Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Morning Kiss


__ADS_3

Pagi Hari


Ken bangun lebih dulu, Ia menoleh ke arah Istrinya yang masih tertidur pulas. Hendak tersenyum, tetapi simbol Titik Koma yang mengukir di tangan Yaura membuatnya cemas,


" Apa kehilangan Orang Tua membuatnya depresi berat seperti ini? " lirihnya dalam hati, Ia menatap sendu wajah Sang Istri yang sedang dipenuhi luka akibat penyanderaan kemarin.


Moment dimana Yaura nampak tidak ketakutan atau menangis disaat dirinya disandera dengan BOM yang siap meledak,membuat Ken bertanya-tanya. Juga kejadian dimasa lampau,dimana Ia menabrak Sang Istri,


" Sepertinya Yaura tidak peduli dengan nyawanya sendiri. Berbagai Hal Menyeramkan terus menyerangnya,tetapi Ia sama sekali tidak peduli dengan Hal itu. Apa Kau benar-benar tidak peduli dengan hidupmu dan ingin mengakhiri semuanya ? " sambung Ken, entah kenapa pikirannya tiba-tiba terusik dengan fakta bahwa Wanita yang Ia nikahi karena kesalafahaman ternyata Seorang Pengidap Depresi berat.


30 menit kemudian, Ken sudah mandi dan mengenakan kaos biasa. Ia melihat Yaura yang baru saja terbangun, disusul oleh Robin yang mengantarkan sarapan.


Yaura mendudukkan dirinya di tepi ranjang dan hendak pergi ke Kamar Mandi.


" Ken Aku minta maaf sering bangun terlambat.. " lirihnya.


" Tidak masalah, Aku menjadikanmu sebagai Istri, bukan pembantu. " senyum Ken.


Yaura tersenyum tipis dan pamit ke Kamar Mandi,disana Ia membersihkan diri dibawah shower dengan perban yang masih membalut lukanya.


40 menit kemudian Ia selesai berganti pakaian dan mendekati Kotak P3K untuk mengganti perbannya.


Dengan sigap Ken lebih dulu mendapatkan kotak itu,


" Duduklah.. " lirih Ken dan mendudukkan tubuh Istrinya ditepi ranjang,Lalu memakai sarung tangan Steril.


Yaura mengamati Ken yang selalu perhatian kepadanya,


" Kau tidak ke Kantor? ".


" Tidak..lagipula untuk Apa kesana? " ucap Ken yang begitu telaten membalutkan perban di Kepala Istrinya.


Menghilangkan kesunyian, Yaura menekan tombol ON pada Televisi.


dan..


" Louis Group mengalami Penurunan Saham yang begitu mengejutkan pada Hari Ini,penyebab pasti penurunan tersebut masih belum diketahui. " Ucap Seorang Reporter berita.


Dannn


Tlkkkkk Ken segera mematikan kembali Televisinya.


" Ken.. " Yaura terkejut saat Louis mengalami penurunan Saham,Ia menatap Suaminya.


" Tidak usah mendengarkan berita seperti itu,lebih baik Kau sarapan dan minum obatnya.. " tutur Ken dan kembali merapikan Kotak P3K dan meletakannya ke tempat semula.


Setelah itu,Ia membawa semangkuk Bubur yang sudah Robin siapkan.


" Makanlah.. " Ken menyuapi Istrinya.


" Biar Aku saja .. " Yaura hendak mengambil alih mangkuk tersebut dari tangan Suaminya.


" Sudah Aku bilang jangan membantah. Buka mulutnya .. " Tegas Ken dan menyodorkan sesendok bubur ke mulut Sang Istri.


Ken pun menyuapi Istrinya dengan penuh perhatian. Sementara Yaura terus menatap Sang Suami,


" Maaf.. " lirihnya dalam hati.


Tiba-tiba seseorang mengetuk Pintu. Ken pun mengizinkannya masuk , dan...


" Ayah.. Ibu.. " ucap Ken yang begitu terkejut saat Ayah dan Ibunya datang ke Kamar.


Melihat Sang Menantu yang terluka,


" Ya Tuhan .. Menantuku.. Kenapa Kau bisa terluka seperti ini.. " Cemas Ibu Hilya yang segera menyingkirkan tubuh anaknya dan duduk disebelah Menantunya.


" Ini hanya Luka Kecil Ibu.. Nanti juga akan segera sembuh.. " Yaura tersenyum dan memegang tangan Ibu Mertuanya.


Ibu Hilya nampak begitu khawatir dengan kondisi Yaura dan terus membujuknya untuk dibawa Ke Rumah Sakit.


Sementara perhatian Ayah Reino terarah pada semangkuk Bubur yang dipegang Anaknya, Ia berfikir bahwa Ken benar-benar mengurus Istrinya dengan baik.


" Kau sudah melihat berita? 1 Jam lagi Kau harus ke Hotel dan mengurus semuanya. " Perintah Ayah Reino dan menatap Ken.


Ken hanya diam dan tidak menyauti perkataan Ayahnya.


" Yaura.. lukamu sepertinya cukup parah. Lebih baik Kau dirawat di Rumah Sakit,Ayah tidak ingin terjadi apa-apa denganmu.. " tutur Ayah Reino dan mengalihkan pandangan ke menantu nya.


" Aku sudah mendingan Ayah.. tidak perlu ke Rumah Sakit.. " jawab Yaura dan tersenyum tipis.


