Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Kabar Bahagia


__ADS_3

Kediaman Keluarga Besar Diego


"Selamat", ujar seorang dokter kepada Leo.


"Selamat", ujar Leo dengan lirih nya.


"Iya selamat karena istri anda sedang mengandung saat ini", ujar dokter itu lagi.


"Apa! Ujar Leo dan Ayah Diego secara bersamaan.


Lalu Leo dan Ayah Diego pun langsung melihat ke arah Krystal dan dokter itu secara bergantian.


"Benarkah dokter", ujar Ayah Diego kepada dokter itu.


"Iya dan saat ini usia kandungan nya sudah memasuki usia tujuh minggu", ujar dokter itu lagi.


"Akhirnya aku bisa menggendong seorang cucu", ujar Ayah Diego dengan senang nya.


"Terima kasih dokter aku sangat bahagia mendengar kabar yang seperti itu", ujar Leo.


"Kalau begitu apa putri ku perlu untuk melakukan pemeriksaan USG dokter", ujar Ayah Diego kepada dokter itu.


"Itu lebih baik jika kita lakukan pada hari esok", ujar dokter itu lagi.


"Baik lah besok aku akan mengantarkan nya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan", ujar Leo.


"Ok! Besok aku akan menunggu kalian di rumah sakit", ujar dokter itu.


"Untuk saat ini aku akan meresepkan obat yang harus di makan pada malam ini agar kondisi tubuh nya tidak separah ini", ujar dokter itu lagi.


"Ok dokter", ujar Leo.


"Kalau begitu aku akan pergi dulu", ujar dokter itu lagi.


"Baik lah", ujar Ayah Diego.


"Terima kasih dokter atas semua nya", ujar Leo.


"Sama-sama", ujar dokter itu.


Lalu dokter itu pun segera pergi meninggalkan ruang tamu kediaman keluarga besar Diego itu dengan di antarkan oleh seorang pelayan dan seorang penjaga yang ada di kediaman itu.


"Akhirnya kamu akan menjadi seorang Ayah juga", ujar Ayah Diego kepada Leo.


"Iya aku benar-benar tidak menyangka nya", ujar Leo dengan wajah terharu nya.


"Aku juga sangat bahagia karena sebentar lagi rumah ini akan di hiasi oleh teriakan dan tangisan anak kecil", ujar Ayah Diego.


"Membayangkan nya saja aku sudah sangat bahagia", ujar Ayah Diego lagi.


"Ayah sudah lah jangan membuat ku jadi ingin menangis", ujar Leo.


"Ok! Aku mengerti maksud mu", ujar Ayah mertua nya itu.


Lalu mereka pun duduk di atas sofa yang ada di dekat Krystal dan saat ini mereka sedang menunggu Krystal sadar dari pingsan nya itu.


***


Kediaman Diego


"Apa!" Teriak Hanna sambil membelalakkan mata nya.


"Iya nyonya saat ini nona muda Krystal sedang hamil", ujar seorang pelayan kepada nya.


"Wah benarkah!" Ujar Hanna dengan wajah bahagia nya itu.


"Iya nyonya tuan besar sendiri yang telah menelpon ke rumah ini nyonya", ujar pelayan itu lagi.


"Wah sebentar lagi anggota keluarga besar Diego akan bertambah", ujar Hanna.


"Kalau begitu aku akan pergi ke rumah besar saat ini juga", ujar Hanna kepada pelayan itu.


"Tolong bereskan semua peralatan ku ini dan jangan sampai ada yang hilang", ujar Hanna lagi kepada pelayan itu sambil melihat ke semua peralatan melukis nya itu.


"Baik nyonya", ujar pelayan itu lagi.


Lalu Hanna pun segera pergi meninggalkan kebun anggur itu dan setelah itu Hanna pun langsung meminta seorang sopir untuk dapat mengantarkan nya ke kediaman keluarga besar Diego.


***


Kediaman Sera


"Rachel", teriak Sera dari ruang keluarga yang ada di kediaman nya itu.


"Iya Mama", teriak Rachel dari dalam kamar nya.


"Sedang apa kamu di belakang pintu kamar mu itu?" Tanya Sera.


"Aku hanya ingin menggambar seekor kucing di pintu ini", ujar Rachel.


"Apa! Kamu sedang menggambar di pintu itu", ujar Sera.


"Iya", ujar Rachel dengan polos nya.


"OMG", ujar Sera lagi.


"Rachel hentikan itu atau Mama akan memarahi mu", ujar Sera lagi.


"Tunggu sebentar Mama gambar kucing nya akan selesai sebentar lagi", ujar Rachel.


