Dubai, dan sedang berada dalam tekanan Louis ,Ritz Carlton dan Dynamic yang menjadi Dalang Pembunuhan Keluarga Devano Malik."sambungnya.


Pak Andi membelakkan kedua matanya saat mendengar permintaan Yaura.


" Ta-tapi Nona .. " ucap Pak Andi dan terbatah ,tubuhnya gemetar.


" Tenanglah.. Kau tidak akan terbunuh" Yaura menaikkan satu alisnya.


" Bilang juga bahwa NIS terlibat dalam pemalsuan kasus Devano Malik, juga Pengadilan yang menerima Suap oleh Petinggi Hotel dan memilih menutup kasus Devano Malik yang belum terpecahkan." sambung Pak Agus.


" Aku tidak berani melawan NIS ,ini sangat bahaya jika memfitnah mereka." bantah Pak Andi.


" Ini bukan fitnah,tetapi kenyataan . NIS menolak menyelidiki kasus sebenarnya,itu berarti ada seseorang yang mengendalikan mereka. Cepat katakan itu,jika tidak ... "


tlkkkkkkkkkk Yaura mengeluarkan senjata dan mengarahkan ke Jantungnya.


" Baiklah.. " Pak Andi menganggukkan kepalanya.


Yaura segera menelfon Jurnalis Ternama R&J News


" Selamat Siang , Kami R&J News siap membantu keluhan Anda " jawab seorang Wanita yang sedang mengotak atik laptop di Kantor Berita.


" Aku punya berita mengejutkan untuk Kalian, catat baik-baik. Aku adalah Keluarga Devano Malik yang masih hidup dan memiliki Stempel Yaura yang selama ini dicari.. " ucap Pak Andi dan berbicara panjang lebar sesuai apa yang diminta Yaura.


Jurnalis itu membelakkan kedua matanya Bak tak percaya apa yang Ia dengar ,karena ini adalah berita yang mengguncang ,Ia pun begitu fokus mengetik ucapan yang dilontarkan Pak Andi.


" Baiklah Tuan, Kami akan melaporkan berita ini pada Polisi dan melindungi Anda . " tutur Jurnalis R&J News tersebut, Ia masih syok dan tertegun.


Jurnalis itu segera melaporkan berita tersebut kepada Atasannya.


" Rilis berita ini nanti besok, itu sangat menguntungkan Kita. Saham akan naik dan dibaca oleh banyak Orang.. " tutur Seorang Atasan tersebut dan memerintahkan bawahannya untuk meliris Berita Utama dan menyiarkannya.


Yaura tersenyum saat Pak Andi melakukan apa yang dikatakan. Tak berselang lama,Pak Agus memintanya untuk berbicara empat mata.


Ruang Pribadi


Mereka berhadapan,


" Semua Orang akan mencarimu dan NIS juga tidak akan memberimu ampun karena telah membongkar kebusukan Para Petinggi NIS. Kau harus segera meninggalkan Negara ini dan pergi ke Dubai,secepatnya ... " tegas Pak Agus,matanya berkaca-kaca.


Yaura terdiam dan mengerti apa yang dimaksud Pak Agus, tidak lama lagi NIS akan memberikan Sanksi Kepadanya bahwa sudah berhianat kepada Negara. Nyawanya pun tidak lama lagi,


" Yang Aku punya adalah Kau Pak.. Aku tidak ingin Bapak ikut ke Dubai dan mendapat Sanksi NIS. Cukup Aku saja yang dihukum mati oleh Negara.. " lirih Yaura dan menundukkan kepalanya,matanya pun berkaca-kaca.


" Aku mengasuhmu sejak kecil , dan berusaha membuatmu Kuat. Masa depanmu masih panjang Nak, sedangkan Bapak sudah Tua dan menunggu ajal. Biarkan Bapak yang menanggung akibatnya.. " jawab Pak Agus.


" Tidak ! Aku tidak ingin Bapak melindungiku dan menjadi tersangka pemberontakan. Ini adalah Dendam dan rencanaku, Aku tidak ingin Bapak yang menanggung Semuanya.. " jawab Yaura dengan tegas, Ia faham bahwa Pak Agus mengorbankan dirinya sendiri untuk dihukum mati agar Yaura tidak tertuduh meskipun sebenarnya Yaura lah yang menjadi Pimpinan Goddess Of Death dan terang-terangan melawan NIS.


" Tidak papa Yaura.. Biarkan Publik berasumsi bahwa Bapak yang melakukan Pemberontakan ini agar Kau tetap aman. Kau cukup melawan dan membunuh Abraham dengan tanganmu sendiri.. soal Hukuman Mati NIS cukup Bapak yang menanggungnya.. " lirih Pak Agus.


