Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Pergi


__ADS_3

"Tuan", teriak Bibi Im pada saat melihat Ayah Hanna yang sedang terjatuh dan terduduk di atas lantai.


Mendengar teriakan dari Bibi Im itu langsung saja membuat Ibu dan Nenek Hanna datang menghampiri Bibi Im ke ruang keluarga rumah mereka.


"Ada apa bibi Im?" Tanya Ibu Hanna.


"Tuan Nyonya", ujar Bibi Im sambil menunjuk Ayah Hanna yang sedang terduduk tak berdaya di atas lantai.


Kemudian mereka semua pun langsung panik dan menghampiri Ayah Hanna karena saat ini Ayah Hanna sedang terduduk dengan lemas nya di atas lantai itu.


"Siapa yang menelfon?" Tanya Ibu Hanna kepada Ayah Hanna.


"Tuan Diego Nyonya", ujar Bibi Im.


"Apa yang sedang terjadi cepat katakan kepada ku dan jangan membuat ku jadi khawatir dengan semua nya saat ini", ujar Ibu Hanna kepada Ayah Hanna.


"Hanna", ujar Ayah Hanna.


"Ada apa dengan Hanna?" Tanya Ibu Hanna.


"Diego telah mengusir Hanna dari kediaman nya", ujar Ayah Hanna lagi.


"Apa!" Teriak Bibi Im, Ibu dan Nenek Hanna secara bersamaan.


"Lalu bagaimana dengan keadaan Hanna saat ini?" Tanya Ibu Hanna.


"Aku juga tidak tau karena Hanna belum memberi tau kita mengenai masalah ini", ujar Ayah Hanna.


"Memang nya apa yang sebenarnya terjadi kepada Hanna dan kenapa Diego sampai setega itu kepada Hanna", ujar Nenek Hanna.


"Diego berkata kalau Hanna telah berselingkuh dari nya", ujar Ayah Hanna.


"Apa!" Teriak Ibu Hanna.


"Hanna tidak mungkin berani melakukan itu kepada Diego", ujar Ibu Hanna lagi.


"Iya aku juga tidak percaya dengan semua itu", ujar Nenek Hanna.


"Tapi Diego telah menangkap basah Hanna dengan seorang lelaki di dalam sebuah kamar hotel", ujar Ayah Hanna lagi.


"Apa!" Ujar Ibu Hanna dengan tatapan kaget nya.


Kemudian Ibu Hanna pun langsung pingsan setelah mendengar perkataan dari suami nya itu.


"Ayo cepat bawa istri mu itu ke atas sofa dan berikan dia minyak kayu putih agar dia cepat sadar dari pingsan nya", ujar Nenek Hanna.


"Ok", ujar Ayah Hanna.


Kemudian Ayah Hanna pun segera membawa Ibu Hanna ke atas sofa yang ada di dalam ruangan keluarga itu.


"Ini minyak kayu putih nya dan biar saya saja yang memakaikan nya ke Nyonya", ujar Bibi Im.


"Baiklah", ujar Ayah Hanna.


Saat ini Bibi Im sedang mengoleskan minyak kayu putih kepada Ibu Hanna sedangkan Ayah dan Nenek Hanna sedang duduk di atas sofa yang berlainan dengan Ibu dan Bibi Im.


"Coba telpon Hanna sekarang juga aku sangat mengkhawatirkan nya saat ini", ujar Nenek Hanna kepada Ayah Hanna.


"Baiklah aku akan menelpon nya", ujar Ayah Hanna.


Kemudian Ayah Hanna pun segera menelpon Hanna dengan ponsel nya dan Hanna pun langsung menjawab panggilan telpon dari Ayah nya itu.


"Halo Ayah", ujar Hanna.


"Hanna katakan kepada Ayah apa semua yang telah dikatakan oleh Diego itu benar?" Tanya Ayah nya.


Kemudian Hanna pun terdiam sekitar beberapa detik dan setelah itu Hanna pun langsung menghela nafas nya.


"Iya Ayah aku telah terjebak di dalam kamar hotel itu", ujar Hanna.


