
Gelagar bunyi suara gelas pecah akibat jatuh dari tangan Ayah Hanna itu pun sampai terdengar ke dalam rumah dan karena itu lah Ibu Hanna dan Bibi Im pun langsung pergi ke sumber suara tempat dimana gelas itu terjatuh.
"Sayang apa yang sedang terjadi di luar ini?" Tanya Ibu Hanna kepada suami nya itu ketika beliau baru saja sampai di teras depan rumah beliau itu.
"Tidak ada apa-apa aku hanya tidak sengaja menjatuhkan gelas ini", ujar Ayah Hanna.
Lalu Bibi Im pun langsung membersihkan gelas yang pecah itu dan kemudian Ibu Hanna pun langsung membawakan minuman yang baru lagi untuk Ayah Hanna.
"Terima kasih sayang", ujar Ayah Hanna kepada istri nya itu.
Lalu Ibu Hanna pun tersenyum membalas perkataan suami nya itu dan kemudiaan Ibu Hanna dan Bibi Im pun segera pergi dari teras depan rumah itu menuju ke dapur.
Sementara Diego hanya terdiam dan tidak berkata sepatah kata pun kepada Ayah Hanna setelah ia menjawab pertanyaan dari Ayah Hanna yang sebelum nya itu.
Sebelum nya Ayah Hanna bertanya kepada Diego apakah ia adalah seorang anggota dari sebuah organisasi gelap yang ada di Negara itu dan Diego pun hanya menghembuskan nafas berat nya setelah Ayah mertua nya itu bertanya seperti itu kepada nya.
Tak lama kemudian Ayah Hanna pun bertanya lagi kepada Diego kenapa Diego bisa berhubungan dengan Kakek Sera dan setelah mendengar itu Diego pun langsung kaget di buat nya.
"Dari mana Ayah tau hal itu?" Tanya Diego.
Karena pertanyaan Diego itu lah Ayah Hanna tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di tangan nya itu.
Ayah Hanna merasa kalau Diego memang merupakan salah satu anggota dari organisasi gelap itu dan tatapan mata Ayah Hanna pun kaget melihat ke arah Diego sampai istri beliau dan Bibi Im pun datang untuk membersihkan gelas yang pecah akibat terjatuh itu.
Setelah Ibu Hanna dan Bibi Im pergi Diego pun mulai memberanikan diri untuk menjelaskan semua itu kepada Ayah Hanna.
Ayah Hanna yang mendengar penjelasan dari Diego itu pun langsung kaget di buat nya dan bahkan saat ini tangan beliau pun sudah mulai bergetar di buat nya.
"Apa Ayah baik-baik saja?" Tanya Diego.
"Kenapa sebelum nya kamu tidak memberi tau ku mengenai semua ini", ujar Ayah Hanna masih dengan tatapan kaget beliau itu.
"Maafkan aku Ayah karena sebelum nya aku memang tidak berniat untuk memberi tau Ayah mengenai semua ini", ujar Diego.
"Apa kamu takut aku marah kepada mu", ujar Ayah Hanna lagi.
"Itu salah satu nya", ujar Diego lagi.
"Awal nya aku sangat kaget setelah mengetahui semua ini dan bahkan aku pun ingin marah kepada mu tapi setelah aku mendengarkan penjelasan dari mu itu maka aku baru bisa mengerti kenapa kamu bisa melakukan semua ini", ujar Ayah Hanna.
"Ayah sekali lagi maafkan aku", ujar Diego.
"Saat ini aku hanya meminta satu hal kepada mu", ujar Ayah Hanna lagi.
"Apa itu?" Tanya Diego.
"Jangan bahayakan diri mu karena aku tidak mau Hanna terluka akibat tindakan mu itu", ujar Ayah mertua nya itu lagi.
"Ok aku mengerti", ujar Diego.
"Kenapa Ayah bisa mengetahui semua itu apa Ayah melacak ku", ujar Diego lagi.
"Aku tidak sengaja mengetahui semua itu karena pada awal nya aku berniat untuk meretas komputer rahasia milik salah seorang pengusaha yang juga terkenal di Negara ini", ujar Ayah mertua nya itu.
"Apa itu beliau?" Tanya Diego sambil memperlihatkan foto Kakek Sera yang ada di dalam ponsel nya itu.
Lalu Ayah Hanna pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Diego.
"Apa Ayah mengenal nya?" Tanya Diego lagi.
"Tentu saja aku tidak mengenal nya dan aku melakukan semua itu karena aku tidak sengaja melihat berita yang ada di TV kalau perusahaan nya itu relatif stabil dan tidak merosot setelah acara pernikahan mu dengan cucu nya itu batal", ujar Ayah Hanna lagi.
"Mereka adalah orang yang sangat licik jadi karena itu lah aku bisa di jebak oleh mereka saat itu", ujar Diego lagi.
