Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Hukuman


__ADS_3

"Hanna", teriak Diego.


"Nyonya muda", teriak para pelayan.


Hanna langsung terjatuh ke bawah tangga setelah di dorong oleh Krystal dan Diego langsung membantu Hanna untuk berdiri kembali setalah melihat Hanna terjatuh ke belakang.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Diego kepada Krystal.


"Apa kamu sudah gila?" Tanya Diego lagi.


"Aku tidak mau melihat kakak di rumah ini", ujar Krystal.


Kemudian Diego menyuruh pelayan untuk membantu Hanna menuju ke dalam kamar mereka dan setelah itu Diego langsung menarik tangan Krystal dan membawa nya ke dalam kamar nya secara paksa.


"Lepaskan aku", teriak Krystal.


Namun Diego tak menghiraukan perkataan Krystal kepada nya dan tetap menarik tangan Krystal sampai mereka masuk ke dalam kamar Krystal yang ada di lantai dua rumah itu.


Melihat itu para pelayan yang ada di rumah itu menjadi khawatir dengan mereka saat ini.


"Berdiam lah di dalam kamar mu sampai kamu sadar dengan semua perbuatan mu", ujar Diego kepada Krystal.


Kemudian Diego segera menutup pintu kamar Krystal dan mengunci nya dari luar.


"Jangan ada yang berani mengeluarkan nya dari dalam kamar ini sebelum aku mengizinkan nya", ujar Diego kepada para pelayan yang ada di rumah nya.


"Baiklah tuan muda", jawab semua pelayan secara bersamaan.


Kemudian Diego segera kembali ke dalam kamar nya untuk memeriksa keadaan Hanna.


"Hanna apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego.


"Aku baik-baik saja", ujar Hanna.


Sebenarnya kaki Hanna sedikit tergores dan berdarah akibat dorongan Krystal kepada nya. Namun Hanna berusaha untuk menyembunyikan hal itu dari Diego karena ia takut kalau Diego akan bertambah marah kepada Krystal.


"Aku akan mandi dulu", ujar Hanna kepada Diego.


"Baiklah", ujar Diego.


Kemudian Hanna segera masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan luka nya.


Setalah itu Hanna baru mandi di bawah air pancuran shower yang membuat nya sedikit menahan sakit di bagian kaki nya karena luka nya terkena air yang sedang mengguyur tubuh nya.


"Kulit ku sedikit mengelupas karena gesekan yang terjadi di tangga itu", ujar nya.


"Sewaktu kejadian aku tidak merasakan apa-apa dan setelah aku berada di dalam kamar baru aku merasakan perih di luka ini", ujar Hanna lagi.


"Setidaknya aku tidak patah tulang atau apa pun itu akibat terjatuh ke belakang", ujar Hanna lagi.


Saat ini Hanna hanya berceloteh di depan kaca westafel yang ada di dalam kamar mandi dan ia sedang memakaikan pelembab ke wajah nya.


"Apa yang terjadi kepada Krystal setelah dia mendorong ku dari tangga itu?" Tanya Hanna.


"Apa Diego akan memarahi nya lagi?" Tanya Hanna lagi.


"Sudahlah besok aku akan melihat nya dan sekarang aku akan beristirahat terlebih dahulu", ujar Hanna.


Kemudian Hanna segera keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan pakaian handuk nya dan setelah itu ia mengganti pakaian nya dengan baju tidur yang ada di dalam koper nya.


"Dimana Diego?" Tanya Hanna.


Saat ini Hanna baru sadar kalau ternyata Diego sudah tidak ada di dalam kamar mereka.


Kemudian Hanna mengeluarkan semua pakaian yang ada di dalam koper dan menyusun nya di dalam lemari yang ada di dalam kamar itu.


Setalah itu Hanna membaringkan diri nya di atas tempat tidur sambil memainkan ponsel nya.


***


Kediaman Sera


Saat ini Sera, Branden dan Kakek nya sedang duduk di ruang tamu rumah keluarga Sera. Mereka sedang membicarakan mengenai Diego dan bisnis nya.


"Jadi bagaimana sekarang, apa yang akan kita rencanakan berikut nya?" Tanya Sera.


