
Hanna yang melihat ekspresi Diego yang mulai berubah itu tentu saja langsung membuat Hanna tersenyum secara tiba-tiba.
Diego yang awal nya sudah mulai bingung dengan jawaban apa yang akan diberikan nya kepada istri nya itu tentu saja saat ini diri nya tambah bingung lagi ketika melihat Hanna yang secara tiba-tiba tersenyum dan tertawa kepada nya.
"Apa kamu merasa takut ketika aku berkata seperti itu kepada mu?" Tanya Hanna kepada Diego dengan senyuman manis nya itu.
Diego yang mendengar pertanyaan Hanna itu pun langsung saja kaget di buat nya dan seketika itu juga Diego pun mulai tersenyum kepada Hanna.
Setelah itu Diego pun langsung merangkul Hanna ke dalam pelukan nya sambil berusaha untuk menenangkan dan meyakinkan Hanna agar Hanna tidak selalu cemas dan khawatir kepada nya.
Diego berkata kalau diri nya akan selalu berhati-hati dan tidak akan membuat Hanna khawatir lagi kepada nya karena saat ini Diego sedang sibuk dengan beberapa urusan nya yang memang harus diselesaikan pada hari ini.
Diego juga berkata kalau diri nya tidak akan selalu sibuk seperti saat ini karena ada waktu untuk diri nya terhanyut dengan pekerjaan nya dan begitu pun dengan keluarga nya.
Diego berjanji setelah urusan nya ini selesai maka ia akan membawa Hanna untuk pergi liburan kemana pun yang Hanna inginkan.
Mendengar Diego berkata seperti itu kepada nya Hanna pun mulai teringat dengan perjalanan Diego yang selalu berjuang demi anak-anak yang ada di sekolah dan para orang tua yang ada di panti jompo yang telah di fasilitasi oleh Diego.
Diego pun berkata saat ini salah satu alasan terbesar nya untuk tetap bertahan adalah demi anak mereka yang telah lama hilang itu.
Diego ingin suatu saat ia bisa menemukan David dengan cara apa pun itu dan salah satu nya yaitu dengan menggunakan jabatan dan posisi nya saat ini.
Hanna yang mendengar itu pun hanya bisa mengeratkan pelukan nya kepada Diego sambil berusaha untuk tidak meneteskan air mata nya walau pun hal itu sungguh sulit untuk di lakukan nya.
***
Jam 07.00 Pagi Di Kediaman Keluarga Hanna
"Wah banyak sekali", ujar Krystal saat melihat tumpukan koper yang ada di ruang tamu.
"Semua nya ayo sarapan karena waktu kita sudah tidak banyak", ujar Hanna kepada semua orang yang ada di ruang tamu kediaman keluarga nya itu.
Rey, Clara, Leo, Krystal dan Diego pun segera menuju ke ruang makan untuk pergi sarapan pagi bersama sedangkan Ayah Hanna dan Nenek Hanna telah sejak lama berada di ruang makan itu.
Saat ini mereka semua sedang sibuk memakan sarapan pagi mereka masing-masing sedangkan Ayah Hanna terlihat sedang sibuk membaca koran karena beliau telah duluan sarapan pagi di bandingkan dengan yang lain nya.
Hanna yang hampir selesai memakan sarapan nya itu pun langsung bertanya kepada Ayah nya kenapa Ayah nya belum juga berangkat ke kampus padahal pagi ini Ayah nya akan rapat dengan beberapa dosen lain nya yang ada di kampus.
Lalu Ayah Hanna pun menjawab kalau beliau telah meminta izin kepada atasan nya untuk datang sedikit terlambat mengikuti rapat di kampus karena putri nya akan berangkat hari ini ke kota.
Mendengar perkataan Ayah nya itu Hanna pun langsung tersenyum dan kemudian Hanna pun langsung menjulurkan tangan nya kepada Ayah nya dengan membuat lambang hati menggunakan jari tangan nya.
Nenek Hanna yang melihat itu pun langsung tertawa di buat nya dan begitu pun dengan yang lain nya yang telah menyaksikan kejadian tersebut.
__ADS_1
Setalah Nenek Hanna selesai sarapan pagi beliau pun langsung berjalan menuju ke arah dapur dan setelah itu beliau pun kembali lagi menuju ke ruang makan sambil membawa beberapa kotak oleh-oleh khas dari desa yang telah lama beliau tempati tersebut.
Krystal yang melihat kotak oleh-oleh itu pun langsung membelalakkan mata nya sambil menghembuskan nafas berat nya.
Leo dan Hanna yang mendengar hembusan nafas Krystal itu pun langsung melihat kepada Krystal sambil bertanya secara bersamaan kenapa Krystal terlihat gusar ketika melihat oleh-oleh dari Nenek.
Lalu Krystal pun langsung menunjuk ke arah belakang badan nya seolah ingin memberi tahu keadaan di ruang tamu kediaman itu saat ini.
"OMG", ujar Hanna yang baru saja tersadar dengan apa yang ada di ruang tamu kediaman keluarga nya itu saat ini walau pun ruang tamu itu tidak terlihat dari ruang makan yang sedang mereka tempati saat ini.
***
Kediaman Sera
Saat ini Ibu Hanna telah selesai memasak beberapa masakan Chinese dan kemudian beliau pun menata semua makanan itu di atas meja makan dengan di bantu oleh beberapa orang pelayan yang ada di kediaman itu.
Setelah selesai menata semua makanan itu di ruang makan jam baru menunjukkan pukul delapan pagi kurang sepuluh menit.
Jadi karena waktu masih tersisa selama sepuluh menit menjelang sarapan pagi yang telah di tentukan pada hari ini oleh Kakek Sera maka Ibu Hanna pun memutuskan untuk pergi ke dalam kamar nya agar beliau bisa memperbaiki penampilan nya.
