
Rumah Sakit
"Ibu ini bayi anda", ujar seorang suster kepada Hanna.
"Terima kasih", ujar Hanna sambil mengambil bayi nya dari tangan suster itu.
Kemudian Hanna pun tersenyum melihat wajah bayi nya itu dan Hanna pun juga mencium bayi mungil nya itu dengan perasaan yang sangat luar biasa bahagia nya.
"Kamu mirip seperti Ayah mu", ujar Hanna.
Lalu Hanna pun mencium kembali bayi mungil nya itu dan setelah itu suster pun langsung menyuruh Hanna untuk memberikan ASI kepada bayi mungil nya itu.
"Maafkan mami ya sayang karena kamu tidak bisa bertemu dengan Ayah mu karena mami", ujar Hanna kepada bayi nya.
"Tapi mami janji akan selalu berusaha untuk membahagiakan mu", ujar Hanna lagi.
Setelah cukup lama memberikan ASI kepada bayi mungil nya itu suster pun datang kembali ke tempat Hanna untuk mengambil bayi nya dan membawa bayi Hanna lagi ke tempat ruangan khusus untuk bayi.
Kemudian masuk lah semua para tetangga Hanna yang telah membantu nya untuk mengantar Hanna ke rumah sakit itu ke dalam ruangan Hanna.
"Bibi", ujar Hanna sambil tersenyum.
"Bagaimana dengan keadaan mu saat ini?" Tanya Ibu Jiu kepada Hanna.
"Apa kamu sudah mulai membaik?" Tanya seorang wanita paruh baya yang lain nya.
"Iya aku sudah mulai membaik saat ini", ujar Hanna.
"Oh iya terima kasih Paman karena paman telah membawa ku ke rumah sakit dengan mobil paman", ujar Hanna.
"Berterima kasih lah kepada istri ku karena dia lah yang telah memberi tau ku mengenai keadaan mu saat itu kalau tidak mungkin aku sudah pergi ke desa sebelah untuk menghadiri acara makan-makan disana", ujar Paman itu.
"Kalau begitu terima kasih Bibi", ujar Hanna lagi.
"Sama-sama karena aku juga tau rasa nya ketika berada di dalam kondisi mu pada saat itu apa lagi waktu melahirkan aku di operasi karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk melahirkan secara normal", ujar istri dari Paman itu.
"Untuk semua yang ada disini aku berterima kasih banyak karena telah mau membantu ku dan juga telah mau menemani ku berada di rumah sakit saat ini", ujar Hanna.
"Iya kami harap kamu bisa cepat pulih dari kondisi mu saat ini karena aku tau kamu pasti sangat kelelahan pada saat ini", ujar Ibu Jiu lagi.
"Iya Bibi aku harap juga begitu", ujar Hanna.
"Kalau begitu Bibi akan pulang dulu karena kamu belum boleh pulang pada saat ini dan dokter baru memperbolehkan mu pulang pada besok hari ketika keadaan mu sudah mulai membaik", ujar Ibu Jiu lagi.
"Iya Bibi dan Paman juga harus pulang dulu karena harus mengurus kebun yang ada di belakang rumah", ujar istri dari Paman itu.
"Bibi juga ya Hanna karena suami Bibi dan anak Bibi sama sekali tidak bisa memasak jadi Bibi harus segera pulang dulu ya", ujar Bibi yang satu nya lagi.
"Baiklah dan sekali lagi terima kasih banyak karena telah membantu ku", ujar Hanna.
"Oh iya untuk saat ini Bibi akan meliburkan mu dulu karena kamu harus fokus untuk menjaga bayi mu itu pada saat ini dan kamu juga harus fokus untuk memulihkan kondisi fisik mu terlebih dahulu sebelum kamu bekerja kembali dengan Bibi", ujar Ibu Jiu kepada Hanna.
