Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Rencana Memasak


__ADS_3

"Siapa yang telah membawa bayi itu dari desa itu?" Tanya Ara kepada Alex lewat ponsel nya.


"Aku juga tidak tau", ujar Alex.


"Cepat cari tau sekarang juga dan segera bawa bayi itu ke tangan ku secepat nya", ujar Ara lagi.


"Ok", ujar Alex.


Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan Ara pun langsung membaringkan diri nya di atas kasur yang ada di dalam kamar nya itu.


"Ini tidak bisa di biarkan", ujar Ara.


"Kalau bayi itu tidak bisa di temukan maka wanita itu juga tidak boleh berada di samping Diego", ujar Ara lagi.


"Kalau aku tidak bisa berada di samping Diego maka siapa pun wanita yang ada di dunia ini juga tidak boleh berada di samping Diego", ujar Ara lagi.


Lalu Ara pun segera berdiri dari tempat tidur nya itu dan setelah itu Ara pun segera masuk ke dalam mobil nya untuk pergi menuju ke sebuah bar yang ada di pusat kota.


***


Desa Terpencil


Saat ini Ibu Jiu dan Jiu sedang duduk di depan rumah nya karena mereka baru saja telah selesai menanam jagung di kebun mereka.


"Kenapa Hanna lama sekali berada di kota", ujar Ibu Jiu kepada Jiu.


"Aku juga tidak tau Ibu", ujar Jiu.


Lalu Bibi Yuri, Bibi Lili, Bibi Doksun dan Bibi Jandi pun segera datang ke rumah Ibu Jiu.


"Duduk lah", ujar Ibu Jiu kepada para Bibi itu.


Lalu mereka pun langsung duduk di kursi yang ada di samping dan di seberang Ibu Jiu.


Bibi Lili dan Bibi Jandi duduk di kursi yang ada di samping Ibu Jiu sedangkan Bibi Doksun dan Bibi Yuri duduk di kursi yang ada di seberang Ibu Jiu sementara Jiu duduk di sudut teras rumah nya itu sambil memainkan ponsel yang ada di tangan nya.


"Apa Hanna sudah pulang dari kota?" Tanya Bibi Lili kepada Ibu Jiu.


"Belum dan dia juga belum mengabari ku sampai sekarang", ujar Ibu Jiu.


"Apa telah terjadi sesuatu kepada Hanna", ujar Bibi Jandi.


"Entah lah aku juga tidak tau", ujar Ibu Jiu.


"Aku rasa sebentar lagi Hanna akan pulang ke desa dan aku rasa saat ini urusan nya di kota belum juga selesai karena itu lah dia tidak sempat memberi tau kita", ujar Bibi Yuri.


"Mungkin saja seperti itu", ujar Bibi Doksun.


"Lalu bagaimana dengan kabar yang telah di beritahukan oleh polisi hari ini", ujar Bibi Lili lagi.


"Polisi masih belum juga menemukan keberadaan bayi Hanna saat ini dan mereka tampak nya juga sudah menyebar ke seluruh desa ini", ujar Bibi Doksun.


"Siapa yang telah mencuri bayi Hanna ya aku penasaran apa tujuan nya untuk membawa bayi itu pergi dari rumah ini", ujar Bibi Jandi.


"Apa dia tidak mempunyai anak sehingga dia berniat untuk menjadikan bayi Hanna sebagai anak nya", ujar Bibi Lili.


"Itu tidak mungkin", ujar Bibi Doksun.


"Aku rasa dia akan menjual bayi itu untuk bisa mendapatkan uang yang banyak dan biasa nya orang yang berani membeli bayi itu adalah orang-orang kaya yang tidak bisa memiliki keturunan", ujar Bibi Doksun lagi.

__ADS_1


"Benarkah!" Ujar Bibi Jandi.


"Aku takut kalau bayi Hanna akan di manfaatkan untuk bisa mendapatkan uang bagi orang yang telah menculik nya itu", ujar Ibu Jiu.


"Aku bahkan sangat takut kalau bayi itu akan di jadikan sebagai seorang pengemis ketika dia sudah mulai besar nanti dan bahkan aku lebih takut lagi jika bayi itu akan di ambil organ nya dan setelah itu organ nya akan diperjual belikan di pasar gelap", ujar Bibi Yuri.


"Apa!" Teriak Bibi Lili dan Bibi Jandi secara bersamaan.


"Apa maksud mu berkata seperti itu", ujar Bibi Lili kepada Bibi Yuri.


"Iya perkataan mu itu terlalu kejam untuk ukuran seorang bayi", ujar Ibu Jiu kepada Bibi Yuri.


"Orang jahat biasa nya tidak pernah memandang siapa orang itu asalkan dia bisa mendapatkan uang yang banyak", ujar Bibi Yuri.


"Astaga ini benar-benar membuat ku sangat khawatir", ujar Bibi Jandi.


"Bibi tenang lah saat ini para polisi yang ada di desa ini sedang berusaha untuk mencari keberadaan bayi Hanna itu dan aku rasa pikiran Bibi itu sangat menakutkan sekali untuk di dengar saat ini", ujar Jiu kepada Bibi Yuri.


"Aku hanya berkata kalau itu mungkin saja bisa terjadi Jiu dan aku harap bayi Hanna tidak akan pernah mengalami nasib seperti yang aku bicarakan tadi", ujar Bibi Yuri.


"Jika Hanna sampai mendengar nya maka dia pasti akan memikirkan bayi nya terus dan dia pasti akan selalu meratapi nasib bayi nya itu sehingga itu bisa membuat hidup nya jadi sangat berantakan ke depan nya", ujar Jiu lagi.


"Baik lah aku tidak akan berkata seperti itu lagi jika berada di depan Hanna", ujar Bibi Yuri.


