Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Ayah Diego


__ADS_3

Saat ini Diego, Rey, Clara dan beberapa anggota nya telah sampai di rumah sakit tempat Krystal di rawat.


"Hanna", ujar Diego ketika melihat Hanna sedang berdiri di depan bagian informasi rumah sakit.


"Diego", ujar Hanna.


"Bagaimana dengan Krystal?" Tanya Diego.


"Saat ini dia sedang ditangani oleh dokter jadi kita tunggu saja hasil nya", ujar Hanna.


Kemudian mereka pun segera pergi ke depan ruangan tempat Krystal di tangani oleh dokter dan mereka pun duduk di kursi yang ada di depan ruangan itu.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Diego kepada Hanna.


"Aku juga tidak tau karena pada saat aku masuk ke dalam kamar nya tiba-tiba saja aku melihat Krystal sudah terkapar di atas lantai kamar nya", ujar Hanna.


"Masalah ini sudah terlalu besar jadi aku terpaksa harus memberi tau Ayah mengenai masalah ini", ujar Diego.


"Iya aku juga setuju dengan mu", ujar Hanna.


Kemudian Diego segera menghubungi Ayah nya dan panggilan Diego itu langsung di jawab oleh Ayah nya.


"Iya ada apa?" Tanya Ayah nya.


"Ayah bisakah Ayah datang sekarang ke rumah sakit yang ada di dekat rumah ku", ujar Diego.


"Memang nya kenapa?" Tanya Ayah nya.


"Siapa yang sakit?" Tanya Ayah nya lagi.


"Krystal mencoba menganiaya diri nya lagi", ujar Diego.


"Apa! Kenapa dia bisa melakukan itu lagi?" Tanya Ayah nya.


"Nanti aku akan menjelaskan nya kepada Ayah setelah Ayah sampai di rumah sakit", ujar Diego.


"Baiklah tolong jaga adik mu itu dengan baik dan jangan sampai dia melakukan hal yang lebih gila lagi dari itu", ujar Ayah nya.


"Ok", ujar Diego.


Lalu panggilan mereka itu segera berakhir dan Diego pun segera berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah dokter yang baru saja keluar dari dalam ruangan nya Krystal.


"Dokter bagaimana dengan kondisi adik saya?" Tanya Diego.


"Dia harus segera di operasi dan operasi kali ini sangat tipis peluang keberhasilan nya", ujar dokter itu kepada Diego.


"Apa! Lalu apa dia bisa di selamatkan dokter?" Tanya Hanna.


"Dokter lakukan saja apa yang terbaik menurut diri mu asalkan adik ku bisa selamat dari keadaan yang tidak aku inginkan", ujar Diego.


"Baiklah kalau begitu anda harus segera ke bagian administrasi untuk mengurus nya", ujar dokter itu lagi.


"Baiklah dan tolong lakukan dengan sebaik mungkin asalkan adik ku selamat dari kondisi yang dihadapi nya saat ini", ujar Diego.


"Aku tidak bisa menjamin nya tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nya karena kondisi nya sudah sangat parah saat ini dan sekarang ini dia sedang di tangani oleh suster menjelang waktu operasi di lakukan", ujar dokter itu lagi.


Mendengar itu Diego pun langsung meneteskan air mata nya dan Rey pun segera membantu Diego untuk duduk di kursi yang ada di depan ruangan Krystal itu.


Sedangkan dokter yang berbicara dengan nya segera pergi untuk bersiap-siap melakukan operasi karena operasi kali ini sangat besar resiko nya jadi dokter pun harus lebih bersiap-siap lagi untuk melakukan operasi itu.


"Aku akan mengurus semua administrasi yang di perlukan", ujar Rey.


"Baiklah", ujar Diego.


Kemudian Rey pun segera pergi ke bagian administrasi untuk mengurus semua administrasi yang berhubungan dengan Krystal.


"Diego bersabarlah", ujar Clara.


"Iya aku juga tidak tega dengan keadaan Krystal saat ini apa lagi aku yang pertama kali yang melihat nya sewaktu dia sedang terkapar seperti itu", ujar Hanna.


