
Rumah Mewah Di Dekat Perbatasan Kota
"Kenapa kamu malah membuat nya datang ke rumah ini?" Tanya Pak Oskar dengan nada tinggi kepada anak buah nya itu.
"Maafkan saya bos saya sudah berusaha untuk masuk melalui pagar tembok yang ada di samping rumah mewah ini tetapi tetap saja mereka tidak bisa di kecoh", ujar anak buah Pak Oskar dengan raut wajah cemas nya itu.
Lalu Pak Oskar pun langsung memerintahkan anak buah nya itu untuk segara pergi dari ruangan nya.
Setelah itu Pak Oskar pun langsung menghubungi Kakek Sera dan ia pun mulai membicarakan sesuatu dengan nya yang akhirnya membuat Pak Oskar tersenyum kecut karena percakapan di antara mereka itu.
Pada saat yang bersamaan Diego dan Zhen Shui beserta anak buah mereka masing-masing telah berada di depan pintu masuk rumah mewah itu dan tak lama kemudian pintu masuk itu di buka oleh salah satu anak buah Pak Oskar yang sedang di ancam oleh Diego.
"Pak Oskar", teriak Zhen Shui setelah mereka semua masuk ke dalam rumah mewah itu.
"Dimana kamu bersembunyi", teriak Zhen Shui lagi.
Lalu tak lama kemudian datang lah Pak Oskar dengan langkah kaki santai nya dan kemudian Pak Oskar pun langsung duduk di kursi yang ada di ruang tamu yang luas itu.
"Kamu kira saya siapa?" Tanya Pak Oskar.
"Saya bukan lah seorang pengecut yang hanya memikirkan bagaimana cara nya untuk melarikan diri dari serangan musuh", ujar Pak Oskar lagi dengan nada sinis nya.
Mendengar perkataan Pak Oskar itu telinga Zhen Shui pun mulai panas di buat nya karena diri nya terkadang memang suka melarikan diri dari kejaran musuh jadi perkataan Pak Oskar itu seolah-olah di tujukan untuk diri nya.
Diego yang seolah tau dengan maksud perkataan Pak Oskar itu pun langsung menyuruh Zhen Shui untuk diam di tempat dengan gerakan tangan nya yang seolah menyuruh Zhen Shui untuk tidak menggubris perkataan dari Pak Oskar itu.
Zhen Shui yang di suruh diam itu pun hanya bisa pasrah pada saat itu karena ia juga tidak mau bermasalah dengan Diego karena itu bisa berpengaruh kepada bisnis mereka saat ini.
"Apa yang sedang kamu rencanakan kepada ku saat ini?" Tanya Diego kepada Pak Oskar dengan tatapan maut nya itu.
Lalu Diego pun segera meminta pistol kepada salah satu anggota Octopus dan setelah pistol itu berada di tangan nya Diego pun langsung memainkan pistol itu sambil sesekali melirik kepada Pak Oskar.
Melihat tindakan Diego yang seperti itu Pak Oskar pun langsung waspada dan begitu pun dengan anak buah Pak Oskar yang sudah siap sedia untuk menyerang Diego beserta semua orang yang ikut dengan nya.
"Sudah lah Diego ini adalah wilayah kekuasaan ku jadi seharusnya aku yang akan memberikan pelajaran untuk mu karena telah berani mengeluarkan ku dari bisnis mu itu apa lagi pria kurang ajar itu yang telah menggantikan posisi ku saat ini", ujar Pak Oskar panjang lebar sambil melihat ke arah Zhen Shui dengan tatapan marah nya itu.
"Diam kau Bapak tua aku tidak akan memaafkan mu kali ini", ujar Zhen Shui kepada Pak Oskar.
Mendengar perkataan Zhen Shui yang seperti itu kepada nya Pak Oskar pun langsung menodongkan senjata nya kepada Zhen Shui dengan tatapan marah nya.
"Aku jamin kalau kau tidak akan bisa keluar dalam keadaan hidup dari rumah mewah ini", ujar Pak Oskar kepada Zhen Shui.
__ADS_1
Lalu pada waktu yang bersamaan anak buah Pak Oskar pun langsung menembakkan senjata nya ke arah Zhen Shui beserta anak buah nya dan mereka pun juga menyerang Diego berserta semua anggota Octopus pada waktu yang berdekatan.
Namun serangan anak buah Pak Oskar itu pun cepat di hindari oleh Diego dan Zhen Shui.
Lalu tak lama kemudian Diego berkata kepada Pak Oskar kalau diri nya tidak akan segan-segan melukai Pak Oskar kalau Pak Oskar tidak menghentikan serangan nya itu saat ini juga.
Namun Pak Oskar tidak menggubris perkataan dari Diego dan malah tertawa terbahak-bahak atas serangan yang telah di lakukan oleh anak buah nya itu kepada Diego dan Zhen Shui.
Diego yang melihat tingkah Pak Oskar itu tambah geram di buat nya dan pada saat itu juga Diego pun mengangkat pistol nya di balik tembok pertahanan diri nya itu.