" Nanti Siang akan ada penyelidikan terkait penyanderaan yang Kamu alami Nak, ceritakan secara rinci kejadian .. Kau tidak perlu khawatir,Ayah akan melindungimu. " ucap Ayah Reino dan tersenyum ke arah menantunya.


" Dan Kau Ken.. Jangan bertindak gegabah seperti semalam lagi, inilah akibatnya. " Tegas Ayah Reino dan berlalu pergi meninggalkan Kamar, disusul Ibu Hilya yang juga ada keperluan mendadak.


" Menantuku.. sebelum Kau pulih,jangan pergi bekerja atau kemanapun, ingat jangan melanggar apa yang Ibu katakan.. " tutur Ibu Hilya dan melangkah keluar.


Setelah mereka keluar, Ken segera mengunci pintu dan memberikan Yaura obat.


" Aku akan pergi Ke Kantor. selama Aku pergi, jangan kemana-mana.. Kau mengerti? " perintah Ken sambil memegang pundak Istrinya.


Yaura menganggukkan kepalanya.


Tiba-tiba.


" Ken.. Apa ponselku hilang? " tanya Yaura yang baru sadar bahwa Ia meninggalkan ponselnya di Villa.


Tak menjawab, Ken justru mengambil sesuatu dari Tas Jinjingnya.


" Ini Ponselmu.. " ucap Ken seraya menyodorkan Ponsel Istrinya.


Yaura tersenyum tipis dan lega ponselnya tidak hilang.


" Berapa Nomor Ponselmu?.. " Tanya Ken dan mengeluarkan ponsel dari sakunya.


" 08xxxxxxxx ".


" Angkat setiap panggilan dariku.jika Kau tidak mengangkatnya, maka Aku akan memberimu hukuman .. " lirih Ken seraya tersenyum lebar saat mengetik Nama Kontak Istrinya.


Yaura curiga dan mengintip ke screen Ponsel Mata Tiga Suaminya.


Markonah 👹


" KEN ! Kemarikan ! " Ketus Yaura dan hendak merebut Ponselnya.


" Kenapa ? Kau menyukainya kan? " Ken terkekeh dan segera menyembunyikan Ponselnya.


Yaura merengut dan nampak kesal.


" Dulu Nenek Sihir sekarang Markonah. Menyebalkan ! " gerutunya.


Ken beranjak ke Ruang Ganti dan terus terkekeh karena berhasil membuat Istrinya jengkel.


15 Menit kemudian Ia keluar dari Ruang Ganti dengan Pakaian Formal dan berbalut Jas. Ia menyemprotkan parfum mewah nan berkelas di Tangan,Tengkuk dan Tubuhnya.


Setelah dirasa sudah Tampan dan Wangi, Ia meraih Tas Jinjing kesayangan yang selalu dibawa saat pergi Kantor.


Ken melangkah mendekati Istrinya, dan menatapnya dengan tatapan dalam,entah kenapa Ia begitu enggan untuk meninggalkan Yaura ,padahal Saham Louis sedang Turun dan membuat heboh Publik.


" Aku pergi dulu... " lirih Ken.


" Hati-hati.. " jawab Yaura sambil menganggukkan kepalanya..


Ken diam sejenak.


" Jaga dirimu.. " lirih Ken dengan lembut.


dan..


Cupppppp Ia meraih tengkuk Sang Istri dan mencium keningnya.



Yaura terdiam dan merasa luluh setiap Ken melakukan Hal manis kepadanya.


" Kau juga.. " jawabnya.


Ken menundukkan pandangan dan membuka pintu.


Hendak melangkah keluar,


Ia tiba-tiba berbalik arah dan kembali mendekati Istrinya.


dan


Mmmmuuuaaaccchhhhhhhhhh Ia mengecup bibir Yaura sekilas ,dan tanpa sadar Yaura membalas kecupan yang diberikan Suaminya.



" Morning Kiss. " Ken tersenyum puas dan melangkah keluar.


Yaura tersenyum melihat tingkah Ken,


" Morning Kiss? " Ia nampak geli bercampur senang saat Ken melakukannya.


Lantai Bawah


Ingin meminta bantuan Evelyn tetapi Ia mengurungkan niatnya,


" Sepertinya Evelyn masih tidak menyukai Yaura.. " lirihnya dalam hati. Kebetulan Anin sedang berada di Lantai Bawah dan hendak menaiki anak tangga.


" Anin.. " panggil Ken.


" Iyah Kak? " Saut Anin dan menoleh.


" Aku harus ke Kantor. Apa Kau bisa menemani Yaura di Kamar? Tidak lama ,hanya sebentar.. " pinta Ken.


" Sebelum Kak Ken menyuruhku,Aku memang sudah ada niatan untuk menemuinya. " Anin tersenyum lebar.


" Syukurlah.. " Ken tersenyum dan merasa lega.


Ia kemudian melanjutkan langkahnya ke Garasi dan masuk ke dalam mobil putih sport dengan atap terbuka.


Kamar


Tidak ada orang, Yaura segera membuka Ponselnya dan mengetik pesan kepada Pak Agus.


