
"Mati saja kau", ujar Diego sambil memukul Branden secara membabi buta.
Melihat Branden yang sudah terkapar dan tak berdaya sama sekali Rey pun langsung menarik Diego dan berusaha untuk menghentikan aksi Diego tersebut.
"Lepaskan aku dia memang pantas mendapatkan pukulan dari ku", ujar Diego.
"Diego tenanglah saat ini kita harus memikirkan cara yang terbaik untuk Krystal ke depan nya jadi aku rasa dia sudah cukup menerima pukulan mu hari ini", ujar Rey.
"Sayang apakah dia masih hidup aku takut kalau dia meninggal karena mu", ujar Hanna.
Lalu Diego pun melihat ke arah Rey dan Rey pun segera memeriksa Branden yang sudah terkapar bagaikan orang yang sekarat.
"Tenanglah dia masih bernafas dan aku akan membawa nya ke rumah sakit markas", ujar Rey.
Kemudian Rey pun segera memanggil pengawal yang ada di rumah Diego dan menyuruh pengawal itu untuk membawa Branden ke dalam mobil nya.
Lalu setalah masuk ke dalam mobil Rey pun langsung menancapkan gas mobil nya dengan laju kecepatan yang tinggi untuk pergi menuju ke rumah sakit yang ada di markas Octopus.
Sementara Diego sudah terduduk dengan lemas sambil menatap tajam ke arah Krystal yang sedang berada di depan nya saat ini.
"Kakak aku bersumpah kalau aku tidak pernah melakukan itu dengan nya", ujar Krystal.
"Jangan berbohong kepada ku karena semua nya sudah jelas sekarang", ujar Diego.
"Kenapa kakak lebih percaya kepada Branden dari pada aku", ujar Krystal.
"Bukankah sewaktu aku menelfon mu itu kamu sedang berada di dalam apartemen nya", ujar Diego.
"Iya itu memang benar tapi aku tidak melakukan apa pun dengan nya jadi aku mohon percayalah kepada ku", ujar Krystal.
"Branden sudah mengatakan kalau kamu yang memiliki benda kotor ini jadi kamu sudah tidak bisa mengelak sekarang", ujar Diego.
"Apa! Aku tidak percaya dengan semua ini", ujar Krystal.
"Jangan membuat ku tambah marah kepada mu dan sekarang aku merasa telah gagal menjadi kakak mu saat ini", ujar Diego.
"Apa yang harus aku katakan kepada Ayah kalau ternyata putri nya adalah seorang gadis yang suka bermain dengan seorang pria apa lagi pria itu baru dikenal nya", ujar Diego lagi.
"Jangan katakan apa pun kepada Ayah apa lagi ini bukanlah hal yang aku lakukan", ujar Krystal.
"Sayang aku tau kamu pasti sangat marah kepada Krystal sekarang tapi kamu jangan beri tau Ayah dulu mengenai masalah ini sampai semua nya sudah terbukti dengan jelas", ujar Hanna.
"Bukti apa lagi yang harus aku cari semua nya sudah jelas sekarang karena dia telah berada di dalam apartemen Branden di saat aku menelpon nya apa lagi Branden mengatakan kalau benda kotor itu adalah milik gadis bodoh ini", ujar Diego.
"Hanna bawa dia masuk ke dalam kamar yang ada di samping ruangan kerja ku kalau kamu masih mau aku tidak bersikap kasar kepada nya saat ini", ujar Diego lagi.
"Baiklah", ujar Hanna.
Kemudian Hanna pun segera mengajak Krystal untuk ikut dengan nya dan Krystal pun hanya pasrah dengan ajakan Hanna tersebut.
Saat ini Hanna dan Krystal telah berjalan menuju ke dalam kamar yang telah Diego maksudkan kepada nya.
"Kunci dia di dalam kamar dan setelah itu berikan kunci itu kepada ku", teriak Diego kepada Hanna.
Mendengar teriakan Diego yang seperti itu Hanna dan Krystal tetap melangkah ke depan tanpa berhenti dan melihat ke arah Diego.