" Agar Aku tetap hidup, harus mengorbankan nyawamu begitu? Aku tidak setega itu Pak. Setelah Aku berhasil membunuh Abraham,Aku tidak punya tujuan hidup lain. Aku sudah siap untuk hukuman mati,jadi tolong..... Turuti keinginan terakhirku.. " Lirih Yaura dan menggenggam tangan Pak Agus.


" Kau punya Ken yang selalu melindungimu, dan akan meneruskan Garis Darah Devano Malik melalui Anak Kalian berdua. Jangan mengakhiri hidupmu sendiri Nak, Kau tahu kan .. Dulu mendiang Ayahmu selalu bilang bahwa kelak suatu saat nanti Dia ingin menggendong Cucu Pertamanya dan memberinya banyak Cinta ... " Pak Agus meneteskan air matanya.


Deg !!!!!


Yaura mengisak dalam hati saat mendengar itu. Namun Ia terus berusaha menahan airmatanya agar tidak menetes.


" Kenapa Bapak menangis? Aku saja tidak menangis.. " Yaura tersenyum dan menyeka air mata Pak Agus.


" Aku juga akan meninggalkan Ken besok malam,dan pergi ke Dubai lalu menghilang dari hidupnya. Jika Dia berpihak pada penjahat ,maka Aku akan berhadapan dengannya nanti. Jika Dia berpihak kepadaku,Aku tidak akan membiarkannya melindungiku dan mempertaruhkan Nyawanya... Aku pamit dulu Pak.. " Yaura tersenyum dan melangkah pergi.


Pak Agus memandangi Yaura yang mulai menjauh, Hatinya begitu sakit saat mendengar keputusan Yaura.


" Aku mengizinkanmu menikah dengan Ken agar Kau punya tujuan hidup Nak.. bukan seperti ini, Kau sama sekali tidak punya tujuan atau keinginan hidup ke depan.. " lirih Pak Agus dan meneteskan air matanya.


MARKAS EDWARD


Edward memantau deadline berita tentang G&D, dan begitu syok saat Louis jatuh sahamnya.


" G&D kembali dibahas, juga Kematian Ayahku yang belum terpecahkan. Ini konspirasi besar ,dan Louis .... Kenapa dengan Louis ? Sahamnya Menurun .. " lirih Edward.


" Ah sudahlah Aku tidak peduli, lagipula Ayahku sudah meninggal dan tidak memiliki Perusahaan. Tidak seperti dulu,Aku dan Ken sibuk membahas Saham padahal Kami tidak mengerti samasekali tentang Perusahaan.. " sambung Edward dan tersenyum tanpa Ia sadari,kenangan kecil itu begitu indah.


Dulu Ia adalah Anak dari Direktur Utama Ritz Carlton yang sudah meninggal dan dibunuh Abraham. Ia putus asa dan menjadi orang jahat setelah meninggalnya Sang Ayah. Mungkin saat ini Edward belum tahu bahwa Bosnya yaitu Abraham adalah Pembunuh Ayahnya.


Ia tiba-tiba teringat Persahabatannya dengan Ken dan beberapa moment kebersamaan mereka yang begitu akur dan solid. Tetapi seketika itu lenyap dalam sekejap.


Tersadar,


" SHITTT !!! untuk apa Aku mengingatnya, Dia yang telah menghancurkan hidupku dan membuat Ayah Meninggal saat mengantarkannya pulang. "


Ayah Edward mengalami kecelakaan mobil setelah pulang dari Rumah Ken dulu, Remnya tiba-tiba Blong dan tergelincir di Tol. Sejak saat itulah Edward membenci Ken. Ia terus menjatuhkan nama Sahabatnya dan Perusahaan,lalu membuat Skandal dan menjebaknya dengan Bianca di Hotel.


********************


RUMAH KEN


Yaura segera pulang ke Rumah Suaminya, Ia takut Pak Tio bangun lebih dulu. Dan benar saja,sesampainya di Garasi,Pak Tio bangun dan kebingunan. Namun,Yaura tak memperdulikan itu,Ia segera menaiki anak tangga,dan berpapasan dengan Evelyn,


" Dimana Kakak? " tanya Evelyn .


" Bukankah Dia ke Kantor? Aku tidak pergi dengannya. " jawab Yaura.


Evelyn menatapnya heran,


" Setahuku, Kakak tidak mengizinkanmu untuk keluar .. " Entah kerasukan setan apa,Evelyn mengajak Kakak Iparnya mengobrol.


" Aku hanya pergi Ibadah sebentar.. " jawab Yaura.


" Baiklah,setelah Dia pulang,suruh Kakak menemuiku,Aku ingin membicarakan sesuatu kepadanya. " tutur Evelyn dan melanjutkan langkahnya.


