
Melihat Diego hanya diam, dan tidak juga masuk ke dalam ruangan privat, pelayan Lee langsung memarahi nya.
"Astaga! Apa kamu tidak punya telinga?" Tanya pelayan Lee.
"Aku seperti berbicara dengan tembok saja", ucap pelayan Lee.
"Maafkan aku, aku harus segera pergi", ucap Diego.
"Aku hanya di tugaskan untuk mengantar minuman ke dapur, dan di suruh balik secepat nya untuk mengerjakan pekerjaan yang lain nya", ujar Diego lagi.
"Oh begitu, antarkan saja minuman ini ke dalam, lalu segeralah pergi", ucap pelayan Lee.
"Tidak bisakah anda yang membawa minuman ini ke dalam?" Tanya Diego.
"Hari ini adalah hari pertama ku bekerja untuk mengantarkan minuman", ucap Diego.
"Jadi, aku tidak ingin terlihat lamban dalam mengerjakan semua pekerjaan yang telah di perintahkan oleh atasan ku", ucap Diego lagi.
"Tolong mengerti lah", pinta Diego.
"Baiklah, aku akan membawa nya masuk ke dalam", ucap pelayan Lee.
Lalu, pelayan Lee segera mengambil minuman yang sedang di pegang oleh Diego, dan kemudian segera masuk ke dalam ruangan.
Melihat itu, Diego langsung bergegas untuk keluar dari dalam rumah ini.
***
Kediaman Diego
Saat ini, Diego tengah mandi, dan sedang keramas.
Lalu, ia mengingat kejadian ketika diri nya sedang bersembunyi di balik sebuah lemari yang ada di lantai dua rumah itu.
Ketika bersembunyi, Diego di hampiri oleh seorang wanita seksi yang hanya memakai bikini.
Wanita itu terlihat sangat menggoda, dan berusaha untuk mendekatkan diri kepada nya.
"Wow, tampan sekali diri mu", puji wanita itu.
"Apalagi jika tidak memakai kumis", ucap wanita itu.
"Mau kah kamu masuk ke dalam kamar itu bersama ku?" Tanya wanita itu kepada Diego.
"Aku akan menunjukkan kepada mu, betapa indah nya dunia ini", bujuk wanita itu.
"Tidak!" Ujar Diego.
"Aku harus pergi mengantarkan minuman ini secepat nya", ucap Diego.
Lalu, Diego berjalan menuju ke pintu ruangan privat itu.
Untung saja pelayan Lee keluar pada tepat waktu, dan langsung memarahi Diego.
Mengingat kejadian itu, membuat Diego ingin merasakan sentuhan dari istri nya.
Namun, ia berusaha untuk menahan nya di karenakan kondisi Hanna yang baru pulih dari sakit nya.
Setelah mandi, Diego langsung berbaring di atas kasur nya. Ketika merasakan ada pergerakan di atas kasur, Hanna langsung terbangun dari tidur nya.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Hanna.
"Sudah, dan aku juga telah selesai mandi", jawab Diego.
"Aku kira kamu tidak akan pulang malam ini", ucap Hanna.
"Apalagi sekarang sudah tengah malam, dan sudah jam dua pagi", ucap Hanna sambil melihat jam dinding yang ada di dalam kamar nya.
"Aku merindukan istri ku", ucap Diego dengan senyuman maut nya.
Lalu, Hanna tersipu dan terpesona dengan sikap Diego pada nya.
"Apa kamu lelah?" Tanya Diego.
"Tidak, aku sudah tidur beberapa jam, dan seperti nya mata ku tidak mengantuk", jawab Hanna.
"Apa kamu masih merasakan sakit setelah operasi kemaren?" Tanya Diego lagi.
"Hanya sedikit nyeri, tapi seperti nya beberapa hari ke depan aku akan segera pulih", jawab Hanna.
"Baiklah", ucap Diego.
"Aku jadi lega melihat kondisi mu yang sudah jadi lebih baik sekarang", ucap Diego.
Padahal dalam hati nya, ia berharap Hanna bisa di serang nya malam ini, dan ia juga tidak tega dengan keadaan Hanna saat ini.