"Kamu jangan salah paham dulu kepada Bibi karena kamu bisa bekerja kembali kapan pun kamu mau asalkan kondisi fisik mu sudah membaik seperti biasa nya", ujar Ibu Jiu lagi.
"Iya Bibi terima kasih banyak karena Bibi telah banyak menolong ku", ujar Hanna.
"Kalau begitu kami pulang dulu ya Hanna dan semoga kamu cepat sehat kembali seperti biasa nya", ujar Paman itu.
"Iya Paman terima kasih banyak Paman", ujar Hanna.
"Tunggu aku di dalam mobil sebentar karena aku butuh waktu lima menit untuk membersihkan semua ini", ujar Ibu Jiu kepada Paman itu.
"Baiklah jangan lama-lama", ujar Paman itu kepada Ibu Jiu.
"Ok", ujar Ibu Jiu lagi.
Kemudian Paman itu, istri nya dan teman Ibu Jiu terlebih dahulu pergi menuju ke dalam mobil yang sedang terparkir di depan rumah sakit itu.
Sementara itu Ibu Jiu dan Jiu masih berada di dalam ruangan Hanna untuk membantu Hanna membereskan semua barang-barang nya yang terlihat sangat berantakan di atas meja rumah sakit itu.
"Kamu jangan takut disini ya karena Jiu telah Ibu suruh untuk menemani mu di rumah sakit ini sampai kamu telah keluar dari rumah sakit ini", ujar Ibu Jiu kepada Hanna.
"Iya aku akan menemani mu disini sampai kamu telah keluar dari rumah sakit ini", ujar Jiu kepada Hanna.
"Terima kasih Bibi dan terima kasih banyak Jiu karena telah sering membantu ku", ujar Hanna dengan wajah terharu nya.
"Bibi telah membereskan semua barang-barang mu jadi Bibi pergi dulu ya dan jangan lupa makan yang banyak ya agar ASI mu itu keluar dengan lancar", ujar Ibu Jiu lagi.
"Iya Bibi", ujar Hanna.
Lalu Ibu Jiu pun segera pergi meninggalkan Hanna dan Jiu di dalam ruangan itu dan setelah itu pun Ibu Jiu segera berjalan dan masuk ke dalam mobil Paman yang telah menunggu Ibu Jiu di depan rumah sakit itu.
"Beristirahat lah disini dan aku akan pergi makan ke kantin sebentar", ujar Jiu kepada Hanna
"Jika kamu membutuhkan bantuan ku maka kamu tinggal hubungi saja aku lewat ponsel mu itu", ujar Jiu lagi kepada Hanna.
"Baiklah", ujar Hanna.
Lalu Jiu pun segera pergi meninggalkan Hanna di dalam ruangan nya itu dan setelah itu Hanna pun segera membaringkan diri nya di atas tempat tidur rumah sakit itu.
"Semenjak aku mengganti nomor ponsel ku dan semenjak itu lah mereka selalu membantu ku karena hanya mereka lah yang selalu berada di sekitar ku saat ini", ujar Hanna.
"Walau pun begitu aku tetap bersyukur dengan apa yang telah aku jalani saat ini", ujar Hanna lagi.
Lalu Hanna pun segera tidur karena saat ini kondisi Hanna sudah sangat membutuhkan istirahat yang cukup sebelum Hanna pulang ke rumah kontrakan nya dan mengurus bayi nya seorang diri disana.
***
Restoran Langganan Ara
"Ada apa kamu ingin menemui ku?" Tanya Diego kepada Ara.
Saat ini mereka sedang makan siang bersama di restoran kelas atas itu dan Ara pun ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting bagi diri nya kepada Diego saat ini.
"Aku tau kamu sedang frustasi saat ini dan aku juga tau kalau kamu sedang tidak mood untuk keluar dengan ku sekarang", ujar Ara.
"Katakan saja apa mau mu", ujar Diego.
"Tidak kah perbuatan istri mu itu lebih kejam dari ku", ujar Ara.
