
"Diego", panggil Leo dari arah belakang nya.
Lalu langkah Diego pun langsung terhenti dan ia pun langsung melihat ke belakang.
"Ada apa?" Tanya Diego kepada Leo.
"Krystal menyuruh mu untuk segera membawakan daun itu untuk nya", ujar Leo lagi.
"Ok", ujar Diego.
Lalu Diego pun melihat kembali ke arah wanita yang di lihat nya barusan itu tapi pada saat diri nya melihat wanita itu lagi tiba-tiba saja wanita itu telah menghilang dari hadapan nya saat ini.
"Apa kamu ada melihat seorang wanita yang sedang berjalan di depan sana?" Tanya Diego kepada Leo.
"Tidak aku tidak melihat siapa pun yang sedang berjalan disana", ujar Leo.
"Benarkah!" Ujar Diego.
"Iya untuk apa aku berbohong kepada mu", ujar Leo.
"Kalau begitu apa aku telah salah lihat", ujar Diego lagi.
"Mungkin saja kamu telah salah melihat nya", ujar Leo.
"Jangan berpikiran yang macam-macam di tengah hutan seperti ini itu yang telah di katakan oleh Ibu ku", ujar Leo lagi.
"Kalau begitu bantu aku untuk mengambil daun itu", ujar Diego kepada Leo.
"Agar kita bisa cepat pergi dari sini", ujar Diego lagi.
"Ok", ujar Leo.
Lalu mereka berdua pun langsung memetik daun itu secukupnya dan setelah itu mereka berdua pun langsung kembali lagi menuju ke tenda mereka yang berada tak jauh dari tempat mereka saat ini.
***
Desa Terpencil
"David", ujar Ibu Jiu sambil menggoda bayi mungil Hanna itu.
Lalu bayi Hanna pun langsung tersenyum kepada Ibu Jiu setiap Ibu Jiu berusaha untuk menggoda nya.
"Malam ini kamu tidur dengan nenek ya karena Ibu mu sedang pergi liburan saat ini jadi kamu jangan menangis ya nenek selalu ada disini untuk mu", ujar Ibu Jiu lagi.
Lalu bayi Hanna pun tersenyum lagi kepada Ibu Jiu sambil menggerak-gerakkan ke dua tangan dan kaki nya.
"Nenek mau makan malam dulu ya kamu tunggu disini sebentar ya karena nenek mau pergi ambil makanan dulu", ujar Ibu Jiu sebelum meninggalkan bayi Hanna di ruang tamu rumah nya itu.
Setelah cukup lama berada di dapur akhirnya Ibu Jiu pun pergi lagi ke ruang tamu rumah nya sambil membawa beberapa makanan untuk makan malam beliau disana karena beliau harus menjaga Jiu saat ini.
"Aku harus menghidupkan TV agar tidak terlalu sepi", ujar Ibu Jiu.
Lalu Ibu Jiu pun segera menghidupkan TV yang ada di depan nya saat ini dan setelah itu beliau pun segera memakan makanan yang telah beliau bawa dari dapur itu.
***
Hotel
Saat ini Alex telah bangun dari tidur nya dan ia pun memutuskan untuk segera mandi di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar hotel nya itu.
Setelah cukup lama mempersiapkan diri nya akhirnya Alex pun keluar dari dalam kamar hotel nya untuk pergi menuju ke restoran yang ada di hotel itu.
Namun pada saat diri nya sedang berjalan di lorong hotel yang ada di dekat kamar nya itu tiba-tiba saja ada seorang pria yang menabrak nya dari arah depan dan pria itu adalah Branden.
"Sorry", ujar Branden.
Lalu Branden pun segera pergi meninggalkan Alex yang sedang berdiri terpaku di tempat nya itu.
Saat ini Branden sedang berjalan dengan terburu-buru karena Branden harus segera bersiap-siap untuk pergi ke desa terpencil pada malam ini juga.
Karena jarak desa terpencil dari hotel ini lumayan jauh dan juga memakan waktu sekitar satu jam perjalanan maka Branden pun memutuskan untuk mempercepat setiap pergerakan nya saat ini.
Apa lagi saat ini Branden belum mandi dan ia juga belum makan malam dan hal yang pertama kali Branden lakukan saat ini adalah membersihkan diri nya terlebih dahulu di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar hotel nya itu.
Kamar hotel Branden bersebelahan dengan kamar hotel milik Alex walau pun begitu tapi mereka berdua sama sekali tidak saling mengenal satu sama lain nya.
Walau pun tujuan mereka berdua saat ini sama tapi mereka berdua hanya tampak seperti orang asing yang hanya tidak sengaja berpapasan di lorong hotel tersebut.
"Aneh sekali pria itu", ujar Alex saat ia melihat kepergian Branden dari hadapan nya.