"Rumah itu telah di kepung oleh Diego dan anggota nya", ujar Branden.


"Jadi aku sudah tidak bisa lagi dengan terang-terangan menemui orang-orang yang terlibat di rumah mewah itu", ujar Branden lagi.


"Apa salah nya jika mereka menganggap mu sebagai seorang pelanggan yang setia di rumah mewah itu", ujar Sera.


"Aku rasa mereka tidak akan mencurigai mu selagi semua orang tetap menyembunyikan identitas mu yang sebenarnya", ujar Sera lagi.


"Kakek pikir kali ini Branden benar Sera", ujar Kakek nya.


"Apa! Jadi Kakek setuju dengan Branden", ujar Sera.


"Apa yang dikatakan oleh Branden itu memang benar dan sebaiknya kita perlu waspada terhadap Diego dan anggota nya", ujar Kakek Sera.


"Karena mereka semua itu pintar dan tidak bisa kita bohongi begitu saja tanpa ada nya sebuah rencana yang cukup mendukung kali ini", ujar Kakek Sera lagi.


"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Sera.


"Bagaimana dengan wanita itu?" Tanya Kakek Sera kepada Branden.


"Dia telah menyetujui pernikahan itu", jawab Branden.


"Bagus", ujar Kakek Sera.


"Seperti nya Joks menyuruh ku untuk menemui nya hari Senin depan dan aku rasa dia akan membicarakan perihal ini kepada ku", ujar Branden.


"Katakan saja kalau kamu memang ingin mempercepat pernikahan itu", ujar Kakek Sera.

__ADS_1


"Lebih cepat lebih baik agar aku bisa membalas dendam secara perlahan kepada nya", ujar Kakek Sera lagi.


"Tapi kita harus menemukan pelayan itu sekarang sebelum dia berani mengatakan siapa aku kepada Diego", ujar Branden.


"Bukankah kamu telah menyuruh nya untuk pergi sejauh mungkin dari kota ini?" Tanya Kakek Sera.


"Iya tapi kita harus membungkam nya dengan maksimal agar dia tidak tergoda dengan bujuk rayu nya Diego", ujar Branden lagi.


"Kalau begitu musnahkan saja dia dari pada kita mengambil resiko", ujar Sera.


"Apa! Kamu mengatakan untuk membunuh nya?" Tanya Branden.


"Iya aku sudah tidak sabar dengan semua ini dan aku sangat ingin membalaskan dendam kepada Diego", ujar Sera.


"Aku mengatakan untuk memusnahkan nya agar tidak ada yang bisa menghalangi jalan ku untuk membalas dendam kepada Diego", ujar Sera lagi.


"Sera bersabarlah", ujar Kakek nya.


"Apa kamu tidak tau kalau pelayan itu adalah tangan kanan nya pemilik rumah mewah itu?" Tanya Branden.


"Memang nya kenapa kalau dia adalah tangan kanan pemilik rumah mewah itu?" Tanya Sera.


"Kita tidak bisa menyingkirkan nya dengan segampang itu Sera", ujar Branden.


"Orang yang telah menjadi perantara untuk memasukkan bisnis gelap Kakek mu itu salah satu nya adalah pelayan itu", ujar Branden.


"Jadi pelayan itu sangat diandalkan oleh pemilik rumah mewah itu", ujar Branden lagi.


"Aku rasa pelayan itu tau dengan semua seluk beluk yang ada di dalam rumah mewah itu dan mereka pasti telah membuat kesepakatan atas semua itu", ujar Branden lagi.


"Apa maksud mu kalau kita memusnahkan dia maka akan berdampak kepada bisnis gelap Kakek ku?" Tanya Sera.


"Iya tentu saja", ujar Branden.


"Bersabar lah Sera dan tunggu saja waktu yang tepat untuk itu", ujar Kakek nya.


"Iya aku akan memastikan dulu kepada Joks mengenai pernikahan ini dan kalau pernikahan ini berjalan sesuai dengan rencana maka kita tidak perlu lagi memikirkan masalah yang rumit seperti ini", ujar Branden.


"Baiklah jangan sampai rencana pernikahan ini batal", ujar Sera.


