Love Of NIS Agent

Love Of NIS Agent
Penyelamatan Alfin


__ADS_3

" Jika Kau tidak mengatakannya, Aku tidak segan-segan menembak kepalamu! " teriak David yang tidak kalah kencang.


Belum menjawab, tiba-tiba suara tembakan datang dari berbagai arah


dorrr dorrr dorr dorrr seseorang yang tadi ada di hadapan mereka pun berlari sekencang mungkin.


Tanpa rasa takut, Dua Pria Tampan nan Gentle ini pun langsung mengejar dan mengikutinya. tak lupa peluru balasan selalu mereka tembakan.


dorrr dorrr dorrr dorrr Ken dan David menembakkan peluru ke arah lawan yang kompak memakai seragam hitam.


" Kita bisa kehabisan peluru jika terus meladeni tembakan mereka, lebih baik Kita mencarinya ke dalam. " teriak Ken seraya menatap David yang ada di depannya.


" Lari !!!!!!!! " teriak David , dan mengcover Ken dibelakang.


dorrr dorrr dorrr Ia menembaki lawan didepan. sementara Ken berlari dengan cepat, matanya menyoroti setiap Ruangan.


Tetesan darah menjadi penanda keadaan Alfin di sebuah Ruangan. ingin menembak Handle pintu, namun..


Grepp !! David mencegah tangan Ken.


" Aku takut didalam ada jebakan, pancing mereka untuk keluar. " tutur David yang begitu faham atas strategi penyanderaan, maklum saja karena sejatinya Dia adalah Tentara berpangkat Kapten.


Ken menghela nafas panjang, dan..


tok tok tok Ia mengetuk pintu.



" Keluarlah ! hadapi Aku ! " teriak Ken dari luar. David nampak bersembunyi dibelakang Gucci Besar.


Tak menunggu waktu lama, dorrr dorrr dorrr tembakan melesat dari dalam hingga membuat pintu berlubang.


Beberapa orang nampak keluar dan mencari keberadaan Ken yang ternyata entah bersembunyi dimana.


Cerdas,


Dorrr dorrr dorrr Ken menembaki mereka dan berlari menjauh, ini adalah cara Ken untuk mengalihkan perhatian mereka. sedangkan David langsung masuk kedalam, Ia memastikan bahwa disana ada asap beracun atau jebakan lainnya tidak.


Lawan pun mengejar Ken dan menembakinya tanpa henti.


Terlihat Alfin sedang terikat disebuah kursi, tubuhnya berceceran darah.


Bruggg brughh dorrr dorrr David melawan beberapa Orang di dalam, dan meladeninya sebentar.


Sadar Ken dikejar dan terkepung, David langsung melepas ikatan tali yang menjerat Sahabatnya,Alfin.


" Kau masih kuat berlari ? " tanya David, sambil melepaskan borgol.


Alfin menenangkan dirinya sejenak dan berusaha melawan rasa sakit. sayatan pisau dan beberapa pukulan Ia terima dari lawannya.


Tak menunggu waktu lama, Alfin beranjak dan mengambil pistol yang tergeletak di Lantai.


" Kuatlah. Ken sepertinya terkepung. " David menepuk pundak Alfin dan menyemangatinya.


" Cuiihhhhh .. " Alfin meludah kedepan, air liur bercampur darah membuatnya tidak nyaman.


Setelahnya, Ia menganggukkan kepala sebagai kode sudah siap menyerang.


Dengan sisa tenaga dan menahan rasa sakit, Alfin mengimbangi kecepatan berlari David.


Musuh semakin mengepung dan menjebak keduanya,


" Dimana Ken? " tanya Alfin seraya menodongkan senjatanya ke arah musuh.


Hendakk menjawab,


" Cepat keluar !!! " teriak Ken dari kejauhan, Ia sedang memukuli dan menendangi musuh.



Dorrr dorrr dorrr dorrr


David dan Alfin berusaha keluar dari kepungan.


Baku tembak pun tak bisa dielakkan.


David, Alfin, dan Ken kini mulai menjauh dari lawan dan mendekati area parkiran.


Tiba-tiba


Brugggghhhhhhhhhhh David terpental dan bergelantungan di Gedung Atas, tangannya berpegangan pada besi penghalang.


Melihat ini Ken memberi kode kepada Alfin untuk berlari lebih dahulu karena kondisinya tidak memungkinkan untuk terus bertahan. Alfin pun memutuskan untuk berlari ke mobil walaupun terus baku hantam dengan lawannya.


Dorrr dorrr dorr Ken menembaki lawan dan mendekati David,




Mereka kini bergelantungan di atas Gedung, dengan sekuat tenaga Ken memegangi tangan David dan berencana melemparnya ke lantai terdekat.