"Lebih baik aku pergi makan malam dulu dari pada berurusan dengan pria seperti diri nya", ujar Alex lagi.
Lalu Alex pun segera pergi menuju ke restoran yang ada di lantai dasar hotel yang di datangi nya itu.
Setelah Alex sampai di restoran itu ia pun memutuskan untuk segera memesan makanan dan minuman yang cukup laris di restoran ini karena restoran ini tampak seperti restoran yang sederhana di mata nya.
Tentu saja hotel dan restoran yang ada disini tidak lah sebagus dan se elit hotel dan restoran yang ada di kota karena hotel dan restoran ini masih berada di wilayah pedesaan.
"Ini tuan makanan nya", ujar seorang pelayan yang ada di restoran itu.
"Apa minuman ini dingin?" Tanya Alex kepada pelayan restoran itu.
"Tidak tuan", ujar pelayan itu lagi.
"Kalau begitu berikan aku batu es karena saat ini aku ingin meminum minuman yang dingin", ujar Alex lagi.
"Ok tuan tunggu sebentar saya akan mengambilkan batu es dulu untuk tuan", ujar pelayan restoran itu.
"Ok", ujar Alex.
Lalu pelayan restoran itu pun segera pergi mengambilkan batu es untuk Alex dan tak lama kemudian pelayan restoran itu kembali lagi ke tempat duduk Alex sambil membawakan beberapa batu es yang ada di dalam wadah yang ia bawa saat ini.
__ADS_1
"Ini tuan batu es nya", ujar pelayan restoran itu.
"Terima kasih", ujar Alex.
"Oh iya tuan saya baru pertama kali melihat tuan datang ke hotel ini apa tuan baru pertama kali datang ke desa ini", ujar pelayan restoran itu lagi kepada Alex.
"Tidak aku sudah beberapa kali datang ke desa ini tapi sebelum nya aku tidak menginap di hotel ini dan aku biasa nya menginap di hotel yang ada di ujung desa sana", ujar Alex lagi.
"Oh begitu jadi tuan biasa menginap di hotel yang ada di desa sebelah sana", ujar pelayan restoran itu lagi.
"Seperti nya begitu", ujar Alex.
"Berarti sering juga ya tuan datang ke desa ini", ujar pelayan restoran itu lagi.
"Iya akhir-akhir ini saja aku sering datang ke desa ini", ujar Alex.
"Apa ada urusan yang sangat penting tuan karena biasa nya orang-orang hanya pergi berkemah ke desa ini dan setelah itu mereka tidak pernah datang lagi ke desa ini kalau mereka tidak ingin berkemah disini", ujar pelayan restoran itu lagi.
"Ada hal yang perlu aku selesaikan disini", ujar Alex.
"Jadi sebelum aku menyelesaikan semua nya maka aku akan terus berada di desa ini", ujar Alex lagi.
"Aku rasa urusan tuan itu sangat penting karena saat ini tuan telah bersedia untuk terus berada di desa ini", ujar pelayan restoran itu lagi.
"Ya seperti itu lah", ujar Alex.
Lalu tak lama kemudian Branden pun datang dan pelayan restoran itu pun langsung menyambut kedatangan Branden dengan senyuman nya sambil memberikan menu makanan yang ada di restoran hotel itu.
"Selamat datang tuan", ujar pelayan restoran itu kepada Branden.
"Iya", ujar Branden.
"Berikan aku makanan yang paling laris di restoran ini", ujar Branden lagi.
"Baik tuan makanan nya akan segera saya bawakan kesini", ujar pelayan restoran itu lagi.
Lalu pelayan restoran itu pun segera pergi dari hadapan Branden dan ia pun pergi ke dapur untuk memberi tau koki yang ada disana untuk segera menyiapkan makanan yang telah di pesan oleh Branden.
"Dia lagi", ujar Alex sambil melihat Branden dari meja restoran yang ia tempati saat ini.
"Sudah lah biarkan saja dia lebih baik aku fokus saja dengan urusan ku saat ini", ujar Alex lagi.
Lalu Alex pun segera melanjutkan kembali memakan makanan nya yang ada di atas meja nya saat ini sedangkan Branden malah sibuk dengan ponsel nya saat ini sambil menunggu kedatangan makanan yang telah ia pesan.
***
Tempat Perkemahan Diego
"Ikan ini enak sekali", ujar Leo.
"Itu karena Ayah yang dengan senang hati memancing nya", ujar Krystal.
"Ikan yang Ayah pancing lumayan banyak dan malam ini pun kita juga bisa memakan nya", ujar Krystal lagi.
Saat ini mereka semua sedang makan malam bersama dengan menu ikan bakar dan ikan goreng yang telah Krystal dan Clara susun di atas daun yang telah di ambil oleh Diego dan Leo pada sore hari ini.
