
Dini hari pukul 02.45
Yaura menghubungi Kapten Immanuel dan menanyakan apakah Dia benar-benar mau membantu atau tidak , Yaura tidak ingin jika sudah berada di Dubai lalu Sang Kapten ternyata mengingkari janjinya. Dan benar saja, Kapten Immanuel tiba-tiba berkata bahwa Ia tidak bisa membantu ide gila Wanita yang dicintainya,
" Aku tidak ingin Kau mendapat masalah besar, tolong mengertilah Yaura,Aku mengkhawatirkanmu... "lirih Kapten, sudut matanya memerah dan merasa tidak percaya bahwa Wanita pendiam dan kaku seperti Yaura benar-benar melakukan hal di luar nalar.
Mendengar jawaban Sang Kapten,Yaura yang sedang berdiri di jendela dan menatap awan gelap tanpa bintang tersebut nampak kehilangan harapan,
" Baiklah Kak, terima kasih sudah mengkhawatirkanku. Juga Aku minta maaf sudah menelfonmu tengah malam seperti ini.. "lirih Yaura dan mematikan sambungan telefonnya,Ia menggunakan nomor baru untuk menghubungi Kapten Immanuel.
Yaura kemudian membicarakan hal tersebut dengan Pak Agus dan menyusun rencana baru.
RUMAH SAKIT
Ken tiba-tiba terbangun dan sedikit kebingungan kenapa ada di Rumah Sakit, Ia menatap Hospital Bed dan membelakkan kedua matanya
" Yaura... dimana Dia? " Ken tersadar dan segera beranjak dari kursi lalu melangkahkan kakinya ke Kamar Mandi. Ia menyangka bahwa Istrinya sedang berada disana,namun ternyata nihil.
Kekhawatiran kembali melanda dirinya, Ia terus mencari kesana kemari demi menemukan Wanita yang berstatus sebagai Istrinya tersebut. Ken mendatangi pihak keamanan Rumah Sakit dan mengecek CCTV untuk mengetahui Siapa yang telah membawa Istrinya.
Niat mencari petunjuk,yang didapat hanyalah sebuah kekecewaan. CCTV Rumah Sakit telah dimanipulasi dan tidak menayangkan detik-detik Yaura kabur .
Ia memaki Petugas Rumah Sakit kenapa bisa ceroboh dan teledor seperti itu,
" Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Istriku, Aku akan menuntut Kalian dan Rumah Sakit ini ! " Ken mununjukkan jarinya ke hadapan Petugas dan Dokter Rumah Sakit, Ia begitu marah dan jengkel.
Dokter dan Petugas Keamanan berusaha menenangkan Ken dan berjanji akan menemukan Istrinya. Tak ingin membuang waktu dan mempercayai mereka begitu saja,Ken memilih pergi dan langsung memacu mobilnya. Ia menyusuri jalanan guna menemukan Sang Istri.
1 Jam berlalu,
Teringat Yaura ingin kembali ke Rumah,Ken pun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menuju kesana.
RUMAH KEN
Semua Orang sudah tidur ,terkecuali Para Pengawal yang tidak berguna dan tetap berjaga meskipun sangat tak berfaedah.
Ken menaiki anak tangga dengan begitu cepat dan tidak sabar bertemu dengan Istrinya,
" Yaura.. Yaura ! " teriak Ken seraya membuka pintu kamar lalu mengalihkan pandangannya ke Ranjang dan soffa , berharap Sang Istri ada disana,namun hasilnya pun sama yaitu nihil.
Ponsel,Tas, ataupun Baju yang berada di dalam lemari sama sekali tidak berkurang, itu artinya Yaura sama sekali tidak pulang.
Teringat penyanderaan, Ken kembali cemas dan khawatir yang amat sangat.
Kamar Bianca
Tak peduli Bianca sedang tertidur ataupun tidak, Ken sama sekali tidak mengetuk pintu atau berkata apapun .Ia memilih,
dorrrr dorrrrr dorrr Ken menembaki handle pintu hingga membuatnya rusak.
Brughhhh Ia menendang pintu tersebut dengan kakinya.
Wajah yang begitu menakutkan dan tatapan yang penuh amarah membuat Bianca yang sedang tertidur pulas begitu kaget dan menjengit.
Jantungnya berdecak kencang, dan masih belum sepenuhnya sadar. Ia masih berlindung didalam selimut untuk menutupi tubuh sexy nya yang hanya memakai Lingerie transparan dan begitu menggoda.
" Ken, Kau mengagetkanku.. " lirih Bianca dan menatap Ken yang mulai berjalan mendekat.
Mendengar bunyi tembakan, membuat semua orang terbangun dan mendatangi sumber suara. Para Pengawal pun nampak berkerumun di depan Kamar Bianca dan heran kenapa Tuannya mengeluarkan tembakan di pagi buta.
" Jangan banyak bertanya ! Pakai pakaianmu dan ikut denganku ! " Sentak Ken dan berbalik badan,Ia sadar bahwa Wanita pasti menggunakan pakaian Sexy saat tidur , tangannya pun kembali menutup pintu agar Orang diluar sana tidak melihat tubuh Bianca. ( gilakkkk Good Boy banget dehh nih laki )
Bukannya takut,Bianca malah menyunggingkan bibirnya. Ia beranjak dan melangkah mendekati Ken dengan begitu sensual. Tubuh Sexy dan bagian intimnya begitu terlihat dari balik Lingerie,
" Tenanglah Ken,dan bicaralah baik-baik .. " lirih Bianca yang sudah berada didepan Ken.
Benar saja dugaannya,Bianca hanya memakai Lingerie Sexy. Ia pun segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah,
" Aku baru saja menembaki handle pintu ,jangan sampai peluruku menembak ke jantung mu ! Cepat pakai Baju dan pergi denganku ! " Ancam Ken dengan nada tinggi.
Memahami Ken sedang marah, Bianca mengurungkan niatnya untuk merayu dan menggoda mantan tunangannya tersebut. Ia melangkah ke lemari dan mengambil Baju dari sana.
Diluar sana, Alex dan Vino nampak berada di luar kamar dan begitu heran kenapa Ken nampak sedang marah.
" Ken Kau kenapa? " tanya Vino dari luar.
" Hubungi Polisi sekarang Vin. Suruh Mereka untuk mencari Istriku, Dia hilang saat Aku tidur... " ujar Ken ,sudut matanya kembali memerah.
Alex dan Vino nampak melototkan kedua matanya, baru saja diselamatkan,kini Yaura kembali hilang. Vino pun segera menghubungi Pihak Polisi.
Anin,Lolly dan Evelyn nampak bergabung,Lalu bertanya kenapa pagi buta ada keributan, Alex pun menjawab bahwa Yaura kembali hilang saat di Rumah Sakit. Mereka semua kaget dan khawatir,
" Kenapa Yaura terus diserang? " tanya Evelyn ( eh juleha tadimah niatnya elu yang diculik bukan Yaura , dasar anak gatau diri )
" Berarti sebelum penyanderaan kemarin,Yaura juga pernah diserang sebelumnya? " tanya Anin.