"Jika sesuatu terjadi kepada Krystal maka aku harus membunuh Branden dan aku tidak bisa kalau tidak melakukan nya", ujar Diego dengan amarah nya.


"Sayang tenanglah semoga Krystal baik-baik saja", ujar Hanna.


"Kita hanya bisa berdoa saat ini", ujar Hanna lagi.


Setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya Rey dan Ayah Diego segera pergi menghampiri Diego yang sedang berada di depan ruangan operasi bersama dengan Hanna dan juga Clara.


"Diego", panggil Ayah nya.


"Ayah", ujar Hanna.


"Bagaimana dengan keadaan Krystal sekarang?" Tanya Ayah nya.


"Dia sedang menjalani operasi sekarang dan tingkat keberhasilan nya sangat tipis", ujar Diego.


"Apa!" Ujar Ayah nya dengan ekspresi kaget nya.


Kemudian Diego pun menceritakan semua nya kepada Ayah nya dan setelah mendengar cerita dari Diego itu Ayah nya pun sudah tidak bisa lagi mengontrol amarah nya saat ini.


"Bawa Branden ke hadapan Ayah besok pagi", ujar Ayah nya.


"Ok", ujar Diego.


Setalah tujuh jam lama nya menunggu di depan ruangan operasi Krystal akhirnya dokter yang mengoperasi Krystal pun segera keluar dari dalam ruangan operasi.

__ADS_1


"Dokter bagaimana dengan keadaan putri saya?" Tanya Ayah nya.


"Anak anda telah berhasil selamat dari operasi ini dan saat ini kami akan mentransfer beberapa kantong darah ke dalam tubuh nya jadi sebelum itu selesai belum ada yang bisa melihat nya", ujar dokter itu.


"Baiklah aku mengerti terima kasih telah menyelamatkan putri ku", ujar Ayah Diego.


Kemudian setelah mendengar perkataan dokter itu kepada Ayah nya Diego pun langsung merasa lega saat ini walau pun kemarahan nya itu belum hilang dari diri nya.


"Syukurlah Krystal bisa diselamatkan aku lega mendengar nya", ujar Hanna.


Kemudian mereka semua segera pergi makan malam bersama ke kantin yang ada di rumah sakit itu sampai akhirnya mereka diperbolehkan masuk untuk melihat keadaan Krystal.


***


Lima Hari Setelah Operasi


Saat ini Diego sedang menelfon Alexander dan ia sedang mencoba bernegosiasi lagi dengan Alexander.


"Halo Diego", ujar Alexander.


"Apa besok semua nya sudah siap untuk kita lakukan?" Tanya Alexander.


"Aku akan mengundur nya selama tiga hari", ujar Diego.


"Apa! Bagaimana bisa seperti itu", ujar Alexander.


"Saat ini adik ku baru saja keluar dari rumah sakit jadi aku tidak bisa melakukan itu pada hari esok karena ada permasalahan yang harus aku selesaikan sebelum itu", ujar Diego.


"Baiklah aku akan mengundur nya selama tiga hari", ujar Alexander.


Kemudian panggilan mereka pun segera berakhir dan Diego pun segera menyelesaikan pekerjaan nya yang sudah menumpuk di atas meja kerja nya.


***


Kantor Ayah Diego


Saat ini Ayah Diego sedang bertemu dengan Branden untuk yang kedua kali nya setalah operasi Krystal itu.


"Saat ini aku harus menyita semua fasilitas yang telah diberikan oleh perusahaan kepada mu", ujar Ayah Diego.


"Rumah masa depan mu yang belum sempat kamu tinggali itu akan aku sita dan juga vila yang ada di Amerika yang telah aku janjikan kepada mu itu akan ikut aku sita bersamaan dengan rumah masa depan mu itu", ujar Ayah Diego.


"Apa!" Ujar Branden.


"Kenapa paman mengambil semua nya dari ku?" Tanya Branden.


"Itu aku lakukan agar kamu tidak mempermainkan putri ku", ujar Ayah Diego kepada nya.