Selain itu ada juga menu bihun goreng seafood, cumi-cumi bakar dan goreng, udang goreng tumis berbumbu, kimchi, mie instan dengan pecahan telur di campur depan kepiting, dan sayur tumis masak cina yang melengkapi hidangan mereka itu.
Saat ini tidak ada nasi untuk mereka santap pada malam ini karena mereka semua tidak mau cepat kenyang setelah mereka memakan nasi.
Apa lagi setelah memakan semua hidangan ini mereka memutuskan untuk mengadakan acara barbeque pada malam ini di depan tenda mereka.
Karena malam ini adalah malam terakhir mereka berkemah di hutan ini jadi mereka pun memutuskan untuk menghabiskan malam ini dengan acara makan-makan saja sambil bercerita satu sama lain nya.
Pada acara barbeque kali ini mereka telah menyiapkan cukup banyak stok makanan yang akan menemani acara barbeque mereka pada malam ini.
Makanan yang akan mereka barbeque pada malam ini adalah daging sapi premium Korea, lobster, sosis, jagung manis, sotong, dan gurita yang berukuran cukup besar.
Semua itu juga di lengkapi dengan daun selada, kimchi dan minuman soju yang telah di beli oleh Krystal dan Clara di pusat perbelanjaan yang ada di kota pada beberapa hari yang lalu itu.
"Wah aku sangat menikmati semua makanan ini apa lagi bihun goreng ini sangat enak sekali dan sesuai dengan selera ku", ujar Krystal.
"Iya aku juga menyukai nya", ujar Clara.
"Perkemahan kali ini benar-benar luar biasa bagi ku", ujar Leo.
"Tentu saja karena kamu telah pergi dengan kami", ujar Diego kepada Leo.
"Iya itu benar", ujar Rey.
"Kalau begitu lain kali kita pergi berkemah lagi dan masih ada banyak tempat yang belum kita datangi untuk itu", ujar Ayah Diego.
"Ok", ujar Diego, Krystal dan Leo secara bersamaan.
Sementara Rey dan Clara hanya menganggukkan kepala mereka kepada Ayah Diego karena saat ini mereka sedang fokus untuk memakan makanan yang ada di depan mereka saat ini.
***
Di Tempat Perkemahan Lain Berjarak 250 Meter Dari Perkemahan Diego
Malam ini Hanna dan semua orang yang pergi berkemah dengan nya itu sedang sibuk memakan makanan yang ada di depan mereka saat ini.
Menu makanan mereka saat ini adalah mie instan dengan campuran telur dan kepiting selain itu juga ada sup ayam ginseng, bulgogi dan juga di lengkapi dengan kimchi dan nasi.
"Hanna jadi bagaimana?" Tanya Bibi Yuri kepada Hanna.
"Bagaimana apa nya Bibi", ujar Hanna.
"Apa kamu mau menghampiri orang-orang kota itu?" Tanya Bibi Yuri lagi.
"Lebih baik kita tidak usah pergi kesana Bibi aku takut mereka terganggu dengan kedatangan kita apa lagi kita juga tidak mengenal mereka", ujar Hanna.
__ADS_1
"Tapi Bibi rasa orang-orang kota itu tidak lah sejahat yang kamu bayangkan bukti nya salah satu dari mereka mau berbicara dengan Bibi dan dia juga telah menyuruh Bibi untuk ikut bergabung dengan nya", ujar Bibi Yuri lagi.
"Oh iya nama pria itu adalah Diego jadi apa kamu kenal dengan nya", ujar Bibi Yuri lagi kepada Hanna.
"Apa! Diego", ujar Hanna dengan ekspresi kaget nya.
"Ini tidak mungkin Diego karena dia selalu sibuk dengan pekerjaan nya jadi ini mungkin bukan lah Diego yang aku pikirkan saat ini", ujar Hanna di dalam hati nya.
"Hanna apa kamu mengenal nya?" Tanya Bibi Yuri lagi.
"Kalau begitu berapa orang yang ada disana Bibi?" Tanya Hanna kepada Bibi Yuri tanpa menjawab pertanyaan dari Bibi Yuri itu.
"Aku juga tidak menghitung nya tapi yang aku lihat pada pagi ini hanya lah tiga orang dan itu terdiri dari satu orang perempuan dan dua orang laki-laki", ujar Bibi Yuri mencoba untuk mengingat lagi apa yang telah ia lihat pada saat ia berada di air pancuran itu.
"Lalu bagaimana dengan ciri-ciri mereka Bibi?" Tanya Hanna.
"Perempuan itu seperti nya lebih muda dari mu dan pemuda yang telah berbicara dengan ku itu seperti nya lebih tua dari mu dan satu orang lagi aku rasa beliau itu adalah Ayah dari ke dua orang itu", ujar Bibi Yuri lagi.
