
Setiba nya di Sungai Han, Diego melihat Sera hendak terjun ke dalam sungai.
Diego langsung berlari dengan sekuat tenaga, dan menarik Sera ke dalam pangkuan nya.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Diego.
"Apa kamu tidak bisa menerima takdir?" Tanya Diego menyadarkan Sera.
"Aku sudah pasrah, dan tidak sanggup menjalani kehidupan ini kalau tidak di samping mu", jawab Sera.
"Apa pun yang kamu lakukan, itu tidak akan bisa mengubah segala nya", ucap Diego.
"Baiklah, aku akan lompat dari sini, minggir!" Ancam Sera.
"Ok! Kita bicarakan ini di rumah mu, aku akan mengantar mu pulang", ucap Diego.
"Ok", jawab Sera dengan senyuman licik nya.
Lalu, mereka berdua segera menuju ke kediaman Sera, disana ada kakek nya beserta pelayan.
Melihat kedatangan Diego dan Sera, kakek Sera langsung marah, dan meminta pertanggung jawaban Diego terhadap cucu satu-satu nya itu.
"Aku tidak pernah melakukan nya, tolong jelaskan ke kakek mu", ucap Diego.
"Bohong! Kamu benar-benar pembohong!" Tutur Sera.
"Aku tidak mau tau, kalau kalian tidak segera menikah, lihat saja apa yang akan terjadi pada mu, dan kepada perusahaan mu", ucap kakek.
"Lakukan saja, kalau kalian bisa", ucap Diego.
Lalu, terlihat kakek sedang mengambil foto hasil USG pertama Sera.
"Lihat ini! Itu adalah hasil perbuatan mu" ucap kakek.
"Jangan mengelak lagi, semua orang juga tau kalau kalian pernah berpacaran", ucap kakek lagi.
"Hiks hiks hiks", tangis Sera.
"Kakek lebih baik aku mati saja", ucap Sera.
"Kalau kamu mati, dia juga harus mati", ucap kakek dengan lantang sambil menatap Diego dengan tajam.
"Seperti nya mereka sengaja untuk menjebak ku, supaya bisa leluasa mencari informasi di wilayah ku", ucap Diego dalam hati.
"Kalau pun memang itu janin milik ku, aku harus melakukan tes DNA", ucap Diego.
"Baik lah" ucap kakek.
"Aku hanya perlu beberapa rambut mu atau darah mu, aku akan melakukan nya", ucap kakek lagi.
"Tidak! Aku akan melakukan nya sendiri, aku tidak percaya dengan kalian", ucap Diego.
"Baik lah", ujar Sera.
"Kakek, biarkan saja Diego melakukan nya, setelah aku lahiran kita bisa tau kebenaran nya", ujar Sera lagi.
"Dengan satu syarat, kamu harus ada di samping Sera menjelang lahiran", ucap kakek.
"Ok! Ketika dia butuh bantuan ku, aku akan datang untuk menemui nya", ucap Diego.
"Namun, jika terbukti kalau aku tidak bersalah, kalian harus mengkonfirmasi ke media kalau kalian telah menjebak ku, dan setelah itu jangan pernah memperlihat kan wajah kalian di depan ku lagi", ucap Diego lagi.
"Ok", jawab Sera sambil melirik ke kakek nya.
"Dan kalau ternyata kalian membuat ku marah, aku akan melaporkan kalian ke polisi", ucap Diego.
Lalu, Diego pergi memasuki mobil nya, dan segera pulang ke rumah nya.
Di dalam perjalanan pulang, Diego berusaha untuk menelfon Hanna. Namun, panggilan nya tak kunjung di angkat.
***
"Hah, akhirnya selesai juga", ucap Clara.
"Aku lapar, apakah di dalam kulkas ada makanan?" Tanya Hanna.
"Hanya ada minuman", jawab Clara.
"Baiklah kalau begitu kamu mau makan apa?" Tanya Clara.
"Aku akan order dari rumah saja", jelas Clara.
"Jajangmyeon", ucap Hanna.
"Ok! Aku akan pesan dua jajangmyeon, dan beberapa cemilan untuk siang ini", ucap Clara.
Lalu, Clara segera menelfon seseorang.
"Hari ini aku hanya ingin bermalas-malasan", ucap Hanna.
"Jangan terlalu di pikirkan, tidak mungkin Diego berbohong pada mu", ucap Clara.
"Bagaimana bisa aku tidak memikirkan nya, sementara aku sudah terlanjur cinta pada nya", jelas Hanna.
"Kalau begitu bicarakan baik-baik pada nya, bukan menghindar dan tidak menjawab telfon dari nya", bujuk Clara.
Lalu, masuk pesan teks dari Diego, dan Hanna pun langsung membaca nya.
"Jangan pernah menghindar dari ku, percaya lah aku tidak pernah melakukan nya", tulis Diego.
Namun, Hanna hanya membaca nya saja, tanpa berniat untuk membalas nya sedikit pun.
Lalu, Diego mengirim pesan lagi pada nya.
"Besok adalah hari pameran kampus, Ara sudah mengundang kita untuk datang bersama, bukan kah seharusnya kamu pergi dengan ku", tulis Diego.
