Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Piknik


__ADS_3

Setelah acara fashion show selesai, Diego mengajak Hanna dan juga Rey berserta Clara untuk makan malam bersama di sebuah restoran.


Makan malam ini adalah bentuk ucapan terima kasih kepada istri nya dan juga Clara karena telah bersedia membantu nya.


"Makanan ini enak sekali", ucap Clara.


"Benarkah, kalau begitu lain kali aku akan membawa mu ke sini lagi", ucap Rey kepada Clara.


"Benarkah! Jangan lupa ya! Kalau kamu lupa aku akan menagih janji mu", ucap Clara.


"Ok", ujar Rey.


"Besok kami akan pergi piknik", ucap Hanna.


"Iya, kalau kalian mau ikut, persiapkan barang kalian malam ini, besok pagi kita akan langsung berangkat", ucap Diego.


"Baiklah, aku akan ikut", ucap Clara dengan semangat.


Namun, Rey hanya diam saja sambil memperhatikan Clara dengan melirik nya sesekali.


"Aku senang sekali kalau kamu juga ikut, jadi kita bisa bersenang-senang di sana", ucap Hanna pada Clara.


"Kamu kenapa diam saja, apa kamu tidak akan ikut?" Tanya Diego pada Rey.


"Sudah terlihat dengan jelas bukan", ucap Rey kepada Diego sambil tersenyum dan memberikan kode dengan mata nya.


Lalu mereka melanjutkan makan bersama sambil membahas kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan saat piknik nanti.


Setelah sampai di rumah, Hanna menyuruh pelayan untuk menyiapkan segala keperluan nya dengan Diego.


Sedangkan Clara sedang sibuk di dalam kamar tamu untuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dibawa nya ke acara piknik.


"Kata nya kita akan bermalam di sana sekitar dua malam", ucap Clara.


"Jadi aku akan membawa baju tidur dua pasang saja, dan dua baju lain nya untuk siang hari", ucap nya lagi.


"Mantel, pakaian dalam, dan juga beberapa keperluan lain nya sudah siap", ujar nya lagi.


Lalu tiba-tiba ada suara ketukan pintu, dan Clara segera membuka pintu kamar nya.


"Hanna", ucap Clara.


"Bolehkah aku masuk ke dalam", ucap Hanna.


"Silahkan", jawab Clara.


Lalu mereka duduk di kursi yang ada di dalam kamar, dan di atas meja terlihat beberapa barang yang telah di persiapkan oleh Clara.


"Apa suami mu sudah tidur?" Tanya Clara.


"Belum, dia sedang berada di ruang kerja nya", jawab Hanna.


"Clara", ucap Hanna.


"Iya, ada apa?" Tanya nya.


"Tidak kah kamu berfikir kalau ini adalah kesempatan bagus untuk diri mu", ujar Hanna lagi.


"Maksud mu apa aku tidak mengerti, kesempatan apa?" Tanya Clara.


"Kesempatan mu untuk mendekati Rey", jelas Hanna.


"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Clara lagi.


Kemudian Hanna membisikkan sesuatu ke telinga Clara, dan setelah nya mereka tertawa bersama.


Sedangkan di kamar lain tampak Rey sedang menyiapkan beberapa pakaian yang akan dibawa nya besok pagi.


"Ku kira hanya piknik biasa, ternyata juga ada acara menginap disana", ucap Rey.


"Diego benar-benar memberikan celah untuk ku", ucap nya lagi.


Kemudian Rey tersenyum tipis dan segera membaringkan diri nya di atas kasur.


Saat ini Diego telah kembali ke dalam kamar nya dan melihat Hanna tidak ada di dalam kamar.


Lalu Diego segera keluar mencari Hanna dan ia menemukan nya sedang duduk di beranda ruang keluarga.


"Kenapa kamu duduk di sini?" Tanya Diego.


"Aku hanya ingin melihat pemandangan malam hari di sini", jawab Hanna.


Kemudian Hanna berdiri dan melangkah ke depan. Lalu Diego segera berdiri di samping Hanna.


"Aku pikir aku beruntung bisa menikah dengan mu", ucap Hanna.


Lalu Hanna melihat ke Diego dengan senyum manis yang terpancar di wajah nya.


"Tidak!" Ucap Diego.


"Maksud mu kamu tidak suka menikah dengan ku?" Tanya Hanna sambil mengalihkan pandangan nya dari Diego.