"Iya Ayah sudah tau mengenai semua itu", ujar Ayah Hanna.
"Sebenar nya niat ku datang ke desa ini selain untuk menjenguk Ayah, Ibu dan Nenek yang sudah lama tidak kami kunjungi ini aku juga berniat untuk menanyakan hal ini kepada Ayah karena Ayah telah mengirim beberapa dokumen penting kepada ku mengenai perusahaan itu", ujar Diego.
"Iya Ayah memang sengaja melakukan semua itu agar Ayah bisa mengetahui pergerakan mu dan ternyata kamu memang datang ke desa ini", ujar Ayah Hanna lagi.
"Aku akui Ayah memang hebat dalam urusan meretas komputer dan meretas apa pun itu", ujar Diego lagi.
Lalu Ayah Hanna pun langsung tersenyum mendengar perkataan Diego itu dan kemudian mereka pun langsung masuk ke dalam rumah untuk pergi beristirahat ke dalam kamar mereka masing-masing.
***
Rumah Mewah Yang Ada Di Dekat Perbatasan Kota
Saat ini Pak Oskar sedang bersenang-senang dengan seorang wanita seksi di dalam sebuah kamar yang ada di rumah mewah itu.
Mereka tampak nya baru selesai memadu kasih satu sama lain nya dan tak lama kemudian masuk lah panggilan telpon dari salah satu anggota nya dan Pak Oskar pun langsung mengangkat panggilan telpon dari anggota nya itu.
"Ada apa?" Tanya Pak Oskar.
"Kita tidak bisa menyandra adik perempuan Zhen Shui bos", ujar anggota nya itu.
"Kenapa?" Tanya Pak Oskar lagi.
"Adik perempuan Zhen Shui telah lebih dulu di sandra oleh anggota Octopus bos", ujar anggota nya itu lagi.
"Bodoh kenapa kalian malah terlambat menyandra nya dan membiarkan anggota Octopus untuk mengambil nya", ujar Pak Oskar.
"Benar-benar bodoh", ujar Pak Oskar lagi.
"Maaf bos itu adalah bagian dari kesepakatan antara Zhen Shui dengan pimpinan Octopus bos jadi karena itu lah hal itu bisa terjadi", ujar anggota nya itu.
"Pimpinan Octopus itu benar-benar di luar ekspektasi", ujar Pak Oskar.
__ADS_1
"Kalau begitu persiapkan semua anggota kita untuk menyerang Zhen Shui malam besok", ujar Pak Oskar lagi.
"Baik bos", ujar anggota nya itu lagi.
Lalu panggilan telpon itu pun segera berakhir dan Pak Oskar pun langsung meminum bir yang ada di atas meja yang ada di dekat nya itu.
***
Kamar Rey Dan Clara
Pagi ini jam enam Clara telah bangun dari tidur nya dan kemudian ia pun langsung melihat ke arah Rey yang masih tertidur dengan nyenyak nya itu.
Sementara Ye Joon telah bangun dari tidur nya dan saat ini ia sedang duduk di atas sofa yang ada di kamar mereka itu sambil bermain puzzle yang telah ia bawa dari rumah nya itu.
"Ye Joon cepat bangunkan Ayah karena hari ini kita akan pergi ke rumah Nenek", ujar Clara.
"Seperti nya Ayah masih ingin tidur", ujar Ye Joon.
"Tidak apa-apa bangunkan saja karena Ibu mau pergi mandi dulu", ujar Clara lagi.
"Ok", ujar Ye Joon.
Lalu Ye Joon pun segera mendekat ke arah Rey dan ia pun mulai mengguncang-guncang tubuh Rey sedangkan Clara sudah masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.
"Ayah", panggil Ye Joon sambil mengguncang-guncang tubuh Rey.
Namun Rey tetap saja tidak membuka mata nya dan Rey pun malah membalikkan badan nya sehingga saat ini punggung nya lah yang berada di hadapan putra nya itu.
"Ayah ayo cepat bangun karena sebentar lagi kita akan pergi ke rumah Nenek", ujar Ye Joon dengan suara berisik nya itu.
"Ayah ayo", ujar Ye Joon lagi sambil menarik-narik tangan Rey.
Namun Rey tetap tidak mau membuka mata nya itu dan karena Rey tidak kunjung juga membuka mata nya itu Ye Joon pun langsung berinisiatif untuk menaiki tempat tidur itu dan kemudian Ye Joon pun langsung menggelitik Rey.
Karena Rey geli dengan tingkah Ye Joon yang sedang menggelitik nya itu Rey pun langsung bangun dari tidur nya sambil tertawa dan itu tentu saja membuat Ye Joon semakin melanjutkan aksi nya itu supaya Rey merasa geli dan selalu membuka mata nya sampai Ibu nya telah selesai mandi.