Setalah sampai di dalam kamar yang di maksudkan oleh Diego itu Krystal pun langsung membaringkan diri nya di atas kasur dengan posisi tengkurap dan Krystal pun menangis sampai air mata nya membasahi bantal yang sedang di pegang nya.
"Krystal apakah kamu ingin mengatakan sesuatu kepada ku?" Tanya Hanna.
"Tidak kakak ipar pergi saja dari kamar ini karena aku hanya ingin menyendiri saat ini", ujar Krystal.
"Baiklah kalau kamu ingin bercerita kepada ku maka kamu bisa memanggil ku", ujar Hanna.
Lalu Hanna segera pergi dari kamar itu dan mengunci Krystal dari luar sesuai dengan perintah Diego kepada nya.
***
Markas Octopus
Saat ini Rey sedang melihat Branden yang sedang di periksa oleh dokter rumah sakit Octopus dan setelah di periksa ternyata Branden tidak apa-apa dan hanya lebam dan memar akibat pukulan Diego kepada nya.
"Dia hanya lemas dan butuh istirahat sekarang", ujar dokter itu kepada Branden.
"Baiklah", ujar Rey.
Kemudian Rey menyuruh beberapa orang anggota Octopus untuk menjaga Branden dan setalah itu Rey pun langsung pergi ke kediaman Diego.
***
Rumah Clara
Saat ini Clara dan Yae Won sedang duduk di ruang tamu. Setelah cukup lama berbincang-bincang akhirnya Clara menelpon Hanna untuk mengajak nya bergabung dengan mereka hari ini.
"Halo", ujar Hanna.
"Hanna ayo datang ke rumah ku", ujar Clara.
"Memang nya ada acara apa hari ini?" Tanya Hanna.
"Saat ini Yae Won sedang ada di rumah ku jadi ayo kita berpesta malam ini", ujar Clara.
"Benarkah! Sejak kapan Yae Won ada di kota?" Tanya Hanna.
"Sejak hari ini", ujar Clara.
"Kami akan memasak makanan yang enak malam ini jadi ayolah datang ke rumah ku", ujar Clara lagi.
"Ok aku akan segera datang kesana bersama dengan suami ku", ujar Hanna.
"Ok aku tunggu kedatangan mu", ujar Clara.
"Baiklah", ujar Hanna.
***
Kediaman Diego
Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Hanna pun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah Clara.
Setelah turun ke lantai bawah akhirnya Hanna melihat Diego dan Rey yang sedang duduk di ruang tamu rumah mereka.
__ADS_1
"Hanna kamu mau pergi kemana?" Tanya Diego.
"Ayo kita pergi ke rumah mu", ujar Hanna kepada Rey.
"Ke rumah mereka", ujar Diego.
"Ayo", ujar Rey.
"Malam ini ada acara masak memasak makanan yang enak disana", ujar Hanna.
"Benarkah! Kenapa aku tidak tau", ujar Rey.
"Sudahlah ayo cepat kita pergi ke rumah mu", ujar Hanna kepada Rey.
Kemudian Diego, Hanna dan Rey pun segera masuk ke dalam mobil Rey dan mereka pun segera berangkat ke rumah Clara.
***
Rumah Clara
Saat ini Clara dan Yae Won telah mempersiapkan semua bahan-bahan masakan untuk acara malam ini dan sekarang mereka sedang sibuk di dapur untuk membersihkan semua bahan-bahan masakan itu.
"Apa ini cukup?" Tanya Clara kepada Yae Won sambil memperlihatkan sayuran yang telah di bersihkan nya.
"Menurut ku sudah cukup", ujar Yae Won.
Kemudian terdengarlah bunyi suara bel rumah Clara dan Clara pun segera membukakan pintu untuk Rey, Diego dan juga Hanna.
"Kalian datang bersama", ujar Clara.
"Iya karena Rey ada di rumah ku sewaktu kamu sedang menelpon ku", ujar Hanna.
"Ayo masuk aku dan Yae Won sedang sibuk di dapur jadi kalian duduk lah di tempat biasa kalian duduk", ujar Clara.
"Baiklah", ujar Diego.
"Aku akan ke dalam kamar sebentar", ujar Rey.
