Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Air Mata


__ADS_3

"Hanna keluar lah aku tau kamu sedang berada di dalam saat ini", ujar Diego.


Lalu tak lama kemudian Hanna pun segera keluar dari dalam tenda nya dengan air mata yang sudah mulai mengalir dari sudut mata nya itu.


"Diego", ujar Hanna saat Hanna telah berdiri di depan tenda nya itu.


Saat ini semua orang sudah tertidur dan mereka semua sama sekali tidak terbangun pada saat ini mungkin karena mereka semua sudah sangat kelelahan di tambah lagi suara Hanna dan Diego saat ini tidak lah kencang.


"Hanna", panggil Diego sambil berusaha untuk menahan air mata nya.


"Kenapa kamu tau kalau aku sedang berada disini?" Tanya Hanna.


"Itu bukan lah hal yang susah bagi ku maka nya aku bisa menemukan mu pada saat ini", ujar Diego lagi.


"Lalu apa tujuan mu datang kesini apa kamu memang sengaja untuk pergi menemui ku kesini?" Tanya Hanna lagi.


"Iya aku memang sengaja untuk pergi menemui mu kesini", ujar Diego lagi.


"Apa lagi yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya Hanna.


"Apa kamu ingin menyuruh ku untuk pergi lebih jauh lagi dari tempat ini", ujar Hanna lagi.


"Atau kamu ingin menyuruh ku untuk pergi meninggalkan Negara ini agar kamu bisa hidup dengan bebas bersama wanita itu", ujar Hanna lagi.


"Ayo katakan apa lagi yang kamu inginkan dari ku saat ini", ujar Hanna lagi.


"Bahkan jika kamu menyuruh ku untuk pergi meninggalkan Negara ini pun aku rela asalkan kamu dan wanita itu tidak mengganggu hidup ku lagi", ujar Hanna lagi.


"Hanna hentikan semua nya", ujar Diego.


"Apa! Hentikan kata mu", ujar Hanna.


"Saat ini aku bahkan sudah mulai lupa dengan kehidupan ku sebelum nya tapi kenapa kamu datang lagi ke hadapan ku saat ini dan membuat semua nya menjadi tambah kacau", ujar Hanna lagi.


"Hanna maafkan aku", ujar Diego.


"Apa! Maaf", ujar Hanna.


"Kenapa kamu tiba-tiba meminta maaf kepada ku?" Tanya Hanna.


"Sekarang aku sudah tau semua nya", ujar Diego.


"Apa!" Ujar Hanna.


"Iya semenjak aku telah menyuruh anggota ku untuk menyelidiki semua nya maka semenjak itu lah aku mengetahui semua kebenaran nya", ujar Diego lagi.


"Lalu kenapa kamu masih bersama dengan wanita itu saat ini?" Tanya Hanna.


"Aku akan menjelaskan semua nya kepada mu jadi untuk sekarang ini aku harap kamu bisa memaafkan ku karena aku telah membuat hidup mu menjadi menderita seperti ini", ujar Diego.


"Aku sama sekali tidak menderita saat ini dan aku malah lebih menikmati hidup ku pada saat ini", ujar Hanna lagi.


"Hanna apa kamu mau memaafkan ku?" Tanya Diego.


"Aku tau aku sudah tidak pantas untuk bisa kamu maafkan saat ini tapi aku berharap kamu bisa menerima ku lagi sebagai suami mu", ujar Diego lagi.


"Aku tidak bisa menjawab semua itu sekarang karena pada saat ini aku tidak mau di ganggu lagi dan aku hanya ingin hidup tanpa ada yang berusaha utuk menyakiti ku lagi", ujar Hanna.


Lalu Diego pun tak kuasa menahan air mata nya saat ini dan pada saat ini Diego hanya bisa tersenyum sambil meneteskan air mata nya itu.


"Aku tidak menyangka semua ini akan terjadi kepada ku", ujar Diego sambil tersenyum dengan tetap meneteskan air mata nya itu.


"Sudah lah jangan berbicara lagi kepada ku saat ini karena saat ini aku akan segera pergi untuk beristirahat dan tolong jangan ganggu aku lagi untuk ke depan nya", ujar Hanna.


"Apa kamu benar-benar tidak ingin untuk berada di dekat ku lagi?" Tanya Diego.


