Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Iyah, KAU ADALAH YAURA KECILKU.


__ADS_3

" Box ini.. apa Aku pernah melihatnya? " tanya Yaura dalam hati.


Yaura berfikir keras,matanya berkaca. Penasaran, Ia pun langsung membuka Box itu secara paksa.


Dan..


Degggg !!!!!!!! Yaura langsung meneteskan air mata saat melihat beberapa foto masa kecil dan kamera terpampang di hadapannya.


Yaura mengambil sebuah foto masa kecil lalu menatapnya sendu,


" Foto ini.... " lirihnya dengan gemetar lalu mengusap lembut wajah anak lelaki yang berada di sampingnya.



" Dan.. ini adalah kamera milikku.. " Yaura mengalihkan pandangannya ke kamera.



" Lalu.. Lelaki ini siapa? " lirihnya dalam hati.


Seketika itu pula, ingatan Yaura kembali flashback 17 Tahun yang lalu.


Flashback On


Yaura kecil sedang bermain di Taman G&D, tidak disangka ada sebuah pohon yang ingin tumbang dan hendak menimpanya, tiba-tiba..


" Awasssss !!! " teriak Anak kecil lelaki yang langsung mendorong Yaura agar tidak tertimpa pohon.


Brughhhhhh Yaura dan Anak kecil itupun tersungkur ke tanah secara bersamaan.


" Kau baik-baik saja Nona? " tanya Anak kecil itu seraya membangunkan Yaura kecil yang nampak syok.


" Iyah,Aku baik-baik saja. Terima kasih ya, Kau telah menyelamatkan Aku." ucap Yaura seraya menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat.


" Sama-sama,Nona. " jawab Anak kecil itu sembari melukiskan senyum manis di bibirnya.


Takut dengan orang lain, membuat Yaura langsung melangkah pergi meninggalkan anak itu. Sebagai ungkapan terima kasih, Yaura memetik bunga lalu merangkainya menjadi satu. Ia pun kembali mendekati lelaki yang telah menolongnya,


" Karena Kau telah menyelamatkan nyawaku, jadi Aku memberikanmu Bunga sebagai ungkapan terima kasih.Bunga adalah sumber kebahagiaanku,jadi Aku memberikannya untukmu. " tutur Yaura, sembari mengulurkan rangkaian Bunga yang Ia petik.


" Bunganya sangat cantik,Nona. terima kasih.. " ucap Anak Kecil, Ia tanpa ragu menerima Bunga dari Yaura.


Tiba-tiba


" Siapa namamu? " tanya Yaura kecil,suaranya begitu imut.


" KEN. "


" KENDRICK RAFANDRA BACHTIAR." jawab Anak Kecil itu yang ternyata adalah KEN kecil.


Setelah mengetahui namanya, Yaura pergi begitu saja. berbeda dengan Ken yang merasa sangat senang dan bahagia berkenalan dengannya, Ia terus memandangi Yaura hingga hilang dari pandangannya.


Flashback Off.


Degg !!!!!! Yaura tertegun, air mata terus menetes.


" Ken? " ucap Yaura gemetar, matanya kini menyoroti nakas dan ranjang guna mencari ponsel Suaminya. tak membutuhkan waktu lama, Yaura menemukan ponsel Ken yang tergeletak di kasur.


Dengan gemetar, Ia mengetikkan password ponsel dan memencet menu internet.


Mesin pencari, keyword


Foto kecil Kendrick Rafandra Bachtiar, CEO Louis.


Dan


Tradaaaaaaaaaaaaaaa dunia digital tidak akan pernah berbohong, foto kecil Ken bertebaran dimana-mana. Yaura langsung mencocokkan dengan foto yang ada di genggaman tangannya.


Degg !!!! air mata semakin menetes deras setelah mengetahui fakta bahwa itu memanglah foto Ken kecil.


Tukkk tukkk tukkkk tukkkkk Yaura melangkah keluar dengan derai air mata yang membasahi pipinya, Ia memasuki Ruang bawah tanah.


Disana,Yaura mengisak, tangannya terus memegang foto itu sembari menatapnya dalam. dalam sekejap, Ia kembali melakukan kilas balik masa kecilnya dengan Ken.


Ruang Keluarga


Pesta semakin menjadi-jadi, entah berapa botol wine yang mereka habiskan, yang pasti itu tak terhitung. Terlihat Kevin, Alex, Vino juga David sudah sempoyongan dan melantur. Sementara Alfin dan Pak Agus masih sedikit sadar. sedangkan Ken, Ia malah sepenuhnya sadar karena hanya minum sedikit Wine.


' Psikopat ' tak pernah menghantui fikirannya, Ia mengobrol sembari menutupi perasaan sesungguhnya.


Nona Lee , Anin, Lolly , Evelyn dan Lisya cekikikan membahas lelucon konyol. Evelyn yang menyadari Kakaknya termenung,


" Kak, Kau baik-baik saja? " tanya Evelyn sembari mendudukkan tubuh di sebelah Kakaknya.


" Tentu baik-baik saja,Evelyn. Dan.. apa Kau membawa BOX berkas yang Kakak minta? " tanya Ken sembari memberi usapan lembut dikepala Adiknya, karena bagaimanapun Evelyn tetaplah anak manja yang harus Ia jaga saat Kedua Orang Tua mereka menekam di penjara.


" Sudah, tadi Aku menyuruh Yaura untuk sekalian membawanya ke atas. " ucap Evelyn.


" Ohhh. " Ken mengulas senyuman tipis.