Brughhhhhh Ken berhasil melempar tubuh David dan diikuti olehnya.


Lawan pun tidak menyangka bahwa mereka berdua mampu lolos dari Gedung Atas.


Ken dan David kembali berlari .


Dorrr dorrr dorrr kawanan kembali mengejar mereka dan baku tembak.


Alfin yang mengendari mobil langsung berhenti dihadapan mereka. David dan Ken pun langsung masuk seraya terus meladeni baku tembak yang terus diluncurkan oleh Lawan.


Melihat mobil target berhasil kabur dan menjauh,


" Bos ! Tuan Ken melawan Kami dan membawa Alfin kabur ! " Ujarnya.


Brughhhhhhhhh Ayah Reino menggembrak meja dan berdecak. wajahnya memerah


" Melawan Ken saja Kalian tidak bisa ! Bodoh ! " umpat Reino, rahangnya mengeras.


" Dia datang bersama seseorang, tidak sendirian ! " jawabnya.


" Aku tidak akan mentransfer Uang kepada Kalian ! Tidak berguna ! " teriak Reino dan mematikan sambungan telefonnya.


Mendengar tidak mendapatkan Uang, membuat orang itupun berdecak dan mengepalkan tangannya.


" Sial ! ".


*************


Malam semakin larut, baku tembak tak kunjung selesai. David yang mengambil alih kemudi pun bertanya pada Ken yang duduk di belakang,


" Apa Kita membawa Alfin ke Rumah Sakit? " tanyanya dari spion.


" Tidak perlu. " saut Alfin yang masih menahan sakit.


Ken sejenak terdiam, Ia tidak mungkin menginap di Louis karena takut Sang Ayah menyerangnya. Ritz Carlton dan Dynamic, Ken juga ikut ragu bahwa Kevin, Alex dan Vino terpengaruh Ayahnya.

__ADS_1


" Kita Ke Hotel XXXX, Aku yakin disana aman. " jawab Ken, Ia memilih Hotel lain untuk menginap.


LOUIS


Ayah Reino dan antek-anteknya sungguh tidak tenang setelah mengetahui bahwa Sang Anak tidak memihaknya sama sekali. Mustahil jika Ia menargetkan Ken dan melukainya. Ibu Hilya , Edward dan Bianca yang ada disitupun ikut berfikir bagaimana membuat Ken tidak melindungi mereka.


" Ken sangat susah ditumbangkan, Dia sangat pintar mengelabui seseorang. " tutur Ibu Hilya, wajahnya begitu frustasi saat mendengar Alfin berhasil diselamatkan. Alfin selamat itu berarti mereka terancam, karena Alfinlah yang menjadi Jaksa Kasus Yaura.


" Kita suntikkan saja obat tidur kepada Ken. " Bianca mencoba memberi saran, mulutnya tak pernah berhenti menenggak Anggur Merah.


" Itu hanya akan membuatnya tidur, bukan Mati." saut Edward.


Ayah Reino terdiam dan memikirkan rencana besar.


" Aku tidak mungkin melukai Anakku sendiri. Ken juga tidak akan semudah itu membiarkan Yaura Mati. tetapi.... Kita bisa dengan mudah membuat Yaura Mati lebih dulu, tanpa diketahui oleh Ken. " lirih Ayah Reino seraya menarik sudut bibirnya.


" Apa rencanamu? " tanya Edward dan Ibu Hilya.


" Kita menyuruh seorang SWAT untuk menembak paksa Yaura saat di lapangan Sniper. Aku yakin, Yaura bebas dari Eksekusi karena Alfin berhasil memperoleh informasi Jaksa yang menerima suap. SNIPER tidak akan berani menembak Yaura jika Kepala SWAT menyuruh mereka untuk menurunkan senjata, tetapi... jika Kita bisa menjalin kerjasama dengan Seorang SWATT, Aku yakin baku tembak tidak akan bisa dihentikan. Sekalinya peluru keluar dari seorang SWAT, maka, yang lain pun akan menembakkan pelurunya. Hal ini akan dianggap sebagai HUMAN ERROR atau tidak sengaja peluru terpelesat. Dan ini sangat menguntungkan Kita, SWATT tidak salah, Kita pun tidak salah. " tutur Ayah Reino.


" Dan ini akan dianggap sebagi Miss Komunikasi SWAT kepada Anggotanya, dan membuat suatu keteledoran. namun pada Akhirnya, Yaura berhasil tertembak. Kau sangat cerdas, Sayang.. " puji Ibu Hilya yang tak henti-hentinya tersenyum.


