
Tak berselang lama, Ia menelfon seseorang.
" Cari Istriku sekarang ! Cepat Suruh semua Tim untuk datang kesini ! dan menyelidiki kemana mereka membawa Istriku ! " decak Ken dan mendengus kasar.
Hari semakin larut malam dan begitu mencekam
Pukul 00.05 dini hari
Kevin menelfon Polisi dan Densus setempat untuk segera datang dan menyelidiki semuanya, Alex menyusul Lolly dan Anin yang berada di Rooftop untuk kembali turun,sedangkan Vino merasa frustasi memikirkan semuanya,
" Sia-sia saja Kita menggaji pengawal ! Mereka terlatih dan bersenjata lengkap tetapi kenapa begitu mudahnya dikalahkan oleh kelompok luar ! Kesekian kalinya Kita mengalami kejadian yang sama.waktu penyerangan di Keluarga William,Para Pengawal sama sekali tidak berguna ! " umpat Vino.
" Bukan hanya Pengawal, Pihak Villa juga nampak mencurigakan. Sangat tidak masuk akal Villa berbintang 5 tetapi dengan keamanan yang sangat buruk ! Sepertinya ada sesuatu yang janggal. " Imbuh Kevin yang merasa ada suatu kejanggalan.
Tukkkkk tukkk tukkkk Ken datang dengan tangan yang terluka dan berdarah, tatapannya penuh kemarahan.
" Pulanglah ke Rumah sekarang dan jaga mereka. Aku sudah meminta Polisi untuk mengawal Kalian. " Ken menatap Vino dan Kevin bergantian.
" Kau tidak ikut? " tanya Vino.
" Aku akan menyusul. Jangan banyak bertanya dan cepat pergi dari sini ! " Ketus Ken .
" Kau ingin mencari Yaura ? Aku akan ikut denganmu. " ujar Kevin yang juga nampak mengkhawatirkan keadaan Istri Sahabatnya.
" Kau tidak perlu ikut, cukup jaga mereka saat Aku tidak ada di Rumah. Jangan biarkan Evelyn,Lolly atau Anin keluar, Aku takut terjadi apa-apa dengan mereka." jawab Ken.
Mendengar ini, membuat Vino tersadar.
" Bianca.. dimana Bianca? Aku baru sadar Dia juga tidak ada.. " Ucap Vino yang menyapu bersih sudut ruangan guna mencari temain baik kekasihnya.
Ken dan Kevin pun ikut tersadar,
" Apa mereka juga membawa Bianca? " lirih Kevin yang menengok sana-sini, diikuti oleh Ken yang menatap setiap sudut ruangan.
" Bianca sudah meninggalkan Villa ini lebih dulu, Dia sedang perjalanan pulang." timpal Evelyn yang tidak tahu bahwa Bianca masih di Villa dan tidur bersama Pria.
Ingin berbicara,
Ken tiba-tiba melihat sebuah ponsel yang tergeletak begitu saja disebelah soffa ,Ia pun segera mengambilnya. Dan itu adalah ponsel milik Istrinya.
Tak berselang lama, Polisi datang dan bertanya tentang sesuatu yang terjadi. Vino dan Kevin menceritakan kejadian dengan detail dan terperinci,
" Baiklah Kami akan menyelidiki semuanya, mohon Tuan dan Nona untuk tetap tenang. Tentang penculikan, Kami saat ini masih tidak bisa memprosesnya karena harus menunggu 1x24 Jam terlebih dahulu sesuai Prosedur. Karena sebelum menghilang 1x24 jam , maka itu tidak bisa Kami sebut penculikan. " tutur Kepala Polisi yang berseragam Polisi lengkap.
" Tidak mau memprosesnya atau tidak mau bekerja?! Kalau sampai Istriku kenapa-kenapa, Kalian yang menanggung akibatnya !. "Ken mengeraskan rahangnya saat mendengar pernyataan konyol Polisi.
Melihat yang mereka hadapi adalah Orang Ternama, Polisi akhirnya berfikir ulang,
" Baiklah, Kami akan mencarinya sekarang. " Kepala Polisi pun menyuruh anak buahnya untuk mengambil data rekaman CCTV dan menelusuri sekitar untuk mencari korban, dan menyuruh Pimpinan Villa untuk menutup Royal Tulip selama penyelidikan berlangsung.
Beberapa dari mereka ikut mengawal mobil Vino,Kevin,dan lainnya yang kembali ke Rumah.
Selama perjalanan Vino terus terbayang Sahabatnya, Yaura.
" Aku merasa sangat bersalah dengan Yaura. karena Aku, Dia dihina seperti itu didepan banyak orang, dan sekarang ntah dimana keberadaannya.. " lirihnya dalam hati.
