
" Selamat Datang , Nona Yaura Gita Devmalik. Kami menghormatimu " Sapa Ken, Ia menirukan suara khas pegawai G&D di masa lampau,ketika menyapa Putri Direktur Utama.
" Jadikan scraf sebagai Kerudung yang menutupi kepalamu, kaca mata ,dan masker wajah agar Kau tidak terlihat oleh mereka." Ken mengulurkan sebuah kerudung kepada Istrinya.
Mendengar Ken menyapanya sebagai Putri G&D, Ia pun mengingat kembali saat dimana dirinya mendapat salam penghormatan dari berbagai kalangan ketika berada di Hotel atau Rumah Sakit.
Yaura menurunkan pandangan,tatapannya begitu sendu nan sayu, rasa tidak percaya, syok, terharu dan mengingat masa lalu bercampur aduk menjadi satu. Ia sangat ingat bahwa G&D adalah Identitas Sang Ayah, walaupun tidak sering berkunjung , namun Ia sesekali ikut pergi ke Perusahaan bersama Ayahnya untuk meeting atau sekedar bermain. Saat dimana Ia begitu dihormati dan disanjung membuat hatinya merasa sesak, bagaimana tidak ? kini setelah 10 Tahun lamanya tidak menginjak G&D, tiba-tiba seseorang berhasil membuat kakinya kembali menginjak Perusahaan Berkelas tersebut .
Tanpa banyak berkata, Yaura langsung memakai scraf yang Ia gunakan sebagai tutup kepala, tak ketinggalan kacamata berwarna hitam keluaran DIOR pun ikut andil dalam penyamarannya.
Kini bagian wajah dan rambut sepenuhnya tertutup,siapapun tidak akan bisa mengenali jika itu adalah Yaura. disaat yang bersamaan, Para Pengawal nampak membukakan pintu mobil lalu mempersilahkan Tuan nya turun.
" Kita keluar sekarang.. " ajak Ken.
Mengetahui Pimpinannya telah tiba, Para Pegawai G&D pun kompak membungkukkan badan.
" Selamat Datang Tuan Ken. " sapa mereka saat Ken menapakan kaki di tanah.
Bukannya turun, mata Yaura justru menatap Para Pegawai G&D dari balik kacamata hitam yang Ia kenakan.
" Seperti mimpi.. " lirihnya dalam hati.
" Ayo turun.. " Ken mengulurkan tangan.
Sejenak diam dan ragu, kini Yaura menyambut uluran tangan Sang Suami lalu turun dari mobil.
" Selamat Datang Nona.. " sapa Pegawai G&D seraya membungkukkan badan.
Deg !!!! mata Yaura berkaca saat melihat Pegawai G&D mengucapkan salam hormat kepadanya, setelah sekian lama, akhirnya Ia kembali melihat pemandangan ini.
" Terakhir kali Aku kesini bersama Ayah dan Ibu " isaknya dalam hati.
Tukk tukkk tukkk tukk hentakan higheels dengan lantai, Yaura melangkah mendahului Ken dengan terbatah dan ragu, tatapannya terarah pada Monument Kecil yang terpajang foto Mendiang Sang Ayah dan Ibunda.
" Ayah .. Ibu.. " lirihnya dalam hati, Ia menundukkan kepala sebagai salam hormat.
Begitupun dengan Ken yang ikut menundukkan kepalanya.
" Restui Putrimu, Ayah. Dia akan kembali memegang G&D dan menaiki Podium Kehormatanmu." lirih Ken dalam hati.
Dari dalam, seseorang nampak keluar, Ialah Pak Andi, melihat didepannya ada Yaura, Ia pun langsung membungkukkan badannya.
" Selamat Datang, Nona.. " sapa Pak Andi diiringi senyum.
" Para Tamu Undangan telah menunggu lama, mari ke dalam. " sambungnya sembari mempersilahkan Yaura dan Ken untuk melangkah lebih dulu.
Tukkk tukkk tukk Yaura melangkah mendahului mereka, matanya menyapu bersih seluruh Ruangan.
Degg !! Air mata menetes dari manik matanya saat melihat Desain dan Interior Hotel sama persis seperti G&D sebelumnya.
Tangan Yaura gemetar, yang Ia lihat sekarang seperti mimpi di Siang hari.
" Bagaimana bisa Ken membuatnya sama persis seperti ini.. " lirihnya dalam hati. Ia terus melangkah dengan terbata, lututnya melemas seakan tidak kuat berjalan.
Ken memandangi Sang Istri dari belakang sambil menarik sudut bibirnya.
" Ini belum seberapa,Yaura.." ucapnya dengan pelan.
Ingin membicarakan sesuatu, Ken menyuruh Pak Andi pergi lebih dulu ke Ruang Konferensi Pers, setelahnya Ia membawa Sang Istri masuk kedalam Ruangan Direktur Utama.
Direktur Utama
Ken dan Yaura kini berada di depan pintu, karena menggunakan pintu canggih,
" Kemarikan tanganmu.. " ucap Ken dengan lembut, sembari meraih telapak tangan Sang Istri.
Triningggg pintu terbuka saat telapak tangan Yaura menyentuh finger pada pintu.dan..
Yaura membelakkan kedua matanya saat dirinya disambut oleh tampilan Layar Proyektor yang menampilkan mendiang Sang Ayah.
" Ayah.." Yaura melangkah masuk, Ia langsung melepaskan kaca mata dan masker yang menutupi Wajahnya.
Ken berdiri di samping Istrinya,karena pintu otomatis terkunci jadi tidak perlu ada yang perlu di khawatirkan.
Jrengggggg tampilan itu mulai bergerak.
" Selamat Datang Putri Ayah, Yaura Gita Devmalik. Bagaimana kabarmu Sayang? Semoga Kau baik-baik saja serta dalam lindungan Tuhan. Ayah dan Ibu sangat merindukanmu Sayang, Apa Kau juga merindukan Kami? " ucap Devano dalam rekaman video tersebut.
Yaura meneteskan air mata.
" Aku sangat merindukanmu,Ayah.. " jawab Yaura sembari tersenyum diiringi derai air mata.
" Jangan menangis,Anakku. Ayah tahu Kau adalah Putri Ayah yang kuat. Jika suatu saat nanti Ayah dan Ibu tidak ada disisimu,tolong jaga dirimu dengan baik, makanlah yang kenyang dan juga selalu bahagia.. Maafkan Kami Yaura,Ayah dan Ibu selalu sibuk sehingga tidak sempat menghabiskan banyak waktu denganmu Sayang, tetapi percayalah, Kami sangat menyayangimu.. " tutur Devano, air mata jatuh membasahi pipinya.
Hiksssss Yaura memejamkan mata dan mengisak, Ia tidak menyangka ada rekaman terakhir Sang Ayah.
" Sayang, apa Ayah boleh meminta sesuatu kepadamu? "
" Dulu, saat Kau baru lahir ke dunia ini, Ayah dan Ibu sepakat memberimu nama yang begitu indah yaitu YAURA GITA DEVMALIK,yang berarti WANITA CERDAS ,TANGGUH ,MANDIRI, MEMILIKI HATI BAIK DAN BUDI PEKERTI LUHUR, JUGA DIRI YANG TERLINDUNGI SEPERTI BERLIAN. Kau adalah Hadiah Tuhan yang paling berharga bagi Kami,Sayang. Jika suatu saat Kami tiada, tolong tetap ingat pesan Ayah dan Ibu ini.. "
" Carilah pendamping yang menyayangimu tanpa syarat, mau menerima kekurangan, dan menjagamu, Sayang. Teruskan Kepemimpinan G&D yang selama ini Ayah bangun, ada Darah MALIK didalam dirimu,Sayang. Kau Putri Ayah,Devano Malik. Hanya Kau yang berhak memiliki semuanya, lanjutkan Garis Darah Malik hingga Kau memiliki seorang Anak yang merupakan Cucu Devano Malik. Arghhhhh rasanya Ayah sudah tidak sabar menggendong cucu Ayah , padahal Anak Ayah ini baru berumur 15 Tahun .. " Devano terkekeh saat menyadari Ia ingin segera memiliki seorang cucu padahal Yaura masih berumur belasan.
" Kau ini dasar ! Anak Kita masih kecil, nanti umur Dua Puluh ke atas baru bisa melahirkan seorang cucu untuk Ayah dan Ibu, Iyah kan Sayang? Cucu Ibu pasti sangat menggemaskan dan cantik seperti Neneknya " saut Ibu Yanuar yang berada disamping Devano, senyum manis terukir di bibir Wanita Paruh Baya itu.