"Maksud mu apa berkata seperti itu kepada ku", ujar Diego.
"Aku hanya ingin kamu memberi ku kesempatan untuk berada di dekat mu lagi", ujar Ara.
"Bukan kah sekarang aku sudah mau bertemu dengan mu jadi dekat seperti apa lagi yang kamu inginkan", ujar Diego.
__ADS_1
"Maksud ku itu aku ingin tetap berada di samping mu untuk selama-lama nya", ujar Ara.
"Apa!" Ujar Diego.
"Apa kamu sudah gila?" Tanya Diego.
"Jadi kamu tidak mau memberi ku ruang sedikit pun itu", ujar Ara.
"Bukan kah kamu tau kalau aku masih berstatus sebagai suami nya Hanna", ujar Diego.
"Lalu apa masalah nya?" Tanya Ara.
"Bukan kah kamu memang ingin berpisah dari nya", ujar Ara.
"Jadi aku rasa tidak ada masalah di dalam hal ini", ujar Ara lagi.
"Menjalin suatu hubungan itu tidak lah segampang yang kamu pikirkan itu", ujar Diego.
"Apa lagi aku masih berstatus sebagai suami Hanna saat ini", ujar Diego lagi.
"Aku akan menunggu mu sampai kamu telah bersedia untuk menikah dengan ku", ujar Ara.
"Hal itu tidak akan mungkin terjadi", ujar Diego.
"Kenapa?" Tanya Ara.
"Karena aku tidak mencintai mu", ujar Diego.
"Jadi apa masalah nya?" Tanya Ara.
"Aku tidak masalah kalau kamu tidak mencintai ku saat ini karena suatu saat cinta itu pasti akan tumbuh di antara kita", ujar Ara lagi berusaha untuk meyakinkan Diego.
"Aku rasa ini adalah jalan yang salah", ujar Diego.
"Apakah yang seperti ini salah di mata mu?" Tanya Ara.
"Lalu bagaimana dengan jalan yang telah di ambil oleh istri mu itu?" Tanya Ara lagi.
"Bukan kah kamu sudah melihat nya kalau saat ini istri mu itu sedang mengandung bayi orang lain", ujar Ara lagi.
"Lalu apa salah nya jika kita juga menikah lagian menikah itu tidak lah salah dan yang salah itu adalah istri mu itu dan bukan lah kamu", ujar Ara lagi.
Lalu Diego pun langsung terdiam setelah mendengarkan perkataan Ara itu kepada nya. Menurut nya sebagian yang di telah di katakan oleh Ara itu memang benar ada nya.
"Beri aku waktu untuk berpikir", ujar Diego kepada Ara.
"Baiklah aku akan menunggu mu sesuai dengan perkataan ku sebelum nya kepada mu itu", ujar Ara.
"Tapi kamu jangan terlalu berharap banyak dari ku karena aku tidak mau memberi harapan kepada seseorang", ujar Diego.
"Ok", ujar Ara.
"Lihat saja nanti kamu juga akan jatuh ke dalam pelukan ku", ujar Ara di dalam hati nya.
"Ayo kita makan lagi", ajak Ara.
Lalu mereka pun segera melanjutkan makan siang mereka lagi karena setelah ini Diego harus kembali lagi ke kantor Ayah nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
***
Saat ini Krystal masih tertidur di dalam kamar nya dan seperti biasa nya Krystal selalu terlambat bangun dari tidur nya.
"Kring kring kring", bunyi alarm yang ada di atas meja kecil di samping tempat tidur nya.
"Berisik sekali", ujar Krystal.
Lalu Krystal pun segera mengambil jam beker itu dan melihat nya.
"Astaga sekarang sudah jam 12.35 siang dan aku telah terlambat bangun selama lima menit", ujar Krystal.
Kemudian Krystal pun segera bangun dari tidur nya dan setelah itu ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nya.
"Tok tok tok", bunyi suara ketukan pintu dari luar kamar mandi nya.
