Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Aku Sedang Bergairah


__ADS_3

Ayah Reino mengepalkan kedua tangannya dan ketar-ketir.


" Apa yang Ken lakukan? Dia sangat nekad ! Aku takut Louis benar-benar dihancurkan ! " umpat Ayah Reino.


**************


Sebelum diterbangkan, Yaura terlebih dahulu mendapat pengobatan karena luka dipunggungnya. Setelahnya, Ia langsung diterbangkan dengan Helikopter Militer Darurat yang dijaga oleh SWATT dan diiringi oleh Pemandu,sekitar Empat Helikopter yang mengiringi penerbangannya.


Tangan diborgol dengan Papan Nama Berwarna Hitam yang menyentel dilehernya menjadi bukti bahwa Yaura benar-benar akan dieksekusi dan menjadi Orang yang diburu di Negaranya. Ia duduk bersama Alfin yang siap menjaga dan mengiringnya sampai Tahanan Tanah Air. Berbeda saat bersama Suaminya, Yaura hanya diam menatap awan diluar sana yang nampak gelap tanpa menunjukkan tangisan atau setetes air mata didekat Alfin, lelaki yang selama ini selalu menjaganya tanpa Ia sadari.


Alfin juga hanya diam dan sesekali melirik ke arah Yaura yang nampak tidak baik-baik saja, matanya memerah dan berkaca melihat Wanita dicintainya kini berstatus Penghianat Negara.


" Untuk pertama dan terakhir kalinya Aku melihat Dia menangis sekitar Delapan Tahun yang lalu. Dan sekarang.. rasanya Aku tidak kuat melihatnya seperti ini.. " lirihnya dalam hati, sesak didada begitu menyiksanya.


Yaura menoleh ke arah Alfin,


" Kau dan David mungkin akan diintrogasi karena bersekongkol denganku. Jadi, Aku mohon.. Bilang kepada Pihak Polisi bahwa Kalian sengaja diancam oleh Ku .. " tutur Yaura.


Alfin menyipitkan kedua matanya,


" Berhenti memikirkan Orang Lain, Yaura. Pikirkan dirimu sendiri.. " lirih Alfin yang menatap Yaura begitu dalam.


" Biarkan Aku pergi dengan tenang tanpa penyesalan dan merasa bersalah kepada Kalian. Juga.. terima kasih banyak Kak, Aku tahu Kau Orang yang baik.. Yahh walaupun Kita selalu bertengkar dan berbeda pendapat. " lirih Yaura seraya tersenyum mengingat betapa panasnya perseteruan mereka berdua.


DEGGG !!! Ucapan Yaura begitu menusuk relung hatinya. Alfin segera mengalihkan pandangan ke sembarang arah, terlihat airmata menetes dari manik matanya,namun Ia segera menyeka dan mengatur nafasnya.


" Kau seharusnya menjadi penulis cerita Horor, ucapan yang keluar darimu itu semuanya menyeramkan. Berhenti berbicara seperti itu ! " ucap Alfin dengan Nada Ketusnya yang begitu Khas.


Mendengarnya membuat Yaura tersenyum tipis, Ia sangat hafal bagaimana Alfin jika menyentak atau memarahinya di NIS. Tak berselang lama, fikiran Yaura kembali berpusat kepada Suaminya,Ken. Ia memikirkan bagaimana perasaan Suaminya saat tahu bahwa Istrinya sendiri ingin menghabisi Kedua Orangtua nya.


Dibanding mengobrol, Alfin lebih memilih diam dan memikirkan cara agar Wanita disampingnya tersebut bisa bebas.


*******************


Walaupun David ikut diamankan,Pasukan Tentara yang menjaga wilayah Dubai tetap menjalankan amanah Kaptennya yaitu akan membantu Pihak Yaura bagaimanapun keadaannya. Pak Agus memakai Helikopter Militer tersebut untuk kembali ke Tanah Air, sebelumnya Ia telah menghubungi Ken untuk pulang bersamanya.


Mereka kini duduk berdua, Ken banyak mencecar banyak pertanyaan kepada Pak Agus tentang Identitas dan asal-usulnya. Tanpa keberatan, Pak Agus pun menceritakan tentang Siapa Dirinya dan apa hubungannya dengan Sang Istri.


" Aku adalah Pengawal Tuan Devano Malik dan sudah lama mengabdi kepada Keluarga mereka. Sejak Yaura lahir, Dia sudah menjadi bahan incaran Pembunuh diluar sana karena menjadi Pewaris Mutlak Perusahaan G&D, dan mereka tidak menyukai itu. Dua Belas Hari setelah kelahirannya, Yaura hampir mati karena ulah seseorang, beruntung Dokter segera menyelamatkannya. Sejak kejadian itulah, Devano Malik memutuskan untuk membatasi siapapun yang menemui anaknya. Yaura tumbuh dengan kesendirian, Dia hanya bermain didalam Rumah bersama Para Pelayan, Pengawal, bahkan Tukang Kebun yang selalu Ia ajak bermain. Ibu Yanuar dan Devano sangat sibuk,tetapi ketika malam hari mereka selalu menyempatkan bermain dan mencurahkan kasih sayang kepada Putri Kecilnya. Suatu hari, Kedua Orangtuamu datang mengunjungi Yaura, mereka sangat baik dan begitu menyayanginya. Persahabatan mereka berdua begitu spesial dan kuat. Devano selalu membantu Ayahmu merintis Louis dan menyuntikkan Dana kepadanya. Beberapa Tahun kemudian, Louis menjadi Perusahaan Besar dan menjalin kerja sama dengan Ritz Carlton & Dynamic. Devano sangat bahagia melihat Louis begitu jaya, Beliau tak henti-hentinya mengucapkan selamat kepada Ayahmu. " tutur Pak Agus,Ia kembali mengingat masa lampu.


Ken menyimak dengan baik,sesekali Ia memikirkan hidup Sang Istri yang begitu dramatis.


" Saat Yaura menginjak Sekolah Dasar, Devano memutuskan untuk Homeschooling dan tidak mengizinkan anaknya menempuh pendidikan normal. Dia benar-benar tidak punya teman sebaya, walaupun Yaura punya saudara yang berasal dari Dubai tetapi mereka jarang berkunjung sampai akhirnya Tragedi Pengeboman Gita Hotel yang terletak di Dubai menewaskan Mereka. Dan.. AYAHMU lah yang melakukan Pengeboman itu. Aku juga tidak tahu kenapa Reino mendapat julukan ABRAHAM. Ibu Yanuar adalah anak Yatim Piatu yang dinikahi Devano, Dia mempunyai seorang Kakak Lelaki yang sudah menikah namun belum memiliki anak. Namun mereka juga menjadi Korban Tragedi Pembunuhan yang menewaskan Devano, Yanuar, dan semua orang yang ada di Rumah Tuan Devano malam itu. " .


DEGGG !!!!! Ken tekejut dan tidak menyangka bahwa Ayahnya sekejam dan sebengis itu.