Evelyn pun menceritakan kejadian terdahulu saat mereka berkali-kali berhadapan dengan kawanan bersenjata dan anehnya ,Yaura lah yang menjadi korban.
Ken melangkah keluar,tangannya masih menggenggam senjata dan siap menodong siapapun yang membuatnya marah,diikuti oleh Bianca dibelakangnya.
" Kak.. ini masih Pagi Buta,tunggu sampai matahari terbit.. " lirih Evelyn dan menarik tangan Kakaknya.
Ken menatap dan menghempaskan tangan adiknya,
" Tidur dan Istirahatlah Evelyn, jaga Ibu dan rawat Dia.. hubungi Kakak jika ada apa-apa.. " ucap Ken dan berlalu pergi begitu saja.
******
Ken memacu mobil dengan kecepatan tinggi hingga membuat Bianca dibuat spot jantung olehnya. berkali-kali Ia bertanya kepada Ken mau mengajaknya kemana,namun Ken sama sekali tidak menjawab atau menoleh ke arahnya sedikitpun.
20 menit kemudian,
" Dimana Edward! " ucap Ken.
Bianca membelakkan kedua matanya saat ditanya tentang Edward,
" Aku tidak tahu Ken,kenapa Kau bertanya kepadaku?" jawabnya dengan penuh ketakutan.
" Sekali lagi Kau tidak menjawab, dan terjadi sesuatu dengan Istriku.. Maka Aku akan membongkar semua kebusukanmu kepada Ayah dan Media ! Aku tidak main-main kali ini ! " Ancam Ken ,pandangannya fokus kedepan. namun tatapannya begitu tajam dan rahangnya mengeras.
Nyali Bianca menciut saat mendengar ancaman mantan tunangannya, Ia meremas kedua tangannya yang mulai basah dan begitu ketakutan,namun disamping itu Ia begitu enggan menyebutkan dimana Edward.
Habis kesabaran,
" 1 " Ken menghitung mundur
" 2 .. cepat katakan ! atau... "
" Louis .Dia ada di Louis Ken.. Aku tidak tahu nomor berapa,tetapi Edward ada di Hotel mu.. " Bianca memegang lengan Ken dan memelas, cairan bening nampak membasahi matanya.
Ken menyingkirkan tangan Bianca dan menatapnya,
" Louis? " Ia nampak tidak percaya dengan apa yang Bianca katakan.
Namun Bianca terus menyakinkan Ken dan bercerita bahwa Ia tidak sengaja bertemu dengan Edward disana. Bukan tanpa alasan Ken membawa Bianca, karena Bianca adalah sahabat dekat Edward sejak kecil dan pasti tahu dimana kediaman Edward saat ini.
HOTEL LOUIS
Sesampainya di basement, Ken segera turun dari mobil dan melangkah kedalam. Ia memerintahkan semua Pihak Keamanan untuk mengepung semua pintu keluar Hotel. Receptionist mengatakan bahwa Edward menginap di Kamar Nomor 241.
Kamar Edward
Edward sedang tertidur pulas di Ranjang berukuran King Size dengan interior kamar yang begitu mewah dan luas.
Ken menyuruh seorang Receptionist untuk membuka pintunya,sedangkan Dia sedang bersiap dengan senjatanya.
dorrrr Ken langsung mengeluarkan peluru peringatan dan melangkah mendekati Edward.
" Baji*gan ! Bangunlah ! Dimana Istriku ! " Ken menaiki Ranjang dan mencekik leher mantan sahabatnya.
Edward nampak kebingungan dan melototkan kedua matanya saat mengetahui Ken sedang mencekik lehernya. melihat amarah Ken yang meledak-ledak membuat Edward makin kebingungan,
" Lepaskan ! Apa Kau kehilangan akal? Kenapa bertanya Istrimu kepadaku ? " sentak Edward dan mendorong Ken dari tubuhnya.
Buggggg buggggg buggggg Ken terus menyerang Edward dan memukulinya tanpa ampun, Edward berusaha membalas dan melukainya balik.namun itu sia-sia saja karena perasaan cemas ,khawatir dan amarah yang selama ini Ia pendam kepada Edward membuatnya semakin brutal.
Bianca menarik tubuh Ken dan mendekapnya dari belakang,
" Ken sadarlah ! Tenanglah ! Kau bisa membunuhnya nanti.. " ucap Bianca dengan bibir gemetar dan ketakutan,Ia belum pernah melihat Ken sebrutal ini.
Ken melepaskan dekapan tangan Bianca dan menodong Edward dengan pistol.
" Yaura hilang di Rumah Sakit semalam, pasti Kau yang menculiknya ! Dimana Dia sekarang ! jawab sebelum Aku benar - benar menjadi Iblis ! " Teriak Ken .
Wajah Edward terluka dan banyak mengeluarkan darah, Ia sejenak terdiam dan memahami situasi.
" Yaura hilang? apa Abraham yang menculiknya? " lirihnya dalam hati.
" Hei Ken ! Aku sama sekali tidak tahu tentang Istrimu ! Hanya karena Aku menyanderanya waktu itu .. jadi Kau berfikir seperti itu sekarang?! Sadarlah Brengsek ! Aku masih punya kerjaan yang lebih penting daripada menculik Istrimu itu ! " Jawab Edward seraya menyeka darah yang menetes dari bibirnya,pandangannya terarah pada Bianca yang berada tepat di Belakang Ken.
" Matilah Kau Brengsek ! " Hendak menarik pelatuk..
Dorrrrrrr sebuah peluru menghantam pistol yang Ia pegang dan membuatnya terpental.
" Apa yang Kau lakukan Ken ! " teriak Ayah Reino yang sedang menodongkan senjata ke anaknya .
Ken,Edward dan Bianca nampak syok dengan kemunculan Ayah Reino.
Edward membungkukkan badannya dan mengucap hormat.
" Selamat pagi, Paman " ucapnya. disusul oleh Bianca yang mengucap Hormat.
Ken mengatur nafasnya yang sejak tadi tidak beraturan, Ia mencoba mengontrol amarahnya ,
" Edward yang menyandera Yaura waktu itu, dan sekarang Yaura kembali menghilang saat di Rumah Sakit. Aku yakin pasti Dia pelakunya ! " tutur Ken dan mencoba menjelaskan kenapa Ia melukai Edward.
