
"Kamu", ujar Diego kepada Branden.
"Kenapa kamu berada di dalam ruangan Ayah ku?" Tanya Diego.
"Ayah mu menyuruh ku untuk menunggu nya disini", jawab Branden.
"Ayo ikut aku", ujar Diego sambil menarik tangan Krystal.
Kemudian Diego, Krystal dan Rey pun segera pergi meninggalkan ruangan Ayah Diego dan mereka pun berjalan masuk ke dalam ruangan Diego.
Setelah sampai di dalam ruangan nya Diego pun langsung memarahi Krystal dan melihat sikap Diego yang seperti itu kepada nya jadi membuat Krystal takut kepada kakak nya itu.
"Lain kali jangan masuk lagi ke dalam ruangan Ayah jika kamu melihat pria itu ada disana", ujar Diego.
"Kenapa aku tidak boleh berbicara dengan pria itu?" Tanya Krystal.
"Kakak ini memang aneh", ujar Krystal.
"Lakukan saja apa yang aku katakan kepada mu atau kamu akan aku kurung di dalam rumah untuk sementara waktu ini", ujar Diego.
"Baiklah aku mengerti", ujar Krystal.
"Kamu tunggu saja disini sampai Ayah selesai meeting dan berbicara dengan orang itu", ujar Diego.
"Ok aku pasrah kalau sudah berurusan dengan kakak", ujar Krystal.
Kemudian Krystal segera duduk di atas sofa yang ada di dalam ruangan Diego sementara Rey masih berdiri di samping Diego.
"Rey ini ada beberapa dokumen yang sudah aku selesaikan dan kamu bisa membawa nya pergi sekarang", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Rey.
Kemudian Rey segera mengambil dokumen itu dan setelah nya Rey pergi meninggalkan ruangan Diego dan berjalan ke meja kerja nya.
"Sekali lagi aku katakan kepada mu kalau kamu tidak boleh berdekatan dengan pria itu apa lagi sampai berbicara dengan nya", ujar Diego kepada Krystal.
"Iya aku mengerti", ujar Krystal.
"Kalau aku sampai melihat mu berbicara dengan nya maka kamu akan menanggung akibat nya nanti", ujar Diego lagi.
"Iya aku mengerti", teriak Krystal.
Kemudian Krystal mengambil headset dari dalam tas nya lalu memasang headset itu ke telinga nya supaya Diego berhenti mengomel kepada nya.
***
Hari Pernikahan Clara Dan Rey
Beberapa Minggu telah berlalu dan akhirnya sampai lah di waktu yang sedang di tunggu-tunggu oleh Clara dan juga Rey.
Saat ini mereka sedang melangsungkan pernikahan di sebuah gereja yang ada di kota itu.
Hanna, Diego, Krystal, Ayah Diego dan semua keluarga Hanna dan Clara juga hadir di acara pernikahan itu.
Acara pernikahan itu berjalan dengan lancar dan hikmat apa lagi semua orang yang ada disana ikut serta mendoakan pernikahan Clara dan juga Rey langgeng sampai di akhir hayat mereka masing-masing.
Kedua mempelai terlihat berbahagia begitu pun dengan tamu undangan yang hadir disana. Semua orang tampak saling bertepuk tangan dan menaburkan bunga kepada kedua mempelai di saat kedua mempelai itu berjalan di atas karpet merah.
Saat ini acara telah selesai dilaksanakan dan kedua mempelai sedang berjalan di atas karpet merah menuju ke dalam mobil pengantin yang telah disiapkan untuk mengantar mereka ke hotel yang telah disediakan untuk mereka tinggali malam ini.
Setalah Clara dan Rey pergi dari gereja semua orang langsung pergi ke tempat makan yang telah disediakan oleh Rey.
Rey dan Clara telah menyiapkan semua hal yang berhubungan dengan acara pernikahan mereka berdua.
"Aku sudah selesai makan", ujar Hanna kepada Diego.
"Apa kamu masih mau disini?" Tanya Diego.
Kemudian Hanna melihat ke arah Diego sambil menganggukkan kepala nya.
"Kalau begitu ayo ikut dengan ku", ujar Diego.
Lalu Diego segera menarik tangan Hanna dan membawa Hanna masuk ke dalam mobil nya. Diego berencana membawa Hanna pergi ke taman bunga yang ada di dekat sungai Han.
Mereka tampak menikmati waktu mereka saat ini apa lagi Diego telah jarang membawa Hanna untuk pergi berjalan-jalan dikarenakan akhir-akhir ini Diego terlalu sibuk dengan pekerjaan nya.
Setelah sampai di taman bunga mereka langsung keluar dari dalam mobil dan bersandar di depan mobil sambil melihat keindahan taman bunga yang ada di depan mereka saat ini.
"Ayo kita berjalan mengelilingi taman bunga ini", ajak Diego.
"Ok", ujar Hanna.
Kemudian mereka segera menyusuri taman bunga itu dengan perasaan bahagia dan mereka tak henti-henti nya tertawa bahagia saat berada di taman bunga itu.
"Lain kali aku akan mengajak mu lagi kesini", ujar Diego.
