Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Ribut


__ADS_3

"Diam kamu", ujar Ara kepada Clara.


Mendengar Clara berkata seperti itu kepada nya Ara pun langsung menghempaskan dress yang ada di tangan nya itu dan kemudian Ara pun langsung berjalan mendekati Clara.


Melihat Ara yang sedang berjalan ke arah nya Clara pun hanya bisa menantang Ara dengan tatapan tajam nya itu sedangkan Hanna semakin mengeratkan pegangan nya ke tangan Clara.


Sementara Sera dan teman wanita nya itu hanya melihat kejadian itu tanpa berusaha untuk ikut bergabung dengan perkelahian yang kemungkinan besar akan terjadi itu.


"Bukan kah wanita itu adalah istri Diego", bisik teman nya kepada Sera.


"Ssstttt", ujar Sera kepada teman nya itu.


Setelah Ara berdiri tepat di depan Clara yang sedang menatap nya dengan tatapan menantang nya itu Ara pun tanpa basa basi langsung menjambak rambut Clara dengan tangan nya dan kejadian itu berlangsung dengan sangat cepat.


"Apa yang kamu lakukan", teriak Hanna kepada Ara.


"Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada teman mu ini", ujar Ara kepada Hanna.


Hanna yang melihat kejadian itu langsung panik dan berusaha untuk menjauhkan Clara dari hadapan Ara.


Namun Clara tidak mau dilerai oleh Hanna dan tanpa aba-aba Clara pun langsung menjambak Ara dan Clara pun berniat ingin membalas perbuatan Ara itu dua kali lipat dari apa yang telah ia dapatkan itu.


"Wanita murahan memang tidak tau diri dan tidak punya urat malu sedikit pun", teriak Clara kepada Ara sambil tetap menjambak rambut Ara dengan sekuat tenaga nya.


"Lepaskan aku", teriak Ara kepada Clara.


"Wanita murahan seperti mu itu harus diberi hukuman agar sifat murahan mu itu tidak semakin menjadi-jadi dan setidak nya aku bisa melampiaskan amarah ku yang sudah sangat memuncak ini kepada mu", ujar Clara lagi.


"Lepaskan atau aku akan membalas perbuatan mu itu", ujar Ara lagi.


"Lakukan saja kalau kamu bisa", ujar Clara lagi.


Lalu Hanna pun berusaha untuk menjauhkan Clara dari Ara sementara satpam yang baru datang itu pun langsung menahan ke dua tangan Ara agar Ara tidak berusaha untuk menyerang Clara lagi.


Setelah Ara dan Clara terpisah akhirnya mereka pun hanya bisa saling menatap tajam satu sama lain nya sedangkan semua orang yang ada di dekat mereka itu sudah dari tadi mengelilingi mereka untuk bisa melihat perkelahian di antara mereka berdua itu.


Karena situasi nya sudah tidak memungkinkan lagi Hanna pun langsung membawa Clara pergi dari tempat kejadian itu dan Clara pun hanya bisa pasrah saja ketika Hanna menarik tangan nya untuk pergi menjauh dari semua orang yang ada disana.


Melihat Hanna dan Clara telah pergi dari hadapan nya Ara pun langsung kesal di buat nya dan pada saat itu juga Ara pun bertekad untuk menghancurkan Hanna tanpa berpikir apa pun lagi.


Sementara Sera dan teman nya itu hanya tetap terdiam berdiri di tempat nya itu dan setelah semua orang telah pergi dari kerumunan itu Sera pun langsung mendekati Ara sambil mengangkat dress yang ada di tangan nya itu.


"Ini milik ku dan aku yang akan membawa nya", ujar Sera kepada Ara.


Lalu Sera pun segera pergi meninggalkan Ara dan begitu pun dengan teman nya yang terlihat sedang mengikuti langkah kaki Sera itu.


"Semua nya benar-benar kurang ajar", gumam Ara sambil melihat kepergian Sera dari hadapan nya itu.


