
APARTEMENT YAURA
Yaura merebahkan dirinya di Ranjang . tiba-tiba suara ponsel berdering , Yaura pun segera mengangkatnya
" Aku sudah mengurus Perizinan Cuti Pernikahan di Kantor, Kau tidak perlu memikirkan banyak hal lagi,Nak . Meskipun ini hanya pernikahan terpaksa , tetapi seperti apa yang kau katakan ' Pernikahan adalah ikatan yang suci ' jadi persiapkan dirimu untuk pernikahanmu nanti, jadikan dirimu selayaknya Mempelai Wanita pada umumnya . Kau tidak perlu melakukan pengintaian atau apapun " ujar Pak Agus.
" Iyah Pak " Lirih Yaura .
" Apa ada kesulitan ? " tanya Pak Agus yang mengerti akan Yaura.
" Beradaptasi . Aku sulit beradaptasi dengan mereka " ucap Yaura .
" Tenanglah, dan kau tidak perlu canggung . Jadilah seorang Wanita biasa, bukan sebagai Yaura yang Kaku . Kau mengerti ? "
" Aku akan mencobanya . Pak, Hubungi Helena dan Pak Bobby nanti untuk menghadiri Pernikahanku . Jika Aku yang menghubunginya, Mereka pasti mencecarku dengan banyak Pertanyaan "
" Baguslah. Pak Alfin tidak kau undang ? Lainnya ? " heran Pak Agus .
" Pak Alfin dan Henry mereka terlalu sering muncul ke Publik. Aku takut ada dari Mereka ( Keluarga Ken ) yang mengenalinya, Ketika tahu bahwa yang Aku undang adalah NIS, mereka mungkin akan menaruh sedikit kecurigaan . Helena dan Pak Bobby mereka sering di Balik Layar , jadi bisa sedikit aman . Bapak bilang saja kepada mereka ini adalah Private Wedding, Resepsi akan digelar nanti " jelas Yaura.
" Baiklah Nak, istirahatlah " ujar Pak Agus dan mematikan sambungan telfonnya .
Merasa lelah, Yaura pun beristirahat .
Pagi Hari Pukul 08.30
Rumah Ken
Ken masih tertidur, Namun tiba-tiba adiknya datang .
" Kak .. " ucap Evelyn seraya membuka Pintu .
Melihat Ken yang masih berbaring
" Astaga .. Dia bilang akan membeli Gaun Pengantin "
gerutu Evelyn .
" Kak .. Bangunlah , Kakak bilang ingin membeli Gaun Pengantin " Evelyn mencoba membangunkan Ken.
Ken pun mulai membuka matanya dan setengah sadar .
" Kau ini masih pagi sudah bikin keributan saja " gerutu Ken .
" Kakak .. Calon Mempelai Pria bangun diatas jam 08.00 itu tidak baik . Kenapa ? Karena takut Calon Mempelai Wanitanya dipatok pria lain " oceh Evelyn.
" Bisa saja mempelesetkannya . Kau temani Kakak nanti, Kau tanggung jawab atas permintaan anehmu sendiri ! " Ken beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi .
" Tidak Kak ! Evelyn ada kesibukan " ujar Evelyn dan melangkah keluar kamar.
Ken tak menghiraukan perkataan Adiknya.
Selesai mandi, Ia segera bersiap .
Melihat ada sandwich dan susu yang sudah disiapkan oleh Robin , Ken yang sudah merasa sangat lapar pun segera melahapnya .
Setelah sarapan , Ken langsung meraih kunci mobil dan menuju ke tempat Yaura.
Apartement Valdefis
Ken sudah berada di depan Apartement .
" Sudah Pukul 09.10 kenapa Dia tidak muncul ? " Ucap Ken seraya melihat Jam Tangannya . Ia pun memutuskan turun dari Mobil dan Menghampiri Pos Security Keamanan Apartement.
" Permisi Pak , Bisakah kau .. " Ken tak melanjutkan pertanyaannya setelah melihat Yaura kini sudah ada di Hadapannya .
" Tidak jadi Pak, Terima Kasih " ucap Ken .
Ken menghampiri Yaura dan menyuruhnya untuk masuk ke Mobil lalu menuju sebuah Butik.
Di Dalam Mobil
" Mau kemana ? " Tanya Yaura.
" Ke mana pun. " tukas Ken dengan juteknya.
Mendengar jawaban yang ambigu, Yaura pun memilih diam .
15 menit .
Ken memarkirkan mobilnya di sebuah Butik .