Sementara Ken pergi mengemudikan mobil seorang diri menuju suatu tempat.
*******
Helicopter
Pukul 02.00 Dini Hari
Kurang lebih dua jam dalam pengaruh obat bius, Yaura mulai membuka matanya perlahan, kepalanya sangat berat dan pusing. Wajahnya masih tertutup sebuah kain hitam, Ia berusaha mengingat apa yang terjadi. Mendengar bunyi pesawat,
" Apa Aku diculik? dan... Kenapa seperti suara pesawat?" lirihnya dalam hati setengah sadar.
trininggg trininggg bunyi Ponsel Komplotan
" Halo Bos. " jawab salah satu dari mereka,sebut saja si A.
" Kau berhasil menculik Evelyn? " tanya Edward dari balik telefon, Ia sedang berbaring disebelah Bianca dan merasa sangat kelelahan, wajar saja pertempuran di Ranjang baru saja Ia lakoni.
" Tentu Bos. Dia masih terpengaruh obat bius."
" Sesuai perintah, jangan menyakitinya sama sekali. Aku akan datang besok pagi, malam ini Aku sedang ada urusan " ujar Edward sambil menggerayangi kembali tubuh Bianca yang masih polos dan tertidur pulas.
" Baiklah Bos. Kami tunggu kedatanganmu nanti besok " jawab si A dan segera mematikan ponselnya.
Karena di loudspeaker, Yaura bisa dengan jelas mendengar pembicaraan mereka.
" Jadi.. Dia ingin menculik Evelyn? " batinnya. Yaura hanya diam dan nampak merencanakan sesuatu.
MARKAS ABRAHAM DI ATAS GUNUNG
Helicopter mendarat di sebuah Rumah Tua yang berlokasi di atas Gunung yang nampak sangat sepi dan menyeramkan. Komplotan mereka didominasi oleh Ras Arab.
" Bawa Evelyn ke Kamar dan kunci semua pintu. Bos akan datang nanti besok, setelah ini Kita harus tetap berjaga dan siaga " perintah si A. Mereka pun membawa Yaura yang berpura-pura pingsan dengan tandu hitam .
Kamar
Tubuh Yaura dibaringkan di atas ranjang dengan keamanan yang begitu ketat, semua pintu dan jendela terkunci.
" Sepertinya Wanita ini akan menangis saat mengetahui bahwa dirinya di sandera, lebih baik Kita tutup telinga dan tidur nyenyak sementara Bos tidak ada " Pria itu tertawa.
" Ide yang bagus. Bos sedang tidak ada, artinya Kita bisa tidur nyenyak tanpa disiksa olehnya untuk tetap berjaga" timpal Pria lainnya dan mulai melangkah meninggalkan kamar.
30 menit berlalu, setelah dirasa Para Penyandera tidak mengawasinya, Yaura bangun.
Ia merasa heran kenapa Para Penyandera tidak mengikat atau memborgol dirinya.
" Apa karena mereka menganggap Aku adalah Evelyn jadi tidak menyakitiku ? lalu apa Istimewanya Evelyn untuk mereka? " batin Yaura dan menyoroti setiap sudut Ruangan.
Nampak dinding kamar dipenuhi oleh tulisan berbahasa arab, dan beberapa foto menyeramkan berupa pembunuhan yang terpajang disana.
" Mereka siapa sebenarnya? kenapa ingin menculik Evelyn?" Yaura beranjak dan berjalan mendekati jendela.
Terlihat jendela itu terpaku mati dan tidak bisa dibuka, Yaura menatap pemandangan luar yang begitu gelap dan menyeramkan, banyak pepohonan rindang disana.
" Ini bukan penculikan, tetapi Penyanderaan." batinnya. terlihat sedang fokus mengamati,
brugghhh sebuah bingkai foto yang terpajang di dinding terjatuh
Hendak menengok foto yang jatuh,perhatian Yaura teralihkan ke arah dinding bekas foto tersebut yang menunjukkan sebuah keajaiban..
Simbol Segitiga dengan Titik Merah Darah
Mata Yaura terbelak sempurna saat melihatnya,
" Simbol itu... " lirihnya dan mengingat pesan dari Pak Agus.
" Abraham ... itu simbol milik kelompok Abraham... jadi.. yang menyandera ku saat ini adalah mereka.. " tutur Yaura,matanya berkaca-kaca, bukannya merasa takut atau merengek untuk dibebaskan, Ia justru melebarkan senyumnya dan merasa bahagia karena telah menemukan kelompok Abraham.
