
Kevin dan Alex nampak syok bukan main,
" Gila ! Jarak Yaura melempar itu sangatlah jauh tapi Dia bisa menancap pisau dengan tepat di lengan Edward.. " puji Alex.
" Sepertinya Dia Atlet beladiri.. " sambung Kevin.
Setelah menghina Yaura habis-habisan, Edward nampak tersenyum puas. Ia segera mencabut pisau yang masih menancap di lengannya.
tiba-tiba
" Bangunlah Brengsek! " teriak Vino dan menarik kera kameja Edward dengan kasar.
Buggggggg Vino menghujamkan banyak pukulan di Wajah Edward hingga membuat lelaki tersebut kesakitan.
" Ini belum sepadan dengan apa yang Kau lontarkan kepadanya ! Matilah Brengsek ! " Vino terus memukuli Edward tanpa henti rahangnya mengeras.
Sadar sahabatnya akan menghabisi Edward, Kevin dan Alex melerai keduanya.
" Hentikan Vin ! Kau bisa membuatnya kehilangan nyawa " ujar Kevin seraya menarik tubuh Vino.
" Lepaskan ! Dia keterlaluan menghina Yaura. Aku tidak akan membiarkannya hidup ! " Vino bersikeras untuk melenyapkan Edward.
Melihat Vino yang begitu membela Yaura, membuat mata Evelyn berkaca-kaca, Ia melangkah mendekati kekasihnya.
" Kenapa Kau sangat membela Yaura?" tanya Evelyn dengan sorot mata dalam.
" Dia Temanku,Evelyn. Aku mengenalnya dengan baik dan Yaura bukan wanita seperti itu !." jawab Vino yang terus menatap Edward.
" Tetapi itu berlebihan Vin ! Dia bukan kekasihmu ataupun orang spesial untukmu ! " ucap Evelyn dengan nada tinggi.
" Dibagian mana Aku terlihat berlebihan?! Apa Aku akan diam saja ketika Wanita baik-baik dihina seperti itu didepan banyak orang?! " Ketus Vino kepada kekasihnya.
Mendengarnya, membuat hati Evelyn remuk, ini pertama kalinya Vino membentak dirinya.
" Bahkan Kau berani membentak ku hanya karena Yaura ! Apa Kau masih mencintainya?! " ucap Evelyn.
Dan
Degggggg!!!!! Vino tersentak dan melangkah mendekati kekasihnya.
" Apa maksudmu? ".
Tak menjawab,Evelyn diam. terlihat air mata menetes dari manik matanya.
" Bukankah Kau mencintai Yaura? Bukankah Kau sangat mencintainya Vin? " tutur Evelyn air mata terus mengalir dari manik matanya.
Vino terdiam,Ia menatap Evelyn dan menyerit heran.
Bianca tersenyum dan menarik sudut bibirnya,
" Aku sangat puas melihat ini.. " Ia mendekati Edward.
" Pergilah dari sini sekarang ! nanti malam Kita bertemu di Kamar Nomor 12 " ucap Bianca.
Edward menganggukkan kepalanya dan melangkah pergi.
***
Yaura masuk kamar dan mengunci pintu. Ia duduk di soffa menenangkan diri, terlihat sebilah pisau di meja.
" Sekotor itukah Aku dihadapan mereka? " batinnya, matanya berkaca-kaca.
" Penghinaan terus terlontar dari mulut mereka,padahal itu fitnah yang tidak berdasar.. " lirihnya.
Mengetahui pintu terkunci,Ken terus menggedor pintu tanpa henti dan meneriaki Istrinya. Ia nampak khawatir dan cemas dengan keadaan Sang Istri,Ken tahu bahwa Yaura mengidap depresi berat dan tidak ingin penghinaan tadi membuatnya kehilangan akal.
" Yaura Aku mohon buka pintunya.. " ucapnya dari luar.
Mendengar, namun Yaura menghiraukannya. dan memilih tetap diam dalam lamunan.