Mendengar perkataan Hanna yang seperti itu Ayah Hanna pun langsung lemas di buat nya dan melihat reaksi Ayah Hanna yang seperti itu Nenek Hanna pun juga ikut lemas di buat nya.


"Ayah jangan salah paham kepada ku karena aku tidak melakukan apa pun dengan pria itu", ujar Hanna berusaha untuk menjelaskan.


"Kenapa kamu bisa pergi menemui pria itu?" Tanya Ayah nya.


"Ayah sangat kecewa kepada mu seharusnya kamu meminta izin terlebih dahulu kepada suami mu jika kamu ingin pergi kemana pun yang kamu mau agar masalah ini tidak pernah terjadi kepada mu", ujar Ayah nya.


Kemudian Hanna pun menejelaskan semua nya kepada Ayah nya dan Ayah nya pun tetap menyalahkan Hanna atas kejadian ini karena Hanna telah gegabah dalam bertindak.


"Ayah maafkan aku dan aku tidak tau kalau aku akan di jebak oleh seseorang di hotel itu", ujar Hanna.


"Ayah tau kamu adalah putri Ayah tapi Ayah tetap kecewa kepada mu saat ini", ujar Ayah nya.


"Ayah pernah berkata kepada mu kalau setiap bertindak itu jangan pernah gegabah apa lagi sampai tidak izin kepada suami mu jika kamu ingin pergi kemana pun yang kamu mau", ujar Ayah nya lagi.


"Iya aku tau", ujar Hanna.


"Ayah aku harus bagaimana saat ini?" Tanya Hanna.


"Apa lagi yang harus kamu lakukan sekarang kalau tidak meminta maaf kepada nya karena saat ini Diego telah memberi tau Ayah kalau kamu telah di usir nya dari kediaman nya", ujar Ayah nya.


"Tapi permintaan maaf ku tidak akan pernah diterima oleh Diego Ayah", ujar Hanna.


"Kamu coba terus sampai Diego luluh lagi kepada mu", ujar Ayah nya.


Hanna hanya terdiam mendengar perkataan Ayah nya itu dan Hanna merasa kalau apa yang telah di katakan oleh Ayah nya itu tidak mungkin dia lakukan saat sekarang ini.


Karena Hanna telah berjanji kepada Diego kalau diri nya tidak akan pernah muncul lagi di depan Diego. Apa lagi Ara juga telah mengancam nya untuk tidak pernah mendekati Diego lagi.


Namun ada lagi alasan yang lain bagi Hanna untuk tidak pergi menemui Diego ke kediaman nya karena alasan yang sesungguh nya adalah karena kehadiran seorang bayi yang sedang ada di dalam kandungan nya saat ini.


Hanna takut kalau bayi nya ini akan di ambil oleh Diego dan Hanna pun tidak rela jika hal itu terjadi kepada nya maka nya Hanna memutuskan untuk mendengarkan perkataan Diego saja dan tidak pernah pergi menemui Diego lagi.


"Hanna", ujar Ayah nya.

__ADS_1


"Iya Ayah", ujar Hanna.


"Lakukan saja apa yang telah Ayah katakan kepada mu itu dan jangan pernah menyerah untuk meminta maaf kepada Diego", ujar Ayah nya lagi.


"Ayah", ujar Hanna.


"Ada apa lagi?" Tanya Ayah nya.


"Seperti nya Diego saat ini sangat marah kepada ku jadi aku ingin membiarkan nya sendirian dulu untuk saat ini", ujar Hanna.


"Baiklah Ayah mengerti maksud mu itu tapi kamu jangan lupa untuk meminta maaf kepada nya walau pun kamu hanya di jebak oleh seseorang tetap saja kamu juga salah karena kamu telah pergi tanpa meminta izin dari nya", ujar Ayah nya.


"Ayah maafkan aku karena aku tidak akan melakukan itu dan aku akan pergi ke tempat yang jauh untuk bisa membesarkan bayi ku tanpa ada satu pun orang yang tau mengenai bayi ku ini supaya Diego tidak merebut nya dari ku", ujar Hanna di dalam hati nya.