"Ye Joon hentikan", ujar Rey sambil tertawa.
"Tidak aku tidak mau", ujar Ye Joon.
"Baik lah kalau begitu jangan salahkan Ayah kalau Ayah membalas perbuatan mu itu", ujar Rey lagi.
Lalu Rey pun langsung menggelitik putra nya itu dan tentu saja aksi Rey itu membuat Ye Joon berteriak dengan histeris nya dan sekaligus tertawa karena rasa geli yang sedang di alami nya itu.
"Astaga ada apa ini?" Tanya Clara yang baru saja ke luar dari dalam kamar mandi.
"Seperti nya Ibu tidak di ajak", ujar Clara lagi kepada putra nya itu.
"Ibu ayo cepat suruh Ayah pergi ke dalam kamar mandi karena aku ingin pergi ke rumah Nenek", ujar Ye Joon.
Lalu Clara pun segera membawa Rey dan Ye Joon ke dalam kamar mandi dan setelah itu Clara pun langsung menutup pintu kamar mandi itu.
"Ye Joon kamu mandi lah bersama dengan Ayah karena kamu juga belum mandi", teriak Clara dari luar kamar mandi itu.
"Ayo kita mandi", ujar Rey kepada putra nya itu.
"Ok", teriak Ye Joon dengan kencang nya.
Mendengar teriakan Ye Joon yang seperti itu langsung saja membuat Clara tersenyum dan begitu pun dengan Rey.
Karena Rey dan putra nya sedang mandi Clara pun tengah sibuk menyusun semua barang-barang mereka untuk mereka bawa ke rumah orang tua nya yang juga berada di desa itu.
***
Ruang Keluarga Di Kediaman Keluarga Hanna
Saat ini Leo dan Krystal sedang menonton TV bersama dan mereka juga tampak sedang menikmati cheese cake buatan Ibu Hanna.
Lalu Diego pun ke luar dari dalam kamar nya dan setelah itu ia pun langsung ikut bergabung dengan Leo dan adik nya itu.
"Apa kakak ipar masih tidur?" Tanya Krystal kepada Diego.
"Iya seperti nya dia kelelahan akibat menangis semalam", ujar Diego.
"Aku rasa kondisi tubuh nya itu juga kurang sehat karena habis di operasi jadi butuh beberapa waktu untuk pemulihan", ujar Leo.
"Iya", ujar Diego.
Lalu Rey, Clara dan Ye Joon pun datang ke ruang keluarga itu dan mereka pun langsung berpamitan kepada semua orang yang ada disana untuk pergi ke rumah orang tua Clara.
"Wah aku juga ingin bertemu dengan orang tua Kakak", ujar Krystal kepada Clara.
"Kalau begitu ayo ikut dengan kami", ujar Clara kepada Krystal.
"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Rey kepada Leo dan Diego.
"Nanti aku akan datang kesana bersama dengan Hanna", ujar Diego.
"Ok", ujar Rey.
"Kalau begitu bagaimana dengan mu?" Tanya Rey kepada Leo.
"Aku pergi dengan Diego saja", ujar Leo.
"Ok! Kalau begitu kami tunggu kalian disana dan kami pergi dulu karena sudah ada masakan lezat yang telah menunggu kami disana", ujar Rey lagi.
"Wah", ujar Krystal.
__ADS_1
"Ok", ujar Leo dan Diego secara bersamaan.
"Ye Joon hati-hati di jalan", teriak Krystal.
"Ok Bibi", ujar Ye Joon sambil melambaikan sebelah tangan nya ke atas.
Lalu Rey, Clara dan Ye Joon pun segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Hanna itu sementara Diego, Leo dan Krystal masih terlihat fokus dengan drama Korea yang sedang di tampilkan di layar TV itu.
***
Rumah Mewah Yang Ada Di Dekat Perbatasan Kota
Saat ini Ara sedang berada di dalam mobil nya yang sedang terparkir di jalan yang ada di dekat rumah mewah itu.
Jarak mobil Ara dengan rumah mewah itu sekitar lima ratus meter dari gerbang masuk rumah mewah itu.
Ara tampak sedang berusaha untuk menghubungi seseorang dengan ponsel nya itu dan setelah cukup lama berusaha untuk menghubungi orang tersebut akhirnya orang itu pun menjawab panggilan telpon dari Ara itu.
"Halo", ujar Ara.
"Iya ada apa?" Tanya Branden.
"Kenapa kamu baru mengangkat panggilan dari ku?" Tanya Ara lagi.
"Aku baru saja bangun dari tidur ku dan karena bunyi panggilan dari mu yang tidak ada henti-henti nya itu akhirnya aku terbangun", ujar Branden.