"Tentu saja aku mau", ujar Hanna sambil tersenyum kepada Diego.
__ADS_1
"Saat ini Rey dan Clara sedang menikmati bulan madu mereka", ujar Diego.
"Iya akhirnya mereka menikah juga", ujar Hanna.
"Apa kamu ingin berbulan madu juga?" Tanya Diego.
"Kita sudah lama menikah jadi bulan madu yang seperti apa lagi?" Tanya Hanna sambil tersenyum malu.
Kemudian Diego segera meraih tangan Hanna dan menaruh nya di pinggang nya sedangkan tangan nya memegang kedua pundak Hanna.
"Ayo kita pergi berbulan madu yang kedua kali nya", ujar Diego sambil tersenyum.
Kemudian tangan Diego segera meraih tengkuk Hanna dan bibir nya menyambar bibir mungil Hanna yang merah merekah itu.
sentuhan demi sentuhan itu Diego berikan kepada Hanna saat mereka sedang berada di dalam taman bunga yang sedang bermekaran indah itu.
"Aku sudah tidak sanggup lagi untuk menahan nya", ujar Diego.
"Apa! Jangan lakukan itu disini", ujar Hanna.
Kemudian Diego segera menarik tangan Hanna dan mengajak nya untuk masuk ke dalam mobil. Setalah masuk ke dalam mobil Diego langsung mengunci pintu mobil nya dan segera menyambar Hanna yang sedang ada di samping nya.
Namun Hanna tak menolak permintaan Diego itu karena saat ini di taman bunga itu tidak ada orang yang datang selain mereka berdua apa lagi saat ini di sekitar taman bunga itu sangat sepi sekali dan Diego juga memarkir mobil nya di tempat yang sangat sepi.
Tak hanya itu saja mobil Diego juga tidak bisa di intip oleh siapa pun karena kaca mobil nya tidak tembus pandang dan itu masih bisa membuat Hanna jadi tak tega untuk menolak keinginan hasrat Diego yang sedang memuncak saat ini.
Diego menyerang Hanna dengan ganas nya dan satu persatu pakaian Hanna telah di lepas oleh Diego begitu pun dengan pakaian nya sendiri.
Setelah lama melakukan pemanasan akhirnya Diego pun segera memadu kasih dengan Hanna dan mereka pun sangat bergairah saat ini.
Kemudian terdengarlah suara ******* demi ******* yang terasa nikmat bagi mereka berdua dan mereka saling memadu kasih satu sama lain nya di tempat yang berbeda kali ini.
"Diego jangan pernah tinggalkan aku", ujar Hanna sambil mendesah.
"Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu", ujar Diego sambil mendesah juga.
Kemudian mereka melanjutkan kembali pertempuran mereka sampai mereka tak sadar kalau mereka telah cukup lama melakukan itu di tempat yang sepi itu.
"Aku harap kita bisa mempunyai keturunan secepatnya", ujar Diego.
"Iya aku juga berharap seperti itu", ujar Hanna.
Kemudian mereka kembali lagi memakai pakaian mereka masing-masing dan setelah nya mereka pergi meninggalkan taman bunga yang indah itu.
***
"Ling Ling", panggil Zhen Shui.
Namun tak ada jawaban dari adik nya itu dan itu tentu saja membuat Zhen Shui panik dan khawatir dengan adik nya itu.
"Ling Ling", teriak Zhen Shui dengan keras lagi.
Namun lagi-lagi tak ada jawaban dari adik nya itu dan dengan cepat Zhen Shui segera mengambil ponsel nya dan menelpon Ling Ling.
"Halo", ujar Zhen Shui.
"Halo jawab seorang pria kepada nya.
"Siapa kamu?" Tanya Zhen Shui.
"Cepat berikan ponsel itu kepada adik ku", ujar Zhen Shui lagi.
"Aku Oskar", ujar nya.
"Apa! Kemana kamu bawa adik ku?" Tanya Zhen Shui.
"Cepat kembalikan adik ku kepada ku", ujar Zhen Shui lagi.
"Jangan macam-macam dengan adik ku kalau tidak kamu lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada mu", ujar Zhen Shui.
"Aku hanya ingin kamu memberikan akses kepada ku kali ini untuk bisa masuk ke wilayah mu", ujar Pak Oskar.
"Apa! Jangan berani macam-macam kamu kepada ku", ujar Zhen Shui.
"Seharusnya wilayah mu itu adalah milik ku tapi karena aku tidak mau ribut dengan kalian jadi aku setuju dengan kesepakatan yang telah di buat dari beberapa tahun yang lalu", ujar Zhen Shui lagi.
"Semua nya telah kita sepakati dan jika kamu melanggar nya maka kamu akan tau akibat nya", ujar Zhen Shui lagi.
"Kali ini kamu mau memilih untuk menyelamatkan adik mu atau kamu ingin bertahan dengan wilayah mu itu", ujar Pak Oskar.
Mendengar perkataan Pak Oskar tentu saja membuat Zhen Shui sangat marah dan melayangkan berbagai umpatan yang tidak enak di dengar oleh telinga.