" Ayahmu membakar Rumah Devano setelah menembaki dan melenyapkan semua orang. Aku juga hampir mati didalamnya, namun karena Tuhan berkehendak, saat Tubuhku berlumuran darah dengan kobaran api yang menyala-nyala dan Asap yang mengepung , membuatku hampir tidak bisa bernafas. Dengan susah payah, Aku akhirnya menemukan Nona Yaura yang tergeletak dilantai bawah tubuhnya dipenuhi ceceran darah. Aku sangat ingat, Pria berjubah hitam melempar tubuh Yaura dari lantai atas, yang membuat kepalanya terbentur Gucci besar dan lantai. Setelah itu, Orang Lain menembak Yaura dibagian perutnya. Istrimu saat itu benar-benar tidak berdaya , lukanya sangat parah. Sampai akhirnya Tuhan memberiku kekuatan lebih, Aku membopong tubuh Yaura dengan sisa tenaga yang ada dan mencari jalan keluar untuk mendapat Pertolongan. Sulit, bahkan sangat sulit untuk keluar karena diluar sana Kelompok Ayahmu masih mengawasi Kita dan menyaksikan kobaran Api yang melenyapkan semua orang. Terus berusaha, akhirnya Aku bisa membawa Yaura keluar dan mencari tumpangan. Tuhan memang baik, sebuah mobil putih memberi Kita tumpangan dan mengantar ke Rumah Sakit. Didalam mobil, Aku sudah putus asa saat melihat kondisi Yaura yang begitu mengenaskan, Dia sepertinya sudah tidak bernafas dan kehilangan banyak darah ,wajahnya pucat dan bibirnya membiru.." Pak Agus meremas tangannya saat mengingat Tragedi itu.


Ken hanya membatu dan diam,tanpa berbicara apapun. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Yaura waktu itu. Sudut matanya memerah dan berkaca.


" Dokter berusaha dengan keras agar bisa menyelamatkan nyawa Yaura, mereka sempat menyerah karena memang tidak ada harapan untuk hidup. Mungkin sudah takdir, Yaura akhirnya bisa diselamatkan.Beberapa Hari setelah prosedur operasi dan Dia mulai siuman, Aku mulai bertanya kepadanya. Saat Yaura melihatku, Dia hanya diam dan tidak berkata apapun, tatapannya begitu kosong. Dan benar saja, Dia tidak mengingatku bahkan namanya sendiri, yang Dia ingat hanya Tragedi Pembunuhan .. Yaura menangis dan Berteriak kencang ' Pembunuh ! Pembunuh ! Pembunuh ! ' , Ia terus menjambak rambutnya tanpa henti dan menyakiti lalu memukul dirinya sendiri. Sampai akhirnya Dokter datang dan menyuntikkan obat penenang . Aku begitu panik dan syok, dan benar saja, Dokter menjelaskan bahwa YAURA MENGALAMI LUPA INGATAN ATAU AMNESIA KARENA BENTURAN DIKEPALA , YANG IA INGAT HANYA REKAMAN TERAKHIR. DEPRESI DAN RASA TRAUMA AKAN MENGHANTUINYA SAMPAI KAPANPUN . Berminggu-minggu Yaura terus menangis,berteriak dan menyebut nama orangtuanya, selama itu pula Dia bergantung pada Obat penenang yang diberikan oleh Dokter. Sebagai orangtua, Aku juga ikut merasakan sakit melihat keadaan Yaura seperti itu. Rasa sakit bercampur dendam, Aku memutuskan Yaura untuk mengingat semuanya walaupun itu sangat tidak baik dan akan merusak jaringan otaknya. Aku menekan Yaura untuk mengingat namanya sendiri, sampai akhirnya Dia mengingat bahwa namanya adalah YAURA GITA DEVMALIK, namun.. setiap kali Dia mengingat sesuatu, Kepalanya akan terasa sakit dan hidungnya akan berdarah, setelah itu Ia akan pingsan dan hilang kesadaran. Dokter berkata kepadaku agar tidak memaksa Yaura untuk mengingat karena itu sangat membahayakan nyawanya. Sejak itulah, Aku tidak berani memaksa Yaura untuk mengingat. Berbulan-bulan Dia mendapat perawatan dan penyembuhan, sampai akhirnya Dokter mengizinkannya pulang. Saat Kami melihat Dunia Luar, ternyata YAURA SUDAH DIANGGAP SUDAH MATI DAN TIADA. sejak itulah Aku memutuskan untuk menyembunyikan identitas Yaura. Dia tinggal bersamaku dengan tangis dan teriakan setiap malam,yang Dia ucapkan hanya ' Aku akan membalas dendam kepada kalian ! ' , sampai akhirnya Aku bertekad untuk memasukkan Yaura kepada Pelatihan NIS dan mendukung keinginannya.Sejak itu,Dia mulai melawan depresinya sendiri dan berusaha kuat. Disela-sela pelatihan,karena Yaura masih tidak mengingat semuanya.. maka saat itu pula sedikit demi sedikit Aku membantunya untuk mengingat Siapa Dia sebenarnya. Bertahun-tahun didik oleh NIS , Yaura akhirnya mengingat semua yang terjadi dalam hidupnya. Sampai akhirnya Dia datang dalam hidupmu untuk membalaskan semuanya. Amnesia tetaplah Amnesia, Yaura tidak bisa mengenali Reino dan Hilya, Orangtuamu. Dia tidak ingat bahwa Reino dan Hilya adalah Sahabat Orangtuanya, setelah menemukan foto Devano dan Reino berseragam Tentara, baru Dia mengenalinya. Apa Dia mengingatmu Ken? Aku pernah melihat Kalian bertemu dan bermain bersama saat diluar negeri.. " tutur Pak Agus seraya menoleh ke arah Ken yang sedang menundukkan kepalanya.


Ken terdiam dan mengingat kembali kejadian saat Yaura pingsan.


" Dia juga tidak mengingatku,Pak. Sebelum menghilang, malamnya Yaura pingsan setelah melihat Kamera yang Ia berikan kepadaku dimasa lalu. Aku tidak tahu kalau Dia mengalami Lupa Ingatan,sehingga Aku membiarkannya mengingat sesuatu. Darah keluar dari hidung,lalu hilang kesadaran.. Demi Tuhan, Aku sungguh menyesal tidak mengetahui semuanya.. " Ken berdecak dan mengumpat dirinya sendiri dan memukul Kursi yang ada didepannya.


Pak Agus memegang pundak Ken dan menenangkannya.


" Jangan menyakiti dirimu sendiri Nak . Sekarang belum terlambat, jika Kau berpihak kepada kebenaran dan keadilan.. Bantu Istrimu,Yaura untuk bebas dari Hukuman Mati. Dia banyak menderita selama ini.. berikan kebahagiaan untuknya.. " lirih Pak Agus, air mata menetes dari manik matanya.


Ken mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras.


" Aku tahu melawan Orang Tua adalah suatu Dosa. Tetapi, jika mereka adalah Pembunuh, maka Aku sendiri yang akan melenyapkannya. " sumpah Ken.





********************


TANAH AIR


Walaupun perbedaan waktu Dubai-Tanah Air, anggap saja pukul 13.00 WIB .


Semua yang ada di Dubai, kini kembali ke Tanah Air karena Yaura sudah tertangkap. Berita Televisi ataupun lainnya sibuk memberitakan tentang Yaura Gita Devmalik yang ternyata masih hidup. Putri Mahkota G&D International Group memang sudah tidak diragukan lagi pengaruhnya, selain karena kekayaan keluarga dan nama besar Ayahnya , Yaura dikenal sebagai Pewaris G&D Selanjutnya, tentu Dia menjadi salah satu Wanita paling berpengaruh di Dunia Bisnis dan Perusahaan.


