
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Baiklah aku akan segera pergi ke desa untuk melihat kondisi nya", ujar Ayah Diego kepada Bibi Im.
"Baik tuan", ujar Bibi Im.
Kemudian panggilan telpon itu pun berakhir dan Diego beserta Krystal pun langsung meminta penjelasan dari Ayah nya.
"Ayo sekarang kalian harus segera bersiap-siap", ujar Ayah nya.
"Kita mau kemana Ayah?" Tanya Krystal.
"Mau kemana lagi kalau bukan ke desa untuk melihat Ayah mertua kakak mu ini", ujar Ayah nya.
"Baiklah aku akan pergi ke kamar ku dulu", ujar Krystal.
"Iya jangan lama-lama berdandan di dalam kamar mu itu", teriak Ayah nya pada saat Krystal telah pergi meninggalkan ruangan keluarga itu.
"Ok aku tidak akan berlama-lama di dalam kamar ku", ujar Krystal sambil mengangkat tangan nya ke atas membentuk tanda ok.
"Kamu yang akan menyetir", ujar Ayah nya kepada Diego.
"Baiklah", ujar Diego.
"Ayah akan pergi mandi dulu dan setelah itu kita akan langsung berangkat", ujar Ayah nya lagi.
"Ok", ujar Diego.
Lalu Ayah nya segera pergi menuju ke dalam kamar sedangkan Diego masih terdiam di atas sofa ruang keluarga sambil memikirkan Hanna.
"Hanna apakah kita akan bertemu setelah kejadian ini?" Tanya Diego kepada diri nya sendiri.
"Ini adalah masalah yang serius jadi kalau kita sampai bertemu lagi di kediaman mu itu maka ini sudah termasuk pengecualian bagi ku", ujar Diego lagi.
"Akan kah aku harus memberi mu kesempatan sekali lagi?" Tanya Diego lagi kepada diri nya sendiri.
"Terkadang aku berfikir kalau aku harus memberi mu kesempatan sekali lagi karena hati kecil ku tidak ingin kamu jauh dari ku", ujar Diego.
"Tapi diri ku juga sangat benci dengan perbuatan mu itu kepada ku", ujar Diego lagi.
"Apa yang harus aku lakukan pada saat ini?" Tanya Diego.
"Di satu sisi aku sangat mencintai mu dan di sisi lain aku benci dengan diri mu", ujar Diego lagi.
"Aku harap kamu tidak muncul di hadapan ku malam ini karena aku takut kalau aku goyah dengan keberadaan mu kali ini", ujar Diego lagi.
Lalu Krystal pun datang menghampiri nya dengan membawa tas kecil yang ada di tangan nya.
"Kakak dimana Ayah?" Tanya Krystal kepada Diego.
"Ayah sedang mandi di dalam kamar beliau dan mungkin sebentar lagi akan kesini", ujar Diego.
"Astaga", ujar Krystal.
"Padahal Ayah yang telah menyuruh ku untuk tidak berlama-lama di dalam kamar tapi sekarang Ayah sendiri yang ingin berlama-lama di dalam kamar nya", ujar Krystal lagi.
"Kalau tau begitu lebih baik aku juga mandi dulu dan berdandan yang agak lebih lama di dalam kamar ku", ujar Krystal lagi sambil menghela nafas nya.
"Sudah lah jangan berdebat dengan Ayah biarkan saja beliau mandi sebentar apa lagi pikiran beliau juga bercabang saat ini jadi dengan mandi mungkin beliau merasa segar dan pikiran beliau juga agak sedikit berkurang", ujar Diego.
"Apa beda nya dengan ku mungkin saat ini aku juga sedang stres karena anak rekan kerja Ayah itu di tambah lagi dengan Branden", ujar Krystal.
"Itu tidak lah serumit masalah yang sedang terjadi saat ini", ujar Diego.
"Ayah Hanna sedang kritis di rumah sakit dan Ayah adalah sahabat beliau jadi aku rasa Ayah pasti sedang panik dan khawatir saat ini", ujar Diego lagi.