Bianca dan Edward pun ikut tersenyum,


" Wow Paman.. setelah Yaura tiada, itu berarti G&D jatuh kepada Kalian.. Selamat.. " ujar Bianca.


Edward menarik sudut bibirnya,


" Dan jangan lupa.. Ken anak Kalian juga akan mati di tanganku.. bersenang-senanglah lebih dahulu, sebelum Kalian menangisi Anak Kalian.. " gumam Edward dalam hati.


Tak berselang lama , Ayah Reino mengajak Ibu Hilya untuk menemui Yaura, dan berlalu keluar begitu saja.


Sementara Edward, menoleh ke Bianca dan memandangnya nakal.


" Calon Mertuamu itu sudah pergi, jadi.. " ucapnya dan..


Slurrppppp Ia mencium bibir Bianca dengan ganas dan penuh nafsu. Bianca pun langsung membalasnya, mereka saling menjulurkan lidah lalu ********** tanpa ampun.


" Ayo Kita bermain di Kamar, Sayang. " ucap Edward, nafasnya memberat dan tak beraturan. tangannya terus meremas payu*ara Bianca.


Mulut Bianca menganga dan menganggukkan kepalanya, Ia begitu menikmati remasan yang Edward berikan.


Tak tahan, Edward menggendong Bianca keluar dari Ruangan Ayah Reino dan melangkah ke Kamar tempat mereka biasa bergulat.


Dikamar


Mereka saling melucuti pakaian masing-masing dan menaiki Ranjang.


" Ahhhhh Sayangku, Kau ini sangat menggairahkan.. Aku sangat tidak sabar menikmati lubangmu itu.. " ucap Edward dengan suara parau, tangannya memainkan lubang Bianca yang sudah basah.


" Aaahhhhhhh , Sayang ini sangat nikmat. Cepatlah bermain Sayang, semakin sering bermain ,semakin cepat pula Aku hamil dan meminta pertanggung jawaban Ken.. Aaaahhh " Bianca terus mendesah dan menggeliat.


Tak sabar, Edward pun langsung menindih Bianca dan memasukkan miliknya. Lubang yang sudah lebar,membuat Edward tidak memiliki kendala.


Edward terus menggoyangnya tanpa henti. Begitupun dengan Bianca yang begitu menikmati. bukannya menganggap Edward, Bianca malah membayangkan Ken yang memompanya saat ini. wajah Ken yang begitu tampan terus menghantui fikirannya tanpa henti.


" Aku sangat mencintaimu,Ken.. Aaahhh " desah Bianca dalam hati.


*****************


HOTEL XXXX


Hendak memesan Tiga Kamar, namun David melarangnya. Dua saja itu sudah cukup. Karena Hotel yang mereka tempati adalah Hotel mewah yang hampir sekelas dengan Louis, Ken pun langsung menyuruh Pihak Hotel untuk membawakan Dokter ke Kamarnya.


Kamar


" Apa Kau tidak mau minum? " tanya Ken seraya melepaskan Jas dan melonggarkan dasinya.


Mengerti bahwa Ken bertanya kepadanya, Alfin langsung menoleh dan berdecak.


" Apa Kau mau Aku berbicara melantur saat di Persidangan? " sentak Alfin.


Mendengarnya, membuat Ken dan David tersenyum.


" Payah ! sedikit saja tepar. " sindir David sambil melemparkan Pistol dan Jasnya ke sembarang arah.


Merasa pusing tak tertahan,juga terpengaruh oleh Kedua Dajjal, Alfin pun beranjak dan bergabung dengan mereka. Ia pun langsung menuangkan botol Wine kedalam cawan dan menenggaknya habis.


" SHITTT !!! Baru kali ini Aku kalah ! " umpat Alfin saat menyadari dirinya terluka dan lemah.


Toleransi alkohol Ken dan David sangat tinggi, mereka terus menenggak beberapa gelas Wine, hingga akhirnya membuat kepala mereka sedikit tenang dan plong.


Ken kini menyenderkan tubuhnya di penyangga lalu menengadah ke atas menatap langit-langit Kamar. Ia kembali mengingat Sang Istri yang entah sedang apa dan bagaimana keadaannya. Hatinya kembali sesak dan sakit, apalagi saat mengingat omongan David tentang 90 Sniper Utama.


Alfin dan David melirik ke arah Ken yang sedang memikirkan sesuatu,


" Ketika Istrimu mengadakan Konferensi Pers, pastikan Kau ada disana, Aku takut Pak Diyo ataupun yang lain memerintahkan NIS untuk menembaknya karena membocorkan tentang Penggelapan Pajak " tutur Alfin yang mengerti apa yang difikirkan Ken.