Bak keajaiban Tuhan menemukannya,Yaura mulai menyusun strategi untuk menangkap Abraham dan alasan kenapa mereka malah mengincar Evelyn bukan dirinya.
" Sepertinya mereka masih tidak mengetahui Siapa Aku.." batinnya.
Yaura mulai melancarkan aksinya, matanya menyorot semua sudut untuk mencari CCTV yang merekam dirinya,namun ternyata tidak ada CCTV sama sekali. Ia kemudian mencondongkan tubuhnya ke handle pintu dan melihat Para Komplotan di luar Ruangan yang sibuk minum minuman keras melalui lubang kunci.
" Jika Aku melawan mereka, maka Abraham akan mengetahui bahwa Aku bukan warga sipil biasa. " batinnya.
Yaura mengacak-acak lemari di dalam sana, guna menemukan sesuatu yang bisa Ia gunakan untuk keluar. Ingin mencari senjata, namun apa daya yang Ia temukan hanya sebuah Jas Hujan Hitam.
Dengan sigap Ia pun segera memakainya dan mengotak-atik jendela untuk keluar.
Diluar sana terdapat sebuah mobil yang memarkir,
" Aku butuh ponsel untuk memberitahu Pak Agus tentang ini.. " lirihnya.
Ntah dengan apa membukanya,yang pasti jendela itu berhasil terbuka. Tanpa banyak berfikir Yaura langsung melompat dari Lantai 3 tempat dimana Ia disekap,
bruhhhhh tubuhnya terjatuh ke tanah yang dipenuhi rumput liar dan batu krikil.
Yaura nampak kesakitan karena bagian lututnya nampak terluka, namun Ia tak mempermasalahkan itu.
Yaura bersembunyi di balik semak-semak dan mengintai mobil hitam yang memarkir disana.
" Ya Tuhan semoga tidak ada ulet disini.. " ucap Yaura sambil menekuk wajahnya. sempet-sempetnya nih anak mikirin ulet disaat dirinya dalam bahaya wkwkwk.
Tak berselang lama, seorang Pria bertubuh tinggi keluar dari pintu dan melangkah menuju mobil.
Nampak tak asing, Yaura menyipitkan kedua matanya dan berfikir keras. Ia yakin bahwa Pria itu pernah bertemu dengannya sebelum ini,
dan...
" Iyah Aku ingat , Dia salah satu orang yang ikut meeting dengan Pak Andi waktu di Hotel Louis. Itu berarti Pak Andi mengetahui Siapa Abraham dan membohongiku. Aku melihat Dia dengan Pak Andi begitu dekat dan saling mengobrol " ucap Yaura seraya mengingat kembali pertemuannya dengan si Pri itu yang ternyata adalah Teman Pak Andi ( Waktu Yaura masang penyadap ).
Tak ingin membuang waktu, Yaura langsung keluar dari semak-semak dan mengendap ke mobil itu.
Pria itu sebut saja si A membuka mobil dan hendak mengemudikan mobil.
Tiba-tiba
Yaura masuk kedalam mobil dan menjerat leher lelaki itu dengan seutas tali yang Ia bawa sebelumnya.
Pria itu terkejut bukan main dan hendak melawan, tangannya memegang tali yang menjerat lehernya
" Siapa Kau Brengsek ! Lepaskan ! Atau Aku akan membunuhmu ! " teriak Pria itu yang dipenuhi amarah dan nampak kesulitan bernafas.
Cerdik, mata Yaura sibuk mencari senjata yang entah dimana letaknya.
Pria itu terus memberontak dan hendak mendorong tubuhnya.
Tiba-tiba..
Ckllkkkkkkkk Yaura berhasil menemukan senjata yang berada di bawah kursi mobil, dan menodongkan senjata itu ke kepala Pria yang ada di hadapannya.
" Siapa Kau ! " Pria itu sadar bahwa yang menjerat lehernya adalah seorang wanita.
__ADS_1
" Kau mengenal Andi? Kau teman sejatinya bukan?" Yaura menarik sudut bibirnya.
Pria itu melotot saat Yaura menyebut Andi dihadapannya,
" Bagaimana Kau bisa Tahu?!" teriaknya.
" Tentu Aku tahu. omong-omong berapa Abraham membayarmu? " Yaura berbicara melantur.
Menyebut Abraham, membuat Pria itu semakin takut dibuatnya,
" Ka-kau juga seorang bersenjata ? Ka-kau dari kelompok mana? Kenapa menyanderaku? " tanya Pria itu dan menurunkan nada bicaranya saat Ia tahu bahwa Wanita yang ada dihadapannya bukanlah wanita biasa.
