
Bar Kalangan Atas Di Pusat Kota
"Leo", panggil seorang lelaki kepada nya.
"Ada apa?" Tanya Leo kepada lelaki itu.
"Apa kamu mau bersenang-senang dengan kami sampai larut malam atau sampai besok pagi", ujar lelaki itu lagi kepada nya.
"Menurut mu bagaimana?" Tanya Leo sambil melihat ke arah lelaki itu.
"Kalau begitu aku akan membawakan wanita cantik yang akan menemani mu pada malam ini", ujar lelaki itu lagi.
"Benarkah!" Ujar Leo.
"Tentu saja", ujar lelaki itu lagi.
"Katakan saja apa yang kamu inginkan saat ini maka aku akan memberikan nya untuk mu", ujar lelaki itu lagi sambil menghisap rokok yang ada di tangan nya itu.
Kemudian Leo tersenyum kepada lelaki itu dan ia pun langsung menatap mata lelaki itu dengan tatapan dalam nya.
***
Kediaman Diego
"Apa", ujar Diego lewat ponsel nya itu.
"Iya bos Branden tidak bisa kita jangkau saat ini karena tidak ada tanda-tanda keberadaan nya saat ini", ujar Rey.
"Kalau begitu bagaimana dengan Sera?" Tanya Diego.
"Akhir-akhir ini dia selalu berada di kediaman nya dan dia juga tidak memberikan tanda-tanda ada nya hubungan antara diri nya dengan Branden", ujar Rey lagi.
"Lalu bagaimana dengan Kakek nya?" Tanya Diego lagi.
"Hasil nya tetap sama tidak ada tanda-tanda ada nya hubungan di antara Kakak sera dengan Branden saat ini", ujar Rey lagi.
"Kalau begitu coba selidiki lagi dan jangan sampai ada yang terlewatkan", ujar Diego.
"Ok", ujar Rey.
Lalu panggilan telpon itu pun segera berakhir dan setelah itu Diego pun segera masuk ke dalam ruangan rahasia yang ada di dalam ruang kerja nya itu.
***
Rumah Clara
"Ok! Aku akan menunggu kedatangan mu bersama dengan semua keluarga mu", ujar Clara lewat ponsel nya.
"Baik lah", ujar Hanna.
"Kalau begitu aku mau tidur dulu karena sekarang aku sudah mengantuk", ujar Hanna lagi.
"Ok! Bye bye", ujar Clara.
Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan setelah itu Clara pun langsung masuk ke dalam kamar nya untuk mengecek bayi nya yang sedang tertidur di atas tempat tidur nya itu.
Sedangkan Rey saat ini sedang berada di meja yang ada di depan TV sambil mengerjakan beberapa tugas yang telah di bawa nya pulang karena besok pagi ia akan memberikan nya kepada Diego.
***
Kediaman Krystal
"Aku harus segera memakai baju ku dan setelah itu aku harus segera pergi ke bar itu", ujar Krystal ketika ia baru selesai mandi.
Lalu Krystal pun segera memakai handuk berwarna merah yang ada di dalam kamar mandi nya itu dan setelah itu Krystal pun keluar dari dalam kamar mandi nya itu dengan hanya memakai sebuah handuk.
Saat ini Krystal baru saja selesai keramas dan tentu saja rambut panjang nya itu terlihat basah dan itu juga membuat Krystal menjadi lebih menggoda di mata pria.
Ketika Krystal baru saja keluar dari dalam kamar mandi nya itu tiba-tiba saja ia melihat Leo sedang berdiri di dekat tempat tidur mereka saat ini.
"OMG", ujar Krystal di dalam hati nya.
Karena selama mereka menikah Leo tidak pernah melihat Krystal dalam keadaan yang seperti itu dan Krystal juga tidak pernah berniat untuk berpenampilan seperti itu di depan Leo.
Namun saat ini keadaan nya telah berubah karena Leo tiba-tiba saja pulang lebih cepat dari perkiraan Krystal.
Melihat Leo yang ada di depan nya saat ini tentu saja Krystal kaget dan tidak berani melangkah mendekati Leo.
Sedangkan Leo menatap Krystal dari atas sampai ke bawah dengan tatapan kaget nya.
Melihat Krystal yang berpenampilan seperti itu di depan nya tentu saja membuat Leo sangat kaget dengan semua itu.
Setelah Krystal sadar kalau Leo sedang memperhatikan nya saat ini Krystal pun mulai panik dan perasaan berdebar itu langsung muncul seketika itu juga.
