
Yaura hanya diam.
" Aku malas berurusan dengan Ken .Yang jelas Aku sangat bahagia mendengar kabar ini " gumam Yaura dalam hati . Ia memejamkan matanya kembali dengan hati yang senang .
..........................
Mentari Pagi mulai bersinar
Ken dan Yaura sedang bersiap untuk ke Pemakaman Duka .
Semua awak media memberitakan Kematian Pak Andi.
" Aku lupa, pasti disana akan ada Wartawan dan Peliputan " gumam Yaura dalam hati seraya menoleh ke Televisi yang sedang memberitakan Pemakaman Pak Andi .
Tringg bunyi notifikasi pesan Ponsel.
Ia pun segera membuka layar Ponsel .
" Kak Alfin dan Direktur Besar akan menghadiri Pemakaman . Wartawan akan memotret dirimu, berhati-hati lah " Helena.
" Kak Alfin juga menghadirinya .. Apa bilang saja kepada Ken bahwa Aku tidak bisa ikut .. Ahhh ini Ide buruk, Dia sedang marah denganku, pasti Ken akan semakin marah jika Aku mengatakannya " lirih Yaura seraya menoleh ke arah Ken yang sedang memakai Sepatu Pantopel.
Tidak ada cara lain , Yaura melangkah ke Ruang Ganti mengambil Syal Hitam .
" Aku tunggu di bawah " ujar Ken seraya mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja .
Lantai bawah
Evelyn ,Bianca dan Kevin sudah siap . Mereka semua memakai Pakaian serba hitam sebagai ungkapan rasa Berkabung atau Berbela Sungkawa .
Tak berselang lama Yaura turun .
Mereka pun segera menuju Bagasi mobil . Ken mengemudikan mobil dengan Istrinya . sementara Kevin memakai Sopir bersama Bianca dan Evelyn di dalamnya .
Mereka pun melajukan mobil menuju Pemakaman Duka .
PEMAKAMAN DUKA
Mereka segera turun dari mobil, di Depan Hall tak disangka Ayah Reino dan Ibu Hilya ternyata sampai lebih dulu padahal mereka dari Luar Kota .
Mereka berpelukan sejenak melepas rindu, setelahnya langsung menuju Persemayaman .
Seperti yang dikatakan sebelumnya, Para Wartawan dan Awak media telah memenuhi setiap sudut Ruangan. Gerak gerik mereka sepenuhnya di rekam dan di potret olehnya .
Yaura menggunakan Syal Hitam untuk menutup kepala, layaknya Wanita yang berkerudung .
Setiap langkah Yaura dipenuhi Rasa Khawatir, Ia tidak ingin dirinya diketahui oleh siapapun . Apalagi harus berhadapan terang-terangan dengan Public.
Ruang Persemayaman
Hanya ada satu awak media Nadional yang diizinkan meliput prosesi ini .
Mereka mengikuti Proses Pemakaman dengan Khidmat , Para Petinggi Perusahaan dari berbagai jaringan turut mengikuti , sehingga bisa dibilang Para Orang Penting berkumpul di Ruangan tersebut .
Ayah Reino dan Ken berdiri di barisan paling depan Sementara yang lain di barisan tengah .
Seseorang maju kedepan dan berdiri di samping Ken . merasa tidak asing, Yaura menyipitkan matanya . dan ...
" Kak Alfin .. " lirih Yaura terbelak.
" Kenapa harus berdiri di samping Ken. Jika Aku menaruh bunga ke depan, Dia pasti akan melihatku "
Mencari akal .
" Ekhhhemem " Yaura berdehem kecil , membuat Bianca yang ada di sebelahnya menoleh sinis ke arahnya.
" Bukankah Ken sangat mencintaimu? Kenapa Kau tidak berdiri disampingnya ? Buktikan bahwa Kau memang pantas untuk Ken " lirih Yaura.
" Tidak perlu pembuktian untuk hal itu " tukas Bianca.
" Meskipun Aku Istrinya, tetapi Wartawan belum memberitakan secara resmi tentang Pernikahan Ken dengan Ku . Kau masih dikenal sebagai Tunangannya , Ada Wartawan di depan, Jika Kau berdiri disampingnya sekarang , mereka akan meliputmu dan memotret kebersamaan Kalian berdua . Deadline keromantisan Kau dan Ken akan muncul di Pers ( Berita ) " ujar Yaura .