"Ayah mungkin aku tidak akan kembali saat ini dan mungkin juga dalam beberapa waktu ke depan nya", ujar Hanna.


"Kenapa?" Tanya Ayah nya.


"Aku harus menenangkan diri ku dulu untuk saat ini Ayah dan aku juga tidak mau di ganggu untuk saat ini", ujar Hanna.


"Tapi Ibu mu sangat mencemaskan keadaan mu saat ini", ujar Ayah nya.


"Ayah katakan kepada Ibu kalau aku baik-baik saja saat ini dan nanti aku juga akan pulang ke rumah tapi bukan dalam waktu yang dekat ini", ujar Hanna.


"Baiklah Ayah akan mengatakan kepada Ibu mu sesuai dengan yang telah kamu minta kepada Ayah", ujar Ayah nya.


"Terima kasih Ayah karena telah mengerti dengan keadaan ku saat ini", ujar Hanna.


"Kamu adalah anak ku jadi Ayah tentu saja mengerti dengan keadaan mu saat ini", ujar Ayah nya.


"Ayah aku akan menyelesaikan urusan ku dulu jadi aku akan mematikan ponsel ku dulu", ujar Hanna.


"Baiklah", ujar Ayah nya.


"Ayah bye bye", ujar Hanna.


"Iya bye bye", ujar Ayah nya lagi.


Kemudian panggilan telpon itu pun segera berakhir dan Ayah Hanna pun segera melihat ke arah Nenek Hanna yang telah menunggu kabar dari nya.


"Jadi bagaimana dengan Hanna saat ini?" Tanya Nenek Hanna kepada Ayah Hanna.


"Dia baik-baik saja jadi Ibu jangan mengkhawatirkan nya", ujar Ayah Hanna.


"Kalau begitu syukurlah semoga Hanna bisa segera bersatu kembali dengan Diego", ujar Nenek Hanna.


"Aku harap juga begitu", ujar Ayah Hanna.


Lalu Bibi Im telah selesai memijat kepala Ibu Hanna dan setelah itu mereka semua hanya berdiam diri di dalam ruang keluarga itu sambil menunggu Ibu Hanna tersadar dari pingsan nya.


***


Kediaman Diego


Saat ini Diego sedang berdiam diri di dalam kamar nya sambil merenung memikirkan Hanna yang telah tega menyakiti hati dan perasaan nya saat ini.


"Tuan", teriak seorang pelayan dari depan pintu kamar nya.


Kemudian Diego pun segera membuka pintu kamar nya dan di depan pintu kamar nya telah ada seorang pelayan, Rey dan juga Clara disana.


"Diego", ujar Rey kepada nya.


"Apa ada dokumen yang belum aku berikan kepada mu?" Tanya Diego.


"Aku kesini bukan untuk itu", ujar Rey.


"Lalu untuk apa?" Tanya Diego.


"Clara ingin mengemas semua pakaian Hanna yang ada di rumah ini", ujar Rey lagi.


Mendengar perkataan Rey yang seperti itu kepada nya Diego pun baru tersadar kalau diri nya telah mengusir Hanna dari rumah ini secara tidak langsung.


"Kalau begitu kalian duduk lah disana", ujar Diego sambil menunjuk sofa yang ada di ruang keluarga nya dengan menggerakkan mata nya.


"Biar pelayan saja yang membereskan semua nya", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Clara.


Kemudian Diego pun menyuruh pelayan untuk membereskan pakaian Hanna lalu setelah itu Diego, Rey dan Clara pun duduk di ruang keluarga.


"Apa kamu tidak menyesal telah melakukan ini kepada Hanna?" Tanya Rey kepada Diego.


"Untuk apa aku menyesal apa lagi dia tidak memikirkan aku dan malah pergi dengan lelaki lain ke hotel", ujar Diego.


"Mungkin saja apa yang di katakan oleh Hanna itu benar dan mungkin saja dia benar-benar di jebak", ujar Rey.


"Alasan", ujar Diego.


