
Setelah mendengar perkataan dokter mengenai Hanna, kondisi Diego terlihat rapuh, dan ia sulit untuk menutupi kesedihan nya.
Air mata tak kunjung berhenti mengalir di sudut mata nya, bahkan Diego sebagai seorang lelaki yang sangat terkenal dengan sifat dingin, dan tegas nya itu pun tak bisa menahan air mata nya untuk berhenti keluar.
Saat ini, Hanna masih belum sadar dari pingsan nya, dan Clara masih berada di samping nya untuk menunggu Hanna segera sadar kembali.
Sedangkan Rey hanya berdiri di dekat Diego tanpa bersuara sedikit pun.
Rey merasa sulit untuk memberikan masukan kepada Diego, karena menurut nya keadaan ini sangat berat, dan hanya Diego yang bisa menentukan pilihan nya sendiri.
Setelah berfikir dengan sangat matang, Diego segera pergi menuju ke resepsionis untuk mengurus semua berkas yang harus di tanda tangani nya demi keselamatan Hanna.
Keadaan ini memang sangat berat bagi nya, dan Diego sungguh memang mengharapkan bayi ini untuk keperluan diri nya demi mendapatkan harta warisan dari Ayah nya.
Namun, di sisi lain Diego juga telah berjanji kepada Ayah Hanna, bahwa ia akan menjaga Hanna sebagaimana yang di minta oleh Ayah nya.
Setelah semua nya sudah selesai untuk di urus, dokter dan beberapa orang suster tengah sibuk menyiapkan kebutuhan untuk operasi pengeluaran janin milik Hanna.
Dokter mengatakan akan melakukan operasi pengangkatan janin pada hari ini juga, dan menyuruh Diego untuk memberi tau istri nya, untuk berpuasa sampai janin telah keluar dari rahim nya.
Operasi di lakukan pada malam hari, dan Hanna sadar dari pingsan nya sore hari, kemudian setelah Hanna mendengar perkataan Diego pada nya, ia tidak bisa berhenti menangis.
Namun, melihat Hanna seperti itu, Clara dan Rey hanya bisa diam, dan hanya membiarkan Hanna untuk melampiaskan kemarahan nya.
Sedangkan Diego, berusaha untuk menenangkan istri nya, dan operasi pun telah di mulai.
Selama operasi berlangsung, mereka bertiga hanya menunggu di depan ruang operasi.
Tampak Diego sedang mondar mandir di depan pintu, dan Clara sedang duduk dengan Rey di kursi yang telah di sediakan oleh rumah sakit.
Setelah operasi selesai di lakukan, Hanna segera di pindahkan ke ruangan inap VVIP, dan Diego segera mengikuti proses pemindahan Hanna.
Sedangkan Rey dan Clara, pergi untuk mencari makanan ke luar rumah sakit, dan mereka pergi setelah berbicara kepada Diego.
Setelah balik ke rumah sakit, Rey dan Clara membawakan Diego makanan kesukaan nya.
Namun, Diego hanya diam menunggu Hanna tersadar dari obat bius yang telah di suntikkan ke dalam diri nya.
"Diego jangan seperti ini", ucap Rey.
"Makan lah, kamu juga butuh tenaga untuk melewati hari esok", ucap Rey lagi.
"Benar, kalau kamu seperti ini, dan akhirnya jatuh sakit, bagaimana dengan perasaan Hanna?" Tanya Clara.
"Hanna akan merasa tambah bersalah melihat semua ini", jelas Clara.
"Iya, Clara telah menyediakan makanan di atas meja, kamu makan lah sekarang, mumpung masih panas", ucap Rey.
"Baik lah" jawab Diego.
Lalu, Diego segera melangkah ke meja tempat makanan tersebut telah di susun rapi oleh Clara.
"Apa aku terlihat kuat?" Tanya Diego pada Rey.
"Tidak! Aku baru kali ini melihat mu seperti ini", jawab Rey.
"Benar kah?" Tanya Clara sambil melongo.
"Iya, semasa kecil sampai sekarang, aku telah menyaksikan Diego, dan ini adalah titik terendah di hidup nya", jelas Rey kepada Clara.
"Pasti dia sangat terpukul, dan sangat sedih dengan semua ini", ucap Clara.
"Rey, untuk sementara ini kamu urus para pengganggu itu, dan selidiki mereka", ucap Diego.