Ayah Reino mendekati Ken dan menatapnya
" Jangan berbicara omong kosong ! semalaman Edward bersama denganku dan berbincang setelah sekian Tahun tidak bertemu. Dia menginap di Hotel karena perintah Ayah. Walaupun Dia yang menyandera Yaura waktu itu,harusnya Kau membawa kasus ini kepada Polisi dan menangkap Edward ! bukan malah membiarkannya berkeliaran !. Ini salahmu sendiri Ken, belum tentu yang melakukan Penculikan sekarang itu Edward . " Tegas Ayah Reino seraya menurunkan senjatanya.
" Lalu siapa jika bukan Dia yang menculiknya? jawab Aku Ayah ! " ujar Ken dan menatap Ayahnya dengan perasaan kecewa.
" Siapa tahu Yaura memang berniat kabur dan menghilang sendiri Ken, bukankah Kau ingat bagaimana Kau mencaci dan memakinya waktu itu? dan menganggapnya Wanita Rendahan,mungkin Yaura masih sakit hati. Belum lagi Evelyn yang mencacinya habis-habisan .. " saut Bianca dengan nada lemah lembut.
DEGGGG !!! Ken menatap Bianca dan mendekatinya.
" Apa maksudmu? "
" Maksudku.. bukankah Pernikahan Kau dan Yaura memanglah sementara? Setelah semuanya terbongkar dan kesalahpahaman terselesaikan, mungkin Yaura mengakhiri semuanya. Dia sadar bahwa Ia dinikahi hanya untuk melindungi Adikmu yang begitu takut kehilangan Vino.. " tutur Bianca seraya melirik ke arah Ayah Reino.
Mendengar ini,membuat Ken menundukkan pandangannya dan termenung. Ia mengingat kembali perkataan Yaura yang seakan izin pergi dan meninggalkannya.
" Lalu Ciuman itu... " lirih Ken dalam hati, ciuman Yaura tadi malam masih begitu terasa.
" Apa itu sebagai perpisahan? Dan yang dikatakan Bianca itu benar? " sambungnya.
Demi Tuhan,tubuh Ken seketika melemah dan tidak berdaya.
Edward nampak mengamati sahabatnya yang tiba-tiba terpuruk .
" Sekarang Aku tahu Siapa kelemahan Dia sebenarnya. Iyah, YAURA adalah kelemahannya. Aku akan menggunakan Yaura untuk membalaskan dendamku kepada Ken.. " lirihnya dalam hati,Ia tersenyum tipis dan melirik ke arah Bianca yang juga terlihat begitu bahagia.
" Benar yang dikatakan Bianca Ken, lagipula Yaura bukanlah Wanita yang sebanding dengan Kita. Dan,secepatnya.. Ayah akan mengurus Surat Perceraian Kalian dan mencari Yaura agar mau menandatanganinya. Bianca adalah Calon Menantu Keluarga Bachtiar yang sesungguhnya,jadi.... Lupakan Yaura mulai sekarang ... " ucap Ayah Reino seraya memegang pundak Anaknya.
DEGGGG !!!! Ken menatap Ayahnya
" Aku tidak akan menceraikannya... Sampai Kapanpun... " ucap Ken dengan penuh penekanan.
Ayah dan Anak itu pun sejenak beradu pandang.
" Saham Kita sedang menurun,masalah G&D belum diselesaikan.. jangan melakukan hal diluar batas ! Ingat ucapan Ayah ! " ancam Ayah Reino dan menatap tajam anaknya.
Tak menjawab,Ken justru menyelonong keluar begitu saja.
Ayah Reino nampak geram dan mengepalkan kedua tangannya.
" Kenapa Ken menjadi seperti itu? " lirihnya dalam hati.
Tak berselang lama, Ia menyuruh Dokter Hotel untuk mengobati luka Edward , dan mengajak Bianca berbicara empat mata di Ruangan Pribadi.
***********
Matahari mulai terbit, Ken masih terdiam di mobil dan merenung. perkataan Bianca masih terngiang-ngiang di kepala,hingga membuatnya frustasi. Ken mengusap rambutnya dengan kasar dan berdecak,setelah itu Ia memilih untuk menghubungi seseorang untuk membantunya mencari Yaura.
Kekhawatiran,cemas ,kesedihan dan rasa tak percaya bercampur menjadi satu, mungkin kondisi hatinya kini sedang hancur lebur , iyah .. itulah yang Ken rasakan, bayangkan baru kemarin berbicara dan mengatakan pada Sang Istri untuk tidak pergi dari kehidupannya,tetapi yang Ia dapat justru kebalikannya. Yaura meninggalkannya begitu saja ditengah malam setelah memberinya sebuah kecupan manis dan senyuman. Rasanya begitu menyakitkan bukan? baru dibawa ke Bulan lalu dijatuhkan lagi ke jurang yang paling dalam.tetapi Ken lebih memikirkan Rasa Sakit yang selama ini Istrinya rasakan dibanding dirinya sendiri.
Ken melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, Ia mencari Istrinya ke Apartment Valdefis dan Persemayaman Kedua Orang Yaura, namun tetap tidak ada.
" Yaura jarang keluar bersamaku,jadi Aku sama sekali tidak tahu tempat mana saja yang sering dikunjungi." lirihnya dalam hati, Ken duduk disebuah kursi yang ada dipersemayaman Mertuanya. Kepalanya begitu pusing dan hampir meledak.
tiba-tiba fikirannya teringat Saat Ia pertama kali menjemput Yaura dan kejadian di Villa Royal Tulip.
" Gereja..... Yaura selalu berdoa dan mengunjunginya.. " lirih Ken , Ia mengingat bagaimana Sang Istri memanjatkan doa begitu khusu.
Hampir setiap Gereja Ia masuki,namun hasilnya tetap nihil. Ken memutuskan menunggu di Departement Pemerintah dan bertanya kepada pihak Kantor Diplomat .
KANTOR DIPLOMAT
Pukul 08.00 Ken langsung masuk ke Kantor Diplomat dengan terburu-buru, wajahnya terlihat begitu lelah. Ia bertanya kepada Staff Kantor ,
" Aku mendengar bahwa Pegawai Pemerintah sering melakukan pekerjaan mendadak terutama Penerjemah Diplomat, Apa Istriku Yaura sedang bertugas? Aku kehilangan kontak dengannya sejak semalam.. " tutur Ken.
Staff Kantor tersebut sejenak terdiam dan mengecek sesuatu dari Ponselnya.
" Yaura sudah semingguan terakhir tidak datang ke Kantor,Tuan. Karena memang sedang tidak ditugaskan.. " tutur Staff Tersebut.
Ken terus mencecar banyak pertanyaan kepada Staff,mulai dari teman dekat atau seseorang yang akrab dengan Istrinya.Namun Staff itu menjawab ,Yaura lebih sering menyendiri dan jarang terlihat akrab dengan seseorang.
Tersadar !!!!
Ken segera melangkah keluar dan menemui seseorang.
KANTOR NIS
__ADS_1
Dihadang oleh Staff Keamanan NIS tidak membuat Ken mundur, Ia terus mengancam Staff NIS agar tidak membuatnya semakin sulit.