Tiba-tiba David berdiri sempoyongan


" Sepertinya Aku harus pulang, ahhh sial ! pusing sekali ! " umpat David seraya memijit lembut kepalanya.


" Kau mau pulang kemana? Markas? bisa-bisa Komandan memecatmu dalam kondisi mabuk seperti ini ! " saut Kevin diiringi tawa.


" Jika keadaan seperti ini, enaknya menginap di Hotel. " celetuk Alfin yang membuat semua orang membulatkan matanya,termasuk Lisya. seketika Ia mengingat kejadiannya dengan Alfin di Hotel waktu itu.


Ken menarik sudut bibirnya,


" Diam-diam Kau sangat nakal ! " ucap Ken.


" Hei Alfin ! sudah berapa kali Kau check-in ? Astaga... Kau sangat manis tapi menghanyutkan. " ledek Kevin.


" Gilaaa !! Agent NIS sempet-sempetnya check-in ke Hotel. " tawa Alex.


" Anj*ng ! Aku juga Pria normal. Astaga, Aku merindukannya, dimana Dia? " Alfin melantur, matanya menyoroti setiap orang.


" Siapa? " tanya Ken dengan serius, Ia takut bahwa yang di cari adalah Istrinya, karena orang mabuk pasti akan jujur.


" Orang yang merebut First Kiss dari ku, mmmmmmm Liss.. " racau Alfin,dan


" Besok masih ada kasus yang harus Kami selesaikan. Sebaiknya Aku membawa Alfin pulang. " tukas Lisya, Ia merasa sangat khawatir Alfin akan membongkar aib mereka.


Terlanjur menyebut nama,


Lmaaaooooooo semua orang tertawa dan faham yang dimaksud adalah Lisya.


" Pulang kemana kamu Lisya? Jangan ngadi-ngadi yah.. " ledek Nona Lee.


" Lisya inget, Kau tidak boleh nakal seperti Alfin dan David. " ledek Vino.


" Bangs*t ! Aku masih suci dan terjaga. " protes David diiringi senyum manis.


" Ya Tuhan, memalukan ! malah Pria Tampan semua lagi yang ada disini, apa kata Dunia jika Aib ku terbongkar ! Astaga.. astaga.. " decak Lisya dalam hati,pipinya bersemu.


Ken menarik sudut bibirnya saat melihat pipi Lisya yang memerah.


" Kalian tidak perlu pulang, disini banyak kamar kosong. Tapi ingat, jangan macam-macam ! " ucap Ken yang memperbolehkan mereka menginap,karena rumah sebesar itu rasanya sangat sepi jika ditempati oleh dirinya dan Sang Istri.


" Kak Ken sangat pengertian, pasti pas muda seperti itu yah? " celetuk Lolly yang membuat Ken mendelik.


" Apa maksudmu dengan 'masih muda'? jadi menurutmu Aku sudah tua begitu? " tukas Ken diiringi senyum.


" Marahi saja Dia Ken ! Lolly ini memang sangat kurang ajar sama ORANG TUA. " saut Alex guna membully Lolly,namun..


Ckk !!!!


" Kau sama saja bren*sek ! " umpat Ken.


" Aku ke atas dulu sebentar. " sambungnya dan berlalu pergi.


Evelyn yang sudah melihat Kissmark di leher Yaura pun tersenyum dan bergosip dengan Anin.


" Sepertinya Kak mau bikin Keponakan lucu untuk Kita. hihihihi " Evelyn berbisik ke Anin.


" Tentu saja, Aku juga tidak sengaja melihat Kissmark di leher Kakak mu tadi pagi. " Anin cekikikan.


Lolly yang belum melihat Kissmark di leher Yaura ataupun Ken karena mereka menggunakan baju yang menutupi leher pun hanya bengong dan tidak mengerti apa yang Kakak dan saudaranya gosipkan.


*


Kamar Yaura


Ken membuka pintu, hendak memanggil nama Istrinya, namun..


Degg !!! mata Ken membulat sempurna saat melihat BOX dan kamera pemberian Yaura kecil terbuka di atas Ranjang.


" Ya Tuhan, Evelyn salah membawa Box dan ..Yaura.. " mata Ken berkaca, Ia sangat ingat saat Yaura pingsan dan mengeluarkan darah dari hidungnya saat melihat Box tersebut.


" Tidak.. tidak.. jangan sampai Yaura mengingat dan melihatnya. " Ken menggelengkan kepala, sungguh Ia ingin menyimpan rapat-rapat kenangan itu karena takut kepala Yaura masih belum sembuh total.


" Yaura.. Kau dimana ? " teriak Ken, matanya menyoroti sudut Ruangan. Ia berlari kecil kesana kemari untuk mencari Sang Istri.


" Yaura keluarlah.. " teriak Ken kembali, Ia melangkah ke Balkon,namun disana juga tidak ada.


Tukkk tukkk tukkkk Ken keluar dari kamar dan berlari ke Kamar Mertuanya, Devano Malik.


" Dimana Dia? " Ken cemas, takut terjadi apa-apa dengan Yaura. Hendak turun ke lantai bawah,


" Kau mencari siapa Tuan? " tanya Bibi Arum yang baru keluar dari dapur.


" Istriku. Bibi melihatnya? " tanya Ken tergesa-gesa.


" Tadi, Bibi melihat Nona masuk ke Ruang bawah tanah. sepertinya masih ada disana.. " tutur Bibi Arum yang sempat melihat sekelebat Yaura.


Tak membuang waktu, Ken langsung berlari kesana.