"Apa yang harus aku bantu?" Tanya Hanna setelah melepaskan jaket nya.
"Bisakah kamu menggoreng ayam itu?" Ujar Clara.
"Apa! Ayam", ujar Hanna.
"Iya karena aku takut terkena cipratan nya", ujar Clara.
"Kamu yang benar saja", ujar Hanna.
"Seperti nya aku terlalu pintar dibandingkan diri mu", ujar Hanna lagi.
Kemudian Hanna pun segera mengambil ayam yang telah dibersihkan oleh Clara lalu memasukkan ayam itu ke dalam wajan penggorengan dan setelah itu Hanna segera menutup ayam itu dengan penutup panci yang berukuran besar.
"Aku telah selesai membersihkan semua ikan dan udang nya", ujar Yae Won.
"Baiklah letakkan saja di atas meja karena Hanna yang akan memasak nya hari ini", ujar Clara.
"Apa! Aku", ujar Hanna.
"Tentu saja aku tidak akan melakukan nya seharusnya kamu yang melakukan nya karena kamu yang telah mengundang ku untuk makan malam hari ini", ujar Hanna.
"Kalian cukup membantu ku saja jadi jangan ada lagi yang bertengkar karena hal ini", ujar Yae Won lagi.
"Yae Won aku tersentuh karena diri mu", ujar Hanna.
Lalu Hanna pun bertepuk tangan kepada Yae Won dan Clara pun juga sumringah setelah Yae Won berkata seperti itu kepada mereka.
Setelah cukup lama memasak akhirnya semua masakan telah siap dihidangkan dan yang menghidangkan semua makanan itu adalah Hanna dan Clara karena Yae Won telah memasak yang sangat banyak malam ini.
Saat ini mereka semua telah duduk di meja ruang tamu rumah Clara dan mereka sudah siap untuk makan malam bersama disana.
"Acara di TV hanya itu-itu saja dari semenjak aku datang ke rumah ini", ujar Diego kepada Rey.
"Benarkah", ujar Rey.
"Karena hari ini adalah hari Minggu jadi sebentar lagi akan tayang drama favorit mereka", ujar Rey lagi.
"Oh iya aku sampai lupa", ujar Hanna.
Kemudian mereka sibuk memakan makanan yang ada di atas meja sambil menonton drama kesukaan para perempuan yang ada disana.
"Sekarang sudah larut malam jadi kamu menginap saja disini", ujar Rey kepada Yae Won.
"Tapi aku bisa kembali ke desa malam ini", ujar Yae Won.
"Yae Won menginap lah di rumah ku karena saat ini hari sudah malam", ujar Clara.
"Benar kami mengkhawatirkan mu jadi aku harap kamu bisa tidur disini malam ini", ujar Hanna.
"Baiklah kalau kalian menginginkan itu", ujar Yae Won.
"Kalau begitu kamu bisa tidur di dalam kamar bersama dengan Clara malam ini", ujar Rey.
"Apa tidak masalah kalau aku tidur di dalam kamar", ujar Yae Won.
"Tentu saja tidak", ujar Clara.
"Baiklah", ujar Yae Won.
Lalu mereka semua melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja.
***
Kediaman Sera
"Kenapa Branden tidak bisa dihubungi dari siang ini", ujar Sera.
"Jangan-jangan telah terjadi sesuatu kepada nya", ujar Sera lagi.
"Tidak mungkin terjadi sesuatu kepada nya kalau pun iya pasti dia telah mengabari kita untuk segera bersembunyi dari Diego", ujar Kakek nya.
"Kakek rasa Diego tidak mengetahui mengenai bisnis yang sedang kita upayakan dengan Alexander itu", ujar Kakek Sera lagi.
__ADS_1
"Lalu kenapa dia tidak bisa aku hubungi dari siang ini", ujar Sera.
"Mungkin dia sedang sibuk dengan urusan nya itu", ujar Kakek nya.
"Aku harap juga begitu jangan sampai terjadi apa-apa kepada diri nya", ujar Sera.
"Sudahlah mungkin besok dia akan mengabari kita lagi", ujar Kakek Sera.