"Iya aku tidak menginginkan itu lagi", ujar Hanna.


"Hanna apa tidak ada sedikit pun ruang di hati kecil mu itu untuk ku lagi?" Tanya Diego lagi.


"Tidak jadi tolong kamu segera pergi dari hadapan ku saat ini", ujar Hanna.


"Baik lah jika itu mau mu pada saat ini tapi jika suatu saat kamu berubah pikiran maka pintu rumah ku akan selalu terbuka untuk mu", ujar Diego.


"Hanna sekali lagi maafkan aku", ujar Diego lagi.


"Aku harap kamu selalu hidup bahagia ke depan nya", ujar Diego lagi.


Lalu Diego pun segera pergi meninggalkan Hanna yang masih berdiri terpaku di depan tenda nya itu.


Sementara di tempat lain Jiu pun tidak sengaja menyaksikan kejadian tersebut pada saat diri nya telah kembali dari air pancuran yang ada di dekat perkemahan Diego itu.


"Ada apa dengan mereka saat ini?" Tanya Jiu di dalam hati nya.


Saat ini Jiu sedang bersembunyi di balik sebuah pohon agar Diego tidak melihat nya karena pada saat ini Diego sedang berjalan di dekat tempat persembunyian Jiu itu.


"Siapa laki-laki itu?" Tanya Jiu lagi di dalam hati nya.


"Apa dia suami Hanna?" Tanya Jiu lagi di dalam hati nya.


Lalu Diego pun telah pergi cukup jauh dari nya dan Jiu pun langsung keluar dari tempat persembunyian nya itu dan setelah itu Jiu pun langsung menghampiri Hanna yang masih berdiri terpaku di tempat nya itu.


"Hanna", panggil Jiu.

__ADS_1


"Ada apa dengan mu?" Tanya Jiu lagi.


"Aku tidak apa-apa", ujar Hanna.


"Aku hanya saja ingin menghirup udara segar disini karena di dalam tenda cukup membuat ku kepanasan", ujar Hanna lagi.


"Kalau begitu aku pergi beristirahat dulu dan sampai jumpa besok pagi Jiu", ujar Hanna lagi.


"Ok", ujar Jiu dengan ekspresi bingung nya saat ini.


Lalu Hanna pun segera masuk ke dalam tenda nya untuk pergi beristirahat sementara Jiu masih tetap terdiam di tempat nya berdiri saat ini.


"Aku rasa aku tidak akan bertanya lebih dalam lagi kepada nya", ujar Jiu.


"Dia baru saja telah berbohong kepada ku sebentar ini jadi tidak ada alasan lagi bagi ku untuk ikut campur urusan mereka saat ini", ujar Jiu lagi.


Lalu setelah itu Jiu pun segera duduk di depan perapian yang ada di depan tenda mereka sambil menghangatkan badan nya disana karena pada saat ini cuaca disana sangat dingin sekali.


"Hari sangat dingin seperti ini Hanna berkata malah kepanasan berada di dalam tenda", ujar Jiu.


"Ada-ada saja alasan nya", ujar Jiu lagi.


Lalu Jiu pun segera memanjangkan ke dua kaki nya ke tempat duduk yang ada di seberang nya agar ia bisa dengan santai nya menghangatkan badan nya saat ini.


***


Tempat Perkemahan Diego


Saat ini Diego hanya terdiam sambil merenung di depan perapian yang ada di depan tenda mereka saat ini.


Suasana di perkemahan itu sangat sunyi apa lagi tidak ada satu pun aktifitas yang sedang di lakukan disana pada saat ini karena semua orang telah tertidur di dalam tenda mereka masing-masing.


Diego hanya merenung sambil melihat ke perapian yang ada di depan nya saat ini.


"Hanna maafkan aku karena aku sebelum nya tidak berusaha untuk mencari semua bukti nya sebelum kamu pergi meninggalkan kota", ujar Diego di dalam hati nya.


*Flash Back*


Kantor Ayah Diego


"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu di depan ruangan kerja Diego.


"Masuk", ujar Diego dari dalam ruangan nya.


"Bagaimana dengan hasil penyelidikan nya?" Tanya Diego.


"Kami sudah menemukan transaksi yang telah di lakukan oleh nona Ara terhadap Alex bos", ujar anggota nya itu.