"Ayo hentikan sekarang juga atau Mama akan memukul mu disana", ujar Sera lagi.


Namun Rachel tidak menghiraukan perkataan dari Sera itu dan Rachel pun tetap meneruskan menggambar seekor kucing kecil di pintu kamar nya itu.


Melihat itu Sera pun langsung mulai emosi dan ia pun langsung pergi menghampiri Rachel ke pintu kamar anak nya itu.


Setelah sampai di depan Rachel yang sedang fokus menggambar anak kucing itu Sera pun langsung mengangkat Rachel dari pintu kamar itu dan kemudian Sera pun langsung membawa Rachel pergi menuju ke perpustakaan yang ada di kediaman nya itu.


Setelah sampai di dalam perpustakaan Sera pun langsung menyuruh Rachel untuk segera berdiri menghadap ke kolam renang yang ada di luar perpustakaan itu.


Kolam renang itu kelihatan dari dalam perpustakaan karena ruangan perpustakaan yang menghadap ke kolam renang itu hanya di batasi oleh kaca yang berukuran sangat besar.


Jadi bagian dari ruangan perpustakaan yang menghadap ke kolam renang itu bangunan nya terbuat dari kaca sehingga sangat transparan dan hanya di tutupi dengan menggunakan gorden pada saat malam hari.


"Ambil buku ini dan letakkan di atas kepala mu", ujar Sera kepada Rachel.


Lalu Rachel pun segera mengambil buku yang di berikan oleh Sera dan setelah itu Rachel pun langsung meletakkan buku itu di atas kepala nya dengan tetap menggunakan ke dua tangan nya untuk memegang buku itu agar buku itu tidak jatuh dari atas kepala nya.

__ADS_1


"Ayo baca semua aset Kakek Tua", ujar Sera.


"Atau kamu tidak akan Mama biarkan untuk berhenti memegangi buku itu", ujar Sera lagi.


Buku itu sangat berat jika di pegang oleh anak seusia Rachel karena pada saat ini Rachel masih berumur tiga tahun.


Jadi setiap Rachel melakukan kesalahan Sera selalu menyuruh nya untuk menyebutkan seluruh aset Kakek nya itu tanpa terkecuali dan setelah semua itu selesai Sera baru akan melepaskan putri nya dari hukuman itu.


"Baik lah", ujar Rachel.


Lalu Rachel pun segera menyebutkan semua aset Kakek Sera itu dengan perasaan takut nya.


***


Restoran Tiongkok


Saat ini Diego dan Rey sedang bertemu dengan Zhen Shui di salah satu restoran langganan mereka.


"Tumben kamu ingin bertemu dengan ku", ujar Zhen Shui kepada Diego.


"Ada hal yang harus aku bicarakan dengan mu", ujar Diego.


"Apa itu?" Tanya Zhen Shui.


"Mengenai Pak Oskar", ujar Diego lagi.


Lalu Zhen Shui pun langsung tersenyum setelah ia mendengar nama Pak Oskar keluar dari mulut Diego.


"Apa kamu mengetahui sesuatu tentang nya?" Tanya Rey kepada Zhen Shui.


"Aku dengar kamu pernah terlibat masalah dengan nya", ujar Rey lagi.


"Itu sudah sangat lama", ujar Zhen Shui.


"Jadi apa yang telah kamu ketahui tentang Pak Oskar setelah kejadian itu", ujar Rey lagi.


"Menurut ku ini adalah informasi yang cukup sulit untuk di dapatkan", ujar Zhen Shui.


"Apa yang akan aku dapatkan jika aku memberi tau kalian mengenai hal itu", ujar Zhen Shui lagi.


"Aku akan mengajak mu untuk bekerja sama kali ini", ujar Diego.


"Benarkah!" Ujar Zhen Shui dengan senyuman manis nya.


"Bulan depan kami akan mendistribusikan kokaina ke wilayah timur jadi aku rasa kamu bisa menempati posisi itu", ujar Diego lagi.


"Tapi ada dua syarat yang harus kamu lakukan jika kamu ingin bergabung dengan ku", ujar Diego lagi.


"Syarat", ujar Zhen Shui.


"Jadi kamu tidak ingin aku memberi tau mu mengenai informasi rahasia mengenai Pak Oskar itu", ujar Zhen Shui lagi.


"Jika kamu tidak mau melakukan ke dua syarat itu juga tidak masalah maka kerja sama ini tidak akan bisa kita lakukan", ujar Diego.


"Zhen Shui apa kamu mau kehilangan kesempatan yang sangat berharga ini", ujar Rey.