Namun takdir berkata lain, Dia yang selama ini menjadi Korban malah menyandang Status Tersangka karena mencoba Memfitnah Louis, NIS dan Pengadilan,juga memimpin Pemberontakan Berskala Besar.


RUMAH KEN


Evelyn yang tertembak kini dirawat di Rumahnya sendiri, Ia dijaga oleh Anin dan Lolly. Alex , Kevin ,dan Vino juga nampak berada di Lantai Bawah. Ia menunggu kedatangan Sahabatnya, tak lain Ialah Ken. Keadaan sangat kacau , fitnah dimana-mana , bursa saham terus menurun, Evelyn dan Ibu Hilya tertembak.


" Ada apa sebenarnya? Kenapa keadaan menjadi seperti ini? " ujar Vino yang merasa ketar ketir dan heran, untuk duduk saja Ia merasa tidak tenang . Vino terus mondar mandir didepan lainnya.


" Duduklah ! Kau membuat kepalaku semakin pusing ! " sentak Kevin, Ia menenggak segelas air putih untuk menenangkan diri.


" Ini semua ada hubungannya dengan G&D , tetapi kenapa G&D melakukan semua ini kepada Kita ? " tanya Alex , Ia tiba-tiba mengingat Yaura yang menghilang.


" Aku rasa ini ada kaitannya dengan Yaura, sejak Dia menghilang.. keadaan menjadi kacau , Televisi dan Media lainnya sibuk memberitakan G&D . Nama anak Devano Malik juga, Yaura.. " sambungnya.


Vino mendaratkan bokong dengan kasar disoffa,


" Jangan ngadi-ngadi. Yaura sudah mati, dan Yaura Istri Ken itu bukan Orang Jahat. " Tukas Vino.


Kevin sejenak terdiam dan menelaah sesuatu.


" Wanita itu sangat misterius.. " lirihnya seraya mengingat sikap Yaura yang selalu mencurigakan dan kaku.


PENJARA


Yaura kini sudah berada di dalam penjara Wanita dan bersiap melepas semua pakaiannya. Ia diperiksa dengan detail, semuanya tak luput dari pemeriksaan. termasuk sebuah Tato yang menjadi lambang Goddess Of Death yaitu sepuluh kelopak mawar berwarna hitam yang bermakna 10 Tahun Dia hidup dalam kegelapan dan dendam , tepat 10 Tahun ini pula Dia akan membunuh musuhnya.



" Nanti malam, Kau harus menghapus Tatto ini ! " perintah Petugas.


" Iyah. " singkat Yaura,tatapannya kosong.


Setelahnya , Yaura pun langsung memakai Baju Tahanan. Dan menuju Ruang Media untuk mengadakan Konferensi Pers pertama yang menjadi Bukti kepada Publik bahwa target sudah tertangkap.


Yaura berdiri seraya memakai papan identitas.



" Nama : Yaura Gita Devmalik.


Umur : 25 Tahun.


Devisi : NIS ,Penembak Jitu.


Kasus : Penghianat NIS ,Teror Louis , Pemberontak " ucap seorang Petugas Kepada Media.


Yaura hanya diam dan menatap ke kamera media yang sedang meliputnya.


" Kami akan mengadakan Konferensi Pers Terakhir pukul 17.00 Mohon tetap tertib, perubahan akan Kami infokan . " sambung Petugas dan membawa Yaura ke Jeruji besi.


" Nona Yaura, Kami akan melemparkan banyak pertanyaan kepada anda. Anda telah dianggap tiada selama ini, dan muncul kembali. Apa motif anda menyembunyikan Identitas selama ini Nona !? " teriak seorang Reporter namun tidak digubris oleh Yaura ataupun Pihak Penjara.


Sang Reporter pun merencanakan sesuatu kepada Tim Media lain agar banyak melemparkan pertanyaan saat Konferensi Pers Kedua. Gesit dan Cepat Para Wartawan segera mengedit dan menyetorkan liputan Yaura pada Berita pusat.


Tak berselang lama, pemberitaan tentang Yaura pun kini menyebar disegala bidang. Televisi, radio, koran bahkan sosial media.


Semua orang yang melihatnya pun akan Syok dan tidak menyangka. termasuk Vino, Alex ,Kevin , Lolly, Anin dan Evelyn yang sedang menyaksikan berita Televisi.


" Jadi.. selama ini Yaura adalah Anak Devano Malik? " tutur Kevin .


" Ya Tuhan , Aku tidak menyangka. Dia juga yang memfitnah Perusahaan Kita.. " lirih Vino yang tidak menyangka tentang jati diri Wanita yang Ia anggap sebagai Temannya.


Evelyn terdiam dan mengingat foto masa kecil dimana Keluarga mereka sangat dekat dan akrab. umur Evelyn berbeda Empat Tahun dengan Yaura,sehingga Ia masih sangat kecil waktu itu.


" Berarti .. Yaura selama ini masih hidup.. " lirihnya.


***************


Ken berada didalam mobil dan mengecek ponsel dimana sibuk memberitakan tentang Istrinya. Wajah Istrinya terlihat jelas diliputan tersebut, kesedihan dan tatapan yang begitu kosong menjadi bukti betapa tersiksanya Dia selama ini. Hati Ken sangat sesak saat melihat Sang Istri kini memakai baju tahanan. Tidak kuat,


brughhhhhh Ken membanting ponselnya


" Aku selama ini dipermainkan oleh Orang Tua ku sendiri, Brengsek ! Aisssshhhhhhhh " teriak Ken dan memukul dashbord yang ada di depannya. Melihat Tuannya mengamuk,membuat Pak Tio ketakutan.


RUMAH KEN


Ken turun dari mobil dan masuk ke Rumahnya, Ia melangkah begitu cepat. Tatapan matanya penuh amarah , rahangnya mengeras , tangannya mengepal sempurna.


Melihat Ken,membuat semuanya berdiri termasuk Lolly , Anin dan Evelyn yang tangannya diperban.


" Ken.. " ucap Alex seraya mendekati Ken.


" Kakak .. " lirih Evelyn dan hendak menahan Kakaknya namun karena melihat Sang Kakak diam dan tatapannya menajam membuat Evelyn mengurungkan niatnya.


Ken tidak melirik mereka sama sekali,tatapannya lurus dan langsung menuju Ruangan Bawah Tanah, yaitu tempat Wine.


Ruang bawah tanah


Selain terdapat banyak botol Wine yang tertata rapi, di Ruangan itu pula terdapat banyak Foto Kenangan Mendiang Devano Malik dan Keluarganya ( sudah diceritakan di episode sebelumnya ).


Mata Ken menyapu bersih bingkai foto yang terpanjang didinding. Matanya memerah dan berkaca-kaca saat mengingat cerita Yaura yang disampaikan oleh Pak Agus . Dibohongi oleh Orang Tuanya sendiri ,ditambah dengan fakta Orang Tuanya adalah seorang Pembunuh Berbulu Domba yang bisa menipu siapapun.


Ken melangkah mendekati sebuah bingkai foto dimana Yaura Kecil yang nampak imut dan menggemaskan sedang tersenyum bersama kedua Orang Tuanya.


" Orang baik seperti Kalian tidak pantas bersanding dengan Keparat ! " umpat Ken dan melangkah mundur.