"Aku yang beruntung menikah dengan mu", ucap Diego lagi.


Lalu Hanna membalas tatapan mata Diego pada nya dan Diego memeluk Hanna dari belakang.


***


Pagi ini semua perlengkapan piknik sudah di persiapkan, dan mereka berempat akan bermalam di sebuah vila yang telah di sewa oleh Diego.


Di perjalanan menuju ke tempat piknik, Diego dan Rey duduk di depan sedangkan Hanna dan Clara duduk di belakang.


Selama di perjalanan, Rey menyetir mobil sambil bernyanyi. Diego hanya fokus melihat jalan yang sedang mereka lewati, Hanna dan Clara sibuk bercerita mengenai masa lalu mereka tanpa sadar kalau di dalam mobil itu juga ada Diego dan Rey.


"Aku ingat, benar yang aku katakan dulu pada mu kan", ucap Clara.


"Apa?" Tanya Hanna dengan antusias.


"Kalau kamu di jodohkan oleh Ayah mu, aku sudah menebak nya dari dulu sebelum kamu pindah ke kota", ujar Clara.


"Benarkah?" Tanya Hanna dengan wajah yang penuh semangat.


"Tebakan ku hanya sedikit meleset, aku kira ketika di kota kamu sudah di jodohkan dengan seseorang, tapi ternyata semua itu terjadi setelah kamu kembali ke desa", jelas Clara.


"Aku tidak percaya kamu bisa berfikiran sampai ke sana", ucap Hanna sambil tertawa.


"Bahkan aku telah berfikir kalau kamu sudah punya seorang pacar waktu itu", ucap Clara lagi sambil tertawa.


"Benarkah! Kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu?" Tanya Hanna sambil tertawa.


"Aku pernah mendengar kalau kamu pernah di beri bunga oleh seorang pria dan waktu itu bukan kah kamu sendiri yang bercerita kepada ku", ucap Clara sambil tertawa.


"Benarkah?" Tanya Hanna pura-pura tidak tau.


"Bahkan kamu sempat di datangi oleh seorang wanita yang menyukai pria itu dan kemudian kalian bertengkar hanya karena seorang pria", jelas Clara lagi sambil tertawa.


"Itu sudah sangat lama, jangan terlalu di ingat", ucap Hanna.


"Aku juga tidak menyangka pernah mengalami kejadian seperti itu dan itu adalah kejadian memalukan yang pernah ada dalam hidup ku", ucap Hanna lagi.


"Kenapa waktu itu aku meladeni wanita itu padahal aku tidak pernah menyukai pria itu", ucap Hanna lagi.


Mereka tidak sadar kalau saat ini Diego dan Rey sedang memperhatikan mereka lewat kaca spion mobil.

__ADS_1


"Kamu jangan membahas ku terus, bukan kah kamu juga digilai oleh Alex, sampai aku merasa cinta nya pada mu itu sangat besar", ucap Hanna lagi dengan tertawa.


"Dia hanya seorang penguntit bagi ku tidak lebih", ucap Clara.


"Apakah kamu ingat sebelum kamu menikah sesekali kita pergi melihat pertandingan basket di desa, sungguh itu adalah sebuah keindahan", ucap Clara.


"Iya aku mengingat nya bahkan aku merasa kalau kita terlalu memperhatikan nya", ucap Hanna.


"Kira-kira dia telah menikah atau belum ya, aku jadi bertanya-tanya setelah kamu mengingatkan nya pada ku", ucap Hanna lagi.


"Belum, dia belum menikah", ucap Clara.


"Bukankah Ayah mu sempat ingin menjodohkan mu dengan nya, si anak kepala desa itu, tapi kenapa kamu menolak nya", tanya Clara penasaran.


"Entah lah, aku juga tidak tau kenapa aku menolak nya", ujar Hanna.


Mendengar percakapan mereka berdua membuat Diego dan Rey semakin memanas.


"Entah lah", ucap Diego secara tiba-tiba sambil meniru ucapan Hanna.


"Opssss, aku baru sadar kalau kalian juga ada disini", ucap Hanna sambil mengernyit.


"Aku juga tidak sadar, bagaimana ini jangan salahkan kami", ucap Clara.


"Kami hanya mengikuti suasana yang sedang terjadi", ucap Clara sambil menjelaskan.