Ruang Bawah Tanah


Brakkkkk pintu terbuka otomatis, sebuah Ruangan megah,mewah,berisi peninggalan Devano Malik dan beberapa senjata api yang sengaja di beli oleh Ken untuk keamanan ,tertata rapi di sebuah lemari kaca berukuran besar.


" Yaura Kau dimana? " teriak Ken, matanya memerah dan menyapu bersih sudut ruangan.


Berkali-kali berteriak, namun tidak ada jawaban.


" Yaura, Aku mohon, keluarlah.. " lirih Ken.


Tiba-tiba


"KETIKA AKU BERTEMU KEMBALI DENGANMU DI KEHIDUPAN MENDATANG, MAKA... AKU YANG AKAN MENCINTAIMU LEBIH DULU.. "


" JIKA KAU TIDAK MENGENALIKU, MAKA.. AKU YANG AKAN MENGENALIMU LEBIH DULU. " Suara ini menggema di seluruh ruangan.


Degg !!!! Mata Ken berkaca saat mendengarnya. Ia pun berbalik badan, dan..


" Yaura.. " lirih Ken, Ia melihat Sang Istri berdiri di depannya.


Melihat Yaura membawa foto masa kecil,


" Kembalikan foto itu, dan lupakan.." lirih Ken dengan lembut sembari menadahkan tangannya.


Yaura melangkah mundur, dan menatap Ken dengan sendu.


" Itu janjimu kepadaku kan Ken? " tanya Yaura gemetar,matanya berkaca.


Degg !!! Ken tersentak, Ia menatap lekat wajah Sang Istri.


" Jangan mengingatnya Aku mohon,Yaura.. Aku tidak ingin Kau terjadi apa-apa.. " pinta Ken, Ia sangat takut darah kembali keluar.


" Jadi selama ini Kau mengenalku di kehidupan sebelumnya? jawab Ken.. " tanya Yaura kembali, Ingatannya kembali pulih.


Ken menurunkan pandangannya seraya menelan saliva guna menahan sesuatu yang tercekat di tenggorokan, matanya memerah.


" Ken jawab ! " teriak Yaura sembari meneteskan air mata, Sumpah Demi Tuhan, Ia sangat bersalah terhadap Ken yang sedari dulu selalu melindungi dan menemaninya.


Melihat tidak ada darah yang keluar, Ken memberanikan diri untuk mendekat.


" Iyah, itu Aku." Ken mengambil alih foto dari tangan Sang Istri.


" Kau pasti ingat saat pertama kali Aku melihatmu di Kantor G&D, Kau sangat cuek dan mengabaikan semua sapaan ku. "


" Saat Kau bermain di Taman Rumah Sakit,lalu Kau hampir tertimpa pohon, Aku yang mendorongmu untuk menjauh. Kau mengucapkan terima kasih dan memberiku bunga indah, lalu bertanya ' Siapa namamu ? ', sebuah keajaiban Kau mau berbicara denganku, hingga membuat hatiku sangat bahagia. " Ken tersenyum diiringi air mata yang tergenang di manik matanya.


Yaura meneteskan air mata sembari mengingat semuanya, Ia menatap Ken dengan dalam.


Tukkkk tukkk tukkkk Ken berjalan mengitari Istrinya.

__ADS_1


" Di luar negeri, Aku punya kesempatan untuk bertetangga denganmu dan bermain bersama dirimu walaupun hanya beberapa hari. Setiap hari,Aku rutin ke Rumah Ayah Devano hanya untuk menemuimu. "


" Aku menemanimu memotret, berjalan di taman, atau hanya sekedar bermain game. Lihatlah Yaura,ini adalah hasil fotomu 17 Tahun yang lalu. Kita tersenyum, tertawa, dan bahagia. " Ken menahan air mata keluar, sembari menunjukkan foto masa kecilnya kembali di hadapan Sang Istri.








Yaura meneteskan air mata dan jatuh membasahi foto itu.


" Aku selalu mengikutimu kemanapun Kau pergi. Sungguh, masa itu sangat membahagiakan. Sampai pada akhirnya, kebahagiaan itu sirna setelah Ayah menyuruhku untuk pergi ke pelatihan militer dan meninggalkan semuanya. "


" Aku mengatakan kepadamu ' Yaura, besok Aku pergi ke militer. Jangan pernah melupakanku ' dan Kau hanya diam tidak menjawab apapun. Malamnya, Aku tidak menyangka Kau memberiku sebuah hadiah. "





" Kau memberiku kamera kesayanganmu beserta foto yang tercetak, sungguh Aku sangat bahagia bercampur sedih karena harus berpisah denganmu. Kau berkata ' Kau jahat. bilang ingin menjadi temanku selamanya dan tidak pernah pergi, nyatanya Kau meninggalkanku, hufftt ' " Ken menirukan suara Yaura kecil.


" Sadar bahwa pelatihan militer akan lama, maka Aku membuat janji itu kepadamu, Aku bersumpah untuk selalu menemuimu jika Aku pulang. tapi ,Kau tetap marah dan meneteteskan air mata, lalu pergi. " Ken membandingkan tangis Yaura sekarang dan dulu itu sama persis, yaitu hanya diam.



" Setelah Kau pergi, entah kenapa hatiku merasa sangat sakit harus meninggalkanmu, dan Aku ikut menangis.Astagaaaaaa Aku sangat cengeng."