" Terlalu percaya diri ! tentu cantik seperti Ibunya,bukan seperti dirimu. Tetapi jika Pria,mungkin cucu Kita akan tampan sepertiku.. " celetuk Devano yang tidak mau kalah dengan Istrinya.
" Cucu Kita pasti akan tampan seperti Ayahnya,bukan sepertimu ! " balas Yanuar yang tidak mau kalah sama sekali. Dan..
Off rekaman pun telah habis durasi
Degg !!! Yaura tidak bisa berkata-kata lagi saat mendengar keinginan Ibu dan Ayahnya, hanya air mata yang mampu menjelaskan semuanya.
Ken berdiri didepan Istrinya,
" Duduklah.." Ia memegang bahu Yaura lalu mendudukkan tubuhnya di kursi Direktur. tangannya kini memegang sebuah tissu,
" Kau sudah mendengar semuanya Kan? " tanya Ken seraya menghapus air mata yang terus mengalir dari mata Istrinya.
Yaura menganggukkan kepala,
" Darimana Kau mendapatkan rekaman itu? hiksss " tanyanya.
" Saat ikut terjun merenovasi G&D, Aku tidak sengaja menemukan flashdisk di laci Direktur Utama.ternyata itu berisi rekaman Ayah Devano dan beberapa file terdahulu.. berhentilah menangis, lalu kuatkan dirimu untuk menghadapi mereka sekarang.. " Ken bersimpuh dihadapan Yaura yang sedang duduk kursi,lalu menggenggam tangan Istrinya dengan erat.
Mata mereka kini beradu pandang dengan tatapan dalam.
" Kau terlahir sebagai Putri Devano Malik, Sang Penerus G&D bukan sebagai Agent NIS. Lahirlah kembali sekarang, lupakan NIS. Kau Wanita Bersenjata yang mahir menggunakan senjata kelas berat, tetapi kenyataannya kemampuanmu tidak bisa melindungi dan menyelamatkan nyawamu,Yaura. Kemampuan dirimu justru menjadi boomerang yang menyebabkan Kau terlibat dengan berbagai Kelompok Dunia Hitam. Semahir apapun Kau menggunakan peredam, nyatanya semuanya akan kalah dengan UANG DAN KEKUASAAN. Uang memang bukan segalanya, tetapi Uang bisa membuat nyawamu sedikit aman. Sekarang mari Kita mencoba dengan Uang dan Kekuasaan, apakah mereka tetap mengincar dirimu seperti dulu? atau kini mereka tunduk karena Kau memiliki banyak Uang dan Kekuasaan untuk mengendalikan Para Bedebah Negara !? " tutur Ken dengan lembut.
" Tutup lembaran yang lalu, dan buka lembaran baru. Kita hidup di zaman yang penuh kemunafikan dan keserakahan, jika dengan cara terhormat Kau kalah, Maka Kau juga harus bermain dengan cara seperti mereka. Tunjukkan letak dan posisimu sebenarnya, hukum mati yang ikut berkonspirasi, juga buat mereka jera. Kau tidak ingin ada orang lain yang bernasib sepertimu bukan? " tanya Ken seraya menatap Istrinya.
Yaura menganggukkan kepala dengan pelan,matanya masih memerah.
" Bangkitlah sekarang.. "
" Di Ruang Konferensi Pers, ada banyak sekali media dan wartawan, ini kesempatan bagus untukmu agar bisa membuat Para Bedebah Negara Jera. " tutur Ken sembari berdiri.
Yaura menurunkan pandangan, Ia menyerap dengan baik semua nasehat Suaminya.
Tidak menjawab, Yaura kembali memakai kerudung. Ia menguatkan diri dan berusaha menahan tangis.
Ken tersenyum saat melihat Sang Istri bersiap.
Setelah kerudung yang kembali membungkus rambut panjangnya, Ia pun memakai masker dan kacamata, lalu berdiri, tatapannya kosong nan datar.
Ken meraih tangan Yaura ,lalu melangkah keluar bersama.
Tukkkk tukkk tukk hentakan sepatu keduanya.
KONFERENSI PERS
Ken melepas pegangan tangannya, Ia melangkah masuk terlebih dahulu.terlihat Para Tamu Undangan VVIP telah menunggu di kursinya masing-masing. Penampilan Tamu VVIP begitu mencengangkan, hampir semua tamu hadir tanpa pengecualian, termasuk Para Iblis yang duduk di kursi paling depan, mereka dijaga oleh SWATT.
Ken sengaja mengundang mereka agar bisa menyaksikan Yaura secara langsung, dan artinya mereka akan segera mati karena Istrinya masih hidup,sehingga proses pengadilan pun akan kembali berlanjut.
Tukkkk tukk tukk bunyi hentakan sepatu pantofel saat menuruni anak tangga mengalihkan perhatian Para Tamu Undangan.
Melihat bahwa itu adalah KEN, seorang Pengusaha Muda yang kaya raya dan terkenal, membuat Tamu Wanita bersorak.
" Astaga.. apa itu Tuan Ken? Dia sangat tampan."
" Kendrick ? Gila ! Dia bahkan lebih tampan dari postingan di Internet. "
" Para CEO Muda memang tampan-tampan,tetapi Aku rasa,Kendrick lah yang paling tampan. "
" Lihatlah ! Wajahnya begitu manis, Ia begitu gagah dan manly "
" Good Boy ! "
" Rich Boy is back ! ".
Ia, itulah pujian dari Tamu Wanita saat melihat Ken yang terpampang di Layar Monitor.
" Baiklah,acaranya akan segera dimulai, karena Tuan Ken sudah datang. " ucap MC yang berada di depan panggung.
Ken hanya diam lalu mendudukkan dirinya di samping Pak Agus yang berada di kursi paling depan. Ia sejajar dengan David,Alfin,Kevin,Alex,Vino, Lisya , Nona Lee, Bibi Arum ,Lolly, Anin dan Sang Adik,yaitu Evelyn.
Rindu, Evelyn yang berada di sebelah Vino langsung beranjak dan menghampiri Kakaknya.
" Kakak !!! Kau ini sangat jahat ! hikss .. Kakak kemana saja? " Evelyn merengek dan menangis karena rindu.
Ken berdiri lalu memeluk Adik semata wayangnya.
" Kakak merindukanmu.. " ucap Ken sambil melukiskan senyum di bibirnya, bagaimana pun keadaannya , Evelyn tetaplah Evelyn yang Ia sayangi.
" Bohong ! merindukanku tetapi meninggalkan Evelyn sendirian hiksssss " isak Evelyn di pelukan kakaknya.
Kakak beradik ini sejenak melepas rindu,diikuti oleh yang lainnya, saling memeluk, menyapa ,dan bertanya tentang kabar ,karena Delapan Bulan tidak bertemu.
Meskipun senang karena G&D kembali berdiri, namun Dua Pria nampak menyembunyikan kesedihan saat melihat Bingkai Foto Berukuran Besar yang menampilkan sosok Wanita Cantik nan Muda terhias Bunga Lilly dan Mawar Putih di tepi Bingkai membuat senyum mereka pudar. Bingkai itu bersanding dengan Foto Sang Pendiri G&D, yaitu Devano Malik dan Yanuar Hiltasari.
" Delapan Bulan berlalu, dan Kau benar-benar tiada, Yaura.. " lirih David yang berada disebelah Dokter Lee.
" Pekerjaan menjadi sangat membosankan, saat tidak ada Wanita Gila yang suka memprotes Ketua Tim nya sendiri.Aku merindukanmu, Yaura.. " lirih Alfin seraya memandangi foto Yaura.
Lisya yang berada disebelah Alfin pun nampak faham bahwa Ketua Tim nya itu masih sangat mencintai Yaura, Ia hanya bisa memejamkan kedua mata dan menerima kenyataan bahwa Pria yang mencuri ciuman pertamanya itu masih mengharapkan seseorang yang sudah tiada.
Tiba-tiba
Brughhhh Dokter Lee tidak sengaja menjatuhkan ponselnya ke bawah. Hendak berjongkok,
" Biar Aku yang mengambilnya.. " David yang begitu peka terhadap Wanita langsung menawarkan bantuan kepada Dokter Lee, Ia berjongkok dan mengambil ponsel Dokter Lee yang berada di bawah kursi.
" David, maaf.. Aku merepotkanmu.. " ucap Lee yang merasa tidak enak hati.
" Sama sekali tidak merepotkan.. " jawab David dengan santai namun terdengar cuek, Ia menyodorkan ponsel tersebut kepada pemiliknya.