"Apa kamu cemburu?" Tanya Hanna pada Diego.


"Itu semua hanya masa lalu dan aku tidak pernah menyukai siapa pun selain diri mu, percayalah", ucap Hanna.


"Benar! Hanna tidak pernah menyukai siapa pun selain kamu, aku saksi nya", ucap Clara.


"Dulu kami hanya ingin melihat pertandingan basket itu dan kemudian anak kepala desa itu menyukai Hanna dan berusaha untuk mendekati nya", jelas Clara.


Namun, Diego hanya diam dan tidak membalas ucapan mereka.


"Sudahlah jangan seperti ini, kita pergi piknik untuk bersenang-senang bukan untuk berselisih satu sama lain", ucap Rey.


"Aku tidak menyalahkan siapa pun aku percaya kepada mu", ucap Diego dengan ekspresi dingin nya dan hanya melihat ke arah jalan.


"Walaupun dia berkata seperti itu tapi kenapa hati ku jadi tidak tenang ya", ucap Hanna dalam hati.


"Aku merasa bersalah pada nya", batin Hanna lagi.


"Bagaimana ini, apa aku yang telah menyebabkan mereka jadi seperti ini", ucap Clara di dalam hati nya.


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di tempat piknik. Lalu segera keluar dari dalam mobil, dan menyusun semua peralatan.


Saat ini mereka tengah berada di taman yang sedang di penuhi oleh bunga sakura, sebentar lagi musim gugur jadi mereka tidak mau kehilangan kesempatan yang berharga ini yaitu menyaksikan keindahan bunga sakura.


Karpet telah terbentang di atas rerumputan dan telah ada beberapa kotak makanan dan cemilan.


Kemudian Rey membawa minuman botol dan meletakkan nya di atas karpet.


Setelah semua nya tersusun dengan rapi, Hanna dan Clara berfoto bersama kemudian mengajak Diego dan Rey ikut berfoto dengan nya.


"Aku tidak menyangka kita akan pergi liburan berempat", ucap Hanna.


"Apa lagi aku", celetuk Clara.


"Ini minuman untuk mu", ucap Hanna kepada Diego.


"Maafkan aku, seharusnya aku tidak berkata seperti itu di dalam mobil", ucap Hanna lagi.


Kemudian, Diego mengambil minuman itu dari tangan nya.


"Aku mengerti dan aku tidak marah pada mu", ucap Diego.


"Untuk apa aku marah, apa ada lelaki yang bisa menandingi ku, aku rasa tidak ada", ujar Diego lagi.


Sedangkan Clara dan Rey hanya saling melirik satu sama lain dan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.


Ya, itu semua karena status mereka yang tidak sedang berpacaran.


Jadi nya membuat mereka hanya diam walaupun sebenarnya ada banyak pertanyaan dan penjelasan yang di butuhkan.


Mereka menghabiskan waktu di taman sampai sore hari, kemudian mereka segera menuju ke vila yang telah di sewa oleh Diego.


Setelah sampai di vila, Hanna dan Clara kagum dengan pemandangan yang ada di sana. Vila itu sangat bagus dan mempunyai pekarangan yang luas, bahkan juga terdapat kolam ikan di sana.


Mereka juga bisa berenang dan menangkap ikan di vila itu. Selain itu mereka juga bisa menangkap bebek dan memasukkan nya ke dalam kandang.


Namun, hanya Hanna dan Clara yang terlihat berminat dengan semua itu.


Setelah penjaga vila menjelaskan semua nya kepada mereka dan mereka langsung membagi kamar pada saat itu juga.


"Aku mau di kamar ini", ucap Hanna.


"Baiklah, kita akan tidur di sini", ucap Diego.


"Kamu mau dimana?" Tanya Rey kepada Clara.


"Aku di sebelah kamar mereka saja", jawab Clara.


"Ok! Aku akan di seberang kamar mu", ucap Rey.


Lalu penjaga vila memberikan kunci kamar kepada mereka.


"Apa kalian tidak mau tidur di kamar paling ujung?" Tanya penjaga vila.


"Di bagian sana memang agak terpencil di bandingkan disini, tapi view nya bagus dan ada kolam renang di samping nya, itu bisa di lihat dari jendela", jelas penjaga vila.


"Aku disini saja, apa kalian mau ke sana?" Tanya Hanna kepada Clara dan juga Rey.


