Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Incaran


__ADS_3

"Kenapa Branden terlihat sedang memperhatikan Krystal?" Tanya Hanna di dalam hati nya.


"Apa aku salah lihat?" Tanya Hanna lagi di dalam hati nya.


"Tapi tidak mungkin aku salah sangka kepada nya", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


Kemudian Ayah Diego menyuruh seorang pelayan untuk mengambilkan makanan dan memberikan makanan itu kepada Branden.


Namun sebelum pelayan itu mengambilkan makanan untuk nya Branden telah lebih dulu menolak untuk makan bersama dengan mereka karena dia telah makan sebelum datang ke rumah ini.


"Jadi apa ada yang ingin kamu sampaikan kepada ku?" Tanya Ayah Diego kepada Branden.


"Begini paman aku akan bergabung lagi dengan perusahaan paman karena saat ini kondisi ku sudah mulai membaik", ujar Branden.


"Ok kamu bisa bergabung lagi dengan kami", ujar Ayah Diego.


"Terima kasih paman", ujar Branden.


"Besok aku akan meeting dan jika hasil dari meeting tersebut sesuai dengan hasil yang aku harapkan maka kamu akan aku jadikan sebagai model dalam peluncuran produk baru tersebut", ujar Ayah Diego.


"Ok paman aku akan menerima nya dengan senang hati", ujar Branden.


Setelah mereka selesai makan malam akhirnya Branden juga segera pamit kepada Ayah Diego dan Branden sudah pulang ke rumah nya.


Melihat kepergian Branden membuat perasaan Hanna jadi tidak enak di buat nya. Padahal Hanna tidak tau niat buruk Branden kepada Krystal dan Hanna juga tidak tau kalau Branden adalah orang yang bekerja sama dengan Sera untuk menghancurkan Diego.


Saat ini Hanna, Diego dan Krystal sedang duduk di depan TV yang ada di ruang keluarga. Sedangkan Ayah Diego sedang berada di dalam kamar nya.


"Kakak siapa pria yang berbicara dengan Ayah barusan?" Tanya Krystal kepada Diego.


"Kenapa?" Tanya Diego.


"Lebih baik kamu tidak tau mengenai diri nya", ujar Diego.


"Apakah dia masih single?" Tanya Krystal lagi.


"Mau dia single atau bukan yang penting dia bukan lah orang yang sesuai dengan selera ku", ujar Diego.


"Astaga kakak norak sekali", ujar Krystal.


"Lebih baik aku bersikap seperti ini dari pada kamu menyesal seumur hidup", ujar Diego.


"Kakak mu benar aku rasa Branden bukan lah pria yang cocok untuk mu", ujar Hanna kepada Krystal.


"Baiklah aku mengerti tapi kenapa kalian tidak menyukai nya?" Tanya Krystal.


"Aku lihat Ayah suka bekerja dengan nya", ujar Krystal lagi.


"Lalu apa kurang nya dia di mata kakak?" Tanya Krystal lagi.


"Aku tidak perlu menjelaskan nya pada mu dan yang terpenting adalah kamu harus mendengarkan setiap perkataan ku pada mu", ujar Diego.


"Ok aku tidak akan bertanya lagi", ujar Krystal.


Kemudian mereka kembali lagi menonton acara yang sedang di tampilkan di TV yang ada di depan mereka saat ini.


***


Markas Octopus


Saat ini Diego, Rey dan Clara sedang duduk di ruangan Diego dan mereka kembali lagi membicarakan mengenai Branden.


"Kenapa kamu tidak membawa Hanna bersama mu?" Tanya Clara kepada Diego.


"Hanna sedang bersama dengan Krystal karena saat ini Krystal membutuhkan Hanna untuk menemani nya di rumah", ujar Diego.


"Krystal memang harus di awasi untuk sementara ini kalau tidak dia bisa memuat pikiran mu jadi kacau kembali", ujar Rey.


"Dia bertanya kepada ku mengenai Branden dan aku rasa dia mulai tertarik dengan Branden", ujar Diego.


"Ini tidak bisa dibiarkan", ujar Clara.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan untuk mencegah supaya Branden tidak mengincar adik mu", ujar Rey.


"Tidak ada aku hanya bisa membiarkan nya untuk saat ini", ujar Diego.