" Woww setelah Ken memarahi mu , Akhirnya Kau sadar diri " jawab Bianca , Ia kemudian melangkah ke depan untuk berada di samping Ken .
Yaura tersenyum saat Bianca mengikuti arahannya . Hal ini tentu membuat Kak Alfin mengalah dan menggeser diri . Ntah ada urusan apa dengan seseorang, tiba-tiba Kak Alfin berbalik badan dan melangkah ke belakang .
Suasana Khidmat dan Hening , semua orang menunduk.
Setelah Prosesi selesai, Orang yang menghadiri pemakaman pun bergantian maju ke depan untuk menaruh Bunga Lily atau Mawar Putih di depan mimbar Persemayaman, Foto Pak Andi terpajang disana .
Saatnya Keluarga Reino Bachtiar yang maju ke depan . Ayah Reino dan Ken lebih dulu menaruh setangkai Bunga Lily , mereka menundukan kepala di Hadapan Mendiang . Diikuti Ibu Hilya , Evelyn dan Bianca . Dan ..
Yaura maju kedepan, Ia melangkahkan kaki menaiki anak tangga mimbar ( 4 anak tangga ) seraya membawa setangkai Bunga Mawar.
Tatapannya menajam dan mengisyaratkan banyak maksud.
" Akhirnya Kau berhasil Aku lumpuhkan . Selamat bertemu nanti malam, Penghianat ! " lirih Yaura dalam hati seraya menatap Foto Pak Andi , Ia menunduk dan menaruh Bunga disana.
" Kita akan ke Pemakaman Keluarga Devano , Ayah tunggu disana " ujar Ayah Reino dan membuat semua orang terkejut .
" Untuk apa Kita kesana Ayah ? Evelyn ada keperluan " bantah Evelyn .
" Pergilah sekarang dengan Bianca , Kakak yang akan menghadirinya " ujar Ken seraya melangkah .
Setelah mendapat izin Kakaknya, Evelyn dan Bianca meninggalkan Pemakaman , ditemani oleh Kevin .
Sementara yang lain mengikuti perintah Ayah Reino untuk mengunjungi Pemakaman Keluarga Devano yang kebetulan Pemakamannya ada di area ini .
Mereka mulai melangkah keluar ,
" Untuk apa mereka ke Pemakaman Ayah .. " lirih Yaura yang tiba-tiba cemas , Ia menggigit bibir bawahnya .
PEMAKAMAN DEVANO MALIK DAN IBU YANUAR
Tidak ada siapapun disana, Persemayaman mewah dan dipenuhi banyak Bunga Lily dan Mawar Putih . Terpampang foto Mendiang . Saat memasuki area persemayaman , mereka diberi Buket Bunga Lily yang berukuran besar .
Yaura melangkahkan Kaki dengan ragu-ragu.
Di Depan Persemayaman ,
" Lama tak berkunjung Devano , Maafkan Aku " ujar Ayah Reino seraya meneteskan air mata .
Mendengar dan melihat hal ini , membuat Yaura mendelik ke arah mertuanya .
" Yanuar.. rasanya sudah lama Kita tak berbelanja bersama " ucap Ibu Hilya , air mata jatuh dari manik matanya .
Yaura mengalihkan pandangannya ke Ibu Hilya , Ia menatap sendu .
" Apa maksud ini semua ? kenapa mereka menangis ? " batin Yaura .
Ken , Alex dan Vino khusu berdoa , mereka memejamkan matanya .
Terenyuh, Yaura menatap Foto Kedua Orang Tuanya .
" Ayah , Apa maksud ini semua ? Bukankah mereka yang ikut berkonspirasi membunuhmu ? Kenapa mereka begitu menghormatimu ? " lirih Yaura .
Fyi : Ini bukan Pemakaman Asli Kedua Orangtuanya, Yaura sudah memindahkan jenazah Kedua Orangtuanya di Pemakaman Pribadi Miliknya .
Suasana hening , membuat Yaura juga memejamkan matanya .
Setelahnya, Mereka menaiki mimbar dan menaruh Buket Bunga Lily .
" Nak .. Kau dan Istrimu kunjungi Persemayaman Mendiang Yaura . Kami ingin melepas Rindu disini terlebih dahulu " perintah Ayah Reino .