"Tidak! Aku di sini saja", jawab Clara.


"Seperti nya kami di sini saja pak, kami hanya ingin berdekatan saja", jelas Rey kepada penjaga vila.


"Baiklah, saya akan pergi dulu, kalau butuh bantuan silahkan temui saya di dekat pintu masuk vila, disana ada sebuah bangunan kecil", ucap penjaga Vila itu lagi.


"Baik pak", ucap Rey.


Lalu mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.


"Aku mau mandi dulu, apa kamu mau ikut dengan ku?" Tanya Diego pada Hanna.


"Tidak! Mandi saja duluan aku mau berbaring sebentar", jawab Hanna.


"Baiklah", ucap Diego.


Lalu Diego segera mandi dan Hanna berbaring di atas tempat tidur sambil bermain game di ponsel nya.


Di kamar lain, terlihat Clara telah selesai mandi dan sedang berdandan. Setelah berdandan Clara keluar dari dalam kamar nya dan menuju ke ruang tengah.


Saat Clara telah duduk sekitar lima menit di ruang tengah, datanglah Rey dengan membawa sekaleng minuman soda di tangan nya, lalu Rey segera bergabung dengan Clara.


"Mana yang lain?" Tanya Rey kepada Clara sambil menghidupkan TV yang ada di depan nya.


"Mereka masih di dalam kamar", jawab Clara.


Kemudian Diego keluar dari dalam kamar nya dan ikut bergabung dengan mereka.


"Dimana Hanna?" Tanya Clara kepada Diego.

__ADS_1


"Dia sedang mandi dan menyuruh ku untuk keluar duluan", jawab Diego.


"Jadi kita akan berpesta malam ini?" Tanya Rey.


"Malam ini kita hanya menonton TV bersama, bukankah Hanna dan Clara yang telah memilih film nya", jelas Diego.


"Iya, kita tunggu Hanna selesai mandi dulu baru setelah nya kita nonton bersama", ucap Clara.


"Jadi setelah ini apalagi?" Tanya Rey.


"Apa kamu tidak membaca jadwal yang telah mereka buat?" Tanya Diego.


"Waktu itu Clara dan Hanna duduk di belakang dan aku sedang menyetir, jadi aku tidak fokus dengan semua itu", ujar Rey.


"Aaaaaaaa", teriak Hanna dari dalam kamar nya.


"Astaga", ucap Clara setelah mendengar suara teriakan Hanna.


Kemudian mereka bertiga segera bergegas menuju ke kamar Hanna. Rey dan Clara menunggu di depan pintu sedangkan Diego pergi memeriksa ke dalam kamar.


"Ada apa?" Tanya Diego kepada Hanna.


"Ada orang yang berusaha untuk mengintip ku dari jendela sana", jawab Hanna.


Lalu Diego segera mengecek ke arah jendela dan menemukan ada bekas jejak kaki di atas tanah.


Tidak hanya itu, di luar jendela juga ada sebuah pistol. Kemungkinan itu terjatuh karena berlari dan orang itu segera bersembunyi ketika mendengar suara teriakan dari Hanna.


Kemudian Diego menyuruh Hanna untuk segera berkumpul di ruang tengah dan dengan cepat Diego pergi keluar untuk mengecek apakah orang itu masih ada di sekitar sini.


Melihat Diego yang keluar dari dalam kamar dengan tergesa-gesa, membuat Rey juga ikut merasakan ada yang aneh. Saat ini Rey sedang berada di belakang Diego dan berusaha untuk mengejar nya.


Setelah sampai di luar, Diego tidak menemukan siapa pun di sana dan Rey juga telah mengecek dan tidak menemukan sesuatu juga di luar sana.


"Ayo kita masuk, seperti nya dia sudah kabur dan menjauh dari sini", ucap Diego.


"Apa kita harus memanggil penjaga vila?" Tanya Rey.


"Tidak usah, seperti nya ini adalah mata-mata dari musuh", ucap Diego.


"Ok", ucap Rey.


Setelah masuk ke dalam vila, Diego dan Rey telah melihat Hanna dan Clara duduk di ruang tengah.


"Bagaimana, apa kalian telah menemukan orang itu?" Tanya Hanna.


"Tidak! Dia sudah berhasil kabur dan menjauh dari sini", jawab Diego.