Terlalu lama, Ken mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.
tutt bunyi nada sambung
" Suruh mereka untuk mundur dan membiarkanku masuk. Aku ingin membicarakan suatu yang penting denganmu ! " Tegas Ken .
" Baiklah.. " jawab Alfin dan mematikan ponselnya.
Alfin segera menghubungi HT Staff Keamanan NIS dan menyuruh mereka untuk membiarkan tamunya masuk.
Kantor Alfin
Alfin langsung membukakan pintu untuknya.
" Dimana Yaura ? " tanya Ken tanpa basa-basi,guratan amarah terlihat jelas diwajahnya.
Alfin kebingungan dan menyerit heran.
" Kenapa bertanya padaku? " jawab Alfin.
Hilang kontrol,
krkkkkkkkk Ken menarik kera kameja Alfin dan menajamkan tatapan matanya.
" Jangan berpura-pura lagi,Aku tahu Kau sangat akrab dengannya. katakan padaku, dimana Dia sekarang? " Ketus Ken.
Grkkkkkk Alfin menyingkirkan tangan Ken dengan kasar dan merapikan kembali kamejanya.
" Jangan menggunakan otot. Bicaralah yang jelas ! " jawab Alfin dan menatapnya tajam.
Ken mendengus kasar,
" Yaura pingsan kemarin, Aku membawanya ke Rumah Sakit. Dan Pukul 03.00 Pagi,Dia sudah tidak ada disisiku. Rekaman CCTV Rumah Sakit dimanipulasi, jadi Aku tidak tahu kemana Dia pergi.. " lirih Ken dan berusaha menenangkan dirinya.
Alfin membelakkan kedua matanya dan syok
" Kau sudah menghubungi nomor ponselnya? ".
" Ponsel,tas dan lainnya masih ada di Rumah. Dia pergi tanpa membawa apapun.. "jawab Ken.
Alfin diam sejenak,
" Duduklah.. tenangkan dirimu dulu.. Aku akan bertanya kepada Atasan Diplomat.. " ucap Alfin dan berlalu keluar.
Ken mendudukkan dirinya di kursi seraya memijat kepalanya yang begitu pening.
Sementara Alfin melangkah begitu cepat, Ia menipu Ken dengan alasan pergi ke Diplomat,padahal Ia memasuki Ruang Pelacakan Anggota.
Ruang Pelacakan Anggota
Setiap Anggota NIS pasti memiliki chiptatto yang terpasang ditubuhnya. Ini berguna untuk melacak keberadaan Anggota itu sendiri.
Alfin mengotak-atik Komputer dan memasukkan Password Anggotanya.
MULAN - YAURA TIDAK TERDETEKSI
Alfin terkejut dan sangat syok mengetahui sinyal keanggotaan Yaura tidak terdeteksi.
" Sepertinya Dia melepas chiptatto yang terpasang ditubuhnya.. itu berarti... " lirihnya dalam hati, sudut mata Alfin memerah. Ia pun menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan Yaura.
Kantor Alfin
Ken tak sengaja menyenggol tumpukan berkas yang ada di meja, Ia pun memunguti kembali berkas yang berserakan di lantai.
tiba-tiba Ia menemukan sebuah foto seseorang yang tidak asing baginya.
" Mereka terlihat sangat dekat... " lirih Ken sambil memegang foto tersebut.Hatinya mendadak tersayat.
" Aku tidak bisa menemukan Yaura.. " ucap Alfin yang baru saja menerobos masuk.
Melihat ada sebuah foto yang dipegang oleh Ken, Alfin pun membelakkan kedua matanya dan segera mengambil foto tersebut.
" Jangan salah faham. " ucap Alfin.
Ken mengambil nafas panjang,
" Aku tanya sekali lagi, dimana Yaura? jika Kau benar-benar tidak mengetahui keberadannya sekarang, setidaknya ikut denganku dan tunjukkan tempat mana saja yang sering dikunjungi olehnya? " Ucap Ken,tatapan matanya begitu tajam ,ditambah melihat foto tadi semakin membuatnya terbakar.
Sadar tidak bisa lagi berbohong karena sudah ketangkap basah menyimpan foto berdua, Alfin pun menjelaskan kepada Ken bahwa Ia tidak bisa mengantarkannya mencari Yaura. Untuk mempermudah menemukannya,Alfin menyebutkan beberapa tempat yang sering dikunjungi oleh Wanita yang dicintainya tersebut.
Ken menundukkan pandangannya, Ia memilih untuk mencari Yaura dibanding membahas tentang foto yang begitu menyakitkan tersebut.
*******
CAMP MILITER
Yaura memakai seragam militer,lengkap dengan Baret Kebanggaannya. Ia berjalan menyusuri halaman militer yang begitu luas, dan berhenti di sebuah tangga yang biasa digunakan untuk beristirahatnya Para Prajurit.
Yaura mendudukkan dirinya ditangga sambil memegang DOG TAG MILITARY yang menyantel di lehernya sekarang. Dog Tag Military adalah sebuah kalung yang biasa digunakan oleh Tentara Aktif. Itu berfungsi untuk mendeteksi indentitas tentara jika suatu saat nanti terjadi musibah atau kecelakaan yang merenggut nyawanya.
" Tentara dan NIS adalah kebanggaan. Aku berlatih dibawah asuhan Tentara yang begitu gigih mendidikku,juga NIS yang mengajariku tentang pentingnya kecerdasan dan kelihaian mengatur strategi. Jika saja Keadilan memihak kepadaku, Aku tidak akan memberontak seperti ini.. " lirih Yaura dalam hati, wajahnya tersirat banyak begitu kesedihan dan kekecewaan.
Yaura melepas kalung tersebut dari lehernya ,dan beranjak. Ia melangkah menuju sebuah Ruangan Rahasia.
Baret Militer, Seragam dan Kalung semua Ia tanggalkan.
" Aku bukanlah Yaura dari NIS ataupun Militer. Aku melakukan ini sebagai Warga Sipil yang menuntut keadilan dan membongkar semua kebusukan mereka yang membunuh Ayah . " Sumpah Yaura seraya meletakkan Identitas Militer tersebut kedalam Loker.
Ia kini hanya memakai baju biasa dan pergi dari area militer.
BANDARA
Yaura dan Pak Andi sekarang berada di Bandara, mereka menggunakan topi hitam lengkap dengan masker yang menutupi wajahnya.
" Aku harus segera pergi dari sini,sebelum Media memberitakan tentang Ayah . Lalu Para Pedebah memerintahkan pihak Bandara untuk menunda pesawat yang pergi ke Dubai, dan memeriksaku. " lirihnya dalam hati.
Yaura dan Pak Andi menjalani proses pengecekan Bandara, Ia begitu waspada dan hati-hati. Di belakang sana,terdapat Pak Agus yang sedang mengawasi Yaura dan Andi.