"Jadi tentu saja masalah mu itu sangat berbeda dengan masalah Ayah karena ini adalah menyangkut nyawa seseorang sedangkan masalah mu itu hanya sebatas hubungan mu dengan para pria itu", ujar Diego lagi.
"Terserah kakak saja aku akan diam saja kali ini", ujar Krystal lagi.
"Cepat panggil Ayah ke dalam kamar beliau karena sekarang sudah jam sepuluh malam", ujar Diego kepada Krystal.
"Kakak saja yang pergi memanggil Ayah", ujar Krystal.
"Ayo jangan membuat ku marah kepada mu", ujar Diego lagi.
"Iya aku akan pergi memanggil Ayah", ujar Krystal karena dia takut di marahi oleh Diego lagi.
"Aku akan menunggu di dalam mobil", ujar Diego.
"Ok", ujar Krystal.
Lalu Krystal pun segera pergi menuju ke kamar Ayah nya sedangkan Diego langsung turun ke bawah untuk mengambil mobil nya.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Diego, Krystal dan Ayah nya pun segera berangkat menuju ke desa.
***
Kediaman Ara
"Aku sudah mentransfer uang itu kepada mu", ujar Ara kepada Alex lewat ponsel nya.
"Ok", ujar Alex.
"Ingat jangan pernah membuka rahasia ku itu kepada siapa pun", ujar Ara lagi.
"Iya aku mengerti", ujar Alex.
"Baiklah jika sampai rahasia ku terbongkar karena mu maka aku akan melenyapkan mu dari dunia ini", ujar Ara.
"Ok tapi jika bukan aku yang membongkar rahasia mu itu maka kamu tidak berhak untuk melakukan itu kepada ku", ujar Alex.
"Ok", ujar Ara.
Lalu pembicaraan mereka pun berakhir dan setelah itu Ara pun langsung berbaring di atas tempat tidur nya sambil menyelimuti diri nya.
***
Apartemen Branden
Saat ini Branden sedang bersama dengan seorang wanita di dalam apartemen nya. Wanita itu adalah salah satu wanita penghibur yang ada di klub yang telah di datangi nya pada malam ini.
Setelah cukup lama saling bersentuhan bibir satu sama lain nya di atas sofa ruang tamu apartemen Branden itu akhirnya mereka pun segera berjalan sambil tetap melakukan adegan itu sampai ke dalam kamar Branden.
"Ayo kita bersenang-senang malam ini", ujar Branden kepada wanita itu.
"Malam ini aku akan menyerahkan diri ku kepada mu", ujar wanita itu sambil menggoda Branden.
"Dasar nakal", ujar Branden.
Kemudian Branden pun segera menyambar bibir wanita itu lagi dan setelah itu pun mereka saling memadu kasih di atas tempat tidur yang ada di dalam kamar Branden.
Setelah cukup lama saling memadu kasih akhirnya mereka pun berhenti melakukan itu dan setelah itu mereka pun saling berpelukan satu sama lain nya.
"Bagaimana apa kamu suka?" Tanya wanita itu kepada Branden.
"Tentu saja aku suka karena aku melakukan nya dengan mu", ujar Branden.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan mu?" Tanya wanita itu lagi.
"Itu akan berlangsung pada awal bulan depan", ujar Branden.
__ADS_1
"Berarti sebentar lagi kamu akan menjadi suami seseorang", ujar wanita itu.
"Seperti nya begitu", ujar Branden.
"Jadi aku sudah tidak bisa lagi menemani mu seperti ini", ujar wanita itu lagi.
"Kata siapa sudah tidak bisa?" Tanya Branden.
"Aku rasa seperti itu", ujar wanita itu lagi.
"Selama aku masih ada di dunia ini maka kita masih tetap bisa melakukan ini", ujar Branden.
"Kapan pun kamu mau melakukan ini dengan ku maka aku akan tetap ada untuk mu", ujar Branden lagi.
"Benarkah?" Tanya wanita itu.
"Tentu saja kamu pegang saja kata-kata ku ini", ujar Branden.
"Baiklah aku percaya kepada mu", ujar wanita itu kepada Branden.
Lalu mereka pun berusaha untuk segera tidur karena saat ini Branden harus segera beristirahat agar besok pagi tubuh nya fresh.