"Aku ingin duduk di balkon, kamu tidur lah, aku tau kamu sangat lelah sekarang", ucap Hanna.
Lalu, Hanna segera melangkah menuju ke balkon kamar nya, dan Diego melihat Hanna menggunakan lingerie yang berwarna orange, dan itu tampak seksi di mata Diego.
"Astaga!" Batin Diego.
"Kenapa dia memakai lingerie di saat diri nya belum boleh ku sentuh", ucap Diego di dalam hati nya.
"Ya Tuhan, bagaimana aku bisa tidur dengan tenang, setelah melihat apa yang ada di depan ku saat ini", ucap Diego lagi dalam hati nya.
Lalu, Hanna menoleh pada nya, dan ketika itu juga, Hanna tampak begitu cantik dan sangat menggoda di mata nya.
Kemudian, Diego memutuskan untuk ikut duduk di balkon kamar nya, ia seperti ingin mencari udara segar di sana.
"Kenapa kamu ke sini?" Tanya Hanna.
"Apa kamu tidak mengantuk?" Tanya Hanna lagi.
"Aku tidak bisa tidur, dan hanya ingin mencari udara segar di sini", jawab Diego tanpa menoleh ke arah Hanna.
Lalu, Hanna tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, temani aku di sini sebentar".
Saat ini, mereka duduk di balkon kamar nya dengan suasana hati yang berbeda-beda.
Hanna terlihat sangat menikmati pemandangan malam yang ada di sekitar rumah, sedangkan Diego berusaha untuk menahan hasrat nya.
Malam ini adalah malam yang penuh dengan tantangan bagi Diego, dan setelah merasa cukup untuk duduk di balkon, mereka segera pergi untuk tidur.
***
Pagi hari nya, Diego sudah berada di kantor Ayah nya, dan sedang terlihat sibuk di ruang kerja nya.
Diego berniat untuk segera menyelesaikan semua pekerjaan nya yang telah terbengkalai saat diri nya sibuk mengurus Hanna di rumah sakit.
Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang hanya bisa ia selesaikan seorang diri, dan sisa nya sudah di atasi oleh Ayah nya dan juga oleh Rey.
Kemudian, terdengar suara ketukan pintu, dan masuk lah Rey dengan membawa informasi yang di butuhkan nya.
"Kemaren aku telah menyelidiki nya", ucap Rey.
"Benar dugaan mu", ujar Rey.
"Ternyata, ada dalang di balik tindakan Zhen Shui, dan orang itu seperti nya ada hubungan dengan Sera", jelas Rey.
__ADS_1
"Jadi, kamu belum tau siapa orang nya?" Tanya Diego.
"Aku belum bisa memastikan nya, karena mereka hanya berkomunikasi lewat telfon saja", ujar Rey.
"Kemungkinan dalang di balik semua ini adalah Kakek nya Sera, atau pun orang yang peduli pada nya", jelas Rey.
"Bisa jadi keluarga, atau bawahan nya", ujar Rey.
"Kemaren aku juga telah menyelidiki sesuatu", ujar Diego.
"Seperti nya, itu ada kaitan nya dengan bisnis narkotika yang sedang terhubung dengan musuh kita", jelas Diego.
"Maksud nya?" Tanya Rey.
"Seperti nya, orang-orang itu adalah pelanggan tetap dari musuh kita", ucap Diego.
"Mereka menjual narkotika dan memasarkan nya dengan dalih sebuah acara pesta", jelas Diego.
"Berarti, Kakek Sera yang ada di balik semua ini?" Tanya Rey.
"Bisa jadi", ucap Diego.
"Tapi, apa mungkin dia berani melawan ku setelah kejadian itu?" Tanya Diego.
"Seperti nya tidak mungkin", ucap Rey.
"Aku sudah mengancam mereka, dan sudah ku pastikan, kalau mereka tidak akan sanggup untuk melawan mu lagi", jelas Rey.
"Lalu, kalau bukan mereka, siapa lagi dalang di balik semua ini?" Tanya Diego.
"Entah lah", ucap Rey.
"Apa kita harus membuat strategi baru, dan membicarakan ini di markas?" Tanya Rey.
"Besok kita akan rapat di markas, dan tempelkan pengumuman di papan pengumuman markas hari ini juga", ucap Diego.