Dann tlkkkkkkkkkkkk Ia pun mengeluarkan senjata dari saku jasnya.


" Hancurlah Ayah ! " teriak Ken dan


Dorrr dorrr dorrr dorrr dorrr dorrr dorrr Ia menembaki semua bingkai foto yang ada di dinding tanpa pengecualiaan. Matanya terus berkaca dan wajahnya memerah.


Crrrkkk crkkk crkkk crkkk kaca bingkai foto pun hancur dan jatuh ke lantai . Tembakan dan peluru Ken begitu tepat mengenainya.


Dorrr dorr dorrr dorrrr peluru terus dilesatkan hingga semua foto hancur tak tersisa.


Semua orang yang menyaksikan nampak terkejut dan syok dengan apa yang Ken lakukan.


" Apa yang Kakak lakukan ! " teriak Evelyn dan melangkah mendekat.


Mendengar suara Sang Adik membuat Ken menurunkan senjatanya. Ia melihat lengan Evelyn yang terperban.


" Apa luka mu sudah mendingan? " tanya Ken, matanya masih memerah menahan amarah.


" Sudah Kak.. " jawab Evelyn seraya mengamati Sang Kakak yang nampak hancur.


Vino mendekat,


" Ken.. Berita di Televisi.. "


" Jangan mencoba ikut campur. Lebih baik kalian diam dirumah atau nyawa Kalian yang akan melayang. " Ketus Ken dan berlalu pergi begitu saja.


Mereka yang melihat sikap Ken sangat tercengang,


" Sepertinya Yaura bermasalah dengan Ken .. " lirih Kevin.


" Devano dan Reino bersahabat, mana mungkin Yaura melakukan itu pada Ken.. " saut Alex.


Kamar


Ken menendang pintu dengan sangat kasar , dan melemparkan senjatanya ke sembarang arah. Jas Ia hempaskan , dasi dilonggarkan dengan kasar dan kemeja yang Ia robek begitu saja. Nafasnya tak beraturan.


tak berselang lama, Robin masuk dan membawakan makanan.melihat Tuannya marah,membuat nyali Robin menciut.


Ken segera meminum air putih dan menenangkan dirinya.


Tidak ada angin atau apapun,tiba-tiba


Crkkkkkkkkkkkkkkkkk benda kaca terjatuh.


Ken menoleh dan..



" Kenapa bisa terjatuh.. " lirih Ken dan langsung melangkah mendekatinya.


Dan yah, itu adalah Vas Bunga Yaura. Dia yang mengisinya dengan Bunga . Vas itu tiba-tiba terjatuh tanpa sebab, perasaan Ken pun menjadi tidak enak.


Ken memunguti serpihan kaca tersebut.


Dann..


" Awww ! " pekiknya pelan. Ken segera berdiri seraya memegangi telunjuknya yang berdarah karena serpihan kaca. Setelah itu, Ia menyuruh Pelayan untuk membersihkannya.


*****************


Setelah membersihkan diri, Ia langsung menemui Alfin di Kantor NIS untuk mengumpulkan bukti kuat.


KANTOR NIS


Alfin sudah pergi ke Pengadilan namun mereka masih menolak bukti yang ada. Padahal Pak Agus sudah menyerahkan semua rekaman ,tetapi mereka menolak dan menganggap itu hanya rekayasa.


Ken terus berdecak dan mengumpat, Ia tidak menyangka Pengadilan sebodoh itu.


" Kau sudah menemukan Hakim yang dimaksud Yaura? " tanya Ken.


" Belum. Entah Dia sembunyi atau niat disembunyikan.. " lirih Alfin seraya mengumpulkan berkas penting.


Ken diam dan memikirkan sesuatu. Ia takut bahwa Sang Ayah melenyapkannya .


" Aku butuh NIS untuk ikut denganku. " ucap Ken, Ia sadar tidak akan bisa masuk ke Pusat Pengadilan tanpa NIS bersamanya.


" Kau mau kemana? ".


" Pengadilan. " ucap Ken sambil mengeluarkan ponselnya.


" Yaura tidak boleh dikunjungi siapapun kecuali Keluarga , Kunjungi Istrimu. Aku yang akan mengurus semuanya, juga temui David karena Dia juga belum bisa dibebaskan. " tutur Alfin seraya melangkah keluar.

__ADS_1


Diikuti oleh Ken dibelakangnya.


Koridor


Dua lelaki tampan tersebut tampak melangkah dengan begitu gagah dan kharismatik. Terutama Ken yang banyak dilirik oleh Para Wanita yang melihatnya.


Tiba-tiba seorang Wanita berambut panjang nampak mencegatnya.


Dan...


Plakkkkkkkkkkkk Ia mendaratkan tamparan keras ke pipi Alfin.


" Brengsek ! " umpatnya, mata Wanita itu berkaca-kaca.


DEG !!! Keduanya pun begitu terkejut. sedangkan Ken menyipitkan kedua matanya dan mengingat sesuatu, Ia sangat yakin pernah bertemu Wanita itu.


Alfin menatap Wanita dengan tatapan bersalah.


" Maafkan Aku Lisya, Aku terpaksa melakukan itu. " ucap Alfin.


" Kau sangat Brengsek ! Aku menuruti permintaanmu untuk ke Hotel . Tetapi Kenapa Kau harus melakukan itu dan menipuku ! " teriak Lisya.


" Sungguh Aku menyesal. maafkan Aku, jangan salah pengertian. " ucap Alfin.


" Aku tahu Kau sangat mencintai Yaura, hingga Kau pernah bertengkar dengan David demi mendapatkannya.Tetapi Kau sangat keterlaluan melakukan itu kepadaku Alfin ! " teriak Lisya dan mengisak, lalu pergi begitu saja.


Mendengar ini , membuat Ken membulatkan kedua matanya.


" Pantas mereka selalu melindungi Yaura " lirih Ken dalam hati. Cemburu bukan waktu yang tepat, Ken akhirnya menepuk pundak Alfin yang mematung dan membeku.


" Kau membawanya ke Hotel?! Jangan jadi Pria Brengsek ! Bertanggung jawablah dan nikahi Dia.." ucap Ken. ( Kalo masalah Hotel mah otak Ken paling cepet 😂🤣 ).


Alfin tersadar dan melanjutkan langkahnya.


" Anj*ng ! Aku tidak sebrengsek itu menidurinya. Jangan mendengarkan apa yang dikatakan Lisya, Dia memang suka melantur. " Alfin mengalihkan pembicaraan.


" Aku pernah bertemu dengan Wanita itu dan mengaku bahwa namanya adalah Yaura,bukan Lisya " ucap Ken .


" Hanya Istrimu yang bernama Yaura, tidak ada yang lain. " saut Alfin.


" Kau sudah lama menyukai Yaura? " tanya Ken tiba-tiba.


Tertangkap basah dan tidak bisa mengelak.


" Iyah. tetapi Aku sudah melupakannya. berhenti membahas tentang Istrimu, Kau membuatku canggung.. " jawab Alfin.


Ken pun tersenyum tipis, sampai akhirnya mereka berpisah di basement dan pergi ke tujuan masing-masing.


***************


LOUIS


Bukannya pergi ke Penjara,Ken malah memarkirkan mobilnya di Louis. Ia langsung menemui Kedua Orang Tuanya di Ruang Pribadi. Namun sebelum itu, Ia dihadang oleh beberapa Pengawal Setia Ayah Reino yang memang tidak memperbolehkan siapapun masuk,sekalipun itu anaknya sendiri yaitu Ken. Tanpa rasa takut, Ken memukuli dan menendangi mereka.