"Kalau begitu apa jawaban mu aku akan menunggu nya dalam waktu 24 jam ke depan", ujar Pak Oskar.
Kemudian panggilan itu segera berakhir dan Zhen Shui langsung membanting ponsel nya sambil berteriak melampiaskan amarah nya.
***
__ADS_1
Hotel Bintang Lima Di Seoul
Malam ini Rey dan Clara sedang berada di salah satu kamar mewah yang ada di hotel berkelas di kota Seoul.
Rey telah selesai mandi dan begitu pun dengan Clara. Kedua nya tampak canggung padahal ini bukanlah pertama kali nya bagi mereka berdua karena malam pertama mereka telah di ambil duluan oleh Rey ketika mereka berada di Vila itu.
Namun waktu itu Clara tidak sadar dengan apa yang telah mereka lakukan sedangkan Rey sadar dengan apa yang telah dia perbuat kepada Clara.
"Apa kamu telah siap?" Tanya Rey kepada Clara.
"Maksud mu siap dalam hal apa?" Tanya Clara.
"Apa kamu lapar?" Tanya Rey mengubah topik pembicaraan.
"Tidak aku tidak lapar saat ini", ujar Clara.
"Apa kamu lapar?" Tanya Clara.
"Tidak aku juga tidak lapar", ujar Rey.
Kemudian suasana semakin canggung dan membuat mereka jadi salah tingkah satu sama lain nya.
"Kamu mau mempunyai anak berapa orang?" Tanya Rey.
"Terserah kamu saja", jawab Clara.
"Kalau begitu aku akan membuat mu mengandung anak ku malam ini juga", ujar Rey.
Mendengar perkataan Rey yang tiba-tiba seperti itu tentu saja membuat Clara kaget dan wajah nya langsung memerah di saat itu juga.
Tak butuh waktu lama Rey pun langsung mengangkat tubuh Clara dari atas sofa yang ada di dekat TV kamar hotel itu dan kemudian Rey segera menghempaskan tubuh Clara di atas tempat tidur yang telah di hias dengan bunga mawar yang berwarna merah merekah.
Lalu Rey pun langsung menyambar bibir mungil Clara dengan ganas nya dan Clara pun membalas sentuhan Rey itu dengan agresif juga.
Kemudian mereka saling bertempur satu sama lain nya sampai mereka menciptakan ******* demi ******* yang terdengar merdu di telinga mereka masing-masing.
Kali ini Clara menikmati malam percintaan nya dengan Rey dan berbeda dengan waktu itu karena kali ini Clara sadar sepenuhnya dengan apa yang dia lakukan dengan Rey saat ini.
***
Kediaman Diego
Saat ini Diego dan Hanna pulang ke kediaman nya yang ada di dekat pegunungan karena saat ini keluarga Hanna sedang ada di rumah mereka.
Setelah sampai di rumah Diego, Hanna, Nenek Hanna, Ayah dan Ibu Hanna langsung makan bersama di ruang makan yang ada di lantai bawah rumah itu.
"Makanlah yang banyak Nenek", ujar Diego kepada Nenek Hanna.
"Baiklah jika cucu menantu ku telah menyuruh ku untuk makan dengan banyak maka aku akan makan dengan banyak malam ini", ujar Nenek Hanna.
Kemudian mereka semua tertawa setelah mendengar perkataan dari Nenek Hanna dan setelah nya mereka semua melanjutkan kembali memakan makanan yang telah dihidangkan di atas meja yang luas itu.
Setelah selesai makan malam akhirnya Nenek, Ibu dan Ayah Hanna segera beristirahat karena mereka telah lelah dengan aktifitas mereka hari ini.
Sedangkan Diego dan Hanna segera pergi ke dalam kamar mereka dan langsung mandi bersama.
Saat sedang berada di dalam kamar mandi mereka mengulangi pertempuran itu lagi disana sampai akhirnya Hanna kelelahan dengan perbuatan Diego itu pada nya.
"Hari ini aku sangat bahagia sekali", ujar Diego.
"Iya aku juga bahagia", ujar Hanna.
Kemudian Diego memeluk Hanna dan mandi bersama di bawah pancuran air shower yang ada di dalam kamar mandi itu.
Setelah mereka mandi akhirnya mereka langsung tidur di atas tempat tidur mereka sambil saling berpelukan satu sama lain nya.
***
Desa Terpencil
"Diego kenapa kamu tega berbuat seperti itu kepada ku", ujar Hanna sambil menangis.
"Aku tidak mencintai mu dan aku lebih mencintai wanita ini", ujar Diego.
"Aku telah salah menilai mu selama ini dan mulai dari saat ini aku sangat benci kepada mu", ujar Hanna.
Kemudian Hanna pun segera pergi meninggalkan Diego bersama dengan wanita itu.
Kenangan pahit dan kelam itu selalu teringat oleh Hanna setiap hari nya di desa terpencil yang di tinggali nya saat ini.
"Aku berjanji tidak akan pernah menemui mu lagi apa lagi mengizinkan anak mu yang belum lahir ini mengetahui siapa Ayah nya", ujar Hanna sambil meneteskan air mata nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...