BUTIK
Ia pun turun dari mobil, begitupun dengan Yaura.
Ken melangkah masuk lebih dahulu kedalam Butik dan disambut dengan senyum ramah pegawai disana .
__ADS_1
Gaun Gaun Indah yang Berjejer Rapih, Memanjakan Mata Yaura dan Ken .
" Pilihlah Gaun Sesukamu " ucap Ken seraya mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi .
" Kau saja yang memilihnya " ujar Yaura yang merasa bingung atas pilihan Gaun, karena ia benar2 tak tahu Gaun mana yang harus dia pilih.
" Apa Aku yang akan memakai Gaunnya ? " Ken merasa kesal.
" Bukan itu maksudku . Sudahlah, yang Putih itu " Yaura menunjuk sebuah Gaun , ia memilihnya dengan asal.
Pegawai Butik pun segera mengambilkan Gaun yang dimaksud Yaura .
" Nona , Gaun ini sangat cocok untuk Nona " ucap Pegawai Butik .
" Terima Kasih " Yaura mengambil Gaun tersebut dari tangan Pegawai Butik .
" Kau tidak ingin mencobanya Nona ? " tanya Pegawai Butik kembali.
" Tidak .. Aku rasa ini sudah pas " senyum Yaura.
Melihat Yaura sudah memilih Gaunnya , Ken pun beranjak dan segera menuju pembayaran .
" Tuan .. Calon Istri anda sangat cantik " ucap Kasir .
Ken pun menatap kasir tersebut .
" Aku rasa .. Kau lebih cantik " Usil Ken .
Kasir itupun tersipu malu , sedangkan Yaura hanya memasang wajah datar .
Ken dan Yaura pun kembali masuk kedalam Mobil.
Dan menuju Rumah Ken .
Rumah Ken.
Hendak ke Kamar , namun di Ruang Tamu ia terlebih dahulu di hadang oleh Evelyn.
" Di Adikku , Evelyn " ucap Ken .
Yaura mencoba mengingat wajah Evelyn yang ia rasa tidak Asing .
" Apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya ? " tanya Yaura kepada Evelyn .
" Tidak . " singkat Evelyn dengan wajah yang tak mengenakkan .
Merasa terheran atas respon Evelyn, Yaura pun hanya membalasnya dengan senyum tipis.
Melihat adiknya, tiba-tiba Ken teringat dimana Evelyn mencoba bunuh diri dan kejadian di Toko Perhiasan membuat Darahnya semakin mendidih .
" Cepatlah ke Kamar " Perintah Ken .
Yaura pun segera mengikuti langkah kaki Ken .
Di Kamar
Ken langsung mengunci Pintu .
Ia melempar kunci mobil dan segera menarik tangan Yaura.
" Pernikahan kita adalah terpaksa. Kau tidak perlu bersikap manis kepada Ayah ,Ibu ,Evelyn atau Aku sekalipun ! Tunjukkan jati dirimu dan jangan bersikap seperti Gadis Baik ! itu sangat menjijikkan " Ken memperingatkan Yaura.
Yaura merasa terheran Kenapa Ken tiba2 marah.
" Kenapa kau begini ? Aku sudah memenuhi permintaanmu " lirih Yaura.
" Apa ini semua sebanding dengan kerugianku ? Nama perusahaanku dipertaruhkan hanya karena dirimu. " tukas Ken seraya melepaskan tangan Yaura.
" Baiklah , aku juga akan mengganti kerugianmu nanti " Yaura mencoba untuk tenang .
" Mengganti kerugian ? Apa kau juga akan mengganti Kerugian atas diriku juga ? " Ken mencoba menutupi masalah yang sebenarnya.
" Atas Dirimu ? Apa maksudmu ? " Yaura tak mengerti apa yang Ken maksud.
" Menikahi Barang Bekas seperti dirimu itu benar-benar menghancurkan kehidupanku ! " Ken menatap tajam Yaura.
" Jika kau merasa kehidupanmu hancur karena ku , Batalkan Pernikahannya . Kerugianmu perusahaan masih bisa diatasi, tetapi tidak dengan kehidupanmu " Spontan Yaura.
" Apa ? Batalkan ? . Aku tidak akan pernah membatalkannya . Pak Andi sudah beristri, dan Kau bilang waktu itu kau adalah kekasihnya ? Jadi selama ini kau simpanan mereka ? Aku merasa sangat muak dengan Wanita seperti itu , karena aku menemukannya tepat di hadapanku sekarang . maka Aku akan menghancurkan hidupmu ! " amarah Ken semakin memuncak.