Berbeda dengan yang lain, Lolly yang baru pertama kali menghadiri acara formal nan besar seperti ini merasa sangat takjub,matanya tak henti menyoroti setiap Tamu Undangan.
" Astaga.. Aku tidak menyangka, Kak Ken memiliki jaringan pertemanan seluas ini.Gila ! Semuanya sangat tampan dan berkelas ! andai Aku bisa memiliki salah satu mereka.. pasti rasanya sangat menyenangkan.. " Lolly menjerit kegirangan sembari menggigit bibir bawahnya.
" Aku juga tidak menyangka. Menurut Kakak,yang tampan itu Mas itu tuh.. mirip Liminho " Anin ikut girang seperti Adiknya,seraya menunjukkan seorang Pria tinggi yang begitu tampan.
" Lolly lebih suka , yang muda itu.. Astaga.. Dia sangat berkharisma,seperti CEO-CEO di Noveltoon ! " Lolly menunjukkan salah satu pemuda.
" Tetapi yang paling tampan sebenarnya adalah Kak Ken, lihatlah Kak ! Ken benar-benar seperti CEO Kaya Raya yang ada di dunia Noveltoon ! Semua kalangan hampir Kak Ken undang ke acara G&D ! Gila ! ini seperti Negeri Dongeng. " sambungnya.
Alex yang berada disebelah kanan Lolly,
" Dasar Kampungan ! jangan terlalu norak Lollypop ! " seru Alex saat mendengar semua celoteh Lolly yang membuat telinganya terganggu.
Diejek kampungan,membuat Lolly melototkan kedua matanya.
" Diam ! Aku tidak berbicara denganmu yah Tuan Macan ! Dasar Macan ! " ketusnya.
Geram karena selalu mengejeknya macan,
" Tutup mulutmu ! sebelum Aku mendatangkan Harimau Benggala untuk memangsa Gadis Gila seperti dirimu ! " ancam Alex yang tak kalah melototkan kedua matanya.
" Jika Aku gila, maka yang duduk disebelahku juga Gila ! Orang Gila berkumpul dengan Orang Gila ! " tukas Lolly yang tak mau kalah dari Alex.
Deg !!! Anin, yang berada di sebelahnya pun langsung melotot.
" Jadi maksudmu Kakak juga gila !? " sentak Anin.
Lmaooooo Alex tertawa melihat Lolly disentak Kakaknya sendiri.
" Marahi saja Dia, Anin. sangat kurang ajar mengumpat Kakaknya sendiri ! " timpal Alex yang memanasi Anin.
" Rasakan Kau Lollypop ! " sambungnya dalam hati, bibirnya menahan senyum.
" Dasar Kompor ! Diam Kau ! Atau Aku timpuk pakai Higheels ?! " sentak Lolly pada Alex.
" Kakak.. maksudku yang gila itu bukan Kakak,tetapi Alex ! " Lolly mengalihkan pandangan ke Sang Kakak,wajahnya begitu memelas agar Anin tidak memarahinya.
" Kalian berdua ini sehari saja tidak bertengkar? apa tidak bisa?! " Ketus Anin yang merasa melihat Alex dan Lolly selalu ribut dimanapun dan kapanpun.
Kevin yang berada dibelakangnya pun tersenyum,
" Nikahkan saja mereka berdua, Aku yakin mereka akan akur . " sautnya dari belakang.
Kompak menoleh ke belakang,dan..
" OGAH !!!!! " tolak Alex dan Lolly bersamaan.
Lain keadaan,
Reino dan Hilya yang memperhatikan Sang Anak dari kejauhan,merasa begitu sedih karena mereka sama sekali tidak menghampirinya.
" Evelyn tadi bertatapan denganku,tetapi tidak bertanya tentang Ibunya sama sekali hiksss " isak Hilya.
Reino hanya menundukkan pandangan, Ia sangat ingat bagaimana Ken memutuskan hubungan dengannya.
" Aku juga rindu,mereka memanggilku AYAH.. " lirihnya dalam hati.
***************
__ADS_1
1 Jam acara berlangsung, saatnya acara inti.
" Kami mempersilahkan Tuan Ken untuk menaiki podium dan memberikan Orasi terkait G&D selaku Direktur Utama. " ucap MC dari microphone.
Melihat Ken akan maju ke depan,semua Tamu pun tepuk tangan dan bersorak ria.
" Bersiaplah dengan pertanyaan Kalian ! Tuan Ken akan maju kedepan,ini kesempatan Kita untuk mencecar banyak pertanyaan kepadanya ! " ujar seorang Jurnalis. Kini Para Wartawan telah bersiap dengan kamera dan beberapa Reporter siap mewawancarainya.
Tak menggubris, Ken malah menarik sudut bibirnya yang manis itu, Ia tak kunjung maju kedepan dan hanya duduk diam ditempat.
" Tuan Ken,silahkan maju kedepan.. " ucap MC kembali.
Tak meladeni,Ken tetap diam, membuat Tamu Undangan bingung dan bertanya-tanya.
Tiba-tiba
Jrengggggggg Pintu Konferensi Pers terbuka menampakkan seorang Wanita tingi berkerudung dan berkaca mata.
Tukkkk tukkk tukk Yaura menuruni anak tangga dengan pelan dan hati-hati, tatapannya begitu kosong dan datar, namun hatinya berkecambuk saat melihat Ruang Konferensi Pers yang dipenuhi oleh banyak orang, matanya berkaca dan tidak menyangka hari ini Dia akan mengambil Hak nya.
Pandangan Tamu kini terarah pada Yaura , karena memakai rok selutut,membuat Kaki Jenjang nya terekspose. Kulitnya sangat putih,kukunya pun sangat cantik.
Melihat Wanita Asing yang masuk dengan begitu percaya diri saat acara hampir selesai,membuat Para Tamu Undangan menatapnya sinis,namun beberapa dari mereka ada yang merasa penasaran.
" Siapa Dia? "
" Siapa Wanita itu? kenapa memakai kerudung? "
" Apa Dia tidak tahu malu? acaranya hampir selesai. "
" Sepertinya Tamu Penting.. "
" Kelihatannya cantik.. "
Iyah itulah gunjingan yang terarah pada Yaura.
Tukkk tukkk tukkk Yaura melangkah melewati Tamu Undangan,sepanjang itu pula Para Tamu menatap ke arahnya. Langkahnya begitu terbata,namun kharisma dan aura dingin yang terpancar dari dalam dirinya begitu kuat.
Ken menoleh ke arah belakang, Ia melihat Sang Istri mulai mendekat, senyum manis terulas dari bibirnya. dan..
Ken menjadi Orang Pertama yang berdiri saat melihat Yaura.
DEGGG !!!!! Tamu Undangan kebingungan saat Ken berdiri, itu artinya Wanita itu adalah orang penting dan dihormati.
" Ken berdiri ? itu berarti bukan Dia Direktur Utamanya.. " Kevin langsung faham dengan masalah ini. Diikuti oleh Para Tamu Undangan yang berfikir seperti itu.
Setelah Ken berdiri, kini Pak Agus, kemudian diikuti oleh Bibi Arum dan Nona Lee yang berdiri. Mereka tersenyum bahagia.
Alfin, David dan lainnya merasa kebingungan.
" Kau terlahir sebagai Putri Devano Malik, Sang Penerus G&D bukan sebagai Agent NIS. Lahirlah kembali sekarang, lupakan NIS." ucapan Ken terus terngiang dan mengiringi langkah kakinya.
Tukkk tukkk tukk Yaura menaiki panggung dengan pakaian formal. pandangannya terarah pada Foto Mendiang Ayah dan Ibunya yang terpajang sebagai penghormatan, tak ketinggalan, Foto Dirinya yang sudah mengenakan pita hitam dan bunga lilly yang menghiasi bingkainya.
Yaura kini berdiri tepat di depan Foto Dirinya yang berbaju putih dan membelakangi Para Tamu Undangan.
" Nona mohon maaf, ini adalah giliran Tuan Ken yang maju ke depan, silahkan turun panggung terlebih dahulu Nona.. " ucap MC yang merasa terganggu.
Para Iblis yang terborgol pun nampak kebingungan.
Yaura diam ditempat, Ia menundukkan pandangannya,Dan
YAURA MELEPAS SCRAF LALU MENJATUHKANNYA KE LANTAI, HINGGA RAMBUT PANJANG YANG TERURAINYA PUN TERLIHAT, KACA MATA PUN TAK LUPA IA TANGGALKAN.
Yaura menatap foto dirinya secara langsung tanpa kacamata, tatapannya sangat dingin. MC yang melihat mata Yaura sangat mirip dengan yang di foto pun membelakkan kedua matanya.
