Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Pertikaian


__ADS_3

Setelah mereka menodongkan senjata satu sama lain, Zhen Shui keluar dari dalam mobil nya, dan menuju ke depan mobil Diego.


"Kamu tau aku tidak bisa menerima kesepakatan antara Octopus dan Oskar", ucap Zhen Shui.


"Aku sudah lebih dahulu mengajak mu untuk bekerja sama dengan ku, tapi apa yang terjadi saat ini, Octopus tidak mempedulikan ku", ucap Zhen Shui lagi.


Lalu, keluarlah Diego dari dalam mobil, dan berjalan menuju Zhen Shui, sedangkan Rey mengikuti langkah Diego dari belakang sambil menodongkan senjata nya ke arah Zhen Shui.


"Aku tidak akan pernah menjalin kerja sama dengan seorang pecundang seperti mu", ucap Diego.


"Apa! Kamu ingin mati di sini", ucap Zhen Shui geram.


"Selama aku bekerja sama dengan orang lain, aku tidak pernah memberikan keuntungan lebih dari 40%, dan rata-rata aku hanya memberikan keuntungan sebesar 25%", jelas Diego.


"Tapi, melihat diri mu yang keras kepala seperti ini, aku jadi tidak segan untuk menghajar mu, dan detik ini juga kamu telah memberikan ku alasan untuk bisa menghabisi mu", ucap Diego.


Lalu, mendengar ucapan Diego, Zhen Shui semakin geram, dan memerintahkan seluruh anggota nya untuk mengarahkan senjata nya ke Diego.


Namun, anggota Octopus juga menodongkan senjata nya ke arah Zhen Shui, dan juga ke seluruh anggota Zhen Shui.


"Lebih baik kamu jangan menghalangi jalan ku, dan segera berhenti", ucap Diego.


"Cihhh" ucap Zhen Shui.


"Baiklah, kalau kamu menginginkan banyak korban akibat ulah mu ini, jangan salahkan aku, aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan kepada mu", ucap Diego.


Lalu, Diego memerintahkan seluruh anggota nya untuk menyerang Zhen Shui beserta anggota nya.


Pada akhirnya, semua yang ada di sana sedang berkelahi dan saling menembak satu sama lain nya.


Sedangkan Zhen Shui bersembunyi di balik sebuah mobil, dan Diego berserta Rey dan semua anggota nya, menikam habis-habisan semua anggota Zhen Shui.


Ketika Diego melihat Zhen Shui ada di belakang mobil, langsung saja ia segera menembak nya.


Namun, Zhen Shui mengetahui keberadaan Diego, dan dengan cepat ia berlari dan segera menjauh dari lokasi kejadian.


Melihat Zhen Shui kabur dengan beberapa bawahan nya, dan menggunakan sebuah mobil, Rey langsung masuk ke dalam mobil, dan berniat untuk mengejar nya.


Namun, Diego malah menghentikan Rey.


"Stop!" Teriak Diego.


"Kenapa kamu mengehentikan ku?" Tanya Rey.


"Biarkan mereka pergi", ucap Diego.


"What!" Ucap Rey.


"Jangan gegabah, dia tidak akan berani melawan ku kalau tidak ada seseorang yang menyuruh nya", ucap Diego.


"Maksud mu?" Tanya Rey.


"Awasi dia, dan kamu akan tau siapa yang ada di belakang nya", ucap Diego.


Lalu, Rey mengerti dengan maksud Diego. Kemudian mereka segera pergi dari lokasi kejadian baku tembak menuju ke kediaman Diego.


Terlihat sebagian anggota Zhen Shui terkapar di tanah, dan berlumuran darah.


Sedangkan beberapa anggota Octopus mengalami luka berat, sehingga mereka segera di bawa ke rumah sakit yang ada di markas Octopus.


Rumah sakit itu adalah milik organisasi Octopus, semua yang bekerja di sana adalah anggota Octopus, dan mereka semua di pimpin oleh Diego.


Diego menyembunyikan semua ini dari Ayah nya, karena dia tau kalau Ayah nya tidak suka berurusan dengan dunia seperti ini.


