
Saat ini Zhen Shui dan Pak Oskar saling melihat dengan tatapan tajam mereka masing-masing.
Pak Oskar sedang mengepung kediaman Zhen Shui dan berniat untuk mencari keberadaan Ling Ling untuk di jadikan nya sebagai ancaman agar Zhen Shui segera mundur dari kesepakatan yang telah di buat nya dengan Diego dari beberapa waktu yang lalu.
Namun Zhen Shui tidak mau kalah lagi dari Pak Oskar kali ini dan saat ini Zhen Shui pun sudah menyusun rencana untuk melawan Pak Oskar.
"Pergi dari kediaman ku ini atau kalian akan menyesal telah menginjakkan kaki kalian di kediaman ku ini", ujar Zhen Shui.
"Aku berencana untuk menghabisi mu kali ini", ujar Pak Oskar.
Zhen Shui pun langsung memasang wajah marah nya dan setelah itu ia pun langsung menyuruh seluruh anak buah nya untuk melawan Pak Oskar beserta semua anggota nya.
Pak Oskar pun juga melakukan hal yang sama dan anak buah Pak Oskar pun juga tampak semangat untuk menghabisi seluruh anggota Zhen Shui.
Pertempuran itu berlangsung dengan sangat heboh dan semua senjata mereka pun telah mereka keluarkan untuk melawan musuh mereka masing-masing.
Pada pertempuran kali ini tidak ada yang menggunakan pistol karena jika ada yang menggunakan pistol maka akan ada yang datang untuk menghentikan pertempuran itu.
Bunyi yang di hasilkan oleh pistol itu akan mengundang para polisi untuk datang ke tempat itu dan itu tentu saja membuat mereka akan berurusan dengan kepolisian.
Sehingga saat ini semua nya hanya bertempur dengan mengunakan parang atau pun dengan pisau kecil dan kapak yang telah mereka sediakan khusus untuk bertempur dengan musuh mereka.
Satu persatu anggota Zhen Shui dan Pak Oskar pun tumbang lalu tak lama kemudian Pak Oskar pun menyuruh beberapa orang anggota nya untuk pergi mencari keberadaan Ling Ling.
Namun setelah mencari ke semua tempat yang ada di kediaman Zhen Shui itu anggota Pak Oskar pun tetap saja tidak bisa menemukan keberadaan Ling Ling.
Karena Ling Ling tidak bisa mereka temukan maka Pak Oskar pun langsung menyuruh semua anggota nya itu untuk segera pergi dari kediaman Zhen Shui itu.
Pak Oskar tidak mau anggota nya semakin terluka lagi akibat pertempuran nya dengan Zhen Shui apa lagi tujuan mereka untuk datang kesana adalah untuk mencari Ling Ling dan ternyata apa yang sedang mereka cari itu tidak ada disana jadi untuk apa bertempur jika target nya tidak bisa di temukan.
"Kalau kalian kembali lagi kesini maka aku akan menyerang markas kalian lihat saja itu", teriak Zhen Shui dari depan kediaman nya itu.
Namun Pak Oskar tidak menggubris perkataan dari Zhen Shui itu dan malah masuk ke dalam mobil nya dengan santai nya.
Setelah Pak Oskar pergi bersama dengan seluruh anggota nya Zhen Shui pun langsung menyuruh semua anggota nya yang terluka untuk segera pergi ke rumah sakit agar bisa segera di obati.
Sedangkan Zhen Shui malah pergi ke dalam kediaman nya untuk melihat keadaan adik perempuan nya itu.
***
Kediaman Ara
__ADS_1
Saat ini Rey dan Ara telah berada di dalam ruang tamu yang ada di kediaman Ara.
Mereka tampak sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi dan beberapa cemilan yang telah di sediakan oleh pelayan yang ada di kediaman Ara itu.
"Terima kasih karena telah menolong ku", ujar Ara kepada Rey.
"Anggap saja itu adalah bantuan yang terakhir kali nya dari ku", ujar Rey.
"Maksud mu apa berkata seperti itu kepada ku", ujar Ara.
"Aku hanya ingin membantu mu untuk yang terakhir kali nya karena aku tidak mau mengecewakan istri ku lagi", ujar Rey.
"Aku akan menjaga perasaan istri ku setelah kejadian ini dan aku harap kamu mengerti dengan maksud ku ini", ujar Rey lagi.