"Kenapa dia memperhatikan ku?" Tanya Krystal di dalam hati nya.
"Apa dia sedang mabuk?" Tanya Krystal lagi di dalam hati nya.
Lalu Leo pun mulai mendekati Krystal dengan langkah pelan nya dan melihat itu tentu saja wajah Krystal langsung memerah.
Setelah itu Krystal pun langsung memalingkan wajah nya dari Leo dan tentu saja masih dengan perasaan kaget nya itu.
Ketika jarak Leo semakin dekat dengan nya Krystal pun mulai memberanikan diri untuk menatap mata Leo dengan wajah kesal nya itu karena pada saat ini Krystal baru saja mengingat kalau Leo baru pulang dari sebuah bar.
"Kenapa kamu pulang lebih cepat dari perkiraan ku?" Tanya Krystal sambil menatap Leo.
Mendengar pertanyaan Krystal yang seperti itu kepada nya tiba-tiba saja langkah Leo terhenti dan setelah itu Leo pun langsung melihat ke arah Krystal.
__ADS_1
"Bukan kah sebelum ini kamu sedang berada di bar?" Tanya Krystal lagi.
"Jadi kenapa kamu tiba-tiba muncul di depan ku saat ini?" Tanya Krystal lagi.
"Apa kamu ingin mengambil sesuatu dan kembali lagi ke bar itu?" Tanya Krystal lagi.
"Atau kamu sedang mabuk saat ini?" Tanya Krystal lagi.
Mendengar pertanyaan Krystal yang bertubi-tubi kepada nya itu Leo pun langsung berjalan lagi dan mempercepat langkah nya menuju ke depan Krystal.
Setelah Leo sampai di depan Krystal tiba-tiba saja Leo langsung menarik tangan Krystal ke dalam pangkuan nya dan setalah itu Leo pun langsung menyambar bibir mungil milik Krystal dengan ganas nya.
Melihat dan merasakan perlakuan Leo yang seperti itu kepada nya Krystal pun hanya bisa membelalakkan mata nya.
Selain itu Krystal juga tidak bisa berkata apa pun pada saat ini karena ia sangat kaget dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
Bahkan Krystal pun tidak bergerak sedikit pun dari tempat berdiri nya saat ini dan Krystal hanya bisa pasrah dengan semua perlakuan Leo kepada nya.
Setelah cukup lama menjamah bibir mungil istri nya itu Leo pun langsung menggendong Krystal menuju ke atas tempat tidur mereka.
"OMG! Ini adalah kali pertama kami melakukan nya", ujar Krystal di dalam hati nya sambil menatap dalam mata Leo.
"Apa kamu sedang mabuk?" Tanya Krystal lagi.
Mendengar pertanyaan Krystal yang seperti itu lagi kepada nya Leo tetap tidak menggubris Krystal dan setelah itu tangan Leo pun mulai membuka jas kantor nya dan juga kemeja kantor nya.
Sehingga saat ini tubuh bagian atas Leo pun sudah terlihat dengan jelas tanpa sehelai benang pun yang menutupi nya.
Melihat tubuh Leo yang bisa di katakan sempurna itu tentu saja Krystal langsung terpesona di buat nya dan Krystal pun langsung memperhatikan seluruh bagian tubuh Leo yang sudah terekspos itu dengan hati yang berdebar dan tak bisa di kendalikan nya itu.
Lalu Leo pun langsung mendekati Krystal lagi dan setelah itu Leo pun mulai menyambar bibir mungil Krystal lagi dengan sentuhan yang lebih ganas lagi dari pada sentuhan yang sebelum nya.
Kali ini kecupan Leo itu pun di balas oleh Krystal dan saat ini mereka sedang memadu kasih dengan sangat bergairah.
Setelah cukup lama bibir mereka saling bersentuhan satu sama lain nya tangan Leo pun mulai membuka handuk merah yang sedang di pakai oleh Krystal itu.
Kemudian mereka berdua pun mulai saling melampiaskan hasrat mereka yang sudah terpendam selama berbulan bulan lama nya dari semenjak mereka menikah.
Kejadian ini bisa di katakan malam pertama bagi mereka berdua dan kejadian itu sungguh tidak pernah mereka sangka akan terjadi pada saat ini.
Erangan demi erangan sudah mulai terdengar di telinga Leo dan suara Krystal itu pun tentu saja membuat Leo menjadi tambah semangat untuk melakukan aksi nya itu.