Yaura menganggukkan kepalanya dan menaiki anak tangga.


Kamar


Yaura mendudukkan dirinya di soffa dan menghubungi Sahabatnya,Helena.


tutttt bunyi nada sambung.


" Kenapa menelfon? Aku membencimu!. " sentak Helena dan begitu menusuk telinga Yaura.


" Jangan begitu.. Sungguh Aku tidak bermaksud melupakanmu.. " ucap Yaura dan tertawa mendengar omelan Helena.


" Dasar Sombong ! Aku tidak ingin lagi menjadi temanmu,Yaura. Menyebalkan ! Kau tahu ? Aku tadi menemuimu di NIS tetapi malah bertemu Kak Alfin,tiba-tiba Dia memarahiku tanpa sebab.. " Oceh Helena seraya meremas kertas berkas yang ada di Tangannya,sungguh Ia merasa kesal kepada Alfin dan Yaura.


" Syukurin Kau dimarahi Kak Alfin. " Yaura terkekeh.


" Helena , maaf Aku jarang menghubungimu karena Aku sibuk.. Sungguh Aku tidak berniat melupakanmu.. " Sambung Yaura dan tersenyum.


" Sebelum Kau menemuiku,Aku tidak akan memaafkanmu !.Oh iyah, Aku sekarang sudah menyelesaikan Misi NIS, dan.... Apa Kau masih melanjutkan misimu? Tolong libatkan Aku.. " lirih Helena .


" Sudah Aku bilang dari awal, Aku sudah menghentikan semuanya. Tidurlah dengan nyenyak dan tidak perlu memikirkanku.. ".


" Jangan berbohong. Aku melihat Berita Televisi , Gedung G&D mulai dibersihkan,Apa Kau yang memerintahkannya? " tanya Helena.


" Iyah itu Aku yang memerintahkannya, Aku akan menjadi Nona Direktur Utama G&D, Apa Kau mau bekerja denganku nanti dan mengajukan Surat Resign NIS? " Yaura tertawa kencang dan menggoda Helena.


" Dasar Gila ! Aku bisa digantung hidup-hidup jika Resign dengan NIS. tetapi jika Kau menggajiku lebih banyak dan besar.. Aku akan mempertimbangkannya.. " Helena terkekeh.


Mereka berdua pun bercanda lewat telefon. Yaura dan Helena bagaikan sepasang sendal swallow yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain,persahabatan mereka begitu awet dan teguh.


HOTEL LOUIS


Ayah Reino entah pergi kemana, terlihat Ibu Hilya baru datang. Ia ikut putek dan pusing memikirkan perusahaan.


" Kenapa Ibu Kemari? Harusnya Ibu dirumah saja dan Istirahat.. " lirih Ken sambil memeluk Sang Ibunda dan menenangkannya.


" Berita ini membuat Ibu syok Sayang.. Ibu tidak tenang.. " lirihnya.


Ken terus memeluk Sang Ibunda dan menenangkannya, tiba-tiba..


" Kenapa Aku sangat merindukan Yaura.. " lirihnya dalam hati,entah kenapa hatinya merasa tidak tenang bercampur cemas,dan ingin berada didekat Istrinya.


" Ayo pulang Bu,Ken juga sangat lelah.. " ucap Ken dan melepaskan pelukannya.


" Duluan saja Nak, Ibu ingin disini dulu sambil menunggu Ayahmu kembali.. " ujar Ibu Hilya.


Ken pun membereskan Laptop dan merapikan berkas yang ada di meja. Ia pamit kepada Ibunya dan melangkah keluar dengan tergesa-gesa.


***********


Hari semakin sore, pukul 16.30


RUMAH KEN


Ken memarkirkan mobilnya di Garasi dan membawa sesuatu di tangannya, dengan langkah cepat Ia menaiki anak tangga.

__ADS_1


Kamar


Ken membuka pintu , terlihat Yaura sedang menyisir rambutnya didepan cermin ,maklum habis mandi. entah pikirannya kemana ,Ia tidak sadar bahwa Ken sudah pulang.


" Yaura.. " panggil Ken dan mendekat.


Yaura pun menoleh dan menatapnya,


" Ken ..Kau sudah pulang?" Yaura meletakkan sisir ke tempat semula.


Tradaaaaaa


Ken memberinya bouquet Bunga dan melukiskan senyum tulus. Ia memandangi Yaura yang begitu cantik menggunakan Dress berwarna Putih, mirip seorang Goddess.



Yaura terkejut dan tidak percaya,


" Bunga ? untuk siapa? " lirihnya tanpa dosa.


" Untuk Bibi Ratih !. " Ketus Ken dan merasa kesal karena Istrinya tidak peka.


