
Rumah Ibu Jiu
"Ibu", ujar Jiu kepada Ibu nya yang sedang terbaring di atas sofa yang ada di ruang tamu rumah nya itu.
"Kakak apa yang telah terjadi kepada Ibu ku?" Tanya Jiu kepada putri dari Bibi Jandi itu.
Saat ini semua orang telah berkumpul di rumah Ibu Jiu dan Hanna juga sedang berusaha untuk membuat Ibu Jiu segera sadar dari pingsan nya itu.
"Ibu mu sangat panik dan juga sangat kaget Jiu maka nya beliau tiba-tiba saja tidak bisa mengontrol diri beliau pada saat ini", ujar putri dari Bibi Jandi itu lagi.
"David", ujar Hanna yang tiba-tiba mencari keberadaan bayi mungil nya itu.
"Hanna", ujar putri dari Bibi Jandi itu dengan lirih nya.
Lalu Hanna pun segera melihat ke arah putri dari Bibi Jandi itu.
"Dimana bayi ku?" Tanya Hanna kepada putri dari Bibi Jandi itu.
"Ini yang mau aku katakan kepada mu dari tadi Hanna", ujar putri dari Bibi Jandi lagi.
"Apa itu cepat katakan kepada ku?" Tanya Hanna.
"Dimana bayi ku saat ini aku ingin bertemu dengan bayi ku sekarang", ujar Hanna lagi.
"Ibu Jiu pingsan karena dia telah kehilangan bayi mu Hanna", ujar putri dari Bibi Jandi itu lagi.
"Apa!" Ujar semua orang yang ada disana dengan ekspresi kaget mereka masing-masing begitu pun dengan Hanna selaku Ibu dari bayi itu.
"Ini tidak mungkin terjadi kepada ku", ujar Hanna lagi.
Lalu Hanna pun segera terduduk dengan lemas nya di samping sofa yang ada di dekat Ibu Jiu yang sedang pingsan itu.
"David dimana kamu", ujar Hanna sambil menangis karena pada saat ini Hanna sudah tak kuasa menahan air mata nya.
"Saat ini semua warga masih sedang mengejar pencuri bayi mu itu Hanna jadi saat ini kita hanya bisa berharap saja semoga bayi mu itu bisa kembali lagi dengan selamat ke rumah ini", ujar putri dari Bibi Jandi itu lagi.
"Hanna bersabar lah saat ini kita hanya bisa menunggu para warga untuk kembali lagi ke rumah ini sambil membawa bayi mu itu", ujar Bibi Lili kepada Hanna.
"Bagaimana jika bayi ku tidak di temukan Bibi", ujar Hanna lagi dengan tangisan nya yang sudah sangat membasahi pipi nya itu.
"Jangan berkata seperti itu Hanna semoga saja bayi mu itu segera di temukan dan aku juga akan sangat bersedih jika sampai terjadi sesuatu kepada bayi mu itu", ujar Bibi Yuri kepada Hanna.
"Astaga aku tidak sanggup melihat semua ini", ujar Bibi Jandi.
"Berikan tissue ini kepada Hanna", ujar Bibi Doksun kepada Bibi Lili.
Lalu Bibi Lili pun segera mengambil tissue yang ada di tangan Bibi Doksun itu dan kemudian memberikan tissue itu kepada Hanna.
"Hanna maafkan aku karena aku tidak bisa berbuat apa-apa pada saat ini", ujar Bibi Lili kepada Hanna sambil ikut meneteskan air mata nya.
"Lili apa kamu menangis?" Tanya Bibi Jandi kepada Bibi Lili.
"Karena aku melihat mu menangis seperti ini aku juga tidak bisa untuk menahan air mata ku lagi", ujar Bibi Jandi lagi.
"Semua nya tenang lah yang perlu kita lakukan pada saat ini adalah menunggu kedatangan para warga yang sedang pergi mengejar pencuri itu dan jika mereka tidak berhasil membawa bayi Hanna ke rumah ini lagi maka kita akan pergi ke kantor polisi sekarang ini juga", ujar Bibi Doksun.
"Iya aku setuju dengan mu lebih baik kita melaporkan semua ini kepada polisi", ujar Bibi Yuri.
"Para warga sudah kembali", ujar suami dari Bibi Doksun sambil menghampiri semua orang yang ada di rumah Ibu Jiu itu.
"Benarkah!" Ujar Bibi Doksun.
"Kalau begitu ayo kita pergi menemui mereka", ujar Bibi Jandi.
"Ayo", ujar Bibi Lili.