Hingga akhirnya mereka mendapat perintah dari Ibu Hilya untuk mengizinkan Ken masuk.


Ruangan


Tak banyak berkata atau berdebat karena sudah muak dengan kebusukan Ibu dan Ayahnya.


Ken menerobos masuk, tampak Ibu Hilya sedang menengguk secawan anggur merah.



" Dimana Ayah? " ucap Ken yang memandang Ibunya dengan penuh amarah. Mereka berdua kini berhadapan, Ibu Hilya meletakkan cawan tersebut ketempatnya semula.


" Ayah dan Ibu membesarkanmu mati-matian bukan untuk melawan Kami, Hormati Kedua Orang Tuamu Ken ! " Tegas Ibu Hilya.


" Dusta ! Lalu apakabar dengan Keluarga Devano yang Kalian bantai tanpa ampun?! " sentak Ken matanya menyapu bersih sudut Ruangan guna mencari Ayahnya.


" Lebih baik Kau urus Louis dibanding memperdulikan Yaura. Dia akan segera mati. " ucap Ibu Hilya secara terang-terangan di depan anaknya.


Ken mengeraskan rahang dan mengepalkan kedua tangannya.


" DIA TIDAK AKAN PERNAH MATI . " tegas Ken dan berlalu pergi.


" Ibu tidak akan sudi mengakuinya sebagai Menantu dan Calon Penerus Louis. Lupakan Dia Ken ! " teriak Ibu Hilya yang begitu menusuk telinga Ken.



Ken menghentikan langkah dan menatap Ibunya,


" AKU JUGA TIDAK SUDI MENGAKUIMU SEBAGAI SEORANG IBU ! " ujarnya dengan begitu menohok dan menusuk relung hati Sang Ibunda.


DEG !!!!!! Ibu Hilya mengeluarkan air mata, Ia tidak menduga bahwa Ken tega mengatakan Hal menyakitkan seperti itu kepadanya.



" Kau berani melawan Ibu karena Anak Tengik itu. Lihat saja Ken, Ibu akan memisahkan Kalian selamanya ! " sumpah Ibu Hilya dalam hati.


Basement


Ken masuk kedalam mobil dan menelfon Ayahnya,


" Dimana ? Aku ingin bertemu denganmu. " ucap Ken tanpa panggilan hormat.



Ayah Reino mengeraskan Rahangnya dan berdecak.


" Jaga Etikamu kepada Ayah, Ken ! " teriak Ayah Reino dari balik telefon .


" Cabut tuntutanmu kepada Yaura ! Aku sudah melihat semua kebusukanmu ! " teriak Ken yang tidak kalah kencang.


Ayah Reino terdiam , Ia sedang ada di Rumah,tepatnya Ruang Bawah Tanah. Matanya menyapu bersih sudut ruangan yang dipenuhi oleh serpihan kaca. Semua foto hancur tak tersisa satupun, Ia tahu bahwa Sang Anaklah yang menghancurkannya.


" Ken benar-benar marah besar. Jika Aku menghadapi Anakku sendiri itu tidak mungkin. Sial ! Aku sungguh menyesal mendidik Ken begitu keras. Dia menjadi boomerang untukku . " lirih Reino dalam hati.


" Ayah tidak akan mencabut tuntutan sampai kapanpun ! " Ketus Ayah Reino.


Ken menarik sudut bibirnya.


" Baiklah . Aku sekarang akan pergi ke Kantor Pajak dan melaporkan bahwa Louis terlibat penggelapan pajak sebenar 1,4 Triliun " .


DEGGGG !!! Ayah Reino membelakkan kedua matanya saat mendengar ancaman Sang Anak.


" Bukankah Aku sudah bilang, Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku . " sambung Ken.



" JANGAN BERANI MELAPOR ! ATAU YAURA AKAN MATI DETIK INI JUGA ! " Teriak Ayah Reino.


" Berhenti mengancam sebelum Aku benar-benar melawanmu. Pergi ke pengadilan dan cabut tuntutan ! " ucap Ken dan menutup telefonnya.


Brughhhhhh Ayah Reino membanting ponselnya ke lantai.


" Keparat ! Ken benar-benar menghancurkan Perusahaannya sendiri . " umpat Ayah Reino.


Didalam penjara, Yaura nampak menyendiri dan terasingkan . Mungkin Kalian bisa membayangkan apa yang Dia rasakan.



Seorang Petugas Wanita memberikannya sebuah telefon,


" Ada yang ingin berbicara denganmu.. " ucap Petugas Wanita itu sambil mengulurkan telefon. Yaura pun langsung mengambil dan mendekatkannya ke telinga.


" Kau bisa mendengarku? " tanya Ken, tutur katanya begitu lembut mengisyaratkan betapa Ia mengkhawatirkan Istrinya.


Mendengar suara Sang Suami, membuat dirinya sedikit tenang.


" Iyah.. " lirih Yaura dengan suara pelan.


" Menjauhlah.. " ucap Ken dengan maksud agar Yaura menjauh dari Petugas Penjara.


Yaura pun menuruti perintah Suaminya.


" Kau mau Aku bawakan apa ? " tanya Ken. Demi Tuhan, Ia tidak sanggup melihat Yaura terus menderita.


" Peraturan sudah diubah oleh Pihak Penjara, tidak ada yang boleh kesini sekalipun itu Kau.. " lirih Yaura, matanya berkaca-kaca.


" Iyah Aku tahu.. beberapa menit lagi Aku akan membawakan makanan yang Kau suka.." ucap Ken.


Yaura diam tidak bisa berkata apapun, cairan bening membasahi matanya.


" Jangan menangis. Kau semakin jelek.. " sambung Ken, ikatan batinnya dengan Yaura begitu kuat.


" Kau tidak kalah jeleknya !." Ketus Yaura seraya menahan air mata agar tidak menetes.


Demi Tuhan, Ken tersenyum saat mendengar Sang Istri kembali ngegas kepadanya, rasanya Ia begitu merindukan Yaura dulu.


" Aku tidak akan membiarkanmu tinggal disana lebih lama. Aku menyayangimu.. " lirih Ken.


Mendengar ini membuat Yaura mematikan sambungan telefon dan langsung memberikannya kepada Pihak Penjara.


Tubuh Yaura kini terkulai ke tanah dan melemah, dadanya merasa begitu sesak dan tersayat.



Yaura memejamkan kedua mata , ingatannya tentang Ken dan perlakuan manis kepadanya membuat dirinya benar-benar lemah dan tak berdaya. Saat Ken memeluk, mencium, menolong dan menyelamatkannya kini berimbas kepada Tujuan awal yang sudah ditargetkan 10 Tahun lalu.


Wajah Sang Suami terbayang jelas di benaknya,


" 10 Tahun Aku bertahan dan bekerja keras melawan semuanya ,termasuk diriku sendiri agar tidak jatuh kepada lubang yang paling Aku takutkan, yaitu perasaan aneh yang membuat ku lemah dan berbelas kasih.. Aku membenci perasaan ini ! Kenapa Kau harus mengatakan hal itu, saat diriku sudah susah payah menemukan Pembunuh Ayah ! Kenapa Kau harus mengatakan itu Ken... " lirihnya dalam hati.