" Bertahun-tahun Kita terpisah, pada akhirnya suatu kesempatan Aku bisa pulang untuk menemuimu. namun, Tuhan sepertinya sangat jahat, Aku mendengar Keluarga Devano tiada, termasuk dirimu. Aku terpukul, menangis ,sedih, murka ,marah dan tidak terima dengan ketiadaanmu. Berniat menemui, malah PERSEMAYAMAN yang menjadi saksi bisu pertemuan kita. Aku melayat dan menghadiri prosesi pemakamanmu. " tutur Ken yang membuat Yaura semakin merasa bersalah.


Tukkkk tukkkk tukkk Ken kembali mengitari Istrinya dan bercerita tentang masa lalu mereka.


" Aku berusaha menerima kenyataan dan kembali ke kehidupan normal. Namun apa daya, Aku mengira selama ini hanya sekedar menyukaimu, namun tidak !. bertahun-bertahun Aku masih belum bisa melupakanmu, malah seperti orang gila yang selalu mendatangi persemayaman ketika Aku pulang ke tanah air dan merayakan ulang tahunmu setiap 10 Agustus, dengan harapan Kau kembali hidup."


" Beranjak dewasa, Aku semakin tidak bisa melupakanmu. Suatu ketika, ada seorang Wanita yang Aku temui di suatu tempat. " lirih Ken dan kembali flashback.


Flashback On


Ken yang berusia 23 Tahun nampak gagah dengan balutan jas, dan berdiri menikmati pemandangan malam. Disaat bersamaan, NIS sedang melakukan penangkapan di area terbuka yang menjadi tempat transaksi bisnis senjata terselubung.


Suasana menjadi mencekam saat tembakan di lesatkan oleh Para Agent NIS. Ken berlari mencari tempat untuk bersembunyi untuk melindungi diri dari tembakan.


tiba-tiba


Dorrrrrrr tembakan dilesatkan oleh Wanita muda ke arahnya.


" Jangan bergerak ! " ancam Wanita itu.


Ken menghentikan langkahnya,


" Dengar, Aku tidak terlibat kejahatan, dan berlari untuk menghindari baku tembak kalian. " tegas Ken sembari mengangkat kedua tangannya tanda pasrah.


Tukk tukk tukk langkah kaki semakin mendekat



Ken geram,


" Sudah Aku bilang, Aku tidak.... " Ken berbalik badan dan membulatkan kedua matanya saat melihat seorang Wanita yang tidak asing.



Wanita itu semakin mendekat dan menodongkan senjata ke arahnya.




Dann..


Degg !!!! Ken berkaca saat menatap mata Wanita itu. Ia pun menurunkan tangannya.




" YAURA .. " lirih Ken.


Degg !!!! mendengar namanya disebut, Yaura pun tersentak.



" Apa-apaan ini ? "


" Kau... Kau mengenalku? " tanya Yaura terbatah.


Degg !!! mendengar bahwa nama Wanita itu benar Yaura,membuat Ken semakin menyesakkan dada. Mereka kini saling beradu pandang.




Bak ikatan batin antara keduanya, Yaura pun tiba-tiba berkaca dan menyesakkan dada saat melihat Ken.



" Siapa Kau? bagaimana bisa Kau mengenalku? " tanya Yaura.


Ken terdiam, matanya terus menatap sendu. Sadar bahwa Yaura sudah tiada dan tidak mungkin ada di hadapannya membuat Ken legowo,


" Tidak.. Aku hanya salah orang. " lirih Ken.


Mereka terus beradu pandang,



tiba-tiba


Degg !!! Yaura tersadar, Ia berbalik badan dan meninggalkan Ken begitu saja.



Ken terus memandangi Yaura yang mulai menjauh.


" Kenapa Aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa Yaura telah tiada. Aku merindukanmu,Yaura.. " rintih Ken dalam hati.


Flashback Off.


Iyah,memang benar,Ken pernah bertemu dengan Yaura beberapa tahun yang lalu,lengkap dengan seragam Polisi yang membalut tubuh Yaura.Namun Ia menyangkal dan melupakan kejadian itu begitu saja.


Yaura juga mengingat kejadian itu, dan tidak menyangka bahwa Sang Suami lah yang hendak Ia tangkap. Air mata terus menetes.


" Semenjak saat itu,entah kenapa hatiku menjadi lega dan rasa rinduku sedikit terobati. Setiap pesta,Aku hampir tidak pernah punya pasangan atau berdansa dengan Wanita. Dan menjadi Pria Gila, selalu menghayal Yaura akan hidup. Aku selalu nyaman dengan kesendirianku, walaupun terkadang iri kepada Pria diluar sana yang bahagia dengan pasangannya"





" Aku memperhatikan mereka berdansa dengan pasangannya,seketika pula Aku membayangkan jika Kau masih hidup.. mungkin Wanita pertama kali yang Aku ajak berdansa adalah dirimu.. "


" Aku menatap bulan yang indah, dengan kemerlip bintang di atas sana seraya memanjatkan Doa ' Beri Aku kesempatan lagi untuk hidup dengan Yaura ' "





" Dan yah.. TUHAN AKHIRNYA MENGABULKAN DOA KU. "


" Saat di California, Aku kembali bertemu denganmu saat Kau menangkap penjahat Nark*ba dengan wajah yang tertutup masker. melihat matamu saja, Aku langsung terhipnotis dan merasa ' Yaura, Yaura, Yaura dan Yaura ! 'Aku semakin gila yang menganggap semua orang adalah YAURA. Aku sempat bertanya namamu, dan Kau menyebut 'Yau...' lalu pergi begitu saja. " lirih Ken.