Lalu semua orang yang ada di dalam ruang tamu rumah Ibu Jiu itu pun segera pergi ke depan rumah Ibu Jiu untuk memastikan keberadaan bayi Hanna itu.
Sedangkan Jiu dan putri dari Bibi Jandi itu masih berada di dalam ruang tamu rumah Ibu Jiu itu karena pada saat ini mereka sedang berusaha untuk membuat Ibu Jiu sadar kembali dari pingsan nya.
"Dimana bayi ku?" Tanya Hanna kepada semua warga yang ada di depan rumah Ibu Jiu itu.
"Maafkan kami karena pencuri bayi mu itu telah berhasil kabur dengan menggunakan sebuah helikopter yang sudah menunggu kedatangan nya di atas bukit sana", ujar suami dari Bibi Jandi itu kepada Hanna.
"Apa! Jadi bayi ku saat ini telah di bawa nya dengan menggunakan helikopter", ujar Hanna.
Lalu Hanna pun segera pingsan setelah mengatakan itu kepada semua orang dan Bibi Lili pun segera menahan tubuh Hanna bersama dengan putri nya itu karena pada saat ini Hanna sedang berada di depan mereka.
"Ayo bantu kami", ujar Bibi Lili kepada semua orang yang ada disana.
Lalu para Bibi yang ada disana pun segera mengangkat dan memindahkan Hanna ke sofa yang ada di ruang tamu rumah Ibu Jiu itu.
Jadi pada saat ini Ibu Jiu dan Hanna sama-sama tak sadarkan diri dan sekarang mereka berdua sedang terbaring di atas sofa ruang tamu rumah Ibu Jiu itu dengan posisi yang berseberangan.
"Astaga apa yang akan kita lakukan kepada mereka sekarang", ujar Bibi Yuri kepada semua nya.
"Bibi ayo kita pergi ke kantor polisi", ujar Jiu kepada Bibi Doksun.
"Ok! Ayo kita pergi dengan mobil ku sekarang", ujar Bibi Doksun kepada Jiu.
"Aku akan ikut dengan kalian", ujar Bibi Jandi.
"Baik lah aku, Jiu, suami ku dan Jandi yang akan pergi ke kantor polisi sedangkan semua nya tunggu disini dan temani Hanna dan Ibu Jiu yang masih belum sadarkan diri itu", ujar Bibi Doksun kepada semua orang yang ada disana.
"Ok!" Ujar Bibi Yuri.
__ADS_1
Lalu Bibi Doksun dan orang-orang yang telah beliau sebutkan nama nya itu segera pergi menuju ke mobil Bibi Doksun yang sedang terparkir di pekarangan rumah nya.
Sedangkan yang lain nya masih menunggu Ibu Jiu dan Hanna sadar dari pingsan nya itu dan para warga yang telah ikut mengejar pencuri bayi Hanna itu pun saling bercerita satu sama lain nya di depan rumah Ibu Jiu itu.
Saat ini kabar mengenai bayi Hanna yang telah di curi itu gempar di seluruh penjuru desa terpencil itu.
Karena ini adalah penculikan bayi yang pertama kali terjadi di desa terpencil itu maka nya semua warga yang ada di desa itu sangat kaget dan heboh dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
"Kemaren perampok hitam dan sekarang penculikan bayi", ujar suami dari Bibi Yuri yang ada di pekarangan rumah Ibu Jiu itu.
"Iya saat ini desa kita sudah tidak aman lagi", ujar suami dari Bibi Jandi kepada suami dari Bibi Yuri itu.
"Kita hanya sibuk melakukan penjagaan secara bergantian pada malam hari tapi ternyata di siang hari para pencuri itu masih saja melakukan aksi nya tanpa takut tertangkap oleh warga", ujar suami dari Bibi Lili.
"Iya aku rasa kita perlu memperhatikan semua orang yang masuk ke desa terpencil ini baik itu pada siang atau malam hari agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi ke depan nya", ujar suami dari Bibi Jandi itu lagi.
"Aku setuju dengan mu", ujar suami dari Bibi Yuri.
"Katakan kepada suami Doksun kalau dia harus segera mengumpulkan semua warga untuk melakukan rapat pembentukan piket malam atau pun piket pada siang hari", ujar suami dari Bibi Yuri itu lagi.
"Ok nanti aku akan menyampaikan nya setelah dia pulang dari kantor polisi", ujar suami dari Bibi Jandi.
"Kasihan sekali Hanna", ujar suami dari Bibi Lili.
"Iya setelah dia di usir oleh suami nya sekarang dia juga telah kehilangan bayi nya", ujar suami dari Bibi Jandi lagi.