" Begitu banyak penderitaan yang dialami oleh Yaura,semoga Tuhan berpihak kepadamu kali ini.. " ucap Pak Agus, air mata menetes dari manik matanya.
******************
Ken menyusuri semua tempat yang dikatakan oleh Alfin,Namun hasilnya tetap sama. dan tak disangka Ia bertemu dengan Helena di Toko Bunga yang ada di seberang jalan. Ken sangat mengenali Wajah Sahabat Istrinya tersebut.
Toko Bunga
Helena nampak membeli sebuah Bunga disana, dan..
" Helena.. " panggil Ken.
Mendengar suara yang memanggil namanya,membuat Helena menoleh. Ia begitu terkejut saat mengetahui Suami Sahabatnya tersebut ada di hadapannya sekarang.
" Tuan Ken? " ucap Helena.
Melihat kecemasan dan kekhawatiran yang terpancar dari wajah Pria yang ada dihadapannya tersebut membuat Helena sudah bisa menerka.
" Kenapa dengan Yaura? " jawab Helena yang langsung mengerti dengan pertanyaan Ken.
" Dia menghilang di Rumah Sakit semalam, Aku tidak bisa menemukannya. Aku rasa,Kau bisa membantuku untuk menemukan Yaura.. Aku mohon bantuanmu.. " lirih Ken,Ia nampak putus asa.
Helena sejenak terdiam dan menganalisa sesuatu.
" Apa Yaura sudah pergi ke Dubai? " gumamnya dalam hati.
Dannn
" Kau tidak perlu mencarinya Ken. Jangan sampai Kau menyesal setelah menemukannya,Yaura sudah bahagia dan memilih hidupnya sendiri. Jadi.. Lebih baik Kau kembali ke Kantor dan mengurus Perusahaanmu. " ucap Helena seraya menyunggingkan sudut bibirnya. Perkataannya begitu misterius dan ambigu.
Ken syok mendengar ucapan yang lolos dari mulut Helena.
" Apa Maksudmu? " tanya Ken seraya memegang lengan Helena yang hendak berlalu pergi.
" Yaura itu bukan Wanita Baik-baik seperti yang Kau lihat. Dia kelihatan polos tetapi sebenarnya tidak. Aku kasihan denganmu,oleh sebab itu Aku menyarankan.. Lupakan Yaura,jika tidak.. Maka kebenaran yang akan membuatmu terguncang. " ucap Helena dan menajamkan pandangan matanya.
Mereka berdua sejenak beradu pandang,
" Dimana Dia katakan?! " sentak Ken.
" Demi Tuhan,Aku tidak mengetahui keberadaan Yaura sekarang. yang Aku ketahui hanya kebenaran tentangnya.. Aku permisi.. " jawab Helena dan berlalu pergi.
Ken menarik tangan Helena dan menatapnya,
" Aku punya Hak untuk mengetahui dimana Istriku.. Tolong beritahu Aku dimana Dia.. " lirih Ken.
Helena memandangi manik mata Ken yang terlihat begitu memerah,
" Yaura pernah mengatakan kepadaku beberapa hari lalu, bahwa Dia akan meninggalkanmu dan memulai hidup baru. Dia sama sekali tidak menganggapmu sebagai Suami, jadi lebih baik Kau berhenti memikirkannya.. sebelum lukamu semakin dalam.. " Ucap Helena dan menghempaskan tangan Ken,lalu berlalu pergi begitu saja.
DEGGGG !!! Ken begitu terkesiap saat mendengar penuturan Helena. Hatinya mendadak sesak dan tidak bisa bernafas. Perkataan Bianca dan Helena terus terngiang dikepalanya, ditambah dengan perlakuan Yaura semalam yang sudah mengisyaratkan akan kepergiannya. Hal ini membuat Ken semakin yakin bahwa Yaura memang sengaja pergi meninggalkannya,
" Kenapa Kau pergi disaat Aku memintamu untuk tinggal.. " lirih Ken dalam hati.
*************
Pukul 12.00 Televisi dan Media Lainnya mulai melancarkan aksi. Mereka memberitakan tentang G&D.
" Selamat Siang, Kami R&J News kembali menemani Anda. Dimulai dari informasi yang Kami dapat bahwa G&D International Group akan kembali beroperasi, Perusahaan Raksasa Mendiang Devano Malik tersebut membangun kembali namanya setelah sekian lama Vakum karena Skandal Kematian yang mengejutkan banyak Orang. Satu Hal yang lebih mengejutkan adalah SALAH SATU KELUARGA DEVANO MALIK MASIH HIDUP, DAN STEMPEL MENDIANG YAURA GITA DEVMALIK YANG SELAMA INI DICARI TERNYATA BERADA DI TANGANNYA. " Tutur Reporter berita. Berita ini mengejutkan banyak orang dan perusahaan , diikuti oleh beberapa Media yang mulai membahas kembali G&D.
LOUIS , RITZ CARLTON DAN DYNAMIC
Para Petinggi Perusahaan dibuat tercengang dan syok bukan main. Mereka kalang kabut menghadapi berita dan fitnah yang tiada henti menuduhnya, di tambah dengan kabar bahwa Keluarga Devano masih hidup dan memegang Stempel Perusahaan Yaura.
Alex , Kevin , dan Vino menggebrak mejanya masing-masing dan berdecak kesal. Ia tidak habis fikir dengan media yang begitu ceroboh dengan menerima berita yang belum tentu benar,
" Sialan ! Apa mereka tidak tahu dampak untuk perusahaan Kita ?! Secara tidak langsung berita ini membuat Citra Kita buruk ! " decak Kevin , mukanya memerah dan meradang.
Alex dan Vino juga melalukan Hal yang sama . Mereka mengumpat media yang telah menuduhnya.
Louis
Reino dan Ibu Hilya membelakkan kedua matanya saat mengetahui Keluarga Devano masih hidup.
" Sayang.. Kita harus bagaimana? " Ucap Ibu Hilya, bibirnya bergetar , untuk berdiri saja rasanya tidak kuat.
Ayah Reino mengepalkan kedua tangannya, dan
Brughhhhhhhhh Ia mengacak-acak meja kerja hingga membuat semua barang diatasnya berserakan dan jatuh ke Lantai.
" Ada yang mempermainkan Kita ! Dan.. Dia bukan Orang sembarangan ! Sial ! " Ayah Reino meradang,wajahnya memerah dan sorot matanya begitu tajam.
Ia kemudian mengeluarkan ponsel dan menelfon anaknya.
" Media kembali berulah ! Kau kemana saja hah?! Cepat kembali ke Kantor dan atasi masalah ini ! " teriak Ayah Reino yang begitu menusuk telinga Ken.
" Ada apa? " tanya Ken yang begitu malas menyauti omongan Ayahnya.