"Apa aku terlihat seperti seseorang yang ingin merusak rumah tangga mu", ujar Ara.
"Aku bukan lah wanita yang akan bersikap seperti itu kepada mu", ujar Ara lagi.
"Kamu adalah orang yang selalu baik kepada ku dan aku juga tidak mau berniat jahat kepada mu", ujar Ara lagi.
Lalu Ara pun melihat ke arah Rey dengan tatapan berharap nya itu sambil memegang cangkir kopi yang ada di tangan nya itu.
"Ara aku hanya tidak ingin membuat istri ku salah paham dengan keadaan ini dan aku juga tidak mau membuat keadaan ini menjadi semakin rumit lagi", ujar Rey.
Lalu Ara pun langsung terdiam sambil melihat ke cangkir kopi yang ada di tangan nya itu sedangkan Rey berusaha untuk tetap bersikap dengan setenang mungkin agar suasana nya tidak menjadi semakin tegang.
***
Kediaman Keluarga Hanna
Pada pagi ini tepat nya pada jam sepuluh pagi Clara dan Hanna sedang duduk bersama di teras depan yang ada di kediaman keluarga Hanna itu.
Tak lama kemudian Krystal pun datang sambil membawa sebuah majalah karena ia berniat untuk melihat majalah itu sambil menikmati pemandangan pagi hari yang ada di depan kediaman keluarga Hanna itu.
Clara terlihat sedang murung karena semalam Rey tidak pulang ke desa dan Clara juga tidak tau dimana keberadaan Rey saat ini apa lagi Clara telah berkata kepada Rey kalau ia tidak mau lagi bertemu dengan Rey.
Perkataan nya kepada Rey itu terus saja terngiang-ngiang di telinga nya dan karena itu lah tiba-tiba saja Clara bergumam sendiri dan tingkah nya itu di dengar oleh Hanna dan Krystal.
Melihat Clara yang seperti itu Hanna dan Krystal pun langsung berhenti dari kegiatan mereka masing-masing dan mereka pun saling menatap Clara dengan tatapan bingung mereka masing-masing.
"Ada apa dengan mu?" Tanya Hanna kepada Clara.
__ADS_1
"Apa kakak masih memikirkan kakak Rey", ujar Krystal.
"Apa aku perlu menghubungi nya saat ini?" Tanya Hanna kepada Clara.
"Jangan lakukan itu karena itu akan membuat ku merasa semakin tersiksa", ujar Clara.
"Lalu apa kita harus bertanya kepada kakak ku", ujar Krystal.
"Aku rasa lebih baik kita bertanya saja kepada nya", ujar Hanna.
Lalu sewaktu mereka hendak pergi menemui Diego ke dalam rumah tiba-tiba saja Diego sudah berada di depan mereka saat ini.
"Astaga!" Ujar Hanna dan Krystal secara bersamaan.
Saat ini Diego sedang berbicara dengan Rey lewat ponsel nya dan Hanna yang melihat itu pun tampak bingung dan penasaran dengan siapa Diego berbicara saat ini.
Begitu pun dengan Krystal dan Clara yang juga penasaran dengan siapa Diego sedang berbicara saat ini apa lagi seperti nya Diego tampak sangat kecewa dengan orang yang sedang berbicara dengan nya itu.
"Kenapa kamu tidak kembali ke desa?" Tanya Diego.
"Aku ingin menenangkan Ara sebelum aku kembali ke desa", ujar Rey.
"Apa kamu sudah gila", teriak Diego.
"Ara bukan lah wanita yang harus kamu tenangkan tapi wanita yang harus kamu tenangkan saat ini adalah istri mu", ujar Diego lagi.
Clara yang mendengar itu pun langsung kaget di buat nya dan begitu pun dengan Hanna dan Krystal.
"Apa ini", ujar Krystal.
"Clara tenang lah", ujar Hanna kepada nya.
Namun Clara sudah tidak bisa lagi untuk menahan air mata nya itu dan seketika itu juga air mata Clara pun jatuh walau pun ia sudah berusaha untuk menahan air mata nya itu dengan sekuat tenaga nya.
Diego yang melihat itu pun merasa bingung dengan situasi yang sedang terjadi saat ini karena tidak seperti biasa nya Rey bersikap seperti itu kepada nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...