"Terkadang hidup benar-benar tidak adil", ujar suami dari Bibi Yuri.
"Iya semoga saja desa kita ini aman ke depan nya dan tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi", ujar suami dari Bibi Jandi lagi.
"Iya aku harap juga begitu", ujar suami dari Bibi Lili.
Kemudian mereka semua pun terus melanjutkan percakapan mereka lagi sambil menunggu kedatangan Bibi Doksun, suami Bibi Doksun, Jiu dan putri dari Bibi Jandi itu pulang dari kantor polisi.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Diego aku pulang dulu", ujar Ara kepada nya.
"Ok", ujar Diego.
"Tunggu", ujar Diego lagi kepada Ara.
Lalu Ara pun langsung mengurungkan niat nya untuk segera melajukan mobil nya itu.
"Tumben kamu menahan ku pulang", ujar Ara sambil tersenyum dengan senang nya.
"Katakan kepada ke dua orang tua mu kalau besok aku akan datang ke kediaman mu", ujar Diego lagi.
"Apa! Kamu akan datang ke kediaman ku", ujar Ara dengan ekspresi kaget nya.
"Iya dan jangan sampai lupa untuk mengatakan nya kepada ke dua orang tua mu itu karena pada malam besok akan ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku bicarakan dengan mereka", ujar Diego lagi.
"Wah aku tidak percaya dengan semua ini", ujar Ara.
"Ini semua terasa seperti mimpi", ujar Ara lagi.
"Diego terima kasih karena telah bersedia untuk pergi menemui ke dua orang tua ku", ujar Ara lagi dengan wajah bahagia nya saat ini.
Lalu Diego pun segera pergi meninggalkan Ara di pekarangan rumah besar keluarga nya itu dan setelah itu Diego pun langsung pergi mandi ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nya itu.
Sedangkan Ara langsung pulang menuju ke kediaman nya dengan perasaan dan hati nya yang sedang berbunga-bunga pada saat ini.
"Diego akhirnya kamu jatuh juga ke dalam pelukan ku", ujar Ara dengan senyuman bahagia nya itu.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau semua ini akan terjadi secepat ini kepada diri ku", ujar Ara lagi.
Lalu Ara pun langsung tidak sabar untuk segera sampai di kediaman nya dan setelah itu memberi tau kabar gembira ini kepada ke dua orang tua nya.
***
Kediaman Sera
"Dimana kamu sekarang?" Tanya Sera kepada Branden lewat panggilan telpon.
"Aku sedang di dalam perjalanan menuju ke kediaman mu", ujar Branden.
"Bagaimana dengan hasil nya apa kamu telah berhasil melakukan semua itu", ujar Sera lagi.
"Kamu lihat saja nanti ketika aku telah sampai di kediaman mu itu", ujar Branden lagi.
"Ok", ujar Sera.
Lalu panggilan mereka itu pun segera berakhir dan Sera pun kembali lagi bermain dengan bayi nya itu.
"Sera", panggil Kakek nya.
"Iya Kakek ada apa?" Tanya Sera.
"Apa Branden telah mendapatkan bayi itu?" Tanya Kakek nya.
"Aku tidak tau", ujar Sera.
"Kalau begitu cepat tanyakan kepada nya sekarang juga", ujar Kakek nya lagi.
__ADS_1
"Dia berkata kalau lihat saja nanti hasil nya setelah dia sampai disini", ujar Sera lagi kepada Kakek nya itu.
"Kalau dia tidak berhasil maka Kakek akan memberi nya hukuman untuk kali ini agar dia sadar dengan apa yang telah dia lakukan selama ini", ujar Kakek Sera lagi.
"Kakek jangan berkata seperti itu apa lagi sekarang kita belum tau mengenai hasil nya jadi Kakek bersabar lah sampai Branden telah datang kesini", ujar Sera lagi.
"Tapi tetap saja Kakek harus memberi nya pelajaran kalau ternyata dia gagal lagi kali ini", ujar Kakek Sera dengan tatapan tajam nya.
"Terserah Kakek saja karena aku hanya bisa diam saja ketika semua itu benar-benar terjadi", ujar Sera.
Lalu Sera pun kembali lagi bermain dengan bayi nya itu sedangkan Kakek nya segera pergi ke dalam ruang kerja nya yang berada tak jauh dari tempat Sera berada saat ini.
***
Desa Terpencil
"Hanna", ujar Bibi Yuri pada saat diri nya melihat Hanna telah sadar dari pingsan nya.
Lalu semua orang yang ada disana pun langsung melihat ke arah Hanna dan Bibi Lili pun segera membawakan Hanna segelas air putih.