"Baiklah, aku akan segera pergi ke markas, dan menempelkan nya", ucap Rey.
Lalu, Rey segera pergi meninggalkan ruang kerja Diego, sedangkan Diego kembali melanjutkan pekerjaan nya.
***
Tiga Jam Kemudian
Saat ini, Diego tengah rapat dengan pemilik saham perusahaan.
Di ruangan itu ada Ayah nya, bibi nya, dan beberapa orang penting lain nya.
Saat ini, pemegang saham terbesar adalah Ayah nya dengan total 75% kepemilikan.
Sedangkan bibi nya memiliki 5% saham, dan sebanyak 10% saham milik almarhumah Ibu nya, dan semua nya telah di alihkan kepada Diego semenjak Ibu nya telah meninggal dunia.
Jadi, tersisa 10% saham lagi, dan itu dimiliki oleh empat orang penting lain nya.
Tiga orang penting lain nya, memiliki saham masing-masing sebesar 3%, dan hanya tersisa 1% saham yang telah di simpan oleh Ayah nya, untuk seseorang yang telah di sembunyikan oleh Ayah nya.
Menurut isu nya, saham sebesar 1% itu adalah saham yang akan di berikan kepada adik Diego kelak.
Ya, Diego memiliki seorang adik perempuan yang sedang tinggal di Amerika untuk menempuh pendidikan nya.
Saham itu akan di berikan kepada adik nya, apabila adik nya itu telah menikah.
Namun, adik nya terlihat betah untuk tinggal di Amerika, dan tidak terlihat ingin kembali lagi ke Korea.
Oleh karena itu, Ayah nya hanya menyisakan sebagian kecil dari saham nya.
Apalagi ayah nya beranggapan, kalau adik nya harus menjadi seorang perempuan yang pintar dalam mencari pasangan hidup.
Oleh karena itu, kepemilikan saham di perusahaan itu hanya di ketahui oleh segelintir orang yang hanya terlibat di dalam nya.
Walau pun saham yang di miliki oleh adik nya hanya sebesar 1%, tapi itu kalau di hitung dengan total keuntungan yang bisa di peroleh, bisa melebihi keuntungan saham milik perusahaan lain nya.
Bagaimana tidak, perusahaan Ayah Diego telah berkontribusi hampir di segala bidang, dan mereka sangat terkenal di Negara nya.
Belum ada yang bisa menandingi mereka kalau dalam urusan bisnis, dan hanya Diego satu-satu nya penerus Ayah nya yang akan di andalkan untuk mengurus perusahaan.
Oleh karena itu, Diego menyetujui perjodohan diri nya dengan Hanna. Lalu, sekarang ia tengah berharap untuk segera memiliki keturunan, dan di hati nya juga telah tumbuh benih-benih cinta dengan Hanna.
***
Setelah rapat selesai, dan menghasilkan keputusan yang lebih dominan di putuskan oleh Ayah nya, saat ini Diego di tugaskan untuk memantau launching produk baru, yaitu pakaian musim semi wanita dewasa.
Kemudian, Diego terlihat sedang berdiskusi dengan beberapa orang karyawan, dan penanggung jawab dari acara fashion show yang akan di laksanakan hampir dua bulan ke depan.
Setelah selesai berdiskusi, Diego kedatangan seorang tamu yang tak di undang nya.
Tamu itu adalah Branden, dan saat ini Branden adalah model yang telah di kontrak oleh perusahaan untuk kepentingan acara fashion show.
"Kenapa kamu datang ke ruangan ku?" Tanya Diego.
"Aku tidak memanggil mu untuk datang ke sini", ucap Diego.
"Aku hanya ingin menyapa teman lama, apa aku salah?" Tanya Branden.
"Saat ini aku sedang sibuk, tidak kah kamu melihat ku", jelas Diego.
"Baik lah, aku tidak akan mengganggu mu, sebelum nya jawab pertanyaan ku terlebih dahulu", ucap Branden.
"Apa itu?" Tanya Diego.
"Ku dengar kamu sudah menikah, dan ayah mu yang mengatur semua nya", ucap Branden.
"Jadi, apakah kamu senang dengan perjodohan ini?" Tanya Branden.