"Aku akan berusaha dengan semampu ku untuk membuat pernikahan ini berjalan sesuai dengan rencana", ujar Branden.


"Baiklah aku tunggu kabar baik dari mu", ujar Kakek Sera.


"Ok", ujar Branden.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


Saat ini Ayah Diego sedang berada di dalam kamar nya dan beliau sedang menatap foto keluarga nya di bingkai kecil yang ada di atas meja kecil di samping tempat tidur nya.


"Apa aku harus menjodohkan Krystal?" Tanya Ayah Diego kepada mendiang istri nya.


"Maafkan aku kalau aku terlalu egois demi anak-anak kita", ujar Ayah Diego lagi.


"Aku harap kalau aku menjodohkan Krystal maka dia bisa berbahagia seperti Diego dan Hanna", ujar Ayah Diego lagi.


"Tapi kalau Krystal telah berubah dan dia tidak mau dijodohkan oleh ku maka aku akan tetap mendukung pilihan hidup nya", ujar Ayah Diego lagi.


"Aku akan memberikan nya waktu untuk sementara ini", ujar Ayah Diego lagi.


"Jadi aku harap kamu jangan marah kepada ku karena ini adalah pilihan terbaik yang bisa aku lakukan untuk putri kita", ujar Ayah Diego lagi.


Kemudian Ayah Diego segera berbaring di atas kasur nya yang luas itu dan beliau segera memejamkan mata nya untuk beristirahat.


***


Rumah Clara


Saat ini Rey telah berada di depan rumah Clara dan dia baru saja pulang dari markas Octopus. Rey segera keluar dari dalam mobil nya dan berjalan menuju ke pintu rumah Clara.


"Ting tong ting tong", bunyi bel rumah Clara.


Mendengar bel rumah nya berbunyi langsung saja Clara membuka nya setelah ia mengetahui kalau Rey yang telah membunyikan bel rumah nya itu.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai?" Tanya Clara.


"Untuk hari ini sudah selesai", ujar Rey.


"Apa kamu lapar?" Tanya Clara lagi.


"Aku baru saja membuat mie instan dan ingin memakan nya", ujar Clara lagi.


"Kenapa kamu belum tidur?" Tanya Rey.


"Aku hanya ingin menonton drama ini karena aku penasaran dengan jalan cerita nya", jawab Clara sambil melihat ke TV yang ada di depan nya.


"Apa hanya ada mie instan ini saja?" Tanya Rey.


"Di kulkas masih ada kimchi dan ayam goreng berbumbu, apa kamu mau?" Tanya Clara.


Kemudian Rey menganggukkan kepala nya dan segera membuka jaket tebal yang sedang dipakai nya karena saat ini dia sedang berada di dalam rumah dan Rey tidak membutuhkan jaket itu lagi untuk menghangatkan badan nya.


"Baiklah aku akan menghangatkan nya terlebih dahulu", ujar Clara.


Kemudian Clara segera berdiri dari tempat duduk nya dan menuju ke dapur untuk mengeluarkan ayam goreng berbumbu dari dalam kulkas nya dan setelah itu Clara memasukkan ayam goreng itu ke dalam oven untuk menghangatkan nya kembali.


Setelah Clara menyiapkan semua makanan dan meletakkan nya di atas meja yang ada di depan TV nya mereka berdua langsung menyantap makanan itu dengan lahap nya.


"Malam-malam begini memang enak makan mie instan", ujar Rey sambil memakan mie yang ada di dalam mangkok nya.


"Iya karena itu aku ingin memakan nya", ujar Clara.

__ADS_1


"Besok aku akan menemui Ayah Diego untuk membicarakan mengenai rencana pernikahan kita", ujar Rey.


"Baiklah", ujar Clara.


"Setelah itu beliau akan membicarakan mengenai pembatalan perjodohan mu kepada Branden", ujar Rey lagi.


"Baguslah aku harap Branden cukup sadar diri dengan apa yang telah dia lakukan", ujar Clara.


"Lalu kapan kita akan melihat-lihat gaun pernikahan?" Tanya Rey.


"Setelah kamu free dengan semua tugas mu itu", ujar Clara.