" Aku mencintaimu, Yaura.. " pengakuan Ken terus terbayang dan menghantuinya.


" Aku tidak ingin dicintai oleh siapapun .. tidak.. tidak ingin.. tetapi kenapa sekarang Aku mengalami perasaan aneh ini kepadanya.. Kenapa Aku lemah setiap kali Dia berada didekatku.. Kenapa Aku begitu tersentuh saat Ken bilang bahwa Dia mencintaiku.. Kenapa Kau harus menjebakku dengan perasaan ini Tuhan ?! Kenapa ?! Aku sudah mengorbankan banyak nyawa selama ini.. dan saat sudah berada di puncak , kenapa Kau kembali melemahkanku ?! Aku benci perasaan ini ! Aku benci... Sampai kapan Kau terus mengujiku ?! sampai kapan Kau terus membuatku jatuh ?! Bertahun-tahun Aku menahan rasa sakit.. tetapi kenapa sampai sekarang Kau tidak pernah memihakku sama sekali ?! kenapa Kau begitu jahat kepadaku Tuhan ?! Hikssssssssssss " Yaura mengisak dan berbicara kepada Tuhannya, Ia mengeluh dan mengadu kenapa harus dihadapkan dengan perasaan aneh terhadap Suaminya.



" Aku tidak ingin Ken merasakan apa yang Aku rasakan.. melihat kedua orangtuanya mati didepan matanya sendiri itu sangatlah menyakitkan.. Aku tidak ingin Ken merasakannya.. Aku tidak ingin.. Hikkksss... tetapi Aku juga tidak terima jika mereka masih hidup dengan tenang tanpa rasa bersalah.. Apa yang harus Aku lakukan saat ini Tuhan? Hiksssss " air mata membasahi pipi ranumnya. Semua pengorbanannya kini sia-sia, justru menjadi boomerang untuk dirinya sendiri, yaitu mendapat Hukuman Mati. entah kenapa Takdir Hidupnya begitu menyedihkan, memang benar kata pepatah. Sekaya apapun dirimu, seberapa banyak uang yang Kau punya tetapi pada dasarnya kebahagiaan tidak selalu berpihak kepada mereka yang Kaya atau memiliki uang. Hanya karena persaingan Bisnis dan Rasa Iri, kini hidupnya hancur berkeping-keping. Oppsss bukan berkeping-keping tetapi lebur dan tak berbentuk sama sekali, setelah tahu bahwa Keluarga Ken lah yang menjadi Dalangnya.


Yaura terus mengisak dan berbicara kesedihan dengan dirinya sendiri tanpa ada orang lain untuk berbagi.


**🎶 Dont Forget Me - Suzy 🎶


Apakah Kau mendengar Aku berbicara sendiri tentang kesedihanku ?


Ucapanku menyalahkanmu, Kamu


Nama yang menyakitkan lagi saat ku sebut


Kamu, kamu , kamu.


Meskipun perpisahan hanya sekali, tetapi kenapa kerinduan datang banyak sekali?


Aku melawan dan menolak, tetapi kenyataannya Aku mencintaimu, Aku mencintaimu.


Tolong jangan lupakan Aku,Aku.


Tolong ingatlah Aku, Aku.


Aku mencintaimu.


🎶 Dont Forget Me - Suzy**


Tak berselang lama, Ken datang dengan Penjagaan dan Pengawalan ketat. Wajar saja penjagaannya begitu ketat, karena Tahanannya adalah seorang Pemberontak kelas kakap. Ken tertodong pistol dari berbagai arah jika berani macam-macam .


Yaura tidak menyadari dan sibuk menunduk.


Melihat keadaan Sang Istri, membuat Ken melemah.


" Yaura.. "lirihnya.


Mendengar suara seseorang membuat Yaura segera menyeka air matanya, Ia menoleh dan bangun. dan begitu terkejut saat melihat Ken ada di hadapannya.


" Kenapa Kau kesini ? " tanya Yaura dan berpura baik-baik saja.


Ken mengangkat kedua tangannya dan pasrah.


" Aku tidak membawa senjata atau benda tajam . Bisakah Kalian minggir?! Aku Suaminya dan ingin menjenguk Istriku sendiri. " ucap Ken dan menatap tajam kepada Para Penjaga.


Mengetahui bahwa Dia adalah Kendrick Rafandra Bachtiar, membuat Penjaga berfikir sepuluh kali lipat jika ingin menjawabnya. Melihat tatapannya saja itu begitu menakutkan.


Seorang Penjaga Pria pun mengecek seluruh tubuh Ken untuk memastikan apakah ada sesuatu yang disembunyikan. Hasilnya pun nihil.


" Apa Kalian tidak minggir juga?! " Ancam Ken , rahangnya mengeras.


Para Penjaga pun saling menengok dan takut, dan..


" Konferensi Pers akan diundur nanti pagi, berhubung Pria ini adalah Suami Nona. Jadi, Nona akan sekalian kami bawa ke Ruang Steril untuk menghapus semua Tatto yang ada, termasuk alat pelacak yang terpasang di Tubuh Nona. " tutur seorang penjaga Wanita.


Ken menganggukkan kepala sebagai kode untuk Istrinya.


" Baiklah .. " lirih Yaura kepada penjaga.


Pintu sel pun dibuka, Yaura melangkah keluar dengan tangan terborgol.


Ruang Steril


Penjaga Wanita ingin masuk kedalam untuk menjaga Tahanannya.Namun,


" Aku bisa melakukannya sendiri. Tolong keluar dan biarkan Kami berdua. " ucap Ken dan hendak menutup pintu,


Penjaga pun dengan sigap menahannya, dan berkata bahwa itulah Prosedur Penjagaan. Ken tertodong senjata dikepala dan jantungnya.


Karena haus, Yaura memegang tangan Suaminya.


" Ken , Aku sangat haus.. " lirihnya dengan lembut, pandangannya terarah pada sebuah lemari pendingin yang letaknya sedikit tinggi.


Ken pun langsung mengambilkan air mineral dan membuka botolnya, matanya terarah pada sudut Ruangan dan baru menyadari bahwa diruangan tersebut tidak ada CCTV.


" Minumlah.. " lirih Ken dan mengulurkan botol tersebut pada Istrinya.

__ADS_1


Karena Para Petugas sudah cukup berumur dan matang,


" Bibi.. Paman.. Ayolah turunkan senjata kalian.. " ucap Ken dan mendekati mereka.


" Anda ini sangat mencurigakan ! Cepat hapus tatto dan keluar karena waktu jenguknya sudah habis. " ketus seorang Bibi Petugas.


Ken menggigit bibir bawahnya,


" Mmmmm sebenarnya Aku malu mengatakan ini.. tetapi karena Kalian memaksa, jadi Aku terpaksa mengatakannya.. " lirih Ken.


" JUJUR SAJA, AKU SEDANG INGIN MENCUMBU ISTRIKU,BIBI. SUDAH BEBERAPA HARI INI KAMI TIDAK BERHUBUNGAN . " Seru Ken seraya melebarkan senyumnya yang manis. ( Kalo pikiran jorok, Ken lah jagonya wkwkkw😂🤣 )


Sedang minum, crattttttttttt Yaura memuncratkan semua air yang ada dimulutnya hingga mengenai punggung dan membasahi Jas Sang Suami.