***
Kediaman Diego
Pagi ini Diego sedang berada di ruang kerja nya dan saat ini ia sedang memeriksa beberapa berkas yang akan di bawa nya ke kantor pada hari ini.
Setelah cukup lama memeriksa dokumen itu tiba-tiba saja masuk panggilan telpon dari Rey dan Diego pun langsung mengangkat nya.
"Halo", ujar Diego.
"Apa itu?" Tanya Diego.
"Saat ini Branden telah menghilang dari Korea dan di Amerika pun dia juga tidak bisa di temukan karena tidak ada tanda-tanda keberadaan nya disana", ujar Rey.
"Apa!" Ujar Diego.
"Lalu dimana dia sekarang", gumam Diego sambil melihat ke arah pintu masuk ruang kerja nya itu.
"Aku juga tidak tau karena anggota kita belum bisa menemukan nya", ujar Rey lagi.
"Cari dia sampai kalian mendapatkan nya walau pun itu membutuhkan waktu berbulan-bulan lama nya aku tidak masalah asalkan aku bisa mendapatkan bayi ku kembali", ujar Diego.
"Ok aku mengerti", ujar Rey.
Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan setelah itu Diego pun berjalan menuju ke balkon yang ada di dekat ruang keluarga kediaman nya itu untuk menghirup udara segar yang ada disana.
"Siapa pun kamu akan aku pastikan kalau aku akan memusnahkan mu dari dunia ini karena kamu telah berani mengambil bayi ku", ujar Diego sambil melihat pemandangan yang ada di balkon dekat ruang keluarga kediaman nya itu.
***
Kediaman Krystal
Pagi ini Krystal bangun lebih awal dari pada Leo dan saat ini pun Krystal belum juga bergerak dari posisi tidur nya itu.
"Setelah di perhatikan ternyata dia adalah pria yang sangat tampan", ujar Krystal di dalam hati nya sambil melihat wajah Leo dari arah samping nya itu.
Pada saat Krystal sedang terhanyut memperhatikan Leo yang sedang tertidur di samping nya itu tiba-tiba saja Leo bangun dari tidur nya dan setelah membuka mata nya Leo pun langsung melihat ke arah Krystal yang ada di samping nya itu.
Leo melihat Krystal tanpa bersuara sedikit pun dan tatapan mata nya itu berhasil membuat Krystal gugup dan mengalihkan pandangan nya dari Leo.
"Aku akan pergi mandi terlebih dahulu", ujar Krystal dengan gugup nya tanpa melihat ke arah Leo sedikit pun.
Lalu Krystal pun segera berdiri dari tempat tidur mereka itu dan ia pun langsung berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka itu sambil menutupi tubuh polos nya itu dengan selimut putih yang sedang di gunakan nya itu.
Pada saat Krystal sudah berada di depan pintu kamar mandi tiba-tiba saja langkah nya terhenti karena mendengar perkataan Leo yang membuat hati nya menjadi berkecamuk saat ini.
"Krystal maafkan aku", ujar Leo.
"Apa! Maaf", ujar Krystal sambil melihat ke arah Leo dengan tatapan bingung nya itu.
"Kenapa kamu minta maaf kepada ku?" Tanya Krystal.
"Mengenai kejadian semalam aku rasa aku harus meminta maaf kepada mu", ujar Leo lagi.
"Apa!" Ujar Krystal.
__ADS_1
"Semalam aku terpaksa melampiaskan nya kepada mu karena suatu keadaan yang tidak bisa aku kendalikan", ujar Leo.
"Apa!" Ujar Krystal lagi.
*Flash Back*
Pada saat Leo sedang menatap mata lelaki yang ada di depan nya itu tiba-tiba saja Leo tersenyum dengan sinis nya dan kemudian Leo pun langsung menghajar lelaki itu dengan pukulan yang hanya di layangkan nya sekali.
"Wanita", ujar Leo sambil melihat ke arah lelaki yang sedang tersungkur di depan nya itu.
"Apa kamu ingin menjebak ku?" Tanya Leo.
"Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan minuman ku itu", ujar Leo lagi.
Kemudian Leo pun tersenyum sinis dan melihat ke arah pria itu lagi sambil menarik kerah baju pria itu dengan tangan kanan nya.
"Sekali pun kamu tidak akan bisa melakukan itu kepada ku ingat itu", ujar Leo.
Lalu Leo pun langsung menghempaskan pria itu dengan kasar nya ke atas lantai dan setelah itu Leo pun langsung pergi meninggalkan bar itu dengan kondisi tubuh nya yang sudah mulai merasakan panas akibat efek dari obat perangsang yang telah di masukkan pria itu ke dalam minuman nya.
