
Saat ini, Hanna tengah berada di dalam kamar, dan bersembunyi dari Rey yang sedang mengobrol dengan Clara.
"Kenapa dia harus datang tengah malam begini?" Tanya Hanna dalam hati.
Lalu, Hanna segera menguping pembicaraan Rey dengan Clara.
"Duduk lah, aku akan membereskan semua barang yang ada di sini", ucap Clara.
"Tidak usah, aku tidak ingin membuat mu kerepotan karena kedatangan ku tengah malam begini", ucap Rey.
"Aku tidak kerepotan", ucap Clara.
Lalu, Clara segera meraih mangkok yang ada di atas meja dengan tangan kanan nya, dan Rey lebih dulu meraih mangkok itu dengan tangan kanan nya.
"Ternyata kamu sedang makan omelet", ucap Rey.
Lalu, Rey mencoba omlete yang ada di dalam mangkok tersebut, dan melihat ke arah Clara dengan tatapan bertanya-tanya.
"Kenapa porsi nya terlihat bukan untuk satu orang?" Tanya Rey.
"Aku hanya ingin makan ini sepuas nya", jawab Clara.
"Tunggu! Seperti nya ada dua piring, dan dua gelas yang ada di atas meja ini", ucap Rey.
Lalu, Rey menatap Clara dengan ekspresi curiga.
"Apa ada seseorang di sini?" Tanya Rey.
Mendengar itu, Hanna langsung cemas, dan segera masuk ke dalam lemari pakaian, lalu Hanna keluar lagi, dan masuk ke bawah kolong tempat tidur.
"Tidak ada siapa pun di sini", jawab Clara terbata-bata.
"Jangan berbohong pada ku, aku melihat mu hari ini di toserba sedang membeli alat tes kehamilan", ucap Rey.
Mendengar itu, Clara kaget, dan berusaha tenang untuk menjawab pertanyaan dari Rey.
"Kamu melihat ku?" Tanya Clara.
"Iya, apa kamu sedang mengandung saat ini?" Tanya Rey.
Mendengar pertanyaan dari Rey, Clara hanya diam, dan ia tidak menjawab pertanyaan dari Rey.
"Aku tau kamu takut, dan berusaha untuk menyembunyikan kehamilan mu saat ini", ucap Rey.
"Apa!" Gumam Clara.
"Aku tidak sedang mengandung", ucap Clara lagi.
"Jadi hasil nya negatif", ucap Rey.
"Negatif apa nya, aku tidak melakukan apa-apa", ucap Clara.
"Jadi kamu belum mengecek nya, atau bagaimana?" Tanya Rey dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.
"Aku tidak pernah mengecek yang begituan", jawab Clara.
"Tapi aku melihat dengan mata kepala ku sendiri, kalau kamu membeli alat itu, bukan kah seharusnya alat itu digunakan jika telah kamu beli", ucap Rey.
"Kenapa kamu begitu peduli pada ku?" Tanya Clara.
Mendengar pembicaraan Rey dan Clara, Hanna jadi sedikit kesal dengan mereka.
"Kenapa mereka terdengar seperti sepasang suami istri yang sedang bertengkar", ucap Hanna.
"Astaga! Clara", ucap Hanna lagi.
"Kenapa tidak bisa membuat Rey untuk pergi dari sini secepat nya", ucap Hanna lagi.
Lalu, Hanna segera mengintip dari fentilasi pintu kamar, ia segera mengambil kursi yang ada di dekat meja kamar, dan menaruh nya d dekat pintu.
"Aku hanya ingin membuat mu merasa mempunyai seorang teman di sini", jawab Rey.
"Teman!" Ucap Clara.
"Iya, bukan kah sekarang kamu hanya sendirian untuk melewati semua ini?" Tanya Rey.
"Tidak! Aku tidak butuh seorang teman seperti mu", ucap Clara.
"Padahal aku hanya ingin menghilangkan stres ini bersama mu, tapi melihat diri mu seperti ini, aku jadi berfikir kalau sebaik nya aku tidak datang ke sini", ucap Rey.
"Apa kamu stres?" Tanya Clara.
"Sudah tau masih saja bertanya", ucap Rey.
Lalu, Rey segera melanjutkan makan nya, melihat itu Clara hanya terdiam dengan sedikit menggerutu.
"Aku seperti merasa telah di campakkan oleh seorang wanita", ucap Rey lagi.
"Siapa?" Tanya Clara.
"Apa orang itu aku?" Tanya Clara lagi dengan ekspresi kaget.
"Bukan", jawab Rey.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Rey, seketika Clara menghela nafas nya.