Degg !!! Yaura tidak bisa berkata dan tidak menyangka bahwa itu adalah Ken,Suaminya. Ia ingat dengan Dua Pemuda yang sempat mengintrogasinya di California.


" Muak dan lelah, Aku memutuskan kembali ke tanah air dan menetap."


" Bukannya melupakan, kegilaanku semakin menjadi-jadi, saat bertemu denganmu di Louis lalu menabrakmu di jalan. Sungguh, Aku sudah merasa aneh dengan perasaanku jika bertemu denganmu."


" Sampai pada akhirnya, Tuhan menyatukan Kita dalam IKATAN PERNIKAHAN YANG SUCI. Aku menikahi dan memilikimu seutuhnya."




" Namun sepertinya Tuhan tetap tidak berpihak pada Kita. Bukannya kebahagiaan yang datang, namun sebuah fakta mengejutkan membuat Kita saling memasuki Dunia Hitam " tutur Ken.


Jleebbbb Ken dan Yaura sama-sama mengingat adu tembak dan ledakan BOM .


" Suami Istri yang saling memburu satu sama lain membuat sejarah baru. Bertahun-tahun Kita terpisah, namun dipertemukan kembali melalui PERTUMPAHAN DARAH. " ucap Ken.


" Kita saling menodongkan senjata , menembak, menjatuhkan, menumbangkan dan mengalahkan sampai ada darah yang menyentuh tanah. Kau memburuku karena kematian Ayah Devano, dan Aku memburumu karena Goddess Of Death. "


" Bayangkan, 15 Tahun Aku bergulat dengan senjata dan menumbangkan siapapun yang melawanku, namun tiba-tiba itu semua tidak berlaku ketika Aku berhadapan dengan seorang Wanita, yaitu dirimu yang merupakan PENEMBAK JITU NIS KELAS A DENGAN SERTIFIKASI KEMAHIRAN BERSENJATA DAN BAHAN KIMIA. Aku kalah telak dan terperangkap dalam jeruji besi, tubuhku terbalut BOM. "


" Pernah suatu ketika, Aku mencari data dirimu untuk mengetahui siapa Kau sebenarnya, namun Kau lebih cerdik, datanya NOL. Aku sangat yakin bahwa itu adalah Yaura.saat Kau berteriak ' Awww 'karena goresan peluru yang menyerempet di lenganmu, membuatku teringat pada Istriku sendiri. Sekali lagi Aku terkecoh. "


Yaura tertegun dan mematung.


" Sangat lucu, Kita hidup bersama namun saling merencanakan pembunuhan. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa Yaura kecilku ternyata Pimpinan Goddess Of Death yang merupakan Kelompok Elite dengan jaringan teluas hingga berhasil berkerja sama dengan The Red Dubai dalam hitungan menit. Aku saja kalah telak olehmu, apalagi Keparat Abraham ! " Ken mengepalkan tangannya.


" Karena Keparat Abrahamlah yang membuatku terkecoh dan merutuki diriku sendiri, kenapa tidak sedari awal Aku menyadari bahwa IBLIS sebenarnya adalah ORANGTUAKU, REINO DAN HILYA ! "


Yaura menundukkan pandangannya.


" Aku harus melawanku Istriku sendiri di medan perang. senjata api, BOM, ledakan dan bahan beracun menjadi saksi bahwa KEN DAN YAURA adalah NYATA. " Ken kembali flashback saat melawan Sang Istri di Dubai, matanya memerah.




" Kau keluar dari mobil, dan Aku harus menerima kenyataan bahwa WANITA YANG MEMILIKI SIMBOL MAWAR HITAM DENGAN SEPULUH KELOPAK BUNGA DI PUNGGUNGNYA itu adalah KAU, ISTRIKU SENDIRI yang selama ini Aku cari "


" Masa kecil Kita yang indah diiringi canda dan tawa, saling menggengam dan melindungi satu sama lain itu semuanya berbanding terbalik saat Kita kembali di pertemukan. "


" KITA SALING BERHADAPAN, DENGAN SENJATA YANG TERTODONG DI KEPALA DAN JANTUNG, SIAP MELENYAPKAN SATU SAMA LAIN. TATAPAN MATA KITA PENUH DENDAM DAN AMARAH, LEDAKAN YANG MELAMBANGKAN BETAPA SENGITNYA PERTARUNGAN KITA. Bayangkan, Yaura Kecilku yang sangat Aku Cintai harus Aku lenyapkan di medan perang. "






" Aku sungguh menyesal melawanmu dan tidak segera mengetahui bahwa Kau adalah YAURA KECILKU. Dari kisah ini, semua penderitaan Kau menanggungnya, dan itu SENDIRI. " Ken menundukkan pandangannya dengan air mata yang berusaha Ia tahan, dan teringat kondisi mental Sang Istri yang menjerumus ke Psikopat.


" Karena ulah Orang Tuaku, Kau harus mengalami hal naas seperti ini Yaura.. Kau sakit, sangat sakit , bahkan lebih dari kata sakit, namun Kau sama sekali tidak menunjukkan rasa sakitmu.. "


" Kau hanya diam, diam dan diam. namun tatapan matamu mengisyaratkan banyak kesedihan yang Kau tutupi dengan wajah datar, agar orang tidak bisa membaca apa yang Kau rasakan.. " lirih Ken, dan..


Greppp Ia meraih tangan Yaura yang sejak tadi mematung.


