
Saat ini pelayan Lee melihat ke arah Hanna dan juga Clara dengan tatapan bingung nya.
"Kenapa kalian berteriak nona?" Tanya pelayan Lee kepada mereka.
"Kaki ku hanya terinjak oleh teman ku", ujar Hanna berbohong.
"Iya kan", ucap Hanna kepada Clara sambil memberikan kode kepada nya.
"Iya maafkan aku, aku tidak sengaja melakukan nya", ujar Clara.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Clara.
"Iya aku baik-baik saja", ujar Hanna.
Melihat itu langsung saja pelayan Lee mendekat ke arah mereka dan bertanya kepada mereka.
"Dimana penginapan yang ada di dekat sini?" Tanya pelayan Lee kepada mereka.
"Itu di ujung jalan sana", ujar Hanna sambil menunjuk ke arah jalan yang ia maksud.
"Baiklah", ujar pelayan Lee.
Kemudian pelayan Lee segera pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju ke penginapan karena hari sudah mulai memasuki waktu malam hari.
"Apa itu benar-benar pelayan itu?" Tanya Hanna.
"Tentu saja aku melihat foto nya ketika di rumah sakit karena Yae Won memperlihatkan nya pada ku", ujar Clara.
"Kita harus menceritakan ini kepada Diego", ujar Hanna.
"Iya ayo masuk sekarang sudah pukul enam sore dan perut ku sudah lapar", ujar Clara.
"Baiklah kita makan dulu dan setelah nya baru menceritakan semua ini kepada Diego", ujar Hanna.
Kemudian mereka segera masuk ke dalam rumah dan mencuci daun selada dan buah mentimun itu di westafel yang ada di dapur.
***
Rumah Besar Keluarga Diego
Saat ini Ayah Diego sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton berita yang ada di TV.
"Harga saham naik dengan tajam hari ini", ujar Ayah Diego.
"Ini sangat menguntungkan perusahaan", ujar Ayah Diego lagi.
"Sebentar lagi Diego akan pergi ke Amerika dan aku juga cukup sibuk dengan pekerjaan", ujar Ayah Diego lagi.
"Semoga Krystal tidak berulah lagi disana", ujar Ayah Diego lagi.
Lalu beliau segera menyeruput kopi yang ada di atas meja dan kembali menonton berita yang ada TV.
"Semoga Ibu Diego tenang di alam sana melihat putri nya yang sudah semakin dewasa", ujar Ayah Diego lagi.
Kemudian beliau segera pergi menuju ke ruang makan untuk makan malam disana.
***
Rumah Nenek Mina
Saat ini Hanna, Clara dan Nenek Mina sedang makan malam bersama. Mereka tampak sangat menikmati makanan yang ada di atas meja.
"Wah enak sekali makanan ini", ujar Clara.
"Tentu saja karena semua ini Nenek yang memasak nya", ujar Hanna.
"Ayo habiskan semua ini kalau kalian suka", ujar Nenek Mina.
"Baiklah", ujar Hanna dan Clara.
Kemudian mereka segera memasukkan kembali makanan ke dalam mulut mereka dan melihat ke arah TV yang sedang menyala.
"Apa besok kalian masih akan berada disini?" Tanya Nenek.
"Kami hanya sampai malam hari disini Nek", jawab Clara.
"Iya malam besok kami akan segera pergi ke kota", ujar Hanna.
"Kenapa cepat sekali?" Tanya Nenek Mina.
"Hanna akan pergi ke Amerika Nek jadi dia harus berkemas dulu sebelum berangkat kesana", ujar Clara menjelaskan.
"Baiklah aku mengerti", ujar Nenek.
"Lain kali kami akan kesini lagi untuk melihat Nenek", ujar Hanna.
"Baiklah semoga perjalanan mu menyenangkan", ujar Nenek Mina.
Kemudian mereka melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja sambil menonton TV bersama.
***
Kediaman Diego
Saat ini Diego sedang duduk di ruang makan bersama dengan Rey. Mereka telah selesai makan malam dan sekarang Diego sedang memeriksa beberapa dokumen yang ada di ponsel nya.
"Apa kamu sudah berkemas?" Tanya Rey.
"Tentu saja", jawab Diego.
"Pelayan sudah menyiapkan semua nya untuk ku", ujar Diego.
"Sampaikan salam ku kepada Krystal", ujar Rey.
"Baiklah", ujar Diego.
"Aku penasaran seperti apa rupa nya sekarang", ujar Rey.