"Kali ini bukan hanya satu ton kokaina tapi dua ton kokaina", ujar Rey lagi.


"Apa dua ton", gumam Zhen Shui.


"Mereka selalu bisa mengendalikan semua orang yang akan bekerja sama dengan mereka", ujar Zhen Shui di dalam hati nya.


"Padahal aku berniat untuk jual mahal sedikit kepada mereka tapi apa yang sedang terjadi sekarang mereka malah membuat ku tidak bisa berkutik sedikit pun", ujar Zhen Shui lagi di dalam hati nya.


"Jadi bagaimana apa kamu mau memenuhi ke dua syarat itu?" Tanya Rey kepada Zhen Shui.


"Apa syarat nya?" Tanya Zhen Shui lagi.


"Syarat yang pertama keuntungan yang akan kamu dapatkan nanti nya yaitu sebesar 25% dari total keseluruhan keuntungan yang akan aku dapatkan nanti nya", ujar Diego.


"Apa! Hanya 25% saja", ujar Zhen Shui.


"Hei 25% itu sudah sangat banyak untuk mu dan jika kamu bekerja sama dengan orang lain maka belum tentu kamu akan bisa mendapatkan keuntungan yang sebanyak itu dari dua ton kokaina", ujar Rey kepada Zhen Shui.


"Benar juga apa yang telah di katakan nya kepada ku", ujar Zhen Shui di dalam hati nya.


"Sebelum nya aku tidak pernah menyelundupkan barang haram itu sebanyak dua ton", ujar Zhen Shui lagi di dalam hati nya.


"Ini adalah kesempatan emas bagi ku", ujar Zhen Shui lagi di dalam hati nya.


"Lalu apa syarat yang ke dua?" Tanya Zhen Shui.


"Selama operasi itu berlangsung maka adik perempuan mu itu harus berada di dalam markas ku", ujar Diego.


"Apa!" Ujar Zhen Shui dengan ekspresi kaget nya.


"Ini demi kepentingan mu dan juga kepentingan kami", ujar Rey kepada Zhen Shui.


"Adik mu akan aman jika bersama dengan kami dan Pak Oskar tidak akan bisa untuk mengancam mu lagi melalui adik mu itu", ujar Rey lagi.


"Dan yang lebih utama nya adalah kami akan menyandra adik perempuan mu itu sampai operasi itu berjalan dengan lancar", ujar Diego.


"Apa! Adik ku sebagai jaminan nya", ujar Zhen Shui.


"Tentu saja karena operasi kali ini adalah operasi yang sangat besar", ujar Rey.


"Ingat lah apa yang akan kamu dapatkan jika kamu berhasil melakukan semua itu", ujar Rey lagi.


"Kalian sungguh sangat gila", ujar Zhen Shui.


"Lalu bagaimana jika aku tidak berhasil melakukan semua itu", ujar Zhen Shui lagi.


"Apa kalian akan mengurung adik ku untuk selama nya atau kalian akan memusnahkan nya dari dunia ini", ujar Zhen Shui lagi.


"Itu adalah urusan belakangan dan yang terpenting adik mu akan aman bersama kami ketika kamu sedang melakukan operasi besar itu", ujar Rey lagi.


"Kalian benar-benar gila", ujar Zhen Shui.


"Aku merasa seperti di tekan dan di ancam oleh kalian", ujar Zhen Shui lagi.


"Tapi uang itu juga sangat banyak dan nanti nya uang itu bisa aku pakai untuk menambah aset ku", ujar Zhen Shui lagi di dalam hati nya.


"Apa lagi adik ku juga berteman dengan istri nya jadi aku rasa adik ku akan aman jika berada di dekat nya", ujar Zhen Shui lagi di dalam hati nya.


"Aku akan menerima nya tapi dengan satu syarat", ujar Zhen Shui.


"Apa itu?" Tanya Rey.

__ADS_1


"Biarkan adik ku itu di temani oleh istri mu", ujar Zhen Shui kepada Diego.


Lalu Rey pun langsung melihat ke arah Diego dan Diego pun menganggukkan kepala nya kepada Rey.


"Ok", ujar Rey kepada Zhen Shui.


"Lalu bagaimana dengan proses pendistribusian itu?" Tanya Zhen Shui lagi.


"Kita akan mendistribusikan nya dalam dua tahap", ujar Rey.


"Dua kali", ujar Zhen Shui.


"Tentu saja jika tidak mau rugi banyak maka kita akan berusaha untuk meminimalisir kerugian itu jika kita sampai tertangkap oleh pihak yang bertugas di perbatasan itu", ujar Rey lagi.