" Aku terlalu banyak menangis akhir-akhir ini,Aku tidak ingin orang lain melihat keadaan ku sekarang, terutama Ken.. " lirihnya dalam hati, Ia terus menenangkan diri meskipun menyesakkan hati, dan beranjak melangkah ke Balkon.
Menyerah, Ken melangkah mundur dan mengeluarkan senjatanya.
Dorrrr dorrrr dorrr Ia menembaki handle pintu tanpa henti.Pintu pun terbuka dan melangkah masuk.
Terlihat Yaura sedang berdiri di balkon. Ken mendekati Istrinya.
" Yaura.. " lirih Ken dengan lembut, Ia kini berdiri dibelakang Istrinya.
Yaura membelakangi Suaminya dan tak menoleh sedikitpun.
" Aku tahu Kau marah.. hiraukan apa yang Edward katakan.." ucap Ken dan hendak memegang pundak Istrinya.
Namun..
Yaura berbalik badan dan menatapnya dengan tatapan kosong.
Ken membelakkan kedua matanya saat melihat tangan kiri Istrinya memegang sebilah pisau,dan tangan kanannya terkepal.
" Yaura apa yang Kau lakukan ! " teriak Ken, sorot matanya memancarkan kekhawatiran yang amat dalam.
" Syukurlah Kau datang.. " jawab Yaura dengan datar.
" Kemarikan Pisaunya, itu akan melukaimu ! " Ken hendak mengambil pisau itu dari tangan Sang Istri. Namun Yaura segera menepisnya.
Ia melangkah mendekati Sang Suami dengan wajah tanpa ekspresi dan tatapan mata kosong.
Teringat saat Yaura melemparkan pisau kepada Edward, membuat Ken memundurkan langkahnya.
" Apa Dia ingin membunuhku?.. " batinnya.
Yaura semakin mendekat,sementara Ken terus mundur.
" Yaura tenanglah.. kendalikan dirimu.. tenanglah ! " lirih Ken dengan lembut, Ia berfikir Istrinya hilang kendali dan ingin melukai seseorang.
" Aku tidak akan pernah tenang.. " jawab Yaura seraya terus membawa sebilau pisau ditangannya,tatapannya semakin misterius.
Ingin terus menghindari Sang Istri, pada akhirnya sebuah tembok pembatas membuat tubuhnya terpentok.
" Yaura hentikan.. jangan melakukan ini.. " ucap Ken sambil menatap Istrinya dengan tatapan dalam, Ia ingin sekali mengambil pisau itu tetapi takut malah Istrinya nanti yang terluka.
Yaura semakin mendekatkan tubuhnya dengan Ken. keduanya pun beradu pandang. Ken menatapnya dengan tatapan dalam. mata Yaura mulai sayu,
Lengah
Ken pun segera mengambil alih pisau itu dari tangan Istrinya dan membuangnya ke sembarang arah.
" Jangan pernah melukai dirimu sendiri.."
Dannn
Hugggggg Ken menarik tubuh Istrinya dan memeluknya dengan erat.
" Anggap perkataan Edward adalah angin lalu, jangan pernah memasukkannya kedalam hati.. " lirih Ken dengan lembut dan terus menenangkan Istrinya.
Yaura hanya diam dan merasakan pelukan suaminya yang begitu hangat.
" Jangan pernah melakukan hal seperti tadi lagi, pisau itu akan melukaimu, Aku tidak ingin Kau terluka .. " sambung Ken.
" Kenapa Kau membuang pisaunya? Apa Kau tidak ingin membantuku? " Jawab Yaura.
Mendengar ini membuat Ken menyerit heran dan melepaskan pelukannya.
" Kau ingin Aku membantumu bunuh diri begitu? " Ken menyipitkan kedua matanya.
" Bukan.. ".
Dann Yaura menunjukkan sesuatu dari tangannya.
" Bantu Aku mengupas APEL, Aku ingin memakannya.. " sambungnya Yaura dengan wajah tanpa dosa.