" Wahhh Nama Istrimu sama dengan Nona Yaura " celetuk Alex .
__ADS_1
" Kalian mau ikut ? " tanya Ken kepada Alex dan Vino
" Aku sudah berdoa untuknya ( Yaura ) . Aku ingin mengunjungi teman lamaku dulu " jawab Vino .
" Aku juga ingin mengunjungi Pemakaman Kakek ku ,Ken . Aku juga sudah berdoa untuknya ( Yaura ) " ujar Alex yang kemudian melangkah keluar bersama Vino .
Jadi hanya Ken dan Yaura lah yang mengunjungi Persemayaman Anak Devano , dan mulai melangkah keluar .
PEMAKAMAN YAURA GITA DEVMALIK
Saat memasuki area Persemayaman Yaura , Bau Harum dan Bunga-Bunga segar menghiasi mimbarnya . Foto Yaura kecil terpajang disana .
Ken tiba-tiba melangkah mendekat dengan Ragu .
Petugas Duka memberi keduanya Buket Bunga Mawar Putih .
" Bahkan.. Aku mendatangi Pemakamanku sendiri " lirih Yaura seraya menundukkan pandangannya .
Ken menaiki anak tangga mimbar seraya membawa Buket Bunga di tangannya . Dia menatap foto Yaura kecil .
" Aku datang membawakan Bunga Untukmu , Yaura " lirih Ken dalam hati , pandangannya terarah pada tulisan Yaura Gita Devmalik , kemudian Ia menaruh Buket Bunga disana.
Suasana tiba-tiba menjadi begitu tenang dan sendu
" Di masa lampau , Aku masih memiliki janji yang belum ditepati Kepadamu , Maafkan Aku .. " Ken memejamkan mata, memorinya teringat akan Pertemuan Ken dengan Yaura kecil dimasa lampau .
Mendongakkan kepala, dan Ia melihat Ken yang begitu khusu di depan Persemayamannya.
" Bahkan Suamiku sendiri percaya bahwa Aku sudah tiada " Ken menatap sendu ke Wajah Suaminya .
Bimbang dan tak karuan .
" Apa maksud ini semua .. " mata Yaura berkaca-kaca saat mengingat keluarga Ken yang begitu menghormatinya .
" Apa Aku salah mengambil langkah dan keliru terhadap mereka ? .. " lirih Yaura dalam hati dan teringat kata-kata Bibi Ratih bahwa Keluarga Ken sangat menghormati Keluarganya .
Tenang dan terdiam .
Ken membalikkan badan dan melihat Yaura yang sedang tertegun mematung . Ia menuruni anak tangga .
" Kau masih hidup ? " ujar Ken seraya melangkah ke arahnya .
Mendengar pernyataan ini, membuat Yaura tersentak .
brughhhhhhhh Yaura menjatuhkan Buket Bunga yang Ia pegang ke Lantai .
Mereka bertatapan , mata Yaura berkaca-kaca . Ken memandangnya dengan tatapan dalam .
" Apa maksudmu ? " lirih Yaura melemah .
" Kenapa Kau datang ke Persemayamanmu sendiri ? " jawab Ken .
Tak ada jawaban ,
" Jangan terlalu serius begitu . Maksudku Namamu dengannya ( Yaura ) sama , Kenapa Kau tidak menaiki mimbar dan berdoa untuknya ? Aku tahu bahwa Yaura yang sekarang masih hidup, dan Yaura itu sudah tiada . Tidak perlu setakut itu untuk menaiki mimbar yang namanya sama denganmu " lirih Ken dengan pelan .
Yaura menelan salivanya dan berusaha menenangkan diri .
" Rasanya aneh Aku berdoa untuk seseorang yang namanya sama denganku " Ia mencari alasan untuk mencairkan dengan keadaan.
" Hanya nama yang sama , Sifat kalian sangat berbeda . Berdoalah untuknya " ujar Ken kembali seraya mengambil Buket Bunga yang berada tepat di bawah Kaki Yaura .
" Katakan kepadanya ' Hai Yaura, namaku Yaura . senang bertemu denganmu ' Katakan itu " lirih Ken seraya memberi Buket Bunga kepada Istrinya .
Yaura hanya menganggukkan kepala , lalu berjalan menaiki mimbar dengan langkah terbatah dan ragu .
Ken mengamati Istrinya .