"Seperti nya Krystal sudah tumbuh dewasa", ujar Rey lagi.
"Aku rasa juga seperti itu", ujar Diego.
Kemudian tiba-tiba masuk panggilan telfon dari Hanna dan Diego segera mengangkat nya.
"Halo", ujar Diego.
"Bagaimana kabar mu sekarang, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego.
"Iya aku baik-baik saja", jawab Hanna.
"Aku ingin memberi tau mu sesuatu", ujar Hanna.
"Apa itu?" Tanya Diego.
"Sore ini sekitar jam enam aku dan Clara melihat pelayan Lee ada disini", ujar Hanna.
__ADS_1
"Apa! Dia ada disana", ujar Diego.
"Baiklah aku akan segera menyuruh orang untuk menangkap nya dan kalian jangan pergi kemana-mana dulu untuk saat ini", ujar Diego.
"Baiklah aku mengerti", ujar Hanna.
"Besok aku dan Clara akan berangkat pada malam hari", ujar Hanna lagi.
"Apa tidak terlalu berbahaya bagi kalian kalau berangkat pada malam hari?" Tanya Diego.
"Tidak apa-apa kami juga tidak berdua saja di dalam mobil dan Nenek juga mengatakan kepada kami bahwa dia juga aman selama dalam perjalanan menuju ke kota pada malam hari", ujar Hanna.
"Baiklah kirimkan aku lokasi kalian sekarang, anggota ku akan segera pergi kesana untuk menangkap pelayan itu", ujar Diego.
"Ok", ujar Hanna.
Kemudian panggilan mereka segera berakhir dan Hanna langsung mengirimkan lokasi nya saat ini kepada Diego.
"Ada apa?" Tanya Rey kepada Diego.
"Pelayan itu sedang ada di desa sekarang", ujar Diego.
"Hanna dan Clara melihat pelayan itu sore ini", ujar Diego lagi.
"Cepat tangkap dia dan segera kembali kesini aku akan mengirimkan lokasi Hanna saat ini kepada mu", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Rey.
Kemudian Rey segera pergi menuju ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya dengan sekencang mungkin menuju ke lokasi yang telah dikirimkan oleh Diego kepada nya.
Tidak lupa Rey juga telah memberi tau anggota Octopus untuk segera menuju ke tempat yang telah menjadi target nya saat ini.
Kemudian di dalam perjalanan menuju ke desa Rey juga menelfon Clara dan Clara mengangkat panggilan dari nya.
"Halo", jawab Clara.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Rey.
"Aku baik-baik saja", jawab Clara.
"Ada apa menelfon ku?" Tanya Clara.
"Dimana kamu melihat pelayan Lee?" Tanya Rey.
"Di depan rumah Nenek yang kami tumpangi", jawab Clara.
"Lalu apa kamu tau dimana dia sekarang?" Tanya Rey lagi.
"Seperti nya sekarang dia sedang menginap di penginapan yang ada di dekat sini", jawab Clara.
"Baiklah", ujar Rey.
"Apa kamu sedang di dalam mobil?" Tanya Clara.
"Aku mendengar bunyi klakson mobil mu di telfon", ujar Clara.
"Iya sekarang aku sedang menuju ke desa tempat mu berada", jawab Rey.
"Apa! Kamu sedang menuju kesini", ujar Clara.
"Siapa?" Tanya Hanna kepada Clara.
"Rey", jawab Clara.
Kemudian panggilan itu segera berakhir dan Rey segera menambah laju kecepatan mobil nya.
Sedangkan Clara menceritakan semua nya kepada Hanna dan mereka langsung menuju ke tempat tidur untuk bercerita satu sama lain nya sambil berbaring di atas kasur.
***
Penginapan Di Desa
Saat ini pelayan Lee telah selesai mandi dan sedang membaringkan diri nya di atas tempat tidur kamar penginapan yang telah di pesan nya.
"Untung aku tidak tertangkap waktu itu", ujar nya.
"Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam lebih baik aku segera tidur dan besok pagi aku harus segera pergi dari sini", ujar nya lagi.
Pelayan Lee berusaha untuk memejamkan mata nya dan ia berencana akan bangun pada pukul empat pagi dan satu jam setelah nya ia akan pergi meninggalkan penginapan itu.
Setalah cukup lama ia terlelap tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang di luar kamar nya.
Kemudian pelayan Lee segera melihat jam yang ada di dinding kamar nya dan waktu baru menunjukkan pukul satu malam.