" Kau mau bekerja denganku? Aku bisa membayarmu berkali-kali lipat dari Abraham.. tetapi jika Kau tidak mau.. itu juga tidak masalah.. " lirih Yaura.
" Siapa Kau ! Aku tidak punya urusan dengan siapapun, termasuk Kau. lepaskan Aku ! Atau Aku akan memanggil Para Penembak Jitu untuk membunuhmu sekarang ! " celoteh Pria itu yang tidak mampu berbuat apa-apa saat Yaura menjerat lehernya dan menodongkan pistol ke kepalanya.
" Kelompok Abraham tidak terlalu hebat sebenarnya, lihatlah ! Kau Pria tetapi tidak mampu melawanku sekarang ! Tidak berguna .. " sinis Yaura tatapan matanya mengisyaratkan banyak arti.
Tak ingin terus terjerat, Pria itu terus berusaha melepaskan diri dan meberontak tanpa henti.
" Kau tidak tahu Siapa Kami sebenarnya ! Lihat saja Aku akan membunuhmu ! " ancam Pria itu sambil berusaha membuka pintu mobil, namun Yaura terus menghalangi dengan semakin menguatkan jeratan lehernya, Ia pun hampir kehilangan nafasnya, hendak mengatakan sesuatu ..
Cklkkkkkclkkkkk Yaura menyiapkan peluru, matanya menatap tajam.
dan..
Dorrrrrrrrrrrr Yaura menarik pelatuknya, peluru pun menembus kepala Pria itu hingga membuatnya tewas.
" Aku akan menjadikan jasadmu sebagai hadiah untuk Pak Andi yang telah berbohong kepadaku. Jika Dia berbohong lagi, maka Aku akan membuatnya seperti dirimu saat ini. " Yaura tersenyum tipis,
" Karena Kejahatan Kalian sendiri yang membuatku melakukan ini.. " hati Yaura sebenarnya merasa enggan membunuh seseorang,namun apa daya , inilah kehidupannya.
Yaura mencari ponsel milik Pria itu guna menghubungi Pak Agus, namun hasilnya nihil.
" Kenapa Pria ini tidak membawa ponsel?. Apa sebaiknya melarikan diri saja dari tempat ini? berhubung ada mobil yang bisa Aku gunakan.tetapi jika melarikan diri, maka Aku tidak bisa melihat Abraham karena Dia akan datang besok. " gumamnya dalam hati.
Sedia payung sebelum hujan. Iyah itulah yang dilakukan Yaura sekarang, jika nanti besok Abraham tidak muncul maka senjata yang digunakan agar Abraham menemuinya adalah Pak Andi yang menjadi saksi segalanya sekarang,setelah Paman Arga tiada.
Yaura menyembunyikan jasad Pria itu disemak-semak,
" untuk sementara waktu,Aku menyembunyikannya disini dulu. setelah mengetahui Abraham, maka Aku akan membawanya pergi besok. " tuturnya.
Yaura memilih kembali ke tempat Penyanderaan dengan bekal senjata yang Ia dapat dari Pria itu.
************
MARKAS KEN
Ken memarkir mobilnya di sebuah Gedung misterius, Ia kini berada jauh dari wilayah Villa.
Malam hari tidak membuatnya lelah mencari cara untuk menemukan Istrinya.
Ruangan Cyber
Terlihat beberapa Tim berkostum hitam memantau monitor komputer tanpa henti,
" Iyah memang benar ini adalah helicopter milik Dubai, Big Boss " ucapnya seseorang sambil mengotak-atik keyboard.
" Tidak mungkin mereka membawa Istriku ke Luar Negeri karena pasti terhalang oleh Keamanan Angkatan Udara. Artinya, mereka menyanderanya masih di sekitar sini.. " lirih Ken, hati dan fikirannya benar-benar tidak tenang.
" Nona Yaura tidak membawa ponsel ataupun chiptatto, itu menyulitkan Kami untuk melacaknya. Apa ada telefon dari Penyandera ? Biasanya mereka akan meminta tebusan. " tutur orang itu.
" Itulah yang membuatku bingung.. Kenapa mereka tidak menelfonku dan meminta tebusan. " jawab Ken, fikirannya hanya terbayang wajah Yaura yang baru saja Ia peluk,namun kini Dia menghilang.
" Hubungi pihak NIS nanti besok, hanya mereka yang bisa melacak Penyanderaan seperti ini. Jika Kita gegabah, maka yang terjadi adalah masalah Nasional. Negara Kita akan berurusan dengan Dubai dan mempengaruhi banyak bidang. "
Ken mengusap kasar kepalanya dan frustasi,
" Aku tidak bisa menunggunya sampai besok ! arrrggggggh !" tangannya mengepal dan memukul meja yang ada di depannya.