" Louis difitnah menjadi dalang Pembunuhan Devano Malik, Citra Perusahaan Kita dipertaruhkan ! Jangan banyak bertanya dan cepat kemari Ken !! " Ketus Ayah Reino.
" Aku akan kesana setelah bertemu dengan Yaura . " singkan Ken dan hendak mematikan telefonnya...
" Yaura ! Yaura ! Yaura ! Lupakan Dia ! " teriak Ayah Reino.
Ken pun mematikan telefon dan
bruggggghhh Ia memukul stir mobilnya dengan kasar
" Satu masalah belum selesai ! datang masalah baru ! Sial ! " Decak Ken dan mendengus kasar. Ia menghidupkan mesin mobil dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, amarahnya semakin meledak-ledak saat mendengar tekanan yang diberikan Ayahnya.
20 menit kemudian,
Ken sudah berada di Ruang Ayahnya dan memantau Bursa Saham. Grafiknya terus menurun dan menempati posisi terendah,ditambah dengan ada beberapa Investor yang mengajukan pengunduran diri dan memutus kerja sama dengan Louis..
Ayah Reino, Hilya dan Ken begitu panik .
" Cari tahu siapa yang mengaku sebagai Keluarga Devano. Ibu akan pergi ke Polisi untuk membersihkan nama Louis dan menuntut Media tersebut. " tutur Ibu Hilya seraya memegang pundak anaknya.
Ayah Reino menatap tajam mata anaknya
" Jangan memperdulikan Yaura , jika Kau berani membuat rencana diluar sepengetahuan Ayah, Maka bersiap-siaplah Hancur ! Ayah, Ibu dan Evelyn akan menjadi gelandangan , Skandal Besar Devano membuat Perusahaan Kita Collapse ." Ancamnya.
" Untuk apa Ayah begitu khawatir dengan Skandal Keluarga Devano? Kita sama sekali tidak terlibat ! Malah Keluarga Kita menjalin hubungan baik dengannya. " saut Ken saraya mengatok-atik Komputer Kerjanya.
Mendengar ini,membuat Ibu Hilya melirik ke arah Suaminya.
" Meskipun Kita tidak terlibat, tetapi berita hoax bisa menghancurkan semuanya Nak.. " tuturnya.
Ayah Reino memilih pergi dan menemui seseorang.
KANTOR NIS
Ayah Reino masuk ke Ruangan Direktur Utama dan menemui Pak Diyo yang juga merasa was-was tentang berita tersebut.
" Jika Louis mendapat masalah,maka NIS dan dirimu juga akan bermasalah ! Ingatlah ! Sebelum waktu terlambat dan seseorang membuka kasus yang sebenarnya, maka... Dirimu akan dihukum mati ! " ucap Ayah Reino seraya menodongkan senjata ke arah Diyo.
Diyo mengeraskan rahangnya,
" Sebelum Kau meminta ! Aku sudah menyuruh Anggotaku untuk memutar balikkan fakta. Media juga memfitnah NIS, dan beranggapan bahwa NIS memanipulasi data dan Hakim menerima suap. Kehormatanku juga dipertaruhkan ! " sentak Diyo dan menodong balik Ayah Reino.
Mereka berdua berhadapan dan saling meradang.
" Cepat lakukan aksi dan bersihkan nama Louis ! Aku tidak ingin nyawa Perusahaanku dipertaruhkan ! " Ketus Ayah Reino dan menurunkan senjatanya, Ia faham bahwa bermasalah dengan Diyo adalah sesuatu yang haram dan pantang.
" Aku sudah menyuruh Anggota ku untuk melacak seseorang yang mengaku sebagai Keluarga Devano dan mendatangi Jurnalis R&J News agar mau memberikan nomor ponsel orang tersebut. " tutur Pak Diyo dan berusaha untuk tenang, Ia kembali memasukkan senjatanya kedalam Jas.
Louis dan NIS saling berkaitan, mereka kini saling menyusun rencana untuk menghadapi masalah ini.
******************
Louis
__ADS_1
Edward datang dan memenuhi panggilan Ibu Hilya.
Tanpa basa-basi, Ibu Hilya langsung mengutarakan niatnya.
" Karena Kau tidak berhasil melenyapkan Yaura, jadi Aku masih memaafkanmu . Sekarang, Kau harus berhasil dan membawa orang yang mengaku sebagai Keluarga Devano itu hidup-hidup ! Ingat ! Kau harus membawanya ke hadapanku ! Jangan sampai Ken mengetahui soal ini ! " ancam Ibu Hilya.
Edward menganggukkan kepalanya dan menatap Ibu Hilya.
" Kau dan Suamimu sama liciknya. Dannn Kau bilang jangan sampai Ken tahu? Oh sungguh konyol ! Ken pasti akan segera tahu kebusukan Orang Tuanya." ucap Edward seraya menyunggingkan sudut bibirnya.
" Bermuka Dua itu perlu, dan Kau jangan banyak bertanya. Cepat lakukan tugasmu jika Kau ingin tetap aman dan hidup ! " Ibu Hilya menaikkan satu alisnya.
Tak lama kemudian,Bianca datang dan menatap Edward.
" Kau terlihat sangat akrab dengan Bibi Hilya, Ini sangat membahagiakan.. " tutur Bianca.
" Lebih membahagiakan saat bermain Ranjang bersamamu.. " bisik Edward ke telinga Bianca.
" Tutup mulutmu , jangan sampai Bibi Hilya mendengarnya. " Bianca melototkan kedua matanya.
Tak berselang lama, Edward pamit dan kembali ke Markas Senjatanya. Sementara Ibu Hilya nampak merencanakan sesuatu dengan Bianca.
********
Hari semakin larut, mereka pun memilih mengakhiri aktifitasnya.
RUMAH KEN
Lolly, Anin dan Evelyn nampaķ sedang mengobrol di Kamar . Mereka sangat cuek terhadap masalah perusahaan, meskipun begitu, Anin dan Lolly terlihat memikirkan sesuatu.
" Evelyn. Apa Kau bisa menghubungi Kakakmu? Tolong tanyakan kepadanya , Yaura sudah ditemukan atau belum? " ucap Anin.
Evelyn diam sejenak,
" Baiklah.. karena Kau yang meminta itu,Aku akan mengabulkannya.. " ucap Evelyn seraya tersenyum.
Ia pun menelfon Kakaknya yang sedang berada di perjalanan.
" Halo Kakak. Apa Yaura sudah ditemukan? Kami disini sangat mengkhawatirkannya.. " ucap Evelyn dari balik telefon.
" Belum.. Apa yang lain baik-baik saja? " tanya Ken sambil fokus mengemudi.
" Kami disini baik-baik saja Kak.. " tutur Evelyn.
Setelah mendengar kabar Orang Rumah, Ken pun segera mematikan ponselnya.
Tak berselang lama, Ken memarkirkan mobilnya di Garasi. Ia membicarakan sesuatu dengan seorang Pengawal sebentar.