" Uhuukk uhukkk uhukk " Yaura tersedak.


Ken segera berbalik dan menepuk punggung Istrinya,


" Kenapa Kau tidak berhati-hati.. " lirih Ken tanpa dosa.


" Kenapa Kau mengatakan hal konyol?! " sentak Yaura.


Hayoo loo diomelin Yaura 😂🤣bukannya takut, Ken malah tersenyum tanpa henti.dan


" Awwww ! " Yaura terpekik kecil saat Sang Suami mencubit lembut perutnya.


Para Penjaga yang mendengarnya pun terkejut dan menahan senyum, kini mereka menurunkan senjatanya.


" Hei Tuan ! Disini ada CCTV apa ingin pergulatan Kalian terekam Kami ? Hahaha " ucap seorang Bibi Petugas dan terkekeh.


Ken mendekat seraya memegang pinggul Istrinya.


" Apa Kalian pikir Aku bodoh? pasti disini tidak ada CCTV. jika ada Wanita yang memasang tatto nya dibagian dada bagaimana? Apa Kalian akan merekamnya ? Tentu tidak. Justru itu Bibi.. Aku ingin melakukannya disini.. Iyah kan Sayang? "


Mmmuaachhh muaachhh muachh muachhh Ken terus menghujani pipi squishy Sang Istri dengan banyak ciuman.



" I-i-iyah.. " jawab Yaura terbatah seraya menahan geli.


Para Penjaga tersipu dengan kelakuan mereka berdua.


" Ayolah Bibi, Paman. Aahhhhh Aku sungguh tidak tahan !!!! " rengek Ken .


Para Penjaga mulai terpengaruh dan terus tersenyum. tetapi ragu memutuskannya.


" Ayolah Bibi. Bibi pasti pernah kan, ketika Bibi sedang pengen enak-enak lalu Suami menolak? Bagaimana rasanya? Ahhhhh rasanya sungguh tidak enak.. " rengek Ken kembali seraya menatap salah satu Bibi Penjaga dengan tatapan nakal.


" Tentu pernahlah,Tuan. Rasanya sungguh menyiksa.. " ucap Bibi tersebut dan tersipu malu, pipinya merah merona.


" Nah itu yang Ku maksud. Dan Kau Kisanak.. Aku yakin, Kau pernah kesal dengan Istrimu karena tidak melayanimu di Ranjang, Juniormu sudah meronta keluar tetapi tak kunjung menemukan lubang.. Ayolah Kisanak.. Kita sama-sama punya Junior, mari bekerja sama. " ujar Ken dengan lantang sambil menatap seorang Paman Penjaga, Ia pun semakin memeluk Sang Istri.


Paman Penjaga itupun nampak tersenyum dengan ucapan Ken yang begitu Vulgar.


" Tentu pernah,Tuan. Rasanya begitu sesak dan menggebu-gebu. " tuturnya.


Mendengar Sang Suami berbicara melantar, Yaura hanya bisa melongo dan tersipu malu, pipinya begitu merah.


" Sepertinya Ken sedang mabuk. Memalukan ! " decaknya dalam hati.


" Iyah Kan Sayang ? Kita sudah lama tidak begituan? Kau juga pasti merindukanku?.. " tanya Ken pada Istrinya. Melihat Yaura menahan malu, membuat Ken terkekeh dibuatnya.


" Iyah, Aku sangat merindukanmu.. " balas Yaura dengan senyum paksa.


Melihat kelakuan mereka berdua ,membuat Penjaga geleng-geleng kepala.


" Hah. Dasar Anak muda ! Apa Juniormu tidak bisa dikondisikan? ini didalam penjara. " ucap Penjaga dan terkekeh.


" Jelas tidak bisa dikondisikan ! Sungguh Aku sangat bergairah dengan Istriku, Ayolah izinkan Kami untuk kali ini saja.. " rengek Ken, wajahnya begitu imut.



" Astaga.. Baiklah, Kami akan mengizinkan. memangnya Kalian ingin main berapa Ronde ? " tanya seorang Bibi Penjaga dengan penuh selidik.


Ken mengalihkan pandangannya ke Sang Istri.


" Sayang.. Kau ingin main berapa ronde? " tanya Ken.


Yaura mengerutkan dahi, dan..


" 10 ? 20 ronde ? " jawab Yaura dengan ngasal.


LMAOOOO semua orang tertawa mendengar jawaban Yaura.


" Fu*k ! Aku tidak akan kuat Sayang, kalau Kau meminta sebanyak itu. " Ken melototkan kedua matanya .


Yaura hanya tersenyum tanpa tahu apa yang Dia omongkan.


" 10 ronde, baiklah, Aku masih kuat. " sambung Ken seraya menelan salivanya.


Para Penjaga terus tertawa.


" Baiklah Tuan, terserah Kalian mau bermain berapa ronde, tetapi waktu yang tersisa hanya 45 menit. Semoga menyenangkan. " ucap Para Penjaga seraya menutup Pintu.


" Baiklah Bibi, terima kasih banyak.. " ucap Ken seraya mengedipkan matanya.



" Untung Tampan, Kalo tidak.. Sudah Aku tembak.. " gerutu Bibi Penjaga seraya mengunci pintu dari luar.


Didalam


Ken membuang pandangannya ke sembarang arah dan terkekeh mengingat ronde yang diinginkan Sang Istri. sementara Yaura menatap Sang Suami dengan tatapan tajam.


" Kenapa Kau berbicara melantur?! Apa Kau sedang dalam pengaruh alkohol? " sentak Yaura ,sungguh Ia tidak senang jika Sang Suami mabuk.


Ken menoleh kearah Sang Istri dan tersenyum ,


" Aku tidak minum. Iyah maaf , sudah jangan mengomel.. " lirih Ken, Ia semakin mendekatkan tubuhnya dan menghimpit Sang Istri ke dinding.


Mengingat keinginan Sang Suami,membuat jantung Yaura berdetak kencang.


" Ken .. Aku belum siap.. " lirih Yaura dan tersipu.


" Kau bilang ingin Dua Puluh ronde? Ya Tuhan ,Aku tidak menyangka Kau sekuat itu. " lirih Ken di telinga Sang Istri.


" Aku hanya ngasal. Lagipula Aku tidak tahu apa itu ronde, menit? jam ? atau apa? .. " ucap Yaura dengan wajah memelas.


Ken menahan tawa dengan kegoblokan Istrinya.


" Aku ku beritahu setelah ini. Buka bajumu.. " daripada melihat kesedihan Sang Istri, Ia lebih senang melihatnya seperti ini.


" Ken.. " lirih Yaura seraya memandang Suaminya.


Ken tersenyum manis,


" Apa? Kau tidak siap? sudah berapa kali Kau mengatakannya? Aku ingin menagihnya sekarang.. " Ken tak henti-hentinya menggoda Sang Istri.


Tubuh mereka hampir menempel, nafasnya pun saling berbaur.


" Menyebalkan. " gerutu Yaura seraya mencebikkan bibir sexynya.


Ken terus tersenyum , dan


Brughhhhh Ia melemparkan Jasnya ke meja yang ada di dekat mereka.


" Ayo Kita bermain satu ronde. " lirih Ken , Ia membenamkan wajahnya di Leher Putih nan Jenjang Istrinya.