Ken pun menoleh dan menganggukkan kepalanya,


" Apa semua buktinya sudah lengkap? ".


" Iyah. Pak Andi, Pak Agus, dan Hakim yang menerima suap itu sudah menjadi bukti kuat, ditambah dengan beberapa rekaman dan sidik jari. " tutur Alfin.


" Syukurlah.. " lirih Ken sambil memijit pelipisnya.


Melihat David yang terdiam dan memikirkan sesuatu,


" Istirahatlah jika lelah.. " sambung Ken.


David langsung menatap Ken dengan tatapan serius,


" 90 Sniper untuk Satu Nyawa itu seperti BOM Atom yang siap diledakkan. Jika masuk ke lapangan dan melindungi Yaura, maka Kita akan mati konyol. SWATT akan bertugas disana, tetapi yang Aku takutkan adalah.. SWATT ikut terlibat dengan musuh lalu merencanakan sesuatu.. " tutur David, otaknya berfikir keras.


Deggg !!!! Ken membelakkan kedua matanya.


" Maksudmu? " tanya Ken dan mulai cemas.


" Walaupun SWAT berpihak pada keadilan, tetapi Kita harus berjaga-jaga. Nanti besok Kau harus mendatangi Camp.Militer dan minta bantuan Patroli kepada mereka, Yaura adalah Anggota Militer dengan Hak Istimewa. Ditambah dengan Kau yang merupakan Orang Terpandang Louis , pasti mereka akan membantumu .. " tutur David.


" Aku takut SWAT menembaki Yaura dengan alasan Human Error . itulah kenapa Aku menyuruhmu untuk meminta bantuan keamanan Militer, Pesawat Angkatan Udara akan berpatroli di Atas Lapangan, sedangkan Angkatan Darat akan berjaga di Lapangan . " sambungnya.


Deggg !! Ken dan Alfin begitu syok dan baru menyadari.


" Terima kasih, David. Aku akan meminta bantuan mereka besok. " ucap Ken dengan penuh terima kasih.


" Aku tidak menyangka kehidupan seorang Pengusaha sangat kejam dan bengis.. Ini kasus terbesar yang pernah Aku tangani " ujar Alfin.


" Aku juga menyesal telat menyadarinya.. " lirih Ken yang merasa sangat menyesal karena terlambat mengetahui tentang Sang Istri.


David mengerutkan dahinya,


" Bukankah Kalian sudah lama menikah? ".


" Lumayan.. " jawab Ken.


" Kau sangat beruntung mendapatkan Istri seperti Yaura.. " puji David yang membuat Ken dan Alfin mendelik ke arahnya.

__ADS_1


" Tentu.. Apa Kau sudah menikah? " tanya Ken yang tiba-tiba teringat omongan Lisya.


Meskipun yang ditanya adalah David, namun yang canggung Alfin. Ia sangat khawatir Ken akan salah faham karena baik Dirinya ataupun David sudah ketangkap basah menyukai Istrinya, dan itu semua gegara Lisya.


" Belum . carikan Wanita yang cantik untukku dan Alfin .. " jawab David dengan santainya, tangannya kembali meraih segelas Wine lalu menengguknya sampai habis tak tersisa.


" Tidak perlu cantik ! " Ketus Alfin.


" Lalu? " tanya David sambil menoleh ke Alfin.


" Yang penting Sexy dan WOWW ! " celetuk Alfin.


Ken dan David pun langsung tersenyum ,


" Anj*ng ! Diam-diam Kau sebrengsek ini . " ujar David yang seketika menggigit bibir bawahnya.


Ken yang daritadi diam, nampak melihat Alroji yang melingkar di pergelangan tangannya yang menunjukkan Pukul 01.20 WIB.


" Baiklah, sebaiknya Kalian Istirahat. Aku pamit dulu.. " Ucap Ken, tangannya meraih Jas yang tergeletak di soffa .


" Pulang? " tanya Alfin , Ia menaikkan satu alisnya.


" Ke sebelah. Silahkan menikmati waktu berdua.." celetuk Ken dan berlalu pergi.


David yang sedari tadi mengamati Ken pun merasa takjub,


" Kau tahu? HARGA DIRIKU SEBAGAI KAPTEN TERLUKA saat Ken menyelamatku tadi.. Shitt !!! Kemampuannya jauh lebih baik dari pada Aku ! " Puji David yang merasa malu pada dirinya sendiri.


" Kau fikir Aku tidak terluka?! SEORANG KETUA NIS DISELAMATKAN OLEH WARGA SIPIL, itu sangat melukai Kehormatanku .. " Imbuh Alfin yang memang mengakui kehebatan Ken.