" Tentu ini untukmu.. Dasar Markonah ! " sambungnya.


Yaura tersenyum dan mengambil Bunga itu,lalu menghirupnya dalam-dalam, Bunga tersebut begitu wangi dan menenangkan.


" Terima kasih Ken.. ".


Hati yang tadinya cemas,kini kembali tenang.


" Kenapa tidak memanggilku Sayang?.. " usil Ken dan tersenyum.


Degggg !!! seketika mata Yaura hampir meloncat keluar, Ia teringat panggilan tadi.


Yaura menundukkan pandangannya dan merasa malu,pipinya bersemu merah.


" Lupakan itu.. Aku sedang mengigau tadi.. " lirihnya.


Ken melepas Gesper dan melemparnya ke sembarang arah.


" Kau bilang ... sedang menungguku di Kamar bukan? Sekarang Aku sudah pulang.. " bisik Ken ke telinga Sang Istri.


Yaura menggigit bibir bawahnya, Ia menyesal seumur hidup sudah berbicara itu kepada Ken.


" Ken.. lupakan.. Sungguh Aku mengigau dan tidak sadar.. " .


Ken mengeluarkan smirk mematikan,


" Mengigau ? itu berarti Kau sebenarnya menginginkanku... " Ken terus mendekatkan tubuhnya.


" Bukan ... " lirih Yaura dengan lembut.


Tidak tega terus menjahili Istrinya,


"Lupakan. Aku mandi dulu,jangan kemana-mana. " Ken tersenyum puas sambil melucuti Pakaiannya.




ASTAGAAAAA JANGAN NGADI-NGADI LU KEN 🙃EMANG GAK ADA AKHLAK NIH ORANG , GAK TAU APA FIKIRANKU TRAVELLING 😶


" Hobi sekali membuka pakaian didepanku.. " lirih Yaura dan menatap Suaminya tanpa sadar.


" Dasar Naif ! menggerutu tetapi menikmati . " balas Ken seraya menggigit bibir bawahnya.


Tersadar, Yaura segera menutup wajahnya dengan Bunga.


" TELATTTTTTTTTTTTTTTT ! "Ken terkekeh melihat kenaifan Istrinya.


40 menitan mandi,Ken memakai Baju santai dan mendekati Istrinya.


Terlihat Yaura sedang mengamati suatu box berukuran sedang yang tidak sengaja Ia lihat di bawah Ranjang.


Ken membelakkan kedua matanya saat Yaura berjongkok dan memegang Box itu.


" JANGAN DIBUKA ! " ucap Ken dan panik.


Yaura menoleh,


" Tidak.. Aku sama sekali tidak membukanya.. ". Yaura menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak sengaja melihatnya tadi.. "sambungnya.


Ken tersenyum tipis dan segera mengambil Box itu lalu meletakkannya di Lemari.


Yaura terdiam, Ia mengingat sesuatu tapi samar dan berwarna abu tidak jelas.


" Apa Aku pernah melihat box itu sebelumnya? " lirihnya dalam hati ,kepalanya tiba-tiba merasa sakit.


Yaura memegangi kepalanya.


" Yaura Kau kenapa? " tanya Ken dan panik.


Yaura kembali tersenyum , dan bertingkah baik-baik saja. Tangannya terus memegang Bunga yang diberikan Suaminya.


" Aku ingin ke Taman Bunga.. bisa Kita kesana? ".


Ken menganggukkan kepalanya.


Taman Bunga


Yaura melebarkan senyumnya jika melihat hamparan Bunga , hatinya sedikit tenang jika melihat Bunga yang begitu memanjakan matanya.



Melihat Istrinya yang tersenyum dan berseri,


" Apa senyumanmu itu hanya untuk Bunga ,bukan untuk Manusia? " usil Ken yang berada disebelah Yaura.


" Berarti Kau bukan manusia begitu? Aku tadi tersenyum untukmu. " jawab Yaura dan menatap Suaminya.


" Kau pernah mencintai seseorang? " tanya Ken tiba-tiba.


Yaura tersentak mendengarnya.


" Tidak.. " Yaura menggelengkan kepalanya dan melangkah kedepan, Ia menikmati hamparan Bunga dan angin sepoi yang begitu menenangkan.


Ingin mengatakan sesuatu, Ken mengurungkan niatnya. Ia memandangi Yaura dan mengingat seorang Gadis Kecil yang memakai Baju Putih dan menikmati hamparan bunga.



" Aku tidak akan menceraikan Yaura dan berpisah darinya.... " Sumpah Ken, Ia tiba-tiba melangkah cepat dan mendekati Istrinya.


Ken menarik Yaura dan


Huggggggggggggggg Ia memeluknya.