Tangannya tak tinggal diam, Ia melucuti kancing seragam tahanan yang dikenakan Istrinya tersebut.


Yaura diam dan tidak bisa menolak.


Berniat mengerjai, Ken terhipnotis oleh keharuman Leher Sang Istri dan nyamannya area tersebut. Ia semakin menghirup aromanya dalam-dalam , dan memejamkan kedua matanya.


Nafas Ken membuat tubuh Yaura menggeliat dan geli, Ia mencengkram lembut kameja Suaminya.


Sadar, cuppppppppppp Ken memberi kecupan sekitar di Tengkuk Istrinya. Ia pun kembali memandang Wajah Yaura.


" Tidak perlu takut. Aku hanya becanda tadi.. Buka Bajumu, Aku akan menghapus tattonya.. " lirih Ken dengan pelan, ekspresi wajahnya berubah menjadi serius.


Yaura menghela nafas panjang dan merasa lega.


Karena sebagian kancing sudah dibuka oleh Sang Suami, Ia pun melanjutkan sisanya.


" Ini tidak permanent , Kau bisa menghapusnya dengan mudah. "


Lupa kalau tangannya terborgol, Yaura pun berniat meminta bantuan Suaminya.


Ken sedang menyiapkan alat yang sudah disediakan oleh Pihak Penjara. lalu mendudukan tubuhnya di tepi Hospital Bed seraya memakai sarung tangan latex .Ia menyiapkan beberapa tetes alkohol kedalam kapas.


" Bukankah tatto jenis itu akan hilang walaupun dengan sabun? " tanya Ken .


" Ada yang bisa,adapula yang tidak. " singkat Yaura dan mendaratkan tubuhnya disamping Sang Suami.


Meskipun sedikit malu, namun terpaksa.


" Ken, tolong turunkan seragam dan talinya ( Bra ) " lirihnya.


Ken mendelik dan canggung.


" Ekkhemmm " Ia berdehem dan membuang pandangannya ke sembarang arah.



DEGGGG !!! Ken membelakkan kedua matanya saat melihat sebagian tubuh Sang Istri yang begitu putih nan bersih . Tak berselang lama , Ia segera membuang pandangannya ke sembarang arah kembali.



Ken menyibakkan rambutnya Istrinya ke samping, terlihat luka tembak yang ditorehkan oleh Helena nampak semakin parah. Juga sebuah tatto Goddess Of Death yang selama ini Ia cari akhirnya terpampang didepannya sekarang.


" Lukamu semakin parah.. Kau seharusnya dirawat di Rumah Sakit. " lirih Ken sambil menghapus tatto tersebut. Matanya kembali memerah dan berkaca.


" Sebentar lagi Aku akan lenyap, tidak ada gunanya pergi ke Rumah Sakit.. " lirih Yaura dan menundukkan pandangannya.


" Sudah berapa kali Aku bilang ! Jangan berbicara seperti itu ! " sentak Ken.


Yaura diam saat Ken memarahinya.


Sebelum terhapus menyeluruh,


" Dimana pelacaknya? " tanya Ken.


" Tepat di titik hitam pada kelopak bunga kedelapan." jawan Yaura.


" Sial ! Ini juga akan membuatmu terluka. " umpat Ken , Ia ragu-ragu menusukkan alat sejenis jarum medis tersebut.


" Tidak apa-apa. lukanya hanya sedikit. " jawab Yaura.


Brughhhh Ken melemparkan jarum tersebut dan mengurungkan niatnya.


" Tidak perlu dilepas.lukamu semakin banyak.. " lirih Ken membalikkan tubuh Sang Istri .


Tubuh mereka pun kini berhadapan, Ken meraih tangannya Istrinya.


" Apa tatto titik koma ini juga sementara? " pandangan Ken terarah pada tatto menyedihkan tersebut.


" Ini permanent. " singkat Yaura.


Ken menatap Yaura dengan tatapan dalam,


" Kenapa Kau begitu kuat selama ini? " lirihnya.


" Tuhan bersamaku. " lirihnya dengan lembut.


Deggg !!! Hati Ken begitu tersentuh saat mendengarnya.


" Maafkan Aku,Yaura.. Aku sungguh minta maaf.. " lirihnya seraya menggenggam tangan Sang Istri.


" Aku yang minta maaf seharusnya. Aku hampir membuat nyawamu melayang karena BOM yang Aku pasang , peluru yang Aku tembakan, dan luka karena pukulan... " jawab Yaura, Ia begitu merasa bersalah.


" Tidak masalah, Aku mengertikannya. Juga... dengarkan Aku baik-baik.. " ucap Ken, wajahnya berubah menjadi serius, Ia mengeluarkan bungkus rokok dari saku kamejanya.


Yaura mengerutkan dahinya.


Dann.. Ia mengeluarkan secarik kertas dari bungkus itu.


" Louis terlibat penggelapan dana sebesar 1,4 Triliun dan beberapa Penghianat lain juga punya masalah dengan pajak. Aku tahu ini tidak efektif.. tetapi ini akan berguna untuk mengulur waktu Eksekusi . Ketika Ayahku terlibat kasus lain dan menjalani pemeriksaan, maka Pengadilan akan mengulur waktu kasusmu dan memilih mengurus Pajak yang jelas menguntungkan Negara. Pak Diyo juga terlibat Penipuan Dana.. Kau bisa melihat semua datanya di Kertas.. Sampaikan Informasi ini saat Kau mengadakan Konferensi Pers besok. Disana banyak media, dan wartawan jadi tidak mungkin Ayahku atau lainnya berani bertindak saat Publik meliputnya secara Langsung.. " tutur Ken.


DEGGG !! Yaura begitu terenyuh saat Ken berusaha keras membebaskannya.


" Alfin juga berusaha keras untuk membantumu.dan setelah ini, Aku akan membebaskan David.. " sambung Ken.


Yaura melipat kertas itu dan memandang Suaminya.


" Apa Kau tidak marah kepadaku? Nyawa Orang Tua mu hampir mati di tanganku.. " ucap Yaura.


" Aku berpihak pada keadilan dan kebenaran. juga sampai kapanpun Aku akan selalu melindungimu... jangan merasa sendiri lagi, Aku ada bersamamu.. " lirih Ken seraya mengelus lembut pipi Istrinya.


Meskipun ingin menampik perasaan, namun nyatanya Yaura tidak bisa melawannya. Inilah akibat seseorang yang selalu menutup pintu hati dan melawan perasaaannya sendiri agar terus sejalan dengan Logika dan Amarah yang ada. Yaura menjadi tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang tipuan belaka. Terlalu banyak dihianati dan ditipu, membuat dirinya susah mempercayai orang lain .


" Terima kasih, Ken. tetapi jika Aku menyampaikan Penggelapan Pajak tentang Louis, Kau juga akan diperiksa bukan? " tanya Yaura.


" Iyah Aku ikut diperiksa. tetapi Kau tenang saja, jangan memikirkanku.. " jawab Ken .


" Tapi.. " .


" Hussttt ! Diam ! " ucap Ken sambil mengedipkan matanya.


Yaura beranjak dan kembali memakai pakaiannya.


" Aku sudah membawa banyak makanan untukmu, Ayo Kita makan.. " sambung Ken sambil meraih Jas dan memakai kembali.


******************************


Butuh Saran dan Kritik

__ADS_1


Jangan lupa Vote dan Likenya yah.


__ADS_2