" Pak, Aku sudah selamat. Tolong ambil Jasad lelaki yang Aku sembunyikan di semak-semak Markas Abraham di Gunung XXX. Itu sebagai hadiah kepada Pak Andi untuk membongkar Siapa Abraham , juga ambil Duplikat Stempel Perusahaan Milikku yang selama ini diincar oleh mereka, jadikan Stempel Itu sebagai Jaminan bahwa Pak Andi akan memiliki Saham Penuh dari G&D Insurance. Aku sekarang tidak bisa berbuat banyak karena Ken melarangku untuk keluar,tapi Aku sudah berhasil membujuknya untuk pergi ke Dubai. Tiga Hari lagi Aku akan menemui Kapten Immanuel. Jaga kesehatanmu,Pak. " Yaura.


Yaura menghela nafas panjang,


" Andai Aku tidak berstatus sebagai Istri Orang,maka Aku akan pergi sendiri ke Dubai,tidak perlu meminta Izin kepada Suami. " lirihnya.


Tokkk tokkkk Anin mengetuk pintu dan masuk.


" Hai Yaura.. Kak Ken menyuruhku untuk menemanimu.. " senyum Anin.


Yaura tersenyum dan beranjak.


" Syukurlah Kau kemari Anin..Aku jadi tidak merasa bosan disini. " jawabnya.


" Jelas Bosan karena Kak Ken sedang keluar dan tidak bersamamu di Kamar." celetuk Anin dan tersenyum manis.


" Husttt Kau ini bicara apa. " Ucap Yaura dan tersipu.


Mereka pun melanjutkan obrolan dan disusul oleh Lolly yang nampak ikut menimbrung.


HOTEL LOUIS


Sepanjang koridor , Para Staff dan Pegawai Hotel nampak memperhatikannya. Mereka bergunjing tentang bagaimana Louis mengalami Penurunan Saham yang begitu mengejutkan.


Ken memasuki Ruangan CEO dan menemui Ayahnya.


Ayah Reino yang melihatnya pun langsung menatap tajam.


Belum sempat berkata,


Plakkkkkkkkk Ayah Reino mendaratkan tamparan keras ke pipi Anaknya.


" Bukankah Ayah sudah memperingatkan kepadamu? Jangan pernah mencari masalah dengan Dubai secara personal. Tunggu penyelamatan Yaura sesuai Hukum dan Negara,Jika Kau begitu mengkhawatirkannya Ayah mengerti. tetapi ini konyol ! Kau nekad melibatkan NIS secara instan ! " Decak Ayah Reino yang berkata dengan nada tinggi.


Ken memegangi pipinya yang nampak memerah dan menunduk.


" Mega Proyek Kita, Gita Hotel bukan hanya akan dibangun disini,tetapi juga di Dubai. Ayah sudah menjauhkan Evelyn dari skandal, tetapi sekarang malah Kau yang melakukannya." Sambungnya.


" Polisi dan Tentara terlalu lamban mencarinya Ayah. juga Para Penyandera yang nampak mencurigakan. Dan Ayah tahu siapa yang melakukannya?! " Tegas Ken dan menatap Ayahnya.


Reino terdiam dan menyipitkan matanya.


" Edward. Si Baji*gan itu tiba-tiba kembali muncul dan melakukan Penyanderaan. Dan Ayah tahu hal apa yang paling mencurigakan?! Para Pengawal yang sama sekali tidak berguna ! Mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat Kelompok Baji*gan itu masuk dan menyerang . " ucap Ken, jujur Ia juga merasa kesal kenapa Sang Ayah begitu marah kepadanya.


" Ayah tidak peduli apapun alasanmu dan Siapa yang melakukannya. Jangan lagi-lagi Kau melawan Ayah dan bertindak ceroboh ! " Ketus Reino.


Ken terdiam dan menundukkan kepalanya, setelah itu Ia memilih pergi ke Ruang Meeting untuk membereskan soal Saham.


KANTOR NIS


Pak Agus telah membaca pesan yang dikirimkan oleh Yaura.


" Semoga Yaura selalu diberi keselamatan dan Tuhan berpihak kepadanya. Aku tidak tega melihat Anak Devano terus mendapatkan serangan sejak Dia masih kecil hingga dewasa seperti ini. " lirihnya dalam hati dan mengingat kembali Yaura kecil yang sempat mendapat percobaan pembunuhan oleh kelompok luar.


Tak berselang lama.. seseorang mengetuk Pintu dan masuk.


" Masuklah Nak.. ".


" Selamat Pagi,Ketua. " ucap Alfin dan menunduk hormat.


Kak Alfin bercerita bahwa hari ini ada penyelidikan terkait Penyanderaan yang menimpa Keluarga Bachtiar.


" Sepertinya Pak Diyo masih tidak tahu bahwa menantu Keluarga Bachtiar adalah anak didiknya sendiri,Yaura. " lirih Pak Agus.


" Iyah Dia masih tidak tahu. Aku juga baru mengetahuinya kemarin, saat Suami Yaura datang ke Ruangan Direktur Besar. tetapi.... " Kak Alfin menghentikan perkataannya.


" Tetapi apa?.." Tanya Pak Agus dan beranjak dari kursinya.

__ADS_1


" Apa Pak Kepala tahu apa yang Yaura sembunyikan? Aku merasa, Dia menutupi sesuatu. " tanya Kak Alfin.


Pak Agus terdiam saat Alfin menanyakan hal tersebut.