"Ok! Aku akan mengurus nya, dan kamu tenang lah, jangan terlalu memikirkan masalah pekerjaan", ucap Rey.
Lalu, masuklah telfon dari Ara, dan Diego hanya melihat nya, ia tidak berniat untuk mengangkat nya.
Namun, Ara terus menelfon tanpa henti. Mendengar itu, Rey dan Clara langsung melihat ke arah Diego.
"Siapa yang menelfon mu?" Tanya Rey.
"Ara", jawab nya.
"Kenapa tidak kamu angkat?" Tanya Rey lagi.
"Angkat lah kalau kamu mau", ucap Diego.
"Baik lah", ucap Rey.
Melihat Rey begitu peduli kepada Ara, membuat Clara jadi kesal kepada nya.
"Halo", ucap Rey.
"Diego", ucap Ara.
__ADS_1
"Aku bukan Diego, aku Rey", ucap nya.
"Ada apa kamu menelfon Diego, apalagi jam sudah menunjukkan waktu untuk beristirahat?" Tanya Rey.
"Mana Diego, berikan ponsel itu pada nya", pinta Ara.
"Dia sedang tidak bisa menjawab panggilan mu, jika ada yang ingin kamu katakan, cepat lah katakan kepada ku", ucap Rey.
"Aku hanya ingin menanyakan kondisi istri nya saat ini", ujar Ara.
"Kondisi nya bahkan sudah down, dan terlihat putus asa", ujar Rey.
"Jadi, kamu jangan mengganggu Diego, apalagi di saat seperti ini, dia harus fokus kepada istri nya, mengerti", ucap Rey.
Lalu, Rey segera mematikan panggilan dari Ara tersebut, sebenarnya Rey merasa kesal dengan sikap Ara kepada Diego.
"Kenapa dia begitu optimis kepada Diego, dan tidak pernah melihat ku sedikit pun", ucap Rey dalam hati.
"Kamu terlihat kesal dengan nya", ucap Clara kepada Rey.
"Sudah ku bilang, jangan mengangkat telfon dari nya, ujung-ujung nya kamu kesal pada nya", ucap Diego.
"Sudah terlanjur", ucap Rey.
Kemudian, Hanna terbangun, dan memanggil Diego.
"Diego", ucap nya.
Lalu, Diego segera menuju ke arah Hanna, begitu pun dengan Clara dan Rey.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Diego.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego lagi.
"Bagaimana dengan bayi ku?" Tanya Hanna.
"Dimana kamu menguburkan nya?" Tanya Hanna lagi.
"Aku mau melihat nya sekarang", ucap Hanna setelah mengajukan banyak pertanyaan kepada Diego.
"Aku sudah mengurus nya, kamu tenang lah", ucap Diego.
"Besok, setelah kamu keluar dari rumah sakit, kita akan menemui anak kita", ucap Diego sambil memeluk Hanna.
"Aku haus", ucap Hanna
"Kenapa?" Tanya Rey.
"Kamu belum di perbolehkan untuk minum sebelum kamu kentut", ucap Clara.
"Buang angin lah sekarang, dan setelah nya kamu baru bisa minum, dan mengisi perut mu", ucap Diego.
Lalu, Hanna langsung berusaha untuk kentut, dan membuat semua orang yang ada di sana tertawa dengan sendiri nya.
"Opsss", ucap Hanna sambil menahan malu nya.
"Aku akan mengambilkan mu minuman", ucap Clara.
"Cepat sekali aksi mu ini, aku sungguh kagum pada mu", ucap Rey.
"Jangan menghina ku", ucap Hanna.
"Diego! bela aku", ucap Hanna lagi.
"Jangan menghina istri ku, dia memang cepat menanggapi sesuatu, itu lah bakat nya", ucap Diego.
"Baik lah", ucap Rey.
Lalu, Clara memberikan segelas air putih ke Hanna, dan menata makanan di atas meja kecil yang ada di tempat tidur rumah sakit.
Kemudian, Diego membantu Clara untuk mengatur tempat tidur Hanna agar nyaman untuk makan di sana.
"Makan lah dengan lahap, agar kamu cepat segera pulih, dan kita bisa bersenang-senang lagi", ucap Diego.
"Iya, baik lah", ucap Hanna.
Sebenarnya Hanna masih terpukul dengan kondisi yang ia hadapi saat ini, dan juga merasa tertekan dengan semua ini.