" Jangan pernah pergi dari hidupku... " ucap Ken dan memeluk erat Istrinya.


Brughhhhhhh Yaura menjatuhkan bouqet Bunga yang Ia pegang.


Matanya berkaca-kaca saat mendengar perkataan Suaminya.


" Ken.... " lirih Yaura.


Ken terdiam dan memejamkan kedua matanya.


Yaura tertegun dan mematung,Ia tidak percaya apa yang baru saja didengar.


" Ini jawaban atas pertanyaan yang sering Kamu lontarkan. Aku tidak akan menceraikanmu.. Sampai Kapanpun ! ingat baik-baik ucapanku,Aku tidak akan mengulanginya lagi... " tegas Ken dan mengelus lembut kepala Istrinya.


Yaura bungkam dan tidak menjawab sepatah kata pun, nanti malam adalah malam terakhir bersama Ken. Namun kenapa Sang Suami tiba-tiba mengatakan Hal tersebut,seperti ada ikatan batin dan kerasa bahwa Yaura akan meninggalkannya.


" Apa yang harus Aku lakukan?.. " lirihnya dalam hati dan mengisak.


Kemudian Ia melepaskan diri dari Suaminya,


" Ken .. Aku lupa Evelyn menyuruhmu untuk menemuinya.. " ucap Yaura sambil mengambil Bunga yang terjatuh tadi.


Ken menatapnya dan mengerti bahwa itu akal-akalan Yaura untuk menghindari pembicaraan seperti itu.


Yaura canggung dan memilih melangkah pergi,


" Aku ingin bermain dengan Lolly dan Anin dulu.. " lirihnya.


Ken mematung dan menundukkan pandangannya.


*****************************


Malam semakin larut, Yaura makan di lantai bawah bersama Lolly dan Anin. Sementara Ken entah berada di Kamar atau masih mengobrol dengan Evelyn.


" Kenapa Ken harus mengucapkan itu... " lirih Yaura dalam hati.


Kamar


Ken mendudukkan dirinya di tepi Ranjang dan membuka Box tadi. Ia mengeluarkan sesuatu dari sana..







" Dulu,Aku pertama kali melihatmu di Kantor Ayah. Kau sangat susah untuk di dekati, setiap kali Aku menyapa dirimu,Kau mengabaikannya. Aku tidak punya kesempatan untuk berteman denganmu,walaupun Orang Tua Kita bersahabat.Kau sangat dingin dan masa bodo terhadap Orang disekitarmu,hingga pada akhirnya Aku punya kesempatan bertengga denganmu saat di Luar Negeri. Kau berumur 8 Tahun ,dan Aku 12 Tahun. Setiap pagi Aku berpura-pura untuk mengunjungi Bibi Yanuar agar bisa bertemu denganmu, Kau melihatku tetapi sama sekali tidak menyapaku. Dan Usaha tidak menghianati hasil, Kau akhirnya mau berteman denganku dan menemanimu memotret Pemandangan, Kita sering bermain bersama selama beberapa hari saja. Sampai akhirnya Aku dapat kabar bahwa Ayah mengirimku ke Pelatihan Militer . Kau memberiku sebuah Kamera Kesayanganmu dan beberapa foto yang tercetak. Aku masih mempunyai janji yang belum ditepati kepadamu Yaura, Kenapa Kau lebih dulu pergi ke Tuhan .. " lirih Ken.




" Yaura dan Yaura... Kalian sama-sama menggemaskan.. " lirih Ken dan tersenyum , Ia mengingat Yaura kecil dan Yaura Istrinya.


Ceklekkkkkk Seseorang tiba-tiba masuk.


Ken menjengit dan segera menyembunyikan foto masa kecilnya.


" Kau mengagetkanku.. " ucap Ken.


" Ayo turun ke bawah.Kau pasti belum..." Yaura menghentikan ucapannya.


Pandangannya tiba-tiba terarah pada Kamera dan Box yang Ia rasa tidak asing.


Yaura menyipitkan pandangan matanya dan melangkah mendekat,


" Kamera itu... Apa Aku pernah melihatnya?.." lirihnya dalam hati.


Ingatannya berpacu pada 17 Tahun yang lalu,


" INI UNTUKMU... INI UNTUKMUU.. INI UNTUKMU... " suara anak kecil itu terus terngiang di kepalanya.


" INI UNTUKMU..INI UNTUKMU.. INI UNTUKMU.. " Yaura mencoba mengingat sesuatu namun Ia tidak bisa mengingatnya, gambaran Anak Kecil Pria terus menghantui pikirannya. Ingatannya samar dan abu-abu.



Yaura memegangi kepalanya, merasa sakit yang amat sangat.