"Tidak kah kamu lihat pesan yang saling mereka kirimkan itu satu sama lain nya dan disana sudah terlihat dengan sangat jelas kalau dia telah bermain di belakang ku", ujar Diego.


"Aku sudah tidak mau lagi berhubungan dengan nya dan ke depan nya jangan pernah lagi membahas nya di depan ku", ujar Diego lagi.


Mendengar perkataan Diego yang seperti itu tentu saja Rey dan Clara tidak berani untuk berbicara lebih lanjut lagi mengenai Hanna dan mereka hanya diam saja sambil memperhatikan Diego yang terlihat sangat marah dan juga frustasi.


"Oh iya bagaimana dengan pembayaran ke Alexander apa kamu sudah mengurus semua nya?" Tanya Diego kepada Rey.


"Aku sudah mengurus semua nya dan telah sesuai dengan apa yang kamu perintahkan kepada ku", ujar Rey.


"Bagus lah kalau begitu", ujar Diego.


Pada malam di saat kejadian Hanna di tangkap basah itu Diego dan Rey sebenarnya sedang melakukan misi nya dengan Alexander.


Jadi karena itu lah mereka pulang pada larut malam dan itu pun mereka langsung pergi ke rumah sakit.


Padahal mereka berencana tidak akan pulang ke rumah sebelum pagi hari karena mereka berniat akan merayakan keberhasilan mereka setelah melakukan aksi yang berbahaya itu.

__ADS_1


Namun semua rencana itu belum sempat Diego lakukan karena pada saat malam itu Diego telah mendapatkan kabar buruk mengenai Hanna istri nya itu.


"Saat ini aku merasa hidup ku telah di permainkan oleh nya dan aku ingin beristirahat dulu untuk saat ini", ujar Diego.


"Jadi aku akan cuti dulu untuk beberapa hari ini dan kamu segera ambil alih semua pekerjaan ku menjelang aku masuk kembali ke kantor", ujar Diego lagi kepada Rey.


"Baiklah aku akan menghandle semua pekerjaan mu dan aku akan mengirimkan laporan kepada mu setiap aku akan pulang ke rumah", ujar Rey.


"Ok", ujar Diego.


Lalu dua orang pelayan pun telah keluar dari dalam kamar Diego dengan membawa sebuah koper milik Hanna dan kemudian pelayan itu pun segera menghampiri Diego dan meletakkan koper itu di depan semua orang yang ada di ruangan keluarga itu.


"Ini tuan kami telah selesai mengemas semua pakaian nyonya", ujar seorang pelayan kepada Diego.


Kemudian Diego pun memberikan isyarat kepada ke dua orang pelayan itu untuk segera pergi dari hadapan nya dan setelah itu pun ke dua pelayan itu langsung pergi menuju ke bawah untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai mereka kerjakan.


"Baiklah kami akan segera pulang dulu karena istri mu telah menunggu kami di rumah dan pada malam ini juga Hanna akan pergi meninggalkan kota ini", ujar Rey kepada Diego.


Mendengar perkataan Rey yang seperti itu kepada nya Diego pun merasa hati nya sangat sakit saat ini.


Padahal dia sendiri lah yang telah menyuruh Hanna untuk tidak pernah lagi muncul di hadapan nya dan itu pun untuk selama-lama nya.


"Saat ini aku tidak memiliki seorang istri seperti diri nya", ujar Diego.


"Jadi jangan pernah katakan kalau dia adalah istri ku lagi", ujar Diego lagi.


"Ok kalau begitu kami pergi dulu", ujar Rey.


Diego hanya menganggukkan kepala nya kepada Rey dan setelah itu pun Rey dan Clara langsung pergi meninggalkan Diego dengan membawa koper milik Hanna yang berada di dekat mereka itu.


Setelah Rey dan Clara pergi dari hadapan nya Diego pun merasakan sakit yang amat mendalam dan Diego juga tidak berniat untuk mencegah kepergian Hanna pada saat malam ini.


Lalu setelah cukup lama merenung di ruangan keluarga itu akhirnya Diego pun memutuskan untuk segera pergi ke rumah besar keluarga nya.