__ADS_1
Melihat sebuah apel merah merona yang ada di tangan kanan Istrinya, membuat wajah Ken berubah drastis.
" Kenapa Kau tidak bilang dari tadi ! Kau mambuat jantungku hampir copot ! Dasar Wanita Aneh !" Ia mengomeli Yaura yang sudah menakutinya . lalu mengelus dadanya dan mengatur nafasnya yang tidak beraturan sejak tadi.
" Aku tidak menakutimu sama sekali, Kau sendiri yang melangkah mundur saat Aku mendekatimu.. " tutur Yaura yang merasa tidak bersalah sama sekali, matanya terus menatap Apel merah merona yang ingin sekali Ia makan.
Ken merasa lega karena Yaura tidak melakukan hal berbahaya,namun Ia juga merasa kesal.
" Tidak menakutiku apanya ! Tatapanmu membuat semua orang takut,terlebih lagi pisau itu .. Aku berfikir Kau akan mengakhiri hidupmu dan membunuhku.. " ucap Ken dengan ngegas dan menunjuk pisau yang tergeletak.
" Kenapa Kau jadi memarahiku, padahal Aku hanya minta tolong untuk mengusapkan Apel.." ucap Yaura sambil tersenyum tipis.
" Kenapa Kau tersenyum ?! ini tidak lucu sama sekali.. " Ken terus mengomeli Yaura tanpa henti.
Tak berselang lama, Ia mengambil Apel dari tangan Istrinya.
" Mengupas Apel saja tidak bisa.. " gerutu Ken sambil mengambil pisau dari dalam kamar.
Yaura mengikuti langkah kaki Suaminya dan duduk di tepi Ranjang.
" Bukannya tidak bisa, tapi Aku hanya malas mengupasnya.." .
" Tidak ada bedanya antara malas dan tidak bisa !. " Ken yang sedang mencuci Apel di Wastafel dapur menyauti perkataan Istrinya dan segera mengupaskan Apel, lalu memotongnya .
Ken mendudukkan dirinya di sebelah Yaura,
" Makanlah.. " Ia menyuapkan sepotong Apel ke mulut Istrinya.
Tanpa penolakan sepeti biasanya, Yaura membuka mulutnya dan memakan apel yang sedari tadi ingin Ia makan.
Sedang asik, tiba-tiba Evelyn masuk tanpa permisi dengan wajah yang berurai air mata.
Ken dan Yaura berdiri dan terkejut saat melihat Evelyn yang menangis.
" Kau kenapa?... " tanya Ken, baru saja Ia merasa lega karena Istrinya baik-baik saja, kini Sang Adik yang nampak tidak baik-baik saja sekarang.
Evelyn melangkah mendekati Kakaknya, disusul oleh Vino dan lainnya yang masuk ke Kamar Ken.
" Kau salah faham,Evelyn. " ucap Vino, sudut matanya memerah.
Bianca yang ikut masuk dan melihat pemandangan ini terus melebarkan senyumannya.
" Drama sebenarnya telah dimulai.. " lirihnya dalam hati.
" Aku sudah muak dengan semuanya ! Selama ini Aku terus berpura baik-baik saja didepanmu ! Tetapi sekarang tidak akan ! " Evelyn menatap tajam Kakak Iparnya.
" Wanita Jal*a*ng tetaplah Ja*lan*g ! Kau ingin merebut Vino dariku Kan ! sekarang Aku akan membongkar kebusukanmu di depan semuanya ! " umpat Evelyn seraya menunjuk Yaura,air mata terus menetes dari manik matanya.
Yaura syok dan diam, Ia tidak mengerti apa yang Evelyn maksud.
Baru saja Edward menghina Istrinya,sekarang giliran Sang Adik yang memaki Istrinya sendiri.
" Hentikan Evelyn! jangan melampaui batasmu ! " ucap Ken seraya menelan salivanya.
" Diamlah Kak ! Aku tidak berbicara denganmu sekarang ! Jangan coba-coba Kakak membelanya ! " teriak Evelyn dan menatap kakaknya.