Diego mulai membidik Pak Oskar dengan pistol nya itu dan tak lama kemudian terdengar lah bunyi suara tembakan yang membuat semua orang yang ada disana kaget di buat nya.
Pak Oskar yang pada saat itu sedang tertawa terbahak-bahak langsung tersungkur ke atas lantai sambil memegang perut bawah nya yang terus mengeluarkan darah segar milik nya itu.
Anak buah Pak Oskar pun langsung berhenti menyerang Diego dan Zhen Shui.
Lalu mereka pun langsung mengamankan Pak Oskar dengan cara membuat lingkaran sambil menodongkan senjata mereka kepada Diego dan Zhen Shui serta kepada semua orang yang ikut dengan mereka.
"Itu hanya lah sebuah tembakan peringatan dari ku", ujar Diego kepada Pak Oskar yang saat ini sudah tidak bisa tertawa lagi.
"Jika bisnis ku ini gagal karena ulah mu maka aku tidak akan segan-segan untuk membidik jantung mu dengan pistol berharga ku ini", ujar Diego lagi dengan tatapan tajam nya kepada Pak Oskar.
Mendengar perkataan Zhen Shui yang seperti itu Pak Oskar pun langsung berkata kepada Zhen Shui dengan nada ancaman nya itu.
"Tunggu lah sampai giliran mu tiba maka kamu akan melihat setajam apa senjata yang akan melukai mu nanti karena tidak ada senjata yang lebih tajam dari senjata yang akan kamu terima pada saat itu", ujar Pak Oskar.
Mendengar perkataan Pak Oskar yang seperti itu kepada nya Zhen Shui pun semakin geram di buat nya.
"Urusan ku kali ini dengan mu telah selesai dan ingat perkataan ku kepada mu itu kalau kamu tidak ingin lenyap dari dunia ini", ujar Diego kepada Pak Oskar.
Lalu Diego pun segera pergi meninggalkan rumah mewah itu begitu pun dengan semua anggota Octopus yang juga ikut dengan nya.
Melihat itu Zhen Shui pun juga ikut meninggalkan rumah mewah itu berserta semua anak buah nya itu dan kemudian mereka pun kembali lagi ke gedung tua itu untuk menyelesaikan rencana yang telah mereka susun sedemikian rupa itu.
***
Kediaman Diego
"Apa!" Teriak Hanna dan Clara secara bersamaan.
Kemudian mereka pun langsung mengajukan pertanyaan demi pertanyaan kepada Yae Won setelah mendengar kalau Yae Won saat ini sedang terlibat dalam suatu permasalahan dengan seorang pria.
__ADS_1
"Siapa pria itu?" Tanya Hanna dengan raut wajah penasaran nya itu.
Lalu Yae Won pun hanya menggelengkan kepala nya itu karena ia pun juga tidak tahu dari mana asal pria yang akhir-akhir ini telah masuk ke dalam kehidupan nya itu.
"Lalu bagaimana dengan Alex?" Tanya Clara kepada Yae Won.
Mendengar pertanyaan dari Clara itu langsung saja membuat Yae Won menundukkan kepala nya sambil menghela nafas nya.
Saat ini Yae Won pun terlihat sedih dengan pertanyaan Clara yang telah di ajukan kepada nya itu.
"Memang nya ada apa dengan Alex?" Tanya Hanna.
"Apa dia telah berselingkuh dari mu?" Tanya Hanna lagi dengan nada lembut nya itu.
Yae Won yang sudah tidak tahan lagi mendengar nama Alex yang di ucapkan di hadapan nya itu akhir nya langsung menangis pada saat itu juga.
Hanna, Clara, Rey dan Leo pun langsung melihat ke arah Yae Won yang sedang menangis itu sedangkan Krystal telah tertidur di atas sofa yang ada di ruang keluarga itu.
"Alex seperti nya telah berselingkuh dengan wanita lain dan wanita lain itu seperti nya adalah Ara", ujar Yae Won sesegukan dan tetap mengeluarkan air mata nya itu.
Hanna dan Clara pun langsung kaget di buat nya dan mereka pun tak menyangka kalau Alex akan berselingkuh dengan Ara.
Hanna merasa sedih kalau Yae Won di khianati oleh Alex namun di sisi lain Hanna juga sangat bahagia karena Ara telah melepaskan Diego dari kehidupan nya.
Walau pun begitu Hanna juga tidak berharap kalau laki-laki itu adalah Alex yang status nya saat ini adalah kekasih nya Yae Won.
Pada saat itu juga Hanna pun langsung menghubungi Diego dan kemudian Hanna pun langsung memberi tau Diego mengenai hubungan yang sedang terjadi di antara Ara dengan Alex saat ini.
Setelah Hanna menutup telpon nya tiba-tiba saja Clara mendapatkan pesan dari seseorang dan orang tersebut adalah Ara.
Ara berkata kepada Clara kalau saat ini target nya adalah Rey dan setelah melihat pesan itu wajah Clara pun langsung pucat di buat nya.
Kemudian Clara pun langsung mengalihkan pandangan nya dan sesekali Clara pun menatap Rey dengan tatapan tajam nya itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1