Apalagi harta kekayaan Ayah nya sudah sangat berlimpah, tidak mungkin Ayah nya membiarkan Diego masuk ke dunia gelap seperti ini.


***


Saat ini, Diego dan Rey sedang menuju ke kediaman nya.


Lalu, Rey mendapat telfon dari Clara.


"Iya halo", jawab Rey.


"Kamu ada dimana sekarang?" Tanya Clara.


Apa kamu sibuk?" Tanya Clara lagi.


"Aku dan Diego sedang dalam perjalanan menuju ke rumah", jawab Rey.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kepada ku?" Tanya Rey.


"Hanna hanya ingin makan jajangmyeon, jadi tolong segera di belikan", ucap Clara.


"Kenapa kamu memberitahu itu kepada ku, seharusnya kamu menelfon Diego bukan aku", ucap Rey.


Mendengar perkataan Rey, Diego langsung menoleh dengan tatapan seolah sedang bertanya pada nya. Namun, Rey hanya mengangkat alis nya ketika di lihat oleh Diego.


"Sama saja, yang penting dia ada di dekat mu sekarang, jadi kamu saja yang menyampaikan", ucap Clara.


"Ok! Kami akan membeli nya", ucap Rey.


Lalu, panggilan itu segera berakhir, dan Rey juga telah menjelaskan itu kepada Diego.


"Seperti nya dia sangat menyukai mu", ujar Diego.

__ADS_1


"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Rey.


"Kalau kamu suka ya kejar, dan jangan masih bingung seperti ini", ucap Diego.


"Sejujurnya perasaan ku masih tersimpan untuk Ara, tapi kali ini aku sedikit tergoyahkan oleh Clara", ucap Rey.


"Walau pun begitu, setiap aku melihat Ara, aku merasakan sakit yang amat mendalam, itu di karenakan perasaan ku yang sangat besar untuk nya", jelas Rey.


"Coba lah buka hati mu, dan seiring berjalan nya waktu, kamu akan tau siapa yang kamu inginkan untuk jadi pendamping mu kelak", ucap Diego.


"Iya aku mengerti", ucap Rey.


Lalu, mereka berhenti di sebuah restoran untuk membeli makanan yang di minta oleh Hanna.


Setelah sampai di rumah, Rey dan Diego meletakkan semua makanan yang di beli nya di atas meja makan.


Melihat itu semua, membuat Hanna dan Clara terdiam, dan mereka melihat satu sama lain nya dengan tatapan kaget.


Kemudian, pelayan memindahkan semua makanan itu ke dalam piring makan, dan menata meja makan itu dengan rapi.


Saat ini, mereka berempat telah duduk di meja makan, dan mulai menyantap makanan yang ada di depan mereka.


"Perasaan aku hanya meminta jajangmyeon, tapi kenapa malah datang sebanyak ini?" Ucap Hanna.


"Iya, aku juga kaget melihat nya", ucap Clara.


"Ternyata suami ku adalah seorang lelaki yang pengertian", ucap Hanna.


"Apa yang tidak akan aku lakukan untuk istri ku, semua nya akan aku lakukan jika aku bisa", ucap Diego.


"Ketika istri ku meminta satu, aku akan membawa nya lebih dari itu", ucap Diego lagi dengan senyum maut nya.


"Ya..., hentikan! Itu membuat ku sedikit cemburu", ucap Rey.


Lalu, mereka tertawa bersama, dan kembali melanjutkan makan bersama.


Semua makanan yang di beli oleh Diego adalah jajangmyeon, kim bab, sup rumput laut, lobster, ayam goreng berbumbu, sate seafood, dan lain sebagai nya.


Saat ini, yang terlihat sangat lapar adalah Clara, mungkin sebenarnya ia tidak lapar, tapi karena merasa kesal dengan perasaan nya sendiri.


Jadi, Clara berusaha untuk menghilangkan stres yang dialami nya dengan makan yang banyak.


"Seperti nya kamu membeli semua ini untuk Clara", ucap Hanna kepada Diego.