" Kau selama ini selingkuhan Vino kan? berapa juta tarifmu permalam ? Hah? jawab Aku sekarang ! " teriak Evelyn dan mengalihkan pandangannya ke Yaura.
" A-aku bukan selingkuhan Vino,Evelyn. Aku hanya sebatas mengenalnya.. " lirih Yaura dengan terbatah, hatinya kembali sakit saat mendengar hinaan itu.
tiba-tiba
Plakkkkkkkk Evelyn mendaratkan tamparan keras ke Wajah Yaura.
" Evelyn Kau ! "teriak Ken dan mengangkat tangannya, hendak menampar Evelyn .
Evelyn memejamkan matanya karena Sang Kakak hendak menamparnya.
Namun..
" Jangan,Ken.. Aku mohon" Yaura memegangi tangan Suaminya.
" Kenapa Kau menjadi seperti ini Evelyn! Aku tidak mengajarimu untuk menjadi seperti ini ! " ucap Ken dan segera menarik Yaura untuk berlindung di belakangnya.
Vino dan Yaura mematung, mereka berdua tidak faham apa yang Evelyn maksud.
Kevin yang mengetahui ini semua pun, menatap Yaura dengan iba.
" Benar dugaanku, sepertinya Evelyn salah faham dengan Yaura. Sejak awal Aku melihatnya,Dia memang wanita baik-baik.." gumamnya dalam hati, Ia mengingat moment dimana Yaura begitu canggung dan kaku saat didekat lelaki, sekalipun itu Ken,Suaminya.
Alex, Lolly dan Anin nampak kebingungan dengan permasalahan sebenarnya.
" Hanya membela Yaura saja kenapa Evelyn begitu berlebihan.. " ucap Alex yang langsung membuat Anin dan Lolly menoleh ke arahnya.
" Jangan keras-keras.. " bisik Lolly yang berada di sebelahnya.
" Biaca juga menampar dan menghina Yaura waktu itu..apa ini ada hubungannya? " gumam Anin dalam hati.
Air mata Evelyn terus mengalir, hatinya merasa sakit saat mengingat kembali saat Vino bersama Yaura.
" Aku sangat mencintai Vino .. dan Kau hampir saja membuatku kehilangan Dia selamanya ! Jika saja Aku tidak menikahkan Kakak denganmu mungkin sekarang Kau akan menikah dengan Vino ! " teriak Evelyn.
Mendengar ini, membuat Yaura dan Vino tersentak.
" Apa Maksudmu?.. " tanya Yaura dan menyingkirkan Ken yang menghalangi pandangannya tadi.
" Apa yang Kau fikirkan Evelyn ! Aku sama sekali tidak ingin menikahi Yaura ! " ucap Vino dan menatap kekasihnya.
Mendengar ini,membuat Ken mendelik kearahnya.
" Ternyata Kalian berdua sama penipunya ! Kalian pandai bersandiwara dan berdrama di depan semua orang. Kau fikir Aku tidak tahu kalau Kalian menjalin hubungan gelap?! " ujar Evelyn dan mengepalkan tangannya.
" Aku sama sekali tidak menjalin hubungan dengan Yaura ! Aku hanya mencintaimu Evelyn ! Percayalah kepadaku .. " ucap Vino dan terus menyakinkan kekasihnya, Ia sejenak melirik ke arah Yaura dengan iba karena menjadi bahan makian Evelyn.
Ken kembali flashback saat Vino memakaian cincin dijari Istrinya, membela Yaura saat Edward menghinanya, saat Evelyn bercerita tentang Vino dan Yaura kepergok di Hotel yang sama, saat Ia melihat Istrinya di Bar dan mengaku sebagai Kekasih Pak Andi, dan saat mengingat kejadian dimana Evelyn terus menangis dan hampir kehilangan nyawa karena Vino memiliki hubungan dengan Yaura.
Mengingat ini,membuat Ken tak bergeming.