" Kau bergulat dengan Dunia Gelap untuk melawan Ayahku seorang diri. Kemarahan, kekecewaan, kesedihan, dendam ,muak , penghianatan dan kepalsuan membuat DIRIMU DINGIN SEPERTI INI, Kau tidak pernah tersenyum atau seperti Wanita diluar sana yang sibuk mempercantik diri. "


" Kau misterius dan tidak memiliki perasaan, yang Kau fikirankan hanya Balas Dendam, Darah, Dan Bunuh diri. Kau tidak memiliki tujuan, dan itu Semua karena AYAHKU. " Ken meneteskan air mata, saat ' Psikopat bersemayam di diri Istrinya '.


Yaura mendongakkan kepala saat air mata Ken menetes di telapak tangannya.


Tesssssss Yaura ikut meneteska air mata.mulutnya mengunci,tenggorokannya tercekat.


" Aku kehilangan Yaura kecilku yang lemah lembut. Dan membuat tanganmu ternoda oleh darah manusia yang Kau lenyapkan karena mencoba menghalangi niatmu, hingga Akhirnya Kau menjadi seorang Wanita Pembunuh berdarah dingin karena AYAHKU.Maafkan Aku,Yaura.. " lirih Ken, Sumpah Demi Tuhan Ia merasa sangat bersalah.


Mengerti..


" I-IYAH KEN.. AKU TAHU MAKSUDMU.." Yaura berusaha berbicara walaupun itu sulit.

__ADS_1


" MEMANG BENAR, AKU MEMILIKI KEPRIBADIAN ITU..... "


" PSIKOPAT... AKU MEMANG PSIKOPAT.. HIKSSS " Yaura menangis dan memejamkan matanya, Ia memang sudah menduga bahwa Psikiater akan mendiagnosa dirinya seperti itu. Inilah alasan kenapa Yaura tidak mau dibawa ke Psikiater.



" Sedari awal Aku memperingatkanmu,jauhi Aku.. karena Aku jahat dan pembunuh.. Hikssss " Yaura mengisak.



Grepppppp Ken menarik Yaura dan memeluknya.


" MAAF SAYANG, MAAF... KELUARGA DAN DIRIKU YANG MEMBUATMU SEPERTI INI.. MAAF.. " Ken menangis, Ia tidak terima kenapa harus Yaura yang mengalami sifat mengerikan seperti ini.


Hikkkssssss Yaura mengisak saat Ken mengetahui kebenaran bahwa Ia memiliki sifat Psikopat, juga merasa terharu dan tidak menyangka bahwa selama ini KEN ADALAH TEMAN MASA KECILNYA YANG MEMBUATNYA BAHAGIA.


" AKU MINTA MAAF KEN, BERUSAHA MELENYAPKANMU DAN TIDAK MENGINGATMU SAMA SEKALI.. AKU MALAH MENARGETKAN TEMAN MASA KECILKU SENDIRI UNTUK DI BUNUH.. MAAF.. " Lirih Yaura tangannya memeluk tubuh Sang Suami.


" AKU SANGAT MENCINTAIMU,YAURA. LEBIH DARI DIRIKU SENDIRI... AKU MENCINTAIMU.. " ucap Ken yang membuat Yaura semakin mengeratkan pelukannya dan menangis.


Tuhan adil, setelah perjalanan yang sangat panjang dan mendebarkan, akhirnya YAURA MENGINGAT MASA LALU NYA YANG SEMPAT IA LUPAKAN. Dan Kegilaan Ken, akhirnya terbayar lunas karena Sang Istri telah mengingat semuanya. Ia sengaja bercerita panjang lebar untuk membuat Yaura merasakan arti Cinta dan perasaan yang sesungguhnya. Meluluhkan dan membuat seorang Psikopat mengerti arti KASIH SAYANG itu sangat sulit, apalagi Yaura enggan mempercayai seseorang.


Psikopat tetaplah Psikopat yang bisa bertingkah diluar nalar, Ken tidak ingin Yaura kembali menghilang dari hidupnya karena suatu alasan.


" Jangan pernah berfikir untuk menghilang lagi,apapun keadaannya, tetaplah bersamaku,Sayang.. " Ken mengelus kepala Yaura, air mata tidak bisa Ia hentikan dan tidak menyangka.


" Ken.. hiksssssss " Yaura meremas kameja Ken, Ia sangat bersyukur memiliki Suami yang menerima kekurangan dirinya.


Tangisan mereka tumpah, pelukan semakin erat. Hati mereka kini benar-benar menyatu, ikatan batin pun semakin kuat terlihat dari mata mereka yang sama-sama terpejam mengingat masa Kecil yang begitu indah, lalu kini mereka kembali di masa kecilnya,Saling berpelukan dan berbagi rasa.


10 menit berpelukan..


Yaura melepaskan pelukan dan menatap Sang Suami yang masih mengeluarkan air mata.


" Ken.. Kau menangis? Dasar Cengeng! " ejek Yaura sembari tersenyum manis ,namun air mata bahagia masih menetes.


Mendengar ejekan, membuat Ken langsung menyeka air mata dan belagak cool dan gentle.


" Aku kelilipan tadi, untuk apa menangisi Markonah sepertimu. " sanggah Ken.


" Kau bertambah jelek dengan ingusmu ini ! " Yaura tak henti-hentinya mencari celah untuk mengejek Suaminya.


" Kau juga ingusan ! dan sungguh Kau lebih jelek dari Markonah ! " balas Ken yang tak mau kalah.


Yaura terdiam dan mengalihkan pandangannya ke bibir Sang Suami. Ia pun menatap Ken dengan tatapan dalam.