" Aku juga tidak tahu apa yang Yaura sembunyikan. Kau tahu sendiri bagaimana watak Dia, yang selalu menyembunyikan sesuatu dan mengatasinya sendiri." tutur Pak Agus dan melebarkan senyuman khasnya.


" Baiklah Pak,Aku permisi dulu. " Kak Alfin menunduk hormat dan melangkah keluar.


Pak Agus mulai was-was saat Alfin yang mulai menganalisa kejanggalan.


" Dia dan Yaura memiliki karakter yang sama. Ambisius dan tidak akan menyerah,Aku takut Alfin membongkar tentang Yaura yang sebenarnya " lirihnya dalam hati.


********


RUMAH KEN


Siang hari


Setelah berbincang dengan Anin dan Lolly, Yaura lebih memilih tidur siang. Ia merebahkan dirinya di Ranjang,mungkin karena tekanan batin dan fisik yang selama ini Ia terima berdampak pada kesehatannya sekarang.


Ceklekkkk seseorang membuka Pintu hingga membuat Yaura terbangun.


Melihat Istrinya yang terbangun,


" Tidurlah.. Aku tidak akan menggangumu.. " lirih Ken seraya merenggangkan dasi dan menghempaskan Tas nya ke soffa.


" Kepalaku pusing jika tidur.. " saut Yaura sambil memegangi kepalanya.


" Ya Tuhan.. rasanya ingin berlatih menembak atau berlari mengelilingi lapangan jika seperti ini.. " gumamnya dalam hati.


Ken mendudukkan diri disampingnya.


" Mau kupijat? " tanyanya.


" Tidak, terima kasih. " jawab Yaura seraya menghempaskan selimut yang menutupinya.


" Ken.. " sambungnya dan menatap wajah Sang Suami.


Bukannya menjawab Ken malah tersenyum,entah kenapa Ia begitu gemas dan senang jika Yaura memanggilnya.


" Sejak semalam Kau selalu memanggilku.. katakan ada apa sebenarnya?.. " Ken meraih tangan Sang Istri dan menggenggamnya.


" Aku bosan.. Jujur ini sangat membosankan. " Yaura menenguk wajahnya dan berkata dengan sangat lembut.


" Mau ku ajak bermain juga,Aku yakin Kau akan menolaknya mentah-mentah .. " Jawab Ken seraya melukiskan senyum di bibirnya.


" Mainan apa memangnya ? " tanya Yaura.


" Ini permainan yang paling membahagiakan secara lahir dan batin, tetapi cocoknya dimalam hari. " Ken tersenyum nakal dan terus mengelus tangan Yaura yang terbalut perban.


" Petak umpet? Itu kekanak-kanakan. " ujar Yaura dan berfikir keras.


" Bukan itu Bodoh!. Mmmmmmm gimana yah, Ini permainan yang menghasilkan begitu banyak keringat, dan Kau akan merasa sangat lelah setelah melakukannya. " Ken menatap langit-langit kamar dan berimajinasi.


" Lari malam mengelilingi komplek begitu?! " Jawab Yaura.


" Lebih melelahkan dari lari malam. Dan juga permainan ini menghasilkan Paduan Suara yang begitu merdu. Kau bisa menebaknya? ". Ken menatap Yaura dengan tatapan nakal.


Yaura terdiam dan berfikir keras,wajahnya begitu serius hingga membuat Ken gemas dibuatnya.


" Ayolah Sa.. " Ken mengurungkan perkataannya.


" Ayolah Yaura.. Kau pasti tahu tentang permainan itu. " sambung Ken.


Yaura tetap diam dan nampak serius memikirkan permainan yang dimaksud Suaminya.


" Kenapa Aku tadi memanggilnya Sayang. Bodoh! untung Dia tidak mendengarnya.. " Ken mengutuk dirinya sendiri dalam hati.


" Aku tahu .. ".


" Apa? " Ken tersenyum lebar dan mendekatkan wajahnya.


" Tapi Boong. " Jawab Yaura dan tersenyum manis.


Hendak kesal, tetapi pandangan Ken terarah pada senyum manis dibibir Yaura yang kembali terlihat setelah sekian lama.


" Baiklah.. mau ku beritahu? " ucap Ken dan menggigit bibir bawahnya.


" Katakan.. " lirih Yaura.


Ken mendekatkan wajah dan berbisik ke telinga Istrinya.


" Suatu saat nanti juga Kau akan mengetahuinya."


Mendengar ini, membuat Yaura menoleh ke arahnya dan merengut.


" Kau membuatku semakin bosan. "


Ingin mengatakan sesuatu,tiba-tiba Robin mengetuk pintu dan memberitahu Ken bahwa ada yang ingin bertemu dengannya.


" Aku keluar sebentar.. " pamit Ken dan melangkah keluar.


Lantai Bawah


Nampak empat orang yang berpakaian formal menunggu di depan pintu,


" Masuklah.. " ucap Ken kepada mereka.


Seorang Pria bertubuh tegap menatap Ken dengan seksama.


" Sepertinya Dia juga seorang Tentara.. " lirihnya dalam hati.


" Kami dari NIS dan menyelidiki tentang Penyanderaan yang menimpa Keluarga Bachtiar. Ini surat perintah yang dikeluarkan oleh NIS . " ucap Pria itu seraya mengeluarkan Identitas Diri dan Selembar Surat.


Ken mengambil identitas itu dan..