"Pagi ini aku ikut meeting dengan kolega Ayah ku dan kerja sama yang terjadi antara perusahaan dengan mereka sangat lah menguntungkan perusahaan", ujar Diego.


"Apalagi mereka juga tertarik kepada Branden untuk menjadikan nya sebagai model dari produk yang akan diluncurkan di Jepang", ujar Diego lagi.


"Seperti nya Ayah ku tak henti-henti nya menjadikan Branden sebagai model perusahaan", ujar Diego lagi.


"Karena itu lah aku tidak akan mengganggu nya untuk saat ini", ujar Diego lagi.


"Lalu bagaimana dengan rumah mewah itu?" Tanya Rey.


"Apa kamu masih akan melanjutkan untuk mengawasi rumah mewah itu?" Tanya Rey lagi.


"Untuk saat ini aku hanya ingin meminta mu untuk menyelidiki Branden, apakah dia masih sering datang ke rumah mewah itu atau kah malah dia sudah menjauh dari rumah mewah itu semenjak kita mengepung rumah mewah itu", ujar Diego.


"Baiklah aku akan menyelidiki nya hari ini", ujar Rey.


"Aku akan ikut dengan mu", ujar Clara.


"Kamu disini saja atau pulang saja ke rumah karena ini bisa berbahaya bagi mu", ujar Rey.


"Lalu kapan kamu menjadwalkan pertemuan ku dengan Pak Oskar?" Tanya Diego.


"Besok", ujar Rey.

__ADS_1


"Pak Oskar akan menunggu kita di restoran Cina yang biasa kita datangi itu", ujar Rey lagi.


"Baiklah", ujar Diego.


Kemudian Rey segera pergi dari ruangan Diego bersama dengan Clara dan Rey berniat untuk mengantarkan Clara pulang terlebih dahulu sebelum dia pergi ke rumah mewah itu untuk mencari informasi mengenai Branden.


Setalah Rey menurunkan Clara di depan rumah nya, Clara tidak langsung masuk ke dalam rumah nya dan Clara malah memilih untuk melepas kepergian Rey dari depan pagar rumah nya.


Saat Rey akan melajukan mobil nya tiba-tiba saja ada panggilan masuk dari Diego dan langsung saja Rey mengangkat panggilan itu.


"Iya ada apa?" Tanya Rey kepada Diego.


"Sewaktu pulang nanti kamu pergi lah ke rumah ku dan bawakan dokumen yang aku butuhkan ke rumah besar malam ini juga", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Rey.


Kemudian panggilan itu segera berakhir dan Rey langsung melihat ke tempat Clara berdiri beberapa waktu yang lalu, namun Rey sudah tidak menemukan Clara ada disana lagi.


"Apakah dia sudah masuk ke dalam rumah?" Tanya Rey.


"Seperti nya dia marah kepada ku karena aku tidak memperbolehkan nya untuk ikut dengan ku", ujar Rey.


"Sudahlah biarkan saja dia untuk saat ini", ujar Rey.


Kemudian Rey segera melajukan mobil nya untuk menuju ke rumah mewah yang ada di dekat perbatasan kota itu.


Tanpa Rey sadari saat ini Clara sedang berada di dalam mobil nya dan Clara sedang tiduran di dalam bagasi mobil nya.


Sewaktu Rey lengah ketika berbicara dengan Diego di telpon barusan Clara langsung masuk ke dalam bagasi mobil Rey tanpa diri nya ketahuan oleh Rey.


Tentu saja tindakan nya itu membuat diri nya senang karena saat ini dia bisa pergi mengikuti Rey untuk menuju ke rumah mewah yang ada di dekat perbatasan kota itu.


"Aku harus membantu Rey dan melakukan apa pun yang aku bisa", ujar Clara di dalam hati nya.


"Astaga ternyata masuk ke dalam bagasi mobil membuat badan ku terasa tidak nyaman", ujar Clara.


"Apa boleh buat sekarang aku harus diam dulu untuk sementara waktu sampai aku turun dari dalam mobil ini", ujar Clara lagi.


Kemudian Rey semakin melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi dan tentu saja itu tambah membuat Clara tidak nyaman berada di dalam bagasi mobil milik nya.


"Astaga kenapa dia menyetir seperti ini?" Tanya Clara.