"Iya kita tunggu saja sampai besok pagi kalau tidak aku akan datang menemui nya ke apartemen nya", ujar Sera.
"Iya Kakek setuju dengan mu", ujar Kakek nya.
Kemudian Sera dan Kakek nya melanjutkan makan malam mereka lagi dan tidak membicarakan mengenai Branden lagi.
***
Kediaman Alexander
Saat ini Alexander dan para tamu nya sedang berpesta kokaina di dalam kediaman nya yang megah itu.
"Halo Diego", Ujar Alexander.
"Bagaimana dengan bisnis kita apa kamu telah menyiapkan semua nya", ujar Diego lewat ponsel nya.
"Tentu saja aku telah menyiapkan semua nya", ujar Alexander.
"Jadi kapan kamu siap untuk mengambil semua barang itu?" Tanya Alexander.
"Seminggu lagi aku akan mengambil nya jadi sesuai dengan kesepakatan kita yang terakhir", ujar Diego.
"Ok", ujar Alexander.
Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Alexander pun segera bergabung kembali dengan para tamu nya.
***
Kediaman Diego
"Halo Ayah", ujar Diego lewat ponsel nya.
"Ada apa?" Tanya Ayah nya.
"Sekarang Krystal sedang berada di rumah ku jadi untuk beberapa hari ini kami akan tinggal disini", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Ayah nya.
"Jadi bagaimana dengan acara camping kita?" Tanya Ayah nya.
"Aku telah mempersiapkan semua nya jadi Ayah jangan mengkhawatirkan masalah itu", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Ayah nya.
"Ayah aku akan beristirahat dulu dan Ayah juga harus beristirahat sekarang", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Ayah nya.
Kemudian panggilan mereka pun segera berakhir dan Diego pun segera tidur di dalam kamar nya sementara Hanna telah tidur duluan setelah ia selesai mandi dari beberapa waktu yang lalu.
***
Markas Octopus
Pagi ini Diego, Rey dan Clara sedang berada di dalam rumah sakit milik organisasi Octopus. Mereka sedang melihat kondisi Branden saat ini sekaligus ingin mengintrogasi Branden.
"Aku akan bertanggung jawab untuk itu", ujar Branden.
"Apa! Bertanggung jawab", ujar Diego.
"Kamu pikir gampang menikah dengan Krystal", ujar Diego.
"Lalu apa lagi yang harus aku lakukan?" Tanya Branden.
"Lagi pula Krystal bukanlah anggota keluarga mu jadi seharusnya semua itu bukanlah urusan mu", ujar Branden lagi.
"Apa kata mu", ujar Diego.
"Diego sabar lah", ujar Clara.
"Aku katakan kalau aku akan bertanggung jawab untuk hal itu jadi aku akan menikahi wanita itu", ujar Branden.
"Apa! Wanita itu kata mu", ujar Diego.
Lalu Diego akan memukul Branden lagi namun tangan Rey telah lebih dulu untuk menahan pukulan Diego itu.
"Orang seperti diri mu memang pantas aku musnahkan dari muka bumi ini", ujar Diego lagi.
"Diego ada telpon dari rumah mu", ujar Rey.
Kemudian Diego pun berhenti mengancam Branden dan ia pun segera menjawab panggilan telpon dari rumah nya.
"Halo", ujar Diego.
"Tuan", ujar seorang pelayan kepada nya.
"Ada apa kamu menelpon ku?" Tanya Diego.
"Nona muda tuan nona muda", ujar pelayan itu lagi.
"Iya kenapa dengan Krystal?" Tanya Diego.
"Nona muda melakukan itu lagi tuan dia melukai diri nya lagi dan sekarang Nyonya sedang membawa nona muda ke rumah sakit", ujar pelayan itu.
"Apa! Baiklah aku akan segera pergi ke rumah sakit itu", ujar Diego.
Kemudian pelayan itu segera menyebutkan nama rumah sakit yang sedang di datangi oleh Hanna untuk mengobati Krystal.
Lalu setelah panggilan telpon itu berakhir Diego, Rey, Clara dan beberapa anggota nya pun segera pergi ke rumah sakit tempat Krystal di tangani oleh dokter.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...