Melihat ini,membuat Tim nya takut.
" Kumpulkan semua Tim dan Cari Istriku sekarang ! " sambung Ken.
" Baik, Big Boss. " Orang itu beranjak dan melaksanakan tugas dari Tuannya.
Ken mendudukkan tubuhnya sejenak, Ia kembali mengingat saat-saat bersama Istrinya.
" Kau telah berjanji untuk tidur denganku malam ini,Yaura .. tetapi sekarang Kau dimana? Jika Kau tidak ingin tidur denganku setidaknya jangan menghilang.. Kau membuatku cemas dan khawatir.. " Ken mengingat moment dimana untuk pertama kalinya Ia melihat Yaura tertawa bersamanya di Kamar.
Ia memejamkan matanya dan mencari jalan keluar untuk menemukan Istrinya sekarang juga, namun benar kata Tim nya tadi, bahwa masalah ini hanya NIS yang bisa melacaknya menggunakan sinyal helicopter dan bekerja sama dengan pihak tentara.
Berbeda dengan Ken yang uring-uringan dan khawatir yang amat sangat,Yaura yang kini berada di dalam Kamar penyandera kembali hanya memasang wajah datar dan tanpa ekspresi.
Ia duduk di tepi Ranjang, wajah Sang Suami tiba-tiba terlintas di fikirannya.
" Dia sedang apa ? pasti sudah tidur.. Aku terlalu merepotkannya akhir-akhir ini, maafkan Aku Ken.. ".
************
Tidak tidur ataupun Istirahat, Ken kini berada di dalam mobil.
" Big Boss, Kami tidak menemukan helicopter yang membawa Nona. Laporan selesai. " ucap seseorang dari balik telefon.
" Baiklah, Kau bisa kembali sekarang. " Ken mematikan telefonnya dan menghidupkan mesin mobil. Ia melajukan mobilnya menuju Kantor NIS.
KANTOR NIS
Meskipun hari minggu atau libur, tetapi itu tidak berlaku untuk NIS. ada beberapa staff dan petinggi yang berada di Kantor.
Ken memarkirkan mobilnya di basement kantor,
triningggggg Ponselnya berdering.
" Ayah? " lirih Ken saat mengetahui yang menelfon adalah Ayahnya, Reino.
" Iyah Ayah.. " jawab Ken yang masih berada di dalam mobil.
" Jangan bertindak diluar batas, Ayah akan membantumu untuk menemukan Yaura. Tetapi bersabarlah, pulang sekarang ! dan berfikirlah dengan jernih ! " tegas Ayah Reino dari balik telefon.
" Aku sudah cukup bersabar sejak semalam, sekarang tidak akan ! " ketus Ken.
" Jika Kau melapor kepada NIS, maka Perusahaan Kita akan berurusan dengan Dubai ! Kau tahu bukan? Hotel Kita di Dubai sangat banyak,Jika Kau bermasalah Diplomatik dengan mereka... Maka Kita tidak bisa membangun Hotel lagi disana ! Perizinan dan Penyewa Hotel Kita akan menurun ! Jangan gegabah ,bersabarlah ! " Tegas Ayah Reino kembali, Ia terlihat sedang duduk di suatu Ruangan.
" Apa yang akan Ayah lakukan? menunggu nyawa Istriku melayang begitu? " Ken mengeraskan rahangnya.
Degggg !! Ayah Reino terkejut saat mendengarnya.
" Kau berani melawan Ayah sekarang?! Jangan melawati batasanmu Ken ! " teriak Ayah Reino dan memukul mejanya.
Habis kesabaran, Ken malah mematikan sambungan telefon Ayahnya. Ia keluar dari mobil dan melangkah menuju Ruangan Direktur Besar.
Koridor
Di koridor Ia bertemu dengan seorang Wanita berambut pendek yang nampak tidak asing baginya,
" Tunggu !.. " Ken menarik tangan wanita itu.
Menoleh, mata Wanita itu terbelak dengan sempurna.
" Astaga... Ken .. " .
" Kau mengingatku bukan? Aku Suami Yaura.. Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu, Helena. " ujar Ken dengan wajah panik.
Dan yah, wanita itu adalah Helena yang sedang membawa laptop di tangannya.
" Ya Tuhan.. Apa Dia akan bertanya tentang Yaura bahwa sebenarnya Dia adalah Agent NIS dan dalang dibalik pembunuhan yang hampir melenyapkan nyawanya?" batinnya dan mendadak ketakutan.
" Tentu Aku mengingatmu.. Silahkan,apa yang ingin Kau tanyakan.. " jawab Helena sambil melukiskan senyum paksa di bibirnya.