Saat ini Branden telah mengetahui kalau Krystal itu ternyata adalah adik nya Diego dan merupakan putri kandung dari Joks.


Kemudian Branden hanya bisa pasrah dengan semua yang di perintahkan oleh Ayah Diego itu kepada nya kalau tidak dia bisa mendapatkan masalah yang lebih serius lagi dari pada itu.


"Apa! Kenapa semua aset ku di pindah namakan atas nama Krystal", ujar Branden lagi.


"Kalau kamu ingin menikah dengan putri ku maka kamu harus melakukan itu karena kelakuan mu yang tidak bisa aku maafkan itu harus kamu tebus dengan ini sampai kalian memiliki anak kelak", ujar Ayah Diego.


"Tolong beri aku waktu untuk berpikir sebelum itu", ujar Branden.


"Kenapa?" Tanya Ayah Diego.


"Apa kamu lebih mementingkan harta dari pada putri ku?" Tanya Ayah Diego lagi.


Pertanyaan dari Ayah Diego itu langsung membuat Branden tidak bisa berkutik lagi dan hanya bisa pasrah dengan semua itu.


Baiklah aku akan memberi mu waktu selama dua puluh empat jam di mulai dari sekarang", ujar Ayah Diego.


"Jadi besok kamu harus menemui ku di dalam ruangan ku", ujar Ayah Diego lagi.


"Baiklah", ujar Branden.


Kemudian Branden pun segera pergi dari ruangan Ayah Diego itu dan setalah nya dia segera pergi menuju ke kediaman nya Sera.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


"Krystal setelah kamu menikah dengan Branden kamu harus lebih menjaga kesehatan mu lagi dan jangan bersikap bodoh lagi ke depan nya", ujar Hanna.


"Aku memang tidak merestui hubungan kalian itu karena aku tau saat ini Branden bukanlah lelaki yang baik untuk mu", ujar Diego kepada Krystal.


"Tapi karena kamu bersikeras kepada Ayah maka Ayah tidak mempunyai pilihan lain lagi selain menikahkan mu dengan lelaki kurang ajar itu", ujar Diego lagi.


"Jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada mu akibat ulah pria itu maka kamu jangan datang dan memohon-mohon kepada mu", ujar Diego lagi.


"Sayang jangan seperti itu kepada nya", ujar Hanna.


"Aku harus mengatakan itu kepada nya agar ia tau kalau hidup itu tidak sesuai dengan apa yang di pikirkan nya saat ini", ujar Diego.


"Baiklah aku tidak akan pernah meminta bantuan apa lagi memohon kepada mu", ujar Krystal kepada Diego.


"Kasihan sekali Ayah karena mempunyai seorang putri yang keras kepala seperti diri mu", ujar Diego kepada Krystal.


"Sudahlah jangan berkata seperti itu lagi kepada adik mu biarkan saja dia untuk saat ini", ujar Hanna.


"Karena dia semua pekerjaan di kantor banyak yang telah di cancel oleh Ayah termasuk acara fashion show itu", ujar Diego.

__ADS_1


"Padahal acara itu sudah dari jauh-jauh hari di rencanakan oleh Ayah dengan kolega nya yang ada di Jepang", ujar Diego lagi.


"Asalkan kamu tau kalau ini adalah proyek yang besar dan semua pebisnis menginginkan untuk bekerja sama dengan orang Jepang itu", ujar Diego lagi kepada Krystal.


"Kamu dengan gampang nya telah merusak kerja sama itu dan bukan hanya Ayah saja yang menunda pekerjaan nya tetapi aku juga telah mengundur bisnis ku yang telah lama aku rencanakan", ujar Diego lagi.


"Maafkan aku hanya itu yang bisa aku katakan untuk saat ini", ujar Krystal.


"Lihat lah meminta maaf memang gampang untuk dilakukan", ujar Diego.


"Ayolah jangan seperti ini terus bukankah sebentar lagi adik mu akan menikah dengan Branden", ujar Hanna.


"Jadi kita harus segera bersiap-siap untuk itu", ujar Hanna lagi.