"Lalu, bagaimana dengan Sera, bukankah dia adalah kekasih mu?" Tanya Branden bertubi-tubi.
"Kami sudah membicarakan itu satu sama lain, jadi itu bukan urusan mu", ucap Diego.
"Oh ya, ok! Aku hanya ingin bertanya langsung pada mu", ucap Branden.
Kemudian, Branden segera pergi dari ruangan Diego.
"Kenapa dia ingin tau urusan orang lain?" Tanya Diego.
"Apa dia tidak mempunyai urusan yang akan di selesaikan nya sendiri" gerutu Diego.
***
Saat ini, Diego dan Rey sedang berada di sebuah restoran tempat mereka biasa makan ketika pulang dari kantor.
Semenjak menikah, Diego selalu makan di rumah setelah pulang dari kantor.
Namun, kali ini ia ingin makan dan mengobrol dengan Rey mengenai Branden, maka nya mereka makan di tempat ini supaya merasa lebih leluasa.
Setelah makan, mereka langsung pulang ke kediaman Diego.
Ketika telah sampai di gerbang rumah, Rey melihat Ara sedang berjalan ke pekarangan rumah.
"Apa kita harus berhenti?" Tanya Rey.
__ADS_1
"Tidak usah, langsung masuk saja" jawab Diego.
Rencana nya, Rey mau mengajak Ara untuk masuk ke dalam mobil, karena jarak antara gerbang rumah dengan rumah lumayan jauh, jadi butuh waktu sekitar tujuh menit kalau berjalan kaki.
"Hari ini, aku ingin pergi dinner dengan Hanna", ucap Diego.
"Ok! Aku akan mengantar mu ke restoran" ucap Rey.
"Baiklah, aku mau ke atas dulu, tolong kamu urus Ara jika dia menanyakan ku", ucap Diego.
"Ok! Serahkan saja kepada ku", ucap Rey.
Lalu, Diego segera menuju ke kamar nya, dan setelah masuk ke dalam kamar, ia tidak melihat Hanna ada di sana.
Kemudian, Diego mencari Hanna ke balkon kamar nya, namun ia juga tidak menemukan nya.
"Kemana dia?" Tanya Diego.
"Apa dia sedang ada di bawah?" Tanya Diego lagi pada diri nya sendiri.
Lalu, Diego segera membuka pintu kamar mandi, dan melihat Hanna sedang berendam di dalam bak mandi.
Melihat Diego ada di depan nya saat ini, membuat Hanna kaget, dan langsung memasukkan seluruh tubuh nya ke dalam bak mandi, sehingga tubuh nya tertutupi oleh busa sabun.
Namun, Diego telah melihat tubuh Hanna yang menggoda itu, sebelum ia menceburkan tubuh nya ke dalam bak mandi.
"Aku tidak bisa tahan kalau begini", ucap Diego di dalam hati nya.
"Aku akan mandi, jadi tenanglah, aku tidak akan memakan mu", ucap Diego kepada Hanna.
"Apa kamu mau pergi lagi?" Tanya Hanna sambil melihat Diego yang tengah mandi di bawah shower.
"Iya, nanti malam ayo kita pergi dinner", ucap Diego.
"Ya Tuhan, tubuh nya sangat seksi sekali", batin Hanna saat melihat tubuh polos milik Diego.
"Aku ingin menyentuh nya, dan juga sangat malu kalau sedang melihat nya", batin Hanna lagi.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Hanna di dalam hati nya.
"Apa aku harus menggoda nya?" Batin Hanna lagi.
"Supaya terlihat jelas bahwa aku menginginkan nya malam ini", ucap Hanna di dalam hati nya lagi.
Mata Hanna tak henti-henti nya menatap keindahan tubuh Diego, ia tau kalau ia tidak akan berdosa, dan pemandangan ini memang untuk diri nya karena ia adalah istri sah Diego.
"Apa kamu tidak mau?" Tanya Diego lagi.
Langsung saja, pertanyaan Diego itu membuyarkan imajinasi Hanna saat ini.
"Apa kamu terpesona pada ku?" Tanya Diego dengan senyum maut nya.