"Tidak mungkin aku akan mengejar nya di saat keadaan seperti ini, apalagi kalian hanya berdua saja di sini", ucap Diego.


"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, anggap saja dia seorang penguntit", ucap Rey.


"Tapi penguntit juga sangat menakutkan", ucap Clara.


"Tidak apa-apa, di sini ada aku dan juga Diego", ucap Rey.


"Jadi tenang saja dan jangan takut", ucap Rey lagi.


"Ayo kita menonton saja, aku akan memutar film nya, kita perlu bersenang-senang untuk saat ini", ucap Hanna.


Lalu film telah di putar dan mereka semua menonton TV sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.


"Aku akan pergi mengambil beberapa minuman ke dalam kulkas", ucap Rey sambil berjalan menuju ke kulkas.


Setelah sampai di dapur dan mengambil minuman di dalam kulkas, Rey melihat ada sebuah catatan di atas meja dapur.


Catatan itu di tulis dengan kertas berwarna kuning dan terlihat seperti sebuah memo atau pesan singkat.


"Apa ini?" Tanya nya.


Lalu Rey segera mengambil catatan kecil itu dan membaca nya.


Setelah mengetahui isi dari catatan itu, Rey langsung menuju ke tempat Diego berada sambil membawa beberapa minuman kaleng yang dingin.


Melihat Rey yang telah datang dari dapur, Clara dan Hanna segera mengambil minuman yang ada di tangan Rey dan kemudian meletakkan nya di atas meja.


Di saat yang bersamaan, Rey memberi tau Diego apa yang telah ia temukan di dapur.


"Apa! Catatan", ucap Diego.


Lalu Hanna dan Clara merasa ketakutan mendengar perkataan Rey dan Diego.


"Ini bacalah", ucap Rey sambil memberikan catatan itu kepada Diego.


"Aku akan membalas perbuatan mu kepada ku, tunggu saja", tulis seseorang di catatan kecil itu.


Setelah membaca nya, Diego terlihat geram dan meremas catatan itu dengan sebelah tangan nya.


"Ada apa?" Tanya Hanna.


"Tidak ada apa-apa", jawab Diego.


"Jangan berbohong pada ku", ujar Hanna.


"Kamu terlihat marah setelah membaca nya", ucap Hanna lagi.


"Ini hanya masalah kerjaan, tenang saja aku bisa mengatasi nya", ucap Diego.


"Iya jangan khawatir, serahkan saja semua nya kepada kami", ucap Rey.


Lalu mereka kembali untuk menonton TV dan terlihat sangat menikmati film yang mereka tonton.


Berbeda dengan Clara, ia terlihat seperti ketakutan dan memendam sesuatu.


Setelah film yang mereka tonton telah tamat, mereka sedikit berbincang mengenai ending film tersebut dan setelah nya kembali ke dalam kamar masing-masing.


Setelah sampai di dalam kamar, Diego dan Hanna berniat untuk segera beristirahat karena hari ini cukup melelahkan bagi mereka.


Saat ini Clara telah bersiap-siap untuk segera tidur, dan sebelum nya Clara telah menelfon orang tua nya untuk memberi kabar.


Setelah menaiki tempat tidur, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang menuju ke arah kamar nya.


Mendengar itu langsung saja membuat Clara ketakutan dan segera menghubungi Hanna lewat ponsel nya.


Namun, Hanna tak kunjung mengangkat panggilan dari nya. Kemudian Clara berniat untuk segera menghubungi Rey dan sayang nya ponsel Rey ketinggalan di atas sofa ruang tengah.


"Kenapa mereka tidak mengangkat telfon ku?" Tanya Clara sambil ketakutan.


"Apa mereka semua telah tidur?" Tanya nya lagi.


"Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus bersembunyi dari sini", ucap Clara.


"Tidak bisa, aku tidak boleh seperti ini, kalau aku begini terus aku bisa kencing di dalam celana", celoteh nya dengan nada ketakutan.


Kemudian tiba-tiba terdengar ada seseorang yang sedang berusaha untuk membuka pintu kamar nya dari luar.


Suara gang pintu yang sedang di tarik terdengar dengan jelas di telinga nya dan itu membuat Clara bergetar melihat nya dan tidak bisa berkutik dari posisi nya saat ini.


Apa yang akan terjadi kepada Clara? dan Bagaimanakah liburan mereka kali ini?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2