Namun, mengingat Diego adalah seseorang yang sibuk, dan membuat Hanna jadi berfikir untuk tidak memperlihatkan kesedihan nya di depan Diego.
Semua itu Hanna lakukan demi Diego, supaya suami nya tidak menumpuk pekerjaan di kantor.
Saat ini, Hanna berusaha untuk memberikan senyuman manis nya kepada semua orang yang ada di sana, walau pun semua itu terasa menyakitkan.
"Hanna, aku tau kamu tidak ingin memperlihatkan kesedihan mu saat ini", ucap Diego dalam hati nya.
__ADS_1
"Kuat sekali diri mu, aku tidak menyangka bisa mempunyai seorang sahabat yang sangat kuat seperti mu", ucap Clara dalam hati nya.
"Diego beruntung mendapatkan mu", ucap Rey dalam hati nya.
***
Hari ini, Hanna telah keluar dari rumah sakit, dan sedang berada di dekat makam anak nya.
Hanna terlihat menangis, dan meminta maaf kepada bayi nya, begitu pun dengan Diego, ia tak kuasa menahan air mata nya.
Clara dan Rey, berusaha untuk menenangkan mereka berdua, dan setelah itu mereka kembali ke kediaman Diego.
"Clara, terima kasih telah ada di dekat ku selama ini", ucap Hanna.
"Jangan berkata seperti itu, aku akan selalu ada di saat kamu seperti ini", ucap Clara.
Lalu, mereka berdua saling berpelukan, dan ketika Rey melihat adegan itu, membuat Rey sedikit terenyuh dengan sikap Clara.
"Ternyata dia mempunyai jiwa yang lembut, dan peduli dengan teman nya", ucap Rey dalam hati.
Lalu, Rey akan pergi untuk mengurus sesuatu, dan Diego juga pergi ke rumah orang tua nya, dan tinggal lah Clara untuk menemani Hanna.
***
Kediaman Orang Tua Diego.
"Apa!" Teriak Ayah Diego.
"Kenapa kamu baru bisa menceritakan nya sekarang?" Tanya Ayah nya.
"Aku sungguh tidak menyangka", ucap Ayah nya lagi.
"Aku tau Ayah sangat menginginkan seorang penerus di kluarga kita, tapi aku juga khawatir kepada Hanna", jelas Diego.
"Aku mengerti", ucap Ayah nya.
"Lalu, bagaimana dengan keluarga nya, apa mereka telah mengetahui semua nya?" Tanya Ayah Diego.
"Belum, setelah ini aku berencana pergi ke sana, untuk menjelaskan semua nya kepada mereka", ucap Diego.
"Baik lah, jangan sampai mereka marah kepada mu, jelaskan dengan sebaik mungkin", ucap Ayah nya
"Iya aku mengerti", ujar Diego.
Lalu, Diego melihat sebuah majalah yang sedang terbuka di atas meja kerja Ayah nya.
"Seperti nya ini tidak asing", ucap Diego.
Lalu, Diego segera mengambil majalah itu, dan melihat nya.
"Branden", ucap nya lagi.
"Kamu mengenal nya?" Tanya Ayah nya.
"Iya, dia teman ku semasa kuliah", jawab Diego.
"Apa saat ini dia adalah model di perusahaan kita?" Tanya Diego kepada Ayah nya.
"Iya, dia baru bergabung semenjak pernikahan mu dengan Sera di batalkan", jelas Ayah nya.
"Aku sudah cukup lama tidak pergi ke kantor", ucap Diego.
"Terlalu banyak masalah yang harus ku urus, jadi aku tidak tau", ucap Diego lagi.
"Iya, selesaikan lah semua masalah mu terlebih dahulu", ucap Ayah nya.
"Apalagi saat ini istri mu sangat membutuhkan mu di samping nya", ucap Ayah nya lagi.
"Iya aku mengerti, aku akan pergi dulu ke desa", ucap Diego.
"Ayah, tolong kirimkan beberapa dokumen ke rumah ku", pinta Diego.
"Catatan nya nanti akan di antarkan oleh Rey ke sini", ucap Diego.
Lalu, Diego segera pergi dari rumah Ayah nya, dan segera menuju ke desa, dimana tempat keluarga Hanna tinggal.
Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seorang wanita yang berlari ke arah nya, dan berdiri tepat di depan mobil nya.
Melihat itu, langsung saja Diego berusaha untuk menghentikan mobil yang sedang di kendarai nya.
Apakah Diego menabrak seseorang?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...