ALFIN


" Alfin dengan alfabet Alpha. Apa itu Dia ? " tanya Ken dalam hati dan terus mengamati wajah Alfin.


" Kami harus mengintrogasi Korban dan Saksi, mohon Tuan untuk mempersiapkannya sekarang. " ujar Alfin yang terus menatap Ken,begitupun sebaliknya.


Ken menyetujui penyelidikan dan menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu di Ruang Tamu,sementara dirinya naik ke atas dan memanggil semua orang yang terlibat.


Alfin mendudukkan dirinya di soffa dan mengamati setiap Pengawal yang ada di Rumah itu.


" Penjagaannya sangat ketat. sepertinya Rumah ini juga pasti dipasang penyadap. " lirihnya dalam hati.


Ken menyuruh Evelyn,Lolly,Anin , Alex dan Vino untuk turun. Kecuali Kevin yang sedang pergi ke Kantor.setelah itu Ia pergi ke Kamarnya,


" Pihak NIS ada disini sekarang. Katakan semua kejadiannya dengan detail .. " lirih Ken dan memegang pundak Istrinya.


DEGGGGGGG !!!!


" NIS? Ya Tuhan " Decak jantung Yaura tiba-tiba berdetak cepat.


Ia menuruni anak tangga dengan pelan karena telapak kakinya yang masih terluka.


Dannn........


" Kak Alfin.. " gumamnya dalam hati.


Ia dan Kak Alfin bertatapan hingga membuat Ken bergantian menatap mereka berdua.


" Sepertinya benar,mereka saling mengenal. " lirihnya.


Tidak ingin memperjelas kedekatan,


" Apa Dia sanderanya? " tanya Alfin.


" Iyah.Dia Istriku ,Yaura. " jawab Ken dan terus menatap Alfin.


" Baiklah Nona Yaura, Kami akan merekam pengakuan darimu dan mencocokannya dengan bukti yang ada. " Kak Alfin berdiri dan mendekati Yaura sambil membawa recorder.


" Katakan ciri-ciri mereka dan Hal yang Kau dengar didalam penyanderaaan " sambungnya.


Yaura terdiam dan tidak menyangka bahwa Kak Alfin tidak membongkar tentang dirinya.


" Aku disandera di Gunung XXX, mereka merupakan Ras Arab dengan kelengkapan senjata api dan peluru Aktif. Mereka memiliki lambang.... " tutur Yaura dan menghentikan perkataannya.Ia menatap Evelyn dan Bianca yang berada di situ,


" Segitiga dengan titik merah darah. Sebenarnya bukan Aku yang menjadi Target mereka,tetapi Evelyn . Aku bisa menjadi sandera karena Evelyn mendorongku saat Para Penyandera menyuntikkan sesuatu padanya, hingga Aku yang jatuh pingsan dan tertangkap. " sambungnya.


Mendengar ini, membuat Ken dan Evelyn membelakkan kedua matanya.


" Jangan bicara sembarangan Yaura ! Aku tidak mendorongmu ! " Ketus Evelyn.


" Diam Evelyn ! " Tegas Ken dan menatap adiknya.


" Aku tidak berbicara sembarangan. Lihat saja rekaman CCTV Infra Merah siapa yang sebenarnya mereka serang. " ucap Yaura.


" Apa adalagi yang mereka katakan? " tanya Alfin.


Mendengar ini membuat Yaura mengalihkan pandangannya kepada Ken.


Dan Ken nampak menggelengkan kepalanya dengan maksud jangan memberitahu tentang Edward.


" Tidak ada.. " jawab Yaura.


Melihat gerak gerik Ken dan Yaura yang membuat Isyarat membuat Alfin semakin curiga.


" Mereka tidak berkata jujur.. " lirihnya dalam hati.


Tim NIS lain kemudian mengintrogasi Lolly,Evelyn, Anin dan lainnya.


" Apa Aku bisa bicara empat mata dengan Istrimu? " tanya Alfin tiba-tiba yang membuat Ken mendelik ke arahnya.


" Katakan saja disini.. " tolak Ken.


" Ini rekaman rahasia yang tidak boleh di dengarkan oleh Siapapun kecuali Aku dan sandera.Hanya lima menit tidak lebih.. " tutur Alfin .


Ken nampak kesal dan tidak suka saat Alfin mengajak Yaura mengobrol empat mata.


" Apa ada sesuatu yang mereka sembunyikan? " tanya Ken dalam hati,Ia menatap Yaura dan Alfin secara bergantian.


" Bagaimana? " tanya Alfin kembali.


Ken diam sejenak.


" Baiklah.. hanya lima menit ".


Alfin menatap Yaura dan memberikan sinyal dimana tempat yang tidak dipasang penyadap. sesama Agent NIS pasti akan mengerti akan kewaspadaan dan kehati-hatian.


" Baiklah Ken, Aku ke halaman depan dulu.. " ucap Yaura dan melangkah pergi dengan Alfin.


Ken mengamati mereka berdua yang mulai menjauh dari pandangan.


Halaman Depan


Alfin menatap Yaura dengan tatapan kesal,


" Bagaimana bisa Kau terluka seperti ini? " Ia mengamati luka Yaura yang terbalut perban.


" Ceritanya panjang." singkat Yaura.


" Kau ingin melepas seragammu jika terus ceroboh seperti ini? " Alfin berdecak kesal.