Setelah itu,Ia pun kembali melanjutkan langkahnya.
Kamar
Saat membuka Kamar, mata Ken menyapu bersih sudut ruangan. Ia berharap suatu keajaiban terjadi dalam hidupnya.
" Ternyata Kau benar-benar tidak ada... " lirih Ken, pandangan matanya terarah pada Vas Bunga yang beberapa hari lalu ditata oleh Yaura.
Bunga itu terlihat masih segar, Ken pun melangkah mendekatinya, senyuman Yaura saat memasukkan air kedalam Vas Bunga itupun masih terbayang jelas diingatannya.
Setelah itu, Ken merapikan kembali foto masa kecilnya yang berantakan di Ranjang dan Box yang tergeletak di Lantai.
Ia memunguti foto tersebut satu persatu, dan memasukkannya kedalam Box , termasuk sebuah Kamera yang menyebabkan Yaura pingsan.
Tak berselang lama, Evelyn datang dan masuk.
" Kakak.. " panggilnya.
" Ada apa? " tanya Ken seraya menyembunyikan Box tersebut di lemari.
" Apa Yaura kembali diculik? " tanya Evelyn dan mendekati Kakaknya yang terlihat begitu lesu.
" Tidak. Aku sangat lapar, suruh Robin untuk membuatkan makanan.. " lirih Ken dan melangkah pergi ke kamar mandi.
Melihat Kakaknya yang nampak tidak seperti biasanya,membuat Evelyn menyerit heran.
" Sepertinya Yaura tidak diculik, Kalo diculik Kakak pasti akan menyelamatkannya mati-matian. " lirihnya dalam hati.
" Ah Bodo Amat, untuk apa juga Aku memikirkan Yaura ? tidak penting. " sambungnya. Evelyn pun kembali keluar dan menuju dapur, lalu menyuruh Robin untuk mengantarkan makanan ke Kamar Kakaknya.
40 menit kemudian, Robin datang dan membawakan makanan.
Setelah membersihkan diri, Ken yang memakai Baju santai pun nampak sedang membuka SIM Card pada Ponsel Yaura. setelah itu, Ia memasukkan Kartu SIM tersebut kedalam Ponselnya.
Berharap menemukan sebuah petunjuk melalui SIM Card Istrinya,namun yang Ia dapat adalah SIM tersebut sudah tidak bisa berfungsi atau terblokir.
" Yaura juga memblokir nomor ponselnya sendiri.. " lirihnya dalam hati.
Tak menyerah,Ken mengacak-acak Tas Yaura yang hanya berisi lipstick, kaca , pelembap , charger , powerbank, dan beberapa buka catatan kerja kecil yang tidak penting.
" Aneh sekali.. kenapa tidak ada ID Card Diplomatnya.. " gumamnya dalam hati. Mungkin maksud Ken ,biasanya Pegawai akan memiliki ID Card , Yaura pergi tanpa membawa apapun,tetapi kenapa Ia tidak menemukan ID Card atau Identitas lainnya seperti KTP, Passport , SIM atau lainnya.
" Dilemarinya juga tidak ada apapun.. Dia benar-benar menyiapkan kepergiannya dengan baik.. " sambung Ken.
Ia memutuskan untuk menyantap makan malam terlebih dahulu. Makan malam pertama tanpa Sang Istri disampingnya. Kekecewaan terlihat jelas di Wajah Ken, kelelahan dan rasa syok juga ikut andil menyelimuti perasaannya.
1 jam kemudian, Ken mengunci pintu dan merebahkan tubuhnya di Ranjang.
Ia membuka ponsel dan menerima pesan dari Kepala Polisi bahwa mereka belum berhasil menemukan Yaura. Dan akan tetap melakukan pencarian sesuai batas yang ditentukan.
" Yaura menghilang dan Louis bermasalah. Kenapa begitu berat cobaannya ... " lirih Ken seraya menatap langit-langit kamar. ancaman Kedua Orangtuanya membuat Ken semakin terluka. Ia tidak menyangka Orang Tuanya tidak berperasaan ataupun bersimpati atas hilangnya Sang Istri.
" Mereka hanya memikirkan Perusahaan dan Saham tanpa bertanya bagaimana perasaanku saat ini.. " sambungnya.
Kenangan bersama Yaura kembali terlintas di fikirannya.
" Aku merindukanmu Yaura... " Ken meletakkan tangannya ke kening dan terpejam. Ia berusaha menguatkan diri dan menerima kenyataan.
****************************
DUBAI
HOTEL BURJ AL ARAB
Yaura menginap di sebuah hotel termewah di Dubai,yaitu Burj Al Arab yang terkenal dengan fasilitas mewah nan berkelas khas Bintang Tujuhnya. sementara Pak Andi menginap di Kamar Sebelah yang dijaga langsung oleh Tim Kepercayaannya. Sementara Yaura tetap dengan kesendiriannya dan terlihat merenung di tepi Ranjang.
Pandangannya tertunduk kebawah , sudut matanya memerah. Yaura menyusun rencana negosiasi kepada Kelompol Brutal Dubai yang akan bekerjasama dengannya untuk melawan Abraham. Sebuah senjata dan beberapa peluru sudah siap ditangannya sekarang,
" Aku ingin mengakhiri semuanya,dan mati dengan tenang... " lirihnya dalam hati.
tiba-tiba
" Yaura ! " ucap seseorang.
DEG !!!! Yaura mendongakkan wajahnya dan matanya menyapu bersih sudut ruangan.
" Ken.. " lirihnya, Yaura beranjak dan mencari sumber suara. Ia membuka pintu dan mengamati sekitar, dirasa tidak ada, Yaura mencarinya ke Balkon.
Tersadar, Yaura menjatuhkan senjatanya ke lantai.
" Kenapa Aku memikirkannya... " lirihnya.
triningggg bunyi ponselnya berdering.
" Louis , Ritz Carlton , dan Dynamic mulai marah besar dan menyuruh Bandara untuk menunda keberangkatan ke Dubai untuk menyelidiki Siapa yang menjadi dalang kekacauan. juga..Ken mencari dirimu ke Kantor dan nampak begitu cemas. Jika Kau tidak ingin mencelakai atau membuat nyawa Ken terancam, Lupakan Dia... Jangan membuat Ken melindungimu, Lupakan Dia ,Yaura.... " tutur Pak Agus tanpa basa-basi.
" Iyah Pak.. Aku akan melupakannya.. " jawab Yaura dengan suara memberat.
" Berlatih dan Fokuslah.. Ingat Ayahmu .. " ucap Pak Agus dari balik telefon.
" Tentu.. " jawab Yaura dan segera mematikan telefonnya.
Yaura kembali mengambil senjata dan menggenggamnya. Ia menguatkan hati dan fikirannya ,tidak peduli itu sakit atau tidak, Ia terus melawan dan menampis perasaannya sendiri.
