Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Tak Kuasa


__ADS_3

Apartemen Branden


"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu dari luar apartemen Branden.


Namun pintu apartemen itu tak kunjung terbuka juga dan tak lama kemudian anggota Octopus pun memaksa masuk ke dalam apartemen itu dengan menggunakan jasa salah satu anggota Octopus yang hebat di dalam bidang teknologi.


Sehingga password pintu apartemen Branden itu pun berhasil di buka dengan menggunakan bantuan anggota Octopus yang bergerak di bagian teknologi dan hacker.


Setelah mereka masuk ke dalam apartemen Branden mereka tidak melihat ada nya penerangan di dalam apartemen itu karena kondisi di dalam apartemen Branden saat ini sangat gelap dan lampu nya tidak menyala.


Hal itu tentu saja membuat anggota Octopus merasa curiga dan setelah menghidupkan lampu seluruh ruangan yang ada di dalam apartemen Branden itu anggota Octopus pun tetap tidak bisa menemukan keberadaan Branden di dalam apartemen itu.


Lalu salah satu dari mereka pun langsung mengabari Rey mengenai hal itu dan kemudian mereka pun kembali lagi ke markas Octopus dan sebagian dari mereka kembali lagi ke daerah yang ada di dekat perbatasan kota itu untuk membawa Ara dari bangunan sekolah yang sudah lama terbengkalai itu.


***


Kantor Ayah Diego


Saat ini Ayah Diego sedang rapat dengan James di ruangan meeting yang ada di kantor nya.


Meeting berlangsung dari jam delapan pagi hingga jam sembilan pagi dan setelah itu Ayah Diego mengajak James untuk berkunjung ke salah satu restoran milik keluarga nya.


Sebelum pergi berkunjung ke restoran Ayah Diego mengajak James untuk melihat-lihat galeri yang ada di dalam kantor nya itu.


James melihat lukisan yang ada di dalam galeri itu dengan tatapan kagum nya dan James juga bangga dengan semua karya yang telah di lihat nya itu.


"Apa ini adalah karya terbaru?" Tanya James kepada Ayah Diego sambil menunjuk ke salah satu karya yang ada di depan nya itu.


"Iya ini adalah karya terbaru dari perusahaan", ujar Ayah Diego.


"Mata anda sangat jeli sekali Pak James", ujar sekretaris Ayah Diego.


Lalu mereka pun tertawa bersama dan setelah itu Ayah Diego pun memperlihatkan satu lukisan yang telah lama ia simpan di dalam galeri itu.


"Wah indah sekali", ujar James ketika melihat lukisan itu.


"Saya tau kalau anda menyukai hal yang seperti ini", ujar Ayah Diego kepada James.


"Tentu saja aku rasa orang yang tidak menyukai seni adalah orang yang hampa", ujar James lagi.


Lalu Ayah Diego pun memperlihatkan kembali sebuah lukisan yang ada di bagian dalam galeri itu dan lukisan itu adalah lukisan yang telah di buat oleh Hanna.


James tampak takjub dengan lukisan yang telah di buat oleh Hanna itu dan James juga tidak percaya kalau ternyata istri Diego bisa melukis dengan sangat bagus seperti itu.


Setelah cukup lama melihat-lihat galeri yang ada di perusahaan Ayah Diego itu James pun berkata kalau ia akan mengundang Ayah Diego, Hanna dan Diego ke acara pameran nya pada bulan depan di Korea.


Lalu Ayah Diego pun menerima undangan dari James itu dengan senang hati dan setelah cukup lama berbicara di dalam galeri itu akhirnya mereka pun pergi menuju ke restoran milik Ayah Diego.


***


Kediaman Keluarga Clara


Saat ini Hanna, Diego, Clara, Rey, Ye Joon, Ibu Clara, Ayah Clara, Ibu Hanna, Krystal dan Leo sedang makan di ruang makan yang ada di rumah orang tua Clara.


Mereka semua tampak makan dengan santai nya dan mereka juga membicarakan banyak hal pada saat makan siang bersama itu.


Setelah acara makan siang selesai mereka semua pun beralih ke ruang keluarga untuk melanjutkan pembicaraan mereka disana.


"Ya Tuhan Ibu sampai lupa", ujar Ibu Clara.

__ADS_1


"Memang nya apa yang telah kamu lupakan?" Tanya Ibu Hanna kepada Ibu Clara.


"Aku telah membuatkan sup ayam ginseng untuk Hanna dan aku lupa untuk membawa nya ke ruang makan", ujar Ibu Clara lagi.


"Astaga aku rasa Hanna sudah kenyang saat ini", ujar Ibu Hanna lagi.


"Iya Ibu aku sudah kenyang", ujar Hanna.


"Kalau begitu aku bawa pulang saja sup itu agar nanti malam Hanna bisa memakan nya", ujar Ibu Hanna lagi sambil tersenyum kecil kepada Ibu Clara.


"Iya itu lebih baik karena aku memang sengaja membuatkan sup itu untuk Hanna", ujar Ibu Clara lagi.


Krystal yang mendengar pembicaraan itu pun langsung mengerti dengan maksud tersembunyi Ibu Hanna itu dan kemudian Krystal pun tampak memperhatikan Hanna dan Diego secara bergantian.


"OMG", ujar Krystal.


Lalu Leo pun melihat apa yang sedang di perhatikan oleh Krystal itu dan kemudian Leo pun mengangkat sebelah alis nya ketika ia memperhatikan Krystal yang sedang memperhatikan Diego dan Hanna itu.


"Kenapa kamu memandangi mereka seperti itu?" Tanya Leo kepada Krystal.


Lalu Krystal pun membisikkan sesuatu kepada Leo dan setelah itu Leo pun tampak kaget dengan perkataan Krystal kepada nya itu.