" Aku tidak mengerti dengan jalan fikiranmu, Kau terlatih dan cerdik kenapa bisa tersandera,Koyol ! " sambungnya.


" Aku terpaksa melakukan ini. Apa Pak Diyo tahu tentangku? Dan juga... " Yaura menghentikan perkataannya.


" Dan juga apa? "


" Apa Kau yang mengirim Helicopter untuk Ken? " tanya Yaura kembali.


" Pak Diyo tahu tentang masalah ini,tetapi tidak tahu bahwa sandera yang dimaksud adalah Kau. Dan Iyah,Aku yang mengirim Helicopter untuk Suamimu. " Alfin menelan saliva dan membuang pandangannya kesembarang arah.


Yaura menundukkan pandangannya,


" Terima Kasih Kak... " lirihnya.


" Tidak perlu berterima kasih. Cepat pulih dan sehatkan dirimu lagi.. " Lirih Kak Alfin sambil memasukkan tangannya ke saku celana.


" Aku besok akan berangkat dan menyelesaikan Misiku denganmu.. " ucap Yaura yang sadar bahwa ada tugas NIS yang belum Ia selesaikan dengan Alfin.


"Tangan dan Kepala mu terluka,tidak mungkin Kau bisa berlatih atau mengintai ,yang ada malah Pak Diyo akan curiga kenapa Kau bisa terluka. Tenanglah, Aku tidak memarahimu soal ini.. ada Helena yang akan menggantikan sementara. " tutur Kak Alfin.


Yaura bernafas lega karena Kak Alfin tidak memaki atau memarahi dirinya seperti yang dulu-dulu.


Dari kejauhan,Ken mengamati gerak-gerik mereka berdua,


" Sebenarnya Apa yang mereka bicarakan?Kenapa lama sekali. " gerutunya dalam hati.


Lantai Bawah


Setelah berbicara kepada Yaura, Kak Alfin pamit untuk kembali ke Kantor.


Hendak membuka mobil.


" Terima kasih.. " ucap Ken dan menatap Alfin.


" Maksudmu? " tanya Alfin dan menyerit heran.


" Tidak perlu berpura-pura. Aku pernah melihat mu menelfon Yaura dengan nama Alpha,itu pasti Kau bukan? ". ujar Ken.


Alfin terdiam.


" Bagaimana bisa Kalian saling mengenal? " tanya Ken kembali.


Faham bahwa Ken cerdik dan bisa menganalisa keadaan,


" NIS dengan Kantor Diplomat itu berdekatan, Kami hanya sekilas mengenal saat diacara Resmi. Istrimu adalah Penerjemah dan sering dipakai oleh NIS untuk bernegosiasi dengan Luar Negeri. " Alfin memberikan jawaban yang begitu masuk akal.


Mendengar alasan yang masuk logika,membuat Ken percaya.

__ADS_1


" Oh Begitu. Baiklah,sekali lagi terima kasih.. " ucap Ken kembali.


Alfin tersenyum dan masuk ke mobil.


*******


Saat dirasa Yaura tidak ada di lantai bawah,Ken langsung menaiki anak tangga dan menyusul Istrinya ke atas. Melihat ini membuat Bianca yang sedari menatap dan memandangnya berdecak kesal.


" Kenapa Yaura tidak sekalian mati saja. Dia berhasil merebut perhatian Ken dan mengacuhkanku! ".


" Jebak Kak Ken di Hotel dan tidur denganmu.Aku yakin mereka berdua akan terpisah.. " timpal Evelyn seraya memandangi kuku cantiknya.


Mendengar ini,membuat Bianca tersenyum puas.


" Tunggu saat yang tepat. Aku akan menjebak Ken di Hotel dan membuatnya menceraikan Yaura akibat Aku Hamil Olehnya. " tuturnya dalam hati sambil mengelus perut yang baru saja diisi oleh benih Edward.


Kamar


Yaura nampak sedang menyemil anggur merah yang ada di meja dan memakannya.


Ceklekkk Ken membuka pintu


Yaura menatap ke arahnya namun Ken segera mlengos dan tidak berkata apapun. Ia melepas Jas dan menghempaskannya ke sembarang arah.


Melihat ini,


" Kenapa Dia? Sepertinya setannya sedang kumpul." lirih Yaura dan mendekat.


" Kau kenapa?.. " tanya Yaura dan memandang Suaminya.


" Tidak apa-apa,Aku mengantuk. " cueknya dan segera merebahkan dirinya ke kasur.


" Oh. " Yaura tersenyum dan hendak melangkah pergi.


Ken melirik Istrinya yang hendak membuka Pintu,Ia pun beranjak.


" Kau mau kemana?! Tidur disini denganku." Ken membopong tubuh Yaura dan merebahkan dirinya di kasur.


" Kenapa Kau malah keluar disaat Aku mengacuhkanmu ! " protes Ken seraya menindih tubuh Istrinya.


" Aku memang sengaja. Jika ada orang yang mengacuhkanmu atau ngambek,Kau lebih baik meninggalkannya sendiri. " jawab Yaura dengan entengnya.


" Dapet darimana ajaran itu ! Konyol. " Ken terus menggerutu karena ternyata Sang Istri tidak peka saat Ia sedang badmood.


" Dari diriku sendiri. " Yaura tersenyum tipis dan memandang wajah Suaminya.


" Dasar Wanita tidak peka ! " decak Ken dan merebahkan dirinya di samping Sang Istri.