"Ok! Aku akan melaksanakan nya sesuai dengan rencana yang telah kalian buat", ujar Zhen Shui.


Lalu mereka pun saling berjabat tangan untuk menyepakati kerja sama itu.


"Kalau begitu aku akan pergi dulu dan sampai jumpa di pertemuan berikut nya", ujar Diego kepada Zhen Shui.


"Ok", ujar Zhen Shui.


Lalu Diego dan Rey pun segera pergi meninggalkan Zhen Shui di ruangan privat yang ada di restoran Tiongkok itu.


Sementara Zhen Shui terlihat sangat senang dengan perjanjian dan kesepakatan yang telah mereka buat itu.


Lalu Zhen Shui pun segera melahap makanan yang ada di atas meja itu sambil menghubungi anak buah nya.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


Saat ini Diego telah sampai di rumah besar dan Diego pun segera pergi menghampiri Krystal yang sedang berada di ruang makan kediaman keluarga besar nya itu.


"Kakak", ujar Krystal yang melihat kedatangan Diego ke ruang makan rumah besar itu.


Di ruang makan itu ada Krystal, Leo, Ayah Diego dan Hanna yang sedang makan malam bersama disana.


"Duduk lah", ujar Hanna kepada Diego.


Lalu Diego pun langsung duduk di kursi yang ada di samping Hanna.


"Kenapa semua nya terlihat sangat bahagia sekali?" Tanya Diego.


"Tentu saja kami sangat bahagia karena sebentar lagi adik mu akan memberikan seorang cucu kepada ku", ujar Ayah Diego.


"Benarkah!" Ujar Diego sambil melihat ke arah Krystal.


"Iya", ujar Krystal sambil menganggukkan kepala nya.


"Bagus lah jika memang benar seperti itu", ujar Diego lagi.


"Makan lah aku akan mengambilkan mu makanan", ujar Hanna kepada Diego.


Lalu mereka semua pun makan malam bersama sambil membicarakan kehamilan Krystal yang sudah memasuki usia tujuh minggu itu.


Semua orang tampak sangat bahagia dan Hanna juga sangat bahagia melihat semua itu tapi di dalam hati kecil nya itu Hanna juga sedang bersedih karena tiba-tiba saja Hanna mengingat bayi nya yang telah lama menghilang itu.


Setelah semua nya selesai makan malam Hanna dan Diego pun langsung masuk ke dalam kamar mereka sementara Ayah Diego, Leo dan Krystal sedang berkumpul di ruang keluarga yang ada di rumah besar itu.


"Hanna aku akan mandi dulu", ujar Diego kepada Hanna.


"Ok", ujar Hanna.


Lalu Hanna pun langsung pergi ke balkon yang ada di dalam kamar mereka itu dengan raut wajah sedih nya itu.


Melihat Hanna yang tampak sedih di mata nya itu Diego pun memutuskan untuk menunda mandi nya itu dan ia pun langsung pergi menghampiri Hanna ke balkon kamar nya itu.


"Hanna", panggil Diego dari arah belakang nya.


"Oh bukan kan kamu ingin mandi", ujar Hanna.


"Kenapa kamu bersedih?" Tanya Diego.


"Apa kamu teringat dengan David?" Tanya Diego lagi.


Lalu Hanna pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Diego.


Melihat itu Diego pun langsung memeluk Hanna ke dalam dekapan nya.


"Kalau begitu ayo kita pergi berlibur", ujar Diego.


"Berlibur kemana?" Tanya Hanna.


"Kemana pun yang kamu inginkan", ujar Diego lagi.


"Benarkah!" Ujar Hanna dengan wajah berharap nya itu.


"Iya katakan kamu ingin pergi kemana?" Tanya Diego.


"Ke Amerika", jawab Hanna.


"Ok! Lusa kita akan berangkat ke Amerika", ujar Diego.


"Ok", ujar Hanna dengan wajah senang nya.


Lalu Diego pun langsung menggendong Hanna dan mengajak nya untuk mandi bersama dengan nya.


"Ya lepaskan aku", ujar Hanna kepada Diego.


"Tidak akan", ujar Diego.


"Aku telah selesai mandi", ujar Hanna lagi.


"Kalau begitu mandi sekali lagi", ujar Diego dengan senyuman maut nya itu.


"Ya jangan bercanda dengan ku", ujar Hanna lagi.


Namun Diego tetap tidak mempedulikan perkataan Hanna itu dan Diego pun langsung membawa Hanna masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nya itu dan kemudian Diego pun langsung menutup pintu kamar mandi itu dengan menggunakan sebelah kaki nya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2