"Aku rasa para orang tua memang sering melakukan hal itu kepada anak mereka", ujar Leo kepada istri nya itu.


"Benarkah!" Ujar Krystal.


"Aku rasa memang seperti itu", ujar Leo lagi.


Lalu mereka berdua pun tampak memperhatikan gerak gerik Ibu Clara dan Ibu Hanna sedangkan Clara dan Rey sedang sibuk bermain dengan anak mereka.


***


Saat ini Sera, Coco, Branden dan Kakek Sera sedang duduk bersama di ruang keluarga yang ada di kediaman itu.


"Aku perhatikan dari awal makan siang tadi sampai saat sekarang ini kamu tampak sangat gelisah", ujar Sera kepada Branden.


"Sekarang nyawa ku sedang berada di ujung jurang", ujar Branden.


"Benarkah!" Ujar Coco dengan ekspresi kaget nya.


Lalu Kakek Sera pun langsung melihat ke arah Sera sambil mengisyaratkan Sera agar tidak membicarakan mengenai Branden di depan teman nya itu.


Namun Sera malah meyakinkan Kakek nya kalau teman nya itu tidak akan berkhianat kepada nya karena Coco adalah teman terdekat nya dan Coco juga tidak pernah membocorkan rahasia nya kepada siapa pun itu termasuk Diego.


Karena Sera telah berkata seperti itu kepada Kakek nya maka Kakek nya pun tidak mempunyai alasan lain lagi untuk bisa mengatasi hal itu.


Jadi saat ini Kakek Sera hanya bisa membiarkan Coco mengetahui mengenai semua pembicaraan mereka yang bisa di katakan privasi itu di ruang keluarga yang ada di kediaman nya itu.


"Coco aku tau kamu adalah teman dekat ku tapi jika kamu berkhianat kepada ku maka kamu akan mendapatkan akibat nya", ujar Sera kepada Coco secara terang-terangan.


"Ok! Aku mengerti itu dan bukan kah sebelum nya aku juga tidak pernah berkhianat kepada mu apa lagi mengenai Ayah biologis Rachel", ujar Coco.


"Iya itu benar dan aku mengatakan hal ini kepada mu agar kamu lebih berhati-hati lagi jika berbicara dengan siapa pun ke depan nya", ujar Sera lagi.


"Tenang lah aku cukup pintar dalam hal itu", ujar Coco lagi.


Lalu mereka pun melanjutkan kembali pembicaraan mereka mengenai permasalahan yang sedang di hadapi oleh Branden saat ini.


***

__ADS_1


Markas Octopus


Saat ini Ara sedang berada di dalam ruangan yang ada di belakang markas Octopus dan di dalam ruangan itu juga ada beberapa orang anggota Octopus yang sedang mengintrogasi Ara.


"Dimana kamu terakhir kali bertemu dengan Branden?" Tanya salah seorang anggota Octopus itu kepada Ara.


"Di dalam apartemen nya", ujar Ara.


"Kalau kamu tidak memberi tau kami dimana keberadaan Branden sekarang ini maka hidup mu akan berakhir sebentar lagi", ujar anggota Octopus itu kepada Ara.


"Sungguh aku tidak tau dimana dia berada saat ini", ujar Ara.


"Sebentar lagi tangan kanan pimpinan kami akan segera datang ke tempat ini dan kamu tidak akan bisa selamat dari tempat ini", ujar anggota Octopus itu lagi.


"Lebih tepat nya sepuluh menit lagi nyawa mu akan berakhir di tempat ini", ujar anggota Octopus itu lagi.


Ara yang mendengar itu pun langsung membelalakkan mata nya dan tubuh nya sudah gemetar karena hal itu.


"Lepaskan aku", teriak Ara.


"Aku mohon jangan bunuh aku", teriak Ara lagi.


Namun semua orang yang ada di dalam ruangan itu tidak menggubris perkataan Ara dan itu tentu saja membuat Ara menangis meratapi keadaan nya itu.


Ara merasa hidup nya akan berakhir hari ini dan itu adalah hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Ara sebelum nya.


"Kalau aku tau hidup ku akan berakhir hari ini lebih baik aku menghambur-hamburkan semua uang ku", ujar Ara.


"Bahkan aku belum bertemu dengan orang tua ku akhir-akhir ini", ujar Ara lagi.


Lalu Ara pun langsung histeris dengan keadaan nya saat ini dan tak lama kemudian datang lah Rey ke dalam ruangan itu.


"Mana pistol ku", ujar Rey kepada salah satu anggota tim nya itu.


"Ini bos", ujar anggota tim nya itu.


Lalu Rey pun langsung mengambil pistol itu dan kemudian ia pun berjalan menuju ke tempat Ara yang sedang terikat di sebuah kursi yang posisi nya sedang membelakangi nya itu.


Melihat Rey yang sedang berdiri di samping nya itu Ara pun langsung kaget di buat nya dan begitu pun dengan Rey.


Rey tampak sangat kaget ketika melihat Ara berada di dalam ruangan itu apa lagi saat ini Ara adalah wanita yang akhir-akhir ini selalu di kabarkan oleh anggota tim nya itu.


"Ara", ujar Rey.


"Rey", ujar Ara dengan ekspresi sedih nya itu.


"Apa yang harus aku lakukan saat ini", ujar Rey di dalam hati nya.


"Diego telah menyuruh ku untuk membunuh nya saat ini juga", ujar Rey lagi di dalam hati nya.


Lalu Rey pun tampak gelisah memikirkan semua itu dan tak lama kemudian salah satu anggota Octopus itu pun datang menghampiri Rey dengan membawa pisau kecil.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2