Yaura tersenyum puas saat Suaminya kesal.


" Apa Alfin itu pacarnya? sepertinya tatapan Alfin kepadanya itu sangat berbeda." gerutu Ken dalam hati dan menengok Yaura yang malah membelakanginya.


" Entah apa yang terbuat dari Wanita ini. Dia sangat tidak peka dan menyebalkan ! " umpat Ken kembali.


tiba-tiba..


" Markonah kemarilah.. " Ken menarik tubuh Yaura dan memeluknya.


" Jangan memanggilku seperti itu ! " Yaura melototkan matanya.


" Hustttt Diam !. Jawab jujur dan jangan berbohong, Apa Alfin itu pacarmu? Dia bilang bahwa kalian saling mengenal saat di acara Resmi. " tanya Ken dengan penuh menyelidik.


" Sepertinya Ken tidak tahu bahwa Kak Alfin adalah Ketua Tim ku. " lirihnya dalam hati.


" Bukan pacar. Tetapi Aku mengaguminya.. Dia sangat tampan dan cerdas. " Celetuk Yaura.


Mendengar ini, membuat Ken menatap tajam ke arahnya.


" Lalu Aku tidak tampan itu maksudmu? " decak Ken.


" Kau bukan seleraku. " Singkat Yaura dan menyunggingkan bibirnya.


" Dasar Wanita Gila ! Sudah punya Suami tetapi masih menyukai lelaki lain. " Ketus Ken dan melepaskan pelukannya.


" Bukankah Kau juga begitu? " Yaura terus memancing Sang Suami seraya melirik ke arahnya.


" Bullshit. Kau bilang tidak punya teman Pria ternyata Kau punya Vino dan Alfin. " gerutu Ken tidak jelas.


" Aku hanya mengenal Vino sekilas,jika Dia menganggap Aku adalah teman itu Hak nya. Dan Alfin bukankah Dia sudah menjelaskan bahwa hanya mengenalku sekilas,tidak lebih. " tutur Yaura dengan lembut hingga membuat Ken kembali menatapnya.


" Siapa tahu kalian saling menyimpan rasa .. " timpal Ken.


Mendengar ini,Yaura sejenak terdiam.


" Aku tidak punya waktu untuk memikirkan Hal seperti itu.. " lirihnya.


Mendengar ini,membuat Ken tersenyum dan memeluknya kembali.


" Tidurlah.. nanti sore Aku akan mengajakmu jalan-jalan.. " lirih Ken dan memejamkan kedua matanya.


" Kenapa Kau selalu memelukku? Disitu ada bantal guling." ucap Yaura.


" Karena Kau lebih empuk. Sudah diam dan tidur ! " celetuk Ken.


" Apanya yang empuk?! "gerutu Yaura dan ikut memejamkan matanya.


" Menurutmu apa yang empuk? " saut Ken.


Yaura tidak menjawab dan tertidur pulas,diikuti oleh Ken. entah kenapa hari ini mereka hobi tidur.


********


Sore hari


Setelah mereka berdua bangun, Ken mengajaknya ke suatu tempat.


Yaura heran kenapa tidak memakai mobil.


" Jaraknya dekat,dihalaman belakang." ujar Ken seraya membantu Yaura berjalan.



Taman Bunga


Suasana sore hari yang begitu tenang dan nyaman,ditambah angin sepoi-sepoi membuat siapapun akan merasa damai.


Dihalaman belakang rumah,banyak sekali Pohon Rindang dan beberapa bangunan disana .


" Itu Rumah Siapa,Ken? " tanya Yaura seraya menunjuk ke suatu bangunan.


" Masih bagian dari Rumah ini. " jawab Ken.


" Wahhh Rumahmu besar sekali. " Takjub Yaura.


" Kau terlalu banyak diam di Kamar jadi tidak tahu. " ucap Ken.


Mereka berdua terus melangkah dan...


Sebuah Taman Bunga yang begitu indah dengan warna-warni bunga yang sedang mekar membuat Yaura Takjub sekaligus terkejut.



" Ya Tuhan.. ini sangat indah.. " Yaura tersenyum manis,matanya menyapu bersih Taman Bunga tersebut.


Ken tersenyum saat memperhatikan Istrinya yang nampak begitu bahagia.


" Kenapa Kau baru mengajakku kesini? " protes Yaura.


" Kan Kita baru punya waktu berdua.. " lirih Ken dengan lembut.


Yaura melangkah mendekati bunga-bunga tersebut.


" Aku jadi merindukan Rumahku yang dulu.. " lirihnya dalam hati.


" Ken,kemarilah.." teriak Yaura kepada Sang Suami yang kebetulan jaraknya agak jauh.


Ken berjalan mendekat,


" Kenapa? ".


" Apa Aku boleh memetiknya? " tanya Yaura.


" Jalankan dipetik, dimakan pun boleh." usil Ken.


Yaura menatap tajam dan kembali tersenyum, setelah itu Ia terlihat memetik beberapa bunga dari sana.


Diam-diam Ken mengeluarkan ponsel dan memotret Istrinya.


" Beautiful Day. " lirihnya.


Yaura sibuk memetik bunga dan merangkainya menjadi satu,lalu menyembunyikannya di punggung. Setelahnya Ia berjalan mendekati Sang Suami.