Lalu Ara pun tidak jadi melanjutkan kegiatan shopping nya kali ini dan ia pun memutuskan untuk duduk di salah satu restoran yang ada di pusat perbelanjaan itu.


***


Kediaman Sera


Saat ini Sera dan teman nya itu telah pulang dari pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota dan setelah cukup lama berbincang mengenai kejadian yang mereka alami hari ini di pusat perbelanjaan itu Branden pun langsung datang menghampiri mereka.


"Hai Coco", ujar Branden.


"Hai", ujar Coco dengan nada semangat nya dan tentu saja dengan raut wajah bahagia nya itu.


"Apa perjalanan kalian menyenangkan?" Tanya Branden.


"Tidak kah kamu bisa melihat dari raut wajah ku ini", ujar Sera kepada Branden.


"Seperti nya ada sesuatu yang telah terjadi kepada kalian hari ini", ujar Branden lagi.


"Kali ini siapa yang menang", ujar Branden lagi dengan raut wajah penasaran nya itu.


"Tentu saja Sera karena dia telah berhasil mendapatkan gaun itu", ujar Coco sambil tersenyum.


Mendengar itu Branden hanya bisa tersenyum dan begitu pun dengan Sera.


Sera tidak mau menceritakan semua ini kepada Branden karena Sera tidak ingin kejadian kali ini akan dijadikan sebagai bahan lelucon oleh Branden apa lagi saat ini suasana hati nya sedang tidak baik-baik saja setelah ia melihat Hanna ada di hadapan nya hari ini.


Namun Coco tetap menceritakan kejadian itu kepada Branden karena Coco merasa kejadian ini adalah kejadian yang harus di ceritakan ke orang lain apa lagi ini juga menyangkut istri Diego.

__ADS_1


Branden yang telah mendengarkan penjelasan dari Coco itu pun langsung merasa paham dan mengerti dengan perasaan Sera hari ini.


Sera sangat membenci Hanna yang telah ia anggap sebagai perebut kekasih nya itu dan karena itu lah Sera pun selalu tidak suka saat melihat Hanna berada di dekat nya apa lagi raut wajah Hanna yang terlihat seperti tidak merasa bersalah kepada nya itu.


Walau pun Sera ingin menampar Hanna dan juga ingin menjambak rambut Hanna tapi Sera tetap mengurungkan niat nya itu karena ia ingat dengan peringatan Diego kepada nya itu dan di tambah lagi Sera tidak ingin mencari-cari perkara dengan Diego sebelum rencana nya itu telah berhasil ia lakukan.


"Sera bersabar lah hanya itu yang bisa aku katakan kepada mu saat ini", ujar Branden.


"Kasihan sekali diri mu", ujar Coco dengan raut wajah sedih nya itu.


"Tenang lah aku telah terbiasa dengan semua ini", ujar Sera kepada Coco.


Lalu mereka pun mengalihkan pembicaraan mereka itu dengan menonton TV yang ada di depan mereka saat ini.


***


Kediaman Diego


Saat ini Hanna dan Clara sedang berada di ruang keluarga kediaman Diego dan mereka sedang membuka semua barang belanjaan mereka yang ada di atas sofa.


Saat mereka sedang sibuk dengan kegiatan mereka itu Diego, Rey dan Leo pun datang menghampiri mereka.


"Wah dress itu sangat cocok untuk mu", ujar Rey kepada Clara yang sedang sibuk mengukur tinggi dress itu dengan tubuh nya.


"Benarkah!" Ujar Clara.


Lalu Rey pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Clara dan kemudian mereka bertiga pun duduk di atas sofa yang masih kosong.


"Oh iya kami juga telah membeli oleh-oleh untuk di bawa ke desa dan kami juga sudah menyuruh para pelayan untuk mengurus semua nya", ujar Hanna.


"Ok", ujar Diego.