"Benarkah!" Ujar Hanna.
"Iya yang aku lihat seperti itu", ujar Bibi Yuri.
"Aku rasa mereka semua adalah orang-orang yang sangat kaya dan mereka juga tampan dan cantik", ujar Bibi Yuri lagi.
"Apa mungkin itu Diego?" Tanya Hanna di dalam hati nya.
"Kalau iya lebih baik aku tidak usah pergi kesana karena itu akan membuat keributan nanti nya di tambah lagi semua orang akan mengetahui mengenai permasalahan ku dengan nya", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.
"Kalau kamu penasaran lebih baik kita pergi saja kesana", ujar Bibi Yuri lagi kepada Hanna.
"Seperti nya aku tidak akan pergi kesana Bibi karena aku tidak kenal dengan mereka", ujar Hanna kepada Bibi Yuri.
"Tapi di dunia ini nama Diego itu tidak hanya di miliki oleh suami ku", ujar Hanna di dalam hati nya.
"Sudah lah lebih baik aku mencari aman saja saat ini dari pada nanti apa yang telah aku khawatirkan itu terjadi dan kalau itu sampai terjadi aku bisa kehilangan bayi ku", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.
"Kalau begitu ya sudah kita tetap saja disini", ujar Bibi Yuri kepada Hanna.
"Iya lebih baik begitu", ujar Hanna.
Lalu Hanna dan Bibi Yuri pun segera melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di depan mereka saat ini sedangkan yang lain nya sudah pada sibuk bercerita satu sama lain nya.
Apa lagi Jiu dan putri Bibi Lili mereka terlihat sangat antusias sekali untuk berbicara satu sama lain nya dan tentu saja itu membuat semua orang yang ada disana melihat nya dengan perasaan yang senang sekaligus senyum-senyum sendiri menyaksikan itu semua.
***
Perkemahan Diego
"Ini sudah matang", ujar Clara sambil mengangkat daging sapi yang telah matang itu ke atas piring.
"Berikan pada ku", ujar Rey.
Lalu Rey pun segera mengambil piring itu dari tangan Clara dan setelah itu Rey meletakkan piring yang berisi daging itu di atas meja makan mereka saat ini.
"Wah enak sekali", ujar Ayah Diego ketika beliau mencoba daging sapi yang telah matang itu.
"Iya enak", ujar Rey.
"Untung kita membawa nya cukup banyak jadi kita bisa makan dengan sepuasnya saat ini", ujar Krystal sambil berdiri di samping Clara.
Karena pada saat ini Krystal sedang membakar sosis dan juga lobster sedangkan Clara membakar daging sapi dan sisa nya nanti para pria yang akan menyelesaikan semua nya.
"Krystal berikan Ayah lobster", ujar Ayah nya saat beliau melihat lobster yang telah di masak oleh Krystal itu telah matang.
"Ok Ayah", ujar Krystal.
Lalu Krystal pun segera memberikan lobster itu kepada Ayah nya dan Krystal pun langsung mengambil daging yang ada di atas meja makan itu dengan menggunakan sumpit lalu memakan nya.
"Wah enak sekali", ujar Krystal dengan ekspresi bahagia nya.
"Kamu coba lah", ujar Rey kepada Clara sambil menyuapi daging itu dengan menggunakan sumpit ke Clara.
Lalu Clara pun memakan daging itu dan setelah nya Clara langsung menganggukkan kepala nya sambil memberikan jempol nya kepada Rey.
"Kamu duduk lah biar aku yang mengerjakan nya", ujar Rey kepada Clara.
Lalu Clara pun segera bergabung dengan yang lain nya sementara Rey melanjutkan pekerjaan Clara itu bersama dengan Diego.
Diego dan Rey cukup telaten dalam memanggang daging, lobster dan semua yang ada di depan mereka saat ini sementara Leo, Krystal, Clara dan Ayah nya sedang menikmati menu barbeque kali ini.
Saat semua nya sedang menikmati kegiatan mereka masing-masing tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang datang menghampiri mereka dan tentu saja itu membuat mereka semua langsung melihat ke arah mobil itu.
"Siapa itu?" Tanya Rey kepada Diego.
"Entah lah aku juga tidak tau", ujar Diego.
Lalu mobil itu pun telah berhenti menyala dan setelah nya Ara pun langsung keluar dari dalam mobil nya itu.
"OMG!" Ujar Krystal saat ia melihat Ara telah keluar dari dalam mobil itu.
"Ara!" Ujar Diego dengan ekspresi kaget nya begitu pun dengan Rey.
Sementara Ayah Diego, Leo dan Clara hanya diam saja sambil menatap ke arah Ara dengan ekspresi kaget mereka masing-masing.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1