Ken diam sejenak saat menyadari Helena berada di Kantor NIS,
" Apa Helena anggota NIS? " batin Ken sambil mengamati pakaian yang dipakai Helena.
" Tuan Ken..Kenapa Kau mengamati ku seperti itu? ".
Ken tersadar,
" Apakah Direktur Besar NIS ada di Kantor? Jika tidak, apa Aku boleh meminta nomor telefonnnya? " tanya Ken.
" Aku tidak mengetahui tentang itu Tuan Ken, karena Aku bukan staff NIS,tetapi Jaksa. Aku kesini untuk mengurus kasusku.. " jawab Helena dengan santainya, kebetulan hari ini Dia memakai pakaian Jaksa untuk menyamar, jadi bisa dengan mudah mengelabui Ken . Akhir-akhir ini Helena dan Yaura jarang bertemu karena misi NIS masing-masing.
" Baiklah Helena, terima kasih. Aku pamit dulu " Ken tersenyum kecut dan melanjutkan langkah. Ia sengaja tidak memberitahu Helena tentang penculikan Yaura karena takut membuatnya ikut khawatir.
Helena menghela nafas panjang,
" Syukurlah Hari ini Aku ada tugas penyamaran menjadi Jaksa berkat Kak Henry. Jika tidak, maka Ken akan tahu bahwa Aku NIS dan mencurigai Yaura.. " .
Dari kejauhan,nampak seorang Pria bertubuh tegap berbalut Jas Hitam yang tidak sengaja menguping pembicaraan mereka.
" Jadi Kendrick adalah Suami Yaura. lalu kenapa waktu itu Yaura menyerang Hotel milik Suaminya sendiri.. Ini sangat mencurigakan " batin Alfin.
" Dan hari ini, Aku tidak bisa menghubunginya sama sekali. padahal Dia tahu ada Rapat dan Pengintaian besar misi sekarang.. Sejak menikah,Aku merasa Yaura menjadi sedikit mencurigakan. Dia gegabah dan ceroboh . " Alfin mengikuti langkah Ken yang pergi ke Ruangan Direktur Besar.
RUANGAN DIREKTUR BESAR
Bak keajaiban, Ken berhasil menemui Direktur Besar NIS secara langsung.
Saat melihat Ken, Direktur Besar itu langsung mengenali,
" Lama tidak jumpa denganmu,Ken.. " sapa Diyo Hartapura sambil tersenyum lebar ke arahnya.
Sudah diketahui sejak awal, Ken juga merupakan tentara terlatih meskipun Ia mendalami pelatihan di Luar Negeri tetapi itu tidak membuatnya kehilangan silaturahmi dengan Tentara Tanah Air.
" Hormat,Pak " Ken hormat kepada Pria Paruh Baya tersebut. dan menundukkan kepalanya sebagai penghormatan.
" Hormat. Wahh Kau sudah besar sakarang, 10 Tahun Kita tidak bertemu Nak. " ujar Diyo.
__ADS_1
Ken melangkah mendekati Pimpinan Terbesar NIS tersebut.
" Aku butuh bantuanmu,Pak. " Ken menundukkan pandangannya saat mengingat kembali bahwa Istrinya menghilang.
" Katakan .. " jawab Diyo seraya mengerutkan keningnya.
" Aku butuh Tim untuk menyelamatkan Istriku sekarang,Dia disandera seseorang yang ntah dibawa kemana. Mereka membawanya menggunakan Helicopter Bravo578 Dubai " tutur Ken.
Deggg !!!
Diyo terkejut dibuatnya.
" Kau sudah membuat laporan kepada Polisi sebelumnya? ". tanya Diyo.
" Aku sudah membuatnya, tetapi mereka belum bisa menanggapinya. ".
Diyo diam sejenak, dan berfikir sejanak.
" Ini masalah Nasional,Ken. Sandera yang berkaitan dengan Luar Negeri memiliki taraf berbeda dengan penculikan biasa. Kita harus menghubungi Pihak Dubai terlebih dahulu dan melakukan pendekatan Diplomatik kepada Mereka.Itu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.. ".
Mendengar jawaban yang sama ,yaitu menunggu membuat Ken mengepalkan kedua tangannya dan sudut matanya memerah.
" Baiklah, jika menggunakan Penembak Jitu NIS itu tidak bisa.. Aku hanya memerlukan pelacakan keberadaan Istriku saja,tidak lebih,Pak." Ken menelan salivanya dan berusaha tetap sabar.