"Aku tidak akan pernah free kalau soal pekerjaan", ujar Rey.


"Lalu kapan kamu bisa pergi dengan ku untuk melihat-lihat gaun pernikahan?" Tanya Clara.


"Aku harus menyesuaikan semua itu dengan jadwal kerja mu karena sebentar lagi aku kan resign dari perusahaan Diego", ujar Clara.


"Kenapa kamu resign?" Tanya Rey.


"Aku tidak pernah menyuruh mu untuk resign dari pekerjaan mu dan aku akan mendukung setiap keputusan yang telah kamu buat", ujar Rey.


"Aku hanya merasa tidak cocok bergabung dengan departemen itu", ujar Clara.


"Apa kamu ingin pindah departemen?" Tanya Rey.


"Aku bisa mengurus nya untuk mu", ujar Rey lagi.


"Aku tidak mau bekerja dengan cara seperti itu", ujar Clara.


"Apa aku boleh ikut dengan mu kemana pun kamu pergi?" Tanya Clara.


"Maksud mu?" Tanya Rey.


"Aku ingin menemani dan membantu mu dalam melakukan setiap pekerjaan mu yang ada di luar kantor", ujar Clara.


"Apa!" Teriak Rey.


"Tentu saja aku melarang mu karena pekerjaan yang aku lakukan di luar kantor itu sangat berbahaya", ujar Rey.


"Bukankah kamu telah melihat nya sendiri?" Tanya Rey.


"Justru itu aku ingin membantu mu", ujar Clara.


"Tetap saja aku tidak mau", ujar Rey.


"Kamu berdiam diri saja di rumah biar aku yang bekerja dan jangan lakukan hal apa pun yang bisa membuat mu berada di dalam bahaya", ujar Rey lagi.


"Baiklah", ujar Clara.


Kemudian mereka segera melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja sambil menonton drama yang sedang ditayangkan di TV yang ada di depan mereka.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego (Amerika)


Pagi ini Diego dan Hanna telah bangun dari tidur nya dan saat ini mereka sedang sarapan pagi bersama di ruang makan yang ada di lantai bawah rumah itu.


"Pelayan", panggil Diego.


"Kenapa Krystal belum datang juga ke bawah untuk sarapan?" Tanya Diego.


"Apa dia tidak lapar?" Tanya Diego lagi.


"Saya sudah membukakan pintu kamar nona muda beberapa menit yang lalu dan juga telah menyuruh nya untuk sarapan bersama di ruang makan tuan muda", ujar Pelayan itu kepada Diego.


"Baiklah tolong kamu periksa sekali lagi ke dalam kamar nya dan kalau dia tetap tidak mau keluar untuk sarapan maka biarkan saja dia", ujar Diego.


"Baik tuan muda", ujar pelayan itu.


Kemudian pelayan itu segera naik ke lantai dua untuk menemui Krystal di dalam kamar nya.


"Jangan seperti itu pada nya", ujar Hanna kepada Diego.


"Aku hanya ingin membiarkan nya merenung di dalam kamar nya agar dia tau dengan semua kesalahan yang telah dia perbuat", ujar Diego.


"Aaa...", Teriak seorang pelayan dari lantai dua rumah itu.


Mendengar teriakan suara pelayan langsung saja membuat Diego dan Hanna kaget dan mereka segera menghampiri pelayan itu ke lantai dua.


"Apa yang terjadi?" Tanya Diego kepada pelayan itu.


Saat ini pelayan itu telah berada di atas tangga rumah itu dan hendak menuju ke lantai bawah untuk menemui Diego.


"Nona muda tuan", ujar pelayan itu.


"Ada apa dengan Krystal?" Tanya Diego.


"Nona muda tidak sadarkan diri tuan dan dia juga telah menyayat tangan nya", ujar pelayan itu.


"Apa!" Teriak Hanna.


Sedangkan Diego telah berlari ke dalam kamar Krystal setelah mendengar perkataan dari pelayan itu.


"Krystal bangun", ujar Diego sambil mengguncang tubuh adik nya itu.


Kemudian Diego segera membawa Krystal menuju ke dalam mobil nya dan melihat itu Hanna segera mengikuti langkah Diego dari belakang.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2