"Lama-lama aku bisa muntah di buat nya", ujar Clara lagi.


Namun saat ini Clara hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa-apa sampai diri nya turun dari mobil ini.


***


Kediaman Sera


Saat ini Sera dan Kakek nya sedang makan bersama di ruang makan rumah nya. Kemudian Branden datang dan menghampiri mereka.


"Bagaimana apa kamu akan berangkat sekarang?" Tanya Kakek Sera pada Branden.


"Kali ini dia meminta lebih banyak lagi barang itu kepada ku", ujar Branden.


"Tenang saja aku masih bisa untuk mengatasi semua itu", ujar Kakek Sera.


Kemudian Branden segera pergi dari kediaman Sera dan menuju ke rumah mewah yang ada di dekat perbatasan kota itu.


Selama di perjalanan menuju ke rumah mewah itu Branden hanya melajukan mobil nya dengan santai tanpa tergesa-gesa sedikit pun.


"Aku harus bisa mendapatkan wanita itu", ujar Branden sambil menyetir mobil nya.


"Besok aku akan mencoba untuk membicarakan nya dengan Ayah Diego", ujar Branden lagi.


Kemudian Branden fokus untuk mengendarai mobil nya dan dia berusaha untuk menyusun rencana selama di perjalanan nya itu.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


"Ayah", panggil Krystal dari luar kamar Ayah nya.


Namun tak terdengar tanda-tanda ada nya orang di dalam kamar Ayah nya itu dan Krystal pun segera menuju ke ruang kerja Ayah nya.


"Ayah", teriak Krystal lagi dari luar ruangan kerja Ayah nya.


Namun hasil nya masih sama tidak ada tanda-tanda bahwa Ayah nya ada di dalam ruangan kerja nya itu.


Tak lama kemudian Krystal pun masuk ke dalam ruangan kerja Ayah nya dan mencoba untuk mencari keberadaan Ayah nya di dalam ruangan kerja itu.


Ketika berdiri di depan meja kerja Ayah nya, Krystal tak sengaja melihat sebuah majalah yang ada di atas meja itu. Lalu Krystal pun mengambil nya dan melihat Branden ada di dalam majalah itu.


"Ternyata pria itu tampan juga", ujar Krystal.


"Kenapa kakak tidak suka kepada nya?" Tanya Krystal.


"Seperti nya aku harus mencoba untuk berbicara kepada pria ini", ujar Krystal lagi.


"Aku penasaran seperti apa diri nya, apakah penilaian kakak ku salah kepada nya atau kakak benar dengan penilaian nya itu", ujar Krystal lagi.


Kemudian Krystal memutuskan untuk pergi ke kantor Ayah nya dan dia juga membawakan makanan untuk Ayah nya.


***


Rumah Mewah Di Dekat Perbatasan Kota


Saat ini Rey telah menghentikan mobil nya di dekat rumah mewah itu dan tak lama kemudian bagasi mobil nya terbuka dan melihat itu langsung saja Rey kaget dan segera berjalan menuju ke belakang mobil nya.

__ADS_1


"Akhirnya sampai juga", ujar Clara.


"Aku merasa lega dengan semua ini", ujar Clara.


"Udara di dalam bagasi mobil membuat ku tak nyaman dan sekarang aku sudah bisa keluar untuk menemui Rey", ujar Clara lagi.


Kemudian Rey datang dan melihat Clara ada di dalam bagasi mobil nya. Clara memang sudah membuka bagasi mobil itu namun dia masih berbaring di dalam bagasi mobil itu untuk beristirahat sejenak.


"Apa yang kamu lakukan di dalam bagasi itu?" Tanya Rey dengan wajah kaget nya.


"Rey", ujar Clara sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya.


"Apa kamu mengikuti ku?" Tanya Rey.


"Sejak kapan kamu berada di dalam sana?" Tanya Rey lagi.


"Ssstt", ujar Clara.


"Biar aku jawab satu persatu", ujar Clara.


"Aku sudah dari tadi berada di dalam sini", ujar Clara.


"Sewaktu kamu sedang berbicara dengan Diego lewat telpon", ujar Clara lagi.


"Astaga ayo cepat keluar", ujar Rey.