" Ya Tuhan, Siapa Nona ini? kenapa mirip dengan Mendiang Nona Yaura? " tanyanya dalam hati, tangannya gemetar sehingga microphone pun bergerak.
Setelah puas memandangi foto dirinya, Yaura kini mengalihkan pandangannya ke MC dan menatapnya.
MC ketakutan saat menatap matanya,
" A-a-apan ini? " ucapnya terbatah.
Para Tamu Undangan nampak penasaran dan terus membicarakannya.
DEG !!!
DEGG !
DEGG !!! Suasana menjadi begitu tegang dan mencekam.
dan..
Tangan Yaura perlahan membuka maskernya, lalu..
Jrenggggg Yaura berbalik badan menghadap Tamu Undangan, tatapannya dingin namun kharismatik, santai namun mematikan.
DEGGG !!!!! Para Tamu Undangan membelakkan kedua matanya dan berdiri. Foto Yaura dengan Wanita yang di hadapannya itu sangat mirip.
" NONA YAURA ? "
" NONA YAURA MASIH HIDUP ? "
" YA TUHAN,YAURA.. " Alfin dan David langsung berdiri, mereka sangat terkejut dan menatap Yaura yang berdiri tepat di depannya.
Tamu Undangan membelakkan matanya, dan berbisik satu sama lain hingga membuat kebisingan di Ruangan tersebut.
Deg !!! Para Wartawan yang berjejer di depannya pun tidak kalah terkejut.
Cekrek cekret cekrek suara jepretan dan flash kamera wartawan ikut andil mengabadikan moment emas ini.
" Nona Yaura.. Nona Yaura ternyata masih hidup, liput semua Konferensi Pers hari ini tanpa jeda ! " titah Wartawan kepada kameramen.
Semua Orang terkejut dan sangat syok melihat Yaura masih hidup. termasuk Para Iblis,
" Yaura, Dia masih hidup.. "
" Yaura.. "
" Yaura.. " ucap Para Iblis yang merasa was-was karena Yaura hidup,itu artinya eksekusi mati siap menanti.
Yaura hanya diam, matanya menyapu bersih seluruh Ruangan. Setelah bersanding dengan fotonya, Ia pun kembali berbalik badan. Tangannya melepas semua Bunga Lilly dan Pita Hitam yang menghiasi bingkai foto dirinya tersebut.
MC tidak bisa berkata apapun, Ia mematung dan tidak percaya Yaura hidup.
Setelah membuang Bunga Lilly dan Pita Hitam, Yaura melangkah menaiki podium.
DEGG !!! Melihat Yaura yang menaiki podium membuat Tamu Undangan Takjub.
" Dia memang Nona Yaura, hanya Dia yang bisa meneruskan G&D , tetapi bukankah Nona sudah tiada? " ucap Tamu.
" Bagaimana Yaura bisa hidup? " tanya Alfin dan David dalam hati.
Melihat Yaura menaiki podium tanpa berkata apapun , tiba-tiba Para Pemegang Saham Utama berlari mendekat dan berebut kursi utama yang ada di panggung.
" Salam Hormat, Nona Yaura . Kami akan bergabung denganmu,Nona " Mereka membungkukkan badannya di hadapan Yaura.
" Nona Yaura , Kami akan menjalin hubungan kerja sama dengan G&D jangka panjang. " ucap seorang Pria Muda sembari membungkukkan badannya .
Yaura hanya diam dan mengamati semua orang.
Melihat orang tunduk, membuat Ken tersenyum.
" Belum berbicara,namun Kau sudah menakuti mereka. Hebat Yaura .. " puji Ken.
Kamera Wartawan kini fokus meliput Yaura dan merekamnya.
" Hormat Kami Nona. " sapa salah satu Reporter Utama seraya membungkukkan kepalanya.
Para Iblis tercengang, mulutnya menganga,matanya melotot.
" Ya-ya-ura.. Dia memang Yaura, lalu sekarang.. Ia menaiki podium kehormatan.. " ucap Reino terbatah.
" Bagaimana Yaura bisa hidup? G&D kembali di genggaman tangannya sekarang.. " sambung Ibu Hilya, tubuhnya melemas.
" Syukurlah Kau masih hidup Yaura, setidaknya Aku tidak terlalu bersalah kepadamu. " lirih Edward.
" Yaura.. " lirih Helena,matanya berkaca.
" Yaura hidup,itu berarti nyawaku akan lenyap hari ini. " mata Pak Diyo memerah,tubuhnya gemetar.
Melihat itu adalah Yaura Asli,
" Maafkan Saya,Nona. Salam Hormat.. " MC membungkukkan badannya.
Yaura masih diam, pandangannya lurus ke depan, entah apa yang Dia pikirkan,yang pasti itu adalah hal penting.
Melihat diamnya Yaura,membuat Tamu Undangan semakin menegang dan penasaran, begitupun dengan wartawan yang menanti pernyataan Yaura terkait G&D dan menghilangnya Dia selama ini.
" Silahkah,Nona.. " ucap MC yang kembali mempersilahkan Yaura untuk melakukan orasi.
Tiba-tiba sekelompok Staff Wanita G&D suruhan Ken membawa sebuah baki. Dan..
Tradaaaaa
Sebuah ID CARD Direktur Utama dengan nama YAURA GITA DEVMALIK terpampang nyata. Logo G&D begitu menonjol di ID Card tersebut, lengkap dengan sebuah lambang khusus Khas Direktur Utama yang hanya bisa dimiliki oleh Devano Malik dan Keluarganya.
Saat melihat ID Card itu, Yaura kembali mengingat Ayahnya, Ia sangat ingat bahwa hanya Ayah dan Ibu nya lah yang memiliki ID Card dengan lambang khusus tersebut, Yaura tidak menyangka bahwa dirinya kini memakai ID Card itu.
Karena Devano Malik sudah tiada dan tidak bisa mengalungkan ID Card G&D, maka Pak Agus lah yang mewakilinya, bukan tanpa alasan, karena memang Ia pernah mendapat amanah itu dari Mendiang Devano.
Tukkk tukkk Pak Agus yang memakai Jas Lengkap melangkah menaiki panggung, Ia berdiri disebelah Yaura, lalu tangannya mengambil ID Card dari baki yang dibawa Staff.
Sadar itu adalah ID Card milik Direktur Utama G&D membuat Tamu Undangan berdecak kagum.
" Nona Yaura benar-benar meneruskan Tahta Ayahnya.. "
" Nona Yaura adalah Putri Devano,Dia pantas mendapatkan itu. " puji Tamu.
Pandangan Ken tak pernah berpaling, Ia terus memandangi Istrinya.
Pak Agus menaiki podium sembari membawa ID Card.
" Kemarilah,Nak." ucapnya.
Deg !
Deg !
Deg ! jantung Tamu Undangan berdetak saat melihat detik-detik Direkur Utama G&D di SAH kan.
Yaura membungkukkan badan, dan.
Greppp Pak Agus mengalungkan ID Card Direktur Utama G&D kepada pemiliknya.
Cekrek cekrek cekrek wartawan memotret tanpa henti.
ID Card tersebut Resmi menyantel di Leher Yaura hingga membuat Aura CEO Wanita termuda terpancar dari dalam dirinya.
" Selamat Nona Yaura, Nona Resmi menjadi Direktur Utama G&D, silahkan memberi salam kepada Tamu Nona Hari ini. " ucap MC.
Deg !
Deg !
Mata Yaura menyorot semua Tamu Undangan. dan..
" SELAMAT DATANG DI G&D INTERNATIONAL GROUP, TERIMA KASIH TELAH MENGHADIRI ACARA PEMBUKAAN G&D HARI INI. " UCAP YAURA, IA BERBICARA MELALUI MICROPHONE YANG ADA DI PODIUM, PANDANGANNYA LURUS KEDEPAN.
Suara Yaura menggema di seluruh Ruangan yang langsung disambut senyum manis oleh Tamu Undangan. Lalu,
" SALAM.. " SAMBUNG YAURA SEMBARI MEMBUNGKUKKAN SEDIKIT TUBUHNYA DI HADAPAN SELURUH TAMU SEBAGAI RASA HORMAT . Dan..
Prokkk prokkk prokkkk Tamu Undangan tepuk tangan dan berdiri serempak,senyum manis terlukis dari mereka.
" SALAM HORMAT KAMI,NONA YAURA ! " teriak mereka.
Ken, Evelyn, dan lainnya ikut bertepuk tangan bahagia. berbeda dengan Para Iblis nampak berkaca melihat Yaura Resmi memegang kendali atas G&D, sementara Para Iblis tidak memiliki apa-apa.