"Lalu siapa?" Tanya Clara.
"Ara", jawab Rey.
"Ara!" Ucap Clara.
"Iya", ucap Rey.
"Jadi saingan ku selama ini nama nya adalah Ara", ucap Clara dalam hati.
Mendengar itu Hanna kaget, dan Hanna merasa baru tau kalau hubungan di antara Diego, Ara, dan Rey, selain hubungan pertemanan adalah hubungan percintaan, dan lebih tepat nya adalah cinta segitiga.
"OMG!" Bisik Hanna dari dalam kamar.
Lalu, Clara berinisiatif untuk tidak mengalah dengan kisah percintaan nya, ia merasa sedikit tersaingi oleh Ara.
"Apa dia sangat cantik?" Tanya Clara pada Rey.
"Tentu, dia adalah primadona sewaktu kami masih bersekolah", jawab Rey.
"Apa aku terlihat lebih cantik dari pada wanita itu?" Tanya Clara lagi.
Mendengar pertanyaan Clara, membuat Rey tersedak saat menelan makanan yang ada di mulut nya.
Lalu, Clara segera mengambilkan air minum untuk Rey.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, jadi bagaimana, apakah kamu sedang hamil?" Tanya Rey lagi.
"Tidak! Bagaimana bisa aku hamil, sedangkan aku tidak pernah melakukan itu dengan siapa pun", jawab Clara.
"Lalu, kenapa kamu membeli alat itu?" Tanya Rey lagi.
"Itu hanya untuk teman ku", jawab Clara.
"Oh teman", ucap Rey.
"Iya", ucap Clara.
"Lalu, kenapa kamu tidak langsung menjawab nya, ketika aku sedang bertanya pada mu tadi?" Tanya Rey.
"Tadi aku hanya kesal pada mu, akhir-akhir ini aku sangat kesal pada mu, jadi sekarang aku sudah baik-baik saja", jawab Clara.
"Apa kamu di campakkan karena orang ketiga?" Tanya Clara.
"Ya begitu lah", jawab Rey.
"Apa aku mengenal nya?" Tanya Clara lagi.
Lalu, Clara dan Hanna kaget mendengar nya. Perkataan Rey membuat Hanna terjatuh dari kursi nya.
"Brakkk", bunyi Hanna yang sedang terjatuh ke lantai.
"Siapa itu?" Tanya Rey.
Lalu, Clara segera menghampiri Hanna, ia takut kalau terjadi sesuatu kepada Hanna akibat terjatuh.
Ketika pintu terbuka dari dalam, Clara langsung membantu Hanna untuk berdiri dengan tegak, dan segera menuju ke sofa ruang tamu.
Melihat itu, Rey hanya bisa melongo, dan tidak bisa berkata apa pun saat ini.
"Kamu jangan beritahu Diego kalau Hanna ada di sini", ucap Clara pada Rey.
"Tidak bisa! Aku tidak bisa berbohong pada nya", jawab Rey.
"Ya sudah, terserah kamu saja", ucap Clara lagi.
"Aduh", ucap Hanna.
"Kamu kenapa?" Tanya Clara.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Clara lagi.
"Aku hanya sedikit keseleo di sini", jawab Hanna sambil memegang pergelangan kaki kanan nya.
"Aku akan membawa mu ke rumah sakit", ucap Rey.
"Tidak usah! Aku hanya ingin di sini saja", jawab Hanna.
"Baik lah, aku akan mengambilkan obat untuk mu, tunggu sebentar", ucap Clara.
Lalu, Clara pergi ke dalam kamar nya untuk mengambil kotak obat.
"Seperti nya aku akan memberi tau Diego besok pagi saja, sekarang seperti nya dia sudah beristirahat, apalagi ini sudah tengah malam", ucap Rey dalam hati.
***
Saat ini, Diego sedang berbaring di atas kasur nya, dan melihat foto Hanna di layar ponsel nya.
"Dimana kamu sekarang?" Tanya Diego.
"Apa kamu tidak merindukan ku?" Tanya Diego lagi.
__ADS_1
"Aku sudah berjanji pada diri ku, kalau aku tidak akan membuat mu seperti ini lagi ke depan nya", ucap Diego.
Lalu, masuk telfon dari nomor yang tak di kenal, dan Diego segera mengangkat panggilan itu.
"Halo", ucap nya.
"Bagaimana?" Tanya si penelpon.
"Apa besok sudah pasti untuk bertemu di restoran itu?" Tanya si penelpon lagi.
"Besok akan ku kabari lagi pada mu, kalau aku tidak ada urusan mendesak, aku akan datang dan mengabari mu", jawab Diego.