" Ken.. Karena Aku tidak memberikan apapun kepadamu sedangkan Kau selalu menyelamatkanku ,maka Aku akan memberikan sesuatu yang spesial untukmu.. " tuturnya dengan lembut.


Kecantikan yang murni,mata yang bersinar,tutur kata yang lembut meskipun sikapnya yang cenderung misterius membuat Ken tidak bisa mengalihkan pandangan matanya.


" Apa?.. " jawab Ken dan tersenyum.


Dannnnnnn tradaaaaaa


Yaura menunjukkan sebuah rangkaian bunga yang baru saja Ia petik.


" Kebahagiaanku adalah saat melihat bunga. Dan ini adalah bunga yang paling sukai,Aku memberinya untukmu karena Kau telah menyelamatkanku.. " tutur Yaura seraya menyodorkan bunga tersebut kepada Ken.


Mendengar ini..


BRUGHHHHH Ken menjatuhkan ponselnya. sudut matanya memerah dan berkaca-kaca.


Ia kembali mengingat gadis kecil yang membawa bunga dan berambut panjang.


" Kebahagiaanku adalah saat melihat bunga. Dan ini adalah bunga yang paling sukai,Aku memberinya untukmu karena Kau telah menyelamatkanku.. ".


Ken melemah ,lututnya melemas. Ia mengalihkan pandangannya ke Bunga yang Yaura pegang.


" Perkataan dan dengan bunga yang sama... Yaura.. "lirih Ken dalam hati, Ia mengingat gadis kecil itu membawa bunga yang sama seperti yang Istrinya bawa sekarang.


Ken kesusahan menelan saliva dan menahan airmatanya agar tidak terjatuh.


Yaura menurunkan tangannya dan mengambil ponsel Sang Suami yang terjatuh,senyumnya tiba-tiba hilang saat Ken nampak bersedih.


" Ken.. Kau kenapa? Maaf jika Aku salah.. " lirih Yaura dan memegang pipi Suaminya.


Ken menatapnya dan


Huggggggggggg


Ia memeluk Yaura dengan begitu erat.


" Kenapa Kau sangat mirip dengannya?.. " lirih Ken dan nampak setetes air mata jatuh dari manik matanya.


Yaura terdiam saat merasakan pundaknya basah.


" Kau menangis?.. Maaf Ken, Aku tidak sengaja.. "Mata Yaura ikut memerah saat melihat seorang Ken meneteskan airmata.


Hanya setetes air mata yang jatuh dan Ken segera menyekanya.


" Aku tidak menangis.. Siapa juga yang menangis.. " ucap Ken tersenyum kecut dan melepaskan pelukannya, Ia menjadi Ken semula yang nampak cool.


Mengingat saat dirinya ditenangkan oleh Ken saat menangis,Yaura mencoba menghibur Suaminya. Dan mengajaknya duduk di kursi panjang yang ada di Taman tersebut.


" Kau tidak mau menerima bunga dariku? " tanya Yaura kembali dan melukiskan senyum dibibirnya.


" Tidak ! mana ada lelaki yang mau menerima bunga seperti itu. " jawab Ken dan menatap Istrinya dengan tatapan dalam.


" Buqouet bunga itu terlalu pasaran. Ini yang spesial, dipetik langsung dari sumbernya. Jadi Kau tidak mau menerimanya? Baiklah akan Ku buang.. " Yaura hendak melemparkan bunga itu namun.


" Aku becanda. Mana ada lelaki yang menolak bunga darimu, ini sangat langka bukan? " Ken meraih bunga tersebut dan menciumnya dengan dalam, Ia meresapi wangi bunga itu.


Tangan memetik sebuah bunga berwarna pink, dannn....


Ia menyelipkannya di telinga Yaura.


" Kau sama seperti bunga yang mekar. begitu Cantik dan membuat semua orang ingin mendapatkanmu.. " lirih Ken seraya mengelus lembut kepala Istrinya.


Yaura terkejut atas perlakuan dan perkataan Suaminya.


Ken tersenyum manis saat melihat Yaura yang begitu cantik dengan bunga pink.


Mereka saling beradu pandang.


" Apa Aku mengingatkanmu kepada seseorang?" tanya Yaura.


Ken sejenak terdiam dan menundukkan kepalanya.


" Iyah, Kau mengingatku dengannya. Kalian berdua begitu mirip.. " lirih Ken dan tersenyum kecut.


" Siapa? Apa Aku boleh melihatnya? ".


" Kau ataupun Aku tidak akan bisa bertemu dengannya sampai kapanpun.. "Ken menatap Yaura dan mengelus pipinya.


Yaura terdiam dan menyerit heran.


" Apa karena pernikahan Kita hingga Kau tidak bisa menemuinya? " .


" Bukan. Sudah.. Ayo Kita kembali ke Rumah.. " Ken beranjak dan membangunkan Istrinya.


" Jika yang dimaksud adalah Bianca itu tidak mungkin. Lalu siapa? Ya Tuhan.. semoga Aku bukan menjadi penghalang antara Ken dan Wanita itu, pertemukan mereka.. " Lirih Yaura dalam hati. Ia pertama kalinya melihat Ken meneteskan air mata,itu berarti Wanita Itu sangat berharga untuknya.


Mereka pun kembali ke rumah.



************

__ADS_1


BUTUH SARAN DAN KRITIK


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YAH GAESSS


__ADS_2