Ketika beliau sedang melewati kamar Branden yang berada di lantai satu itu beliau pun tidak sengaja melihat foto seorang wanita yang sedang di pajang dalam ukuran yang lumayan besar di dalam kamar Branden itu.
Kebetulan pada saat itu pintu kamar Branden sedikit terbuka dan tentu saja itu membuat Ibu Hanna tidak sengaja melihat foto wanita tersebut karena ukuran nya yang terbilang lumayan besar itu.
Karena Ibu Hanna hanya melihat foto wanita itu sekilas saja jadi beliau pun menganggap itu mungkin hanya firasat beliau saja.
Karena menurut beliau tidak mungkin kekasih Branden itu adalah salah satu wanita yang terasa familiar di mata nya.
Setelah cukup dengan rasa penasaran beliau itu beliau pun langsung bergegas pergi ke dalam kamar beliau untuk segera memperbaiki riasan beliau.
Setelah selesai memperbaiki riasan beliau pun kembali lagi menuju ke ruang makan untuk pergi sarapan pagi bersama.
Setelah sampai di ruang makan ternyata disana telah ada Kakek Sera, Branden, Sera dan Coco yang telah bersiap-siap untuk memakan masakan Chinese yang telah selesai beliau siapkan itu.
"Wah kelihatan nya lezat sekali chef", ujar Branden kepada Ibu Hanna sambil memberikan ke dua jempol tangan nya kepada Ibu Hanna.
"Jangan terlalu memuji nanti setelah di coba ternyata tidak sesuai dengan yang kalian cari", ujar Ibu Hanna sambil duduk di kursi makan yang biasa beliau tempati itu.
"Aku rasa secara visual makanan ini terlihat sangat lezat", ujar Coco sambil sibuk memperhatikan semua hidangan yang ada di atas meja makan itu.
Lalu Sera dan Branden pun juga ikut membenarkan perkataan Coco itu dan begitu pun dengan Kakek Sera yang terlihat menganggukkan kepala beliau ketika beliau ikut memperhatikan semua hidangan yang ada di atas meja makan itu.
Setelah mencicipi makanan yang di hidangkan itu mereka semua pun langsung takjub di buat nya dengan kemampuan memasak yang dimiliki oleh Ibu Hanna.
__ADS_1
Karena rasa semua masakan itu enak maka Kakek Sera pun langsung menyuruh Ibu Hanna untuk segera mewarisi keterampilan memasak yang dimiliki nya itu kepada Coco agar semua rencana yang telah mereka susun itu dapat segera terlaksana sesuai dengan harapan Kakek Sera maupun Sera.
Coco yang melihat respon Kakek Sera itu pun hanya bisa tersenyum kegirangan di buat nya karena Coco pun juga tidak sabar untuk melakukan aksi berikut nya kepada Zhen Shui walau pun kejadian semalam itu tidak sesuai dengan harapan nya.
Saat semua nya sedang kegirangan melahab makanan yang telah di buat oleh Ibu Hanna itu maka Ibu Hanna pun merasa sedikit lega di buat nya dan beliau pun juga merasa tidak sungkan lagi untuk bertanya secara terang-terangan mengenai foto seorang wanita yang ada di dalam kamar Branden itu.
"Branden bolehkan aku bertanya sesuatu yang sedikit privasi kepada mu?" Tanya Ibu Hanna kepada Branden.
Branden yang mendengar pertanyaan dari Ibu Hanna itu pun hanya menganggukkan kepala nya sambil tetap memakan makanan yang ada di atas piring nya itu dengan lahap nya.
"Apakah wanita yang ada di foto itu adalah Krystal?" Tanya Ibu Hanna kepada Branden.
Branden yang mendengar pertanyaan dari Ibu Hanna itu pun langsung mengerti dengan apa yang telah dimaksudkan oleh Ibu Hanna itu kepada nya.
Branden merasa Ibu Hanna itu telah melihat foto seorang wanita yang sedang terpajang di dalam kamar nya saat ini.
Namun Branden sempat terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Ibu Hanna itu karena menurut nya Ibu Hanna itu tidak mungkin mengenal Krystal.
Apa lagi Krystal bukan lah seorang wanita yang suka berbaur dengan sembarang orang jadi pertanyaan dari Ibu Hanna itu telah berhasil membuat Branden menjadi penasaran dan curiga kepada Ibu Hanna.
"Dari mana chef mengenal Krystal?" Tanya Branden.
"Bukan kah Krystal itu adalah seseorang yang kehidupan nya itu sangat tertutup sebelum dia datang kesini", ujar Branden lagi kepada Ibu Hanna.
Mendengar perkataan dari Branden itu Ibu Hanna pun langsung terdiam di buat nya sedangkan semua orang yang ada disana telah lama memperhatikan pembicaraan di antara Ibu Hanna dengan Branden.
"Apakah Bibi adalah seorang mata-mata yang telah di kirim oleh Diego ke dalam rumah ini?" Tanya Sera kepada Ibu Hanna.
Sontak saja pertanyaan Sera itu langsung menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana termasuk semua pelayan yang sedang berdiri di sekitar mereka.
Ibu Hanna yang mendengar perkataan dari Sera itu pun juga mulai bingung dengan keadaan yang sedang terjadi saat ini.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Mohon maaf bagi pembaca setia karya "Mafia Wedding Secrets" saat ini author jarang upload dikarenakan ada beberapa kendala yang sedang terjadi.
Sehingga dimohonkan kepada pembaca untuk dapat sabar menunggu update dari author, insyaAllah author akan terus update namun belum bisa rutin update seperti dulu untuk saat ini, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1