" INI UNTUKMU..INI UNTUKMU.. INI UNTUKMU.. " suara anak kecil itu terus terngiang-ngiang.


Ken beranjak dan khawatir,


" Yaura Kau kenapa? Yaura.... " Ken begitu cemas dan memegangi pundak Istrinya.


Ingatan itu sangat samar namun terus terngiang. Yaura terus menjambak rambutnya ,kepalanya begitu sakit.


" Ken..." lirihnya.


Ken cemas dan begitu khawatir,


" Yaura tenanglah.. " Ken memeluk Istrinya ,sudut matanya memerah


dan..


Tessssssss darah keluar dari hidung Yaura dan mengalir deras.


Tangan Yaura menyeka darah itu dan menatap Suaminya.


Ken begitu syok dan membelakkan kedua matanya.


" Yaura... " lirihnya matanya berkaca-kaca.


Ken menyuruh Robin untuk memanggilkan Dokter.


Yaura memegangi kepalanya yang amat sakit.


brughhhhhhhhhhh tubuhnya melemas dan hilang kesadaran.

__ADS_1


Ken memeluk Sang Istri dan menepuk pipinya,


" Yaura bangunlah ! Yaura bangunlah.... " Ken merasakan cemas yang amat sangat , matanya terus berkaca-kaca saat melihat darah yang mengalir dari hidung semakin deras hingga membasahi Baju dan telapak tangannya .


" Bertahanlah Yaura.. " Ken menggendong Yaura dan menuruni anak tangga.


Dokter tak kunjung datang dan Ia tidak bisa menunggu.Wajah Ken begitu cemas.


Lolly dan Anin yang melihatnya pun begitu syok, mereka bertanya tetapi tidak dijawab oleh Ken.


Ken masuk ke mobil, dan menyuruh Pak Tio untuk mengemudikannya.


" Yaura bangunlah Yaura... " Ken terus menepuk pipi Istrinya.


Pak Tio melajukan mobil dengan kecepatan tinggi,


" Apa tidak bisa lebih cepat lagi?! " bentak Ken yang merasa tidak sabar.


Ken terus memeluk Yaura dan mengkhawatirkannya tanpa henti.


RUMAH SAKIT


Ken menyuruh pihak Rumah Sakit untuk cepat menangani Istrinya dan tidak lamban.


" Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Istriku. Cepat lakukan tindakan medis secepatnya." Tegas Ken seraya membaringkan tubuh Istrinya di Hospital Bed.


Dokter dan Perawat segera mendorongnya memasuki Ruangan Darurat.


Ken berdiri di luar Ruangan dan menunggu Istrinya yang sedang diobati.


" Aku mohon Tuhan, jangan sampai terjadi apa-apa dengannya.. " Ken mengatupkan kedua tangannya dan tak henti-hentinya memanjatkan Doa.


Tak berselang lama Alex,Vino ,Lolly dan Anin datang menghampiri Ken yang sedang duduk di kursi.


" Istrimu kenapa Ken? Semoga Dia baik-baik saja.. " tanya Alex seraya memegang pundak sahabatnya.


" Apa tadinya Dia sakit Ken? " tanya Vino yang tidak kalah cemas.


" Dia tadinya baik-baik saja.. " jawab Ken.


" Wajah Kak Yaura sudah pucat tadi Kak Ken.. " saut Lolly,dan Anin pun membenarkan bahwa Yaura tadi memang sudah begitu pucat saat Makan tadi.


Beberapa menit kemudian,Dokter keluar.


" Bagaimana keadaan Istriku Dok? " tanya Ken yang begitu tidak sabar.


" Istri Tuan mengalami cedera pada Kepala, juga dissociative disorder yang disebabkan oleh Rasa Trauma dan membuatnya stress berat. Apa Istri Anda mengalami kecelakaan sebelumnya? ".


" Beberapa Waktu Lalu Istriku mengalami luka di kepala.. " lirih Ken seraya mengingat insiden penyanderaan yang mengakibatkan kepala Istrinya terluka.


" Apa Istri Tuan langsung mengingat dirinya sendiri? Atau misalkan Dia butuh waktu mengingatmu ?" tanya Dokter.


" Istriku langsung mengenaliku dan mengingat dirinya sendiri.. " ucap Ken dengan yakin, Ia mengingat saat Yaura langsung mengenali dirinya.


" Sungguh aneh, Dia berusaha mengingat sesuatu hingga menyebabkan mimisan dan kepalanya mungkin terasa sangat sakit. " lirih Dokter.


" Baiklah, hanya satu orang yang bisa masuk karena Istri Tuan belum siuman. Aku akan kembali lagi.. " Sambung Dokter dan berlalu pergi.


Ken menyuruh lainnya untuk kembali ke Rumah.