" Ken.. terima kasih Kau telah menepati janjimu kepadaku dimasa lampau. "


" KAU MENCINTAIKU LEBIH DULU, SAAT AKU TIDAK MENGETAHUI APA ITU CINTA. "


" disaat Aku tidak mengenalimu, dan..KAU YANG MENGENALIKU LEBIH DULU.Kau bisa merasakan bahwa Aku adalah Yaura Kecilmu."


" Sekali lagi, terima kasih,Ken.. " tutur Yaura. Dan..


Grepp Yaura memegang tengkuk Sang Suami. dan..




Yaura semakin mendekatkan bibirnya dan..


Kissssssssssssssss bibir Yaura kini menempel dibelahan bibir merah sexy Suaminya. Ia melakukan seperti apa yang selalu dilakukan Ken, yaitu mengh*sap lembut dan menyes*pinya.



Degg !!! Ken membulatkan mata dan terkejut dengan apa yang Istrinya lakukan.



Merasaka ciuman yang penuh kasih sayang, Ken pun memejamkan mata dan menikmati apa yang Istrinya lakukan. Hanya sesaat, Yaura kembali melepaskan ciuman basahnya.


Dan...


Greppppp Yaura memeluk Ken dengan erat.


" Jika seperti ini, sebaiknya Kita ke Kamar. " ajak Ken.


Yaura mengangguk kepala dan menundukkan pandangannya. Mereka kini melangkah keluar.


Dilantai bawah, hanya ada Para Pria yang masih cekikikan, termasuk Alfin dan David, jiwa tangguh NIS dan Tentara hilang seketika menjadi bobrok nan mesum jika sudah berkumpul dengan mereka.


Kamar Yaura


Ken mengunci pintu, dan membereskan BOX dan Kamera yang tergeletak di Ranjang, sementara Yaura nampak mencuci muka karena matanya sembab.


Ken memegang kamera itu dan tersenyum, Sumpah Demi Tuhan, Ia merasa lega karena masa lalu telah terbongkar. Ditambah Yaura yang menciumnya tadi,membuat Ken semakin bahagia.


" Yaura menciumku.. rasanya sangat membahagiakan.. " lirih Ken.


Tak berselang lama, Yaura keluar dengan pakaian tidur yang tertutup.


" Tidurlah,ini sudah malam.. " ucap Ken yang bergantian pergi ke kamar mandi.


10 menit kemudian, Ken keluar, dan naik ke Ranjang. Yaura yang berada di sebelahnya pun menatap Sang Suami dengan lekat.


Gerah dan tidak nyaman, Ken melepas kaos dan melemparnya ke sembarang arah.


' Damn ! Sexy Boy is Back . yang tadinya nangis, mendadak panas karena Dada Bidang dan Abs Sexy nya '


Ken merebahkan tubuh disamping Sang Istri yang sudah terbalut selimut berwarna putih.


" Kenapa memakai pakaian tertutup seperti ini? ganti yang lebih terbuka. " pinta Ken seenaknya.


" Aku bukan Kau yang suka tidur bertelanjang dada, dan melempar baju seenak jidat. " jawab Yaura.


Ken tersenyum dan memeluk Sang Istri.


" Sayang.. Istri itu memang harus berpakaian terbuka didepan Suaminya, namun jika diluar, Kau harus tertutup." Ken belagak memberi nasehat, walaupun niatnya mah beda ☻😂.


" Aku tidak mau.. " jawab Yaura dengan lembut, Ia membenamkan wajahnya di dada bidang Sang Suami, hidungnya menghirup dalam-dalam aroma maskulin khas Pria yang begitu menggoda.


" Harus mau donk.. nanti besok Aku suruh Pelayan untuk mengganti semua baju tidur yang ada di lemari dengan Lingeri Sexy. Astaga... sepertinya sangat menyenangkan melihatmu memakai itu. " otak jorok Ken mulai menjalar.



Plakkkkk Yaura mendaratkan tamparan halus ke pipi Suaminya.


" Kau saja memakainya, pasti lebih menggemaskan. " decak Yaura.


Ken tersenyum dan..


" Ini yang lebih menggemaskan.. " tangan Ken meremas lembut Gunung Kembar Istrinya yang begitu sintal.


Meskipun sudah pernah,tetapi tetap saja Yaura masih belum terbiasa.


" Jangan nakal.. " lirih Yaura,senyum tipis terulas dari bibir manisnya.


" Jangan atau jangan ?.. " tanya Ken dengan menggoda.


Hendak menjawab,Yaura tiba-tiba teringat omongan Bianca dimasa lalu.


" Ken sudah menyentuhku di Kamar ini, Kau bukanlah Wanita pertama yang disentuh Ken. Dia telah memilikiku seutuhnya. " ujar Bianca.


" Ken.. apa Aku boleh bertanya sesuatu kepadamu, tapi ini sangat privasi.. " lirih Yaura, tangannya melingkar di pinggang Ken.


" Tidak ada privasi antara Kita berdua, Kau bebas menanyakan apapun, karena Kau adalah Istriku. " Ken tersenyum dan memberikan kecupan hangat di kening Yaura.


" Kau pernah melakukan hubungan seperti ini sebelumnya? " tanya Yaura.


" Maksudmu? " Ken menyerit heran.


" Apa Kau pernah melakukan hubungan Suami Istri dengan Wanita lain? " ucap Yaura sembari menggigit bibir bawahnya karena menahan malu menanyakan hal yang tidak pantas.