"Lalu apa kamu tidak berniat untuk menghubungi Hanna saat ini Jiu", ujar Bibi Doksun kepada Jiu.


"Aku rasa saat ini dia sedang membutuhkan waktu untuk sendirian dulu dan jika besok masih juga tidak ada kabar dari nya maka aku akan segera menghubungi nya untuk menanyakan keberadaan nya", ujar Jiu.


"Iya Ibu juga setuju dengan perkataan mu itu Jiu", ujar Ibu nya.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita membuat acara masak memasak ketika Hanna telah pulang ke desa ini lagi", ujar Bibi Lili.


"Kalau begitu siapa yang akan menjadi penanggung jawab nya kali ini", ujar Bibi Jandi.


"Siapa lagi kalau bukan Doksun", ujar Ibu Jiu.


"Jangan selalu aku yang kalian andalkan", ujar Bibi Doksun.


"Bagaimana kalau penanggung jawab kali ini adalah Lili karena aku ingin beristirahat dulu sejenak saat ini dan aku juga cukup sibuk saat ini apa lagi jika aku mengurus semua nya sekarang maka sudah bisa di pastikan kalau aku akan sangat kelelahan setelah itu", ujar Bibi Doksun lagi.


"Ok kali ini aku yang akan mengurus semua nya", ujar Bibi Lili dengan semangat nya.


"Baik lah kalau memang seperti itu mau mu", ujar Bibi Jandi.


"Ok! Aku akan membagi anggota untuk melakukan semua tugas itu", ujar Bibi Lili lagi.


"Ok", ujar Bibi Yuri dan Bibi Jandi secara bersamaan.


"Aku dan putri ku yang akan pergi membeli semua bahan-bahan masakan yang akan kita sepakati nanti nya", ujar Bibi Lili.


"Dan tentu saja uang nya akan kita ambil dari uang kas kita yang masih tersisa sewaktu kita pulang dari berkemah kemaren", ujar Bibi Lili lagi.


"Ok", ujar Bibi Doksun.


"Lalu Doksun dan Ibu Jiu yang akan membersihkan dan menyiapkan semua bahan-bahan masakan itu", ujar Bibi Lili lagi.


"Ok", ujar Bibi Doksun dan Ibu Jiu secara bersamaan.


"Sedangkan Jandi dan Yuri yang akan bertugas untuk memasak kali ini karena aku rasa saat ini mereka tidak terlalu sibuk jika di bandingkan dengan yang lain nya" ujar Bibi Lili lagi.

__ADS_1


"Ok", ujar Bibi Yuri dan Bibi Jandi secara bersamaan.


"Lalu aku dan putri ku juga akan ikut membantu Yuri dan Jandi untuk memasak semua makanan itu jadi kalian tenang saja karena selama aku tidak sibuk pada hari itu maka kalian berdua akan terbantu", ujar Bibi Lili lagi.


"Bagus lah kalau begitu" ujar Bibi Yuri.


"Sedangkan Jiu bertugas untuk memastikan kedatangan Hanna ke desa ini lagi karena kita perlu seseorang yang bertugas untuk menanyakan keberadaan Hanna", ujar Bibi Lili lagi.


"Jadi Bagaimana Jiu dengan tugas mu itu", ujar Bibi Lili.


"Ok! Aku akan menanyakan kepada nya kapan dia akan kembali ke desa ini lagi", ujar Jiu.


"Bagus lah jadi semua nya sudah beres sekarang", ujar Bibi Lili lagi.


"Kita mengadakan acara makan-makan ini sebenarnya bertujuan untuk menghibur Hanna agar dia tidak merasa kesepian berada di desa ini", ujar Bibi Jandi.


"Iya aku juga sedih saat ini apa lagi aku yang telah membuat bayi Hanna menghilang dari rumah ini", ujar Ibu Jiu.


"Kamu selalu menyalahkan diri mu sendiri padahal kami juga merasa bersalah kepada Hanna karena kami lah yang telah mengajak nya untuk pergi berkemah waktu itu jadi semua ini bukan lah murni kesalahan mu", ujar Bibi Doksun kepada Ibu Jiu.


"Iya aku juga merasa seperti itu", ujar Bibi Jandi.


"Aku juga", ujar Bibi Yuri.


Lalu mereka semua pun melanjutkan perbincangan mereka kembali mengenai acara masak memasak yang akan mereka lakukan nanti.


***


Kediaman Diego


Saat ini Diego, Hanna, Krystal dan Leo sedang berada di ruang keluarga kediaman Diego itu.


Mereka saat ini sedang menonton TV sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.


Sementara Ara saat ini sedang mabuk dan ia sedang berada di depan gerbang masuk kediaman Diego itu.


"Diego", teriak Ara.


"Kenapa kamu melakukan semua itu kepada ku", teriak Ara lagi di depan gerbang masuk kediaman Diego itu.


Lalu seorang penjaga pun segera masuk ke dalam kediaman Diego untuk memberi tau Diego mengenai hal itu.


"Siapa wanita itu?" Tanya Branden yang saat ini sedang berada di dekat gerbang masuk kediaman Diego itu.


"Diego maafkan aku karena aku yang telah menjebak istri mu itu dan aku tidak mau kalau kamu tidak ingin bertemu dengan ku lagi", teriak Ara lagi.


"Apa!" Ujar Branden dari dalam mobil nya ketika ia mendengar perkataan Ara itu.


Lalu Branden pun segera keluar dari dalam mobil nya dan ia pun segera menghampiri Ara dan setelah itu membawa Ara masuk ke dalam mobil nya.


Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil Branden akhirnya Branden pun segera melajukan mobil nya pergi meninggalkan kediaman Diego itu.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2