" Aku menikahi Yaura karena melindungi Adikku,tetapi kenapa sekarang Aku merasa sakit saat Evelyn menghinanya.. " batin Ken ,hatinya terasa sesak.
" Aku pernah mempergoki Kalian berdua berada di Hotel dan waktu yang sama ! Itu sangat menyakitiku ! Apa Kalian saat itu habis bermain dan bergulat di Ranjang ?! Apa Vino telah menanamkan benihnya kepadamu Yaura ! Jawab Aku ! " teriak Evelyn.
Dan...
DEGGGG !!!
Hancur lebur sudah hati Yaura, matanya berkaca-kaca dan menunduk untuk menyembunyikan air matanya.
Vino membelakkan matanya saat mendengar perkataan kotor yang keluar dari mulut kekasihnya.
" Stop Evelyn ! Stopp ! Aku sama sekali tidak melakukan Hal Kotor itu dengan Yaura ! Aku bertemu Yaura pertama kali saat di Ritz Carlton, waktu itu Dia membantuku menyelesaikan urusan Kantor saat Kami mengadakan pertemuan dengan Pemerintah . Client Kami berasal dari Spanyol dan Dubai, Yaura menjadi Translator yang dipercaya Ayah waktu itu. Kami tidak menjalin hubungan atau apapun yang Kau tuduhkan ! " Vino mengeraskan rahangnya tangannya mengepal.
" Benarkah ? Apa Aku bisa melakukan Tes Keperawanan kepadanya ? Jika Dia masih perawan Aku akan percaya. Ohh Iyah, tidak mungkin.. Pasti Wanita Murahan itu juga akan menjual diri kepada lelaki hidung belang ! " umpat Evelyn dan menarik sudut bibirnya.
Yaura terus menunduk.
Mata Ken berkaca-kaca,
" Tutup Mulutmu Evelyn ! Keterlaluan ! " teriak Ken dan mengepalkan kedua tangannya.
Evelyn menatap Kakaknya dengan Tajam.
" Jangan berlagak membelanya. Kau juga tahu kan Kak? Kau menikahi Yaura agar Vino tidak tergoda olehnya lagi. Dan Kau juga tahu bukan pernikahan Kalian hanya sementara ! " teriaknya.
" Iyah Aku tahu ! Tetapi bisakah Kau tidak menghinanya seperti itu Evelyn?! Aku sudah berkorban untukmu.. tetapi Apa ini balasannya?! " Ken melangkah mendekati adiknya,wajahnya dipenuhi guratan amarah.
Evelyn menelan salivanya dan melangkah mundur ketakutan ,Ia sadar Kakaknya sangat marah.
" Diam disitu Kak ! Jangan ikut campur ! " teriak Evelyn.
" Jangan ikut campur ! Jelas Aku akan ikut campur melihat Adikku seperti Orang yang tidak berpendidikan ! " ucap Ken .
__ADS_1
Tiba-tiba
" Tenanglah Ken.. biarkan Evelyn mengatakan sebenarnya, seperti Kalian semua salah faham " Kevin menarik tubuh Ken dan menahannya.
" Salah Faham ? Ini bukanlah salah faham ! Jelas-jelas Aku dan Kak Ken melihat Vino memakaikan cincin di jari Yaura dan memesan Gaun Pengantin untuknya ! Apa ini disebut salah faham?! "
Teriak Evelyn kepada Kevin .
dan..
DEGGGG !!!!
Yaura mendongakkan kepalanya, begitu dengan Vino yang melototkan kedua matanya.
" Itu bukan untukku,Evelyn.. " ucap Yaura .
" Diam ! mana mungkin maling mau ngaku ! Dasar Kau Wanita Rendahan !!!! Aku membencimu Yaura ! Aku sangat membencimu !! Hikssss ! " teriak Evelyn dan menangis sejadi-jadinya. Pipi ranumnya dipenuhi air mata yang mengalir deras.
Vino memegang pundak Evelyn.