Melihat itu, Hanna menceritakan nya pada Clara.
Lalu, Clara berkata, "Pergilah, lebih baik kamu pergi ke sana dari pada menambah satu saingan lagi".
__ADS_1
"Baik lah, aku akan pergi", ucap Hanna.
Lalu, Hanna segera mengirim balasan pesan kepada Diego.
"Aku akan pergi, tapi jangan berbicara pada ku", tulis Hanna.
Melihat pesan masuk dari Hanna, Diego langsung membaca nya, dan terlihat sedikit lega.
"Hanna", panggil Clara.
"Iya, ada apa?" Tanya Hanna.
"Besok kamu harus tampil sangat cantik, bagaikan seorang ratu", ucap Clara.
"Kenapa harus begitu?" Tanya Hanna lagi.
"Bukan kah besok kamu akan menemui salah satu saingan mu, jadi jangan sampai kamu terlihat kalah dari nya", jelas Clara.
"Tapi aku tidak membawa baju ku ke sini, apa ada baju mu yang bisa ku pakai", imbuh nya.
Lalu, Clara segera mengeluarkan semua baju nya yang tergantung di dalam lemari, dan di letakkan nya di atas kasur.
"Coba lah satu persatu", ucap Clara sambil mengedipkan mata nya ke Hanna.
Lalu, Hanna pun mencoba gaun itu satu persatu.
"Apa ini terlihat bagus?" Tanya Hanna.
"Ganti!" Ucap Clara.
"Ini?" Tanya Hanna lagi.
"Tidak, terlalu sopan", jawab Clara.
"Yang ini?" Tanya Hanna lagi.
"Terlihat seperti seorang dosen", jawab Clara sambil terkekeh.
"Baiklah yang ini?" Tanya Hanna.
"Terlalu biasa di badan mu", ucap Clara.
"Tadaaa, yang ini bagaimana?" Tanya Hanna lagi.
"Wah, terlihat bagus", jawab Clara sambil bertepuk tangan.
"Baik lah, aku akan pakai yang ini saja", ucap Hanna.
"No, no, no", ujar Clara.
"Kurang cocok untuk acara sebatas pameran saja", jelas Clara.
"Lalu aku harus pakai yang mana?" Tanya Hanna.
"Aku sudah lelah mencoba semua pakaian ini", ucap Hanna.
"Seperti nya dress warna peach ini sangat cocok untuk mu", ucap Clara.
"Kenapa tidak dari tadi kamu menyuruh ku untuk mencoba dress ini", celoteh Hanna.
"Karena aku tidak memiliki sepatu yang cocok untuk dress ini", jawab Clara.
"Pakai sepatu yang biasa kamu pakai dengan dress ini saja", ucap Hanna.
"Tidak cocok kalau kamu pakai ke acara pameran, karena disana ada saingan mu yang ingin terlihat lebih cantik dari diri mu", jelas Clara.
"Lalu, aku harus bagaimana?" Tanya Hanna.
"Ayo ikut aku, ambil tas mu", pinta Clara.
Lalu, mereka pergi menuju ke pusat perbelanjaan, dan mencari sepatu yang cocok disana.
Namun,Clara berubah pikiran. Clara langsung menarik tangan Hanna menuju ke sebuah butik yang cukup terkenal dengan produk yang berkualitas, dan pasti nya dengan harga yang lebih murah.
"Kenapa kamu membawa ku kesini?" Tanya Hanna.
"Bukan kah disini harga nya lebih murah di bandingkan dengan mall?" Tanya Hanna.
"Masuk lah", ujar Clara.
"Disini memang lebih murah, karena pasar utama nya adalah mahasiswa, jadi sudah bisa di pastikan penampilan mu akan terlihat lebih ceria", jelas Clara.
"Aku tau itu, dulu aku juga pernah beli baju disini", gerutu Hanna.
"Ayo coba yang ini, itu juga, dan yang sebelah sini", ucap Clara.
Lalu, Hanna mencoba satu persatu dress itu. Saat dress ketiga yang di coba nya, Clara terlihat terpesona dengan tubuh indah milik Hanna.
"Ya... Hanna", teriak Clara.
"Kenapa?" Tanya Hanna.
"Apa ini terlihat cocok?" Tanya Hanna lagi.
"Iya, pakai yang ini saja, kamu terlihat berbeda jika memakai nya", ucap Clara.
Lalu, mereka memanggil pelayan untuk membungkus dress itu, dan kemudian mereka beralih ke sepatu.
Ada satu flat shoes, satu sendal, satu pantofel, dan dua heels yang di ambil oleh pelayan atas permintaan dari Clara.
Lalu, Hanna duduk di kursi yang telah di sediakan, dan mencoba satu persatu semua alas kaki yang telah di pilih oleh Clara.
"Wah, aku suka heels ini", ucap Hanna.
"Ok! Kalau begitu yang ini saja", imbuh Clara.
"Hmmm, bukan kah aku harus terlihat lebih ceria seperti mahasiswa yang sedang menikmati hidup, kalau begitu sendal ini saja, terlihat sangat cantik", jelas Hanna.