Melihat Leo yang seperti itu semua orang yang telah datang dengan nya pun hanya menyaksikan semua itu dengan diam tanpa berniat untuk menggubris Leo sedikit pun karena mereka sangat ketakutan melihat ekspresi Leo yang terlihat sudah sangat marah itu.
Bahkan wanita yang telah di sediakan oleh pria itu untuk melayani Leo itu pun juga tampak sangat ketakutan dengan Leo.
Wanita itu hanya bisa menundukkan kepala nya tanpa berani untuk menatap mata Leo ketika Leo sedang melihat ke arah nya sewaktu Leo sedang berjalan menuju ke luar dari ruangan bar yang sedang mereka tempati itu.
*Kamar Leo Dan Krystal*
"Lalu kenapa kamu meminta maaf kepada ku?" Tanya Krystal kepada Leo ketika Krystal masih berdiri di depan pintu kamar mandi itu.
"Apa aku salah telah meminta maaf kepada mu", ujar Leo.
"Kalau begitu aku akan menarik kata-kata ku kembali", ujar Leo lagi.
"Wah", ujar Krystal sambil tersenyum dengan kesal nya kepada Leo.
"Kalau kamu tidak mau mandi sekarang maka aku yang akan mandi terlebih dahulu", ujar Leo yang tiba-tiba saja melangkah dengan cepat nya menuju ke dalam kamar mandi itu.
Melihat Leo yang sudah masuk ke dalam kamar mandi itu Krystal pun hanya bisa pasrah dengan semua itu dan Krystal pun juga tidak berniat untuk berdebat dengan Leo saat ini mengenai siapa yang lebih dulu untuk bisa memakai kamar mandi itu.
"Aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini", ujar Krystal.
Lalu Krystal pun segera berjalan ke atas tempat tidur nya lagi dan setelah itu Krystal pun langsung menghempaskan diri nya ke atas kasur yang empuk itu.
***
Kediaman Diego
"Sayang", ujar Hanna yang baru saja keluar dari dalam kamar nya.
"Iya ada apa?" Tanya Diego yang saat ini masih berdiri di balkon yang ada di dekat ruang keluarga kediaman nya itu.
"Besok aku ingin pergi ke desa terpencil", ujar Hanna.
"Apa! Desa terpencil", ujar Diego.
"Iya", ujar Hanna lagi.
"Apa ada sesuatu yang perlu kamu urus disana?" Tanya Diego.
"Aku rasa aku perlu berpamitan dengan semua orang yang ada disana sebelum aku kembali lagi kesini", ujar Hanna.
"Baik lah", ujar Diego.
"Ok! Terima kasih", ujar Hanna.
"Besok aku akan ikut dengan mu", ujar Diego lagi.
"Apa! Kamu mau ikut dengan ku", ujar Hanna dengan ekspresi kaget nya itu.
Kemudian Diego pun menganggukkan kepala nya kepada Hanna dan setelah itu Hanna pun langsung tersenyum dengan girang nya kepada Diego.
"Hanna", ujar Diego lagi.
"Iya ada apa?" Tanya Hanna.
"Seperti nya bayi kita belum bisa aku temukan pada saat ini", ujar Diego.
Mendengar perkataan Diego yang seperti itu raut wajah Hanna pun langsung berubah menjadi sedih kembali.
"Tapi kamu tenang lah karena aku akan terus mencari bayi kita sampai aku berhasil mendapatkan nya entah bayi kita itu masih hidup atau pun sudah tiada", ujar Diego lagi.
"Jadi kamu bersabar lah karena aku pasti akan menemukan bayi kita", ujar Diego lagi.
Mendengar perkataan Diego yang seperti itu kepada nya Hanna pun langsung pingsan di buat nya karena Hanna tidak bisa menerima perkataan mengenai bayi nya yang telah tiada di dunia ini walau pun itu hanya sebatas perkataan saja.
Melihat Hanna yang pingsan di depan nya itu Diego pun langsung membawa Hanna menuju ke atas sofa yang ada di ruang keluarga kediaman nya itu dengan perasaan sedih dan juga berkecamuk di dalam hati nya itu.
"Hanna maafkan aku", ujar Diego sambil melihat wajah Hanna dengan ekspresi sedih nya.
Lalu Diego pun segera memanggil pelayan agar bisa membantu nya untuk membuat Hanna sadar kembali dari pingsan nya itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...