" Jika pun itu terlacak, Kau tidak bisa menggunakan fasilitas milikmu sendiri. Harus menggunakan fasilitas NIS agar Kau tetap aman. " tutur Diyo dengan maksud takut jika tidak menggunakan NIS maka nyawa Ken akan terancam dan tidak dijamin oleh Negara.
" Aku tidak peduli dengan itu, yang terpenting sekarang adalah nyawa Istriku... " Ken menundukkan pandangannya,tangannya terus terkepal.
Trininggg bunyi Ponsel Direktur Besar
" Hormat,Ini Reino Bachtiar ." tutur Ayah Reino yang terdengar melalui loudspeaker. Ken terkejut saat melihat Ayahnya berkomunikasi dengan Diyo.
Reino juga mantan Tentara ,tentu saja mengenal Diyo yang sekarang menjabat sebagai Direktur Besar NIS.
" Hormat . " jawab Diyo dan tersenyum.
" Ayah tahu Kau ada disitu,Ken. Dengarkan Ayah sekarang .. Menyerahlah ! Dan bersabarlah sedikit lagi.. Jangan sampai berita ini sampai di telinga Media dan Pers yang akan meliput Perusahaan Kita. Tinggalkan Kantor NIS sekarang , sebelum Paparazzi datang dan memotret dirimu " tutur Ayah Reino.
Ken menelan salivanya dan berusaha untuk menahan amarahnya, tangannya yang terluka tetap mengepal sempurna.
" Saham Kita mulai turun.. Ini akan berakibat fatal,Protek Besar Kita sedang dibangun,jangan sampai hancur karena Kau terlibat skandal. Yaura pasti akan Ayah selamatkan sesuai Prosedur Negara dan Hukum. Kembalilah Sekarang ! Ayah ingin berbicara denganmu.. " sambung Reino,
Diyo hanya merespon dengan sebuah senyuman.
tiba-tiba Ken mengambil Ponsel Diyo dari tangan Sang Direktur Besar Tersebut.
" Aku tidak peduli dengan Saham yang Kau maksud.Aku juga tidak peduli dengan Media yang memberitakan masalah ini, yang Aku pedulikan adalah..........
Nyawa Istriku. Dia harus selamat, sebelum Aku bertindak semakin diluar batas.. Cepat suruh Pak Diyo untuk memberikan Izin kepadaku, kirim Helicopter NIS sekarang ! Dengarkan baik-baik Ayah, Kau tahu Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku ! " Tegas Ken, matanya berkaca-kaca.
" Jaga batasanmu Ken ! " amarah Reino meledak saat Sang Anak melawan keputusannya sendiri.
" Batasan dibuat untuk dilewati, dan Aku akan melewati semuanya ! " Tegas Ken, Ia memberikan ponsel kepada Pak Diyo lalu menunduk hormat. Setelahnya,Ia melangkah keluar.
Sepanjang langkah, dirinya dikuasai oleh amarah dan kekhawatiran yang tak kunjung mereda.
Gerbang Keluar NIS
Ken mengemudikan mobilnya dengan mata yang semakin memerah dan berkaca-kaca.
Seorang penjaga keamanan memberhentikannya,
" Tunggu Tuan,Kami harus memeriksa Tuan terlebih dahulu . " ucapnya dari luar.
" Minggirlah ! dan cepat buka gerbangnya. " Ketus Ken,wajah yang dingin namun kharismatik.
" Buka Kaca Mobilnya Tuan , Kami harus memeriksa Tuan terlebih dahulu." Penjaga mengetuk pintu mobil.
Tak meladeni, Ken justru menginjak gas
" Cepat minggir ! Atau Aku akan menabrakmu ! " Ken merasa sangat kesal.
Tiba-tiba Bunyi HT seorang penjaga dan menyuruhnya untuk memberikan kepada Ken.
" Ada panggilan masuk untukmu,Tuan. " seraya membawa HT.
Melihat HT, membuat Ken membuka kaca mobilnya dan ..
" Hormat. " Hormat Ken.
" Pukul 20.15 tepat, Aku mengirim Helicopter N1S997 Untukmu di Rooftop Louis. Gunung XXX dititik puncak, mereka menyandera sandera disana. Lakukan ini selama 4 Jam, diluar itu, Aku tidak bisa bertanggung jawab atas Sandera dan Dirimu. " ucap seorang Pria Dewasa.
Ken membelakkan kedua matanya saat mendengar ini,mendengar bukan Suara Pak Diyo ,tetapi orang lain,
" Siapa Kau? Aku berterima kasih kepadamu .. "
" Alpha.. Semoga misimu berhasil.." ucap Pria itu.
Ken terdiam sejenak, Ia mengingat moment dimana Ponsel Yaura mendapat panggilan dengan nama Alpha.