" Tapi Ken.. " jawab Alex dan Vino.


" Urus masalah saham dan jaga Lolly ,Anin ,Evelyn..Biar Aku yang akan disini.. " ujar Ken.


Mereka pun akhirnya mengerti dan akan menemui Yaura nanti.


Ruang


Ken masuk kedalam Ruangan dengan tidak sabar,Ia menyibak tirai dan melihat Yaura yang sedang terbaring lemah di Ranjang. Hati Ken hancur lebur saat melihat Istrinya tak berdaya, matanya memerah .



" Yaura... " lirihnya dengan pelan. Ken terus menatap sendu wajah Istrinya.



Tak berselang lama, jemari Yaura mulai bergerak.


Ken merasa lega saat jemari Yaura bergerak dan perlahan membuka matanya.


" Yaura... " lirih Ken dengan begitu lembut, Ia mendekatkan tubuhnya dengan Sang Istri.


Mata Yaura masih ngeblur dan terasa pusing, tangannya memegang kepala yang masih begitu sakit.


" Aku dimana?... " rintihnya.


Ken diam sejenak dan menatap sendu Istrinya,


" Kau berada di Rumah Sakit.. jangan banyak bergerak.. " lirih Ken dan memegangi tangan Istrinya.


Yaura membuka kedua mata,dan melihat ada Sang Suami yang tepat berada di hadapannya.


" Ken.. " lirihnya.


" Hummmmmm ? " mata Ken masih memerah.


" Kenapa Aku bisa ada disini? Juga..Kenapa kepalaku begitu sakit? " ujar Yaura,suaranya masih melemah.


" Kau tidak mengingatnya? " tanya Ken dan mengelus lembut pipi Istrinya.


Yaura menganggukkan kepalanya.


Yang Ia ingat hanya nanti besok,Ia harus pergi ke Dubai.dan malam ini,adalah malam terakhir bersama Suaminya, mata Yaura kembali berkaca.




" Ken... " lirih Yaura, dan..




Ia memegang pipi Suaminya dan membawanya mendekat.


Ken menatap Istrinya dengan tatapan dalam.


Wajah mereka kian mendekat,nafas pun saling berbaur.


" Maafkan Aku... " lirih Yaura dan..



Cupppppppp Ia mengecup lembut bibir Sang Suami, Ken pun memejamkan kedua matanya. Air mata tampak menetes dari manik mata Yaura saat menciumnya.



Yaura langsung melepaskan ciumannya, Ken yang melihat air mata menetes,


" Jangan menangis.. Aku tidak suka melihatmu menangis.. " Ken tersenyum tipis dan menyeka air mata Istrinya.


Yaura menarik nafasnya dalam-dalam,


" Ken..Aku ingin pulang.." lirihnya.


" Kau masih belum pulih, bersabarlah.. " lirih Ken dan mengelus kepala Istrinya.


Yaura terdiam dan menundukkan pandangan,


" Tidurlah.. Kau pasti sangat lelah.. " lirihnya dan tersenyum tipis.


" Bagaimana Aku bisa tidur jika melihatmu seperti ini? " jawab Ken dan menggenggam tangan Istrinya. Ia mendudukkan tubuhnya di Kursi.


" Sebenarnya Aku kenapa? Perasaan tadi Aku makan malam.. " lirihnya, Ia berusaha mengingat kenapa Dia bisa di Rumah Sakit dan lemah seperti ini.


Ken terdiam,hatinya mendadak sesak.


" Dia benar-benar tidak bisa mengingat kejadian tadi. Apa benturan saat Penyanderaan sangat berakibat fatal untuknya? tetapi kenapa.. Dokter Waktu itu bilang bahwa Yaura baik-baik saja.. " lirih Ken dalam hati,Ia sangat ingat bahwa perkataan Dokter Wanita saat dirumahnya. Ia merasa aneh dan janggal.


" Kau kelelahan dan pingsan.. " jawab Ken.


" Tapi Aku tidak merasa lelah.. " lirih Yaura.


" Sudah jangan cerewet, tidurlah.. " Ken berusaha menghibur Istrinya.


" Ken.. "


" Kenapa? Kau masih merasa sakit? " tanya Ken dan hendak beranjak memanggil Dokter.


Yaura mencegah tangan Suaminya.


" Terima kasih banyak untuk segalanya, maaf.. Aku tidak bisa membalas kebaikanmu kepadaku..".


" Jangan mengucapkan terima kasih atau maaf ,Yaura.. Kau membuatku lemah.. " Ken berbalik badan dan membangunkan Yaura lalu memeluknya.


Yaura pun membalas pelukan Suaminya.