" Kuatlah Yaura.. jangan lemah.. "lirihnya dalam hati.
Tak berselang lama, ingatan tentang Sang Suami kembali terlintas dikepalanya. Bayangan wajahnya begitu jelas , sentuhan dan pelukan Ken yang masih begitu terasa ditubuhnya.
Mata Yaura berkaca-kaca.
" Maafkan Aku Tuhan, telah mempermainkan ikatan suci pernikahan.. Sungguh Aku tidak berniat mempermainkannya.. " lirih Yaura.
" Aku juga minta maaf kepadamu Ken.. tidak bisa menghargaimu sebagai Suamiku dan meninggalkan dirimu begitu saja... Maaf😥.. " sambung Yaura, hatinya begitu sesak dan tersayat. Namun Ia terus berusaha kuat dan menahan air mata agar tidak menetes.
**************************
Meskipun menolak dan tidak ingin membantu, tetapi kenyataannya Kapten Immanuel kembali mendarat di landasan Dubai. Ia menggunakan seragam Tentara Lengkap, dan baru saja turun dari Helikopter.
Ingin membantu ,tetapi takut Yaura akan mendapat hukuman mati. Disamping itu, Ia juga memikirkan siapa lagi yang akan membantu Wanita yang begitu dicintainya tersebut jika bukan dirinya .
" Aku masih bisa terima dan kuat menerima kenyataan Jika Yaura sudah menikah. Tetapi... Jika Dia mati dan lenyap, Aku tidak akan pernah membiarkannya begitu saja.. " Sumpah Kapten Immanuel.
Ia tiba-tiba teringat kejadian 5 Tahun lalu,dimana Yaura menyelamatkan nyawanya saat berada di medan perang dan juga menolong nyawa sahabatnya.
Flashback On
Kapten Immanuel yang belum menjabat sebagai Kapten mendapatkan luka tembak di dada dan nyawanya hampir melayang. Begitupun dengan Sang Sahabat yang sudah hampir tidak bernafas. Mereka berdua ditinggalkan di medan perang, Tentara lain sudah berhasil menyelamatkan diri dan tidak gugur.
Tiba-tiba seorang Wanita yang masih muda berseragam hitam lengkap dengan rompi anti peluru datang dari arah depan. dan mendekatinya.
" David Bangun !!!! Bertahanlah !!! " ucap Wanita itu seraya menembakkan peluru ke arah lawan.
" Yaura... Kenapa Kau disini? Pergilah... mereka akan menembakimu nanti.. " lirih Kapten Immanuel yang terdengar begitu lemah karena kehilangan banyak darah.
Iyah,Wanita itu adalah Yaura. Waktu itu Yaura masih memanggilnya David ,bukan Kapten Immanuel ( Panggilan Kehormatan ).
" Bertahanlah Aku mohon... " ucap Yaura seraya memegang Dada Kapten Immanuel yang terus mengeluarkan darah.
Kapten Immanuel menatap Wajah Yaura dengan tatapan dalam. Ia begitu tersentuh dengan Pengorbanan seorang Agent NIS yang masih muda belia ,
" Ini bukan medanmu ,Yaura.. Tolong pergi dan selamatkan dirimu.. Tugasmu adalah melindungi Warga Sipil,bukan Kami... " tutur Kapten Immanuel.
" Menyelamatkanmu dan yang lain adalah sebagian dari Tugasku. Aku tidak peduli dengan nyawaku sendiri.. " Ucap Yaura.
Kapten Immanuel tidak menyangka bahwa Yaura seberani dan senekad ini. Tak berselang Alfin datang dan mengajak Yaura untuk menyelamatkan diri, tetapi Yaura malah menolak dan memilih untuk tinggal dan mencari cara agar bisa menyelamatkan Dua Tentara yang sedang sekarat.
Alfin akhirnya mengalah,dan menjadi Tameng untuk melindungi mereka.Ia menembakkan peluru ke arah lawan.
Tiba-tiba Yaura mengeluarkan HT.
" Aku Yaura dari Agent NIS dengan Devisi A dan Berstatus Aktif. Kami membutuhkan bantuan Kalian, segera kirim Helikopter ke medan perang Bravo 6592 sekarang. Dua Tentara terluka parah , dan keadaan Darurat . Musuh terus menyerang dan siap meledakkan BOM. " ucapnya.
" Menara Kontrol Golf 432 Spanyol, Telah menerima laporan Anda. Mohon kembali menyebutkan permohonan Anda " Jawab seorang dari HT.
Yaura hampir putus asa karena percakapannya tidak terhubung dengan Pihak Pengintai Luar Negeri. Namun Ia terus mengajukan permohonan kepada Mereka.
" Tidak akan bisa terhubung Yaura.. pergilah dan selamatkan dirimu.. " ucap Kapten Immanuel.
" Yaura Ayo Kita pergi ! " teriak Alfin dan hendak menarik tubuh Yaura.
" Menara Kontrol Golf 432 Spanyol , tolong dengarkan Aku. Kami membutuhkan bantuanmu.. Tolong dengarkan Aku... " Yaura meneteskan airmatanya.
Sebuah keajaiban.
" Menara Kontrol Golf 432 tersambung . Yaura Bravo 6592 Kami sudah mendeteksi sinyal Anda.Helikopter akan siap didaratkan . " ucap seorang Pengintai yang terdengar jelas dari HT yang digenggam Yaura.
Mereka yang mendengarnya pun terkejut,Ia tidak menyangka sinyal perbantuan tiba-tiba berfungsi.
Setelah Itu,Yaura beranjak dan membantu Alfin yang kesusahan melawan musuh. Ia menembaki Para Musuh dengan Brutal dan tepat sasaran , Alfin dan Yaura saling melindungi satu sama lain.
Tak berselang lama, Cardinal mendaratkan Helikopter perbantuan lengkap dengan Tentara Aktif yang siap membantunya.
Alfin dan Yaura segera menyelamatkan Kapten Immanuel dan Sahabatnya tersebut.
Saat berada didalam Helikopter, Kapten Immanuel memandang ke arah Yaura dan melihat Keningnya tergores,juga Lengannya tertembak.
" Kau terluka Yaura.. " lirih Kapten Immanuel yang semakin melemah.
" Tidak apa-apa. Aku hanya tertembak di bagian anti peluru. " jawab Yaura.
Flashback Off.
Kapten Immanuel mematung dan membatu, Ia sangat menyesal menolak permintaan Yaura.
" Aku harus mencari Yaura sekarang.. apapun yang terjadi, Aku akan melindunginya.." ucapnya.
CINTA YANG BEGITU RUMIT DAN MENEGANGKAN
KEN ♥️ YAURA
********************
Butuh Saran dan Kritik
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Votenya yah.
Maaf Updatenya lama😭😭😭😭😭