"Apa!" Ujar Diego.


"Berikan kepada ku semua bukti nya itu", ujar Diego.


"Ini bos telah saya dapatkan dari Bank yang bersangkutan", ujar anggota nya itu lagi.


Lalu Diego pun segera melihat berkas yang telah diberikan oleh anggota nya itu.


"Apa hanya ini saja?" Tanya Diego.


"Ada yang lain lagi bos dan itu menyangkut dengan kediaman nya nona Ara bos", ujar anggota nya itu lagi.


"Apa! Kenapa bisa sampai berhubungan dengan kediaman nya?" Tanya Diego lagi.


"Kamar hotel yang telah di tempati oleh istri bos itu telah di pasang cctv oleh nona Ara bos dan semua rekaman nya telah di simpan oleh nona Ara di dalam kediaman nya bos", ujar anggota nya itu lagi.


"Lalu mana rekaman itu?" Tanya Diego lagi.


"Masih dalam proses bos dan malam ini anggota yang lain nya yang akan membawakan semua rekaman itu kepada bos", ujar anggota nya itu lagi.


"Ok aku tunggu rekaman itu secepat nya", ujar Diego.


"Baik bos", ujar anggota nya itu lagi.


Lalu anggota Octopus itu pun segera pergi meninggalkan Diego di dalam ruangan kerja nya itu.


Sedangkan Diego hanya diam saja duduk di tempat nya saat ini sambil menatap tajam ke arah berkas yang akan menjadi salah satu bukti kejahatan Ara itu kepada nya.


"Ara! Kalau kamu tidak berusaha untuk bunuh diri di depan ku pada saat itu mungkin saat ini aku telah menyeret mu untuk datang ke dalam markas ku", ujar Diego dengan penuh amarah.


Lalu Diego pun segera melanjutkan pekerjaan nya kembali dan tak lama kemudian Rey pun masuk ke dalam ruangan nya sambil membawakan beberapa dokumen untuk di tanda tangani nya.


"Ini dokumen dari departemen produksi", ujar Rey kepada Diego.


Lalu Diego pun segera mengecek dan menandatangani semua dokumen yang telah dibawa oleh Rey itu.


"Apa mereka hanya memproduksi sebanyak ini saja?" Tanya Diego.


"Seperti nya begitu", ujar Rey.


"Katakan kepada mereka kalau pada bulan depan jumlah nya harus di tambahkan lagi dan harus lebih meningkat lagi dari pada bulan ini", ujar Diego.


"Ok", ujar Rey.


"Oh iya tadi aku melihat ada salah satu dari anggota kita berada di kantor mu", ujar Rey lagi.

__ADS_1


"Apa dia baru saja pergi menemui mu kesini?" Tanya Rey.


"Iya", ujar Diego.


"Apa! Kenapa kamu tiba-tiba menyuruh anggota kita untuk datang ke kantor Ayah mu", ujar Rey dengan ekspresi kaget nya.


"Apa kamu tidak takut kalau Ayah mu mencurigai mu?" Tanya Rey lagi.


"Itu karena aku sudah tidak sabar untuk melihat hasil penyelidikan nya itu", ujar Diego.


"Apa! Hasil penyelidikan", ujar Rey.


"Lalu bagaimana dengan hasil nya?" Tanya Rey lagi dengan ekspresi semangat nya kali ini.


"Lihat saja sendiri", ujar Diego sambil memberikan berkas yang telah di terima nya dari beberapa waktu yang lalu itu.


"Bukti yang lebih akurat lagi akan datang ke kediaman ku pada malam ini", ujar Diego lagi.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Rey.


"Saat ini aku akan berpura-pura tidak mengetahui semua nya di depan Ara agar dia tidak bunuh diri lagi gara-gara aku", ujar Diego.


"Jika dia sampai bunuh diri gara-gara aku maka keluarga nya akan datang untuk menuntut ku kesini walau pun putri nya yang bersalah", ujar Diego lagi.


"Aku sudah tidak mau lagi berurusan dengan keluarga seperti mereka bukan kah kamu telah melihat nya seperti apa dulu urusan ku dengan keluarga Sera dan aku rasa keluarga mereka berdua itu tidak ada beda nya", ujar Diego lagi.


"Hanya saja keluarga Ara tidak melakukan bisnis gelap seperti diri ku", ujar Diego lagi.