" Kau tidak mempercayaiku bukan? Sekarang tunggu dan lihat semuanya ! " ucap Vino yang habis kesabaran,Ia kini faham kenapa Evelyn memaki Yaura.
Vino melangkah keluar ,dengan langkah cepat dan wajah yang dipenuhi amarah.
" Apa Orang Tuamu juga Jal*ng hingga melahirkan Anak Murahan seperti dirimu ini ! Seorang Wanita yang terlahir dari Benih Murahan dan Rahim Jal*ng akan melahirkan seseorang seperti dirimu ! Cihhhh Menjijikan ! " Evelyn meludah ke hadapan Yaura.
Mendengar Orang Tuanya dihina,
" Kau bisa menghinaku sepuasmu, tetapi jangan pernah Kau menghina Ayah dan Ibuku, mereka tidak bersalah ! " seketika Air mata menetes dari manik matanya saat mengingat orang tua nya tiada demi menyelamatkannya ,juga tembakan peluru yang menghujani tubuh keduanya hingga darah mengalir deras dan kebakaran yang menghanguskan jasad mereka, Tak ingin menangis didepan banyak orang Yaura langsung menyeka air matanya.
Seketika , Trauma berat yang selama ini menghantui Yaura kembali muncul,hatinya merasa sakit dan tubuhnya melemas dan bergetar. Dadanya merasa sesak dan tidak bisa bernafas..
flashback;
Rekaman kejadian kelam kembali terdengar di telinganya.
" Tolongggggg !!!!! Yaura Sayang bangunlah Nak !!! cepat lari dari sini !! " teriak Devano dan Yanuar.
Dorrr dorrr dorrr Peluru berhasil menembus tubuh kedua orangtuanya. dan Jatuh tepat di sebelah ranjangnya, Ia yang saat itu tertidur seketika berteriak histeris melihat kedua orangtuanya bersimbah darah.
Teriakannn Anak Kecil berumur 15 Tahun terdengar jelas ditelinga Yaura sekarang.
" AYAHHHHH !!! IBU BANGUNLAHHHHHH !!! hikssss " teriak Yaura kecil dan menangis.
Yaura memejamkan kedua matanya.
Ken melihat Istrinya yang nampak melemah pun segera mendekat.
Tak berselang lama, Vino datang membawa kotak perhiasan berwarna merah. Ia segera membuka kotak yang berisi sepasang cincin berwarna putih berhias berlian mahal dengan desain elegant.
" Apa ini yang Kau maksud? baiklah.. " Vino mendekati Yaura dan meraih tangannya.
Ken segera menepis tangan Vino yang menyentuh Istrinya.
" Apa Yang Kau Lakukan ! " teriak Ken.
" Diamlah ! " bentak Vino dan meraih tangan Yaura kembali.
Vino menatap Yaura,
" Kau mengingatnya kan? " tanya Vino. Yaura pun menganggukkan kepalanya.
Seketika Ken dan Evelyn menyaksikan mereka dengan amarah yang hampir meledak,karena berfikir berarti benar Vino menjalin hubungan dengan Yaura.
Vino memasukkan cincin itu ke jari Yaura.
" Kalian melihat ini?lihatlah baik-baik sekarang !" tegas Vino dan memamerkan cincin berlian yang serasa begitu pas di tangan Yaura.
Ken menatap Vino tajam.
Tak berselang lama , Vino segera melepaskan cincinnya dan melangkah ke Evelyn.
" Kemarikan tanganmu.. " Vino meraih tangan kekasihnya.
" Tidak sudi ! " Tolak Evelyn.
Namun Vino memaksa memasukkan cincin itu ke jari kekasihnya.
Dan...
PAS , Iyah cincin itu serasa sangat pas di jari Evelyn. Vino menatap Evelyn dengan kekecewaan.
" Setelah ini.. Kau harus meminta maaf kepada Yaura ! " ucap Vino dengan nada penuh penekanan.
Evelyn dan semuanya terdiam dan nampak kebingungan.