"Hanna minum lah ini", ujar Bibi Lili sambil memberikan air yang ada di gelas itu kepada Hanna.
Lalu Hanna pun mengambil gelas yang berisi air itu dari tangan Bibi Lili dan setelah itu Hanna pun langsung meminum nya.
"Hanna bagaimana dengan kondisi mu sekarang?" Tanya Bibi Jandi.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Bibi Yuri.
"Apa kamu mau di bawa ke rumah sakit?" Tanya Bibi Lili.
Lalu Hanna pun menggelengkan kepala nya dan hanya bisa menangis pada saat ini tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
Lalu tak lama setelah Hanna sadar dari pingsan nya itu Ibu Jiu pun juga telah sadar dari pingsan nya saat ini dan ketika beliau bangun beliau langsung mencari Hanna untuk meminta maaf.
"Bibi aku sangat sedih saat ini", ujar Hanna sambil mengeluarkan air mata nya.
"Kalau kamu mau hukum Bibi kamu hukum saja sekarang Bibi tidak apa-apa kamu hukum asalkan kamu bisa berhenti menangis saat ini", ujar Ibu Jiu kepada Hanna.
"Aku tidak ingin menghukum Bibi karena aku tau kalau Bibi juga tidak ingin kehilangan bayi ku", ujar Hanna lagi.
Lalu Ibu Jiu pun langsung menangis sejadi-jadi nya setelah mendengar Hanna berkata seperti itu kepada nya.
"Melihat mereka menangis seperti itu tiba-tiba saja aku juga ikut menangis", ujar Bibi Jandi yang sudah mulai mengeluarkan air mata nya.
Sementara Bibi Yuri mata nya sudah mulai berkaca-kaca pada saat ini dan begitu pun dengan putri dari Bibi Lili.
Sedangkan Bibi Lili sudah menangis dengan tersedu-sedu saat ini sambil membuang satu persatu tissue yang telah di pakai nya untuk membersihkan air mata nya itu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang", ujar Hanna di dalam hati nya.
"Apa aku harus pergi menemui Diego untuk meminta bantuan kepada nya", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.
"Saat ini aku harus pergi ke tempat perkemahan itu lagi", ujar Hanna.
"Apa!" Ujar Bibi Yuri yang mendengar perkataan Hanna itu.
"Aku harus pergi untuk meminta bantuan kepada Diego sekarang ini juga", ujar Hanna lagi.
"Apa! Diego", ujar Bibi Yuri dengan ekspresi kaget nya.
"Hanna apa kamu benar-benar ingin pergi ke tempat perkemahan itu lagi", ujar Bibi Lili.
"Ke tempat perkemahan itu memakan waktu paling cepat satu jam dari sini", ujar Bibi Jandi.
"Iya dan saat ini juga tidak ada mobil yang bisa mengantar mu untuk pergi kesana", ujar Bibi Yuri lagi kepada Hanna.
"Tunggu sebentar", ujar putri dari Bibi Lili itu kepada mereka semua.
"Ada apa lagi putri ku", ujar Bibi Lili kepada putri nya itu.
"Bukan kah hanya ada satu perkemahan lagi selain perkemahan kita pada waktu itu", ujar putri Bibi Lili lagi.
"Iya kamu benar", ujar Bibi Jandi kepada putri dari Bibi Lili itu.
"Lalu apa kamu akan pergi ke tempat perkemahan mereka itu?" Tanya putri dari Bibi Lili itu kepada Hanna.
"Iya", ujar Hanna.
"Hanna kamu berkata kepada ku kalau kamu tidak mengenal mereka tapi kenapa sekarang kamu malah mau pergi kesana untuk meminta bantuan kepada mereka", ujar Bibi Yuri.
"Nanti aku akan menjelaskan semua nya kepada Bibi", ujar Hanna.
"Sekarang aku akan pergi ke tempat perkemahan mereka itu bagaimana pun cara nya", ujar Hanna lagi.
"Hanna saat ini mereka semua telah pergi meninggalkan tempat perkemahan itu ketika kita sedang sibuk membereskan semua barang-barang kita di tempat perkemahan itu pagi ini", ujar putri dari Bibi Lili itu lagi kepada Hanna.
"Apa!" Ujar Hanna.
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang", ujar Hanna lagi sambil duduk dengan lemas nya di atas sofa ruang tamu di rumah Ibu Jiu itu.
Lalu Hanna pun mengeluarkan air mata nya lagi pada saat ini dan Bibi Lili pun segera mengelus punggung Hanna agar Hanna merasa lebih baik dari pada sebelum nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...