Degg !! Ken tersentak.


" Sudah Aku bilang sejak awal, Aku masih suci dan murni, tidak pernah melakukan hubungan badan dengan Wanita lain. Kenapa memangnya? Kau takut Aku termasuk Fu*k Boy yang bergonta-ganti Wanita dan bermain di Hotel? " tanya Ken.


" Tenanglah,Sayang.. Aku sama sekali tidak seperti itu, Kau Wanita yang pertama kali Aku sentuh.. " tutur Ken.


Yaura menatap Sang Suami diiringi senyum paksa,karena perkataan Bianca yang masih terngiang.


Mengerti,


" Apa ada seseorang yang berkata buruk kepadamu ? " tanya Ken.


Yaura sejenak terdiam dan..


" Iyah.. " Yaura menganggukkan kepalanya dengan pelan.


" Bianca pernah bilang kepadaku, 'Ken sudah menyentuhku di Kamar ini, Kau bukanlah Wanita pertama yang disentuh Ken. Dia telah memilikiku seutuhnya' " sambungnya.


Ken tersenyum mendengar perkataan Istrinya,


" Kau percaya begitu saja dengan statement Wanita Bit*h itu? "


" Aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali,Sayang.. jalankan menyentuhnya, menciumnya saja tidak berminat. " tukas Ken dengan mantap.


Percaya, Yaura pun tersenyum manis.


" Tapi Kau sering mencium Wanita lain? " tanya Yaura kembali.


" Bibirku sangat mahal,tidak menyerahkan begitu saja ke sembarang Wanita. Jika boleh jujur,Aku tidak pernah berciuman sebelumnya, Kau lah FIRST KISS KU, mmmuuuuaaachhh " Ken mengecup bibir Istrinya sekilas.


" Benarkah? " Yaura tersenyum geli karena tangan Ken mulai merambat kemana-kemana.


" Iyah,Sayang.. " lirih Ken dengan lembut. tatapan romantis kini berubah dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Mereka berdua saling memandang, tak menunggu waktu lama, Ken menindih tubuh Sang Istri dan..


Kissssss Ia mendaratkan ciuman panas disana. Ken mel*mat dan mengakses dengan bebas mulut Istrinya, bibir dan tubuh Yaura pun menjadi candu untuknya.


Bibir Ken kini menyusuri leher dan meninggalkan jejak merah disana. Tangannya mulai melucuti kancing baju yang dikenakan Sang Istri.


" Sayang.. kalo malem jangan memakai Bra lagi, bila perlu jangan memakai baju. " Ken tersenyum menggoda,tangannya melucuti kancing pakaian.


Sadar tugas Istri, Yaura pun tersenyum saat mengerti apa yang diinginkan Suaminya.


" Kalo kedinginan bagaimana? "


" Ada Aku yang menghangatkanmu.. " bisik Ken sembari memberikan gigitan kecil di telinga Istrinya.


Pertama kali digigit, darah Yaura kembali berdesir dan merasakan geli. Apalagi nafas Sang Suami yang begitu terasa,membuatnya hanyut seketika.


Tak menunggu waktu lama, kini keduanya sama-sama polos dan melakukan hubungan yang semestinya. Ken bermain dengan lembut, mulut, tangan dan semuanya Ia mainkan. Yaura kembali Ia terkam tanpa ampun, bekas yang belum hilang,kini semakin bertambah saat bibir Ken tak pernah memberinya ruang.


Yaura menikmati permainan Sang Suami dan mulai merasakan bahwa Ken juga menjadi candu untuknya.


Mereka berdua sama-sama memejamkan mata menikmati Kenikmatan Surga.


Desahan, lenguhan dan erangan memenuhi seisi kamar, dan mungkin akan setiap malam seperti itu.



*************************


Butuh saran dan kritik


Jangan lupa vote dan likenya yah♥️😘


Guys, maaf yah alurnya maju mundur. karena Aku mau buat YAURA SADAR AKAN CINTA KEN, Aku ingin hati Yaura luluh dan tersentuh lalu bilang ' Aku juga mencintaimu,Ken ' . hihihihi Kalo banyak salah kata, mohon maaf yah, ceritanya juga mungkin membosankan 😭 Im so sorry guyss♥️


Spoiler


Yaura dan Ken menapakkan kaki di G&D untuk menghadiri Rapat Pertama Para Pemegang Saham guna membahas Jet Tempur. Yaulah yang memimpin Rapat selaku Direktur Utama.


Tiba-tiba


Seorang Anak Kecil berlari ke arah Ken dan menarik Jas yang dikenakannya.


" Paman Tampan.. Paman Tampan.. " sapa Anak Kecil bersuara imut itu.


Degg !!! Ken merasa tidak asing dengan suaranya,dan


" Gita... " lirih Ken saat melihat anak kecil tersenyum manis disebelahnya.

__ADS_1


" Paman Tampan.. Gita merindukanmu dan Bibi Cantik.. Dimana Bibi Cantiknya, Paman? " senyum anak kecil yang begitu lucu nan menggemaskan membuat Ken langsung menggendongnya, Ia pun menghujani Gita dengan banyak ciuman.


" Syukurlah Kau selamat,Sayang. Paman juga merindukanmu..Mmmmm Bibi Cantik ada di dalam, Ayo Kita menemui Bibi Cantik, Bibi pasti sangat bahagia melihatmu lagi.. " Ken melangkah memasuki Ruangan Direktur Utama, Ia menggendong Gita bak seorang Ayah yang menggendong Anaknya.


__ADS_2