" Sekali lagi Aku ucapkan banyak terima kasih kepadamu.. " lirih Ken.
" Sama-sama.. " jawab Alpha dan mematikan HT nya.
Ken memberikan HT tersebut, dan kembali melajukan mobil saat Penjaga Gerbang sudah membukakan pintu untuknya.
*********
Siang Hari, Edward masih berada di Villa bersama Bianca. Namun terlihat Bianca sedang di Kamar Mandi,
Edward menelfon seseorang.
triningggg bunyi ponsel Ken berdering,tampak nomor tidak dikenal.
" Halo " jawab Ken.
" Lama Kita tidak berkencan,Sayang. Kesayangmu sedang terborgol dan terikat disana ,Kau tidak ingin menemuinya? " ucap Edward seraya menyunggingkan bibirnya.
Mengetahui ini Penyandera,
" Apa yang Kau inginkan ? " Rahang Ken mengeras saat mendengarnya.
" Datang dan berkencan . Jangan membawa siapapun, datanglah seorang diri. Jika Kau berani berhianat atau membawa Penembak Jitu ,maka.... Dorrrrrrrrrrrr Peluru akan menembus kesayanganmu itu.. " ancam Edward yang masih mengira bahwa Evelyn lah yang tersandera.
Mata Ken memerah dan menelan salivanya,
" Baiklah,mari Kita berkencan. " jawab Ken dengan gentlenya.
Edward mematikan sambungan telefon dan segera menelfon Abraham .
" Boss besar.. Ken nanti malam akan datang,cepat transfer Uangnya sekarang. " ucapnya.
Abraham mengeraskan rahangnya.
" BODOH ! Yang Kau sandera bukanlah Evelyn melainkan Yaura ! Aku tidak akan mentransfer uangnya sebelum Kau menyelesaikan masalahmu dengan Yaura. Dia terlanjur mengetahui Markas Kita,Kau harus bertanggung jawab atas ini ! " Abraham mendengus kasar.
Mendengar ini membuat Edward terkejut bukan main , Ia segera mematikan telefon dan menelfon anak buahnya disana. Namun tidak ada siapapun yang mengangkat panggilannya,
" Sial ! Kemana mereka semua ! " umpat Edward dan segera memakai baju untuk menemui mereka ke Markas.
**********
Pukul 20.00 Malam Helicopter datang.
Ken sudah menunggu di Rooftop , dengan Kostum serba hitam, Ia siap berkencan dengan Kematian dan Senjata Api yang siap melenyapkannya saat itu juga.
Edward mendapat perintah dari Abraham untuk melenyapkan Yaura yang sudah terlanjur tahu Markas Abraham,dan menyandera Ken untuk diintrogasi tentang Wanita yang selama ini ingin melenyapkannya.tetapi karena dendam pribadi, Edward juga berniat melenyapkan Ken sekalian ,
" Aku akan berpura-pura bahwa Tim ku yang menembak Ken dan membunuhnya. Hahahhahaha Selamat datang di kematianmu Ken.. " Edward tertawa, Ia sekarang berada di Helicopter.
MARKAS ABRAHAM
Edward berada di dalam Ruangan,tetapi belum menemui Yaura karena,
" Aku tidak ingin menemui Wanita Gila itu sekarang, Semalam Dia melemparkan pisau, Aku tidak tahu Dia akan berbuat apa setelah tahu bahwa ternyata Aku lah yang salah menculiknya. " lirih Edward yang enggan menemui Yaura terlebih dahulu.
Tak berselang lama, terlihat sebuah Helicopter mendarat dihalaman dan seorang Pria berseragam Hitam melangkah keluar.
Dengan begitu Gentle dan Manly Pria itu melangkah memasuki Ruangan tanpa Rasa Takut, Ia memegang senjata berlaser merah.
Dan...
Edward menghampirinya,
Betapa terkejutnya Ken saat mengetahui bahwa itu adalah Mantan Sahabatnya,Edward yang melakukan ini semua.
" Aku mengira Kau tidak sebrengsek ini, tetapi ternyata Benar.. Brengsek tetaplah Brengsek . " Ken membuka penutup muka dan menatapnya dengan tatapan dingin namun kharismatik.
" Aku sangat merindukanmu,Sayang. Akhirnya Kita bisa berkencan. " sambut Edward dengan senyuman lebar.
******************
**Butuh Saran dan Kritik
Jangan lupa Like dan Votenya yah..
__ADS_1
Maafin Aku Up nya lamaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜Ini cerita Halu yah gaesss kalo ngga nyambung atau realistis mohon maklumin,terutama wikwik yang belum Aku jabaninðŸ˜ðŸ˜ðŸ¤£**