MC mengatakan kepada Yaura tentang visi dan misi G&D. Namun Yaura tetap diam, dadanya mendadak sesak , pandangannya terasa kabur, keringat membasahi dahi dan kegelisahan tiba-tiba menyerangnya.
Dokter Lee menyipitkan kedua matanya dan mengamati kondisi Yaura dengan lekat. Ia kemudian melangkah,dan mendekati Ken.
" Seseorang yang terbiasa menyendiri dan Trauma ,akan mengalami Panic Attack yang menyerangnya saat muncul di Publik. Temani Yaura, Istrimu terkena Panic Attack. " ucap Dokter Lee dengan begitu serius.
Degg !!! Ken terkejut, tanpa pikir panjang, hendak melangkah mendekati Yaura, namun..
" Aku akan menjabarkan tentang G&D secara detail, baik visi,misi, target, pemasaran dan lainnya akan dibahas Dua Hari kedepan. Semua Pemegang Saham dan Jajaran Direksi yang telah tercantum,harap hadir pada Meeting Dua Hari kedepan di G&D. Juga.. " ucap Yaura dengan begitu padat,singkat dan jelas kepada Tamu Undangan, Ia melawan rasa panik dan berusaha tetap stabil.
Ken mengurungkan niatnya, saat melihat Istrinya menuruni podium. seorang Pria berjas hitam nampak mendekati Yaura.
" Salam,Nona. " Pria tak dikenal itu membungkukkan badannya sembari menyerahkan sebuah flasdisk.
Yaura mengambil flasdisk dan melangkah mendekati Laptop yang ada di meja dekat MC.
Ken yang tidak tahu apa yang ingin dilakukan Istrinya, menyerit heran.
Seorang Staff memberi Yaura Mic Wireless Jepit Kepala untuk berbicara kepada Tamu. Ia pun langsung memakainya di kepala,tangannya mengotak-atik Laptop.
Dann.. kini Layar Proyektor didepan nampak menampilkan sesuatu,yang langsung membuat Para Tamu Undangan menganga.
Degg !!! Mata mereka hampir meloncat keluar saat Yaura menampilkannya.
" 1 Jam yang lalu, Aku sudah menghubungi Pihak Amerika untuk menjalin kerjasama dengan Proyek Pesawat Tempur yang ditinggalkan Ayah Devano,10 Tahun silam. Mereka memberi persetujuan untuk berkolaborasi, sehingga G&D kini memilih Saham 80 % dari akumulasi Total di PT XXX. Kami akan menarik dana G&D dari mereka,dan mendirikan Perusahaan Jet Tempur yang juga akan bekerja sama dengan Pemerintah, jadi, Rapat Dua Hari Kedepan juga membahas Jet Tempur secara terbuka. " tutur Yaura.
Deg !!! Ken tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Bagaimana bisa pemikiran Yaura lebih maju dariku? " puji Ken.
Deg !!! Mendengarnya,membuat Tamu Undangan bersorak ria dan bahagia karena mereka memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan G&D mengenai Industri Elite baru yaitu Jet Tempur.
Ayah Reino syok dan tidak menyangka bahwa Yaura mengetahui Proyek Pesawat Tempur yang ditinggalkan Ayahnya. Nasib Reino dan Hilya kini sungguh malang, secara tidak langsung Yaura menyindir dirinya yang gagal mendapatkan Pesawat Tempur dan G&D.
Yaura kembali diam,dengan tatapan yang kosong. Hendak membungkukkan badan dan pamit, namun ekor matanya tiba-tiba menangkap Para Iblis. Seketika pula, tatapan matanya menajam.
Tukkkk tukkk Yaura melangkah mendekati mereka.
Melihat Yaura lewat didepannya, membuat Evelyn, Dokter Lee, Vino, Anin , Lolly dan lainnya membungkukkan badan sebagai ucapan hormat. Tak terkecuali Pak Agus yang ikut menundukkan kepalanya,juga David dan Alfin yang masih terkejut atas hidupnya Yaura pun ikut membungkukkan badannya kepada Direktur Utama G&D tersebut.
Suasana kembali sunyi dan menegang saat tatapan Yaura begitu dingin dan berkaca. Ia kini melewati Ken,Suaminya.
Ken hendak menundukkan kepala sebagai rasa hormat dan formalitas, namun..
GREPP YAURA LEBIH DULU MEMBUNGKUKKAN BADANNYA DI HADAPAN SANG SUAMI, IA TIDAK INGIN KEN YANG MEMBUNGKUKKAN BADAN KEPADANYA KARENA ITU SANGAT PANTANG. ISTRI TETAPLAH ISTRI YANG WAJIB TUNDUK KEPADA SUAMINYA,BUKAN MALAH HARGA DIRI KEN DIJATUHKAN KARENA MEMBUNGKUKKAN BADAN KEPADANYA.
Melihat Sang Istri menjaga harga dirinya membuat Ken tersenyum tipis. Setelah itu, Yaura kembali melanjutkan langkah,namun tangannya ditahan oleh Sang Suami lalu mengajaknya kembali menaiki panggung.
Ken berdiri di tengah panggung lalu meminjam microphone MC, Yaura berdiri tepat di sebelahnya.
Tatapan Ken dingin nan datar, namun Aura Tampan Paripurnanya tidak bisa terelakkan.
" Selamat Siang, Aku Ken. Baiklah, pertama-tama Aku ucapkan banyak terima kasih kepada Kalian Semua telah menghadiri acara pembukaan G&D, sekali lagi terima kasih. " tutur Ken sembari menundukkan kepalanya.
Wajahnya kini menjadi sangat serius,Ia menoleh ke arah Yaura yang sedang menundukkan pandangannya. Sejenak Ken kembali flasback Hari Pernikahannya dengan Sang Istri, namun sampai saat ini Ia bahkan tidak pernah memperkenalkan Status Yaura secara Resmi kepada Publik.
Tamu Undangan menyimak dengan baik saat Ken berbicara.
" Yang kedua, Aku ingin memberikan pernyataan resmi kepada media dan publik terkait Kehidupan Pribadiku yang selama ini berusaha Kalian gali. Aku menghargai pekerjaan reporter,wartawan, atau jurnalis yang selalu ikut serta merta membesarkan Namaku, Aku ucapkan banyak terima kasih kepada Kalian juga. "
" Sebelumnya, Aku tidak pernah mengadakan Konferensi Pers terkait pernikahanku. Jadi hari ini,Aku akan mengadakan untuk yang pertama dan terakhir kalinya sekarang. Memang benar apa yang Kalian tulis di situs Online, Aku sudah MENIKAH SEBELAS BULAN YANG LALU,DENGAN WANITA YANG ADA DISAMPINGKU SEKARANG,Pernikahan Kami sangat private dan hanya dihadiri Keluarga. " tutur Ken.
Degg !!! Yaura mendelik saat Ken akhirnya mempublikasikan status pernikahannya,tatapannya begitu sendu dan berkaca, Ia tidak menyangka Sang Suami berani melakukan itu dihadapan Para Wartawan dan Tamu Undangan berskala besar, bisa saja Ken malu mempunyai Istri seperti dirinya yang menjebloskan Sang Mertua kedalam penjara, dan sempat di Cap sebagai Penghianat Negara. Bisa saja Ken malu menganggapnya sebagai Istri dihadapan Publik dan menjaga perasaan Wanita Cantik diluar sana yang mengagumi SEORANG KEN.
" Aku hanya mempunyai SATU ISTRI, tidak ada yang lain. terkait berita pertunanganku dengan Bianca dulu, itu sudah DI BATALKAN. Bohong jika Aku menikahi Bianca, Aku sama sekali tidak pernah menikahinya. Wanita yang ada disampingku sekarang adalah Satu-satunya Wanita yang Aku nikahi secara SAH BAIK AGAMA ATAU NEGARA, Dialah YAURA GITA DEVMALIK, DIA ADALAH ISTRIKU SATU-SATUNYA. " Tegas Ken, sembari menggenggam tangan Sang Istri.
Deg !!! Semua Tamu Undangan berdecak kagum dengan sifat Ken yang begitu manly mempublikasikan Pernikahannya, mereka tidak pernah melihat Seorang Pria Kaya Raya berani mengadakan Konferensi Pers Pribadi di hadapan Koleganya yang juga terdapat banyak sekali Wanita Cantik. Karena biasanya, Pria Muda CEO akan menyembunyikan pernikahannya rapat-rapat agar bisa mendapatkan Wanita Lain yang dijadikan sebagai Selingkuhan, atau teman Ranjang.
Yaura terenyuh dan begitu tersentuh dengan pengakuan Suaminya.