" Cara Dia menembak dan berkelahi itu sangat membuatku tercengang.. " ucap David.


" Beruntung Dia yang menjadi Suami Yaura dan melindunginya.. " tutur Alfin.


*****************************


PENJARA


Yaura sedang memejamkan kedua matanya dan rilex sejenak,tubuhnya bersender pada tembok.


tiba-tiba Bunyi hentakan sepatu dengan lantai membuatnya terganggu. Siapa juga yang tengah malam datang dan mengunjungi Penjara. Lagipula tidak mungkin Pihak Penjara mengizinkannya karena diluar jam jenguk.


Namun karena Sultan..


" Hai Anak Keparat ! " teriak Ibu Hilya, Ia melipatkan kedua tangannya ke perut.


DEGGG !!!! Yaura sudah sangat hafal dengan suara Iblis. Ia menoleh dan melihat bahwa Sang Mertua ada di hadapannya. Merasa malas, Yaura tidak meladeninya.


" Dimana Kau menyembunyikan Stempelnya? " tanya Reino dari luar jeruji.


Melihat Yaura yang tidak meladeni dan memilih tidur, membuat Ayah Reino mengeraskan Rahangnya.dan..


Brughhhhhhhh Ia menendang Pintu Sel hingga membuat Dia bahkan Orang Lain yang sedang tertidur menjengit dan kaget.


Yaura menatapnya tajam dan penuh amarah,


" Kau tidak memakan Bangku Sekolah? Tidak beradab. " Yaura tersenyum sinis.


" Jangan membuang waktu ! Dimana Kau menyembunyikan Stempelnya?! Apa Kau tidak ingin hidup hah?! " sentak Ibu Hilya yang membuat telinganya hampir pecah.


Tidak ada jawaban, Ayah Reino berjongkok dan menatap Yaura dengan ancaman.


" Kau ingin bersama Ken bukan? Aku akan merestui hubungan Kalian dan membebaskanmu, asal Kau mau memberikan Stempel yang selama ini Aku cari.. " Tegas Ayah Reino.


Yaura mengabaikan mereka berdua.


Geram !!!


" Jika Kau tidak mau memberikan Stempel itu, Maka... " ancam Ibu Hilya, tatapannya menajam.


" KAU DAN KEN AKAN MATI BERSAMA ! " sambung Ibu Hilya dengan penuh penekanan.


DEGGGG !!!! Yaura membuka matanya dan beranjak.


" Bagus.. Yaura pasti akan menurut jika berkaitan dengan Ken.. lagipula mana mungkin Aku menghabisi Anakku, sendiri.. " gumam Ibu Hilya dalam hati, Ia tersenyum puas saat melihat Yaura bereaksi. Begitupun dengan Ayah Reino.


" Kemarilah.. Aku akan memberitahu kepada Kalian.. " ucap Yaura dan mendekati jeruji.


Ibu Hilya dan Ayah Reino pun menyimaknya baik-baik.


" AKU TIDAK PEDULI ! MATI ATAU HIDUPNYA KEN BUKAN URUSANKU ! " UCAP YAURA DENGAN LANTANG.


Mendengarnya, membuat Ibu Hilya dan Ayah Reino murka.


Sementara Yaura nampak tersenyum sinis dan bersikap arrogant.


" Selamat malam. " ucap Yaura, lalu kembali menyenderkan tubuhnya dan memejamkan mata.


" Kurang ajar ! berani-beraninya Kau bersikap seperti ini ! lihat Yaura ! Kau akan menyesal ! " teriak Ayah Reino.


Hendak berkata lagi, namun mereka berdua terburu diseret oleh Petugas Penjara karena waktu jenguk singkat sudah habis.


" Anak Sialan ! Kau akan menyesalinya karena tidak menurut Yaura ! " teriak Ibu Hilya dari kejauhan.


Dirasa sudah pergi, Yaura membuka mata dan mengingat Suaminya.


" Kau tidak akan membunuh Anakmu sendiri. dan Aku tahu, Kau menjadikan Ken sebagai Kelemahanku agar mau memberikan Stempel itu.. " lirih Yaura dalam hati.


Malam menyedihkan pun mulai berlalu, dan datanglah mentari pagi.


PAGI HARI


Para Pangeran Yaura kini nampak sudah bangun dan bersiap.






PENGADILAN


Alfin yang bersiap dengan Baju Jaksanya .




***************************


Jangan lupa like dan votenya


Butuh saran dan kritik juga ♥️♥️


Mohon maaf partnya sedikit😂

__ADS_1


__ADS_2