"Aku tidak mau terlibat di dalam pengurusan itu jadi kamu saja yang membantu nya untuk mengurus semua nya", ujar Diego kepada Hanna.


"Baiklah jika kamu tidak mau aku akan membantu Ayah untuk mengurus semua nya", ujar Hanna.


"Terima kasih kakak ipar suatu saat aku pasti akan membalas semua kebaikan mu itu kepada ku", ujar Krystal.


"Sudahlah tidak apa-apa aku tidak mengharapkan apa pun dari mu", ujar Hanna.


Kemudian Diego dan Hanna pun segera meninggalkan Krystal di dalam kamar nya dan setalah itu mereka pun segera pergi menuju ke rumah Clara.


***


Kediaman Sera


"Kenapa kamu baru muncul saat ini dan kemana saja kamu selama seminggu ini", ujar Sera kepada Branden.


Kemudian Branden pun menceritakan semua yang sedang terjadi pada nya kepada Sera dan juga kepada Kakek Sera.


"Apa!" Teriak Sera.


"Kalau begitu kamu sudah berada di posisi yang sangat sulit sekarang ini", ujar Kakek Sera kepada Branden.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Branden.


"Lakukan saja sesuai dengan rencana kita dan mengenai semua harta mu itu jangan terlalu kamu khawatirkan saat ini karena setelah kita berhasil mengalahkan Diego maka apa pun bisa aku berikan kepada mu", ujar Kakek Sera.


"Termasuk harta mu itu bisa aku gantikan dengan yang lebih baik lagi dari pada itu", ujar Kakek Sera lagi.


"Kalau begitu kamu jangan takut kalau pun Kakek tidak menepati janji nya kepada mu maka aku akan bertindak setelah nya untuk memberikan hak mu itu", ujar Sera.


"Kamu tidak akan sampai berbuat seperti itu kepada Kakek mu ini karena Kakek pasti akan memberikan apa yang seharusnya menjadi hak milik Branden karena dia telah berjuang untuk kita saat ini", ujar Kakek Sera.


"Baiklah", ujar Branden.


"Aku akan melakukan nya sesuai dengan rencana kita", ujar Branden lagi.


"Tapi kalau kalian sampai berkhianat dari ku lihat saja pembalasan dari ku", ujar Branden lagi.


"Ok kami pasti tidak akan berkhianat dari mu", ujar Sera meyakinkan Branden lagi.


Kemudian mereka pun segera pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama disana.


***


Rumah Clara


Saat ini Diego, Hanna, Clara dan Rey sedang makan malam bersama di rumah Clara dan seperti biasa nya mereka makan malam sambil menonton TV.


"Clara kamu kenapa?" Tanya Hanna.


Kemudian Rey pun segera melihat ke arah Clara dan langsung mengecek kening Clara dengan telapak tangan nya.


"Badan mu sama sekali tidak panas", ujar Rey.


"Aku baik-baik saja jadi tenanglah", ujar Clara.


"Lalu kenapa kamu tidak nafsu makan apa kamu tidak menyukai semua makanan ini?" Tanya Hanna.


"Aku suka mungkin aku hanya kelelahan saja saat ini jadi nya aku terlihat seperti ini di mata mu", ujar Clara.


"Kalau begitu kamu pergilah beristirahat sekarang dan jangan pedulikan aku disini karena disini juga ada Rey dan Diego", ujar Hanna.


"Baiklah", ujar Clara.


Kemudian Clara pun segera berdiri dari duduk nya dan ia pun berjalan menuju ke dalam kamar nya.


Namun sebelum Clara sampai di dalam kamar nya Clara pun langsung pingsan di depan pintu kamar nya.


"Clara", teriak Hanna.


Mendengar teriakan Hanna yang tiba-tiba itu Rey dan Diego pun langsung melihat ke arah Clara dan mereka pun langsung kaget di buat nya.


"Clara", ujar Rey ketika ia telah berada di samping Clara.


Karena pada saat mengetahui Clara pingsan dan terjatuh di depan pintu kamar nya Rey pun langsung berlari ke arah Clara dan berusaha untuk membangunkan nya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2