" Kami menikah tanpa pacaran atau menjalin hubungan sebelumnya. Hubungan Kami hanya sebatas kenal sesaat lalu menikah. Mulai sekarang, tolong jangan membuat berita palsu yang tidak berdasar terhadap Pernikahan Kami. "
" AKU SANGAT MENCINTAI ISTRIKU,YAURA. APAPUN YANG TERJADI. " Ucap Ken, Ia mengalihkan pandangannya ke Sang Istri.
Mereka berdua kini saling bertatapan,sorot mata mereka bak komunikasi tanpa kata.
Cekrekk cekrekk Wartawan terus meliput Pasangan Suami Istri ternama tersebut.
Ken menatap lekat Wajah Yaura, Ia semakin mendekatkan tubuhnya hingga tersisa beberapa centimeter saja. Tatapannya semakin dalam..
Melihat dari layar monitor, Ken dan Yaura begitu dekat membuat Tamu Undangan berdegub kencang.
Tangan Ken mulai melingkar di pinggang Sang Istri, Ia memandang bibir Yaura yang Delapan Bulan ini tidak Ia lum*t .Ken memiringkan kepalanya, dan..
KISSSSSSSS KEN MENDARATKAN BIBIRNYA TEPAT DI BIBIR SANG ISTRI YANG SANGAT IA RINDUKAN.
__ADS_1
DEGGG !!! Tamu Undangan melotot dan bersorak ria, ini bagaikan Prosesi Pernikahan Kedua Mempelai yang dibumbui oleh Ciuman singkat. Termasuk Ayah Reino dan Hilya yang baru menyadari bahwa Ken benar-benar mencintai Yaura. Ia sangat ingat Ken kecil yang selalu mencari tahu tentang Yaura kecil dimasa lampau,hingga takdir akhirnya menyatukan mereka dalam ikatan yang SAH.
" WOWWWW ROMANTISSSSS !!!! " teriak Tamu sembari mengabadikan moment ini di ponsel mereka masing-masing.
Namun,
Hikssssssss seorang Wanita nampak mengisak dan nangis Bombay melihat pemandangan ini.
" Kenapa Tuhan sejahat ini padaku ! Aku tidak rela hikssssss " isak Bianca, air mata mengalir deras,hatinya begitu sakit saat Ken benar-benar menganggap Yaura sebagai Istrinya.
Melihat mereka melakukan Kissing, membuat David dan Alfin menundukkan pandangan diiringi senyum sakit yang terhias di bibirnya,namun disamping itu mereka juga bahagia melihat Yaura mendapat Suami yang begitu perfect seperti Ken. Dokter Lee juga nampak melukis senyum dibibirnya, hatinya merasa iri melihat pemandangan ini.
SADAR PUBLIK DAN KAMERA, SERTA TAMU YANG MUNGKIN ADA ANAK DI BAWAH UMUR, KEN HANYA MENEMPELKAN BIBIRNYA,TIDAK ADA LUM*TAN ATAU HIS*PAN SEPERTI BIASANYA. KEDUANYA MEMEJAMKAN MATA MENIKMATI PERASAAN MASING-MASING .
Cekkrekk cekrek cekrek Wartawan bersorak ria,akhirnya terdapat bahan berita yang bagus untuk hari ini,ditambah Ken dan Yaura lah yang menjadi deadlinenya,maka otomatis ,berita mereka akan laku di pasaran, juga moment Kissing Scene yang jarang sekali terjadi.
Sebentar, Ken pun perlahan menjauhkan kepala dan tubuhnya, Ia mengakhir kecupan itu dengan sangat manis dan romantis. Ken kesusahan menelan Saliva dan mengendalikan perasaannya, tidak bisa dipungkiri hatinya sudah kepalang tanggung ingin melakukan Kissing sebenarnya dengan Sang Istri setelah sekian lama.
Yaura membuka mata,dan menatap ke arah Suaminya, Ia tidak menyangka Ken berani menciumnya di depan Publik.
" YAURA ADALAH SEGALANYA UNTUKKU DAN HANYA MILIKKU. Mulai sekarang, tolong hargai privasi Kami, terima kasih. " ucap Ken kepada Wartawan.
Prokkkk prokk prokkk Tamu Undangan bertepuk tangan dan terharu.
Tidak ingin terlalu lama menunjukkan Yaura di Publik,
" SIAPAPUN YANG MEMEGANG KAMERA , MATIKAN KAMERANYA SEKARANG ! TERMASUK WARTAWAN ! " Titah Ken dari Microphone yang membuat suasana mendadak senyap dan mencekam.
Menurut, sekarang di Ruangan Konferensi Pers tidak ada satu kamera pun. Setelahnya, Ken menarik tangan Sang Istri lalu melangkah.
Kini Yaura dan Ken berada tepat di hadapan Para Iblis.
SWATT menundukkan kepala dan minggir saat Yaura datang. Reino,Hilya, Bianca, Edward, Helena, dan Pak Diyo menatapnya dengan lekat dan ketakutan, tubuh mereka gemetar hebat, wajahnya pucat, keringat membasahi dahi Para Pembunuh kelas kakap tersebut.
Yaura menatap Para Iblis dengan datar,namun sorot matanya begitu membunuh dan mengisyaratkan kematian.
Edward menjadi orang pertama yang membungkukkan badannya di hadapan Yaura, diikuti oleh Helena dan Pak Diyo. Bianca nampak enggan membungkukkan badan kepada rivalnya,namun kondisinya sangat mendesak dan berakibat fatal jika Yaura kembali marah. dengan terpaksa,Bianca membungkukkan badannya. Tidak punya harta, anak dan kekuasaan lagi,membuat Reino dan Hilya enggan bermasalah dengan Yaura,karena pasti akan kalah.
Greppp Reino dan Hilya dengan berat hati mengalah dan membungkukkan badannya.tiba-tiba
Tlkkkkkkkk Ken meraih tangan Yaura dan meletakkan sebuah pistol di telapak tangan Istrinya tersebut.
Yaura mendelik dan heran,kenapa Ken kembali memberikannya senjata,padahal Ia sendiri yang melarangnya.
" Terdapat sepuluh peluru aktif di dalamnya, lenyapkan mereka sekarang ! Ini peluru terakhir yang akan Kau tembakkan ke tubuh manusia." titah Ken dengan mantap.
Deg !! Yaura terkejut dan berkaca saat mendengar perintah Suaminya. Diikuti oleh Evelyn yang meneteskan air mata saat mendengar bahwa Kedua Orangtuanya akan tiada.
Tamu Undangan yang sudah mendengar kisah Yaura pun nampak merinding ketakutan, bagaimana tidak? orang hidup akan mati di depan matanya.
" YANG ADA DI DEPAN, MENJAUHLAH KE BELAKANG ! PARA IBLIS AKAN MENDAPAT BALASAN YANG SETIMPAL DENGAN APA YANG MEREKA LAKUKAN ! " teriak Ken, Ia beradu pandang dengan Orang Tua nya setelah sekian bulan tidak bertemu. Tatapan mata Ken begitu sengit,namun Reino dan Hilya begitu sendu.
Tangan Yaura gemetar saat Sang Suami menyuruhnya melenyapkan Para Iblis.
" Untuk yang dibawah umur atau tidak berani,silahkan meninggalkan Ruangan. " sambung Ken, rahangnya mendadak mengeras, Ia sangat ingat bagaimana Yaura di eksekusi dan disaksikan oleh banyak orang.
" Brengsek ! Kau menyewa 90 Sniper untuk menembak Istriku, dan hanya sepuluh peluru Kalian ketakutan ?! Baji*gan ! " umpat Ken didepan Para Iblis, tangannya terkepal sempurna setiap kali kejadian kelam kembali terlintas di pikirannya.
Para Iblis memucat karena sepertinya tidak ada ampunan lagi bagi mereka.
Diminta keluar,namun ternyata Tamu tidak ada yang keluar satupun dan lebih memilih menjauh dari radius yang telah ditentukan. Karena Pengusaha,mereka juga sepertinya tidak asing dengan senjata.
" Tembak mereka sekarang ! " ucap Ken kepada Istrinya.
DEG !!! Para Iblis melemas saat Ken benar-benar akan menembaknya.
Yaura menatap Helena, Bianca, Ayah Reino, Hilya, Diyo dan Edward bergantian, matanya berkaca.
" Kakak.. hiksssss " Evelyn memeluk Ken dari belakang dan menangis,anak tetaplah anak , tidak mungkin tega melihat Orang Tuanya tiada dengan keji,namun disamping itu, Evelyn sadar bahwa Orang Tuanya adalah Iblis.