"Nyonya apakah anda masih lama lagi berada di dalam kamar mandi?" Tanya seorang pelayan kepada nya.
"Iya", teriak Krystal dari dalam kamar mandi.
"Tuan ingin nyonya untuk hadir di acara pesta malam ini", ujar pelayan itu lagi.
"Baiklah", ujar Krystal dari dalam kamar mandi nya lagi.
"Lalu kenapa kamu memberi tau ku sekarang?" Tanya Krystal.
"Karena tuan ingin nyonya pergi ke salon dulu sebelum pergi ke acara pesta malam ini", ujar pelayan itu lagi.
"Memang nya ada acara pesta apa sampai dia juga menyuruh ku untuk pergi ke salon terlebih dahulu", ujar Krystal.
"Saya juga tidak tau nyonya", ujar pelayan itu.
"Baiklah katakan kepada nya kalau aku akan pergi ke pesta pada malam ini asalkan dia mau menambah uang shopping ku pada bulan depan", ujar Krystal.
"Baiklah nyonya", ujar pelayan itu.
"Pergi lah dari dalam kamar ku itu karena aku akan segera bersiap-siap untuk pergi ke salon", ujar Krystal lagi.
"Baik Nyonya", ujar pelayan itu.
Lalu pelayan itu pun segera keluar dari dalam kamar Krystal dan setelah itu Krystal pun juga segera bersiap-siap untuk pergi ke salon langganan nya.
***
Kantor Ayah Diego
Saat ini Diego tidak fokus dengan pekerjaan yang di lakukan nya. Lalu Diego pun memutuskan untuk tidak melakukan apa pun pada saat ini dan hanya merenung di dalam ruangan kerja nya itu.
"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu dari luar ruangan kerja Diego.
"Masuk", teriak Diego kepada orang tersebut.
Ternyata orang yang telah mengetuk pintu ruangan Diego itu adalah Ara.
"Kamu", ujar Diego.
"Iya aku", ujar Ara.
__ADS_1
"Ada keperluan apa kamu datang ke kantor ku?" Tanya Diego.
"Aku hanya ingin membawakan ini", ujar Ara.
"Kamu telah meninggalkan dompet mu di restoran itu saat kita telah selesai makan siang tadi", ujar Ara lagi.
"Ini aku kembalikan kepada mu", ujar Ara.
Lalu Ara pun memberikan dompet itu kepada Diego dan Diego pun mengambil dompet itu dari tangan Ara.
"Terima kasih telah membawakan dompet ku kesini", ujar Diego.
"Kalau mau berterima kasih kepada ku maka lakukan lah dengan benar", ujar Ara.
"Ara terima kasih banyak karena telah membawakan dompet ku ke kantor ini", ujar Diego lagi.
"Bukan seperti itu maksud ku", ujar Ara.
"Maksud mu?" Tanya Diego.
"Lain kali ajak aku lagi untuk pergi makan siang bersama mu karena seperti itu lah cara berterima kasih yang benar kepada ku", ujar Ara.
"Baiklah lain kali aku akan mengajak mu untuk makan siang bersama lagi", ujar Diego.
Lalu Ara pun tersenyum mendengar perkataan Diego kepada nya.
"Kalau begitu segera pergi dari ruangan ku sekarang karena aku ingin fokus untuk bekerja saat ini", ujar Diego.
"Baiklah sampai jumpa lagi", ujar Ara.
Lalu Ara pun segera pergi dari dalam ruangan Diego itu dan Diego pun kembali merenung di meja kerja nya tersebut.
Saat ini pikiran Diego sangat kacau dan bahkan dia sedang mempertimbangkan Ara di dalam pikiran nya tersebut.
Namun sekuat apa pun Diego berusaha untuk membuka hati nya untuk Ara tetap saja di hati nya masih ada Hanna walau pun dia tau kalau saat ini Hanna telah melukai perasaan nya.