Tak lama kemudian terdengar lah suara ketukan pintu dari luar kamar nya dan itu membuat pelayan Lee sedikit curiga dengan semua itu.
"Ada apa tengah-tengah malam begini mereka memanggil ku?" Tanya pelayan Lee sambil berjalan menuju ke pintu kamar nya.
Namun tepat setelah ia berdiri di depan pintu kamar nya, tangan nya sudah mulai ingin membuka pintu kamar nya dan tiba-tiba langkah nya terhenti karena suatu hal.
"Apa yang ada di luar bukan karyawan hotel?" Tanya nya.
"Lebih baik aku tidak membuka pintu ini demi menjaga keamanan ku", ujar nya.
Namun lama kelamaan pintu itu terus di ketuk tanpa henti dan itu tambah membuat pelayan Lee curiga dengan apa yang di lihat nya saat ini.
"Buka pintu nya sekarang atau kami akan mendobrak nya", teriak seseorang dari luar.
Mendengar itu langsung saja membuat pelayan Lee segera mengemas semua pakaian nya dan ia juga segera berusaha kabur dari dalam kamar itu.
"Astaga kamar ini tidak memiliki jendela sama sekali", ujar pelayan Lee.
"Seharusnya aku memilih kamar yang ada jendela nya", ujar nya lagi.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya pelayan Lee sambil terlihat bingung.
Kemudian dari luar terlihat ada beberapa orang anggota Octopus dan juga Rey sedang berusaha untuk mendobrak pintu kamar yang sedang ditempati oleh pelayan Lee.
Setelah pintu kamar berhasil di dobrak oleh Rey akhirnya Rey segera masuk ke dalam kamar itu dan ia tidak melihat ada pelayan Lee disana.
"Ayo cari dia di dalam kamar ini", perintah Rey kepada anggota nya.
"Ok", jawab anggota nya bersamaan.
Kemudian mereka segera berpencar di dalam kamar itu dan mencari pelayan Lee di setiap ruangan yang ada di dalam kamar itu.
Namun setalah semua orang masuk ke dalam kamar itu langsung saja pelayan Lee keluar dari balik pintu dan segera berlari ke luar penginapan untuk bersembunyi dari kejaran organisasi Octopus.
Melihat ada seseorang yang sedang berlari langsung saja Rey memerintahkan semua anggota nya untuk mengejar orang tersebut dan menangkap nya sampai dapat.
Saat ini terjadilah aksi kejar-kejaran antara anggota Octopus dengan pelayan Lee dan sekarang proses kejar-kejaran itu telah sampai ke dalam hutan yang ada di belakang penginapan itu.
Pelayan Lee berlari dengan sekuat tenaga nya dan begitu pun dengan anggota Octopus.
Sebenarnya anggota Octopus bisa saja menangkap pelayan Lee dengan mudah yaitu dengan cara menembak kaki nya agar pelayan Lee terjatuh dan tidak bisa berlari lagi.
__ADS_1
Namun mereka tidak bisa sembarang menembak jika tidak diperintahkan oleh Rey karena Rey adalah kepala tim saat ini.
Tak lama kemudian Rey datang dengan beberapa anggota nya yang lain.
Saat Rey melihat pelayan Lee yang sudah mulai memanjat pagar belakang rumah seseorang langsung saja Rey menembakkan sebuah peluru tepat di kaki kiri nya pelayan Lee dan itu tentu saja membuat pelayan Lee terjatuh ke atas tanah yang ada di dekat pagar itu.
"Tangkap dia dan segera bawa dia ke markas Octopus", ujar Rey kepada anggota nya.
"Baik", ujar seluruh anggota nya.
Kemudian beberapa anggota nya segera mengangkat tubuh pelayan Lee dan membawa nya ke dalam mobil.
Setelah itu mereka semua langsung masuk ke dalam mobil mereka masing-masing dan segera berangkat ke markas Octopus.
Selama di dalam perjalanan menuju ke markas Octopus, pelayan Lee tampak menahan sakit karena tembakan yang telah di terima nya dari Rey.
Sedangkan Rey saat ini sedang menyetir mobil nya sendiri dan saat menuju pulang ke markas Octopus tiba-tiba Clara menelfon nya.
"Halo", jawab Rey.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Clara.
"Iya aku baik-baik saja", ujar Rey.
"Ada apa kamu menelfon ku?" Tanya Rey.
"Barusan aku dan Hanna mendengar ada suara tembakan, apa itu berasal dari kamu?" Tanya Clara.
"Iya itu adalah peluru ku yang sengaja aku keluarkan untuk menembak kaki pelayan itu", jawab Rey.