Ken memeluk Evelyn sesaat, lalu menyuruh Vino menenangkannya. David,Alfin, Alex ,Dokter Lee dan lainnya tersenyum saat melihat Para Iblis akan tiada.
Yaura beradu pandang dengan Ayah Reino, berbeda dari sebelumnya,entah kenapa kini tatapan keduanya begitu dalam.
" Tembak Yaura ! Mereka membuatmu hampir lenyap dari muka bumi ini ! dan melenyapkan nyawa yang tidak berdosa di Penjara ! " Ken sangat tidak sabar mendengar bunyi peluru.
Reino mengingat ucapan Pak Agus bahwa Yaura ingin disayangi oleh dirinya dan Hilya, sesaat Ia mengingat saat menggendong Yaura kecil yang masih berumur 2 Tahun di pundaknya dan bermain bersama. Disaat yang bersamaan, Yaura juga mengingat saat Ayah Reino memberikannya hadiah ulang tahun kepadanya.
" YAURA HANYA ANAK POLOS YANG MERINDUKAN KASIH SAYANG ORANG TUANYA, DIA JUGA MENGINGINKAN KAU MENYAYANGINYA SEPERTI SAYANGMU KEPADA KEN DAN EVELYN ! " teriak Pak Agus yang terus menghantui fikiran Reino sekarang.
Tidak sabar,
" Baiklah,Aku yang akan menembaknya. " Ken mengambil pistol dari SWAT.
Yaura melangkah mundur, dan
Tlkkkkkkk Ia mulai mengangkat senjata dan membidik Para Iblis sekaligus,tatapannya kosong namun kemampuan senjatanya tidak bisa diragukanlagi.
" Tidak !!!! tidakkk !!! jangan Yaura !!! jangan !!! Aku mohon maafkan Aku !!! " teriak Bianca,Hilya, dan Diyo histeris. Helena ,Edward, dan Reino nampak pasrah.Jantung mereka berdetak kencang saat Yaura mengarahkan bidikan, tak lupa mereka memejamkan mata dan bersiap mati.
DOR DOR DOR DOR DOR DOR Suara tembakan peluru Yaura yang berjumlah Enam Kali membuat Tamu Undangan berteriak histeris.
" AYAHHHHHH !!!!!!! IBUU !!!!!! " teriak Evelyn histeris didalam dekapan Vino yang sengaja membuat Evelyn tidak menyaksikan Orang Tuanya terbunuh.
Begitupun dengan Ken yang memejamkan matanya, Ia merasa sudah kuat menyaksikan Orang Tuanya terbunuh.
Setelahnya, mereka kembali membuka mata dan melihat Para Iblis .namun..
" Apa yang Kau lakukan Yaura ! " teriak Ken.
Terlihat Para Iblis tidak terbunuh,melainkan hanya tergores di bagian Pipinya serempak.
Semua Tamu Undangan terkejut saat Yaura tidak membunuh mereka,namun sebagian dari mereka ada yang merasa geram kenapa tidak dibunuh.
Yaura menurunkan senjata, dan menunduk,matanya berkaca.
" Kenapa Kau tidak menembaknya? Kau takut? Kau tidak tega? Yaura dengar ! Mereka adalah orang yang tidak pantas Kau lindungi ! Bunuh mereka ! " Ken menggoyang-goyangkan bahu Sang Istri, Dan merasa sangat marah.
" Aku tidak bisa membunuh mereka.." lirih Yaura dengan pelan.
" Kau tidak bisa? baiklah , Aku yang akan melenyapkan mereka semua ! " Ken melangkah mendekati SWAT dan merampas senjatanya.
Tlkkkkk Ken langsung menodongkan kepala ke Reino Bachtiar selaku dalang dari semuanya. Namun tiba-tiba
Yaura berlari kecil,dan Hugggggggggggg Ia memeluk Ayah Reino dengan erat. Yaura meneteskan air mata, saat mengingat Sang Ayah sangat menyayangi Ayah Reino. Reino merasa tersentuh dengan tangisan Yaura di pundaknya, hatinya tiba-tiba luluh.
Deg !! Ken berkaca saat melihat Sang Istri memeluk pembunuh Ayahnya sendiri.
Sesaat, Yaura kembali melepaskan pelukan.
" Masukan kembali mereka ke Penjara. " ucap Yaura dan berlalu pergi begitu saja. Tak membuang waktu Ken pun mengejar Istrinya.
Direktur Utama
Ken dan Yaura kini berada di dalam.
" Kau ini kenapa Yaura ?! kenapa harus berbelas kasih kepada mereka yang tidak pantas ! " teriak Ken sembari mengusap kepalanya dengan kasar, Ia tidak habis fikir dengan jalan fikiran Istrinya.
Yaura hanya diam dan menundukkan pandangan.
" Kau tidak ingin melenyapkan mereka dengan tanganmu? Baiklah,Aku akan memakai Sniper ! " Ken hendak melangkah keluar,namun..
" Jangan Ken, Aku mohon.. biarkan mereka dipenjara, Aku tidak ingin ada pertumpahan darah lagi hikssss " jawab Yaura dengan sangat pelan.
Hugggggg Ken memeluk Sang Istri
" Maafkan Aku,Sayang.. Aku seperti ini karena sangat khawatir terhadap keselamatanmu.. "lirih Ken, Ia merasa menyesal hilang kendali saat dihadapkan dengan Iblis.
" Aku tidak mau ada setetes darah yang menyentuh tanah akibat ulahku.. Aku tidak mau ada peperangan lagi.. " isak Yaura yang berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak melenyapkan seseorang.
Melihat Yaura menangis, dan kesedihan yang masih sangat terasa membuat Ken mengalah.
" Baiklah.. Kau ingin apakan mereka? ".
" Biarkan mereka dipenjara, jangan membunuhnya,Ken..jangan.. " pinta Yaura.
Terpaksa, Ken pun menuruti permintaan Sang Istri. Ia membawa Yaura ke dalam Kamar Hotel G&D yang begitu mewah dan megah,Yaura sejenak menenangkan diri disana. Tak berselang lama, Evelyn dan lainnya datang menghampiri Yaura yang sedang duduk ditepi ranjang.
Memahami sekarang Yaura adalah Direktur G&D,mereka kompak menundukkan kepala.
" Yaura.. " sapa Evelyn,matanya berkaca dan sangat berterima kasih karena Kakak Iparnya tersebut tidak membunuh Reino dan Hilya.
" Tidak perlu menundukkan kepala seperti itu.. " Yaura mengulas senyum paksa dan berdiri menyambut mereka.
Evelyn, Anin, Lolly, Alex, Vino, dan Kevin merasa sangat bahagia Yaura masih hidup. Para Wanita memeluk Yaura dengan sangat erat,dan meluapkan rasa rindu. Alex ,Vino, dan Kevin berjabat tangan kepada Yaura sebagai ungkapan bahagia, dan Dua Orang Pemuda Tampan yang didampingi oleh Lisya dan Lee nampak masuk.Dialah Alfin dan David, mata mereka sempat beradu pandang dengan Wanita yang sangat dicintainya.Alfin dan David berjabat tangan dengan Yaura dan mengucapkan selamat, tak lupa kebahagiaan yang muncul karena Yaura masih hidup,begitupun dengan Lisya yang ikut bersyukur.
Mereka kini mengobrol, saling bertanya dan melepas kerinduan. Namun Para Lelaki nampak duduk di soffa bersama Ken ditemani Bir dan Anggur merah yang siap ditengguk sepuasnya.
Saat Yaura izin ke Kamar Mandi, Ken nampak membuat suatu rencana dengan mereka semua.
" Tepat Pukul 19.00. Aku tidak ingin gagal ! " ancamnya kepada mereka.
" Sekarang pergilah ! " sambung Ken tanpa dosa yang membuat semuanya tertawa.
" Anj*ng ! sudah meminta bantuan,malah mengusir Kami pula ! Laknat ! " umpat Alex sambil tertawa.
" JATAHHH JATAH JATAH !!! Keluar Woy Keluar !! " Timpal Kevin, Sang Raja Jorok.
Degg Ken mendelik dan tertawa.
" Bangs*t ! " umpatnya.
" Siang bolong kok minta jatah ! malam donk enak ! " celetul Lolly yang langsung membuat Ken,Kevin,Alex,David dan Alfin serempak menoleh.
" HEI !!! SIAPA YANG MENGAJARIMU SEPERTI INI ! " sentak Ken yang begitu syok mendengar omongan Lolly.