Lalu Krystal pun datang dengan membawa kue yang baru saja selesai di masak nya karena hari ini Krystal sedang belajar memasak dan koki yang ada di kediaman Diego itu lah yang mengajarkan nya.


Krystal menyuruh semua orang untuk menyicipi kue buatan nya itu dan semua orang pun hanya menganggukkan kepala mereka ketika Krystal bertanya kepada mereka mengenai rasa dari kue yang telah di buat nya itu.


Tak lama kemudian Diego pun berkata kalau besok pagi jam empat mereka akan langsung berangkat ke desa dan mereka akan membawa mobil dengan beriringan karena besok mereka akan naik mobil mereka masing-masing.


Sebelum nya Clara telah selesai mengemas semua barang-barang nya begitu pun dengan Krystal dan saat ini mereka semua memang sengaja berada di kediaman Diego karena pada malam ini mereka akan menginap disana agar besok lebih memudahkan mereka untuk berangkat ke desa.


Diego dan Leo sedang menonton TV dan Rey sedang sibuk melihat layar ponsel nya sementara Hanna dan Clara sedang sibuk menyusun semua barang belanjaan mereka yang saat ini telah terlihat sangat berantakan itu.


Lalu tiba-tiba saja Krystal bertanya kepada Hanna dan Clara mengenai heels yang telah mereka beli itu karena heels mereka berdua itu sama hanya warna nya saja yang berbeda dan itu tentu saja membuat Krystal bertanya kepada mereka kenapa mereka tidak membelikan heels itu juga untuk nya agar mereka bertiga terlihat sangat kompak.


Mendengar Krystal yang berbicara seperti itu kepada nya tiba-tiba saja Hanna meletakkan sebuah kotak heels di depan Krystal dan Krystal pun langsung melihat ke arah Hanna dengan tatapan kaget nya.


"Untuk mu", ujar Hanna kepada Krystal.


"Benarkah!" Ujar Krystal dengan raut wajah terharu nya.


Kemudian Krystal pun segera membuka kotak heels itu dan tentu saja Krystal sangat terharu dengan semua ini karena di dalam kotak itu terdapat sepasang heels yang bentuk nya sama persis dengan heels milik Hanna dan juga Clara yang barusan di lihat nya itu.


Heels itu terlihat sangat feminim sekali dengan tinggi sekitar 10 cm dan juga mempunyai tali di pergelangan kaki nya dan yang di samping tali itu terdapat kupu-kupu yang menghiasi nya.


Heels milik Hanna berwarna soft Pink dan milik Clara berwarna soft blue sementara heels milik Krystal berwarna peach.


"Heels ini adalah edisi terbatas dan hanya ada tiga di Negara ini", ujar Hanna.


"Wah benarkah!" Ujar Krystal.


"Iya itu benar", ujar Clara.


"Kalau begitu ini adalah heels yang bagus untuk kita", ujar Krystal lagi.


Lalu Krystal bertanya kepada Hanna dan Clara kenapa mereka bisa mendapatkan ke tiga heels itu dengan sangat mudah padahal Krystal tau kalau heels yang edisi terbatas seperti itu cepat habis dan biasa nya tidak sampai sepuluh menit orang-orang sudah berkerumun untuk membeli nya.


Lalu Hanna pun menjelaskan kalau itu adalah berkat nama Diego yang selalu di gunakan nya untuk membeli sesuatu yang terlihat sangat rumit seperti heels yang telah ia beli itu.


Karena mereka menceritakan mengenai kejadian di pusat perbelanjaan itu Clara pun langsung teringat dengan pertengkaran antara diri nya dengan Ara.


Lalu Clara pun menceritakan mengenai kejadian itu kepada Krystal dan tentu saja Krystal sangat kaget di buat nya dan perkataan Krystal itu tentu saja juga terdengar oleh semua orang yang ada disana.