Lalu, mereka semua melihat ke arah Clara yang terlihat sangat rakus menyantap makanan, ia seperti tidak bisa berhenti makan walau sedetik pun.


"OMG", ucap Rey.


"Astaga!" Ucap Diego.


"Biarlah, aku tidak peduli dengan itu saat ini", jawab Clara.


"Kalau begitu, habiskan lah semua ini, jangan sampai ada yang tersisa", ucap Hanna.


"Makanan ini terlalu banyak untuk kita berempat, bahkan meja besar ini pun telah penuh dengan makanan", ucap Hanna lagi.


"Ya..., apa kamu tidak peduli dengan ku?" Tanya Clara.


"Kalau aku terlalu gemuk bagaimana?" Tanya Clara lagi.


"Tidak akan ada lelaki yang mau mendekati ku", ucap Clara.


"Lihat! Sekarang saja sudah begitu, apalagi kalau aku gemuk", ucap Clara lagi.


"Astaga! Kamu benar-benar sangat stres", ucap Hanna.


"Nantilah, kalau aku sudah bertemu dengan lelaki yang cocok untuk mu, aku akan menjodohkan kalian berdua", ucap Hanna lagi.


"Benarkah, baiklah, terima kasih Hanna", ucap Clara sambil tersenyum dengan girang.


Lalu, Diego memberi kode kepada Rey, dan Rey hanya terdiam melihat semua itu.


***


Pagi ini, mereka berempat menuju ke rumah sakit, dan mereka akan menemani Hanna USG kandungan.


Semalam, Hanna merasa perut nya tidak enak, dan khawatir dengan kondisi janin nya.


Melihat itu, Diego langsung membawa Hanna ke rumah sakit pagi ini, tepat nya setelah Hanna menceritakan mengenai kondisi nya saat ini.


Rey dan Clara menunggu di balik tirai, sedangkan Diego dan Hanna berada di dalam tirai pemeriksaan.


Di dalam tirai, dokter mengecek kondisi Hanna dengan melakukan USG, sehingga terlihat kondisi janin mereka saat ini.


Mereka bisa melihat nya di layar komputer yang di pakai oleh dokter, dan letak nya ada di samping Hanna.


Sedangkan Rey dan Clara, juga bisa melihat hasil USG itu lewat TV yang ada di tembok ruangan pemeriksaan itu.


Kemudian, terdengar suara detak jantung janin, dan membuat mereka kagum dan terharu melihat nya.


"Anak ku", ucap Diego.


"Bayi ku, orang tua mu ada di sini", ucap Hanna.


"Lihat! Itu janin yang telah berusia enam minggu lebih, terlihat masih sangat kecil", ucap dokter.

__ADS_1


"Namun, detak jantung nya lemah, dan seperti nya ada masalah terhadap tumbuh kembang janin", ucap dokter lagi.


Mendengar itu membuat semua nya panik, dan kaget.


"Bagaimana dengan anak ku?" Tanya Hanna


"Apa anak ku bisa di selamatkan dengan baik?" Tanya Hanna dengan tangis nya.


"Tolong berikan yang terbaik untuk anak ku", ucap Hanna lagi.


Lalu, Diego segera menenangkan Hanna, dan memeluknya dari samping.


"Ok! Aku akan meresepkan beberapa obat untuk mu, dan dua hari lagi kita akan lihat bagaimana perkembangan nya", ucap dokter.


"Ok dok", ucap Diego.


Lalu, Hanna tidak henti-henti nya menangis, dan Diego segera membawa Hanna menuju ke dalam mobil, dan kemudian segera mengambil obat, lalu setelah nya mereka pulang.


Di dalam perjalanan pulang, Clara berusaha untuk membuat Hanna tenang, dan begitu pun dengan Diego.


Setelah sampai di rumah, Hanna segera beristirahat di dalam kamar, Hanna terlihat sedang tidak Ingin di ganggu, dan menyuruh semua nya untuk pergi dari hadapan nya.


Melihat itu, Diego, Clara, dan Rey segera pergi ke pekarangan rumah, dan menyuruh beberapa pelayan untuk menjaga Hanna.