"Apa! Kamu menembak nya", ujar Clara.
"Apa pelayan itu meninggal di tempat?" Tanya Clara.
"Tidak mungkin dia meninggal karena yang aku tembak adalah kaki nya", ujar Rey.
"Baiklah aku hanya ingin menanyakan itu saja pada mu", ujar Clara.
"Ok sekarang aku sedang menyetir dan untuk sementara waktu aku tidak bisa mengangkat panggilan dari mu", ujar Rey.
"Baiklah aku mengerti", ujar Clara.
Lalu panggilan telfon itu segera berakhir dan Clara langsung menceritakan semua itu kepada Hanna dan juga kepada Nenek Mina.
Saat ini mereka sedang berada di depan TV dan menonton TV bersama karena setelah mendengar suara tembakan itu mereka jadi sedikit takut dan memutuskan untuk berkumpul di depan TV sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.
***
Markas Octopus
Saat ini pelayan Lee sedang duduk di sebuah kursi yang ada di sebuah ruangan yang berada di belakang markas Octopus.
Ruangan itu terlihat tidak terawat dan biasa nya ruangan itu digunakan untuk menganiaya seseorang atau bahkan sampai membuat seseorang itu meninggal disana.
"Apa yang kamu inginkan dari ku?" Tanya Pelayan Lee kepada Diego.
"Siapa yang telah menyuruh mu untuk menangkap orang tua Yae Won?" Tanya Diego.
"Kenapa kamu terlihat peduli kepada mereka?" Tanya Pelayan Lee.
"Tidak usah bertanya pada ku dan jawab saja semua pertanyaan ku pada mu", ujar Diego.
"Aku hanya ingin melakukan nya atas kemauan ku sendiri", ujar pelayan Lee.
"Benarkah?" Tanya Diego.
"Lalu apa kamu mengenal orang ini?" Tanya Diego sambil memperlihatkan foto seseorang kepada nya.
"Apa yang kamu lakukan kepada adik ku?" Tanya pelayan Lee.
"Kamu jawab saja pertanyaan ku dengan jujur atau aku akan melakukan sesuatu terhadap hidup adik mu saat ini", ujar Diego.
"Kapan kamu membawa adik nya kesini?" Tanya Rey kepada Diego.
"Saat kamu pergi ke desa untuk menangkap nya", jawab Diego.
"Jangan apa-apakan adik ku, aku mohon kepada kalian", ujar pelayan Lee.
"Seperti itu lah rasa nya ketika kamu melakukan itu kepada Yae Won", ujar Diego.
"Orang tua nya adalah sesuatu yang berharga bagi nya dan begitu pun dengan adik mu, dia juga sangat berharga bagi mu", ujar Diego.
"Tolong lepaskan adik ku, dia tidak bersalah sama sekali pada mu", ujar pelayan Lee.
"Biasa nya siapa saja yang telah masuk ke dalam ruangan ini maka dia tidak akan bisa kembali lagi dengan hidup", ujar Rey kepada pelayan Lee.
Mendengar itu pelayan Lee langsung memohon ampun kepada Diego dan segera meminta Diego untuk melepaskan adik nya.
"Baiklah aku akan memberikan mu sebuah kesempatan", ujar Diego.
"Tapi ada syarat nya", ujar Diego lagi.
"Apa itu?" Tanya pelayan Lee.
Kemudian Diego tersenyum mendengar pertanyaan dari pelayan Lee kepada nya.
"Katakan siapa yang telah memasukkan narkotika ke dalam rumah mewah itu?" Tanya Diego.
"Apa!" Ujar pelayan Lee.
"Aku tidak bisa mengatakan nya kalau tidak mereka akan membunuh ku", ujar pelayan Lee.
"Kalau begitu kamu siap untuk ku bunuh begitu pun dengan adik mu", ujar Diego.
"Baiklah kalau itu mau mu", ujar Diego.
"Tidak aku tidak mau di bunuh oleh mu apalagi adik ku juga ada disini", ujar pelayan Lee.
"Kalau begitu katakan sekarang siapa orang nya", ujar Diego dengan tatapan tajam nya.
"Baiklah aku akan mengatakan nya pada mu", ujar pelayan Lee.
"Orang nya adalah Branden", ujar pelayan Lee.
"Apa! Branden", ujar Diego dan Rey bersamaan.
Kemudian Diego dan Rey saling bertatapan satu sama lain nya dan mereka sudah sedikit menduga itu semua di lakukan oleh Branden.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1