"Aku akan ikut dinner dengan mu", ucap Hanna mengalihkan pembicaraan.
"Apa hanya aku yang masih malu dengan suami sendiri?" Tanya Hanna di dalam hati nya.
"Baiklah, jangan lupa bersiap-siap", ucap Diego.
"Jam tujuh malam, kita sudah akan pergi", ucap Diego lagi.
"Ok!" Jawab Hanna sambil melihat Diego keluar dari dalam kamar mandi.
Setelah Hanna selesai mandi, dan menuju ke dalam kamar untuk mengambil pakaian nya yang ada di dalam lemari, ia sudah tidak melihat Diego ada di dalam kamar.
"Kenapa dia cepat sekali pergi dari sini?" Gerutu Hanna.
"Aku gagal untuk merayu nya", kesal Hanna lagi.
Kemudian, Hanna memilih pakaian yang akan di pakai nya malam ini.
***
Saat ini, Hanna memakai dress bermotif bunga, dan berwarna putih dan biru elektrik. Motif bunga pada dress yang di pakai nya berwarna biru elektrik, sedangkan warna dasar dress nya adalah putih.
Tak lupa, Hanna mengenakan riasan wajah yang flaw less, perhiasan yang cocok dengan penampilan nya, dan heels berwarna putih, serta Tote bag berwarna putih.
Diego juga terlihat sangat tampan, sebelum nya Diego telah meminta pelayan untuk mencocokkan baju nya dengan Hanna.
Jadi, sekarang mereka terlihat seperti sedang memakai pakaian couple.
Saat ini, Diego memakai setelan jas berwarna putih, dan kemeja berwarna biru elektrik, serta dasi yang bermotif zebra dengan warna putih dan biru elektrik.
Kedua nya sedang dalam perjalanan menuju ke restoran yang telah di pesan oleh Diego.
"Apa aku boleh pergi setelah mengantar mu?" Tanya Rey.
"Pergi lah, aku akan menyetir sendiri ketika pulang", ucap Diego.
***
Makan malam telah sesuai dengan rencana, dan terlihat romantis. Ruangan itu telah di dekorasi dengan berbagai macam bunga, tidak lupa lilin aroma terapi, dan red karpet.
Makan malam kali ini terasa sangat santai, dan dengan suasana yang nyaman.
Terlihat Hanna yang sangat menikmati steik yang di makan nya, begitu pun dengan wine yang di minum nya.
Di lengkapi dengan ada nya permainan musik biola, sehingga membuat suasana terasa lebih romantis lagi.
Diego tampak sedang mengelap bibir Hanna dengan tisu, ketika ia melihat ada bekas makanan di ujung bibir nya.
"Ada apa dengan hati ku?" Tanya Hanna di dalam hati nya.
"Kenapa aku merasa sangat bahagia sekali", batin Hanna lagi.
"Apa aku bisa menyembunyikan perasaan ini dari Diego", ucap Hanna lagi di dalam hati nya.
"Kenapa Diego terlihat sangat keren di mata ku, seperti sosok yang di idamkan oleh semua wanita, aku tidak boleh kehilangan diri nya", batin Hanna.
"Malam ini, aku harus berusaha untuk merayu nya, kali ini aku akan menyingkirkan rasa malu ku agar bisa menggoda nya", batin Hanna lagi.
***
Setelah waktu nya beristirahat dari segala aktifitas, Diego dan Hanna sedang berada di dalam kamar nya.
Setelah membersihkan diri nya, Diego langsung berbaring di atas kasur untuk segera tidur, dan Hanna baru selesai mandi.
"Kenapa Diego cepat sekali tidur malam ini?" Tanya Hanna di dalam hati nya.
"Tidak seperti biasa nya?" Batin Hanna lagi.
"Apa dia tidak menginginkan ku malam ini?" Tanya Hanna lagi di dalam hati nya.
"Padahal dia sudah mengajak ku untuk dinner malam ini, bukankah dia seharusnya menginginkan ku malam ini?" Tanya Hanna lagi di dalam hati nya.
Lalu tanpa pikir panjang, Hanna segera membuka handuk yang menutupi tubuh nya, dan berjalan menuju ke tempat tidur.
Apa yang akan Hanna lakukan?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...