" Batalkan saja pernikahannya. Aku tidak ingin menghancurkan hidup siapapun . Silahkan jika kau ingin menghancurkanku , jika itu membuatmu Puas " mata Yaura mulai berkaca, namun ia menahannya sebisa mungkin agar tidak menetes.
" Puas ? Aku tidak akan pernah puas " Ken merasa sangat marah . Ia pun berlalu meninggalkan kamarnya , membuka pintu dengan sangat kasar .
Yaura masih diam mematung .
" Aku juga tidak ingin menghancurkan hidupmu . tetapi bukankah Kau sendiri yang memintaku untuk menikah denganmu ? " gumam Yaura, Hatinya sedikit terluka karena perkataan Ken tadi .
__ADS_1
Di Taman
Setelah meluapkan sedikit kekesalannya terhadap Yaura . Ken kini termenung di kursi taman
" Setelah Proyek selesai , dan Evelyn sudah merasa aman . Aku akan segera menceraikan Yaura " Ken merasa frustasi .
" Tetapi sebelumnya Aku akan menikahkan Vino dengan Evelyn " .
tiba-tiba..
" Kau kenapa Ken ? " ucap seseorang yang mulai melangkah mendekatinya .
Ken pun menoleh ke Belakang .
" Ayah .. " ucap Ken .
Ayah Reino pun kini duduk di sebelah anaknya tersebut .
" Kenapa kau terlihat sangat kesal ? " tanya Ayah Reino.
" Tidak Ayah .." Ken mencoba tersenyum .
" Maafkan Ayah, harus menyuruhmu untuk menikahinya meskipun Kau sudah berencana menikah dengan Bianca " ujar Ayah Reino .
" Tidak apa-apa Ayah , Ayah sudah mempersiapkan semuanya ? "
" Sudah Nak, Dekorasi dan semuanya sudah Ayah siapkan " senyum Ayah Reino.
" Kau tidak perlu merasa tertekan seperti itu Nak, Pernikahanmu hanya sementara, tenanglah " sambungnya.
Ken hanya tersenyum .
" Suruh Yaura untuk mulai tinggal disini " ujar Ayah Reino .
Mendengar perintah Ayahnya membuat Ken terkejut.
" Sekarang ? "
" Iyah , walaupun ini Pernikahan Sementara, tetapi tetap Yaura adalah Menantu ku ,dan Kau adalah suaminya nanti. Ayah ingin kita saling mengenal lebih dahulu " jelas Ayah Reino .
Ken pun tak banyak berkata.
" Baiklah Ayah , Aku kembali ke Kamar dulu " Pamit Ken . Ia pun kini pergi ke Kamar .
Kamar Ken .
Yaura sedang duduk diam di soffa.
Melihat Ken masuk , ia pun berdiri
" Mulai sekarang , Kau tinggal disini " perintah Ken tanpa memandang wajah Yaura.
Yaura terkejut , hendak bertanya tetapi ia faham Ken masih marah dengannya.
" Baiklah " ucap Yaura .
" Robin ! Robin ! " teriak Ken .
Robin pun datang .
" Iyah Tuan Ken "
" Ajak Yaura ke Kamar Sebelah , dan suruh Bibi Ratih untuk menemaninya " perintah Ken .
" Nona Yaura ? Nona Yaura siapa Tuan ? " Robin terheran dan menatap ke arah Ken .
Ken yang sedang marah pun, mendengar pertanyaan Robin semakin membuatnya kesal .
" Apa menurutmu Aku adalah Yaura ? " Ken menatap Robin kesal.
" Bukan Tuan . jadi Nona Yaura itu yang mana Tuan " Robin menunduk Takut .
" ASTAGAAA ROBIN ! " Ken berdecak kesal .
Melihat Ken yang begitu kesal dengan Robin , Yaura pun menghampiri Robin .
" Aku .. Aku Yaura " ucap Yaura .
Robin pun melihat ke arah Yaura.
" Mohon maaf Nona, Aku tidak tahu nama Nona . Tuan Ken aku permisi dulu " Robin menunduk .
Yaura dan Robin pun meninggalkan kamar Ken.
" Tidak tahu namanya, tetapi Dia melihat kalau di kamar ini ada orang Lain . berarti Dialah YAURA . Robin benar-benar bodoh " Ken menggerutu kesal karena tingkah Robin .
Butuh saran dan kritikk
__ADS_1