Apa lagi besok pagi juga ada pemotretan jadi Branden harus menjaga kondisi tubuh nya agar tidak kelelahan pada malam ini.
Setelah cukup lama memejamkan mata akhirnya Branden dan wanita itu pun langsung tertidur dengan kondisi yang masih tidak mengenakan pakaian apa pun di tubuh mereka masing-masing.
Sedangkan kondisi kamar Branden saat ini sudah seperti kapal pecah karena dimana-mana terdapat pakaian yang telah mereka buang dengan sembarangan.
***
Kediaman Sera
Saat ini Sera sedang tidur di dalam kamar nya dan tiba-tiba saja terdengar suara tangisan bayi nya yang sangat kencang di telinga nya.
"Pelayan", teriak Sera.
Kemudian seorang pelayan pun datang ke dalam kamar Sera dan pelayan itu pun langsung mengambil bayi Sera dari dalam tempat tidur nya.
Namun setelah lama di gendong oleh pelayan itu tetap saja bayi Sera tidak berhenti menangis dan tentu saja itu membuat Sera langsung mengambil alih untuk menggendong bayi nya.
"Kenapa bayi ku terus menangis?" Tanya Sera.
"Seperti nya Rachel sedang sakit nyonya", ujar pelayan itu.
"Apa!" Ujar Sera.
"Kalau begitu ayo cepat pergi ke rumah sakit", ujar Sera lagi.
"Baiklah nyonya saya akan menyuruh supir untuk segera menyiapkan mobil untuk nyonya", ujar pelayan itu.
"Iya ayo cepat", ujar Sera.
Kemudian pelayan itu pun langsung pergi meninggalkan Sera di dalam kamar nya sementara itu Sera langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Saat Sera sedang berjalan di ruang tamu rumah nya tiba-tiba saja Kakek nya menghentikan langkah nya.
"Sera", panggil Kakek nya.
"Kakek aku harus segera pergi ke rumah sakit", ujar Sera.
"Ada apa dengan bayi mu dari tadi Kakek mendengar suara tangisan nya", ujar Kakek nya.
"Aku juga tidak tau dan aku rasa dia sedang sakit saat ini", ujar Sera.
"Kalau begitu ayo cepat pergi ke rumah sakit", ujar Kakek nya.
"Iya aku pergi dulu Kakek", ujar Sera.
Lalu Sera pun langsung masuk ke dalam mobil yang telah menunggu nya di depan teras rumah nya dan setelah itu pun mobil itu langsung pergi menuju ke rumah sakit.
***
Rumah Clara
Saat ini Clara sedang merasakan keram di perut nya dan itu membuat Clara terbangun dari tidur nya.
"Aduh ada apa dengan perut ku?" Tanya Clara.
Lalu Rey pun terbangun dari tidur nya karena Rey merasakan gerakan di tempat tidur nya itu.
"Ada apa?" Tanya Rey kepada Clara.
"Perut ku sakit sekali", ujar Clara.
"Kalau begitu ayo kita pergi ke rumah sakit aku takut jika sesuatu terjadi kepada mu dan bayi kita", ujar Rey.
"Baiklah", ujar Clara.
Lalu mereka pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit dan setelah itu pun Rey membantu Clara untuk masuk ke dalam mobil.
"Bertahan lah sebentar menjelang kita sampai di rumah sakit", ujar Rey.
"Ok", ujar Clara.
Lalu Rey pun langsung menutup pintu mobil yang ada di sebelah Clara dan setelah itu pun Rey langsung masuk ke dalam mobil nya dan kemudian mereka pun langsung pergi menuju ke rumah sakit.
***
Toilet Umum
Saat ini Hanna sedang berhenti di perjalanan menuju ke desa terpencil dan Hanna pun ingin pergi ke toilet untuk membuang air kecil disana.
Setelah selesai buang air kecil Hanna pun langsung mencuci tangan nya di westafel yang ada di dalam toilet itu.
"Wajah ku pucat sekali", ujar Hanna saat melihat diri nya di cermin yang ada di westafel toilet itu.