"Baik lah", ucap si penelpon.
Lalu, panggilan itu segera berakhir.
***
Pagi ini, Hanna dan Clara telah bangun pada pukul lima pagi. Mereka sedang memasak di dapur, dan terlihat sedikit sibuk.
Hanna hanya mengiris beberapa sayuran untuk di masak, sedangkan Clara yang akan memasak nya.
Lalu, mereka melihat ke arah sofa yang ada di ruang tamu, di sana terlihat Rey yang sedang tidur dengan pulas nya.
"Akibat semalam minum bir dengan nya, aku jadi merasa bersalah pada nya", ucap Clara.
"Seharusnya kamu tidak mengajak nya minum bir, sudah tau hari sudah tengah malam, tidak mungkin dia bisa menyetir jika keadaan nya sudah seperti ini", ucap Hanna.
"Iya, tapi semua nya sudah terjadi, mau bagaimana lagi", ucap Clara.
"Cepat lah buat bubur untuk nya, agar rasa bersalah mu sedikit berkurang", ucap Hanna.
Lalu, Clara melanjutkan acara memasak nya, dan Hanna pergi menghampiri Rey.
Setelah duduk di sofa, Hanna melihat ke sekitar ruangan, dan melihat ponsel Rey berbunyi, itu adalah panggilan telfon dari Diego.
Mendengar telfon nya berbunyi, Rey bangun dari tidur nya, dan langsung mengangkat panggilan itu, sedangkan Hanna hanya terlihat diam melihat adegan yang ada di depan nya.
"Halo", ucap Rey.
"Dimana kamu sekarang? Kenapa kamu tidak ke sini semalam?" Tanya Diego bertubi-tubi.
"Semalam aku ada urusan, jadi aku tidak bisa ke sana", jawab Rey.
"Baik lah, cepat ke sini sekarang!" Ucap Diego.
"Ada apa pagi-pagi begini menyuruh ku untuk datang ke sana?" Tanya Rey.
"Kita akan bertemu dengan Pak Oskar di restoran yang telah di janjikan", jawab Diego.
"Istri mu ada di sini sekarang, apa kamu masih ingin mengurus bisnis saat ini?" Tanya Rey.
"Apa! Baik lah aku akan ke sana sekarang, kirimkan alamat nya segera", ucap Diego.
Lalu, Diego segera mengakhiri panggilan nya dengan Rey, setelah itu menuju ke dalam mobil, dan segera pergi ke rumah Clara.
Seperti yang di tulis oleh Rey, lewat sebuah pesan singkat yang di kirim oleh Rey kepada nya.
"Apa Diego akan segera ke sini?" Tanya Hanna.
"Iya, dia sedang dalam perjalanan kesini sekarang", jawab Rey.
"Apa yang harus aku lakukan?" Batin Hanna.
"Apa aku harus memberi tau nya sekarang?" Tanya Hanna dalam hati.
"Aku bingung harus bagaimana, Ya Tuhan, tolong aku, apa yang seharusnya aku lakukan sekarang?" Batin Hanna lagi.
Setengah jam kemudian, bel rumah Clara berbunyi. Saat ini, Diego tengah berada di depan pintu rumah, dan menunggu untuk di bukakan pintu oleh si pemilik rumah.
"Rey, tolong bukakan pintu untuk ku, saat ini aku sedang sibuk di sini", teriak Clara dari dapur.
"Cepat lah ke sana, aku tidak akan membukakan pintu untuk Diego", ucap Hanna pada Rey.
Lalu, Rey segera melihat ke layar monitor, dan melihat ada Diego di luar rumah.
Kemudian, Rey membukakan pintu untuk Diego, dan mempersilahkan Diego untuk masuk ke dalam rumah, bak tuan rumah yang sedang menyambut tamu nya dengan hormat.
"Hanna", panggil Diego.
Lalu, Diego segera menghampiri Hanna, dan duduk di samping nya.
"Apa aku harus membicarakan nya sekarang?" Batin Hanna.
"Atau aku diam saja, untuk melihat bagaimana usaha nya, untuk menjelaskan nya kepada ku", ucap Hanna dalam hati.
Setelah Diego menjelaskan semua nya kepada Hanna, dan juga telah meminta maaf kepada nya, tiba-tiba Hanna menangis dan menjadi terharu.
Sehingga, membuat hati Hanna yang terlihat keras dan dingin, telah luluh, dan mencair dengan suasana yang mengharukan.
Apakah Hanna akan memberi tau Diego tentang kehamilan nya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...