Kemudian Rey segera membantu Clara untuk keluar dari dalam mobil nya dan mereka kembali masuk ke dalam mobil dan duduk di dalam mobil sambil memperhatikan lingkungan di sekitar rumah mewah itu.


"Lain kali jangan berbuat seperti ini lagi", ujar Rey.


"Kalau kamu sesak nafas bagaimana?" Tanya Rey.


"Iya aku tidak akan mengulangi nya lagi", ujar Clara.


Kemudian Rey dan Clara sudah satu jam berada di dalam mobil nya untuk melihat siapa saja yang telah keluar dari dalam rumah mewah itu.


"Apa kita harus menunggu selama ini?" Tanya Clara.


"Diam lah kita tidak bisa untuk masuk ke dalam rumah dan mengecek apakah Branden ada di dalam sana", ujar Rey.


"Aku rasa dia tidak ada di dalam rumah itu", ujar Clara.


"Aku punya ide", ujar Clara lagi.


"Ide apa?" Tanya Rey.


"Aku akan menelpon Branden dan berikan pada ku nomor nya sekarang juga", ujar Clara.


"Aku tidak bisa memberikan nomor nya pada mu karena itu terlihat dengan jelas kalau kamu sengaja menelpon nya", ujar Rey.


"Lalu apa salah nya?" Tanya Clara.


"Kita hanya perlu mengecek lokasi nya saja", ujar Clara lagi.


"Kalau kamu menelfon nya Branden jadi curiga kepada mu", ujar Rey.


"Bukankah kamu sudah menolak nya dengan tegas waktu itu", ujar Rey lagi.


Flash Back


Ketika Branden menemui Clara di rumah nya, Clara langsung menyuruh Branden untuk masuk ke dalam rumah nya dan di dalam rumah nya itu juga ada Rey yang sedang sibuk menonton TV.


"Silahkan duduk", ujar Clara kepada Branden.


Kemudian Branden duduk di atas sofa yang ada di dekat Rey dan Rey hanya diam melihat kedatangan Branden ke rumah Clara.


"Apa aku bisa berbicara berdua dengan mu?" Tanya Branden kepada Clara.


"Bicarakan saja disini akan lebih baik aku mengatakan nya secara langsung pada mu kalau Rey dan aku saling menyukai satu sama lain nya", ujar Clara.


"Jadi aku harap kamu mengerti dengan keputusan ku dan aku tidak akan pernah berubah pikiran untuk menolak perjodohan mu dengan ku itu", ujar Clara lagi.


Mendengar perkataan Clara kepada Branden langsung membuat Rey takjub dengan nya dan Rey tidak menyangka kalau Clara akan berkata seperti itu kepada Branden.


"Baiklah seperti nya aku sudah tau dengan isi hati mu saat ini dan aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan saat ini", ujar Branden.


Kemudian Branden segera pamit untuk pergi meninggalkan rumah Clara dan Clara hanya menatap kepergian Branden dengan tatapan kaget nya.


Mengingat kejadian itu langsung saja membuat Clara terdiam di dalam mobil Rey dan berfikir sejenak mengenai tindakan nya itu kepada Branden.


"Aku tidak percaya bisa mengatakan itu kepada nya", ujar Clara kepada Rey.


"Apa kamu baru sadar setelah aku mengingatkan nya pada mu?" Tanya Rey.


"Itulah alasan ku kenapa kamu tidak boleh untuk menelpon nya saat ini", ujar Rey.


Kemudian lewat lah sebuah mobil di samping mobil mereka dan Rey melihat kalau di dalam mobil itu ada Branden yang sedang menyetir di dalam nya.


Melihat itu langsung saja Rey menyuruh Clara untuk bersembunyi dan menundukkan kepala nya agar tidak di lihat oleh Branden.


Saat Branden telah keluar dari dalam mobil nya Branden langsung saja menyuruh seorang pengawal yang sedang berjaga di depan gerbang masuk rumah mewah itu untuk mengecek mobil yang sedang terparkir di dekat rumah mewah itu.


Melihat seorang pengawal sedang berjalan ke arah mereka langsung saja Clara dan Rey khawatir di buat nya.


Apa lagi Clara karena Clara sangat takut kalau mereka ketahuan dan Clara berfikir mereka bisa di siksa di dalam rumah mewah itu jika sampai mereka ketahuan telah memata-matai rumah mewah itu.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2