Lalu Hanna pun membersihkan wajah nya dengan air keran yang ada di westafel itu.
Setelah memoleskan bedak dan lipstik nya lagi akhirnya Hanna pun kembali lagi ke dalam mobil yang di tumpangi nya itu.
"Yae Won", ujar Hanna saat melihat Yae Won turun dari sebuah mobil.
"Kenapa Yae Won ada disini?" Tanya Hanna di dalam hati nya.
Lalu Hanna pun berniat untuk keluar lagi dari dalam mobil yang di tumpangi nya itu namun langkah Hanna terhenti karena saat Hanna hendak membuka pintu mobil tiba-tiba saja Alex datang menghampiri Yae Won.
"Alex", ujar Hanna.
Kemudian Hanna pun memutuskan untuk tidak menghampiri Yae Won dan Hanna pun hanya memperhatikan Yae Won dan Alex dari kejauhan saja.
"Apa mereka saling mengenal?" Tanya Hanna di dalam hati nya.
Kemudian Alex pun menggandeng tangan Yae Won dan setelah itu mereka pun masuk ke sebuah rumah makan yang ada di tempat pemberhentian mobil tersebut.
"Aku harus memastikan nya", ujar Hanna.
Lalu Hanna pun mengambil ponsel nya dari dalam tas nya dan setelah itu Hanna pun langsung menelpon Yae Won di dalam mobil yang di tumpangi nya itu.
"Halo", ujar Yae Won.
"Yae Won kamu sedang dimana sekarang?" Tanya Hanna.
__ADS_1
"Aku sedang di dalam perjalanan pulang menuju ke desa", ujar Yae Won.
"Desa yang mana?" Tanya Hanna lagi.
"Desa tempat tinggal kita lalu dimana lagi selain itu", ujar Yae Won.
"Untung saja aku berlawanan arah dengan Yae Won", ujar Hanna di dalam hati nya.
"Memang nya kamu dari mana?" Tanya Hanna lagi.
"Aku habis dari desa terpencil", ujar Yae Won.
"Memang nya ada urusan apa kamu kesana?" Tanya Hanna lagi.
"Aku kesana untuk pergi berkemah dengan kekasih ku", ujar Yae Won.
"Apa! Jadi kamu telah memiliki seorang kekasih", ujar Hanna.
"Iya aku harap kali ini dia lebih baik dari pada Lee", ujar Yae Won.
"Lalu apa sekarang kamu sedang bersama dengan kekasih baru mu itu?" Tanya Hanna.
"Iya", ujar Yae Won.
"Apa!" Ujar Hanna di dalam hati nya.
"Jadi Yae Won telah berpacaran dengan Alex", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.
"Oh iya kenapa kamu menelpon ku pada saat ini padahal hari telah menunjukkan pukul tiga pagi", ujar Yae Won.
"Tumben sekali", ujar Yae Won lagi.
"Aku hanya ingin berkunjung ke rumah mu tapi seperti nya tidak jadi", ujar Hanna.
"Lalu kenapa kamu menelpon ku pada saat orang-orang masih tertidur", ujar Yae Won.
"Aku hanya tidak bisa tidur saat ini jadi aku hanya iseng saja untuk mencoba menelpon mu dan ternyata kamu mengangkat panggilan dari ku", ujar Hanna.
"Kalau begitu aku akan makan dulu karena makanan ku sudah datang", ujar Yae Won.
"Baiklah", Ujar Hanna.
Lalu panggilan mereka pun berakhir dan Hanna pun merasa tidak percaya dengan semua ini apa lagi lelaki yang sedang bersama dengan Yae Won saat ini adalah lelaki yang telah menghancurkan rumah tangga nya dengan Diego.
Kemudian mobil yang di tumpangi oleh Hanna itu pun segera melanjutkan perjalanan mereka lagi menuju ke desa terpencil.
"Siapa itu?" Tanya Alex kepada Yae Won.
"Teman ku", ujar Yae Won.
"Tumben ada seorang teman yang menelpon pada saat sekarang ini", ujar Alex.
"Itu karena dia tidak bisa tidur jadi dia hanya iseng saja kepada ku maka nya dia mencoba untuk menelpon ku", ujar Yae Won.