Karena semua orang telah mendengar nya maka Clara pun hanya bisa menundukkan kepala nya tanpa berani untuk melihat ke arah para pria itu.


Sementara Hanna berusaha untuk menjelaskan semua nya kepada Rey dan juga kepada Diego mengenai kejadian yang telah menimpa nya dan Clara itu.

__ADS_1


Lalu Diego dan Rey menyuruh mereka untuk tidak menggubris Ara dan Sera lagi agar mereka tidak mengalami kejadian yang seperti itu lagi.


Rey tidak menyangka kalau Ara berani menjambak rambut Clara padahal selama ini di mata nya Ara adalah sosok wanita yang sangat sempurna dan tidak akan pernah mengajak seseorang untuk ribut dengan nya.


Tapi setelah mengetahui kejadian ini Rey baru sadar kalau Ara telah banyak berubah dan perubahan nya itu terjadi semenjak cinta nya tidak diterima oleh Diego.


"Apa kalian baik-baik saja?" Tanya Diego.


"Iya aku baik-baik saja", ujar Hanna.


"Aku juga baik-baik saja", ujar Clara.


"Apa ada yang terluka?" Tanya Diego lagi.


"Tidak", ujar Hanna dan Clara secara bersamaan.


"Kalau kalian sampai terluka karena ulah mereka katakan saja kepada ku maka aku akan pergi membalas perbuatan mereka itu", ujar Diego.


Lalu Hanna pun langsung memasang wajah memelas nya itu dan Hanna pun juga terharu dengan perkataan Diego yang seperti itu kepada nya.


***


Kediaman Ara


"Wanita sialan", gumam Ara di dalam kamar nya.


Lalu Ara pun langsung mengambil ponsel nya dan kemudian ia pun langsung menghubungi seseorang.


"Alex", ujar Ara dengan raut wajah serius nya.


"Iya ada apa lagi?" Tanya Alex.


"Bunuh wanita itu secepat nya", ujar Ara.


"Apa! Membunuh nya", ujar Alex lagi.


"Iya bunuh dia dan aku akan membayar mu untuk itu", ujar Ara lagi.


"Tapi membunuh nya bukan lah hal yang mudah karena dia adalah istri dari Diego", ujar Alex lagi.


"Berapa pun yang kamu minta maka aku akan membayar nya", ujar Ara lagi.


"Ok! Kalau begitu nanti aku akan mengabari mu lagi", ujar Alex.


"Ok", ujar Ara.


Lalu panggilan itu pun telah berakhir dan Ara pun langsung menghempaskan tubuh nya di atas tempat tidur nya itu dan kemudian ia pun menatap plafon kamar nya itu dengan tatapan penuh ambisi jahat nya itu.


"Kali ini aku tidak akan membiarkan mu untuk hidup lagi", ujar Ara lagi sambil mencengkram seprai yang sedang di tiduri nya itu.


"Lihat saja pembalasan ku", ujar Ara lagi.


Lalu Ara pun langsung tersenyum dengan licik nya sambil melihat ke arah balkon yang ada di dalam kamar nya itu.


***


Kediaman Keluarga Hanna


Saat ini Ayah Hanna sedang duduk di meja kerja beliau dengan posisi melihat ke arah tangga yang ada di dalam kediaman beliau itu.


Tak lama kemudian raut wajah beliau pun terlihat sangat kaget dengan apa yang sedang beliau lihat saat ini.


Setelah melihat sesuatu yang membuat beliau sangat kaget itu beliau pun langsung menutup laptop beliau itu dengan secepat kilat agar tidak ada orang yang melihat apa yang sedang beliau lihat barusan itu.


"Aku harus memastikan nya setelah dia sampai di desa ini", ujar Ayah Hanna.


Lalu beliau pun segera pergi ke ruang keluarga dan setelah itu beliau pun ikut bergabung menonton drama Korea yang sedang di tonton oleh Ibu dan Nenek Hanna.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2