***


Rumah Clara.


Saat ini Clara dan Rey sedang melepas kepergian Hanna di depan rumah mereka. Hanna dan Clara berpelukan dulu sebelum akhirnya Hanna pergi meninggalkan Clara untuk selama-lama nya.


"Jangan lupa untuk datang lagi ke rumah ku", ujar Clara mengingatkan Hanna.


"Ok tenang saja", ujar Hanna.


Padahal Hanna berniat untuk tidak akan pernah datang lagi ke kota ini dan juga tidak akan pernah pulang ke desa lagi untuk selama-lama nya.


"Hati-hati di jalan dan semoga perjalanan mu lancar sampai ke desa", ujar Rey kepada Hanna.


"Iya sampai jumpa", ujar Hanna saat memasuki mobil yang telah menjemput nya.


"Bye bye Hanna", teriak Clara.


"Bye", teriak Hanna dari dalam mobil yang di tumpangi nya.


Kemudian mobil itu pun segera pergi meninggalkan rumah Clara dan setelah mobil itu pergi menjauh dari rumah nya Clara dan Rey pun segera masuk ke dalam rumah untuk segera pergi beristirahat karena saat ini sudah masuk waktu nya untuk beristirahat.


"Selamat tinggal Clara", ujar Hanna di dalam hati nya.


Kemudian Hanna pun berusaha untuk segera tidur di dalam mobil yang di tumpangi nya itu karena Hanna tidak mau besok dia sangat kelelahan pada saat mencari tempat tinggal di desa terpencil yang sedang di tuju nya saat ini.


Semua orang mengira kalau Hanna telah pulang ke desa orang tua nya padahal Hanna sedang pergi ke desa terpencil yang keberadaan nya sangat jauh dari pusat kota.


Bahkan desa yang sedang di tuju oleh Hanna itu pun sangat jarang di datangi oleh orang-orang.


Karena desa itu sangat terpencil dan bahkan desa itu masih butuh perhatian yang sangat khusus lagi dari pemerintahan setempat untuk bisa maju seperti desa yang lain nya.


Setelah cukup lama berada di dalam perjalanan akhirnya Hanna pun tertidur dengan sendiri nya.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


Saat ini Diego sedang duduk dengan Krystal dan Ayah nya di ruangan keluarga rumah besar itu.


"Jadi bagaimana dengan acara makan malam kita dengan anak rekan kerja Ayah itu?" Tanya Ayah nya kepada Diego.


"Seperti nya dia hanya sempat datang pada minggu depan karena saat ini dia cukup sibuk mengurus pekerjaan nya apa lagi sebentar lagi dia akan pindah ke Korea Selatan", ujar Diego kepada Ayah nya.


"Lalu bagaimana dengan istri mu saat ini?" Tanya Ayah nya lagi.


"Dia telah pulang ke desa nya", ujar Diego.


"Ayah sungguh tidak percaya dengan semua yang telah di katakan oleh Krystal kepada Ayah pada saat itu tetapi bukti nya juga telah ada tapi entah kenapa Ayah tetap juga merasa tidak percaya dengan semua itu", ujar Ayah nya.


"Saat ini aku hanya bisa percaya kepada semua bukti yang telah ada itu", ujar Diego.


Kemudian terdengarlah suara telpon rumah besar itu dan Ayah Diego pun langsung mengangkat telpon itu.


"Halo", ujar Ayah Diego.


"Iya Halo apakah ini dengan tuan Joks", ujar Bibi Im.


"Iya ada apa ya?" Tanya Ayah Diego.


"Saya ingin mengabarkan kalau tuan Adam saat ini telah masuk ke rumah sakit dan kondisi beliau saat ini pun sedang kritis", ujar Bibi Im lagi.


"Apa!" Teriak Ayah Diego.


Lalu Diego dan Krystal pun segera melihat ke arah Ayah nya itu dengan ekspresi kaget mereka masing-masing.


Sedangkan Ayah nya sedang diam terpaku sambil tetap memegang gagang telpon itu di tempat nya berdiri saat ini.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2