"Iya walau pun keluarga nya tidak melakukan bisnis gelap seperti diri mu dan Kakek Sera tapi tetap saja jika masalah ini di bawa nya sampai ke publik maka itu akan berpengaruh ke perusahaan Ayah mu", ujar Rey.


"Iya maka nya aku harus mengumpulkan semua bukti nya dulu dan baru setelah itu aku pergi menemui keluarga nya untuk membicarakan masalah ini", ujar Diego lagi.


"Iya itu lebih baik menurut ku", ujar Rey lagi.


Lalu mereka pun kembali lagi dengan aktifitas mereka masing-masing dan setelah pekerjaan nya selesai untuk hari ini Diego pun langsung pulang ke kediaman keluarga besar nya untuk pergi menenangkan pikiran nya yang sudah mulai tidak stabil pada saat ini.


*Tempat Perkemahan Diego*


"Hanna aku harap kamu akan berubah pikiran dan kembali lagi kepada ku", ujar Diego di dalam hati nya sambil menatap perapian yang ada di depan nya itu.


Lalu setelah cukup lama merenung di depan perapian itu akhirnya Diego pun segera masuk ke dalam tenda nya untuk pergi beristirahat karena besok pagi mereka akan melakukan perjalanan yang sangat panjang menuju ke kota.


***


Desa Terpencil


"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu di luar rumah yang telah Hanna sewa.


"Ada apa?" Tanya Ibu Jiu yang baru saja keluar dari dalam rumah nya ketika beliau telah mendengar bunyi suara ketukan pintu di depan rumah Hanna.


"Aku ingin mencari orang yang sedang tinggal disini", ujar Alex kepada Ibu Jiu.


"Oh kamu ingin mencari Hanna", ujar Ibu Jiu.


"Iya dia yang sedang aku cari saat ini", ujar Alex lagi.


"Saat ini Hanna belum kembali dari tempat perkemahan dan aku rasa sebentar lagi dia akan sampai disini", ujar Ibu Jiu lagi.


"Kamu", ujar Ibu Jiu lagi.


"Kamu yang waktu itu kan yang meminta bantuan kepada ku untuk bisa membuatkan mu sebuah peta menuju ke desa sebelah", ujar Ibu Jiu lagi kepada Alex.


"Oh iya Bibi aku baru ingat sekarang karena pada waktu itu aku sedang mencari alamat Hanna dan aku kira dia sedang tinggal di desa sebelah", ujar Alex lagi.


"Astaga jadi pada saat itu kamu sedang mencari Hanna", ujar Ibu Jiu lagi.


"Iya Bibi", ujar Alex.


"Coba saja kamu memberi tau ku pada waktu itu mungkin pada saat itu kalian telah bertemu", ujar Ibu Jiu lagi.


"Oek oek oek", bunyi tangisan bayi Hanna yang sedang berada di dalam rumah Ibu Jiu.


"Astaga dia sudah bangun", ujar Ibu Jiu lagi.


"Kalau begitu kamu masuk saja ke dalam rumah ku karena sebentar lagi Hanna dan yang lain nya akan segera datang kesini", ujar Ibu Jiu lagi kepada Alex.


"Ok Bibi", ujar Alex.


Lalu mereka pun segera masuk ke dalam rumah dan Ibu Jiu pun langsung menyuruh Alex untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah nya itu.


"Kamu tunggu disini sebentar ya karena aku akan pergi membuatkan susu untuk bayi ini", ujar Ibu Jiu lagi kepada Alex sambil menunjuk bayi Hanna yang sedang terbaring di atas sofa yang berseberangan dengan Alex.


"Ok Bibi", ujar Alex.


Lalu Ibu Jiu pun segera pergi meninggalkan Alex dan bayi Hanna di ruang tamu rumah nya itu sementara Alex sudah tampak tersenyum dengan bahagia nya saat ini.


"Akhirnya aku mendapatkan mu juga", ujar Alex di dalam hati nya sambil melihat ke arah bayi Hanna yang sedang terbaring di atas sofa yang ada di seberang nya saat ini.


Lalu Alex pun segera pergi menghampiri bayi Hanna dengan langkah kaki nya yang sangat pelan agar tidak ketahuan oleh Ibu Jiu.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2