"Hanna kamu sangat kejam kepada ku", ujar Diego.
"Kamu tau aku sangat mencintai mu tapi bukan berarti kamu bisa melakukan ini kepada ku", ujar Diego lagi.
"Bahkan sebentar lagi kamu akan melahirkan seorang bayi dari pria itu", ujar Diego lagi.
"Kali ini aku tidak bisa memaafkan mu lagi", ujar Diego lagi.
Lalu Diego pun menggenggam kertas yang ada di atas meja kerja nya itu dengan tatapan mata nya yang sangat tajam dan penuh dengan amarah yang berada di level tingkat tertinggi saat ini.
***
Rumah Clara
Saat ini Clara, Rey dan bayi nya telah berada di rumah nya yang ada di kota dan mereka juga telah selesai membersihkan diri mereka saat ini.
"Akhirnya kita sampai juga di rumah walau pun kita sempat berhenti di hotel", ujar Clara.
"Iya akhirnya bayi Ayah telah sampai juga di rumah kita", ujar Rey kepada bayi nya.
"Lihat! Ayah telah merias tempat tidur mu", ujar Rey lagi kepada bayi nya sambil mengarahkan bayi nya itu ke tempat tidur bayi nya yang berada di samping tempat tidur mereka.
"Ayo kita segara makan malam", ajak Clara.
"Aku sudah menyiapkan semua nya di meja ruang tamu", ujar Clara lagi.
"Ok", ujar Rey.
"Ayo kita pergi menonton TV Ayah akan memutarkan lagu anak-anak untuk mu", ujar Rey lagi kepada bayi nya.
Lalu mereka pun segera pergi ke ruang tamu dan makan malam bersama disana.
***
Kediaman Sera
"Apa!" Teriak Sera.
"Apa yang telah kamu lakukan sehingga kerja sama kita dengan rumah mewah itu bermasalah saat ini", ujar Kakek Sera kepada Branden.
"Maafkan aku lain kali aku akan berhati-hati lagi", ujar Branden.
"Kamu ini memang tidak becus dalam hal apa pun", ujar Kakek Sera.
"Baik itu dalam urusan pernikahan atau pun dalam urusan bisnis", ujar Kakek Sera lagi.
"Kakek Branden kan sudah meminta maaf kepada Kakek jadi tolong Kakek maafkan saja Branden kali ini", ujar Sera.
"Waktu itu dia tidak bisa mengajak Alexander untuk bekerja sama dengan kita lalu setelah nya pernikahan nya juga bermasalah dan sekarang dia juga membuat masalah di rumah mewah itu", ujar Kakek Sera lagi.
"Lalu kurang baik apa lagi Kakek kepada nya", ujar Kakek nya kepada Sera.
"Dulu Kakek sering memaafkan nya tanpa kamu minta tapi sekarang Kakek rasa Branden sudah mulai tidak fokus lagi dengan rencana kita saat ini", ujar Kakek Sera lagi.
"Kakek jangan berkata seperti itu kepada Branden karena selama ini Branden telah setia kepada kita", ujar Sera.
"Coba Kakek tanyakan dulu kepada Branden kenapa dia bisa menjadi seperti ini sekarang", ujar Sera lagi.
"Baiklah", ujar Kakek nya.
"Apa yang sedang terjadi kepada mu sekarang?" Tanya Kakek Sera kepada Branden.
"Aku hanya merasa putus asa pada saat ini", ujar Branden.
"Kenapa kamu bisa merasa putus asa pada saat ini?" Tanya Kakek Sera lagi.
"Karena akhir-akhir ini aku baru menyadari kalau ternyata aku mencintai Krystal", ujar Branden.
"Apa!" Teriak Sera dan Kakek nya secara bersamaan.
Lalu Sera pun menatap Branden dengan tatapan kesal nya sedangkan Branden hanya bisa diam saja saat ini di depan Sera dan Kakek nya itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1