"Oh maafkan aku karena telah mengganggu waktu tidur mu", ujar Ara.
"Cepat katakan ada perlu apa kamu menelpon ku sepagi ini", ujar Branden lagi.
"Saat ini aku sedang berada di dekat gerbang rumah mewah yang ada di dekat perbatasan itu", ujar Ara.
"Apa! Dengan siapa kamu pergi kesana?" Tanya Branden.
"Sendiri", ujar Ara.
Lalu Ara pun langsung memberi tau Branden mengenai tujuan nya menghubungi Branden pada pagi ini dan Branden pun langsung kaget di buat nya.
"Pulang saja jika kamu ingin membawa-bawa nama ku", ujar Branden.
"Ayo lah sekali ini saja agar aku lebih mudah untuk masuk ke dalam sana", ujar Ara lagi.
"Tidak akan sulit bagi mu untuk masuk ke dalam rumah mewah itu karena tujuan mu sudah jelas ingin membeli benda terlarang itu", ujar Branden lagi.
"Maksud ku agar aku bisa mendapatkan pelayanan yang bagus di dalam rumah mewah itu karena kamu adalah anggota VVIP di rumah mewah itu dan itu lah yang aku harapkan saat ini kepada mu", ujar Ara lagi.
"Sudah lah ikuti saja perkataan ku ini dan aku harap kamu tidak bertindak bodoh disana", ujar Branden.
"Percaya lah kepada ku semua nya akan baik-baik saja jika aku menggunakan nama mu", ujar Ara lagi.
"Tidak boleh dan jangan pernah lakukan itu", ujar Branden lagi.
"Kamu tidak tau apa yang sedang terjadi disana dan kamu juga tidak tau mengenai semua urusan ku jadi aku katakan kepada mu sekali lagi untuk tidak membawa-bawa nama ku kemana pun kamu pergi", ujar Branden lagi.
"Ok aku mengerti", ujar Ara.
Lalu panggilan mereka itu pun segera berakhir dan Ara pun langsung ke luar dari dalam mobil nya itu dengan menggunakan pakaian berwarna biru langit.
Langkah kaki Ara terdengar sangat santai karena saat ini ia sedang menggunakan heels yang warna nya juga sama dengan warna pakaian nya.
Langkah demi langkah akhirnya Ara pun telah sampai di depan gerbang rumah mewah itu dan setelah Ara berdiri di depan gerbang itu para penjaga yang ada disana pun langsung datang menghampiri Ara.
"Ada apa nona?" Tanya salah seorang penjaga kepada Ara.
"Saya ingin membeli sesuatu disini", ujar Ara.
Lalu Ara pun mengisyaratkan keinginan nya itu kepada para penjaga itu dan kemudian para penjaga itu pun langsung paham dengan maksud perkataan Ara itu.
"Kalau begitu apa sebelum nya nona pernah datang ke tempat ini?" Tanya salah seorang penjaga yang ada disana.
"Katakan saja kepada atasan mu itu kalau aku datang kesini dengan menggunakan nama Branden", ujar Ara.
Mendengar Ara yang berkata seperti itu langsung saja membuat semua para penjaga yang ada disana kaget di buat nya dan tak lama kemudian salah seorang dari penjaga itu pun langsung menghajar para penjaga lain nya.
Di mulai dari penjaga yang ada di dekat nya itu dan kemudian ia juga menghajar semua penjaga yang ada di depan gerbang masuk rumah mewah itu.
Ara yang melihat itu pun langsung kaget di buat nya dan tak lama kemudian penjaga yang menghajar rekan-rekan nya itu pun telah berhasil melawan semua para penjaga yang ada di depan gerbang masuk rumah mewah itu.
Setelah berhasil melumpuhkan semua penjaga yang ada disana lalu penjaga itu pun langsung mendekat ke arah Ara dan Ara yang sedang ketakutan itu pun langsung lari dari tempat itu dengan sekuat tenaga nya.
Namun proses pelarian Ara itu pun tidak bertahan lama karena penjaga itu telah berhasil menangkap Ara dengan secepat mungkin sebelum semua orang yang ada di dalam rumah mewah itu mengetahui aksi nya tersebut.
Setelah berhasil menangkap Ara kemudian penjaga itu pun langsung membawa Ara masuk ke dalam sebuah mobil yang sedang terparkir di dekat gerbang masuk rumah mewah itu.
Lalu tak lama kemudian mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah mewah itu dengan keadaan Ara yang sudah di bekap mulut nya dengan menggunakan sapu tangan milik penjaga itu.
Sementara tangan Ara telah di ikat dengan menggunakan dasi milik penjaga itu.
Sedangkan penjaga itu tampak bergegas meninggalkan tempat itu dengan cara melajukan mobil yang sedang di bawa nya itu dengan menggunakan laju kecepatan yang tinggi.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1