" Jika Yaura masih hidup, mungkin Dia akan sama dengannya ( Istri ) " Ken menundukkan pandangan .
Parkiran
Setelah berkunjung ke Pemakaman, Ken & Yaura masuk ke mobil .
Yaura sibuk memasang seat belt , tiba-tiba Ia teringat harus berlatih dengan Kak Alfin .
" Apa Kau langsung pulang Ken? "
" Iyah , Kenapa ? " jawab Ken singkat seraya melajukan mobil.
" Aku harus bekerja , turunkan di depan saja . Aku akan langsung ke Kantor " lirih Yaura .
" Di depan tidak ada Taksi . Kau mau jalan kaki ? " ketus Ken .
" Ada .. " lirih Yaura .
Ken tak melanjutkan pembicaraan . Ia fokus menyetir .
DEPARTEMENT PEMERINTAH
Ternyata Ken mengantarkannya meskipun dalam keadaan marahan .
" Kau masih menggunakan Seragam Duka , Apa Kau tidak malu memakainya ? " tanya Ken tanpa memandang wajah Istrinya .
" Aku punya cadangan di Loker .Terima Kasih " jawab Yaura seraya membuka pintu mobil.
Tak membuang waktu , Ken segera putar balik . Ia mengamati Yaura dari kaca spion mobil.
" Rasanya tidak adil jika Aku hanya kesal dengannya ( Yaura ) . Lain kali, Aku benar-benar akan memperingatkan Vino, tak peduli apa yang Evelyn katakan " gumam Ken dalam hati .
KANTOR NIS
Yaura menuju loker dan berganti Seragam Resmi NIS , Ia memasang perlengkapan lengkap ( Earpiece dan Senjata ) .
Kak Alfin kebetulan berpapasan dengan Yaura.
" Langsung masuk mobil, Kita pergi ke Wilayah Militer " perintah Kak Alfin .
Yaura menundukkan kepalanya,
" Baik Pak.. " Kemudian mengikuti langkah kaki Kak Alfin .
4 Mobil telah siap menuju Wilayah Militer . Kak Alfin mengambil posisi kemudi ,
" Masuklah " ucap Kak Alfin seraya memasukkan kunci.
Yaura pun segera duduk di sebelahnya .
" Apa Helena tidak ikut ? " batin Yaura .
Kak Alfin melajukan mobil .
DISTRICK MILITER
Mobil rombongan NIS sampai di tempat tujuan . Mereka pun segera turun .
" Yauraaaaaa " teriak Helena seraya berlari kecil ke arah sahabatnya .
" Helena " Yaura menoleh dan melebarkan senyum .
Melihat ini,
" Jangan seperti anak kecil yang tidak bertemu berabad-abad . Ganti Pakaian Kalian dengan Rompi Anti Peluru, Pastikan alat safety terpasang dengan benar . Kalian akan melawan ku " Tegas Kak Alfin seraya membawa peralatan senjata .
Mendapat omelan dari Kak Alfin, membuat mereka diam .
__ADS_1
" Baik Kak .. " celetuk Helena ( Bahasa Informal ).
Kak Alfin melototkan matanya .
" Baik Pak .. Maksudnya " Yaura membenarkan perkataan Helena dan menunduk hormat.
" Dasar Bodoh. Kau tidak tahu singa sedang ada di depan Kita " celoteh Yaura .
Helena terkekeh dibuatnya .
Area Pertempuran Militer
Mereka sudah siap dengan Seragam Anti Peluru dan Safety . Berseragam Serba Hitam adalah Kebanggaan Mereka.
Medan Perang
Helikopter telah disiapkan .
Yaura sudah bersiap di titik yang di tentukan , Ia sedang memeriksa senjatanya . Namun ..
Tiba-tiba teringat, perkataan Ken di Pemakaman . dan Semua Drama Pernikahan yang Dia lewati , Dari Mulai Bianca dan Evelyn yang begitu membencinya , Ken yang menganggap dirinya rendah , serta Perlakuan Keluarga Reino yang sulit ditebak .
Wajahnya menjadi murung
" Tidak ada seorangpun disana yang berpihak Kepadaku, sekalipun itu Suamiku sendiri " lirih Yaura dalam hati , Ia teringat ucapan Ken yang bilang bahwa dirinya Wanita Murahan .