Vino segera melepas cincin itu dan menunjukkan sebuah tulisan kecil yang terukir disana.
Dan..
Tradaaaaaa Vino & Evelyn, iyah itulah tulisan yang terukir di cincin mewah tersebut.
Evelyn membelakkan keduanya matanya dan terkejut bukan main,Ia merasa sangat syok.
" Kau sudah melihatnya?! Baiklah Akanku ceritakan semuanya, Aku memang memasang cincin ini di jari Yaura waktu itu karena Aku tidak tahu berapa ukuran cincin yang Pas untukmu,Evelyn. Saat itu Aku melihat Yaura berjalan kaki lalu memanggilnya dan meminta bantuan kepadanya, karena Aku melihat ukuran jari Yaura sama denganmu. "
" Kenapa Aku tidak mengajakmu langsung? karena Aku ingin memberimu kejutan,Evelyn. Aku akan memberimu kejutan spesial di Hari Ulang Tahunmu nanti besok , yaitu sebuah PERTUNANGAN DISINI . tetapi ternyata Kau salah faham dengan Yaura dan meragukan cintaku sendiri. Aku sangat mencintaimu.. " tutur Vino yang membuat Evelyn syok bukan main, tubuhnya terkulai lemah di lantai.
Tak kalah dari Evelyn, Ken dan Bianca sangat Syok mendengar ini.
Ken segera mengambil alih cincin itu dan melihat ukiran namanya.
Vino & Evelyn
Dan
Trininggggggg Ken menjatuhkan cincin itu ke lantai.
" Jadi.. selama ini.. Yaura bukanlah kekasih Vino seperti apa yang Evelyn tuduhkan.. " lirihnya dalam hati. Ia begitu syok dan diselimuti rasa bersalah.
Tak berkata apapun, Yaura memilih melangkah meninggalkan semuanya.
Ken tidak menyadari Yaura pergi, Ia terdiam dan termenung. Memorinya tiba-tiba teringat saat menyebut Yaura Wanita Murahan dan terus menganggap sebagai Wanita Pemuas Nafsu lelaki hidung belang. Ken diselimuti perasaan bersalah yang teramat sangat,terlebih lagi Hinaan yang terlontar dari mulut Evelyn yang begitu menyakitkan Yaura,juga hinaan Edward yang semakin meleburkan hati Istrinya.
" Yaura.. maafkan Aku.. " lirih Ken dalam hati.
Lolly, Anin, Kevin dan Alex ikut merasa syok tentang drama yang mereka lihat hari ini.
Sementara Bianca terlihat mengambil cincin yang di jatuhkan Ken.Matanya melotot hampir keluar saat melihat ukiran nama .
" Ya Tuhan.. ini untuk Evelyn .. " gumamnya.
Tak berselang lama..
Ken menyadari Yaura tidak ada disana, Ia pun segera melangkah keluar dan menuju Rooftop.
*******
Rooftop
Terlihat Yaura sedang berdiri dan menahan air matanya. Hatinya terus mengisak dan menjerit.
" Aku bahkan selalu dihina seperti itu untuk sesuatu yang bahkan sama sekali tidak pernah Aku lakukan.. " tuturnya dalam hati.
Ken melangkah terbata dan mendekat. Ia merasa sangat bersalah dengan Istrinya, hingga merasa malu saat menghadapinya.tetapi disisi lain Ia tidak tega melihat Yaura terus merasakan sakit hati, dihina habis-habisan dan pernikahan yang disebabkan oleh salah faham.
" Aku sudah memaksanya untuk menikah denganku dan merebut kebebasannya. Juga.. Hinaan yang terus Dia alami itu semua karena Ku.. " lirih Ken dalam hati seraya memandangi Yaura dari belakang dengan tatapan sayu dan bersalah.
..........
**Butuh Kritik dan Saran
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Votenya.
Maaf Updatenya lama, soalnya Aku sibuk banget😭😭maafin yak. Btw, Konfliknya lagi mau Aku selesaikan satu persatu. Wikwiknya masih lama😭**