" Maaf Ken... Maaf.. Aku tidak bisa berada dihidupmu selamanya.. " lirih Yaura dalam hati, matanya pun terus berkaca-kaca.Ia mengingat permintaan Sang Suami tadi sore agar selalu ada di hidupnya.


" Ken ,Aku mengantuk.. " lirih Yaura.


Ken pun melepaskan pelukan dan membaringkannya lagi.


" Tidurlah yang nyenyak.." ujar Ken dan mendudukkan dirinya di Kursi.


" Kau juga.. Aku tidak akan tidur sebelum Kau tidur.. " lirih Yaura.


Ken pun menuruti perintah Istrinya. Ia tidur disebelah Yaura dan tepi Ranjang.


Mereka berdua tertidur. Ken yang begitu lelah karena masalah Saham dan G&D ,dan....


Yaura berpura-pura tertidur.


" Ini waktu yang tepat. Aku tidak ingin semakin menyakitinya.. " lirihnya dalam hati.


4 Jam berlalu,Yaura membuka kedua matanya dan melirik ke arah Jam Dinding yang menunjukkan pukul 00.10.


Yaura mengalihkan pandangannya ke Wajah Sang Suami yang sedang terlelap,tangannya terus memegang tangan Yaura dan nampak tidak ingin melepaskannya sedikitpun. Hati Yaura terenyuh dan begitu tersentuh saat melihat perlakuan Ken.


Ia diam sejenak dan menatap Suaminya,matanya berkaca-kaca. perlahan Yaura melepaskan genggaman tangan Ken, dan..


Tkkkkkkkkk Ia mencabut selang infus yang berada di tangannya.


Yaura dengan hati-hati menuruni Ranjang, setelah itu kembali memandangi Suaminya.


" Selamat Tinggal... Terima kasih Kau pernah ada dalam hidupku dan menjadi Suamiku.. " Yaura kembali mengingat Prosesi Pernikahannya dengan Ken, pertemuan pertama, dan ciuman pertama yang mereka lakukan saat di Ranjang.


Yaura melangkah ,matanya berkaca-kaca.


Saat diambang pintu, Ia menghentikan langkah dan membalikkan badannya.


" Semoga Tuhan memberimu kebahagiaan Ken.. Maaf... " Yaura meneteskan air matanya dan melangkah keluar dengan langkah cepat.



Di koridor


" Kenapa Aku menangis seperti ini? Bukankah memang ini rencanaku.. " rintih Yaura dalam hatinya.


Entah dengan apa,Ia berhasil lolos dari penjagaan Rumah Sakit. mungkin seorang Agent NIS selalu punya cara untuk mengelabui orang.


Ia keluar ke jalan raya dan berjalan menyusuri jalanan. Ia meminta tolong kepada seseorang agar memberinya pertolongan untuk menelfon keluarganya yang tidak lain adalah Pak Agus,karena ponselnya masih di Rumah Ken.


Yaura menghubungi Pak Agus agar menjemputnya.


*********************


RUMAH PAK AGUS


Pak Agus syok melihat Yaura yang begitu lesu dan lemas dan datang lebih cepat dari perkiraan.


" Kau sudah meninggalkan Ken? " tanya Pak Agus.


" Iyah.. besok Aku akan langsung berangkat ke Dubai " jawab Yaura dan bertingkah biasa saja.


" Kau bilang besok malam Nak.. " lirih Pak Agus.


" Lebih cepat lebih baik.. " Yaura menundukkan pandangannya dan melangkah ke Kamar.


" Dia terlihat sangat sedih. Dan berusaha terus kuat.. " lirih Pak Agus.


Yaura dan Pak Andi akan berangkat lebih cepat dari perkiraan ,mereka akan menemui seseorang yang begitu penting disana ,serta mengatur Strategi . Kenapa Pak Andi dibawa? Karena untuk menunjukkan kekuatan Yaura bahwa Dia bisa mengelabui Abraham yang menyangka Pak Andi sudah meninggal.


Duh bagaimana perasaan Ken yah saat tahu Yaura tidak ada ,dan menghilang begitu saja? akankah Mereka berperang di Dubai dan saling menodongkan senjata satu sama lain? atau justru Mereka saling menyatakan Cintanya? yang bertanya kenapa KONFLIKNYA BEGITU LAMA DAN PANJANG SERTA ALURNYA MUTER-MUTER ,iyah memang ini Kisahnya gaesssssss ngga ujug-ujug langsung Cinta ,Suka dan WIKWIKKKK UHUYYY ENAK NIH . Novel ini tuh ibaratnya BLOCKBUSTER ,penuh adegan aksi romantisnya belakangan. Tetapi sebentar lagi selesai kok konfliknya♥️♥️♥️


*********************************


Butuh Saran dan Kritiknya Kakak

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya.


__ADS_2