Lain keadaan,
Kak Alfin menekan tombol Earpiece .
" Lakukan pemanasan dan peregangan . setelah Ini, Kita akan simulasi penyanderaan " perintah Kak Alfin .
Earpiece otomatis telah aktif .
" Siap Pak .. " jawab semua anggota.
Mereka pun melakukan peregangan dan pemanasan .
30 menit berlalu .
" Bersiaplah ! Aku tidak ingin satupun ada yang gagal . Aku benar-benar akan menembak Kalian " Warning Kak Alfin yang sedang menyiapkan peluru .
Mendengar ini,
" Jika Aku lemah , Siapa yang akan melanjutkan ini semua " Yaura menguat ,
ckllckll ckllkkk tangannya mengangkat senjata .
" 1 "
" 2 " Hitung Kak Alfin dari earpiece, suara ini terdengar jelas di telinga Para Agent .
" FIREEEEE !!!!!! " teriak Kak Alfin ,
Dorrrr dorrr dorrr dorrdror Ia mulai melangkah dan menembaki TIM nya .
Mendengar peluru, Yaura teringat saat Ayahnya ditembaki oleh Peluru yang sama .
" Aku akan menghancurkan kalian semua "
Dorrr dorrr doorrr dorrr Yaura melangkah maju melawan Kak Alfin,
Bukan Kak Alfin yang Ia bayangkan di depannya, Melainkan rekaman masa lalu kelam . Hal ini membuatnya Brutal .
dorrrr dorrr dorrr Yaura menembaki Kak Alfin tanpa henti, tatapannya kosong , Hanya ada amarah yang menyelimutinya .
" Dia kenapa ? " batin seorang Agent .
" Astaga Yaura , Dia kenapa bertindak di luar aturan " batin Helena .
Dorrr dorrr dorr Kak Alfin membalas tembakan Yaura .
" Apa Dia sedang ada masalah ? Pelurunya di luar kendali " lirih Kak Alfin seraya terus menghindari peluru rekan satu Timnya .
WILAYAH TERTENTU
Ken mendatangi suatu Gedung Tua , Ia menaiki anak tangga dengan begitu berkharisma dan menuju ke atap Gedung tersebut .
" Dimana kalian menemukannya ? " tanya Ken kepada salah satu Tim nya .
" Di Tempat Perbelanjaan , Dia sangat sulit di tangkap. Perlu Kita membunuhnya ? "
" Jangan membunuhnya " jawab Ken .
" Baiklah Big Boss " ujar Tim tersebut .
Ken mengambil teropong untuk melihat posisi Orang yang sedang Dia incar .
" Ukur berapa jaraknya " perintah Ken seraya menajamkan kefokusan teropong .
Tim pun segera mengambil alat pengukur jarak,
" 558 m dari titik tengah " ujar Tim tersebut seraya mengoperasikan alat pengukur .
" Ini terlalu jauh Big Boss, kemungkinan meleset . Kita bisa kehilangan jejak Jika Dia berhasil lolos dari tembakan" lanjutnya .
Ken menurunkan teropongnya ,
" Berlatihlah menembak dengan lebih giat . Lawanmu bukan orang sembarangan " ujar Ken kepada Tim nya .
Ken pun segera mengambil senjata dari Tas Miliknya .
" Aku yang akan melakukannya " tutur Ken seraya menyiapkan posisi senjata .
" Wow .. Kami iri denganmu "
" Bersiaplah dengan senjata kalian " Ken mengukur kefokusan senjata .
Ia terlihat sangat Menawan dan begitu Gentleman .
Laser merah menyala dan membidik target , Ken menarik pelatuknya .
dan ..
dorrrrrr dorrrrr dorrr dorrr Peluru Ia terus tembakkan di Kaki dan lengan korban .
Dalam hitungan detik dan beberapa peluru saja, Ken berhasil melumpuhkan target .
" Kau sangat hebat " puji salah satu tim .
Ken menurunkan senjatanya ,
" Cepat bawa Dia ke mobil " perintah Ken .
Tim pun segera bergegas dan menuruni anak tangga untuk meringkus target .
..................
BUTUH SARAN DAN KRITIK
JANGAN LUPA LIKE NYA GAESSSSSS
Ini hanya Cerita Kehaluan semata . Mohon maaf jika merasa tidak masuk akal wkwkkwkw :-)
__ADS_1