"Setelah di pikir-pikir heels itu yang cocok dengan gaun mu", ucap Clara sambil menunjuk ke arah heels yang sempat di lirik oleh Hanna.
__ADS_1
"Ok! Yang ini saja", ucap Hanna.
Lalu, mereka memberikan heels itu kepada pelayan, dan segera melakukan pembayaran ke kasir.
Saat ini, mereka sedang berjalan menuju ke sebuah restoran ayam goreng berbumbu.
Hari terlihat sudah semakin sore, namun kedua nya tampak bahagia, dan saling berbincang satu sama lain nya.
Namun, ketika mereka hampir sampai di restoran, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang menabrak Hanna dari belakang.
Lalu, Hanna terjatuh, dan Clara segera membantu Hanna untuk berdiri kembali. Sedangkan wanita yang menabrak nya sudah tidak terlihat lagi.
"Dasar wanita tidak punya mata", ucap Clara.
"Apa kamu melihat wajah nya?" Tanya Hanna.
"Hanya sekilas", jawab Clara.
"Aku tidak sempat melihat nya, jadi kalau nanti kamu bertemu dengan nya lagi, tolong beri tahu aku secepat nya", ujar Hanna.
"Baik lah, tanpa kamu suruh pun aku akan memberi tau mu", ucap Clara.
Lalu, mereka berdua masuk ke dalam restoran, dan makan sepuas nya tanpa memikirkan berat badan.
Di tempat lain, terlihat seorang wanita yang telah menabrak Hanna, dan sedang tergesa-gesa untuk mencari tempat persembunyian.
Ia tampak dikejar oleh seorang pria. Wanita itu adalah Ara. Saat ini Ara sedang berlari dan hendak bersembunyi, karena tak sengaja mendengar pembicaraan rahasia sekelompok orang saat hendak menuju ke toko buku.
Lalu, Ara berhasil bersembunyi di sebuah studio foto milik seorang kakek tua.
"Hei nak, ada apa dengan mu?" Tanya kakek.
"Ssstttt!" Bisik Ara.
Lalu, kakek seakan mengerti dengan situasi yang di hadapi nya, dan menyuruh Ara untuk masuk ke ruang percetakan foto.
***
Saat ini, Rey tengah mengepung sebuah bangunan kosong di wilayah perbatasan kota dan desa.
Rey bersama anggota nya tengah berusaha untuk menangkap seseorang yang telah di perintahkan oleh Diego sebelum nya.
Langsung saja mereka semua masuk, dan menghancurkan pintu yang telah di kunci dari dalam ruangan.
Setelah itu, Mereka menodongkan senjata ke orang tersebut.
"Bukan kah kamu bos gengster yang ada di wilayah ini?" Tanya Rey.
"Lepaskan aku, aku tidak pernah mengganggu kalian", ucap nya.
"Bukan kami yang akan menentukan hidup mu, tapi pimpinan kami", ucap Rey.
Lalu, Rey menyuruh anggota nya untuk membawa pria itu menghadap Diego.
Namun, terlebih dahulu mengikat dan mengurung pria itu di markas mereka.
"Target sudah ada di tangan", ucap Rey yang sedang berbicara dengan Diego di telfon.
"Ok! Aku akan segera menuju ke sana", jawab Diego.
Sesampai nya di markas, Diego langsung mengintrogasi pria tersebut.
"Cepat katakan yang sebenar nya", ucap Diego.
"Aku tidak tau apa-apa", ucap nya.
"Kalau begitu lebih baik kamu mati di sini", ucap Diego.
"Jangan! Aku punya istri, dan seorang anak", ucap nya.
Mendengar kalimat pria itu, Diego langsung teringat dengan Hanna.
"Baik lah, akan aku beri kamu waktu malam ini untuk berfikir, keputusan ada di tangan mu, besok aku akan datang ke sini lagi", ucap Diego.
Lalu, Diego segera pergi dari ruangan itu, kemudian masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah nya, dan Rey mengikuti nya dari belakang.
***
Ketika Hanna dan Clara menuju ke rumah untuk pulang dan beristirahat, tiba-tiba dari kejauhan terlihat ada seorang pria yang di kenal nya.
"Hanna", panggil Clara.
"Iya, ada apa?" Tanya nya.
"Aku seperti melihat Alex", ucap Clara sambil ketakutan.
"Apa! Dimana?" Tanya Hanna.
"Di sana", tunjuk Clara.
Namun, Hanna tak melihat nya di sana.
"Dia sudah pergi, dan tak melihat ke arah ku", ucap Clara lagi.
"Bagus lah kalau begitu", ucap Hanna.
"Jangan sampai penguntit itu tahu keberadaan mu", ucap Hanna.
Lalu, Hanna segera menarik tangan Clara untuk pulang.
Namun, di belakang pagar tembok, terlihat ada seorang pria yang sedang memperhatikan Clara dari belakang.
Lalu, pria itu menyeringai sambil tersenyum licik.
Apakah yang akan terjadi pada pernikahan Diego dan Hanna? dan Apakah Diego akan menikah dengan Sera?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...