"Ayo kita makan", ujar Yae Won lagi.
"Ayo", ujar Alex.
Kemudian mereka pun segera memakan makanan yang telah mereka pesan dan mereka pun memakan makanan itu dengan lahap nya.
***
Kediaman Keluarga Hanna
Saat ini Diego, Krystal dan Ayah nya telah berada di depan rumah Hanna dan sekarang waktu telah menunjukkan pukul setengah empat pagi.
Setelah keluar dari dalam mobil mereka pun langsung menuju ke depan pintu masuk rumah keluarga Hanna.
"Ting tong ting tong", bunyi suara bel rumah keluarga Hanna.
Tak lama kemudian Bibi Im pun langsung membukakan pintu untuk mereka dan setelah itu pun Bibi Im menyuruh mereka untuk masuk ke dalam rumah.
Nenek Hanna pun langsung menyambut mereka di ruang tamu rumah nya.
Karena pada saat Nenek Hanna telah mendengar bunyi bel rumah yang terdengar sangat kencang di telinga itu beliau langsung terbangun dari tidur nya dan setelah itu Nenek Hanna pun pergi mencuci muka ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar beliau.
Lalu baru setelah itu Nenek Hanna pergi menghampiri Diego, Krystal dan Ayah nya ke depan rumah nya.
"Nenek", ujar Diego.
"Duduk lah Bibi Im akan membuatkan kalian minuman hangat", ujar Nenek Hanna.
"Tidak usah Nek kami mau istirahat sebentar karena besok pagi kami harus pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Ayah", ujar Diego.
"Kalau begitu pergi lah beristirahat ke dalam kamar", ujar Nenek Hanna lagi.
"Oh iya apa Sekar dan Hanna yang menemani Adam di rumah sakit?" Tanya Ayah Diego kepada Nenek Hanna.
"Tidak yang menemani Adam di rumah sakit hanya lah Sekar", ujar Nenek Hanna.
"Kalau begitu pergi lah beristirahat ke dalam kamar", ujar Nenek Hanna lagi.
"Silahkan tuan", ujar Bibi Im sambil mengarahkan Ayah Diego dan Krystal menuju ke kamar yang ada di dekat ruang tamu rumah itu.
Ayah Diego beristirahat di dalam kamar yang ada di dekat ruang tamu sedangkan Krystal beristirahat di sebelah kamar Ayah nya yang berada di dekat tangga rumah itu.
"Silahkan naik ke lantai atas tuan Diego", ujar Bibi Im kepada Diego.
"Baiklah", ujar Diego.
Lalu Diego pun naik ke lantai atas rumah itu dan langsung masuk ke dalam kamar Hanna.
Padahal saat ini hati Diego sedang tidak karuan apa lagi saat hendak masuk ke dalam kamar Hanna karena Diego takut akan bertengkar lagi dengan Hanna atau pun takut tergoyahkan lagi oleh Hanna.
Namun pada saat Diego telah masuk ke dalam kamar Hanna mata Diego pun langsung mengelilingi kamar Hanna itu karena di dalam kamar itu Diego tidak menemukan Hanna sama sekali.
Lalu Diego pun kembali lagi ke bawah dan menanyakan keberadaan Hanna kepada Bibi Im yang sedang terlihat sibuk di dapur.
"Bibi Im", panggil Diego.
"Iya ada apa tuan Diego", ujar Bibi Im.
"Dimana Hanna?" Tanya Diego.
"Nona Hanna sedang tidak ada di rumah tuan", ujar Bibi Im lagi.
"Bukankah Hanna sudah pulang ke desa", ujar Diego.
"Nona Hanna bahkan belum pernah pulang ke desa semenjak terakhir kali pulang bersama dengan tuan Diego waktu itu", ujar Bibi Im lagi.
"Apa!" Ujar Diego.
"Jadi kemana Hanna pergi?" Tanya Diego di dalam hati nya.
Lalu Diego pun segera kembali lagi ke dalam kamar nya untuk pergi beristirahat karena besok pagi dia harus pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Ayah mertua nya itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...