Mereka bertiga sedang duduk di taman rumah milik Diego, seperti nya mereka ingin mencari udara segar, dan meminum soju untuk melampiaskan kesedihan yang mereka alami, terutama Diego.


Setelah Diego, Clara, dan Rey pergi dari hadapan nya, Hanna kemudian berjalan menuju balkon kamar nya.


Ia melihat ketiga orang tersebut sedang meminum soju di taman, dan seketika tangis nya pecah.


"Maafkan Mama sayang", ucap Hanna sambil mengelus perut nya.


"Mama tidak bisa menjaga mu dengan baik, maafkan Mama", ucap Hanna dan terus menangis di balkon kamar nya.


Hanna merasa semua kejadian ini adalah salah nya, kalau ia tidak menyembunyikan kehamilan nya dari Diego, mungkin ini semua tidak akan terjadi pikir nya.


Kemudian, terdengar suara ketukan pintu kamar, dan terdengar suara Diego dari luar memanggil nya.


"Hanna, buka pintu nya, aku mohon", ucap Diego.


"Aku tidak mau melihat mu sedih begini, kalau kamu tidak membukakan pintu untuk ku, aku merasa tidak berguna menjadi seorang suami", ucap Diego lagi.


Mendengar perkataan Diego, Hanna langsung membukakan nya pintu, dan melihat pintu terbuka, Diego langsung memeluk Hanna, dan mereka segera duduk di balkon kamar.


"Saat ini, aku lebih khawatir pada mu", ucap Diego.


"Bukan nya aku tak sayang pada anak kita, tapi jika kamu seperti ini terus, itu akan membuat bayi kita juga ikut bersedih", jelas Diego.


"Aku belum memberitahu siapa pun, termasuk keluarga ku", ucap Hanna.


"Padahal aku berniat untuk mengejutkan mereka pada hari ulang tahun nenek, dan sekarang aku tak sanggup berkata apa pun kepada mereka", ucap Hanna lagi.


Lalu, Hanna menangis lagi.


"Tidak apa-apa, nanti biar aku yang menjelaskan semua nya kepada keluarga kita", ucap Diego.


"Kita serahkan saja semua nya kepada Tuhan, aku tau kita sedang bersedih, tetapi jika kita seperti ini terus, anak kita juga ikut bersedih melihat orang tua nya seperti ini", jelas Diego.


"Maafkan aku", ucap Hanna dengan tangis nya.


Lalu, Diego memeluk Hanna dengan hangat.


***


Hari demi hari telah berlalu, saat ini Diego, Hanna, Rey, dan Clara sedang berada di dalam sebuah ruangan rumah sakit.


Hari ini, Hanna akan melakukan USG untuk melihat perkembangan janin nya.


"Lihat! Janin nya masih lemah, dan bahkan kondisi nya lebih buruk dari pemeriksaan kemaren", ucap dokter.


"Lalu, bagaimana dengan anak ku dokter?" Tanya Hanna khawatir.


"Kita harus mengangkat nya", ucap dokter.


Seketika, semua nya kaget mendengar nya.


"Kalau kita biarkan di dalam rahim dengan kondisi seperti ini, bisa mengkhawatirkan, dan membuat si Ibu sulit untuk bertahan", jelas dokter.


"Karena jika sampai terlambat untuk di tangani, rahim Ibu bisa di angkat, bahkan nyawa ibu pun bisa melayang", jelas dokter lagi.


Mendengar perkataan dokter tentang kondisi bayi nya, membuat Hanna langsung pingsan, dan membuat semua orang yang ada di dalam sana kaget melihat Hanna yang jatuh pingsan.


"Kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depan nya, jadi semua nya di kembalikan lagi kepada suami dari pasien", ucap dokter.


"Ingin bertahan, atau segera mengeluarkan janin demi keselamatan sang ibu", ucap dokter lagi.


Lalu, Rey dan Clara melihat ke arah Diego dengan tatapan penuh kekhawatiran, sedangkan Diego terlihat tidak kuasa menahan air mata nya.


Apa yang akan di putuskan oleh Diego? dan Bagaimana kah kondisi Hanna selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2