" DASAR JOROK ! OTAK MU KECIL ! TETAPI TERNYATA SANGAT JOROK !!!!! " Umpat Alex yang selalu mencari kesempatan memaki Lolly.
" Apa salahnya dengan jatah? menurutku jatah disiang bolong akan kalah enak dengan jatah dimalam hari ! " Balas Lolly tanpa merasa malu.
" Hei Lollypop Kau ini masih di bawah umur ! berhenti menonton 18+ ! " timpal Kevin sambil menahan tawa.
" Aku malah tidak mengerti dengan apa yang kalian maksud. Dengar yah, jatah makan di siang hari itu terasa hambar, lebih enak jatah makan malam ditemani Lilin yang menyala. Itu sangat romantis..sudah ah berbicara dengan Kalian itu sangat tidak nyambung ! " ketus Lolly dan berlalu pergi , diikuti oleh Dokter Lee dan Lisya yang menahan tawa , karena baru ini mereka melihat perdebatan konyol yang sangat tidak berfaedah.
" Alasan saja Kau Lollypop ! Bilang saja Kau sering menonton 18+ ! " teriak Alex.
" Menonton atau bermain denganmu?! " timpal David yang mendadak nakal jika bergaul dengan Squad Ken.
" BIG NO ! " Tukas Alex yang langsung membantah.
" Sudah sana-sana keluar ! Aku ingin tidur sebentar.. Jujur , Aku sudah lama tidak bertemu dengan Ranjang. " Ken menguap.
" BERMAIN DI RANJANG , mohon di koreksi ucapanmu. " saut Vino sembari memasukkan ponsel ke celananya dan berlalu pergi.
Setelah berbicara jorok, kini mereka keluar menuju suatu tempat dan menyusul Para Wanita di Parkiran.
Ken merebahkan dirinya di Ranjang berukuran King Size tersebut, Ia benar-benar mengantuk dan lelah . Menunggu Yaura yang tak kunjung keluar dari Kamar Mandi,,membuat Ken tanpa terlelap.
" Mereka kemana ? " tanya Yaura saat melihat yang lain sudah tidak ada.dan..
" Tumben Ken tidur siang,biasanya Dia akan keluar dan sibuk.. " Yaura mendudukkan tubuhnya di samping Sang Suami. Ia menatap lekat wajah Ken yang begitu tampan.
Senyum manis terulas dari bibirnya,saat Ken mencium dan mengakuinya di depan Publik.
Tak disangka, Yaura juga ikut terlelap di Ranjang bersama Sang Suami. Mereka saling berpelukan tanpa disadari. Ken yang sangat lelah membangun G&D, dan Yaura yang menjadi mudah lelah membuat mereka sama-sama pulas.
***********************
Pukul 17.30
Yaura bangun lebih dahulu, Ia baru menyadari bahwa dirinya kembali tidur bersama Sang Suami Ranjang meskipun tidak terlalu intim.
" Sepertinya Ken sangat lelah,tetapi ini hampir magrib.. " lirihnya saat melihat Ken masih terlelap.
" Ken bangunlah.. ini sudah sore.. " Yaura menepuk pelan pipi Suaminya, Ia terus mencoba dengan cara lembut namun Ken tetap tidak bangun. Pada akhirnya,
Plakkkkk tangannya tidak sengaja menampar pipi Sang Suami hingga membuat Ken mengerjap, takut di kena marah, Yaura kembali merebahkan dirinya secepat kilat dan berpura-pura tidur.
" Sial ! Siapa yang menamparku tadi? Yaura arrrghhhhhhh " Ken meringis kesakitan dan bangun. Hendak mengomel,namun Ia mengurungkan niatnya saat melihat Sang Istri tertidur.
Dan..
Cubittttt tangan Ken mencubit pelan perut Istrinya
" Bangunlah ! Aku tahu Kau yang menamparku tadi . "
" Arrrghhhhh sakit,Ken.. " Yaura menahan senyum sembari menyembunyikan mukanya di balik selimut.
" Bangunlah.. Kau harus di hukum .. " Ken menarik selimut Sang Istri.
" Ken .. Aku tidak sengaja tadi,sungguh.. Lagian salah Kau juga,kenapa tidak bangun.. ini sudah sore.. " Yaura membela diri.
Melihat Sang Istri rebahan, Ken menggigit bibir bawahnya dan
Greppppp Ia menindih tubuh Yaura.
" Aku tidak menerima alasan,yang Aku tahu.. Kau harus dihukum.. " Ken tersenyum, pandangan terarah pada bibir dan leher Istrinya.
Jantung Yaura berdegub kencang saat nafas Ken begitu terasa di lehernya.
Hendak menempelkan bibir,
Triningggggg ponsel Ken berdering
Ckk !!! Ken berdecak
" Mengganggu saja ! " umpatnya sembari menjauhkan tubuh dan beranjak dari Ranjang lalu mengangkat panggilan.
Seseorang memberitahu kepada Ken bahwa ingin bertemu dengannya sekarang juga di Ruang Meeting G&D.
" Tidak waras, sore begini minta bertemu membicarakan pekerjaan." gerutu Ken sembari meleparkan ponselnya ke Ranjang lalu melangkah ke Kamar Mandi membersihkan muka.
Beberapa saat kemudian,
Yaura tersenyum melihat Ken terus mengomel,
" Kau mau pergi kemana? " tanya Yaura sembari mengambil Jas dan Dasi yang sempat dilepas oleh Sang Suami.
" Tidak kemana-mana, hanya obrolan ringan. Ikutlah denganku ke Lantai atas.. " lirih Ken sembari merengkuh pinggang Sang Istri agar semakin dekat dengannya.
" Wanita atau Pria? " tanya Yaura sembari memakaikan dasi ke leher Suaminya.
" Pria.. ".
" Kau sendiri saja, Aku tunggu disini.." Yaura meraih Jas lalu membalutkannya ke tubuh Kekar nan Sixpack Sang Suami.
Ken memaksa Yaura untuk ikut dan takut meninggalkannya sendiri,namun Yaura tetap menolak hingga membuat Ken menuruti permintaan Istrinya lagi.
" Jangan keluar dari kamar sebelum Aku datang ! " tegas Ken.
" Tentu.. " Yaura menganggukkan kepala.
Cuppppppp Ken meraih kening Yaura lalu menciumnya, setelahnya Ia langsung melangkah keluar.
****************
Pukul 18.30 Malam
Setelah Meeting Urgent, Ken mengajak Sang Istri untuk pulang ke Rumah.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, disela-sela perjalanan, Ken sejenak melirik ke arah Yaura yang sibuk memandang luar jendela.
" Kau seperti anak kecil yang baru keluar sekian abad.. " Ken tersenyum.
" Rasanya sudah lama sekali,Aku tidak melihat suasana Kota di malam hari.. " jawab Yaura.
Beberapa menit kemudian,Ia baru menyadari bahwa jalan yang Ia lewati tidak seperti biasa.
" Kenapa lewat sini? bukankah ini akses yang salah?
Jrenggg Yaura membulatkan mata saat mengetahui bahwa itu adalah Jalan Rumah lamanya.
" Kau dejavu dan lupa ingatan karena koma.. ini akses Rumah Kita.. " saut Ken.
Yaura berfikir keras,Ia sangat yakin bahwa itu adalah Rumahnya. Mikirnya terlalu lama, sehingga membuat Ken sampai terlebih dahulu di seberang jalan.
DEG ! Yaura membulatkan kedua matanya saat menyadari Ia berhenti di depan Rumahnya lamanya. Lingkungan, letak rumah, dan beberapa Pohon Rindang menjadi penanda bahwa itu memang Rumahnya. Namun Rumah itu kini sudah tidak terlihat selain kegelapan, runtuh atau tidak Ia pun tidak tahu.
" Jika Rumahmu kenapa tidak turun?" tanya Yaura.
Tepat pukul 19.00
JRENGGGGGGG lampu mulai menyala dan menerangi sebuah Rumah Mewah yang berdiri kokoh nan megah.
DEGGG !!! Mata Yaura berkaca saat melihatnya, Rumah itu sama persis dengan Rumah lama dulu.
******************
Jangan Lupa Like dan Komen
Butuh Saran dan Kritik.
Btw, Guys Aku minta maaf upnya lama banget😭 soalnya umurku baru 20 Tahun, dan harus kerja keras . Aku bekerja di Pabrik Hyund*i selama 10 Jam, belum lemburan 😭😭😭 akhir-akhir ini banyak lemburan Gays😭😭 maafin daku 😭😭
Spoiler
Ken menanggalkan semua pakaiannya ke Lantai.
__ADS_1
" Aku ingin melakukannya sekarang.. "♥️